MAKALAH

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

Disusun oleh : Nama : Khumaedah Nim : 2013150009 Fak/Prodi : FKIP Ruang : 633 Kelas : Eksekutive

UNIVERSITAS PAMULANG TANGERANG SELATAN 2013

1

walaupun masih banyak terdapat kekurangan. Segala kritikan dan masukan dari semua pihak. akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi penulis demi kesempurnaan makalah ini. Tugas ini memuat tentang “FAKTOR. penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR” dan sebagai tugas guna menambah nilai. Juni 2013 Penulis ii 2 . mustahil penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini secara tuntas.KATA PENGANTAR Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat. karunia terutama kesempatan yang diberikan-Nya. Pamulang. sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik. Tanpa adanya kesempatan. Selama proses penulisan makalah ini. Untuk itu dari hati yang paling dalam penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. baik secara langsung maupun secara tidak langsung dalam penulisan makalah ini.

........... 2 1..................... Sikap ................................................................... 9 C.................................... ......... Motivasi ............ BAB I PENDAHULUAN A.... 2 2.. 10 BAB III PENUTUP A....................................................... kecerdasan /intelegensia siswa .......................................................................................................................... Tujuan Penulisan ... 8 B...............................................................DAFTAR ISI COVER ....................................................... KATA PENGANTAR ........................................................................ 1 C....................................... Minat .. 1 BAB II PEMBAHASAN A......................................................... 11 B............. 1 B............................................ Lingkungan social ..................................................... 1 D.................................................................................... 9 1... Faktor eksogen/eksternal ..... Kesimpulan ...................................................... 7 e........................... DAFTAR ISI ................................................................................. 3 b............................ Faktor psikologis .................................................................................................... Faktor Internal ............. 6 d.............. Faktor fisiologis ................................... Bakat ......... 11 DAFTAR PUSTAKA iii 3 ........................................................................................................... Faktor Pendekatan Belajar ........ Saran ................... 5 c...... Latar Belakang ...... Lingkungan non sosial...................................................................... Manfaat Penulisan ............................. Rumusan Masalah ........................................................................................ 9 2............. 3 a.

menghafal nyanyian. Yakni memberikan informasi dan pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan ini adalah memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. 1 . dan sebagainya.BAB I PENDAHULUAN A. misalnya mendapatkan perbendaharaan kata-kata baru. 1. Untuk itu penulis akan berusaha membahasnya dalam pokok bahasan ―Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar‖ B. menghafal syair. D. kami membatasi permasalahan yaitu. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar? 2. Seberapa berpengaruh faktor-faktor tersebut untuk proses dan hasil belajar? C. Rumusan Masalah Dalam penyusunan makalah ini. Banyak aktivitas yang oleh hampir setiap orang dapat disetujui kalau disebut perbuatan belajar. Belajar sebagai proses atau aktivitas disyaratkan oleh banyak sekali hal-hal atau faktor-faktor. Latar Belakang Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai latihan dan pengalaman. Manfaat Penulisan Adapun setelah disusunnya makalah ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar itu adalah banyak macamnya. kami berharap dapat bermanfaat bagi pembaca sebagaimana yang kami jadikan tujuan. Bisa juga dikatakan belajar adalah proses adaptasi yang berlangsung secara progresif.

Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah : b. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang . maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. 1. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar . Kedua faktor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. 2 . karena kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah. c. menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. istirahat yang cukup dan sehat. yaitu faktor internal dan faktor eksternal . sehingga tidak ada gairah untuk belajar. Faktor Internal Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu.BAB II PEMBAHASAN Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori. keadaan tonus jasmani. lesu . Pertama. A. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam. kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. d. dan mengantuk. rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat. Faktor fisiologis Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu.

sikap dan bakat. karena fungsi otak itu sebagai organ pengendali tertinggi (executive control) dari hamper seluruh aktivitas manusia.Kedua. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa. motifasi . minat. Selama proses belajar berlangsung. 2. memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodic. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan. merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. semakin besar 3 . dan lain sebagainya. kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. terutama panca indra. Oleh lkarena itu. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa. mengonsumsi makanan yang bergizi . baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Dengan dmikian. 1. baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. Faktor psikologis Faktor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. kecerdasan /intelegensia siswa Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psikofisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. tetapi juga organorgan tubuh lainnya. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . tentunya otak merupakan organ yang penting dibandingkan organ yang lain. Namun bila dikaitkan dengan kecerdasan. karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi iteligensi seorang individu. keadaan fungsi jasmani/fisiologis. peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar. dalam proses belajar .

semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. 5) Kelompok rata-rata (average) merentang antara IQ 90—IQ 109. Sebaliknya. dapat diketahui ada 7 penggolongan tingkat kecerdasan manusia.peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar. Oleh karena itu. 4) Kelompok rata-rata tinggi (high average) menrentang anatara IQ 110—IQ 119. maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional. 4 . dan lain sebagainya. Para ahli membagi tingkatan IQ bermacam-macam. orang tua. 3) Kelompok kecerdasan superior merenytang anatara IQ 120—IQ 139. seperti guru. semakin rendah tingkat intelegensi individu. yaitu: 2) Kelompok kecerdasan amat superior (very superior) merentang antara IQ 140—IQ 169. sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya. perlu bimbingan belajar dari orang lain. Distribusi Kecerdasan IQ menurut Stanford Revision Tingkat kecerdasan (IQ) 140 – 169 120 – 139 110 – 119 90 – 109 80 – 89 70 – 79 20 — 69 Klasifikasi Amat superior Superior Rata-rata tinggi Rata-rata Rata-rata rendah Batas lemah mental Lemah mental Dari table tersebut. salah satunya adalah penggolongan tingkat IQ berdasarkan tes StanfordBiner yang telah direvisi oleh Terman dan Merill sebagai berikut ((Fudyartanto 2002).

idiot. Motaivasi intrinsic adalah semua factor yang berasal dari dalam diri individu dan memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu. 1994). maka ia tidak perlu disuruh-suruh untuk membaca. Informasi tentang taraf kecerdasan seseorang merupakan hal yang sangat berharga untuk memprediksi kamampuan belajar seseorang.6) Kelompok rata-rata rendah (low average) merentang antara IQ 80—IQ 89. yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Sehingga dapat diketahui anak didik berada pada tingkat kecerdasan yang mana. Seperti seorang siswa yang gemar membaca. memberikan arah. 2. superior. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Pemahaman terhadap tingkat kecerdasan peserta didik akan membantu megarahkan dan merencanakan bantuan yang akan diberikan kepada siswa. mendorong. Pemahaman tentang tingkat kecerdasan individu dapat diperoleh oleh orang tua dan guru atau pihak-pihak yang berkepentingan melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater. rata-rata. Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. atau mungkin malah lemah mental. Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang. 8) Kelompok kecerdasan lemah mental (mentally defective) berada pada IQ 20—IQ 69. imbisil. Motivasi Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. yang termasuk dalam kecerdasan tingkat ini antara lain debil. karena 5 . amat superior. 7) Kelompok batas lemah mental (borderline defective) berada pada IQ 70—IQ 79.

motivasi intrinsic memiliki pengaruh yang efektif. 3. 4) Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya. 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya. atau teman-teman. orangtua. misalkan orang tua. yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah: 1) Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas.minat (interest) nerrti kecemnderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. karena motivasi intrinsic relaatif lebih lama dan tidak tergantung pada motivasi dari luar(ekstrinsik). saudara. Minat Secara sederhana. dan lain sebaginya.membaca tidak hanya menjadi aktifitas kesenangannya. Menurut Arden N. ia akan tidak bersemangat atau bahkan tidak mau belajar. dan kebutuhan. teladan guru. Seperti pujian. dan lain-lain. minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasi. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. tapi bisa jadi juga telah mejadi kebutuhannya. moativasi. Dalam proses belajar. tata tertib. guru. peraturan. Frandsen (Hayinah. 3) Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. 1992). Namun lepas dari kepopulerannya. Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Oleh 6 . Menurut Reber (Syah. danlain sebagainya. 2) Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. seperti pemusatan perhatian. karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar. keingintahuan.

Kedua. sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. atau lingkungan sekitarnya. 4. pelajaran. dan tulus kepada muridnya. Anatara lain. psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif. Dengan profesionalitas. Sikap Dalam proses belajar. melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif. dalam konteks belajar di kelas. baik secara positif maupun negative (Syah. Dan untuk mengantisipasi munculnya sikap yang negative dalam belajar. banyak cara yang bisa digunakan. Dalam hal ini. maupun performansi guru yang menarik saat mengajar.seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya. alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai dengan minatnya. afektif. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek. Untuk membagkitkan minat belajar tersebut. orang. baik dari bentuk buku materi. dengan mebuat materi yang akan dipelajarai semenarik mingkin dan tidak membosankan. desai pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplor apa yang dipelajari. Sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru.karena itu. 2003). guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang professional dan bertanggungjawab terhadap profesi yang dipilihnya. seorang guru atau pendidik lainnya perlu membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan dihadapainya atau dipelajaranya. berusaha untuk menyajikan pelajaranyang diampunya dengan baik dan menarik sehingga membuat siswa dapat 7 . pertama. peristiwa dan sebaginya. berusaha mengambangkan kepribadian sebagai seorang guru yang empatik. pemilihan jurusan atau bidang studi. sabar.

Individu yang telah mempunyai bakat tertentu. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk mencapai prestasi belajar sesuai dengan kemampuannya masingmasing. dan guru perlu memerhatikan dan memahami bakat yang dimilki oleh anaknya atau peserta didiknya. maka bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan berhasil. Secara umum. siswa yang berbakat dibidang bahasa akan lebih mudah mempelajari bahasa-bahasa yang lain selain bahasanya sendiri. Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya. Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimiliki seorang siswa untuk belajar. 2003). meyakinkansiswa bahwa bidang studi yang dipelajara bermanfaat bagi diri siswa.maka para pendidik. bakat adalah kemampuan seseorang menjadi salah satukomponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Berkaitan dengan belajar. Karena belajar jug dipengaruhi oleh potensi yang dimilki setiap individu. Karena itu. Bakat Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. 8 . Misalnya. dan tidak memaksa anak untuk memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakatnya.ikut mengembangkan. 5. bakat juga diartikan sebagai kemampuan dasar individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa tergantung upaya pendidikan dan latihan. Dengan demikian. akan lebih mudah menyerap informasiyang berhungan dengan bakat yang dimilkinya.mengikuti pelajaran dengan senang dan tidak menjemukan. orangtua. anatara lain dengan mendukung. bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah.

Lingkungan non sosial. Ketegangan keluarga. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. seperti kondisi udara yang segar. Lingkungan alamiah. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. diskusi. faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan memengaruhi belajar siswa. Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah: a. sifat-sifat orang tua. Lingkungan alamiah 9 .dalam hal ini. 1. Lingkungan siswa yang kumuh. seperti guru. Lingkungan social a. atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilkinya. Lingkungan sosial sekolah. tidak panas dan tidak dingin. administrasi. c. anak. suasana yang sejuk dantenang. Lingkungan sosial masyarakat. atau tidak terlalu lemah/gelap. b. pengelolaankeluarga. Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. sinar yang tidak terlalu silau/kuat. orangtua. 2. dan temanteman sekelas dapat memengaruhi proses belajar seorang siswa. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baikdisekolah. Lingkungan sosial keluarga. kakak. yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Hubungan anatara anggota keluarga. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat memengaruhi aktivitas belajarsiswa. demografi keluarga (letak rumah). Faktor eksogen/eksternal Selain karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen.B.

seperti kurikulum sekolah. Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga denganmetode mengajar guru. c.tersebut mmerupakan factor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas belajar siswa. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu. silabi dan lain sebagainya. buku panduan. seperti yang telah diuraikan sebelumnya. b. Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa). Pertama.yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. software. C. seperti gedung sekolah. Kedua. maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa. bila kondisi lingkungan alam tidak mendukung. Karena itu. Sebaliknya. disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa. dapat dipahami sebagai segala cara atau strategi yang digunakan siswa untuk menunjang keefektifan dan efisiensi dalam proses pembelajaran materi tertentu. proses belajar siswa akan terlambat. alat-alat belajar.fasilitas belajar. peraturan-peraturan sekolah. lapangan olah raga dan lain sebagainya. 10 . Faktor Pendekatan Belajar Pendekatan belajar. agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas belajr siswa. Faktor instrumental. hardware.

BAB III PENUTUP A. 2. Faktor internal siswa. Saran Untuk kesempurnaan makalah ini. 3. B. penulis menerima kritikan dan saran yang membangun dari pembaca. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah: 1. 11 . yaitu keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor eksternal siswa yaitu kondisi lingkungan sekitar siswa Faktor pendekatan belajar siswa yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pembelajaran.

Raja Grafindo Persada. Syaiful. 2002. Ke-1 Suryabrata. Psikologi Belajar. Ke-8 Bahri Djamarah. Cet. Google. Jakarta: Rineka Cipta. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Cet. Jakarta: Remaja Rosdakarya.DAFTAR PUSTAKA Muhibbin Syah. 1999.Sumadi. Ngalim. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. 1998. Purwanto. Psikologi Pendidikan.com 12 . Logos Wacana Ilmu. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful