MODUL

7

Contoh-contoh soal yang dipecahkan : 1. Tentukan daya yang diserap oleh elemen X pada Gambar 1 bila elemen adalah: (a) tahanan 70 Ω; (b) sumber tegangan bebas 2 V, acuan + sebelah kiri; (c) sumber tegangan tak bebas, acuan + sebelah kiri, besarnya 19ix; (d) sumber arus bebas, anak panah mengarah ke kanan. (Hal. 41 No. 9 Rangkaian Listrik jilid 1 William H. Hayt, Jr)

20 Ω

30 Ω

15 Ω 8V X

50 Ω
+ -

3V ix

Gambar 1: Lihat Contoh Soal 1. 2. Dalam rangkaian pada Gambar 2, X adalah sebuah elemen rangkaian sederhana. Anggap X menyerap 100 W dan : (a) tentukan R bila X adalah tahanan lebih besar dari 50 Ω; (b) tentukan is, panah acuan mengarah ke bawah bila X adalah sumber arus bebas, is > 2 A. (Hal.43 No. 18 Rangkaian Listrik jilid 1 William H. Hayt, Jr)

25 Ω

5A

X

100 Ω

Gambar 2: Lihat Contoh Soal 2.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dian Widiastuti

RANGKAIAN LISTRIK

1

3. Gunakan analisis mesh pada rangkaian berikut untuk mencari ix.

ix
+ -

5Ω 2A 24 V

10 Ω

20 Ω

36 V

Gambar 3: Lihat Contoh Soal 3. 4. Pakailah analisis simpul untuk mencari vp dalam rangkaian yang terlihat pada Gambar 4 : (Hal. 87 No. 2 Rangkaian Listrik jilid 1 William H. Hyat, Jr)

4A 20 Ω 25 Ω 5Ω

+ 20 A 10 Ω vp 50 Ω 5A 100 Ω 10 A

Gambar 4: Lihat Contoh Soal 4.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dian Widiastuti

RANGKAIAN LISTRIK

2

5. 90 No. (a) Bila X adalah sebuah tahanan sebesar 70 Ω 20 Ω 8V 15 Ω 70 Ω loop 50 Ω 30 Ω 3V + 3 (a) Gambar 6a: Gambar 1 jika X adalah sebuah tahanan 70 Ω. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK . Hyat. (Hal. Jr) 15 A 4Ω 2Ω 45 A + 6Ω 30 V 180 V + i 12 Ω Gambar 5: Lihat Contoh Soal 5. 24 Ω Jawaban : 1. Gunakan teorema superposisi dalam rangkaian yang terlihat pada Gambar 5 untuk mencari i. 18 Rangkaian Listrik William H.

05113 Watt = 51.132 mW 2 (b) Bila X adalah sebuah sumber tegangan bebas 2 V.174 mW PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK + 4 2V 50 Ω 30 Ω . − 8 + 185i + 3 = 0 185i = 5 i= 1 37 A Maka daya pada tahanan 70 Ω adalah : p 70 Ω = i 2 R  1  =   ⋅ 70  37  = 0. 20 Ω 8V 15 Ω + - loop 3V (b) Gambar 6b: Gambar 1 jika X adalah sebuah sumber tegangan bebas 2 V.026 A Maka daya pada tegangan 2 V adalah : p 2V = 2 ⋅ 0. − 8 + 115i + 2 + 3 = 0 115i = 3 i = 0.Dengan menggunakan hukum tegangan Kirchoff pada loop diatas akan didapat. Dengan menggunakan hukum tegangan Kirchoff pada loop diatas akan didapat.052 Watt = 52. acuan + sebelah kiri.026 = 0.

acuan + sebelah kiri.5 mW (d) Bila X adalah sebuah sumber arus bebas.0515 W = 51.083 mA Maka daya pada tegangan tak bebas adalah : p19i x = 19i x ⋅ i = 19 ⋅ −i ⋅ i = 19 ⋅ 52.083 ⋅10 −3 = 0. besarnya 19ix 20 Ω 8V 15 Ω loop 3V (c) Gambar 6c: Gambar 1 jika X adalah sebuah sumber tegangan tak bebas 19ix. 20 Ω 15 Ω 50 Ω 30 Ω + ix 5 + 19ix 50 Ω 30 Ω .05208 A i = 52. Dengan menggunakan hukum tegangan Kirchoff pada loop diatas akan didapat.(c) Bila X adalah sebuah sumber tegangan tak bebas. dimana i = -ix − 8 + 115i + 19i x + 3 = 0 − 8 + 115i − 19i + 3 = 0 96i = 5 i = 0. anak panah mengarah ke 8V loop 3V PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti (d) RANGKAIAN LISTRIK + - kanan.083 ⋅10 −3 ⋅ 52.

2. Bila X adalah sebuah elemen rangkaian sederhana. v2 R v2 v2 Rx = = p 100 p= 5A Rx 100 Ω PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 6 . 5A X 100 Ω + 25 Ω V (b) Gambar 7b: Gambar 2 jika X adalah sebuah tahanan. (a) Bila X adalah tahanan lebih besar dari 50 Ω. Ini adalah perbuatan yang sia-sia karena sumber arus tersebut tidak mempunyai dampak terhadap rangkaian loop tersebut. + 25 Ω V (a) Gambar 7a: Penjelasan Gambar 2. X menyerap daya 100 W.Gambar 6d: Gambar 1 jika X adalah sebuah arus bebas.

salah satu cara yang bisa kita pergunakan adalah rumus abc v1. 2 = = − b ± b 2 − 4ac 2a 500 ± 500 2 − 4 ⋅ 5 ⋅10 4 2 ⋅5 500 ± 5 ⋅10 4 10 v1 = 72. 2 v2 100 27.6176 Ω Rx = Nilai diatas tidak memenuhi syarat (Rx > 50 Ω). Sedangkan jika v2 = 27.36 Ω 100 Ω (c) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 7 .6 2 Rx = 100 R x = 7. v v v −5+ 2 + =0 25 100 v 100 v 100 v −5+ + =0 25 v 100 4v 2 − 500v + 10 4 + v 2 = 0 5v 2 − 500v + 10 4 = 0 × 100v Untuk mendapatkan nilai v dari persamaan kuadrat diatas.6 V maka nilai dari Rx. v12 100 72. 2 = v1.Dengan mempergunakan hukum arus Kirchoff pada simpul tunggal.6 Volt Jika v1 = 72.36 Volt v 2 = 27.36 2 Rx = 100 R x = 52. Maka rangkaiannya menjadi sebagai berikut : 25 Ω 5A 52.36 Ω Rx = Nilai diatas memenuhi syarat (Rx > 50 Ω).36 V maka Rx.

6 V is = = 100 v2 100 27.6 Volt Nilai tersebut tidak memenuhi syarat untuk is > 2 A Jika v1 = 72.62 A PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 8 .36 Volt v 2 = 27. p = v ⋅ is is = p 100 = v v 5A is 100 Ω Dengan mempergunakan hukum arus Kirchoff pada simpul tunggal. (b) Bila X adalah sebuah sumber arus bebas is lebih besar dari 2 A + 25 Ω V (d) Gambar 7d: Gambar 2 jika X adalah sebuah sumber arus bebas.38 A Sedangkan jika v2 = 27.36 V.Gambar 7c: Gambar 7b jika X adalah sebuah tahanan > 50 Ω.36 =1. v 100 v −5 + + =0 25 v 100 4v − 500v + 10 + v = 0 2 4 2 ×100v 5v 2 − 500v + 10 4 = 0 Nilai dari v1 dan v2 telah kita peroleh pada bagian sebelumnya. maka is = = 100 v1 100 72.6 = 3. yaitu : v1 = 72.

62 A 100 Ω (e) Gambar 7e: Gambar 7d adalah sebuah sumber arus > 2 A. Dengan mempergunakan hukum tegangan Kirchhoff pada mesh 3 : 20i3 − 20i 2 + 10i3 + 36 = 0 − 20i2 + 30i3 = −36  (i ) Adanya sumber arus pada mesh 1 dan 2 menyebabkan kita menciptakan mesh super. akan didapat. Menentukan nilai is dapat mempergunakan 2 cara yaitu : (a) Analisis Mesh ix 24 V + - 5Ω 2A i1 i2 10 Ω 20 Ω i3 36 V Gambar 8: Penjelasan Gambar 3 dengan analisis mesh. sehingga gambar rangkaiannya menjadi sebagai berikut : 25 Ω 5A 3. dan dengan mempergunakan hukum tegangan Kirchhoff disekitar loop tersebut. 3.Nilai ini memenuhi syarat (is > 2 A). PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 9 . arus sumber dihubungkan dengan arus mesh yang dimisalkan tersebut : i2 − i1 = 2 i2 = 2 + i1  (iii ) kemudian kita substitusikan persamaan (iii) kedalam persamaan (i). − 24 + 5i1 + 20i2 − 20i3 = 0 5i1 + 20i2 − 20i3 = 24  (ii ) Akhirnya.

− 20i2 + 30i3 = −36 − 20( 2 + i1 ) + 30i3 = −36 − 40 − 20i1 + 30i3 = −36 − 20i1 + 30i3 = 4 dan pada persamaan (ii) 5i1 + 20i 2 − 20i3 = 24 5i1 + 20(2 + i1 ) − 20i3 = 24 5i1 + 40 + 20i1 − 20i3 = 24 25i1 − 20i3 = −16 Maka pada persamaan (iv) dan (v) :  ( v)  (iv ) − 20i1 + 30i3 = 4 × 2 25i1 − 20i3 = − 16 × 3 − 40i1 + 60i3 = 8 75i1 − 60i3 = − 48 + 35i1 = − 40 i1 = − 40 35 1 8 i1 = i x = − 1 = − = − 1.143 A 7 7 (b) Analisis Superposisi ix 24 V + - 5Ω 10 Ω 2A 20 Ω 36 V PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 10 .

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 11 .Gambar 9: Gambar 3 dengan analisis superposisi. ix + - 5Ω 20 Ω 10 Ω 24 V (b) Gambar 10b: Respon arus pada Gambar 10a. Bila sumber tegangan 24 V bekerja maka sumber arus 2 A diganti dengan rangkaian hubung terbuka (open circuit) sedangkan sumber tegangan 36 V diganti dengan rangkaian hubung singkat (short circuit) ix 24 V + - 5Ω 10 Ω 20 Ω (a) Gambar 10a: Gambar 9 jika sumber tegangan 24 V bekerja maka sumber arus 2 A dan sumber tegangan 36 V diganti dengan tahanan dalamnya.

(i x ) 24V = 24 24 = 20 ⋅10 2 5+ 5+6 20 + 10 3 2 72 =2 = = 2. ix 5Ω 2A 20 Ω 10 Ω (d) Gambar 10d: Respon arus pada Gambar 10c. ix 5Ω 10 Ω 2A 20 Ω (c) Gambar 10c: Gambar 9 jika sumber arus 2 A bekerja maka sumber tegangan 24 V dan 36 V diganti dengan tahanan dalamnya.0571 A 35 35 Jika sumber arus 2 A bekerja maka kedua sumber tegangan 24 V dihubung singkat. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 12 .

ix 5Ω 20 Ω 10 Ω 36 V (f ) Gambar 10f: Respon arus pada Gambar 10e. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 13 . ix 5Ω 10 Ω 20 Ω 36 V (e) Gambar 10e: Gambar 9 jika sumber tegangan 36 V bekerja maka sumber tegangan 24 V dan sumber arus 2 A diganti dengan tahanan dalamnya.(i x ) 2 A 20 ⋅ 10 2 6 3 ⋅2 = − 20 + 10 ⋅ 2 = − 20 ⋅ 10 2 +5 6 +5 20 + 10 3 1 = −1 A 7 Arus (ix)2A bernilai negatif karena berlawanan arah dengan yang diminta oleh soal.short dan sumber arus 2 A di-open. Jika sumber tegangan 36 V bekerja maka sumber tegangan 24 V di.

0571 A 35 35 Arus (ix)36V bernilai negatif karena berlawanan arah dengan yang diminta oleh soal.(i x ) 36V = − 20 36 ⋅ 20 + 5 5 ⋅ 20 + 10 5 + 20 2 72 = −2 =− = −2. (i x ) total = (i x ) 24V + (i x ) 2 A + (i x ) 36V 72 1 72 −1 − 35 7 35 1 = −1 A 7 = 4. Dari soal ini didapat. Dengan menggunakan analisis simpul dapat digambarkan sebagai berikut : 4A 20 Ω 25 Ω 5Ω v1 v2 + v3 v4 20 A 10 Ω vp - 50 Ω 5A 100 Ω 10 A PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Referensi Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 14 . Maka nilai arus ix merupakan penjumlahan dari masing-masing arus yang didapat dari masing-masing sumber (baik sumber tegangan ataupun sumber arus) yang diganti dengan rangkaian tahanan dalam sumber.

Selanjutnya kita jumlahkan arus-arus yang datang dan meninggalkan simpul v1. 20 − v1 v1 − v2 − =0 10 20 − 3v1 + v2 = − 400 v 2 = 3v1 − 400  (i ) × 20 400 − 2v1 − v1 + v2 = 0 Pada simpul v2. menjadi : 5v1 − 11v 2 + 4v3 = 0 5v1 − 11(3v1 − 400) + 4v3 = 0 5v1 − 33v1 + 4400 + 4v3 = 0 − 28v1 + 4v3 = − 4400 v3 = 28v1 − 4400 = 7v1 − 1100 4  (iii ) Pada simpul v3. dengan mempergunakan hukum arus Kirchhoff : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 15 . v1 − v 2 v 2 v 2 − v3 − − =0 20 50 25 5(v1 − v 2 ) − 2v 2 − 4(v 2 − v3 ) = 0 5v1 − 5v 2 − 2v 2 − 4v 2 + 4v3 = 0 5v1 − 11v 2 + 4v3 = 0  (ii ) × 100 Kita substitusikan persamaan i ke ii.Gambar 11: Penjelasan Gambar 4.

v3 − v 4 v + 10 − 4 − 4 = 0 5 100 20(v3 − v 4 ) + 600 − v 4 = 0 20v3 − 20v 4 − v 4 = −600 20v3 − 21v 4 = −600  ( vi ) × 100 Kita substitusikan nilai dari v3 dan v4 dari persamaan iii dan v ke persamaan vi untuk mendapatkan nilai v1.546 Volt Dengan didapatnya nilai v1 maka kita dapat menghitung dinilai vp atau v2.8v1 = −4535 v1 = 190. 20v3 − 21v 4 = −600 39 − 6175 = −600 5 140v1 − 22000 − 163.v 2 − v3 v −v + 4− 3 4 −5= 0 25 5 v 2 − v3 + 100 − 5(v3 − v 4 ) − 125 = 0 v 2 − v3 + 100 − 5v3 + 5v4 − 125 = 0 v 2 − 6v3 + 5v 4 = 25 × 25  (iv ) Dengan mengganti nilai v2. dan v3 pada persamaan iv dengan sesuai dengan persamaan i dan iii : v 2 − 6v3 + 5v 4 = 25 3v1 − 400 − 6(7v1 − 1100) + 5v 4 = 25 3v1 − 42v1 + 6600 + 5v 4 = 425 − 39v1 + 5v 4 = − 6175 5v 4 = 39v1 − 6175 v4 = 39 − 6175 5  (v) Dan terakhir pada simpul v4. melalui persamaan i : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 16 .8v1 + 25935 = −600 20(7v1 − 1100) − 21 − 23.

15 A 4Ω 2Ω 45 A + 30 V 180 V + 6Ω 24 Ω i Gambar 12: Penjelasan Gambar 5. Pertama-tama kita tinjau jika sumber arus 15 A bekerja maka kedua sumber tegangan 30 V dan 180 V dihubung singkat. Dengan menggunakan untuk mencari i. sedangkan 4 untuk 4Ω Ω sumber arus 45 A dihubung terbuka.546) − 400 = 171. 4 ⋅ 15  12 ⋅ 24  4+ + 6 + 2  12 + 24  =3 A 6Ω 2Ω i15 A = 24 ⋅3 24 +12 =2 A 15 A 15 A ix = 2Ω ix 24 Ω 6Ω ix 24 Ω PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB i 12 Ω (a) Dian Widiastuti i 12 Ω RANGKAIAN LISTRIK 17 .v p = v 2 = 3v1 − 400 = 3(190.64 Volt 4.

Jika sumber tegangan 30 V bekerja maka sumber arus 15 A dan 45 A diganti dengan rangkaian hubung terbuka (open circuit) sedangkan sumber tegangannya 180 V diganti dengan rangkaian hubung singkat (short circuit) 4Ω 4Ω 2Ω 2Ω 6Ω + 30 V + 6Ω 30 V ix ix 24 Ω 24 Ω PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB i 12 Ω (b) Dian Widiastuti i 12 Ω RANGKAIAN LISTRIK 18 .Gambar 13a : Jika sumber 15 A pada Gambar 12 bekerja maka sumber yang lain diganti dengan tahanan dalamnya.

30  24 ⋅ 12   +6+4+2  24 + 12  30 = = 1.Gambar 13b: Jika sumber tegangan 30 V pada Gambar 12 bekerja maka sumber yang lain diganti dengan tahanan dalamnya. 4Ω 4Ω 2Ω 2Ω 45 A ix 24 Ω 12 Ω 6Ω 24 Ω 45 A ix 6Ω i PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB i 12 Ω (c) Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 19 .5 A 12 24 3 ⋅ 24 +12 2 =1 A ix = i30 A = Bila sumber tegangan 45 A bekerja maka sumber arus 15 A diganti menjadi rangkaian hubung terbuka sedangkan kedua tegangan 30 V dan 180 V diganti menjadi rangkaian hubung singkat.

5 24 +12 = −9 A Nilai arus bernilai negatif karena berlawanan arah dengan arus yang diminta oleh soal. Dan terakhir jika sumber tegangan 180 V bekerja maka kedua sumber arus yaitu 15 A dan 45 A diganti dengan open circuit sedangkan sumber tegangan 30 dibuat short circuit.5 A ix = i 45 A = − 24 ⋅13. 4+2 ⋅ 45  24 ⋅ 12  4+2+ + 6  24 + 12  = 13.Gambar 13c: Jika sumber arus 45 A pada Gambar 12 bekerja maka sumber yang lain diganti dengan tahanan dalamnya. 4Ω 4Ω 2Ω 2Ω 6Ω 180 V + 6Ω 24 Ω 180 V + 24 Ω ix PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB i 12 Ω (d) i Dian Widiastuti 12 Ω RANGKAIAN LISTRIK 20 .

180 12 ⋅ (6 + 4 + 2) + 24 12 + (6 + 4 + 2) 180 = =6 A 6 + 24 (6 + 4 + 2) ⋅6 (6 + 4 + 2) + 12 12 =− ⋅ 6 = −3 A 24 ix = i180V = − Sehingga arus totalnya yaitu penjumlahan dari masing-masing sumber : itotal = i15 A + i30V + i 45 A + i180V = 2 +1 − 9 − 3 = −9 A Kerjakanlah soal-soal berikut ini (waktu 90 menit) 1. ( b) tentukan is.25 W dan : (a) tentukan R bila X adalah tahanan lebih besar dari 35 Ω.Gambar 13d: Jika sumber tegangan 180 V pada Gambar 12 bekerja sedangkan sumber yang lain diganti dengan tahanan dalamnya. Anggap X menyerap daya 56. Dalam rangkain pada Gambar 14. panah acuan mengarah ke bawah bila X adalah sebuah sumber arus bebas. X adalah sebuah elemen rangkaian sederhana. is > 3. 20 Ω 5A X 30 Ω PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 21 .5 A.

gunakan superposisi untuk mencari nilai ix + - 3Ω 4Ω 30 V 4A 12 Ω 66 V Gambar 16: Lihat Latihan Soal 3. Gunakan analisis simpul untuk mencari υx dan daya yang diberikan kepada tahanan 50 Ω dalam rangkaian pada Gambar 15. carilah arus dari 1 kΩ 3 kΩ tiap-tiap mesh dan carilah daya yang diserap oleh tahanan 6 kΩ. ix. Dalam rangkaian pada Gambar 16. 120 V 2υx 20 Ω + υx − 40 Ω 5A 50 Ω Gambar 15: Lihat Latihan Soal 2. 4. 10 V + − 60 Ω 3.Gambar 14: Lihat Soal Latihan 1. 6 kΩ 10 mA + υx − 1 υx 3 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB 4 kΩ 5 kΩ Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 22 . 2. Dengan mempergunakan analisis mesh pada Gambar 17.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Dian Widiastuti RANGKAIAN LISTRIK 23 .Gambar 17: Lihat Latihan Soal 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful