BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Minat baca adalah suatu kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk senang membaca sehingga aktivitas membaca dilakukan atas kemauan dan kesadaran sendiri. Seseorang yang telah mempunyai minat baca yang tinggi akan selalu haus dengan buku-buku bacaan. Setiap kali ada buku baru yang menarik, pasti tidak akan terlewatkan untuk dibaca. Mulai dari bahan hasil print media cetak ataupun media elektronik. Buku adalah satu dari beberapa jenis media yang banyak memberikan ilmu pengetahuan. Jenis buku itu sendiri dapat bermacam-macam, mulai dari buku pelajaran sampai buku cerita/novel. Selain buku, masih banyak lagi media lainnya yang bisa membagi informasi, ilmu pengetahuan dan wawasan. Contohnya adalah Koran, majalah, tabloid, dan yang paling canggih karena menggunakan media elektronik adalah internet.Akan tetapi sebaliknya, orang yang minat bacanya rendah cenderung acuh tak acuh dengan buku bacaan. Jangankan membaca , memegang bukunya saja mereka tidak mau. Majunya sebuah bangsa tidak pernah lepas dari kegiatan belajar-mengajar yang berhasil. Belajar sendiri sangat identik dengan membaca. Dengan membaca seseorang akan menambah pengetahuan dan memperluas cakrawala berfikir. Bahkan di dalam agama Islam sendiri sudah jelas bahwa wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW dalam Surat Al-Alaq berbunyi Iqro’ yang artinya bacalah. Jadi bisa dikatakan membaca merupakan jembatan awal untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 1

2 TUJUAN a.3 RUMUSAN MASALAH a. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA b. Tapi. b.atau mencari referensi. mencari bahan kuliah. mahasiswa akan berdatangan ke perpustakaan untuk membuat PR atau tugas.Kita bisa melihat seperti di perpustakaan UNISMA. 1. Mencari upaya meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA c. c. di luar itu apakah mereka akan membaca lagi? Jawabannya adalah “belum tentu”. ada waktu ramai dan senggang dikunjungi mahasiswa. Rendahnya motivasi membaca ini juga diungkapkan oleh James Moffet. Pada waktu ramai misalnya. Mencari inovasi dan strategi baru untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA 1. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan rendahnya minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA? Bagaimana upaya meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA? Inovasi dan strategi apa saja untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA? Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 2 . seorang spesialis seni bahasa dan co-pengarang buku Student-Centered Language Art K12 mengatakan bahwa persoalan-persoalan membaca disebabkan oleh rendahnya motivasi mahasiswa untuk membaca. Itu semua adalah tuntutan sebagai salah satu kewajiban yang harus dipikul oleh seorang mahasiswa.

Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 3 .

2. Dalam bahasa Arab disebut ”al-maktabah” yang berarti tempat menyimpan buku-buku. yaitu: 1. yang berisi buku-buku koleksi. Pengertian menurut tokoh • Menurut Sutarno NS. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan. Tinjauan ini dapat kita kihat dari tiga segi.” 3. bagian dari gedung/bangunan. yang disusun dan diatur sedemekian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca. Pengertian menurut bahasa • Dalam bahasa Indonesia istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per” dan akhiran ”an”.” • • Dalam bahasa Inggris disebut “library yang berarti perpustakaan. dsb). Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 4 . Si.1PENGERTIAN PERPUSTAKAAN Sebelum penulis mengemukakan pengertian perpustakaan perguruan tinggi.BAB II PEMBAHASAN 2. “Perpustakaan adalah suatu ruangan. atau gedung itu sendiri. M.. Pengertian menurut istilah • Menurut IFIA (International Federation of Library Associationsand Institutions) “Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai. terlebih dahulu penulis mengemukakan pengertian perpustakaan secara umum.

2. a. sebagai indikator rendahnya minat baca di kalangan mahasiswa UNISMA. Sedangkan perpustakaan perguruan tinggi berfungsi sebagai sarana kegiatan belajar-mengajar.” adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan pengertian perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan.2 INDIKATOR RENDAHNYA MINAT BACA MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNISMA Berikut ini beberapa data hasil survey yang berhasil didapatkan penulis. dan Negara maju lainnya yang masyarakatnya punya tradisi membaca buku.• Adjat Sakri dkk “Perpustakaan tersebut. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari Negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi. Amerika. United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO). menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur. Hasil survey lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan. diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi. Jepang. Jerman. menunjukkan bahwa minat baca penduduk Indonesia pada saat ini jauh di bawah Negara-negara Asia lainnya. begitu pesat peradapannya. Masyarakat Negara maju tersebut sudah menjadikan “buku” sebagai sahabat yang menemani hidupnya Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 5 . penelitian dan pengabdian masyarakat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

id) c. Jadi kalau dipresentase pengunjung perpustakaan dengan jumlah mahasiswa adalah 200/2000 X 100%= 10% d.9%) dan atau mendengarkan radio (40.b. padahal jumlah mahasiswa UNISMA sekitar 2000 orang (termasuk program pasca sarjana). Berikut hasil survey terhadap teman sekelas penulis sebanyak 24 mahasiswa tentang intensitas pergi ke perpustakaan selama 1 minggu NO 1 2 3 4 5 6 7 INTENSITAS DALAM 1 MINGGU 6X 5X 4X 3X 2X 1X TIDAK PERNAH TOTAL JUMLAH MAHASISWA 0 0 1 2 2 3 16 24 Berdasarkan indikator yang telah disebutkan ternyata permasalahan rendahnya minat baca tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa UNISMA .3%) ketimbang membaca koran (23. Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 yang menunjukkan bahwa masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi.bps.5%) (www. akan tetapi menjadi masalah nasional yang perlu segera mendapatkan perhatian dari Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 6 .go. Dari wawancara yang dilakukan oleh penulis kepada salah satu penjaga perpustakaan UNISMA memperlihatkan bahwa pengunjung perpustakaan UNISMA setiap hari adalah 180-200. Orang lebih banyak tertarik dan memilih untuk menonton TV (85.

karena mahasiswa yang notabene adalah kader penerus bangsa. dan lain-lain. night club. yaitu: a. Tempat hiburan lebih banyak menyediakan kesenangan bagi mereka daripada perpustakaan yang hanya menyediakan suasana hening dan tenang. b. The Flame. Belum adanya kurikulum di lingkungan kampus UNISMA yang mewajibkan mahasiswa untuk membaca buku. Akan tetapi dampak negative yang ditimbulkannya juga tak kalah banyaknya.pemerintah.3 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNISMA Mengapa minat baca mahasiswa dikatakan rendah? Ada banyak hal yang yang menjadi penyebab rendahnya minat baca pada mahasiswa UNISMA. Matos. ternyata melempem tidak punya pengetahuan luas. Mahasiswa hanya cenderung memperoleh pengetahuan dari dosen mereka saja. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan. Munculnya tempat-tempat ini sebenarnya sangat bagus bagi perkembangan kota Malang dan dapat menambah sumber pendapatan daerah. Mereka lebih suka nongkrong di cafe daripada jadi kutu buku perpustakaan. Mereka tidak mau aktif menambah pengetahuannya dengan mencari dan membaca buku di perpustakaan.s Cafe. Sayangnya pada kesempatan ini penulis hanya akan membahas upaya intern untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di kalangan kampus UNISMA. Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 7 . MOG. Gajahmada. 2. Semakin banyaknya tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di lingkungan kampus UNISMA seperti Hugo. Salah satunya adalah mengalihkan perhatian mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan.

kalaupun ada jumlahnya relatif sangat sedikit. f.c. d. Dari sekian banyak factor yang disebutkan sebelumnya. Mereka mengatakan bahwa para penjaga perpustakaan UNISMA cenderung arogan dan tidak menunjukkan raut muka Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 8 . akan tetapi mereka kecewa dengan pelayanan petugas perpustakaan. Belum ada nenek yang mewariskan budaya membaca. Akibatnya cucu mereka jadi malas membaca. dan cenderung pasif mencari pengetahuan baru. juga menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA. Banyak mahasiswa mengeluh tentang minimnya jumlah buku yang ada di perpustakaan UNISMA. Budaya membaca bukan merupakan warisan dari nenek moyang. Perkembangan tersebut antara lain tayangan tv. dan play station. e. Para petugas penjaga para perpustakaan mahasiswa. belum lagi masalah buku yang tidak adanya pembaharuan dan kebanyakan merupakan buku terbitan lama. akan tetapi juga disebabkan oleh manajemen perpustakaan itu sendiri. Perkembangan teknologi yang sangat cepat dewasa ini. Diakui atau tidak memang nenek moyang kita cenderung mewariskan budaya tutur atau dari mulut ke mulut. para mahasiswa selalu ketagihan untuk selalu dekat dengan alat hiburan ini. Koleksi buku perpustakaan yang terbatas dan tidak adanya pembaharuan buku. Dengan adanya kecanggihan teknologi ini. Sehingga mereka malas untuk mengunjungi perpustakaan karena perpustakaaan tidak bias memenuhi kebutuhan informasi yang selalu up-date setiap saat. computer. ternyata penyebab rendahnya minat baca mahasiswa UNISMA tidak hanya dating dari pribadi mahasiswa sendiri. internet. yang Mereka kurang sering ramah juga dipermasalahkan mengunjungi perpustakaan.

Pada level pendidikan perguruan tinggi. dapat diklasifikasikan menjadi 2 faktor. makanan yang bersifat nonfisik (untuk ruhani) juga penting. Sayangnya. materi atau fisik. Selain makanan yang bersifat fisik (untuk tubuh).bersahabat. Membaca adalah salah satu kegiatan Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 9 . Kesadaran mereka hanya sekedar memenuhi ‘tugas’ dan hal itu pun tidak dikerjakan dengan sepenuh hati. maka membutuhkan suplai rutin sebuah “makanan bergizi” agar keduanya tumbuh sehat dan berkembang secara sempurna. Kebanyakan manusia memang lebih memberikan suplai makanan yang diperlukan untuk tubuh (jasmani). Dalam diri manusia terdapat dua unsur pokok yang saling melengkapi kesempurnaannya. Secara fungsional. atau immateriil. kebanyakan manusia tidak memberikan suplai yang seimbang kepada dua unsur yang dimilikinya itu. Ratarata manusia tidak banyak menaruh perhatian kepada “makanan” yang diperlukan bagi otak atau hati dalam arti bukan fisik. Supaya kedua unsur itu seimbang. non fisik. yakni unsur jasmaniah dan ruhaniyah. seharusnya proses belajar-mengajar lebih menitik-tekankan pada budaya membaca daripada mendengar. misalnya membaca buku.4 UPAYA-UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNISMA Dari faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA yang telah disebutkan tadi. Rupanya hal ini ini yang mendasari mahasiswa enggan pergi ke perpustakaan. Upaya pertama yang bisa dilakukan adalah dari intern mahasiswa sendiri. informasi. yaitu faktor intern dan faktor ekstern mahasiswa. dan sebagainya. Unsur jasmaniah adalah sesuatu yang bersifat tampak. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Kesadaran ini belum banyak disadari oleh mahasiswa akan pentingnya di masa depan. sedangkan unsur ruhaniyah adalah sesuatu yang tidak tampak. 2.

namun mereka masih menganggap bahwa kecerdasan otak. kesadaran membaca belum juga menjadi sebuah kebutuhan. berkepentingan dan perhatian pada suatu obyek. pada masa Socrates para siswa diperkenalkan dengan budaya membaca. bahwa keprihatinan mendasar yang masih dirasakan oleh dunia akademis sampai saat ini adalah rendahnya intensitas minat baca. Dengan demikian. Obyek itu bisa berupa alam sekitar. Di antara sekian banyak aspek yang mendorong keberhasilan pendidikan pada masa itu adalah faktor budaya baca. Minat memang sebuah persoalan perasaan. bukan budaya mendengar. Sebagai sebuah lembaga yang sangat menentukan nasib hidup seseorang bagi masa depan. Timbulnya minat pada diri seseorang disebabkan oleh adanya rasa ketertarikan. Dengan demikian. yang berupa lingkungan sosial maupun lingkungan material. Namun dalam operasionalnya belum juga cukup berhasil. maka kegiatan membaca juga tidak ada. Pada tahun 1930-an Jean Pieget telah menampilkan sebuah strategi baru dalam proses belajar-mengajar di Indonesia. yang dikenal dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). dan keahlian didapat selain dari membaca. jika minat itu tidak ada. Lingkungan Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 10 . Tidak heran kalau waktu itu.manusia yang paling awal. masyarakat Socrates adalah masyarakat yang memiliki kepekaan sangat tinggi dan budaya kritis. bahkan sampai melahirkan seorang ilmuan maupun seorang filosof. mahasiswa UNISMA tidak lagi sadar tugas dan tanggungjawab dirinya sebagai komunitas akademis. sedangkan perasaan akan menentukan seseorang berbuat aktif dalam suatu kegiatan. sehingga ia dapat mengembangkan fungsi-fungsi jasmani maupun ruhaninya sesuai dengan cita-cita yang diinginkan. masyarakat dan bangsa. Kalau kita belajar ke masyarakat Yunani (kota lahirnya para filosof). Betapa nistanya jika para mahasiswa UNISMA tidak lagi menyadari eksistensinya sebagai cagar peradaban umat. Betapa naifnya. kepandaian.

Mahasiswa yang presentasi memaparkan penilaian hasil bacanya dan ilmu baru apa yang ia dapat dari buku tersebut. Budaya membaca memang bukanlah warisan dari nenek moyang kita. Misalnya.menarik menyebabkan dorongan kepada manusia untuk memperhatikannya. Dan ketiga sesuatu itu harus kontras. memang dari kedua belah pihak harus melakukan introspeksi. artinya membuat penasaran kepada pembaca sehingga mereka ingin tahu lebih mendalam. Sudah seyogyanya mahasiswa UNISMA mulai menjadi kutu buku yang selalu haus dengan buku dan informasi. Untuk mencapai hal-hal demikian diperlukan beberapa syarat. masyarakat masa depan berarti akan menuntut semua institusi pendidikan dan mahasiswa untuk bisa bersaing dalam kompetisi era global yang semakin ketat Selanjutnya dari sisi kampus UNISMA. atau mungkin dilakukan diskusi/debat mengenai isi buku tersebut. pertama sesuatu itu harus ditampilkan dengan gaya menarik. Kurikulum diterapkan dengan mewajibkan mahasiswanya untuk membaca minimal 3 judul buku berbeda. Tiap kali pertemuaan harus ada 1 atau lebih mahasiswa yang mempresentasikan hasil bacaannya kepada temen-temannya. Kedua. mengetahuinya. Dengan ditandainya era informasi dan pengetahuan. setidaknya bagi kita bersama dapat memetik tentang ‘jalan berfikir’ bagi masa depan manusia. dapat mernambah kurikulum universitas yang mewajibkan mahasiswanya membaca. Kemudian mahasiswa yang lain menanggapi presentasi temannya yang di depan. selanjutnya ingin mencapainya. dengan menambah 2 sks membaca intensif untuk semua jurusan. Para mahasiswa tidak boleh Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 11 . Dari budaya membaca. Mengenai para petugas yang dinilai mahasiswa kurang ramah. Apabila kurikulum ini diterapkan. otomatis mau tidak mau mahasiswa akan membaca. Akan tetapi mulai dari generasi kitalah harus dimulai budaya membaca agar generasi selanjutnya bisa mewarisi budaya yang kita rintis. adanya kekuatan yang menyebabkan menarik.

Mereka harus bisa memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan. diakui bahwa buku-buku yang ada diperpustakaan UNISMA merupakan buku terbitan lama dan jumlahnya relatif terbatas. Upaya positif yang dilakukan oleh perpustakaan UNISMA adalah dengan menambah jam buka pelayanan mulai pagi sampai sore. sekali lagi penulis mengharapkan supaya pihak kampus UNISMA memberikan rangsangan kepada mahasiswa agar Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 12 . sedangkan anggaran yang diberikan dari pihak universitas jumlahnya sangat terbatas. Akan tetapi. Apabila hal ini dibiasakan otomatis akan tercipta suasana yang harmonis di antara keduanya. Jika memungkinkan sistem pelayanan perpustakaan UNISMA tidak boleh kalah dengan pelayanan hotel. salam. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan selalu berusaha memperbanyak koleksi buku-buku baru. Cukup membuka koneksi internet maka pelayanan yang cepat bisa didapat. Sistem pelayanan on-line merupakan salah satu solusi. Setiap ada pengunjung yang masuk ke dalam perpustakaan harus disambut dengan seorang penerima tamu dan mempersilahkan mereka masuk. yakni: sapa. Pihak perpustakaan UNISMA harus peka dengan kemajuan ini. Hal ini membuat para mahasiswa bosan dengan buku-buku yang ada. Memang untuk belanja buku baru dibutuhkan dana yang jumlahnya tidak sedikit. Kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informatika merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Keduanya harus membiasakan 4S. pihak perpustakaan seharusnya bisa bekerja aktif mencari sumbangan dana dari para penerbit atau donator. Untuk mengakhiri uraian di atas. Para pengunjung bisa mendapatkan pelayanan. senyum.sewenang-wenang dan membuat suara gaduh saat berada di perpustakaan. Begitu juga dengan para petugas harus berusaha melayani dengan sebaiknya setiap mahasiswa yang datang ke perpustakaan UNISMA. dan santun. dalam hal koleksi buku. Akan tetapi. meskipun tidak datang langsung ke perpustakaan.

Dengan membca berarti kita selangkah menuju kesuksesan. Sementara itu. 2. menambah wawasan dan mendorong diri manusia untuk bersifat kritis. 2. Meningkatkan frekuensi pameran buku dan bedah buku di perpustakaan UNISMA yang melibatkan penerbit. perlu inovasi dan strategi yang dilakukan agar minat baca dapat tumbuh dan membudaya di kalangan mahasiwa UNISMA Beberapa inovasi dan strategi yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan minat baca pada mahasiswa ini antara lain dilakukan dengan cara : 1. Maka. infrastruktur yang mengkondisikan agar minat baca tumbuh dan berkembang. 3. Komik. Membaca dapat menggerakkan pikiran. Proses pembelajaran di kampus harus dapat mengarahkan kepada peserta didik untuk rajin membaca buku dengan memanfaatkan literatur yang ada di perpustakaan UNISMA. Bahkan anak yang belum bisa baca-tulis pun akan menangkap ceriteranya. LSM.menyadari akan pentingnya budaya membaca. semisal Tintin. dan Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 13 .5INOVASI DAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNISMA Berbagai rujukan di atas memberikan suatu hipotesis bahwa minat baca mahasiswa UNISMA rendah. Disinilah peran dosen sebagai pendidik dan pengajar memberikan motivasi melalui pembelajaran mata pelajaran yang relevan memberi tugas kepada peserta didiknya. Pesan yang disampaikan mudah dicerna anak muda. Bahkan seorang penulis Henny Supolo Sitepu mengemukakan bahwa komik adalah salah satu bentuk bacaan yang bisa menjadi salah satu “pintu masuk” untuk kesenangan aanak muda. dari gambar tokohnya sudah bisa “berbicara” dan bikin tertawa. masyarakat pecinta buku. Buku bacaan dikemas dengan gambar-gambar yang menarik.

tentu mahasiswa akan terpacu semangatnya. 4. resensi buku. Apalagi kalau ada hadiahnya. Membentuk Dengan mewajibkan diskusi mahasiswa yang untuk berkunjung utamanya dan berpartisipasi aktif pada pada kegiatan tersebut. membaca berita. forum-forum tujuan adalah menumbuhkan dan meningkatkan minat baca para mahasiswa UNISMA sekaligus sebagai dasar membuat tulisan karena dalam forum ini mahasiswa akan meresensi buku yang disediakan pihak kampus. dan sebagainya. 5. Dengan adanya kompetisi ini diharapkan mahasiswa akan terangsang untuk aktif membaca dan mengunjungi perpustakaan. Membuat kompetisi mengarang. tujuannya agar mahasiswa selalu berlomba-lomba mengunjungi perpustakaan. Setiap sebulan sekali memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang paling aktif mengunjungi perpustakaan. Siapa yang paling sering mengunjungi perpustakaan akan mendapatkan penghargaan dari perpustakaan. Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 14 .Depdiknas. tes pengetahuan. 6.

Semakin banyaknya tempat hiburan dan pusat perbelanjaan di lingkungan kampus UNISMA. Budaya membaca bukan merupakan warisan dari nenek moyang. Faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca mahasiswa di perpustakaan UNISMA adalah: a. b. Inovasi dan strategi untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di perpustakaan unisma. c. diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi. d. antara lain: Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 15 . Perkembangan teknologi yang sangat cepat. Belum adanya kurikulum di lingkungan kampus UNISMA yang mewajibkan mahasiswa untuk membaca buku. Para petugas penjaga perpustakaan yang kurang ramah.BAB III PENUTUP 3.. e. Koleksi buku perpustakaan yang terbatas dan tidak adanya pembaharuan buku. menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur. f.1 Kesimpulan Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan.

b. Semoga bermanfaat. Meningkatkan frekuensi pameran buku dan bedah buku di perpustakaan UNISMA. Amin. Setiap sebulan sekali memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang paling aktif mengunjungi perpustakaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis agar penulisan makalah selanjutnya lebih sempurna. Memberikan motivasi melalui pembelajaran mata pelajaran yang relevan memberi tugas kepada mahasiswa. Buku bacaan dikemas dengan gambar-gambar yang menarik.a. d. Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 16 . c.2 Saran Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari banyaknya kesalahan yang terjadi baik dari segi isi maupun penulisan. Membuat kompetisi. e. f. 3. Membentuk forum-forum diskusi.

Basuki.DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Depdikbud. Zuhdi. 2003. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Kamus Al-Muyassar Arab-Indonesia. dan Pustakawan. Kamus Umum Bahasa Indonesia.Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka. 1988. Perpustakaan dan Masyarakat. Yogyakarta: Kanisius Upaya Mengatasi Rendahnya Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan Unisma Page 17 . Zaid Husein.Nadjib. 2003. Al Hamid. Kepustakawanan. Sutarno. Jakarta: Universitas Terbuka. Perpustakaan. Kamus Lengkap Praktis 20 Juta Inggris Indonesia. Surabaya: Fajar Mulya. 1982. Pekalongan. Soetminah. 1992. NS. Sulistyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful