KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS

A. Pendahuluan Matematika sebagai ilmu dasar dari segala bidang ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk kita ketahui. Oleh sebab itu, matematika perlu diajarkan di semua jenjang pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pentingnya matematika bisa dilihat dari manfaat dan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu penyempurnaan kurikulum terus dilakukan Depdiknas, antara lain dengan memasukkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif sebagai

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika yang termuat dalam Kurikulum 2006. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif sangat diperlukan oleh siswa mengingat bahwa dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat dan memungkinkan siapa saja bisa memperolah informasi secara cepat dan mudah dengan melimpah dari berbagai sumber dan tempat manapun di dunia. Hal ini mengakibatkan cepatnya perubahan tatanan hidup serta perubahan global dalam kehidupan. Jika para siswa tidak dibekali dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif maka mereka tidak akan mampu mengolah menilai dan megambil informasi yang butuhkannya untuk menghadapi tantangan tersebut. Oleh karena itu kemampuan berpikir kritis dan kreatif adalah merupakan kemampuan yang penting dalam mata pelajaran matematika. Sejalan dengan pernyataan di atas Sumarmo (2012 : 4) mengatakan bahwa pendidikan matematika pada hakekatnya mempunyai dua arah pengembangan yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa datang. Kebutuhan masa kini yaitu kebutuhan yang mengarah pada kemampuan pemahaman konsep-konsep yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Yang dimaksud kebutuhan masa datang adalah kebutuhan yang mengarah pada kemampuan nalar yang logis, sistematis, kritis, dan cermat serta berfikir objektif dan terbuka untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari serta untuk menghadapi masa depan yang selalu berubah. B.1. Pengertian Berpikir Sebelum membahas berpikir kritis dan kreatif, terlebih dahulu kita bahas apa itu berpikir. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1991:767) berpikir adalah penggunaan dari akal budi dalam mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Menurut Presseisen (dalam Nur Izzati, 2009), “berpikir secara umum diasumsikan sebagai proses kognitif, aksi mental ketika pengetahuan diperoleh ”. Sedangkan kutipan Beyer (Wardhani, 2011) menyatakan, “Thinking, in short, is the mental process by wich individuals make sense out of experience”. Liputo (Aisyah, 2008:17) berpendapat bahwa berpikir merupakan aktivitas mental yang disadari dan diarahkan untuk maksud tertentu. Maksud yang 1

Berpikir Kritis Dalam bidang pendidikan. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas berpikir dapat diartikan sebagai kegiatan akal budi atau kegiatan mental untuk mempertimbangkan. Mencari alternatif. 10. 5. memahami. Mencari pernyataan yang jelas dari setiap pertanyaan. Memakai sumber yang memiliki kredibilitas dan menyebutkannya. Pendapat ini menegaskan bahwa ketika seseorang merumuskan suatu masalah. memecahkan masalah dan menilai tindakan. 3. 12. Mengambil posisi ketika ada bukti yang cukup untuk melakukan sesuatu. 2011). maka ia melakukan suatu aktivitas berpikir. 8. Berusaha mengetahui informasi dengan baik.dapat dicapai dalam berpikir adalah memahami. Ruggiero (dalam Siswono. membuat suatu keputusan. Aisyah (2011). Memperhatikan situasi dan kondisi secara keseluruhan. 2. 7. 11. silogisme dan pernyataan yang proposional. ataupun ingin memahami sesuatu.2. atau memenuhi hasrat keingintahuan (fulfill a desire to understand). memecahkan masalah. memecahkan masalah dan menilai tindakan. 4. merencanakan. Menyatakan kebenaran pertanyaan atau pernyataan Menganalisis pertanyaan atau pernyataan. 6. 2. meliputi: 1. Mengingat kepentingan yang asli dan mendasar. Oleh karena itu. 2009) menekankan indikator keterampilan berpikir kritis yang penting. Mencari penjelasan sebanyak mungkin apabila memungkinkan. mengambil keputusan. 2 . Bersikap dan berpikir terbuka. 9. Selanjutnya Fisher (dalam Agustine. Menurut Beyer (dalam Wardhani. B. 2009) mengartikan berpikir sebagai suatu aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah. “Definisi berpikir kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus dipercayai atau dilakukan”. Sedangkan Ennis (dalam Williawati. Bersikap secara sistimatis dan teratur dengan bagian-bagian dari keseluruhan masalah. Berusaha tetap relevan dengan ide utama. indikator kemampuan berpikir kritis dapat diturunkan dari aktivitas kritis siswa sebagai berikut: 1. mengemukakan bahwa berpikir kritis didefinisikan sebagai pembentukan kemampuan aspek logika seperti kemampuan memberikan argumentasi. Mencari alasan. 2009:11) mengemukakan. memutuskan. merencanakan. “Berpikir kritis adalah kumpulan operasi-operasi spesifik yang mungkin dapat digunakan satu persatu atau dalam banyak kombinasi atau urutan dan setiap operasi berpikir kritis tesebut memuat analisis dan evaluasi”.

3. Memutuskan. Berpikir logis. c = 5cm dan s = 6cm. maka luas segitiga = √ √ cm2 √ cm2 √ dengan dari hasil perhitungan di atas tampak bahwa jika dua segitiga mempunyai keliling yang sama. Maka keliling kedua segitiga tersebut sama yaitu 12cm. Berteori. maka luas kedua segitiga tersebut tidak sama. maka luas kedua segitiga tersebut belum tentu sama. apakah luas kedua segitiga tersebut juga sama? Jelaskan ! Penyelesaian : 1. Dengan rumus luas segitiga teorema heron yaitu diperoleh hasil sebagai berikut : Untuk segitiga pertama : a = 3cm. c = 5cm dan s = 6cm. 5cm. Susi tidak setuju dengan pendapat Beni. secara logis. 4cm. b = 4cm. 8. Contoh 2 tugas berpikir kritis matematik siswa SMP (Mahmudi. misalnya gagasan objek-objek. b = 5cm. 5cm dan panjang sisi-sisi segitiga kedua 2cm. 9. Memahami orang lain dan dirinya. Perhatikan contoh berikut ! Misalkan ada dua buah segitiga. menganalisis mengevaluasi serta mengambil keputusan tentang apa yang diyakini dan dilakukan. 2008) Beni menyatakan bahwa ia telah membagi persegipanjang berikut menjadi 4 daerah yang sama luasnya. Mengurutkan. 7. Mengklasifikasi. secara sebab akibat. dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan menggunakan logika untuk membuat. maka luas segitiga = √ Untuk segitiga kedua : a = 2cm. misalnya apakah cukup bukti. Jika dua buah segitiga mempunyai keliling yang sama. panjang sisi-sisi segitiga pertama 3 cm. 4. misalnya secara temporal. 6. Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas. 5. Siapakah yang benar? Mengapa? 3 . 5cm. Memprediksi (termasuk membenarkan prediksi). Contoh 1 tugas berpikir kritis matematik siswa SMP Jika dua buah segitiga mempunyai keliling yang sama.

maka k = 1. Kalian harus meletakkan titik P dan Q sehingga diperoleh luas ABQP paling besar. sehingga k + 1 = 1 + 1 = 2 = 1 Terbukti bahwa jika 2 = 1. maka setiap bilangan asli pasti sama dengan 1. b. Kalau 2 = 1. Q pada BC dan CQ = CP. Contoh 3 tugas berpikir kritis matematik siswa SMP (Murtado dan Tambunan. maka : 3= 2+1= 1+1= 2=1 Di asumsikan untuk k є bilangan asli. itu tidak diperbolehkan karena nila dari x – 1 adalah 0 (nol) Contoh 4 tugas berpikir kritis matematik siswa SMA Dalam persegipanjang ABCD. AB = 8 cm dan BC = 6 cm akan dibentuk segiempat ABQP.Penyelesaian : 2. 1987) Perhatikan kumpulan pernyataan berikut ! Diketahui bahwa . Hasil 2 = 1 adalah sesuatu yang tidak mungkin. maka setiap bilangan asli sama dengan 1. pencoretan tersebut sebetulnya adalah membagi ruas kanan dan ruas kiri dengan x . Tunjukkan ! b. maka D C luas segitiga ABE = luas segitiga CDE = luas segitiga BCE = luas segitiga ADE = E A B Jadi yang benar adalah Beni. dimanakah letak kesalahannya? Mengapa itu kamu anggap salah? Penyelesaian : a. P pada CD. Misal panjang AB = dan BC = . Tentu ada yang salah dalam argumen di atas. Kesalahan penyelesaian di atas terletak pada pencoretan x -1. maka : ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ Pertanyaannya : a.1. karena a . Apakah masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk model matematika yang paling sederhana ! Tentukan panjang CP ! 4 . Karena 2 = 1.

maka panjang CP = CQ = 3cm Contoh 5 tugas berpikir kritis matematik siswa SMA Sifat-sifat apa yang akan terjadi jika fungsi kuadrat dirumuskan oleh f(x) = ax2+ bx + c. diperoleh sifat-sifat sebagai berikut : 1) Jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaannya maka x1 + x2 = 1 2) Persamaan sumbu simetrinya : x = 3) Nilai ekstrim = 4) Koordinat titik balik : ( ) Contoh 6 tugas berpikir kritis matematik siswa SMA (Mahmudi.b. diperoleh : f(x) = c.Penyelesaian : Model matematika dari masalah di atas adalah : Luas ABQP = luas ABCD – (luas ∆ PCQ + luas ∆ ADP) Luas ABQP = 48 – ( Luas ABQP = 48 – ( Luas ABQP = 48 – ( Luas ABQP = 48 – ( Luas ABQP = – Misalkan : Luas ABQP = y dan CP = x. artinya nilai y akan maksimum pada x = 3. a + b = 0 ? Mengapa ? Penyelesaian : Diketahui a + b = 0. Jelaskan mengapa nilai menggambar segitiga tersebut? yang kamu berikan memungkinkan kamu untuk 5 . maka a = . Untuk a = b = 0. maka diperoleh model matematika sebagai berikut : ) ) D 6 A 8 P C Q B )) ) Persamaan sumbu simetrinya : x = 3. Jadi agar luas ABQP maksimum. 2008) 2 𝑥 √ Tentukan dua bilangan berbeda untuk menggantikan x pada segitiga berikut sedemikian sehingga memungkinkan untuk menggambar segitiga x berikut dengan ukuran sisi yang diberikan. grafiknya berupa garis lurus dengan gradien 0 Untuk a ≠ 0.

Siswono (2009) berpikir kreatif dapat diartikan sebagai suatu kegiatan mental yang digunakan seorang untuk membangun ide atau gagasan yang baru. dan keberagaman jawaban”. namun kedua istilah itu berelasi secara konseptual. Pengertian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif seseorang makin tinggi. dimana penekanannya pada kuantitas. maka : ⇔ ⇔ ⇔ ⇔ 2. Kreativitas merupakan produk berpikir kreatif dari individu. 2009) menunjukkan indikasi berpikir kreatif dalam definisinya bahwa “kreativitas (berpikir kreatif atau berpikir divergen) adalah kemampuan menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah. maka diperoleh : ⇔ ⇔ ⇔ A B Jadi nilai x yang memungkinkan untuk menggambar segitiga tersebut antara lain x = 2 dengan dan x = 4 dengan B. Berpikir Kreatif Matematik Proses berpikir kreatif berhubungan dengan kreativitas. ketepatgunaan.Penyelesaian : √ ⇔ ⇔ C 2 √ 𝑥 1. Menurut Murdock dan Puccio (dalam Izzati.3. Misal x = 4. selain itu jawabannya harus bervariasi. berpikir kreatif merupakan sebuah kebiasaan dari pikiran yang dilatih dengan memperhatikan intuisi. 6 . Peningkatan kreativitas dari individu sejalan dengan peningkatan proses berpikir kreatifnya. Pendapat lain. Sedangkan Munandar (dalam Siswono. jika ia mampu menunjukkan banyak kemungkinan jawaban pada suatu masalah. menghidupkan imajinasi. Tetapi semua jawaban itu harus sesuai dengan masalah dan tepat. 2010). dikemukakan oleh Johnson. Misal x = 2. (dalam Izzati. 2010) istilah berpikir kreatif dan kreativitas merupakan dua hal yang tidak indentik. Selain itu lingkungan yang kondusif dapat mempengaruhi berlangsungnya berpikir kreatif.

maka selama paruh waktu pertama perjalanananya. Karena selanjutnya mereka berdua melakukan perjalanan dengan kecepatan sama. maka tingkat berpikir kreatifnya rendah. maka Ali akan sampai lebih dahulu ke 7 . Mereka berangkat pada saat yang sama dan melalui jalan yang sama. jarak yang masih harus ditempuh Ali untuk sampai ke B lebih dekat daripada jarak yang harus ditempuh Joko untuk sampai ke kota B. Contoh 2 tugas berpikir kreatif matematik SMP (Mahmudi. Contoh 1 tugas berpikir kreatif matematik SMP Buatlah 2 buah bangun datar lain yang luasnya sama dengan persegi panjang pada gambar berikut ! 6 cm 9 cm Penyelesaian : Jika siswa menggambar persegipanjang lagi. 2010) Ali dan Joko melakukan perjalanan dari kota A ke kota B. dan membangkitkan ide-ide yang tidak terduga. Kemungkinan pertama adalah V1 > V2 . maka mereka akan menggambar bangun datar yang lain. dan lain-lain. yakni separuh waktu perjalanan Ali. Jika Ali menempuh separuh waktu perjalanan dengan kecepatan V1 dan separuh waktu berikutnya dengan kecepatan V2. Sedangkan Joko menempuh separuh waktu perjalanannya dengan kecepatan V1 dan separuh waktu berikutnya dengan kecepatan V2 . layang-layang. jarak yang ditempuh Ali lebih jauh daripada jarak yang ditempuh Joko. dalam waktu yang sama. atau menyelidiki sebuah proyek dari sudut pandang yang tidak biasa. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental yang digunakan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban pada suatu masalah. Jadi. Dalam hal ini terdapat dua kemungkinan nilai V1 dan V2.mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan baru. Ali menempuh separuh jarak perjalanannya dengan kecepatan V1 dan separuh jarak berikutnya dengan kecepatan V2 . ia menempuh lebih dari separuh jarak perjalanannya. Intuisi bisa membisikan kepada kita untuk memecahkan sebuah soal matematika dengan cara yang berbeda. misalnya trapesium. Dengan kata lain. Siapakah yang lebih dahulu sampai ke kota B? Gunakan beberapa cara untuk menjelaskan jawabanmu ! Penyelesaian : Strategi pertama adalah dengan penalaran. membuka sudut pandang yang menakjubkan. dan membangkitkan ide atau gagasan yang baru. jika siswa dengan tingkat berpikir kreatif tinggi. yaitu V2.

maka Ali akan sampai lebih dahulu ke kota B daripada Joko. tampak bahwa jika V1 > V2. Dari grafik di atas. dapat disimpulkan sebaliknya. Situasi pada soal dapat diilustrasikan sebagai berikut. Dengan memodifikasi grafik di atas. dapat disimpulkan bahwa Joko akan lebih dahulu sampai ke kota B daripada Ali. 8 . yakni Joko lebih dahulu sampai ke kota B daripada Ali. Pada grafik di atas. Dengan penalaran serupa. dengan memodifikasi ilustrasi tersebut. jika V1 > V2.kota B daripada Joko. Strategi kedua adalah dengan skema. Sebaliknya jika V1 < V2 Strategi ketiga adalah dengan grafik. Kemungkinan kedua adalah V1 < V2. sumbu mendatar menyatakan waktu (t) dan sumbu tegak menyatakan jarak (s). V1 V2 Joko Ali Dari ilustrasi di atas. maka Ali akan sampai lebih dahulu ke kota B daripada Joko. dapat ditunjukkan bahwa Joko akan lebih dulu sampai ke kota B daripada Ali. Situasi pada soal dapat disajikan dalam grafik berikut.

5) -4 0 (-4.Contoh 3 tugas berpikir kreatif matematik SMP (Mahmudi. Berapakah perbandingan banyaknya siswa yang menyukai sinetron dan olahraga? c. Tuliskan sebuah pecahan yang menunjukkan banyaknya siswa yang menyukai berita dibandingkan banyaknya siswa keseluruhan.5) 9 . Berdasarkan diagram di atas.0) 1 5 (1.-3) 0 0 (0.0) -3 -3 (-3. Dengan membuat grafik fungsi X F(X) (X. 2010) Diagram berikut menunjukkan acara TV favorit dari seluruh siswa SMP Cerdas Cendekia. buatlah 3 soal atau pertanyaan berbeda yang berkaitan dengan topik pecahan. Contoh 4 tugas berpikir kreatif matematik SMA (Mulyana. kemudian selesaikanlah ! Penyelesaian : Beberapa soal yang mungkin disusun siswa adalah sebagai berikut.-4) -1 -3 (-1. 2011) Tentukan beberapa cara untuk menentukan sumbu simetri grafik fungsi kuadrat f(x) = x2 + 4x ! penyelesaian : Cara menentukan sumbu simetri grafik fungsi kuadrat antara lain : 1.-3) -2 -4 (-2. Berapa persen siswa yang menyukai olahraga? b. a. F(X)) -5 5 (-5.

2011) Fungsi kuadrat f mempunyai sumbu simetri garis x = 2 dan mempunyai titik balik maksimum.0) dan (-4. kita bisa mengambil dua titik sebarang sedemikian hingga diperoleh tepat sebuah rumus fungsi kuadrat f. maka b = -4. maka persamaan sumbu simetri fungsi tersebut adalah : 3. Dengan menentukan akar-akar persamaan kuadrat ⇔ ⇔ Karena akar-akar persamaannya -4 dan 0.0) 10 . 2011) Tentukan titik balik fungsi kuadrat f(x) = -x2 + 6x – 5 tanpa menggunakan rumus. sehingga rumus fungsi f menjadi Dari persamaan . atau prosedur yang telah ada ! Contoh 6 tugas berpikir kreatif matematik SMA (Mulyana. misalka a = -1. gambar.6 4 2 0 -6 -5 -4 -3 -2 -1 -2 -4 -6 0 1 2 Dari grafik di atas nampak bahwa persamaan sumbu simetri fungsi : X = -2 2. Dengan menggunakan rumus persamaan sumbu simetri fungsi yaitu : . karena a=1 dan b=4 Contoh 5 tugas berpikir kreatif matematik SMA (Mulyana. Misalka (0. Tentukan dua buah titik yang mesti diketahui supaya dapat diperoleh tepat sebuah rumus fungsi kuadrat f ! penyelesaian : Persamaan umum fungsi kuadrat f adalah persamaan sumbu simetrinya karena f mempunyai titik balik maksimum maka a < 0.

meliputi: 1. menganalisis mengevaluasi serta mengambil keputusan tentang apa yang diyakini dan dilakukan. matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang mengajarkan cara berpikir kritis dan kreatif perlu diajarkan di semua jenjang pendidikan formal. selain itu jawabannya harus bervariasi. Oleh sebab itu. Proses berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental yang digunakan untuk menemukan banyak kemungkinan jawaban pada suatu masalah. dan membangkitkan ide atau gagasan yang baru. 11 . 3. 9. Tetapi semua jawaban itu harus sesuai dengan masalah dan tepat. 4. Memahami orang lain dan dirinya. 5. Menyatakan kebenaran pertanyaan atau pernyataan Menganalisis pertanyaan atau pernyataan. Mengklasifikasi. Pentingnya matematika bisa dilihat dari manfaat dan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. 8. Mengurutkan. mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Kemampuan berpikir kreatif seseorang makin tinggi. 6. Memutuskan. secara sebab akibat. misalnya gagasan objek-objek. Memprediksi (termasuk membenarkan prediksi).C. 2. jika ia mampu menunjukkan banyak kemungkinan jawaban pada suatu masalah. misalnya secara temporal. Berteori. Indikator keterampilan berpikir kritis yang penting. Berpikir logis. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif sangat diperlukan oleh siswa mengingat bahwa dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat dan memungkinkan siapa saja bisa memperolah informasi secara cepat dan mudah dengan melimpah dari berbagai sumber dan tempat manapun di dunia. secara logis. misalnya apakah cukup bukti. Berpikir kritis adalah kemampuan menggunakan logika untuk membuat. Kesempulan Kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis merupakan hal yang harus dimiliki oleh siswa. juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan. 7.

(29 Nopember 2012) Williawati. L._PEND.upi. (2009). Mahmudi. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UNPAS: tidak diterbitkan 12 .pdf. Agustine. T. (2009). Jakarta: Balai Pustaka.files.edu/Direktori/FPMIPA/JUR.E. (2011). Mulyana. 28 Nopember 2008. (2008). (2009).wordpress. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UNPAS: tidak diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (2006). Makalah Disajikan pada Konferensi Nasional Matematika XV.Y. Mengembangkan Soal Terbuka (Open-Ended Problem) dalam Pembelajaran Matematika. (2010). Jurnal (Online) http://tatagyes.com/2009/11/paper07_jurnalpgriyogja. (2009). UNIMA Manado. hal. 49-60 Mahmudi. (2008). (5 Nopember 2012). Jakarta : BNSP. Makalah Disampaikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika yang Diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Yogyakarta. Bahan Belajar Matakuliah Proses Berpikir Matematik Program S2 Pendidikan Matematika. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Pemecahan Masalah Tipe ”What’s Another Way”. Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematika.S. Mengapa. T. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UNPAS: tidak diterbitkan Aisyah. (2012). A. Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Diskursus terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Matematika. A. Izzati. N. http://furahasekai. (2011).pdf. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Siswono. Penerapan Strategi Konflik Kognitif dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal (Online) http://file. Pengaruh Penggunaan Strategi Heuristik terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa. (12 Desember 2012) Sumarmo._MATEMATIKA/195101061976031/File_24_Kemampuan_Berpikir_Kritis_dan_Kreatif_Matematik. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. Bandung 19 Desember 2009. U.wordpress.DAFTAR PUSTAKA . Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif. dan Bagaimana Mengembangkannya Pada Peserta Didik. T. 30 Juni – 3 Juli 2010. STKIP Siliwangi Bandung. (1991). P.P. Berpikir Kreatif dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis: Apa. Wardhani.com/2011/10/06/kemampuan-berpikir-kritis-dan-kreatifmatematika/. T.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful