GANGGUAN BIPOLAR

A. Definisi Kelainan bipolar dikarakteristikan dengan perpindahan suasana hati dari deprisi yang dalam sampai euphoria hebat (mania), dengan periode menghalangi alam perasaan normal (mary c. Townsend, 1998) Gangguan bipolar I merupakan salah satu dari dua gangguan mood utama selain gangguan depresi mayor , sering disebut sebagai gangguan afektif atau mood Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan berbagai derajat kambuhan alam perasaan dari defresi sampai kegembiraan diselingi periode normal (marilynn e. Doengoes, 2006) Jenis – jenis kelainan bipolar : 1. Kelainan bipolar campuran Kategori ini melibatkan gambaran simtomatik penuh dari episode manik dan depresif mayor tercampur atau perubahan dengan cepat setiap beberapa hari. Gambaran psikotik mungkin atau mungkin tidak terbukti 2. Kelainan bipolar manik Alam perasaan yang nenonjol meningkat, meluas , atau peka . Aktivitas motorik berlebihan dan hiruk pikuk. Ciri-ciri psikotik dapat atau tidak terbukti. 3. Kelainan bipolar defresi Gejala – gejala merupakan karakteristik dari depresi mayor. Kriteria untuk diagnosa ini harus mencakup suatu riwayat dari sedikitnya satu episode manik. Ciri-ciri psikotik dapat atau tidak jelas.

1

dan 10 % tetap berubah atau menjadi buruk. dapat sependek satu minggu atau selama 30 tahun. Kedua macam episode ini seringkali terjadi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagmosis).  Perjalanan penyakit dan prognosa Gangguan pasca traumatik biasanya berkembang pada suatu waktu setelah trauma. Gangguan bipolar harus diobati secara kontinu. dukungan sosial yang kuat dan tidak adanya gangguan psikiatrik atau berhubungan dengan zat lainya. pada waktu tertentu dari peningkatan efekk disertai penambahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania) dan pada waktu lain berupa penurunan efek disertai pebgurangan energi dan aktivitas (depresi). Kira0kira 40 % trus menderita gejala ringan . Adanya fase normal pada gangguan bipolar sering mengakibatkan buruknya compliance untuk berobat karena dikira sudah sembuh 2 . Episode manik biasanya ada penyembuhan sempurna dan berlangsung antara 2 minggu sampai sampai 4-5 bulan. fungsi premorbide yang baik. Dimana efek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. tidak boleh putus. episode depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang usia lanjut. durasi gejala yang singkat. Gejala dapat berfluktuasi dengan berjalannya waktu dan mungkin paling kuat selama stres. Gambaran afektif bipolar Gangguan ini bersifat berulang (minimal dua episode). Prognosis yang baik diramalkan oleh onset gejala yang cepat. Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode. B. Tahap Perkembangan Pada umumnya. orang yang sangat muda atau sangat tua memiliki lebih banyak kesulitan dengan peristiwa traumatik dibandingkan mereka yang dalam usia pertengahan. 20 % terus menderita gejala .

Risiko kematian terus membayangi penderita bipolar. Kelainan bipolar terjadi 3 . dan pada waktu lain berupa penurunan suasana perasaan serta pengurangan energi dan aktivitas (depresi). gangguan ini bersifat episode berulang yang menunjukkan suasana perasaan pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. Dan gangguan bipolar termasuk salah satu contohnya. Semakin dini seseorang menderita bipolar maka risiko penyakit akan lebih berat. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. kronik bahkan refrakter. sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama.5%. Namun. gangguan jiwa menjadi salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara maju. Risiko bunuh diri meningkat pada penderita bipolar yang tidak diterapi yaitu 5. C. Boleh dibilang. Dari situ pulalah nama bipolar itu berasal. Biasanya kematian itu dikarenakan mereka mengambil jalan pintas alias bunuh diri. Episode pertama bisa timbul pada setiap usia dari masa kanak-kanak sampai tua. Berdasarkan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III.3 per 1000 pasien. insiden gangguan bipolar tidak tinggi. Pada kenyataannya.“Jangan menganggap remeh gangguan bipolar. Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan. Yang khas adalah terdapat penyembuhan sempurna antar episode. Gangguan jiwa bukan hanya ‘milik’ negara-negara miskin atau sedang berkembang seperti Indonesia. gangguan bipolar yang tidak diterapi dengan baik akan membahayakan jiwa penderita itu sendiri. Faktor predisposisi kelainan bipolar 1. Sementara yang diterapi ’hanya’ 1. Genetik Penyelidikan menunjukan bahwa ada suatu peningkatan timbulnya kelainan bipolar dalam derajat pertama relatif terhadap individu –individu dengan kelainan daripada dalam populasi umum. Teori biologis a.3-1. gangguan bipolar memiliki dua ’kutub’ yaitu manik dan depresi.5 per 1000 pasien. angka itu belum termasuk yang misdiagnosis. berkisar antara 0. dan gangguan ini pada waktu tertentu terdiri dari peninggian suasana perasaan serta peningkatan energi dan aktivitas (mania atau hipomania). Layaknya sebuah magnet.

Usaha pada tahapan batasan atau pada kesedihan merenungkan kegagalan – kegagalan dimasa lampau. Jadi respon – respon perilaku kegembiran dan europi dapat berhubungan dengan suatu kelebihan dari biogenik amin ini dalam otak. sebaliknya kelihatan sebenarnya seorang individu mengalami suatu episode manik. Perkembangan ego terganggu memberikan jalan untuk menghukum superego (kemarahan yang diturunkan kepada diri sendiri depresi) saat depresi menurun ego dapat masih terlalu lemah untuk mengontrol dorongan perasaan perilaku berlebihan yang didominan oleh id (manifestasi dari mania). Peningkatan faktor – faktor diteruskan untuk mendukung peran dari genetik dalam kecendrungan terhadap kelainan bipolar. Individu – individu manik memiliki suatu distribusi natrium intra seluler yang rendah cendrung untuk kembali kenormal saat mania berkurang. Saat anak matang dan mencoba meningkatkan otonomi dan kemandirian. Biokimia Kadar rendah norepinefrin dan dopamin selama suatu episode depresi. Teori psikososial/teori psikoanalitik Menyatakan bahwa ibu (pengasuh utama) mendapatkan kesenangan yang besar dari ketergantungan awal bayi. 4 . dalam model psikoanalisa ini mania diganbarkan sebagai citra cermin dari depresi suatu ”pengingkaran depresi interna”. Ia melebel anaknya ”buruk” sebagai perilaku yang menuntut kemandirian yang terus – menerus. Tanda – tanda kelainan bipolar 1. sang ibu merasa terancam. Afek dari seseorang individu manik merupakan satu dari kegembiraan dari euforia suatu yang terus menerus ”tinggi” akan tetapi afeknya labil dan dapat berubah dengan cepatnya menjadi bermusuhan khususnya dalam berespons terhadap usaha. Dinamika dari bipolar muncul diluar hubungan cinta-benci ini dengan orang tua.lebih sering pada wanita daripada pria melibatkan suatu faktor terikat – x dominan. 2. b.

rias wajah dan perhiasan yang tidak sesuai. sangat berkuasa dengan perasaan kebesaran dan keagungan. sulit untuk memotong proses pikir maladaktif. 9. Suka berbicara. individu tersebut benar – benar bergerak sepanjang waktu 4. 7. b. 5 . Proyeksi merupakan suatu mekanisme pertahanan yang utama. Flight of ideas. Mengeluarkan uang untuk bersenang – senang adalah hal yang umun. Aktivitas motoriknya konstan.2. Individu menolak untuk menerima tanggung jawab untuk konsekuensi – konsekuensi negatif dari perilaku pribadi. 5. Perubahan dalam proses pikir dan pada komunitas ditunjukan dengan : a. 6. 8. Penghambatan biasanya dibuang pada persetujuan keleluasaan perilaku seksual. Ia tidak mampu atau tidak berkeinginan untuk menghentikan keinginan untuk makan. Pola tidur terganggu pasien menjadi lupa untuk merasa lelah dan istirahat serta tidur ditolak sepanjang hari. d. Individu mengeluarkan sejumlah besar uang yang tidak tersedia utuk sejumlah barang – barang yang tidak dibutuhkan. Permusuhan secara verbal atau fisik dapat saja mengikuti kegagalannya dalam usaha – usaha ini. merupakan suatu loncatan topik dari satu topik ketopik lainya secara cepat terus menerus. c. Pasien memiliki nafsu makan yang sangat kurang walaupun tingkat aktivitas berlebihan. Waham kebesaran . Perilaku manipulatif dan batasan mencoba adalah hal yang umum dalam usaha untuk memenuhi hasyrat pribadi. Wahan penganiayaan. individu yakin bahwa seseorang atau sesuatu berhasyrat untuk membahagiakan atau bertindak kejam terhadap dirinya dengan berbagai cara. tekanan dari pembicara sangat hebat dan kuat. 10. 3. Seringkali brpakaian yang tidak sesuai warna – warna menyolok yang tidak cocok berpakaian tidak sesuai untuk usianya atau lebih tinggi rata – rata. individu yakin bahwa ia sangat penting.

Saat agitasi meningkat. episode kini manik dengan gejala psikotik 3. 12. Bila gejala 6 . Gangguan afektif bipolar. gejala meningkat. episode kini manik tanpa gejala psikotik 2. Gangguan afektif bipolar. sangat bersemangat untuk beraktivitas. Gangguan afektif bipolar. kini dalam remisi 8. Gangguan afektif bipolar. episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik 5. Pembagian Gangguan Afektif Bipolar Berdasarkan PPDGJ III (F31) 1. individu mudah dialihkan oleh stimulus yang sangat kecil dalam lingkungan. Hipomanik dapat diidentikkan dengan seorang perempuan yang sedang dalam masa ovulasi (’estrus’) atau seorang laki-laki yang dimabuk cinta. gejala-gejalanya sudah cukup berat hingga mengacaukan hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial. Gangguan afektif bipolar. dan manik dengan gejala psikotik. dan dorongan seksual yang meningkat adalah beberapa contoh gejala hipomanik. dapat terlihat bahwa episode manik dibagi menjadi 3 menurut derajat keparahannya yaitu hipomanik. Ada suatu ketidak mampuan untuk berkonsetrasi karena keterbatasan rentang perhatian. Kecuali pasien ditempatkan dalam suatu lingkungan yang terlindung. Gangguan afektif bipolar lainnya 9. Perasaan senang. Gangguan afektif bipolar. Gangguan afektif bipolar yang tidak tergolongkan Dari tabel 1. episode kini depresif berat dengan gejala psikotik 6. kematian dapat terjadi akibat kelelahan atau cedera. Perasaan mudah tersinggung dan curiga lebih banyak daripada elasi. Gangguan afektif bipolar.11. Harga diri membumbung tinggi dan terlalu optimis. manik tanpa gejala psikotik. Derajat hipomanik lebih ringan daripada manik karena gejala-gejala tersebut tidak mengakibatkan disfungsi sosial Pada manik. Perubahan dalam persepsi sensori dapat terjadi dan individu dapat mengalami halusinasi 13. episode kini campuran 7. episode kini depresif ringan atau sedang 4.

Akhir-akhir ini. Pola penurunan tersebut tidak mengikuti hukum Mendel. namun masih belum dapat diselidiki lokus mana dari kromosom tersebut yang benar-benar terlibat.tersebut sudah berkembang menjadi waham maka diagnosis mania dengan gejala psikotik perlu ditegakkan Bertolakbelakang dengan hipomanik/manik. Episode depresi tersebut harus berlangsung minimal selama 2 minggu baru diagnosis dapat ditegakkan. Telatnya manifestasi itu timbul karena diduga pada usia 15 tahun kelenjar timus dan pineal yang memproduksi hormon yang mampu mencegah gangguan psikiatrik sudah berkurang 50%. dan timbul perasaan bersalah dan tidak berguna. penelitian mengarah pada keterlibatan genetik. peneliti mulai menduga adanya hubungan neurotransmiter dengan gangguan bipolar. Namun. Beberapa diantaranya yang telah diselidiki adalah 4p16. 12q23-q24. pesimis. ternyata penderita sindrom Down (trisomi 21) berisiko rendah menderita gangguan bipolar. Pemikiran tersebut muncul berawal dari ditemukannya 50% penderita bipolar yang memiliki riwayat penyakit yang sama dalam keluarga. Bahkan risiko pada anak kembar sangat tinggi terutama pada kembar monozigot (40-80%). 18q22. 18 sentromer. Suasana hati diliputi perasaan depresif. 7 . Keturunan pertama dari seseorang yang menderita gangguan bipolar berisiko menderita gangguan serupa sebesar 7 kali. etiologi dan patofisiologi gangguan bipolar masih belum dapat dijelaskan. sedangkan kembar dizigot lebih rendah. Bila perasaan depresi sudah menimbulkan keinginan untuk bunuh diri berarti sudah masuk dalam depresif derajat berat  Virus Genetik Hingga saat ini. yakni 10-20%. Virus pun sempat dituding sebagai biang kerok. tiada minat dan semangat. Beberapa studi berhasil membuktikan keterkaitan antara gangguan bipolar dengan kromosom 18 dan 22. Sejak ditemukannya beberapa obat yang berhasil meringankan gejala bipolar. gangguan bipolar bermanifestasi 15-20 tahun kemudian. Serangan virus pada otak berlangsung pada masa janin dalam kandungan atau tahun pertama sesudah kelahiran. dan 21q22. Yang menarik dari studi kromosom ini. aktivitas berkurang. gejala pada depresi terjadi sebaliknya. 18q22-q23.

Korteks prefrontal.5% distimia. Penelitian oleh Goldstein BI dkk. catechol-O-metiltransferase (COMT). Kandidat gen yang berhubungan dengan neurotransmiter tersebut pun mulai diteliti seperti gen yang mengkode monoamine oksidase A (MAOA).5% gangguan cemas menyeluruh. Tak hanya itu. Seperti diketahui. Penelitian lain menunjukkan ekspresi oligodendrosit-myelin berkurang pada otak penderita bipolar. attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) menjadi komorbid yang paling sering didapatkan pada 90% anak-anak dan 30% remaja yang bipolar. Sementara itu. oligodendrosit menghasilkan membran myelin yang membungkus akson sehingga mampu mempercepat 8 . Dan hasilnya. BDNF adalah neurotropin yang berperan dalam regulasi plastisitas sinaps. neurogenesis dan perlindungan neuron otak. Gen yang mengatur BDNF terletak pada kromosom 11p13. tirosin hidroksilase. 15.  Kelainan otak Terdapat perbedaan gambaran otak antara kelompok sehat dengan penderita bipolar. seperti dilansir dari Am J Psychiatry 2006. 20. serotonin.1% terlibat dalam penyalahgunaan alkohol. dan noradrenalin. Tak berhenti sampai disitu. positif. Terdapat 3 penelitian yang mencari tahu hubungan antara BDNF dengan gangguan bipolar. menyebutkan bahwa dari 84 penderita bipolar berusia diatas 65 tahun ternyata sebanyak 38.Neurotransmiter tersebut adalah dopamine. dan serotonin transporter (5HTT. amygdala dan hipokampus merupakan bagian dari otak yang terlibat dalam respon emosi (mood dan afek). didapatkan jumlah substansia nigra dan aliran darah yang berkurang pada korteks prefrontal subgenual. peneliti juga mempunyai ‘tersangka’ baru yaitu gen yang mengekspresi brain derived neurotrophic factor (BDNF). Blumberg dkk dalam Arch Gen Psychiatry 2003 pun menemukan volume yang kecil pada amygdala dan hipokampus.  Komorbid Sebagian besar penderita bipolar tidak hanya menderita bipolar saja tetapi juga menderita gangguan jiwa yang lain (komorbid). BDNF diduga ikut terlibat dalam mood. dan 19% gangguan panik. Melalui pencitraan magnetic resonance imaging (MRI) dan positron-emission tomography (PET).

Terdapat segelintir orang yang kurang memberi respon terhadap lithium di antaranya penderita dengan riwayat cedera kepala. mencari tahu apakah gangguan mental yang dialami pasien merupakan akibat dari penggunaan zat psikoaktif (F10-19). penggunaan lithium mulai ditinggalkan. Bila jumlah oligodendrosit berkurang.  Medikamentosa Sudah lebih dari 50 tahun lithium digunakan sebagai terapi gangguan bipolar. Selain itu. pemeriksaan laboratorium tidak terlalu diperlukan.hantaran konduksi antar saraf. Dan terakhir. Pertama-tama. indeks terapinya sempit dan perlu monitor ketat kadar lithium dalam darah. menyingkirkan kemungkinan skizofrenia. Cukup dengan wawancara psikiatri yang runut dan pemeriksaan fisik yang lengkap. Perhatian ekstra harus dilakukan bila hendak merencanakan pemberian antipsikotik jangka panjang terutama generasi 9 . Antipsikotik mulai digunakan sebagai antimanik sejak tahun 1950-an. mania derajat berat (dengan gejala psikotik). pernah juga dilaporkan lithium dapat merusak ginjal bila digunakan dalam jangka lama. Karena keterbatasan itulah. Keefektivitasannya telah terbukti dalam mengobati 60-80% pasien. Di samping itu. Gangguan ginjal menjadi kontraindikasi penggunaan lithium karena akan menghambat proses eliminasi sehingga menghasilkan kadar toksik. gangguan skizotipal dan gangguan waham lainnya (F20-29). penderita cepat mengalami relaps. dan yang disertai dengan komorbid. maka dapat dipastikan komunikasi antar saraf tidak berjalan lancar.  Wawancara Psikiatrik Sama seperti kebanyakan gangguan jiwa yang lain. ‘Pamornya” semakin berkibar karena dapat menekan ongkos perawatan dan angka kematian akibat bunuh diri. diagnosis gangguan bipolar dapat ditegakkan. hendaknya menilai dulu kondisi medik umum guna menyingkirkan adanya gangguan mental organic (F00-F09). Selanjutnya. Bila penggunaanya dihentikan tibatiba. Tapi bukan berarti lithium tanpa cela. Antipsikotik lebih baik daripada lithium pada penderita bipolar dengan agitasi psikomotor.

pada pasien diatas 65 bulan. Bila putus. Adanya fase normal pada gangguan bipolar sering mengakibatkan buruknya compliance untuk berobat karena dikira sudah sembuh. dan tes Lelah. toksik epidermal nekrolisis DAFTAR PUSTAKA 10 . sedangkan Valproate (divalproate semisodium) · tahun dan yang tes fungsi ginjal dan rambut rontok. gangguan saluran cerna. hipersensitifitas. malam hari. titrasi Karbamazepin inisial · Dosis inisial 400 Darah rutin. dan sedasi 500 mg. poliuria. leukositosis. fase normal akan memendek sehingga kekambuhan semakin sering. mual. Dosis direndahkan dipantau setiap 3-6 gangguan kognitif. · Efek samping Tremor. tidak boleh putus. mg. edukasi sangat penting agar penderita dapat ditangani lebih dini. Rash sindrom Steven Johnson. diplopia. · dalam serum harus peningkatan berat badan. Lamotrigine · Dosis inisial 25 mg/hari pada 2 minggu pertama. polidipsi. dan ataxiakulit.Panduan Obat-Obatan Bipolar Berdasarkan British Association of Psychopharmacology (Sumber: Journal of Psychopharmacology 2003) Obat Lithium Dosis Monitoring Dosis tunggal 800 Kadar lithium mg. fungsi hati dilakukan?pada 2 pandangan kabur. lalu 50 mg pada minggu kedua dan Gangguan bipolar harus diobati secara kontinu. Oleh karena itu. Rawat jalan: dosis 6 bulan pertama. · Rawat inap: dosis Tes fungsi hati pada Nyeri pada saluran cerna. tremor. inisial 20-30 mg/kg/hari. peningkatan ringan enzim hati.

(2001).Doengoes. Jakarta : EGC Maslim.sivalintar. http://www. Rusdi. Edisi 3. (1998). (2006). 11 .00 WIB. Marilyn E. Mary C. visite : senin 20. Diagnosa Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas PPDGJ-III.html. Askep Psikiatri. Jakarta : FK-Unita Atmajaya Townsend. Buku Diagnosa Keperawatan Pada Kperawatan Psikiatri Edisi 2. Jakarta : EGC. 31/003/2008.com/bipolar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful