You are on page 1of 75

Garis Pengaruh Pada Struktur Statis Tertentu

Overview

• • • • • • •

Pengenalan – Apa itu Garis Pengaruh (influence line)? Garis Pengaruh untuk balok Garis Pengaruh Kualitatif – Prinsip Muller-Breslau Garis Pengaruh untuk balok lantai (floor girders) Garis Pengaruh untuk rangka (trusses) Beban Hidup pada jembatan Pengaruh maksimum pada sebuah titik akibat suatu serial beban terpusat • Geser dan momen maksimum absolut
2

Garis Pengaruh adalah ….

“Apa itu Garis Pengaruh?”

Grafik fungsi respon dari struktur dari posisi satu satuan beban ke arah bawah yang bergerak sepanjang struktur. Catatan : • Fungsi respon : reaksi tumpuan. gaya aksial, gaya geser, atau momen lentur • Garis Pengaruh untuk struktur statis tertentu selalu linier

“Mengapa Garis Pengaruh Penting Dipelajari?” Pertimbangan : Beban bergerak bekerja pada struktur. Sementara itu. Maka. . fungsi respon yang terjadi berubah besarnya seiring dengan perubahan lokasi penempatan beban. elemen-elemen struktur harus dirancang sedemikian hingga gaya maksimum pada setiap penampang lebih kecil atau sama dengan kapasitas tersedia dari elemen tersebut.

Pengetahuan yang diperoleh dari garis pengaruh – Pada suatu saat kita sangat mungkin membutuhkan pengetahuan mengenai reaksi suatu struktur terhadap beban yang bekerja padanya pada titik-titik yang berbeda atau pengetahuan tentang kombinasi beban seperti apa yang menyebabkan munculnya reaksi yang ekstrim. .

maka perancangan elemen struktur dapat dilakukan dengan menjamin bahwa kapasitas penampang mampu menahan beban yang bekerja pada struktur.“Mengapa Garis Pengaruh Penting Dipelajari?” Analisis struktur dengan menggunakan Garis Pengaruh dapat membantu untuk mengetahui pada titik mana beban bekerja memberikan pengaruh paling ekstrim terhadap besaran gaya dalam atau reaksi. . Dengan diketahuinya gaya dalam atau reaksi ekstrim.

“Garis Pengaruh digunakan untuk apa?” Menentukan di mana meletakkan beban hidup pada struktur untuk mendapatkan gaya dalam/reaksi maksimum yang digambarkan garis pengaruh. Mengevaluasi besaran gaya dalam/reaksi (yang digambarkan oleh Garis Pengaruh) yang diproduksi oleh beban hidup pada suatu lokasi tertentu .

Garis Pengaruh menggambarkan keragaman variabel analisis pada sebuah titik (misal pada C dalam gambar di bawah ini) A B C . momen lentur. momen puntir) Defleksi (pergeseran titik-titik pada struktur dari tempatnya semula) Dll.“Sebutkan hal-hal penting menyangkut Garis Pengaruh?” • Setiap ordinat dari garis pengaruh menggambarkan nilai dari respon struktur. Respon struktur pada suatu kondisi pembebanan pada titik tertentu dapat berupa : – – – – Reaksi tumpuan Gaya dalam (normal. • Setiap nilai respon diplotkan pada posisi dari beban satuan yang menghasilkan gaya tersebut • Garis Pengaruh pada struktur statis tertentu merupakan garis lurus atau dibentuk dari segmen-segmen liniear • Maka. geser.

momen lentur. dll. seseorang perlu mengetahui nilai maksimum dari geser/reaksi/momen lentur yang akan terjadi pada sebuah titik sedemikian hingga penampang dapat dirancang • Notasi – Gaya Normal – gaya positif menyebabkan perpindahan positif dalam arah positif – Gaya Geser – gaya geser positif menyebabkab rotasi searah jarum jam dan gaya geser negatif menyebabkan rotasi berlawanan arah jarum jam – Momen lentur – momen lentur positif menyebabkan serat bawah tertarik. defleksi. gaya geser. misal saja jembatan. 9 . jika sebuah beban melewati suatu struktur. momen puntir.) pada sebuah titik (misal pada C dalam gambar di bawah ini) C B A – Mengapa kita memerlukan garis pengaruh ? Sebagai contoh.• Garis Pengaruh menggambarkan keragaman variabel analisis (reaksi .

1kip.Garis Pengaruh pada Balok Pertimbangkan satu satuan beban (1N. atau 1 ton) bergerak bergerak sepanjang balok dari kiri ke kanan. 1 satuan beban .

gaya geser. Dihitung untuk titik yang sedang ditinjau . atau momen lentur. atau momen lentur. sepanjang bentang balok. pada titik yang sedang ditinjau. ketika satu satuan beban bergerak di atas balok dari kiri ke kanan – Plot nilai dari reaksi tumpuan. 1 RA Garis Pengaruh RA 1 RB Garis Pengaruh RB 1 . gaya geser.Garis Pengaruh pada Balok •Prosedur : – Cari nilai dari reaksi tumpuan.

x = 0 RB = x/10 RA = 1 – RB RA = 1 – x/10 B RA = 1 – x/10 RB = x/10 12 x 1 A . 10 – 1 .Beban Terpusat Bergerak Variasi Reaksi RA dan RB sebagai fungsi dari posisi beban x 1 A 3 ft 10 ft B Menghitung reaksi perletakan : Σ MA = 0 RB .

Beban Terpusat Bergerak Variasi Reaksi RA dan RB sebagai fungsi dari posisi beban RA terjadi hanya pada titik A. dan RB terjadi hanya pada titik B x 1 A RA = 1 – x/10 B RB = x/10 Garis Pengaruh RA 1 1 – x/10 x 10 – x Garis Pengaruh RB x 1 x/10 10 – x 13 .

7 ⊖ 0. Lc = ‒x /10 Garis Pengaruh Gaya Geser di C 0. Lc = 1‒x /10 gaya geser di C : negatif.3 ⊕ 14 .Beban Terpusat Bergerak Variasi Gaya Geser/Lintang di C sebagai fungsi dari posisi beban x x 1 1 A RA = 1 – x/10 C B RB = x/10 A RA = 1 – x/10 C B RB = x/10 0 < x <3 ft (beban satuan di sebelah kiri C) 3 < x <10 ft (beban satuan di sebelah kanan C) C x/10 1 – x/10 C gaya geser di C : positif.

1 kip. Mc = 7/10.1 kip.7 = 2.Beban Terpusat Bergerak Variasi Momen Lentur di C sebagai fungsi dari posisi beban x x 1 1 A RA = 1 – x/10 C B RB = x/10 A RA = 1 – x/10 C B RB = x/10 0 < x <3 ft (beban satuan di sebelah kiri C) 3 < x <10 ft (beban satuan di sebelah kanan C) (x/10)(7) C (x/10)(7) x/10 1 – x/10 (1– x/10)(3) (1– x/10)(3) C Momen lentur di C : positif.ft Momen lentur di C : positif. Mc = 3/10.1 kip ft ⊕ 15 .3 = 2.ft Garis Pengaruh Momen Lentur di C 2.

• Prinsip Müller-Breslau adalah garis Prinsip MüllerBreslau pengaruh untuk fungsi respon yang diberikan oleh bentuk terdefleksi dari struktur yang tidak terkekang (released structure) akibat satu satuan perpindahan (atau rotasi) pada lokasi dan arah dari funsi respon • Struktur tak terkekang diperoleh dengan melepaskan kekangan perpindahan dalam hal fungsi respon dari struktur yang asli. .

• Reaksi vertikal pada perletakan “Seperti apa contoh penahan yang dihilangkan ?” – Hilangkan pengekang vertikal – Biarkan struktur berpindah secara vertikal /ke arah atas pada penahan yang dihilangkan • Momen pada perletakan jepit – Bayangkan perubahan perletakan dari jepit menjadi sendi – Terapkan rotasi pada perletakan pada struktur yang berpindah .

“Seperti apa contoh geser di titik sembarang pada balok?” • Hilangkan kemampuan penampang melintang umtuk menahan geser. tetapi mungkinkan beban aksial dan momen untuk disebarkan .

“Seperti apa contoh momen di titik sembarang pada balok?” • Tambahkan sendi di penampang dimana momen diperhitungkan. biarkan rotasi terjadi pada masing-masing sisi sendi untuk membuat struktur berpindah .

Catatan : Prinsip ini hanya berlaku untuk fungsi respon gaya • Lepaskan : – Reaksi tumpuan – hilangkan kekangan tumpuan translasional – Geser internal – buat tumpuan geser internal yang memungkinkan pergerakan perpindahan diferensial – Momen lentur – buat sendi/engsel internal yang memungkinkan pergerakan rotasi diferensial .

Garis Pengaruh untuk Geser – Geser internal – buat tumpuan geser internal yang memungkinkan pergerakan perpindahan diferensial .

Garis Pengaruh untuk Momen Lentur – Momen lentur – buat sendi/engsel internal yang memungkinkan pergerakan rotasi diferensial .

Aplikasi Prinsip Muller-Breslau
– Diketahui balok sederhana dibebani beban satu satuan yang bergerak sepanjang balok. – Gambarkan garis pengaruh komponen reaksi tumpuan Ay, komponen reaksi tumpuan Cy – Gambarkan garis pengaruh gaya geser di B dan garis pengaruh momen lentur di B

Aplikasi Prinsip Muller-Breslau
– garis pengaruh komponen reaksi tumpuan Ay

Aplikasi Prinsip Muller-Breslau
– garis pengaruh komponen reaksi tumpuan Cy

Aplikasi Prinsip Muller-Breslau – garis pengaruh komponen Gaya geser di B. SB .

MB .Aplikasi Prinsip Muller-Breslau – garis pengaruh komponen Momen Lentur di B.

tidak dalam perhitungan nilai numerik ordinat. perlu untuk menentukan beberapa bentuk garis pengaruh secara umum saja. Beberapa diagram garis pengaruh dikenal sebagai diagram garis pengaruh kualitatif. .Garis Pengaruh Kualitatif Pada banyak aplikasi praktis. Diagram garis pengaruh dengan nilai numerik ordinatnya diketahui sebagai diagram garis pengaruh kuantitatif.

beban merata w harus didistribusikan pada daerah dimana garis pengaruh positif. beban merata w harus didistribusikan dimana garis pengaruh negatif – Nilai dari fungsi (geser.Bagaimana Penggunaan Garis Pengaruh ? • Menghitung nilai maksimum gaya dari beban terpusat yang bergerak – Nilai garis pengaruh menunjukkan nilai gaya/respon struktur tertentu akibat beban satu satuan – Nilai yang dihasilkan oleh beban terpusat aktual dapat dicari dengan mengalikan garis pengaruh dengan besaran beban yang diberikan • Beban Terdistribusi Merata dengan panjang bervariasi : – Untuk menentukan nilai maksimum gaya. momen) yang dihasilkan oleh beban merata w yang bekerja di atas daerah tertentu adalah sama dengan daerah di bawah garis pengaruh dikalikan dengan beban w . – Untuk menentukan milai minimum gaya.

ingat hal-hal di atas. .Menggunakan Garis Pengaruh dengan Beban Hidup dan Beban Mati • Beban mati selalu ada (bekerja pada struktur secara keseluruhan) • Beban hidup bervariasi ( dapat ada atau tidak pada bagianbagian elemen struktur atau struktur secara keseluruhan • Jika gaya maksimum / minimum dihitung dengan adanya beban mati atau beban hidup.

Apakah sampul geser dan selubung momen ? • Sampul Momen .diagram yang menunjukkan momen maksimum yang dapat dikembangkan pada setiap irisan balok • Sampul Geser – diagram yang menunjukkan geser maksimum dapat dikembangkan pada setiap irisan dari balok .

Bagaimana kita menggunakan sampul geser dan selubung momen ? • Setiap irisan penampang sebuah balok harus dirancang dapat menahan geser dan momen yang akan terjadi • Kita menggunakan sampulsampul tersebut untuk menjamin bahwa kriteria ini akan memenuhi jika kita mendesain/merancang elemen struktur .

Membuat sampul momen untuk beban terpusat tunggal • Sampul-sampul dapat dibentuk dengan melihat garis pengaruh untuk geser dan momen pada berbagai irisan pada balok • Dari setiap garis pengaruh. momen maksimum atau geser maksimum pada irisan dapat ditentukan • Nilai maksimum dari satu garis pengaruh menjadi satu titik pada sampul .

– Gambar garis pengaruh – momen pada irisan adalah nol untuk beban di setiap titik balok.Contoh Balok Tumpuan Sederhana • Dimulai dengan irisan pada tumpuan (A). ini merupakan titik kedua pada sampul . – Gambar garis pengaruh untuk momen pada irisan – Momen maksimum pada irisan B adalah 0.139PL. • Bergerak ke irisan pada L/6 (B).

. ini merupakan titik ketiga pada sampul • Bergerak ke irisan pada L/2 (D). – Gambar garis pengaruh untuk momen pada irisan C – Momen maksimum pada irisan C adalah 0.Contoh Balok Tumpuan Sederhana • Bergerak ke irisan pada L/3 (C). maka sampul momen juga akan simetris. – Gambar garis pengaruh untuk momen pada irisan D – Ini merupakan titik terakhir yang kita butuhkan pada sampul. Karena struktur simetris.222PL.

• Untuk mengakhiri sampul momen. . plot nilai momen maksimum pada setiap irisan. sebagai berikut.

dan RC • Gambarkan garis pengaruh untuk geser pada titik yang berjarak 4 feet dari tumpuan jepit .Contoh 1. pertanyaan 1 • Dengan menggunakan Prinsip Müller-Breslau gambarkan garis pengaruh untuk MA. RA.

2 k/ft dengan lebar bervariasi . • Cari nilai momen maks/min pada A jika struktur dibebani oleh beban terdistribusi sebesar 1. pertanyaan 2 • Cari nilai momen maks/min pada A jika struktur dibebani beban terpusat bergerak sebesar 55 k.Contoh 1.

Contoh 1. pertanyaan 3 • Tentukan momen maksimum pada titik A jika : – Beban mati = 3 k/ft – Beban hidup = 1.5 k/ft (dapat bekerja pada keseluruhan struktur atau pada sebagian dari struktur dengan lebar bervariasi) .

Garis Pengaruh Kualitatif . dll. besar/magnitude dari garis pengaruh dapat juga dihitung.Prinsip MULLER-BRESLAU • Prinsip ini memberikan sebuah prosedur untuk menentukan garis pengaruh sebuah parameter untuk struktur statis tertentu atau statis tak tentu • Tetapi. gaya geser.) yang ingin dikaji pada sebuah titik harus dilepaskan. 40 . kemampuan dari balok untuk menahan parameter (reaksi perletakan. momen lentur. • Untuk menggambarkan bentuk garis pengaruh secara benar. menggunakan pengertian dasar garis pengaruh.

Prinsip MULLER-BRESLAU • Prinsip ini menyatakan bahwa : Garis pengaruh dari sebuah parameter (misal reaksi perletakan. – Arah positif dari gaya adalah sama dengan sebelumnya 41 . pada sebuah titik harus dihilangkan – Kemudian lepaskan balok untuk berdefleksi akibat parameter tersebut. atau momen lentur) pada sebuah titik mempunyai skala yang sama dengan bentuk balok yang terdefleksi. – Kemampuan balok menahan parameter tersebut. geser.Garis Pengaruh Kualitatif . jika balok dibebani oleh parameter tersebut.

Contoh Garis Pengaruh untuk balok statis tertentu dengan metoda Muller-Breslau Ay Bentuk terdefleksi A Garis pengaruh untuk Ay (a) Ay (b) (c) Garis Pengaruh Reaksi Perletakan A 42 .

Contoh Garis Pengaruh untuk balok statis tertentu dengan metoda Muller-Breslau (a) VC C Bentuk terdefleksi (b) VC Vc Garis pengaruh untuk Vc (c) Garis Pengaruh untuk Geser di Titik C 43 .

Contoh Garis Pengaruh untuk balok statis tertentu dengan metoda Muller-Breslau (a) C Bentuk terdefleksi (b) MC MC MC VC Garis pengaruh untuk Mc (c) Garis Pengaruh untuk Momen di Titik C 44 .

Contoh Garis Pengaruh untuk balok statis tak tentu dengan metoda Muller-Breslau A E 1 C B D (a) E 1 1 D (b) fEE E 1 fDE D (c) Garis Pengaruh untuk Geser di Titik E 45 .

Contoh Garis Pengaruh untuk balok statis tak tentu dengan metoda Muller-Breslau A E B D C (a) 1 1 E D (b) αEE E fDE D (c) Garis Pengaruh untuk Momen Lentur di Titik46 E .

dan (b) Gaya pada batang FC dari gambar berikut G F 20 ft 600 A B C D E 20 ft 20 ft 20 ft 47 .Garis Pengaruh untuk Rangka Batang Gambar Garis Pengaruh untuk : (a) Gaya pada batang GF.

(1) (1) G 1-x/20 x A B 600 F x/20 E 1 C (1) D RA= 1. (RD)(40) .Soal Garis Pengaruh untuk Rangka Batang (i) Untuk menghitung gaya batang GF.77 RD=x/60 Hitung momen terhadap titik B sebelah kanan. FGF = 0 Pada x = 20 ft FGF = .0.(FGF)(10√3) = 0 FGF = (x/60)(40)(1/ 10√3) = x/(15 √3) (negatif) 48 . lihat irisan (1) .x/60 pada x = 0.

Soal Garis Pengaruh untuk Rangka Batang (ii) Hitung gaya Batang FFC.(2) G F (2) E x 1 x/20 300 1-x/20 reactions at nodes A B 600 C D RA =1-x/60 (2) RD=x/60 Jumlah gaya arah vertikal pada bagian kanan irisan FFC cos300 .RD = 0 FFC = RD/cos30 = (x/60)(2/√3) = x/(30 √3) (-ve) 49 . lihat irisan (2) .

385 20 ft -ve 0. FFC = -0.77 Garis Pengaruh FGF -ve 0.Pada x = 0.0 Pada x = 20 ft. FFC = 0.385 Garis Pengaruh FFC 50 .

(FGF)(10√3) = 0 FGF = (20RA)/(10√3) = (1-x/60)(2 /√3) Pada x = 20 ft. FFG = 0.77 (-ve) Pada x = 40 ft.(1) berlaku untuk 20 < x < 40 ft] (i) Untuk menghitung gaya FGF gunakan irisan (1) -(1) G (1) (40-x)/20 F E x 1 reactions at nodes (x-20)/20 A 20 ft B (1) (x-20) (40-x) C D RA=1-x/60 RD=x/60 Momen terhadap titik B.Soal Garis Pengaruh untuk Rangka Batang Tempatkan beban satu satuab pada bentang BC (20 ft < x <40 ft) [Potongan (1) . (RA)(20) . ke sebelah kiri. FFG = 0.385 (-ve) 51 .

x/20 +1= (1-2x)/60 (-ve) FFC = ((60 .Soal Garis Pengaruh untuk Rangka Batang (ii) Untuk menghitung gaya FFC. di sebelah kanan irisan menghasilkan FFC cos30 .(x/60) +(x-20)/20 = 0 FFC cos30 = x/60 .(2) Irisan (2) . gunakan irisan (2) .2x)/60)(2/√3) -ve 52 .(2) berlaku untuk 20 < x < 40 ft G (40-x)/20 x 1 F (x-20)/20 FFC 300 (2) E 600 A B C D RA =1-x/60 (2) RD=x/60 Penyelesaian keseimbangan vertikal .

FFC = ((60-80)/60)(2/ √3) = 0.385 GP untuk FGF 0. FFC = (20/60)(2/ √3) = 0.77 0.385 (-ve) Pada x = 40 ft.Pada x = 20 ft.385 (+ve) -ve 0.385 -ve GP untuk FFC 53 .

FFG = 0.(RA)(20) = 0 FFG = (1-x/60)(20/10√3) = (1-x/60)(2/√3) -ve Pada x = 40 ft. FFG = 0.0 54 . (FFG)(10√3) .385 kip (-ve) Pada x = 60 ft. pada bagian kiri.Soal Garis Pengaruh untuk Rangka Batang tempatkan beban satu satuan di atas bentang CD (40 ft < x <60 ft) (i) Untuk menghitung FGF. gunakan irisan (1) .(1) G (1) x F (x-40) 1 (60-x)/20 E (60-x) (x-40)/20 A 20 ft B (1) C D RA=1-x/60 Reaksi pada titik kumpul RD=x/60 Momen terhadap titik B.

FFC cos 30 = 0 FFC = RA/cos 30 = (1-x/10) (2/√3) +ve 55 .(2) G F (60-x)/20 FFC x 300 Reaksi pada titik kumpul E (x-40)/20 1 600 A B C x-40 60-x D RA =1-x/60 (2) RD=x/60 Penyelesaian keseimbangan vertikal.(ii) Untuk menghitung FFG. (RA) . bagian sebelah kiri C. gunakan irisan (2) .

385 GP gaya FFC 56 . FFC = 0.385 GP gaya FGF +ve -ve 0.0 -ve 0. FFC = 0.Pada x = 40 ft.770 0.385 (+ve) Pada x = 60 ft.

Contoh Gambarkan garis pengaruh untuk : – – – – – Reaksi di A dan B Geser pada titik C Momen lentur pada titik C Geser sebelum dan sesudah perletakan B Momen pada titik B dari balok yang tergambar berikut .

Solusi Reaksi di A .

Solusi Reaksi di B .

Solusi Geser di C .

Solusi Geser di C .

Solusi Momen Lentur di C .

Solusi Momen Lentur di C .

Solusi (menggunakan persamaan keseimbangan) Reaksi di A .

Solusi (menggunakan persamaan keseimbangan) Geser di C .

Solusi (menggunakan persamaan keseimbangan) Geser di C .

Solusi (menggunakan persamaan keseimbangan) Momen lentur di C .

Solusi (menggunakan persamaan keseimbangan) Momen lentur di C .

Solusi Geser sebelum titik B .

Solusi Geser sesudah titik B .

Solusi Momen di titik B .

Contoh Tentukan reaksi maksimum di perletakan B. geser maksimum di titik C dan momen positif maksimum yang dapat dicapai di titik C pada balok akibat – Beban hidup tunggal terpusat sebesar 8000 N – Beban hidup terdistribusi merat 3000 N/m – Beban balok (baban mati) 1000 N/m .

Solusi Momen di titik B .

Solusi .

Solusi .