BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli. Di dalam tubuh manusia, ada alat transportasi yang berguna sebagai pengedar oksigen dan zat makanan ke seluruh sel-sel tubuh serta mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke organ pengeluaran. Alat transportasi pada manusia terkoordinasi dalam suatu sistem yang disebut sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh darah. Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari kata Yunani yang berarti haima yang berarti darah. Darah manusia berwarna merah, namun dalam hal ini warna darah ada dua jenis warna merah pada darah manusia. Warna merah terang menandakan bahwa darah tersebut mengandung banyak oksigen, sedangkan warna merah tua menandakan bahwa
1

darah tersebut mengandung sedikit oksigen atau dalam arti lain mengandung banyak karbondioksida. Warna merah pada darah disebabkan oleh adanya hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pernafasan (respiratory protein) yang mengandung besi (Fe) dalam bentuk heme yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Darah juga mengangkut bahan-bahan sisa metabolisme, obatobatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. B. Tujuan  Mampu mendreskipsikan bagian-bagian darah  Mengetahui fungsi darah  Mengetahui kelainan atau penyakit pada darah

2

fungsi utama darah adalah sebagai berikut: 1. Pengertian Darah Darah adalah cairan yang terdiri dari banyak sel bebas yang membawa zat penting yang diperlukan oleh tubuh melalui sebuah jalur yang disebut pembuluh darah. Gas oksigen dan karbondioksida dibawa oleh hemoglobin dalam sel darah merah dan plasma. • Respirasi. Darah memiliki bagian yang cair (plasma darah) dan bagian yang padat (sel darah). 3 . Kinerja darah diatur oleh “master kontrol” yaitu jantung.BAB II PEMBAHASAN A. Transport internal Darah membawa berbagai acam substansi untuk fungsi metabolism. Bagian–bagian tersebut memiliki fungsi tertentu dalam tubuh. kemudian terjadi pertukaran gas di paru-paru. Secara garis besar.

Darah membawa panas dan bersirkulasi ke seluruh tubuh. Hasil metabolisme juga menghasilkan energy dalam bentuk panas. elektrolit dan keseimbangan asam basa dan juga berperan dalam hemoestasis. Proteksi terhadap respon peradangan lokal terhadap cedera jaringan. B. Proteksi tubuh terhadap bahaya mikroorganisme. 3. 4 . Nutrien/zat gizi diabsorbsi dari usus. 2. Penceghan pendarahan merupakan fungsi dari trombosit karena adanya faktor pembekuan.• Nutrisi. fibrinolitik yang ada dalam plasma. Hasil metabolisme dibawa plasma ke dunia luar melalui ginjal. hormone dan enzim atau keduanya mempunyai efek dalam aktivitas metabolism sel. • Regulasi metabolisme. 4. kemudian dibawa dalam plasma ke hatidan jaringan-jaringan lain yang digunakan untuk metabolism. Proteksi terhadap cedera dan pendarahan. dibawa dalam plasma. yang merupakan fungsi dari sel darah putih. Komposisi Darah Darah terdiri dari 55% Plasma Darah (bagian cair darah) dan 45% Korpuskuler (bagian padat darah). Mempertahankan temperature tubuh. • Mempertahankan air. • Sekresi.

garam dari kalsium. erythos yang berarti merah dan kytos yang berarti selubung atau sel.0% • Protein: 8.5 mg% dan laki-laki 13. Normal Hb wanita 11. protrombin dan fibrinogen) • Mineral: 0.Susunan Darah Serum darah atau plasma terdiri atas: • Air: 91.0 mg%. Bagian-Bagian Darah a. Sel darah merah memerlukan protein karena strukturnya terdiri dari asam amino dan memerlukan pula zat besi.9% (natrium klorida. Jumlah hemoglobin pada orang dewasa kira-kira 11. Pada saat darah mengalir ke seluruh tubuh. hemoglobin melepaskan oksigen ke sel dan mengikat karbondioksida. sehinnga diperlukan 5 . C. natrium bikarbonat. kalium dan zat besi. Hemoglobin adalah biomolekul yang mengikat oksigen. globulin.5-15 gram dalam 100 cc darah.0% (Albumin. . Sedangkan darah yang berwarna merah cerah dipengaruhi oleh oksigen yang diserap dari paru-paru. Eritrosit merupakan bagian sel darah yang mengandung hemoglobin (Hb). fosfor.nitrogen. dll). Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau yang juga disebut eritrosit berasal dari bahasa Yunani yaitu.

di dalam darah seorang laki-laki dewasa terdapat 25 trilliun sel darah merah atau setiap satu milimeter kubik (1 mm 3) darah trdapat 5 juta sel darah merah.5 juta. dan tempat pembuatan eritrosit terganggu.diet seimbang zat besi. Pada perempuan dewasa. penyakit yang melisis eritrosit. Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit atau bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel). demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah. jumlah sel darah merah per miliketer kubiknya sebanyak 4. Eritrosit termasuk sel paling kecil daripada sel-sel lainnya yang terdapat pada tubuh manusia. Bentuk sel darah merah pada manusia adalah bikonkaf atau berbentuk piringan pipih seperti donat. Secara normal. Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa berkurang. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini disebut animea. Jumlah sel darah merah adalah jumlah yang paling banyak dibandingkan jumlah sel darah lainnya. Sel darah merah yang rusak akhirnya akan pecah menjadi partikel6 . Proses dimana eritrosit diproduksi dimaksud eritropoiesies. tebal tengah ± 0. Sel darah merah hanya mampu bertahan selama 120 hari.8 μm dan tanpa memiliki inti. Kepingan eritrosit manusia memiliki diameter sekitar 6-8 µm. yang biasanya disebabkan oleh pendarahan hebat. platelet. tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe. Pada manusia umumnya memiliki volume darah sebanyak kurang lebih 5 liter dengan unsur-unsur pembentuknya yaitu sel-sel darah. sebagai pengangkut yaitu mengangkut atau membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah. dan plasma. tebalnya sekitar 2 µm.

melainkan bagian tengah yang lebih pucat. Sebaliknya apabila bagian tengah yang memucat menyempit selnya dimanakan eritrosit hiperkhromatik. Warna eritrosit tidak merata seluruh bagian. Apabila bagian tengah yang pucat melebar disertai bagian pinggir yang kurang terwarna maka eritrosit tersebut dinamakan eritrosit hipokromatik. karena bagian tengah lebih tipis daripada bagian pinggirnya. sel yang berkembang ini dinamakan retikulosit dan jumlahnya sekitar 1% dari semua darah yang beredar.partikel kecil di dalam hati dan limpa. Sebagian besar sel yang rusak dihancurkan oleh limpa dan yang lolos akan dihancurkan oleh hati. Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritoprotein (EPO) yang disintesa ginjal. Pada keadaan normal bagian tengah tidak melebihi 1/3 dari diameternya sehingga selnya dinamakan eritrosit normokhromatik. Hormon ini sering digunakan para atlet dalam suatu pertandingan sebagai doping. 7 . dengan laju produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik. Saat sebelum dan sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang. Hati menyimpan kandungan zat besi dari hemoglobin yang kemudian diangkut oleh darah ke sumsum merah tulang untuk membentuk sel darah merah yang baru. Sumsum merah tulang memproduksi eritrosit. Eritrosit yang berukuran kurang dari normalnya dinamakan mikrosit dan yang berukuran lebih dari normalnya dinamakan makrosit.

Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap zat-zat asingan.000 sel darah putih. 8 . sel darah putih memiliki inti (nukleus). dan limpa (kura). Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit adalah sel darah yang mengendung inti. Pada orang dewasa setiap 1 mm 3 darah terdapat 6. Sebagian besar sel darah putih bisa bergerak seperti Amoeba dan dapat menembus dinding kapiler.Sel darah merah (eritrosit) b. Namun jumlah sel darah putih jauh lebih sedikit daripada sel darah merah. kelenjar limfa. Sel darah putih (leukosit) jauh lebih besar dari pada sel darah merah. disebut juga sel darah putih. Sel darah putih dibuat di dalam sumsum merah. Tidak seperti sel darah merah.0009.

Leukosit Bergranula (Granulosit) 9 .Gambar Bagian-Bagian Leukosit Sel darah putih memiliki ciri-ciri. Berdasarkan ada tidaknya granula di dalam plasma. bentuk tidak tetap (ameboid). dan ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. antara lain tidak berwarna (bening). berinti. leukosit dibagi: 1.

Neutrofil. dalam sitoplasmanya dan mempunyai bentuk inti yang bervariasi. inti selnya banyak dengan bentuk yang bermacam-macam dan berwarna merah kebiruan. Mula mula bakteri dikepung. lalu butir-butir di dalam sel segera melepaskan zat kimia untuk mencegah bakteri berkembang biak serta menghancurkannya. yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair. . basa dan asam. Dalam keadaan normal perbandingan tahap-tahap mempunyai harga tertentu sehingga perubahan perbandingan tersebut dapat mencerminkan kelainan. dan . Sel netrofil matang berbentuk bulat dengan diameter 10-12 μm. terjadi perubahan bentuk intinya.Yang mempunyai granula spesifik.Asidofil (atau eosinofil) yang dapat dibedakan dengan afinitas granula terhadap zat warna netral.Basofil. Intinya berbentuk tidak bulat melainkan berlobus berjumlah 2-5 lobi 10 . • Neutrofil Neutrofil adalah sel darah putih yang paling banyak yaitu sekitar 60%–70% dari jumlah seluruh leukosit atau 3000-6000 per mm3 darah normal. Terdapat tiga jenis leukosit granuler : . Neutrofil bertugas untuk memerangi bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. sehingga dalam darah perifer selalu terdapat bentuk-bentuk yang masih dalam perkembangan. Pada perkembangan sel netrofil dalam sumsum tulang. Plasmanya bersifat netral.

8μm).Azurofilik yang mengandung enzym lisozom dan peroksidase. maka sukar untuk untuk memastikan adanya nukleolus.bahkan dapat lebih. Yang dimaksudkan dengan lobus yaitu bahan inti yang terpisah-pisah oleh bahan inti berbentuk benang. Makin muda jumlah lobi akan berkurang. Dalam netrofil terdapat adanya bangunan pemukul genderang pada inti netrofil yang tidal lain sesuai dengan Barr Bodies yang terdapat pada inti sel wanita. . Barr Bodies dalam inti netrofil tidak seperti sel biasa melainkan menyendiri sebagai benjolan kecil.Granul spesifik lebih kecil mengandung fosfatase alkali dan zat-zat bakterisidal (protein Kationik) yang dinamakan fagositin. Granul pada neutrofil tersebut yaitu : . Ukurannya lebih besar dari pada jenis butir yang kedua dan kebanyakan telah kehilangan kemampuan mengikat warna. Hal ini dapat jenis digunakan butir-butir untuk ata menentukan yang apakah jenis dalam kelamin seseorang wanita. Dalam sitoplasma terdapat 2 granul berbeda penampilannya dengan ukuran antara (0. Oleh karena padatnya inti. Inti terisi penuh oleh butir-butir khromatin padat sehingga sangat mengikat zat warna basa menjadi biru atau ungu. dimana sudah mulai tampak sejak masih dalam sumsum tulang yang makin dewasa makin berkurang jumlahnya. Dinamakan butir spesifik karena hanya terdapat pada sel netrofil dengan ukran lebih 11 . Dengan pewarnaan Romanovsky butiran ini tampak ungu kemerah-merahan.3-0.

organel dan destruksi neutrofil. Neutrofil jarang mengandung retikulum apparatus endoplasma granuler. sedikit mitokonria. Dibawah pengaruh zat toksik tertentu seperti streptolisin toksin streptokokus membran granula-granula neutrofil pecah. Golgi rudimenter dan sedikit granula glikogen. mengakibatkan proses pembengkakan diikuti oleh aglutulasi organel. karena mereka dapat membunuh bakteri dan membantu membersihkan debris pada jaringan nekrotik. Neotrofil mempunyai metabolisme yang sangat aktif dan mampu melakukan glikolisis baik secara aerob maupun anaerob. neutrofil dan Mielo peroksidase dengan terdapat sel dalam bakteri berikatan peroksida dan halida bekerja pada molekul tirosin dinding menghancurkannya. Butiran ini baru tampak dalam tahap mielosit. • Eosinofil 12 .halus. Neutrofil merupakan garis depan pertahanan seluler terhadap invasi jasad renik. Kemampuan nautrofil untuk hidup dalam lingkungan anaerob sangat menguntungkan. Dengan adanya asam amino D oksidase dalam granula azurofilik penting dalam pengenceran dinding sel bakteri yang mengandung asam amino D. Selama proses fagositosis yang dibentuk peroksidase. berwarna ungu merah muda dan pada sel dewasa akan tampak lebih banyak daripada butir azurofil. menfagosit partikel kecil dengan aktif.

Fungsi dari eosinofil adalah untuk memerangi bakteri. diduga berperan mempertahankan darah dari pembekuan. khususnya bila keadaan cairnya diubah oleh proses-proses Patologi. Eosinofil mengandung profibrinolisin. Ukurannya berdiameter 10-15 μm. Eosinofil akan bertambah jumlahnya apabila terjadi infeksi yang disebabkan oleh cacing. Jumlahnya sekitar 5% dari seluruh lekosit atau 150-450 buah per mm3 darah. mengatur pelepasan zat kimia. sedikit lebih besar dari netrofil. Eosinofil mempunyai kemampuan melakukan fagositosis. Jumlahnya hanya sekitar 1% sehingga sangat 13 . dan membuang sisa-sisa sel yang rusak. Eosinofil memiliki granula kemerahan. • Basofil Basofil adalah leukosit bergranula yang berwarna kebiruan.Eosinofil adalah leukosit bergranula dan bersifat fagosit. karena sel-sel ini ditemukan dalam jaringan yaang mengalami reaksi alergi. Eosinofil berkaitan erat dengan peristiwa alergi. Intinya biasanya hanya terdiri atas 2 lobi yang dipisahkan oleh bahan inti yang sebagai benang. lebih lambat tapi lebih selektif dibanding neutrofil. Itulah sebabnya eosinofil akan menjadi merah tua apabila ditetesi dengan eosin. Butir-butir khromatinnya tidak begitu padat kalau dibandingkan dengan inti netrofil. Plasmanya bersifat asam.

dan seringkali granul menutupi inti. 2. itulah sebabnya apabila basofil ditetesi dengan larutan basa. sitoplasmanya homogen dengan inti bentuk bulat atau bentuk ginjal. sehingga tidak mudah untuk mempelajari intinya. umumnya bentuk huruf S. maka akan berwarna biru. Terdapat dua jenis leukosit agranuler yaitu : .monosit (sel agak besar mengandung sitoplasma lebih banyak). Sel darah putih ini juga bersifat fagositosis. besar bentuk pilihan irreguler. Plasmanya bersikap basa.limfosit (sel kecil.sulit diketemukan pada sediaan apus. Selain itu. Granula basofil mensekresi histamin yang berperan dalam dalam proses alergi basofil merupakan sel utama pada tempat peradangan ini dinamakan hypersesitivitas kulit basofil. Ukurannya sekitar 10-12 μm sama besar dengan netrofil. basofil mengandung zat kimia anti penggumpalan yang disebut heparin. Kurang lebih separuh dari sel dipenuhi oleh inti yang bersegmensegmen atau kadang-kadang tidak teratur. sitoplasma sedikit) dan . sitoplasma basofil terisi granul yang lebih besar. Leukosit Tidak Bergranula (Agranulosit) Yang tidak mempunyai granula spesifik. Granul spesifik bentuknya ireguler berwarna biru tua dan kasar tampak memenuhi sitoplasma. 14 . Inti satu.

Limfosit tidak dapat bergerak dan berinti satu. maka selsel tersebut dinamakan sebagai sel imunokompeten. Intinya gelap karena khromatinnya berkelompok dan tidak nampak nukleolus. Limfosit kecil ini mempunyai inti bulat yang kadang-kadang bertakik sedikit. Kadang-kadang sitoplasmanya tidak jelas mungkin karena butir-butir azurofil yang berwarna ungu. Di antara 3 jenis limfosit. Berbeda dengan sel-sel leukosit yang lain. Jumlah limfosit yaitu sekitar 10003000 per mm3 darah atau 20-30% dari seluruh leukosit. Sitoplasmanya yang sedikit tampak mengelilingi inti sebagai cincin berwarna biru muda. walaupun dalam sediaan apus kita tidak 15 . melainkan dalam jaringan khusus yang dinamakan jaringan limfoid. Apabila sudah masak sehingga mampu berperan dalam respon immunologik. sehingga sel-sel tersebut tidak saja terdapat dalam darah. limfosit kecil terdapat paling banyak. Berfungsi sebagai pembentuk antibodi. Limfosit mempunyai kedudukan yang penting dalam sistem imunitas tubuh. Intiselnya hampir bundar dan terdapat dua macam limfosit kecil dan limfosit besar. Limfosit kecil kira-kira berjumlah 92% dari seluruh limfosit dalam darah.• Limfosit Limfosit adalah leukosit yang tidak memiliki bergranula. Sel limfosit imunokompeten dibedakan menjadi limfosit B dan limfosit T. limfosit setelah dilepaskan dari sumsum tulang belum dapat berfungsi secara penuh oleh karena hars mengalami differensiasi lebih lanjut.

mengalami kelenjar sedangkan limfosit B dalam jaringan yang dinamakan Bursa ekivalen yang diduga keras jaringan sumsum tulang sendiri. Kedua jenis limfosit ini berbeda dalam fungsi immunologiknya. Sel T dan sel B secara marfologis hanya dapat dibedakan ketika diaktifkan oleh antigen. diferensiasi di Limfosit dalam T sebelumnya thymus. Hal ini membuktikan bahwa suatu bahan dapat dianggap sebagai antigen untuk orang lain tetapi belum tentu sebagai antigen 16 .dapat membedakannya. Sel-sel limfosit T bertanggung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. lisis sel dan sel pembunuh (killer sel atau sel K) dari organisme yang menyerang. maka tubuh akan menganggap benda yang masuk tersebut adalah benda asing. Antigen adalah apabila ada benda asing ataupun mikroba masuk ke dalam tubuh. Akibatnya tubuh memproduksi zat antibodi melalu sel darah putih untuk menghancurkan antigen. dapat menjadi antigen bagi orang lain apabila glikoprotein tersebut disuntikkan kepada orang lain. Sel limfosit B bertugas untuk memproduksi antibody humoral antibody response yang beredar dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. Glikoprotein yang terdapat pada hati kita. kompleks ini mempertinggi fagositosis.

dengan diketemukan mengadakan pseudopodia membentuk sehingga dapat bermigrasi menembus kapiler untuk masuk ke dalam jaringan pengikat. Butir-butir khromatinnya lebih halus dan tersebar rata dari pada butir khromatin limfosit. Inti selnya besar dan berbentuk bulat atau bulat panjang. Bentuk inti dapat berbentuk oval. Selain berfungsi fagositosis makrofag 17 . Jenis sel agranulosit ini berjumlah sekitar 3-8% dari seluruh leukosit. Diproduksi oleh jaringan limfa dan bersifat fagosit. sitoplasma monosit mengandung butir-butir mengandung dalam gerakan perioksidase netrofil. Sitoplasma monosit terdapat relatif lebih banyak tampak yang berwarna biru abu-abu. • Monosit Monosit adalah leukosit tidak bergranula. sebagai tapal kuda atau tampak seakan-akan terlipat-lipat. Berbeda seperti Monosit jalan dengan yang mampu limfosit. Didalam jaringan mereka masih mempunyai membelah diri.untuk diri kita sendiri. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Sel ini merupakan sel yang terbesar diantara sel leukosit karena diameternya sekitar 12-15 μm. Dalam jaringan pengikat monosit berbah menjadi sel makrofag atau sel-sel lain yang diklasifikasikan sebagai sel fagositik.

c. sedangkan apabila kurang dari 200. maka trombosit akan pecah.000 disebut trombositosis. Meskipun demikian trombosit mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pembekuan darah. Jika trombosit menyentuh permukaan luka yang kasar. Setiap 1 mm3 darah terdapat 200. permukaan luka tersebut akan menjadi kasar. Keping darah dibuat di dalam sumsum merah yang terdapat pada tulang pipih dan tulang pendek. keping darah memiliki ukuran yang paling kecil. Selanjutnya.000 – 300. Pada saat kita mengalami luka. bentuknya tidak teratur.000 disebut trombositopenia. trombin merangsang fibrinogen untuk membuat fibrin atau benang-benag. Benang-benang fibrin segera membentuk anyaman untuk menutup luka sehingga darah tidak keluar lagi. Pecahnya trombosit akan menyebabkan keluarnya enzim trombokinase yang terkandung di dalamnya. dan tidak memiliki inti sel.dapat berperan menyampaikan antigen kepada limfosit untuk bekerjasama dalam sistem imun. Keping Darah (Trombosit) Dibandingkan dengan sel darah lainnya. 18 .000 butir keping darah. Trombosit hanya mampu bertahan 8 hari. Enzim trombokinase dengan bantuan mineral kalsium (Ca2+) dan vitamin K yang terdapat di dalam tubuh dapat mengubah protombin menjadi trombin. Trombosit yang lebih dari 300.

Fibrinogen ini yang kemudian melakukan proses koagulasi darah dan meningkatkan viskositas darah. Fibrinogen adalah sebuah glikoprotein yang ada dalam plasma darah dalam bentuk cairan dan trombosit dalam bentuk granula yang semuanya dihasilkan oleh hati. Trombin yang terbentuk akan memecah fibrinogen menjadi benang fibrin. merobek pembuluh darah hingga darah keluar. Proses ini akan menghasilkan trombin dan protrombin dengan bantuan CA2+ dan vitamin K.Ketika luka terjadi yang mengakibatkan rusaknya jaringan tubuh. Bersamaan dengan proses ini. terjadi pengendapan LDL yang memacau proses terbentuknya plak dan memicu agregasi trombosit 19 yang pecah mengeluarkan . maka hati akan menggenjot produksi komponen yang ada di trombosit maupun plasma darah yang bernama fibrinogen.

Fibrinogen berperan seperti jembatan molekul dalam interaksi antar sel ketika bereaksi dengan inflamasi atau luka.trombokinase untuk merubah protrombin menjadi trombin dan proses kembali ini menyebabkan semakin banyaknya benang fibrin yang terbentuk. Skema Pembekuan Darah Benang fibrin yang terbentuk lantas menjalin kembali sel-sel yang terkoyak sehingga menutup jalan keluarnya darah. Plasma Darah dan Serum (Bagian Cair Darah) 20 . Hal yang sepertinya sederhana. padahal melibatkan proses yang rumit dan berliku. Demikian adalah proses pembekuan darah yang penting bagi tubuh manusia. d. Fibrinogen akan bertahan hingga sel di sekitarnya membelah diri dan menutup luka yang terjadi.

8% protein. fibrinogen adalah sumber fibrin yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Sisanya berisi bahan organik.Plasma darah adalah cairan berwarna kuning muda yang didapat dengan cara memutar sejumlah darah yang sebelumnya ditambah dengan antikoagulan. serta mempengaruhi sekitar 5% dari berat badan manusia. Tidak mengandung fibrinogen. Susunan darah manusia disebutkan bahwa plasma darah terdiri atas serum dan fibrinogen. seperti lemak. kolestrol. Fibrinogen adalah sumber fibrin yang berfungsi dalam proses pembekuan darah. Globulin berfungsi untuk membentuk zat antibodi c. asam amino. Albumin berfungsi untuk memelihara tekanan osmotik b. Seperti yang telah dijelaskan diatas. 21 . Perbedaannya adalah pada serum : 1. Plasma darah memiliki warna kekuningkuningan yang didalamnya terdiri dari 90% air. dan 0.9% mineral. Plasma darah merupakan cairan darah yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh manusia. enzim. Serum komposisinya hampir sama dengan plasma. urea. Serum berfungsi sebagai penghasil zat antibodi yang dapat membunuh bakteri atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita. Di dalam plasma darah terdapat beberapa protein terlarut yaitu: a. dan mengangkut zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh atau dari seluruh jaringan tubuh ke organ pengeluaran. sedangkan serum adalah cairan berwarna kuning muda yang didapat dengan cara memutar sejumlah darah yang dibiarkan membeku tanpa penambahan antikoagulan. oksigen. dan antigen. dan glukosa.

transaminase 5. vitamin K 8. Bagian cairan ini terdiri atas 91 % air dan 9 % bahan padat (organik dan anorganik) dan didalamnya mengandung berbagai macam zat. Tidak mengandung faktor pembekuan. 3. Golongan hormon contohnya insulin. asam urat. Golongan zat warna contohnya bilirubin sisa metabolisme contohnya urea. Golongan karbohidrat contohnya glukosa 2. globulin. Golongan protein contohnya albumin. Golongan mineral contohnya zat besi (Fe). D. Mengandung serotonin tinggi karena adanya perusakan pada platelet. kalium (K) 7. Golongan vitamin contohnya vitamin A.2. 9. glucagon 6. Golongan kreatinin. Kelainan pada Darah • Anemia Aplastik Anemia aplastik dapat didefinisikan sebagai suatu kegagalan anatomi dan fisiologi dari sumsum tulang yang mengarah pada suatu penurunan nyata atau tidak adanya unsur pembentuk darah dalam sumsum tulang. Golongan enzim contohnya amilase. yaitu : 1. 22 . Golongan lemak contohnya kolesterol 4. fibrinogen 3.

• Hemofilia Keadaan dimana darah sukar membeku karena kurang bekerjanya enzim pada trombosit • Anemia Sel Sabit Anemia sel sabit adalah anemia dimana kondisi eritrosit mengandung bentuk hemoglobin yang abnormal (HbS) dengan rantai beta yang abnormal. • Leukimia Leukemia atau juga disebut kanker sel darah putih ini terjadi karena pembentukan sel darah putih yang berlebihan dari pada sel darah merah oleh sumsum tulang belakang. Sebagai akibatnya mereka mengambil bentuk aneh (bersabit) jika tekanan oksigen menurun dan merupakan factor keturunan.• Anemia Defesiensi Zat besi Keadaan dimana kandungan zat besi tubuh total turun dibawah normal. BAB III PENUTUP 23 .

Kinerja darah diatur oleh “master kontrol” yaitu jantung. Hemoglobin adalah biomolekul yang mengikat oksigen. Keping darah mempunyai peranan penting pada pembekuan darah pada saat terjadinya luka. sedangkan bagian cair pada dara yaitu plasma darah dan serum. Serum berfungsi sebagai penghasil zat 24 . Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral organisme terhadap zat-zat asingan. Darah terdiri dari 55% plasma darah (bagian cair darah) dan 45% korpuskuler (bagian padat darah). Eritrosit merupakan bagian sel darah yang mengandung hemoglobin (Hb). Leukosit merupakan sel darah yang mengendung inti. Sedangkan darah yang berwarna merah cerah dipengaruhi oleh oksigen yang diserap dari paru-paru. Dan leukosit terbagi menjadi dua bagian berdasarkan ada atau tidaknya granula pada plasma darah yaitu granulosit dan agranulosit. Kesimpulan Darah adalah cairan yang terdiri dari banyak sel bebas yang membawa zat penting yang diperlukan oleh tubuh melalui sebuah jalur yang disebut pembuluh darah. Serum adalah suatu cairan berwarna kuning. Dan darah sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh. Plasma darah adalah salah satu penyusun darah yang berwujud cair serta mempengaruhi sekitar 5% dari berat badan manusia. Sel darah putih (leukosit) jauh lebih besar dari pada sel darah merah. leukosit dan trombosit (keping darah) ini merupakan bagian padat pada darah. dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. disebut juga sel darah putih.A. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme. Darah mempunyai bagian-bagiannya yaitu eritrosit.

antibodi yang dapat membunuh bakteri atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita. 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful