Majalah Kesehatan FKUB

25 April 2012

EFEK LAMA PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAM LARUTAN NATRIUM HIPOKLORIT 0,5% TERHADAP KEKUATAN IMPAK Wahyu Susilaningtyas*, Kartika Andari Wulan*, Regina Lintang Saraswati* ABSTRAK Basis gigi tiruan resin akrilik heat cured dapat menjadi tempat perlekatan sisa makanan yang membentuk deposit organik dan anorganik. Penggunaan larutan kimia pembersih gigi tiruan merupakan metode pembersihan gigi tiruan yang paling populer. Natrium hipoklorit 0,5% merupakan pembersih basis gigi tiruan yang efektif untuk membersihkan perlekatan sisa makanan dan mikroorganisme seperti Candida albicans. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama perendaman resin akrilik heat cured dalam larutan natrium hipoklorit 0,5% terhadap kekuatan impak. Metode penelitian ini menggunakan 36 sampel resin akrilik heat cured resin akrilik dengan dimensi 65 mm x 10 mm x 2,5 mm. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok dan direndam dalam larutan natrium hipoklorit 0,5% dan akuades sebagai kontrol selama 10 menit, 70 menit, dan 140 menit. Sampel yang telah dipoles direndam dalam larutan natrium hipoklorit 0,5% dan akuades sebagai kontrol. Nilai kekuatan impak diukur sesudah perendaman menggunakan Mesin Impak Type KRY 28.5.1959 Modifikasi ITS. Dari hasil uji impak didapat bahwa kekuatan impak resin akrilik heat cured yang direndam dalam akuades 10 menit adalah 28,894 ; 70 menit adalah 28,894 ; dan 140 menit adalah 28,616. Pada perendaman dalam natrium hipoklorit 0,5% 10 menit adalah 28,894 ; 70 menit adalah 28,616 dan 140 menit adalah 24,701. Dari pengamatan tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa natrium hipoklorit 0,5% berpengaruh terhadap penurunan kekuatan impak resin akrilik heat cured pada perendaman 140 menit. Dokter gigi harus memastikan bahwa para pemakai gigi tiruan mengetahui prosedur lama perendaman gigi tiruan khususnya yang berbahan dasar natrium hipoklorit 0,5% untuk mendukung protokol perawatan gigitiruan di rumah. Kata kunci: resin akrilik heat cured, pembersih gigi tiruan, natrium hipoklorit 0,5%, kekuatan impak. ABSTRACT Heat-cured acrylic resin base denture can be a place of attachment of food scraps that make up the organic and inorganic deposits. The use of chemical cleaning solution is an artificial tooth denture cleaning methods are most popular among the wearers. 0,5% sodium hypochlorite use to clean the denture base is effective for cleaning attachment and microorganism leftovers such as Candida albicans. The purpose of this study is to determine the effect of long immersed heat cured acrylic resin in 0,5% sodium hypochlorite solution to the impact strength. The research study used 36 samples of heat-cured acrylic resin with dimensions 65 mm x 10 mm x 2.5 mm. The samples were divided into 6 groups and immersed in 0,5% sodium hypochlorite solution and distilled water as control for 10 minutes, 70 minutes, and 140 minutes. Polished samples were immersed in 0,5% sodium hypochlorite solution and distilled water as control. Impact strength values were measured after immersion using Impact Type Machine KRY 28/05/1959 ITS Modified. The impact test results showed that the impact strength of heat-cured acrylic resins were immersed in distilled water for 10 minutes is 28,894; 70 minutes is 28,894; and 140 minutes is 28,616. Immersion in 0,5% sodium hypochlorite 10 minutes is 28,894; 70 minutes is 28,616; and 140 minutes is 24,701. From the above observations can be concluded that sodium hypochlorite 0.5% had significantly decrease the impact strength of heat cured acrylic resin when it was immersed for 140 minutes of immersion. Dentist must ensure that the denture wearers understand how much time needed to immerse their denture, especially denture immersionbased 0,5% sodium hypochlorite solution for denture care protocol support at home.

Keywords: heat cured acrylic resin, denture cleanser, sodium hypochlorite 0,5%, the impact strength.
* Program Studi Pendidikan Dokter Gigi FKUB

dinyatakan terdapat perbedaan bermakna pada perubahan warna resin akrilik heat cured jika direndam dalam larutan natrium hipoklorit 0. Kekuatan impak adalah pengukuran energi yang diserap oleh material ketika material tersebut tiba-tiba mengalami fraktur (Craig. antara lain terhadap kekuatan impak. Waktu perendaman 10 menit karena anjuran pabrik.Majalah Kesehatan FKUB PENDAHULUAN Saat ini. saat pemakaian basis gigi tiruan resin akrilik dapat terjadi penumpukan sisa makanan sehingga mengganggu kebersihan rongga mulut dan kesehatan penderita. 2011). 2002). 25 April 2012 Kebanyakan bahan pembersih basis gigi tiruan resin akrilik yang diperdagangkan menggunakan teknik perendaman. Akan tetapi bahan ini mempunyai dua kerugian penting. tidak mengiritasi. (David. Lama perendaman plat resin akrilik dalam natrium hipoklorit 0. Hal ini dapat dicegah dengan senantiasa menjaga kebersihan rongga mulut dan kebersihan gigi tiruannya. dan 140 menit. 2005). 2010). yaitu bersifat porus. jamur. virus. mudah dimanipulasi. dan mudah direparasi (Anusavice. larutan ini merupakan desinfektan derajat tinggi karena sangat aktif pada semua bakteri. bahan resin akrilik poli(metil metakrilat) jenis heat cured banyak digunakan sebagai basis gigi tiruan lepasan. yaitu cara mekanik dan kimiawi. Basis gigi tiruan resin akrilik harus memenuhi persyaratan dalam segi mekanik. 70 menit. deterjen. sedangkan pembersihan secara kimiawi dilakukan dengan cara merendam gigi tiruan ke dalam larutan pembersih (Paranhos.5% adalah 10 menit.5. Pembersihan gigi tiruan resin akrilik dapat dilakukan dengan dua cara. Desinfektan ini adalah larutan yang berbahan dasar klorin (Cl 2). Salah satu bahan pembersih yang sering dipakai adalah natrium hipoklorit. 70 menit sebagai simulasi perendaman basis gigi tiruan resin akrilik heat cured selama 7 hari. dan mudah mengalami fraktur ketika mengalami benturan atau terjatuh (Anusavice.5% untuk merendam gigi tiruan dianjurkan 10 menit setiap hari. . Bahan ini dipasarkan dalam bentuk bubuk dan tablet bahan perendam yang mengandung komponen alkalin. dan beberapa spora (Mathai et al. dapat menyerap air secara perlahan – lahan dengan mekanisme penyerapan melalui difusi molekul air sesuai hukum difusi. Namun resin akrilik mempunyai kekurangan. bahan pemutih (hipoklorit) dan bahan pemberi aroma.5% selama 70 menit dan 140 menit. Selain itu fraktur pada basis gigi tiruan lepasan juga berkaitan dengan sifat bahannya yang berporus (Gurbuz et al.5% terhadap kekuatan impak resin akrilik heat cured tersebut. Bahan tersebut memiliki karakteristik. parasit. 2003 . 2005). dapat berubah warna akibat makanan dan minuman. Dari hasil penelitian David (2005). Fraktur pada basis gigi tiruan lepasan berbahan resin akrilik merupakan salah satu masalah umum yang sering dijumpai setelah periode tertentu pemakaian klinis. dan 140 menit sebagai simulasi perendaman basis gigi tiruan resin akrilik heat cured selama 14 hari. Pembersihan secara mekanik menggunakan sikat gigi. tidak mahal. natrium perborat. Faktor-faktor yang mengakibatkan fraktur pada basis gigi tiruan lepasan antara lain kekuatan gigitan dan pengunyahan yang besar dan seiring waktu pemakaian gigi tiruan lepasan. maka peneliti ingin menguji pengaruh larutan natrium hipoklorit 0. Berdasarkan penelitian tersebut. 2008).1959 modifikasi ITS. Eksperimental laboratoris dengan uji impak menggunakan Charpy Methode dan alat Mini impact tester type KRY 28. antara lain : tidak toksik. antara lain senyawanya yang bersifat korosif dan cepat rusak atau mudah berubah sehingga larutan harus segera dibuat dan disiapkan tepat sebelum digunakan dan dilindungi dalam ruangan dari panas dan cahaya (David. Faot et al . estetika yang baik. Pada periode tertentu. METODE PENELITIAN Desain Penelitian. Pemakaian natrium hipoklorit 0. 2009). 2003).

Kuvet dibuka.5 % 5. Kuvet ditutup dan ditekan dengan press perlahan – lahan. Bahan Penelitian 1. Bahan separasi (cold mould seal) 11. tidak berbintil. Kemudian dimasukkan ke dalam kuvet yang telah disiapkan di atas vibrator. Mangkuk porselen 3. Gips tipe II 6.5 mm. dan warna homogen. Untuk menghindari error. Panci untuk merebus kuvet 12. 8. Mikromotor 11.1959 Modifikasi ITS 7. permukaan gips diulasi dengan bahan separasi (vaselin) dan kuvet bagian atas diisi dengan adonan gips tipe II di atas vibrator. Press hidrolik dan press manual 8. Membuat sampel wax dengan ukuran 65 mm x 10 mm x 2. Natrium hipoklorit 0. spesimen wax diambil. Kertas gosok no. Stopwatch 10. kuvet dibuka. Pumice 9. Kertas celophan 8. maka setiap kelompok perlakuan ditambah 2 sampel sehingga didapatkan n = 6. . Lokasi Penelitian. adonan dimasukkan ke dalam cetakan. Vaseline 7. Alat Penelitian 1. Spuit 5 ml 5. 3. dengan kriteria sampel sebagai berikut: Tidak porus. 7.Majalah Kesehatan FKUB Sampel Penelitian. lalu dipress ulang. Jumlah keseluruhan sebanyak 36 sampel untuk 6 kelompok perlakuan. Setelah adonan menjadi dough stage. Kuvet besar 4.ssResin akrilik heat cured merk Stellon 20 2. Tunggu gips mengeras selama 15 – 20 menit. Mesin Impak Type KRY 28. Alat dan Bahan/Instrumen Penelitian I. Bubuk dan cairan resin akrilik dengan perbandingan 23 mg : 10 ml sesuai petunjuk pabrik. P (n – 1)≥16 P : jumlah perlakuan n : jumlah sampel Dari rumus penghitungan jumlah sampel di atas didapatkan n = 4. 6. Fraser 12. Stone hijau 13. Jangka sorong dengan merk Vernier Caliper dengan ketelitian 0. Tempat merendam bahan resin akrilik terbuat dari kaca tertutup (toples kaca) 6. Akuades steril 4. Pembuatan sampel dilakukan di Skill’s Laboratorium Prostodonsia Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Rubber hijau Pembuatan Sampel 1. Sampel pada penelitian ini adalah sampel resin akrilik heat cured berbentuk lempeng dengan ukuran panjang 65 mm. Rubber bowl dan spatula 2. akrilik dipotong.5 mm sebanyak 36 sampel 2. Lalu kuvet dipindahkan ke dalam panci. lebar 10 mm. Setelah gips mengeras. Pengukuran kekuatan impak dilakukan di Laboratorium Metalurgi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Bila masih ada kelebihan. 4.1 10. Permukaan dalam kuvet diulasi dengan could mould seal . Jumlah sampel minimal dihitung dengan menggunakan rumus berikut. dan tebal 2. Dari perhitungan sampel didapatkan masing – masing kelompok minimal sebanyak 6 sampel. masing – masing kuvet diisi dengan 2 buah spesimen lalu didiamkan sampai gips mengeras (setting) yaitu 20 menit.05 mm 25 April 2012 II. 5. Spesimen wax diletakkan di tengah kuvet dalam adonan gips tersebut dalam posisi mendatar sampai tertanam separuh bagian. Setelah gips mengeras. permukaan sampel datar dan rata. kelebihan akrilik dipotong dan kuvet ditutup kembali.5. pembuatannya diaduk dalam mangkuk porselen. Gips tipe II dengan perbandingan air dan bubuk sesuai dengan takaran pabrik diaduk di atas vibrator selama 30 detik. Termometer 9. Wax merk Anchor Brand Medium 3.

semua batang uji direndam dalam akuades selama 2 x 24 jam supaya sampel resin akrilik heat cured bersifat homogen sebelum dilakukan perendaman (David. Kuvet yang sudah terisi dengan resin akrilik heat cured dilakukan proses curing secara konvensional dengan temperatur 72°C selama 2 jam.5% Akuades NaOCl 0. 2.5%.1959 modifikasi ITS. Pengujian kekuatan impak dilakukan dengan menggunakan Mesin Impak Type KRY 28. Sampel dimasukkan kedalam akuades steril dan natrium hipoklorit 0. Setelah dingin.862 0. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh David (2005).5. kuvet dibuka.894 28. untuk melihat adanya perbedaan kekuatan impak antar kelompok perlakuan.682 0. Energi total yang dihasilkan dapat dihitung dengan rumus : 25 April 2012 diayunkan A = Luas penampang dari batang uji Analisis Data. lalu rubber hijau. kemudian dibiarkan mendingin (Anusavice.5% Akuades NaOCl 0. Uji statistik Shapiro-Wilk untuk uji normalitas data. 3.05 menggunakan uji statistik sebagai berikut : 1. Standar Deviasi 0.5% 10 menit. kemudian bandul dilepaskan pada sudut yang ditunjuk oleh jarum penunjuk dan dicatat (sudut akhir). dan 140 menit . pada masing – masing kelompok perlakuan.616 24.682 0.Majalah Kesehatan FKUB 9. 11. Dalam penelitian ini data yang diperoleh di analisis secara statistik dengan tingkat kemaknaan α = 0. Uji statistik Oneway Anova. 2003) 10.871 Waktu Kelompok Akuades NaOCl 0. kemudian dihaluskan dengan kertas gosok.701 10 menit 70 menit 140 menit W  Lcos   cos   Kekuatan Impak (KI) = A KI = Kekuatan impak bahan (cm kg/cm2) W = Berat bandul + berat logam (kg) L = Panjang lengan (cm) α = Sudut awal bandul sebelum diayunkan β = Sudut akhir bandul sesudah Tabel Hasil Rerata dan Simpang Baku Kekuatan Impak Resin Akrilik Setelah Direndam dalam Akuades dan Natrium Hipoklorit 0.862 0. dan 140 menit dan dalam akuades sebagai pengontrol.5% n 6 6 6 6 6 6 Rerata 28. Sebelum diberi pelakuan. akrilik diambil. HASIL PENELITIAN Lempeng resin akrilik yang sudah direndam dalam natrium hipoklorit 0.894 28. 70 menit.894 28.5% selama 10 menit. Perendaman Sampel Uji. dengan cara mengikat sampel dengan benang supaya tidak menyentuh dasar wadah perendaman Pengujian Kekuatan Impak. 2005). kemudian diakhiri dengan brush dan pumice untuk memperoleh sampel akrilik dengan permukaan halus dan rata. setelah itu temperatur dinaikkan sampai 100°C selama 2 jam. dilakukan pengukuran kekuatan impak dengan menggunakan alat Mini Impact Tester type KRY 28. Hasil pengukuran rerata dan simpang baku kekuatan impak resin akrilik dapat dilihat di tabel. 70 menit.5.1959 Modifikasi ITS. bandul dipasang tegak lurus 90o (sudut awal).616 28. Uji statitistik Independent T–Test untuk melihat adanya perbedaan kekuatan impak antar kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.682 0. Poles sampel resin akrilik heat cured menggunakan stone hijau. Sampel diletakkan pada alat uji.

003 dimana nilai tesebut kurang dari 0. Tingkat signifikansi ini lebih dari 0. di mana rerata kekuatan impak resin akrilik pada waktu 140 menit mengalami penurunan dengan nilai 24.5% diperoleh hasil dengan tingkat signifikansi sebesar .001. Untuk mengetahui perbedaan antar kelompok akuades dan natrium hipoklorit dilakukan uji Mann–Whitney sebagai uji alternatif independent t–test.5% selama 10 menit dan 140 menit mengalami perbedaan bermakna.000 26.000 22. Uji lanjutan .701. karena data tidak berdistribusi normal.5% selama 10 menit dan 70 menit.000 di mana nilai tersebut di atas 0.05. Dari hasil uji ini terlihat bahwa makin lama waktu perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades maka nilai kekuatan impak tidak mengalami perbedaan bermakna. Sedangkan pada uji Kruskal–Wallis pada kelompok natrium hipoklorit 0.05 maka tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan.523.05. ditunjukkan dengan tingkat signifikansi sebesar .000 28.5% selama 70 menit dan 140 menit memiliki perbedaan bermakna.5% dari waktu ke waktu semakin menurun. Selanjutnya untuk melihat adanya perbedaan antar kelompok natrium hipoklorit 0.5% selama 140 menit menunjukkan adanya perbedaan bermakna karena tingkat signifikansi menunjukkan kurang dari 0.000 10 menit 70 menit 140 menit Akuades NaOCl 0. Hasil uji tersebut menunjukkan lama perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades tidak mempengaruhi kekuatan impak.05.5% yang ditandai dengan semakin menurunnya kekuatan impak. Hasil uji Mann-Whitney tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna jika resin akrilik heat cured direndam dalam larutan natrium hipoklorit 0. Perendaman resin akrilik heat cured dalam natrium hipoklorit 0. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada kelompok natrium hipoklorit 0.5% selama 10 menit tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna.738. maka digunakan uji alternatif Oneway Anova yaitu Kruskal-Wallis. Tingkat signifikansi ini kurang dari 0.Majalah Kesehatan FKUB 25 April 2012 yang digunakan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok natrium hipoklorit 0. Kelompok resin akrilik heat cured yang direndam dalam akuades dan natrium hipoklorit 0.002.5% selama 10 menit dan 140 menit dilakukan uji lanjutan Mann-Whitney dan dinyatakan tingkat signifikansi kurang dari 0. Sehingga dapat dinyatakan bahwa perendaman resin akrilik heat cured dalam natrium hipoklorit 0. Syarat dilakukan uji statistik parametrik perlu dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk karena n ≤ 50. Kelompok perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades dan natrium hipoklorit 0. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna karena tingkat signifikansi lebih dari 0. Tingkat signifikansi menunjukkan nilai 1. Hasil Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kelompok berikut : 30.523.000 27.5% selama 70 menit sebesar . Oleh karena syarat data harus memiliki distribusi normal tidak terpenuhi.05. Sedangkan nilai rerata akuades dari waktu ke waktu tidak mengalami perubahan yang signifikan.05 yaitu dengan nilai .000 25.05).000 23.000 29.000 24. Hasil menunjukkan seluruh kelompok tersebut tidak berdistribusi normal karena (p<0.5% maka dilakukan uji lanjutan Mann-Whitney. dapat dilihat dari tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05 yaitu sebesar .05.5% Grafik Hasil Rerata Kekuatan Impak Resin Akrilik Heat Cured pada Kelompok Penelitian Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa rerata kekuatan impak lempeng resin akrilik setelah direndam natrium hipoklorit 0. Uji Mann–Whitney tingkat signifikansi kelompok akuades dan natrium hipoklorit 0. Hasil uji Kruskal-Wallis pada kelompok akuades diperoleh tingkat signifikansi sebesar .

Akuades 140 menit dengan natrium hipoklorit 0. Selain itu. Proses difusi merupakan migrasi atau berpindahnya molekul melalui rongga. 2003). Dari mekanisme ini. Resin akrilik heat cured juga telah mengalami proses penjenuhan setelah direndam dalam akuades selama 2 x 24 jam.5% selama 140 menit lebih rendah dibandingkan dengan nilai kekuatan impak hasil perendaman resin akrilik heat cured dalam natrium hipoklorit 0. Kelompok sampel resin akrilik heat cured dalam perendaman akuades dari waktu ke waktu tidak mengalami penurunan kekuatan impak secara bermakna disebabkan karena resin akrilik heat cured hanya berkontak dengan akuades dalam waktu yang tidak lama sehingga resin akrilik heat cured tidak mengalami penurunan kekuatan impak (David.5% selama 140 menit mengalami penurunan kekuatan impak secara bermakna dibanding perendaman selama 10 menit dan 70 menit. 2003). Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dikelompokkan kemudian ditabulasikan dan dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk. nilai kekuatan impak hasil perendaman resin akrilik heat cured dalam natrium hipoklorit 0. Untuk memberi efek penurunan kekuatan impak resin akrilik heat cured dibutuhkan larutan yang mengandung asam atau yang melepaskan asam untuk mendesak dan memisahkan rantai resin akrilik heat cured. Hal ini bertujuan untuk mencari bahan alternatif sebagai pengganti bahan pembersih gigi tiruan yang relatif mahal di pasaran. sehingga tidak didapatkan nilai uji kekuatan impak yang rendah. Natrium hipoklorit 0. Jadi.5% 140 menit. zat cair juga berperan sebagai plasticizer yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan impak resin akrilik. Natrium hipoklorit 0. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kekuatan impak resin akrilik heat cured yang direndam dalam natrium hipoklorit 0. Resin akrilik adalah polimer berantai panjang. Hal ini yang menyebabkan tidak adanya perbedaan yang signifikan apabila direndam dalam akuades selama 140 menit.Majalah Kesehatan FKUB 1. merupakan senyawa ester dan mudah terhidrolisa yang akan dipercepat dengan adanya asam dan air (Anusavice. Dari hasil uji statistik. Hanya saja kekuatan impak perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades steril selama 10 menit. Unsur asam yang terkandung dalam klorin inilah yang mudah menghidrolisa senyawa polimer pada resin akrilik. Menurut David (2005). Bahan kimia seperti natrium hipoklorit lebih mudah didapat dan relatif lebih murah daripada pembersih gigi tiruan komersil.5% 70 menit dan natrium hipoklorit 0.5% 140 menit.5% 140 menit. Molekul zat cair dapat menembus kepadatan poli(metil metakrilat) atau resin akrilik dan menempati posisi di antara rantai polimer yang mengakibatkan rantai polimer . Sesuai pendapat Anusavice (2003). akuades sebagai larutan pengontrol tidak PEMBAHASAN Pada penelitian ini natrium hipoklorit 0. maka penyerapan zat cair oleh resin akrilik heat cured dapat mempengaruhi sifat mekanis termasuk kekuatan impak (Anusavice. Akuades merupakan larutan dengan pH normal atau netral. 25 April 2012 terdesak dan memisah. dan 140 menit tidak mengalami perbedaan bermakna.5% digunakan sebagai bahan pembersih gigi tiruan resin akrilik. 2.5% selama 10 menit dan 70 menit. 2005). 70 menit. maka natrium hipoklorit akan membersihkan melalui efek bleaching yang dihasilkan dari pelepasan klorin ke dalam larutan. penurunan kekuatan impak ini disebabkan oleh penyerapan zat cair secara difusi oleh resin akrilik heat cured.5% 10 menit dan natrium hipoklorit 0. 2005). Unsur yang berpengaruh terhadap basis gigi tiruan resin akrilik heat cured adalah asam. ketika natrium hipoklorit dilarutkan dalam air. 3. Penetrasi klorin ke dalam resin akrilik mengganggu ikatan polimer resin akrilik dan mengakibatkan sifat fisik resin akrilik menjadi semakin lemah dan mempengaruhi kekuatan impak sehingga kekuatan impak resin akrilik menjadi menurun (David. Kruskal– Wallis. dan Mann–Whitney.

Candido RC.Buku Ajar Ilmu Bahan Kedokteran Gigi.5% mengalami penurunan secara bermakna selama perendaman selama 140 menit SARAN 1. Bagi masyarakat : Natrium hipoklorit 0. Hasil perendaman resin akrilik heat cured dalam natrium hipoklorit 0. Dental Materials Properties and Manipulation Fifth Edition. 25 April 2012 Craig RG.hal 36-40. 2002.United Kingdom : McGraw : 471-475.5% selama 140 menit menunjukkan kekuatan impak sebesar 24.Baltimore : Williams & Wilkins.Designing Clinical Research : an Epidemiology Approach. et al. Jakarta: EGC. 2009. DAFTAR PUSTAKA Anusavice. J. Paranhos HF. Emergencies and . David dkk. Dengan demikian pemakaian natrium hipoklorit 0.(2011).5% aman digunakan sebagai bahan pembersih gigi tiruan.11(2):97-104.Impact and Flexural Strength. Menurut Craig et al (2002). Comparison of efficacy of sodium hypochlorite with sodium perborate in removal of stains from heat-cured clear acrylic resin. Walton RE dan Endodontics Keiser K. Lara EH.5% sebagai bahan pembersih gigi tiruan terhadap kekuatan impak resin akrilik heat cured. KESIMPULAN Dari hasil penelitian.p 97-100.Perubahan warna lempeng resin akrilik yang direndam dalam larutan desinfektan sodium hypochlorite dan klorhexsidin. KJ. et al .p 23-27. 10th ed.(2005).(2010).3. George E. analisis data. and Fracture Morphology of acrylic Resins with Impact Modifiers.Mechanical Metalurgy. 2005). et al. Braz Dent J. Febi. tetapi pemakaiannya dianjurkan tidak melebihi 10 menit perhari.Comparison of The Transverse Strength of Six Acrylic Denture Resin. 2. 77(4):48-53.Majalah Kesehatan FKUB memiliki peran dalam penurunan kekuatan impak karena sifat netralnya tidak mengganggu ikatan rantai resin akrilik heat cured yang berdampak pada penurunan kekuatan impak resin akrilik heat cured (David.Uji Efektivitas Bahan Sanitasi Natrium Hipoklorit dengan Benzalkonium Klorida terhadap Sanitasi Industri Pangan.(1988). yaitu kekuatan impak resin akrilik heat cured setelah perendaman dalam larutan natrium hipoklorit 0. Hal 52 – 56. Nilai kekuatan impak ini lebih besar dibandingkan nilai kekuatan impak yang disarankan. Hulley Sb. kekuatan impak minimal basis gigi tiruan resin akrilik heat cured 10 kg/cm. Alih Bahasa Budiman JA. Mathai Nurilmala.(2006). The Open Dentistry Journal. 38 (1).VOL IX.5% sebagai pembersih gigi tiruan dapat diterima dengan waktu perendaman tertentu. 3.5% terhadap sifat fisik resin akrilik heat cured. Dieter.1988. Faot et al. Cummings SR. Jurnal Nusa Kimia. Bagi dokter gigi : Hendaknya dokter gigi menjelaskan kepada pengguna gigi tiruan tentang efek natrium hipoklorit 0. New York State Dent J 2011 Jun-Jul.2003. Bagi mahasiswa kedokteran gigi : Perlunya melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh natrium hipoklorit 0.701 kg/cm. P 139 – 150. Gurbuz.hal 197-226. Capacity of Denture Plaque Removal and Antimicrobial Action of a New Denture Paste. Dent. 2000.(2009). Ito IY.OHDMBSC.Vol. dan pembahasan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan. Missouri: Mosby Inc. Panzeri H. Purwoko S.

): Endodontics: Principles and Practice. Elsevier Saunders: St. 156-157. Louis.Majalah Kesehatan FKUB Therapetics. In: Torabinejad M dan Walton RE (ed. 25 April 2012 . P.