LAPORAN EKSPERIMEN PENGARUH KONSENTRASI TERHADAP PERGESERAN KESETIMBANGAN

Nama Kelompok :  Febi Tri. L  Irma Tri. O  Maulida. A. R  Titin. R (09) XI @ 2 (14) XI @ 2 (18) XI @ 2 (30) XI @ 2

SMA NEGERI 1 WIDODAREN Tahun Ajaran 2011-2012

sedangkan untuk reaksi kesetimbangan heterogen. Paciran (Lamongan). Jika terdapat fase gas. LANDASAN TEORI Agar dapat memahami kinetika reaksi. Selain contoh tersebut. zat – zat yang berbeda pada keadaan setimbang memilikifase yang berbeda – beda. yang menentukan Kc adalah larutan. Reaksi kesetimbangan juga berperan penting dalm berbafgai prosesbiologi dan lingkungan. Didala gua ini terdapat stalaktit dan stalagmite yang indah dan menjadi salah satu objek wisata Indonesia. air yang hanya berfungsi sebagai pelarut dianggap tidak ikut bereaksi. anda harus mampu : Menjelaskan kesetimbangan dan faktor – faktor yang memengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan. Keadaan setimbang pada suatu sistem merupakan . Penentuan tetapan kesetimbanganbergantung pada jenis reaksinya. Stalagtit dan stalagmite terbentuk oleh adanya reaksi kesetimbangan berupa pelarutan dan pengendapan senyawa kapur oleh asam. Pada reaksi kesetimbangn heterogen yang melibatkan larutan dan fase padat. Tetapan kesetimbangan dilambangkan dengan Kc yang menyatakan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (C = concentration). yang menentukan Kc adalah fase gas. masih banyak fenomena di alam yang melibatkan reaksi kesetimbangan. Didalam gua biasanya terdapat stalaktit dan stalagmit. Pad kesetimbang heterogen ini. yang menentukan Kc adalah fase gas. homogen atau heterogen. Adapun contoh dari kesetimbangan kimia yaitu. fase cair. Reaksi keetimbangan homogen terjadi jika fase dari zat zat yang bereaksi dengan zat – zat hasil reaksi sama. Di kawasan Tanjung Kodok. terdapat sebuah gua yang dikenal Gua Istana Maharani. Jika terdapat larutan dan fase padat. kesetimbangan kimia dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Jika terdapat fase gas dan fae cair.A. fase zat yang berpengaruh dalam penentuan nilai Kc atau dalam pergeseran kesetimbangan adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Jika terdapat fase gas dan fase padat. fase padat yang menentukan Kc adalah fase gas. Tetapan kesetimbangan ini sering dilambangkan dengan K saja. serta penerapannya dalam kehidupan sehari – hari dan industri. Reaksi kesetimbangan homogen terjadi jika zat – zat terlibatdalam kesetimbangan berada dalam fase yang sama. Untuk kesetimbangan zat dalam wujud gas. Kalaupun turut bereaksi. tetapan kesetimbangan dilambangkan dengan Kp yang menyatakan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan (P = pressure). zat zat tersebut berada dalam fase berbeda. Pada kesetimbangan hetrogen. Bentuk stalaktit dan stalagmite ini menyerupai tiang – tiang yang indah. yaitu gas atau larutan. konsentrasinya dianggap tetap karena jumlahnya yang jauh lebih bsar dibandingkan zat lainnya.

apabila terjadi aksi. dan aquades C. larutan NaOH. Tabung pertama digunakan sebagai pembanding warna ! 2. B. Reaksi akan bergeser ke arah kanan atau kiri untuk mencapai kesetimbangannya. komposisis zat – zat yang terlibat dalam kesetimbangan berubah dari komposisi semula. perubahan volume. d. 5. Jika terhadap suatu sistem kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi). suatu sistem yang berada pada keadaan setimbang (reaksi kesetimbangan) akan selalu berusaha untuk mempertahankan kesetimbangannya. sistem kesetimbangan tersebut akan mengalami perubahan (pergeseran) yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Tambahkan : a. 3. larutan KSCN. perubahan tekanan. Tulislah hasil pengamatan anda. Bagi larutan itu sama banyak ke dalam 5 tabung reaksi. sistem tersebut akan mengalami prgeseran agar kesetimbangan tercapai kembali. 1 tetes larutan KSCN dalam tabung 2 1 tetes larutan FeCl3 ke dalam tabung 3 1 tetes larutan NaOH ke dalam tabung 4 5 ml aquades ke dalam tabung 5 Guncangkan masing-masing tabung dan bandingkan warnanya dengan tabung nomor 1 dengan melihat dari atas tabung !. b. ALAT DAN BAHAN 1. 2. 6. dan perubahan suhu. Pada kesetimbangan baru ini. aduk larutan sampai warna homogen. Tabung reaksi 5 buah Gelas ukur 25 ml 1 buah Gelas kimia 100 ml 1 buah Pipet tetes 3 buah Rak tabung reaksi 1 buah Larutan FeCl3. sistem tersebut akan bergeser menujukesetimbangan yang baru.keadaan yang stabil jika tidak ada pengaruh dari luar sistem. 4. Hal – hal yang dapat menyebabkan pergeseran kesetimbangan. c. . Jika diberikan suatu pengaruh (aksi) terhadap kesetimbangan. Berdasarkan asaz tersebut. 3. Tambahkan dua tetes larutan KSCN dan 2 tetes larutan FeCl 3. CARA KERJA / PROSEDUR 1. Dengan demikian. 4. Masukkan 25 ml aquades ke dalam gelas kimia. yaitu perubahan konsentrasi.

D. [Fe3+] diperbesar (tabung nomor 3) c. akan selalu berusaha untuk mempertahankan kesetimbangannya. Reaksi akan bergeser ke arah kanan atau kiri untuk mencapai kesetimbangan. 4. 2. [SNC-] diperbesar (tabung nomor 2) b.(aq) Tak berwarna FeSCN2+ (aq) Merah darah Jawab 1. [Fe3+] diperkecil (tabung nomor 4) Jawab : b Reaksi akan bergeser kea rah kanan c Reaksi akan bergeser kea rah kiri 1. Suatu sistem yang berada pada keadaan setimbang (reaksi kesetimbangan). 3. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan Jika suatu sistem kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi). sistem tersebut akan mengalami pergeseran agar kesetimbangan tercapai kembali. 5. HASIL PENGAMATAN Larutan FeCl3 KSCN Tabung 1 Tabung 2 Tabung 3 Tabung 4 Tabung 5 Pertanyaan 1. a Reaksi akan bergeser kea rah kanan 2. : Kuning jingga Tidak berwarna Merah darah Merah darah Merah darah Kuning jingga Merah makin terang Warna Bagaimana sistem kesetimbangan jika : a. E. sistem kesetimbangan tersebut akan mengalami perubahan atau (pergeseran) yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Simpulkan tentang pengaruh konsentrasi pada reaksi kesetimbangan berikut Fe3+ (aq) Kuning jingga + : SCN. 6. Jika konsentrasi zat dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser kea rah zat yang dikurangi. Apabila terjadi aksi. Jika konsentrasi zat ditambah maka kesetimbangan akan bergeser dari arah zat yang ditambang. ANALISA HASIL PENGAMATAN .

F. KESIMPULAN Pada reaksi kesetimbangan heterogen yang melibatkan larutan dan fase padat. Sehingga SCN – diperbesar. .Sistem yang di amati ialah apa yang terjadi pada pencampuran larutan besi (III) klorida dengan larutan kalium triosianat Fe3+ (aq) + SCN. konsentrasinya dianggap tetap. Larutan FeSCN2+ ditambahkan 1 tetes larutan KSCN 1 M maka warnanya akan lebih tua dari sebelumnya. karena jumlahnya yang jauh lebih besar dibandingkan zat lainnya. air yang hanya berfungsi sebagai pelarut dianggap tidak ikut bereaksi. Kalaupun ikut bereaksi.(aq) --> FeSCN2+ (aq). arah kesetimbangan bergeser kekanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful