HASIL PERBANDINGAN PEMERIKSAAN CRITICAL FLICKER FREQUENCY DAN NUMBER CONNECTION TEST PADA ENSEFALOPATI HATI PADA SIROSIS

HATI DI RSUD KOJA
Teddy Marzuki Herman*, Michael Iskandar*, Suzanna Ndraha** * Kepaniteraan Ilmu Penyakit Dalam RSUD KOJA, Universitas Trisakti ** SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta

Abstract Introduction: Hepatic encephalopathy is one of the major causes responsible for morbidity and mortality in chronic liver disease/ cirrhosis. The number connection test, is regarded as a sensitive psychometric measure for the assessment of subclinical hepatic encephalopathy (SHE). The aim of this study was for the follow-up of the SHE patients instead of a diagnostic parameter and find out the normal value of psychometric test. Method: We studied about critical flicker frequency and number connection test for Cirrhotic patients with encephalopathy which caring by the Internal Medicine Department at koja Hospital, fits the research criteria. This research found a total of 38 patients with chirossis hepatic. The type of study that has been used is, observasional with cross sectional design. The inclusion criteria, were all the patients with liver cirrhosis of any cause. While on the other hand, the exclusion criteria are all patients who refuses or did not want to participate, all patients cannot understand Indonesian language, all patients with acute infection, all patients with hematemesis melena. Patients were considered to be enchepalopati hepatic if the patient requires more then 30 second for number connection test and >38 Hz for critical flicker frequency. Result: from inventigation we found 9 people ( 24% ) with value > 38 Hz, whereas 29 people ( 74% ) with value < 38 Hz. In addition to NCT investigation there is nobody include 0 degree, 3 people belonging to 1 degree (8%), 11 people belonging to 2 degree (29%), 11 people belonging to 3 degree (29%), and 13 people belonging to 4 degree (34%). 3 people from 1 degree NCT, 2 people with CFF > 38 Hz (67%) and 1 people with CFF < 38 Hz (33%). 11 people from 2 degree NCT, 5 people with CFF > 38 Hz (45%) and 6 people with CFF < 38 Hz (55%). 11 people from 3 degree NCT, 2 people with CFF > 38 Hz (18%) and 9 people with CFF < 38 Hz (82%). 13 people from 4 degree NCT all value without CFF < 38 Hz. Conclusion: The result of critical flicker frequency number connection test may be more useful for follow-up rather than diagnosis Keywords : Critical flicker frequency, Number connection test, liver cirrhosis, enchepalopati hepatic

Number connection test. Hasil: Dari pemeriksaan CFF didapatkan 9 orang ( 24% ) dengan nilai > 38 Hz. Diperoleh total 38 pasien sirosis hati.Abstrak Pendahuluan: Ensefalopati hati adalah salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada penyakit hati menahun/ sirosis. Kesimpulan: Number connection test dapat digunakan untuk tindak lanjut dari pasien ensefalopati hati bukan sebuah parameter diagnostik. Dari pemeriksaan NCT tidak ada yang termasuk NCT derajat 0. Pasien dapat dikatakan ensefalopati hati jika menyelesaikan test lebih dari 30 detik untuk number connection test dan >38 Hz untuk critical flicker frequency. Dari 3 orang dengan NCT derajat 1. Tujuan dari penelitian mengetahui apakah ini adalah untuk number connection tes dapat digunakan untuk tindak lanjut dari pasien ensefalopati hati bukan sebuah parameter diagnostik Metode: Kami mempelajari tentang Pasien sirosis hati dengan ensefalopati yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUD koja. 11 orang dengan NCT derajat 2 (29%). 2 orang dengan CFF > 38 Hz (18%) dan 9 orang dengan CFF < 38 Hz (82%). 2 orang dengan CFF > 38 Hz (67%) dan 1 orang dengan CFF < 38 Hz (33%). Dari 11 orang dengan derajat 3. Dari 11 orang dengan NCT derajat 2. ensefalopati hati. 3 orang dengan NCT derajat 1 (8%). semua pasien yang dalam infeksi akut. Kata kunci: number conection test. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional. . sedangkan 29 orang ( 74% ) dengan nilai < 38 Hz. memenuhi kriteria penelitian. dan 13 orang dengan NCT derajat 4 (34%). 11 orang dengan NCT derajat 3 (29%). 5 orang dengan CFF > 38 Hz (45%) dan 6 orang dengan CFF < 38 Hz (55%). Sedangkan criteria eksklusi adalah semua pasien sirosis hati yang menolak atau tidak menginginkan untuk berpartisipasi dalam penelitian in. dianggap sebagai psychometric sensitif untuk mengukur penilaian subclinical ensefalopati hati. dan semua pasien yang sedang hematemesis melena. Dari 13 orang dengan NCT derajat 4 semua didapatkan nilai CFF < 38 Hz. sirosis hati. Kriteria inklusi adalah semua pasien sirosis hati dengan berbagai penyebab.semua pasien yang tidak paham bahasa indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful