LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI APOTEK ZAHRA Tanggal 2 – 31 Januari 2013

Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan Praktek Kerja Lapangan DIII Farmasi Poitehnik Harapan Bersama Tegal

Pembimbing Praktek Kerja Lapangan Di Apotek Zahra

Pembimbing PKL 1

Pembimbing PKL 2

Rizky Febriyanti S.Farm.,Apt

Meikha Nurliani, S.Farm.,Apt

Direktur

Ketua Prodi Farmasi

Ir. Mc . Chambali, B.Eng.Ee

Heru Nurcahyo, S.farm. Apt

ii

MOTTO

1. Sebelum jauh – jauh memperbaiki diri sendiri, Sebelum jauh – jauh mencari segala solusi untuk segala masalah yang kita hadapi, nomor satu yang harus kita perbaiki adalah Sholat kita 2. Kejujuran Adalah Kunci utama dalam mencapai kesuksesan, baik dunia maupun akhirat . 3. Kasih sayang merupakan salah satu dorongan yang kuat untuk mencapai suatu hasil . 4. Untuk mencapai keberhasilan diperlukan adanya usaha dan doa .

iii

PERSEMBAHAN

Laporan PKL ini, penyusun persembahkan kepada : 1. Orang tua tercinta yang telah memberikan support dan motifasi baik mental, spiritual maupun doa . 2. Bapak Ir. Mc . Chambali, B.Eng.Ee selaku direktur Politeknik Harapan Bersama 3. Bapak Heru Nurcahyo,S.farm.,Apt selaku ketua Program Studi DIII Farmasi 4. Semua Bapak dan Ibu dosen yang kami hormati 5. Pemilik sarana Apotik dan Segenap karyawan-karyawan apotik Zahra yang telah membantu dan membimbing kami selama melakukan praktek kerja lapangan 6. Teman-teman sejawat, seangkatan semester III DIII Farmasi Politeknik Harapan bersama Tegal 7. Para kakak tingkat dan adik tingkat DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal.

iv

Teman-temanyang telah banyak membantu dalam proses penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini. Oleh karena itu. taufik. 31 Januari 2013 Penulis v . karena atas karunia. AMIEN. Tegal . Saudara. untuk itu penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun demi kesempurnaan laporan PKL ini. dan hidayah-NYA penyusunan Laporan Kerja Lapangan ( PKL ) dapat tersusun sebagaimana mestinya. dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada Ibu Serta Ayah kami.KATA PENGANTAR Segala puji dan rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Penulis sangat menyadari bahwa dalam proses penulisan laporan ini tidak mungkin dapat terselesaikan tanpa adanya bantuan dukungan serta keterlibatan dari berbagai pihak. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Sahabat. Semoga laporan PKL ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

..........................................2 Tinjauan Umum Tentang Apotek ................. MOTTO .............................................. BAB IV PEMBAHASAN ............................ BAB I PENDAHULUAN ................................3 Pelayanan ............. 1.............................. i ii iii iv v vi 1 1 5 7 11 15 15 18 21 25 31 31 38 38 39 vi .......................................... 2.................3 Tinjauan Umum Praktik Kerja Lapangan ........... 3............................................................................. 1...................... PERSEMBAHAN ..... 1........................................................ 2................................................................................................................................................................................................................4 Persyaratan Apotek .................................................3 Denah Lokasi Apotek Zahra ..................................................................................................................................................2 Administrasi ................ 3......................................................................... BAB II TINJAUAN UMUM APOTEK ZAHRA ......... DAFTAR ISI ..... 2........................ 1................ HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................................................................................................... 2.........................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................... KATA PENGANTAR ...1 Sejarah Apotek Zahra .........................................................................4 Kegiatan Apotek .................................................................................2 Struktur Organisasi Apotek Zahra .......................... 3...........................................1 Latar Belakang ......1 Pengenalan Tempat .......... BAB III PELAKSANAAN .......

..........2 Saran ........................................................................................... 43 43 44 45 DAFTAR PUSTAKA ...............1 Kesimpulan ............................................................. 5........................................................... LAMPIRAN vii .................. 5...................................BAB V PENUTUP ....................................................

apotik menjadi salah satu pendistribusi obat keberadaannya diatur oleh pemerintah. Pengadaan obat dan distribusi obat merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang penting karena obat merupakan faktor penting pendukung kesehatan. sehat bukan semata–mata anugerah. Apotek memiliki dua fungsi yaitu sebagian bentuk unit pelayanan kesehatan apotek yang menyediakan baik obat – obatan maupun alat kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh kerena itu. melainkan sesuatu yang harus diupayakan dan diperjuangkan oleh seluruh lapisan masyarakat. 1 . Kesehatan juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pengembangan sumber daya manusia. Dengan demikian.1 Latar Belakang Sehat merupakan hak dasar setiap manusia. Kesehatan merupakan salah satu unsur penting bagi kesejahteraan manusia. Setiap manusia di seluruh dunia berhak mendapatkan kesehatan. di mana setiap orang harus berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan dan mempertahankan kesehatan. mental maupun sosial ekonomi. kesehatan juga merupakan kewajiban. Di sisi lain. Kesehatan sendiri adalah keadaan sejahtera dari badan. dimana kesehatan tersebut menyangkut semua aspek kehidupan baik dari fisik. jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup secara sosial dan ekonomis.BAB I PENDAHULUAN 1.

Praktek Kerja Lapangan merupakan kegiatan untuk memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa farmasi dalam situasi dunia kerja yang nyata. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang telah didapatkan di perkuliahan dan laboratorium. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 922/ Menkes/ Per/ X/ 1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin Apotek. obat asli indonesia ( Obat tradisional ). Undang – undang atau keputusan presiden. III/MPR/2000 adalah : 1. memberikan batasan tentang Apotek yaitu suatu tempat penyaluran pembekalan farmasi kepada masyarakat. Sehingga dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mendedikasikan ilmunya. alat kesehatan dan kosmetika. yang pelaksanaannya dilakukan dengan ketetapan MPR. Undang – Undang Dasar (UUD) 1945 Ketentuan yang tercantum dalam UUD adalah ketentuan yang tertinggi tingkatannya. 2 . khususnya mengetahui dan memahami seluruh aspek-aspek kefarmasian di apotek. Tata urutan perundang-undangan RI menurut TAP MPR No. Dalam hal ini pembekalan farmasi yang dimaksud adalah obat. bahan obat. mahasiswa diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tersebut kedalam pelayanan yang nyata di Apotek selama pelaksanaan praktek kerja lapangan.

7. Ketetapan MPR ( Tap MPR ) Tap MPR yang memuat garis-garis dalam bidang legislatif dilaksanakan dengan undang-undang dan yang memuat dalam garisgaris dalam bidang eksekutif dilaksanakan dengan Keputusan Presiden. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kefarmasian serta makin tingginya kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang ( PERPU ) Dalam hal ini kepentingan yang memaksa. maka dituntut juga kemampuan para petugas 3 . 4. Peraturan – peraturan yang dikeluarkan oleh daerah dalam rangka otonomi daerah. tap MPR.2. 3. UU atau PP yang berkaitan. presiden berhak menetapkan Peraturan Pemerintahan pengganti undan-undang ( PERPU ). 6. Peraturan pemerintah (PP) Memuat aturan – aturan umum dalam melaksanakan undang – undang. Undang – undang ( UU ) untuk melaksanakan UUD dan Tap MPR. yang harus mendapat persetujuan DPR dalam persidangan berikutnya. Peraturan Daerah 8. tap MPR dalam bidang eksekutif. Keputusan Presiden ( Kepres ) Berisikan keputusan yang bersifat khusus untuk melaksanakan UUD. 5.

melalui penyediaan bahan baku obat dalam arti luas. telah diakui secara universal. WHO tahun 1997. Dengan demikian pada dasarnya kaitan tugas pekerjaan farmasis dalam melangsungkan berbagai proses kefarmasian. tetap menjadi seorang ahli dalam bidang obat.Sifat kewenaganyang berlandaskan ilmu pengetahuan ini memberinya semacam otoritas dalam berbagai aspek obat atau profesi kefarmasian yang tidak dimiliki oleh tenaga kesehatan yang dikelompokkan profesi. sasaran jenis pekerjaan yang dilakukan serta hasil kerja akhir yang seragam. membuat sediaan jadinya sampai dengan pelayanan kepada pemakaian obat atau pasien. Dimensi pekerjaan profesi farmasis tidak kehilangan bentuk. bukannya sekedar membuat obat.dalam pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Farmasis adalah tenaga ahli yang mempunyai kewenangan dibidang kefarmasian melalui keahlian yang diperolehnya selama pendidikan tinggi kefarmasian.Pasien menikmati layanan 4 . tanpa mengurangi pertimbangan keprofesian secara pribadi. mengenalkan lahirnya asuhan kefarmasian. melainkan juga menjamin serta meyakinkan bahwa produk kefarmasian yang proses diselanggarakan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penyembuhan penyakit yang diderita pasien.mengingat kewenangan keprofesian yang dimilikinya. Lingkup pekerjaannya meliputi semua aspek tentang obat. maka dalam menjalankan tugasnya harus menjalankan prosedur-prosedur kefarmasian demi dicapainya produk kerja yang memenuhi syarat ilmu pengetahuan kefarmasian.

Pelayanan kesehatan adalah setiap usaha yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama – sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. sehingga pasien memahami program program obatnya. efesien. dan atau masyarakat. berkelanjutan. adil dan merata. menyeluruh. Berbagai bentuk pelayanan kesehatan berhubungan satu sama lain membentuk suatu jaringan yang saling terkait menjadi satu kesatuan yang utuh dan terpadu yang disebut sistem pelayanan kesehatan. efektif. mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. 1. tercapai. wajar. 5 . terjangkau. bermutu. keluarga.profesional dari seorang farmasis dalam bentuk penjelasan tentang obat. khususnya mengetahuai dan memahami seluruh aspek – sepek kefarmasian di apotek. yaitu : tersedia. dan berkesinambungan.2 Waktu Dan Tempat PKL PKL ( Praktik Kerja Lapangan ) merupakan kegiatan untuk memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa farmasi dalam situasi dunia kerja yang nyata. kelompok. bila struktur dan fungsi pelayanan kesehatan dapat dihasilkan pelayanan kesehatan yang memenuhui persyaratan. dalam bentuk pelayanan perorangan atau pelayanan kesehatan masyarakat. terpadu. Suatu sistem pelayanan kesehatan dikatakan baik. dapat diterima. Pelayanan kesehatan dapat dilakukan oleh pemerintah atau swasta.

Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) yang dilakukan oleh mahasiswa D III Farmasi pada tanggal 2 – 31 januari 2013. mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di bidang tersebut.00 WIB Berpedoman pada kurikulum Akademik Farmasi Pusat pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI tahun 2003 dan Program Pendidikan Diploma III Farmasi Politeknik Harapan Bersama pada semester III tentang pencapaian kemampuan administrasi dan pelayanan kefarmasian dilingkungan kerja Apotek. Adapun tujuan dilaksanakan nya praktek kerja lapangan (PKL).30 WIB Shift siang. antara lain : 1.00 – 21. pukul 07. Tujuan Umum Dengan dilaksanakan praktek kerja lapangan ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat : 6 . pukul 14. yaitu :   Shift Pagi.30 – 14. Adapun mahasiswa D III Farmasi yang akan PKL di Apotek Zahra dilakukan pembagian shift menjadi dua.Selama pelaksanaan praktik tersebut mahasiswa diberikan kesempatan untuk menerapkan serta mengembakan pengetahuan dan ketrampilan yang telah didapatkan diperkuliahan dan laboratorium kedalam pelayanan yang nyata di apotek terutama di unit – unit kefarmasian hingga memberikan bekal yang maksimal untuk menunjang kompetensi bila mana sudah lulus dari jenjang akademi dan siap untuk menerapkan serta mendedikasikan ilmunya di dunia kesehatan.

tugas dan fungsi apotek adalah : 7 . Tujuan Khusus Dengan dilaksanakannya praktek kerja lapangan ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat : a. c. Memahami dan berperan dalam setiap pengadaan / inventori. tentang perubahan atas Peraturan Menkes RI No. c. Menurut peraturan pasal 2 Peraturan Pemerintah No 25 tahun 1980. Memahami dan mampu berinteraksi dengan tim kerja di apotek. b.a. Memahami dan berperan dalam pelayanan kefarmasian dalam setiap unit pelayanan perapotekan. dan penyerahan perbekalan farmasi di apotek. 1. penyimpanan. 922/MENKES/PER/X/1993 mengenai ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek. tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Memahami dan berperan dalam organisasi farmasi di apotek. Memahami aspek – aspek pelayanan administrasi di apotek. Memahami dan berperan dalam administarasi management farmasi di apotek.3 Tinjauan Umum Tentang Apotek Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI)No. distribusi. 1332/MENKES/SK/X/2002. yang dimaksud dengan Apotek adalah suatu tempat tertentu. 2. b.

1. S. Sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata. 8 . Peraturan yeng terakhir berlaku sampai sekarang adalah Keputusan Menteri Kesehatan No. kemudian disempurnakan dalam peraturan pemerintah No. Sarana farmasi yang melakukan peracikan. beserta petunjuk pelaksanaanya dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2002 yang memberikan beberapa keleluasaan kepada Apotek untuk mendapat meningkatan derajat Kesehatan yang optimal.178 tentang ketentuan dan tata cara pengelolaan apotek. 3.26 tahun 1981 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. ( Soekarno. Ketentuan – ketentuan umum yang berlaku tentang perapotekan sesuai keputusan menteri kesehatan no. 1332/menkes/sk/x/2002 adalah sebagai berikut : a. 2. 1990 ) Peraturan perundang – undangan Perapotekan di Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan. pengubahan bentuk. tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Apotek adalah suatu tempat tertentu. pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat.Dimulai dengan berlakunya Peraturan Pemerintahan (PP) No.25 tahun 1980.26 tahun 1965 tentang pegelolaan dan perizinan Apotek. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan. Aspek Hukum Apotek dan Apoteker.

b. d. Surat Ijin Apotek ( SIA ) Adalah surat ijin yang diberikan oleh menteri kepada apoteker atau apoteker bekerja sama dengan Pemilik Sarana Apotek (PSA) untuk menyelenggarakan apotek disuatu tempat tertentu. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. mereka yang berdasarkan Peraturan Perundang – undangan yang berlaku dan berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker. dokter gigi. f. Apoteker Pendamping adalah apoteker yang bekerja di apotek di samping apoteker pengelola apotek dan atau menggantikannya pada jam – jam tertentu pada hari buka apotek. c. dan dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek ( APA ) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku. Apoteker Pengelola Apotek ( APA ) adalah apoteker yang telah diberi durat ijin apotek (SIA) e. h. g. Resep adalah permintaan tertulis dari dokter. Asisten Apoteker adalah mereka adalah yang berdasarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai asisten apoteker. telah memiliki Surat Izin Kerja dan tidak bertindak sebagai Apoteker Pengelola Apotek lain. Apoteker pengganti adalah apoteker yang menggantikan apoteker pengelola apotek salama APA tersebut tidak berada ditempat lebih dari 3 bulan secara terus menerus. 9 .

asli indonesia ( obat tradisiona ). alat kesehatan. dan jurusan analisis farmasi serta makanan politeknik kesehatan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku. mendiagnosis. bahan obat. Dalam melakukan pekerjaan kefarmasian di Apotek. Apoteker Pengelola Apotek dibantu oleh Asisten yang telah memiliki Surat Ijin Kerja. Perbekalan Kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk menyelenggarakan semua peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pengelolaan apotek. dan meringankan penyakit. 10 . implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah. 679/Menkes/SK/V/2003. mesin. k. dan kosmetika. tentang peraturan regestrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker ( AA ) : a. j. Perbekalan farmasi adalah obat. Alat kesehatan adalah instrumen aparatus. Asisten apoteker adalah tenaga kesehatan yang berijazah Sekolah Asisten Apoteker atau Srkolah menengah Farmasi. l. dan atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh. obat asli indonesia. menyembuhkan. Akademi farmasi. merawat orang sakit serta pemulihan kesehatan manusia. alat kesehatan dan kosmetika. Keputusan menteri Kesehatan No. m. bahan obat.i. Sediaan farmasi adalah obat. Perlengkapan apotek adalah semua peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pengelolaan apotek.

apotek. Surat ijin asisten apoteker adalah bukti tertulis yang diberikan kepada pemegang surat izin asisten apoteker untuk melakukan pekerjaan kefarmasian diasaran kefarmasian d. 2. 11 . apoteker yang bekerjasama dengan pemilik sarana apotek yeng telah memiliki persyaratan harus siap dengan tempat . dan toko obat.4 Persyaratan Apotek Peraturan menteri kesehatan RI No.perlengkapan termasuk sediaan farmasi. 992/Menkes/Per/X/1993. dan perbekalan farmasi lainnya yang menrupakan milik sendiri atau pihak lain. akademi farmasi dan makanan. c. Sarana apotek dapat diberikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi lainnya. akademi farmasi dan jurusan farmasi politeknik. Sarana kefarmasian adalah tempat yang digunakan untuk melakukan pekerjaan kefarnasian antara lain industri farmasi termasuk obat tradisional. jurusan analisis farmasi dan makanan politeknik kesehatan untuk menjalankan pekerjaan kefarmasian sebagai asisten apoteker. memuat beberapa hal yang harus diperhatiakan dalam pendirian apotek. Untuk mendapatkan izin apotek. instalasi farmasi. kosmetika.b. Surat Izin Asisten Apoteker adalah bukti tertulis atau kewenangan yang diberikan kepada pemegang Ijazah Sekolah Asisten Apoteker atau Sekolah Menengah Farmasi. antara lain : 1. 1.

12 .3. ( Anonim. 3. Bangunan apotek sekurang – kurangnya memiliki ruangan untuk:  Harus memiliki Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien.  Serta lemari untuk menyimpan catatan medikasi pasien.  Penerimaan resep dan penyerahan obat  Ruangan tertutup untuk konseling bagi pasien yang dilengkapi dengan meja dan kursi. persyaratan apotek adalah : 1. Ketentuan sarana dan prasarana apotek menurut Kepmenkes No. Dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya. 1993 ) Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No. 1332 tahun 2002. termasuk perbekalan farmasi dan perbekalan farmasi lainnya.1027/Menkes/SK/IX/2004 mensyaratkan apotek : A. Bangunan Apotek 1. termasuk penempatan brosur atau materi informasi. Dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi laiinya diluar sediaan farmasi.  Ruang administrasi dan ruang kerja apoteker. 2. Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi lainnya diluar sediaan farmasi.  Tempat untuk mendisplai informasi bagi pasien. Siap tempat dan perlengkapan. Ada Apoteker pengelola apotek yang mempunyai izin kerja/ Surat Penugasan.

Alat pembuatan. termometer. wadah pengemas dan pembungkus untuk penyerahan obat. tinggi huruf minimal 5 cn dan lebar minimal 5 cm. 2. pot salep. timbangan. 13 . gelas ukur. erlenmayer.dll. pengelolaan dan peracikan Terdiri dari mortir. Perlengkapan Apotek 1. : cukup menerangin ruangan apotek : harus memenuhi persyaratan hygiene : bisa berasal dari sumur/ PAM/sumur B. Perlengkapan dan alat pembekalan farmasi Terdiri dari lemari pendingin. botol.  WC 2.  Ruang tempat pencucian alat/wastafel. rak obat. cawan. Papan Nama Apotek harus punya papan nama apotek yang berukuran panjang minimal 60 cm dan lebar minimal 40 cm dengan tulisan hitam diatas dasar putih. 3.  Keranjang sampah yang tersedua untuk staf maupun pasien. Kelengkapan Bangunan apotek terdiri atas :  Sumber Air pompa  Penerangan  Ventilasi 3. Ruang racikan. corong. dll. Wadah pengemas dan pembungkus Terdiri dari etiket.

blanko salinan resep. buku penerimaan. ISO. pembantu umum / keamanan. buku khas. buku penerimaan dan pengeluaran narkotika dan psikotropika. form laporan .4. Ilmu Meracik Obat ( IMO ). FN. 6. Asisten Apoteker. Buku standar yang diwajibkan Misalnya : farmakope indonesia.bagian administrasi dan keuangan. juru racik dan tenaga lain yang di perlukan. 14 . Tenaga Apotek Tenaga apotek terdiri atas Apotreker. blanko kartu stock. 5. buku pengiriman. buku pembelian.laporan obat serta alat tulis kantor lainnya. Tempat penyimpanan narkotika C. IONI dan kumpulan perundangan lainnya. blanko nota penjualan. Perlengkapan administrasi Blanko pesanan obat. blanko faktur.

Tegal.692. Apotek Zahra didirikan oleh Meikha Nurliani. Apotek Zahra mempunyai visi dan misi.Apt bersama suaminya Novian Ardyansyah Yusuf. Apotek Zahra berlokasi di jalan Adiwerna No.BAB II TINJAUAN UMUM APOTEK ZAHRA 2.Farm. dengan surat izin apoteker Nomor 440/09/Apt. dimaksudkan agar Apotek Zahra dapat memberikan harum dihati para konsumenya dan juga supaya menjadi usaha berkembang seperti arti itu sendiri. maksudnya dengan adanya apotek ini diharapkan bisa menjadi sesuatu yang dapat memberikan warna baru kepada para pasien ataupun pembeli untuk mendapatkan obat obatan dengan harga yang terjangkau. berkualitas dan bermanfaat. Kata Zahra berasal dari bahasa arab yaitu Zahro yang artinya bunga. Dalam pengoperasianya. yaitu:  Visi Apotek Zahra Menjadi Apotek Mitra terpercaya bagi kalangan Medis dan Non Medis Di Kabupaten Tegal  Misi Apotek Zahra Menyediakan obat dan alkes yang terjamin kualitasnya dengan harga kompetitif 15 .III/2009.S.1 SEJARAH APOTEK Apotek Zahra merupakan suatu badan usaha swasta milik perseorangan yang didirikan pada tanggal 1 April 2009.

-

Memberikan pelayanan yang cepat, tepat, & selamat Memberikan informasi yang benar & terkini pada pelanggan Moto Apotek Zahra Terpercaya dan menentramkan. Dalam hal ini

Apotek Zahra tidak hanya sekedar menjual produk, tapi memberikan solusi. Para karyawan Apotek Zahra akan memberikan informasi baik itu tentang penyakit, obat, maupun memberi saran kepada pasien. Untuk itu petugas apotek harus terus belajar dan menambah pengetahuan tentang kesehatan. Apotek Zahra adalah apotek dengan misi sosial yang memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat dalam melayani pasien seseorang petugas ( karyawan ) diharuskan untuk siap melayani, sebelum pembeli atau pasien masuk kedalam Apotek seorang petugas harus siap menyambut kedatangan pasien tersebut, bukan menunggu pasien untuk memanggil seorang karyawan tersebut. Dengan berdirinya Apotek Zahra diharapkan dapat membantu masyarakat untuk

memperoleh obat – obatan yang dibutuhkan serta diharapkan dapat lebih berperan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan pemberian informasi yang jelas dan benar tentang obat dan penggunaanya serta perbekalan farmasi lainya sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi obat dengan aman, efektif, bermutu dengan harga yang terjangkau. Apotek Zahra buka setiap hari pada pukul 07.30 – 21.00, kecuali pada hari minggu Apotek Zahra libur. Pada hari besar agama Islam seperti hari raya Idzul Fitri Apotek Zahra diliburkan.

16

Pada saat pertama berdiri Apotek ini hanya mempunyai satu karyawan, sehingga pada pelaksanaanya APA juga ikut membantu semua pekerjaan yang ada pada apotek ini. Namun seiring waktu berjalan, seperti sekarang ini total karywan pada Apotek ini berjumlah 6 orang yaitu 3 orang Asisten Apoteker, 3 orang karyawan umum. Ruang Apotek Zahra terdiri dari tempat parkir, ruang tunggu, etalase obat, ruang peracikan, ruang Apoteker, tempat solat, ruang komputer dan toilet serta gudang. Pembagian ruang ini sangat penting untuk menjamin kelancaran pelayanan obat dan denah bangunan Apotek dapat dilihat dalam lampiran. Dalam Apotek Zahra terdiri dari 9 etalase yang masing – masing ditempati obat – obatan yang digolongkan dalam golongan masing – masing. Secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian yaitu etalase untuk menyimpan obat obatan otc dan obat keras. Etalase 1, 2, 3, 4 dan etalse 7 digunakan untuk menyimpan obat – obat otc, dan etalase 5,6,8 dan 9 digunakan untuk menyimpan obat – obat keras. Obat – obat yang harus disimpan pada suhu dingin, misalnya supositoria, disimpan di lemari pendingin yang telah disediakan.

17

2.2 STRUKTUR ORGANISASI APOTEK ZAHRA

PSA ( Pemilik Sarana Apotek) Meikha Nurliani,S.Farm.,Apt Novian Ardyansyah Yusuf, M.BA

n Apoteker Meikha Nurliani, S.Farm., Apt

Asisten Apoteker 1. 2. 3. Ali Nurrohim Mirna Khaerunnisa Rizky Hendy R.

Karyawan 1. M. Fasikhin 2. Ahmad sofiyudin 3. Nurfa Hamzah

Gambar (i) . Struktur Organisasi Apotek Zahra.

18

- Melakukan pengontrolan harga dan tanggal kadaluarsa obat pada saat pembelian obat 19 . baik kegiatan teknis kefarmasian. Kewajiban dan Wewenang : Membantu APA dalam hal penerimaan perbekalan farmasi dan memastikan keabsahanya. mengkoordinasi. tiga karyawan umum. B. Adapun tugas dari masing – masing personel apotek adalah : A. dokter dan tenaga medis lainya dilingkungan Apotek. mempersiapkan resep dibawa pengawas APA. Melaksanakan kegiatan untuk mengembangkan Apotek. satu diantaranya sebagai Apoteker. meracik. edukasi dan informasi (KIE) kepada masyarakat Memperhatikan kesejahteraan pegawai dan membina hubungan yang baik dengan pegawai. Kewajiban dan Wewenang Bertanggung : jawab dalam merencanakan. - Membantu pengadaan obat Melayani resep dari dokter termasuk member harga. tiga Asisten Apoteker. PBF. Apoteker Pengelolah Apotek ( APA ) Tugas. Asisten Apoteker Tugas. manajerial maupun administrasi.Apotek Zahra beranggotakan delapan orang meliputi dua orang PSA. mengawasi serta mengevaluasi seluruh kegiatan di Apotek. Memberikan pelayanan komunikasi.

20 . - Membantu melakukan tugas administrasi C. kertas perkamen. dan pesanan untuk pelanggan Bertanggung jawab terhadap persediaan perlengkapan Apotek misalnya etiket. peracikan. Bertugas mengantarkan barang atau pesanan untuk pelanggan Melakukan pembelian obat yang tidak tersedia ke Apotek lain.- Mencatat dan memeriksa perbekalan farmasi yang mendekati batas untuk di pesan kembali. Karyawan Membantu AA dalam mempersiapkan obat. plastik dan lainya. mengontrol obat – obat yang mendekati kadaluarsa.

2.3 DENAH LOKASI APOTEK ZAHRA RUANG DEPAN DAN RUANG TENGAH Tempat Parkir Timbangan Pintu Depan Tempat Duduk Pasien Pintu Masuk 4 3 2 7 Kasir 1 5 Meja Racikan 6 Lemari Meja Tempat komputer Sampah erer Apoteker 9 Lemari Es 8 21 .

contohnya paracetamol tablet. Multivitamin daya tahan tubuh dan penambah darah juga disimpan disini. paramex. pispot.Keterangan etalase 1 – 9 & lemari es : Etalase 1 digunakan sebagai tempat menyimpan obat obat yang berbentuk tablet misalnya ultraflu. obat kumur. Tidak terlalu banyak obat – obat yang tersimpan disini. pipet dan sebagainya. Semua alkes disimpan pada etalase 2. neozep f. Dari semua jenisnya tidak ada obat yang di minum di etalase 4 ini. kompres demam dll. sabun. dexametason. Pada etalase 5. urinal. Dengan penyimpanan yang tidak tembus cahaya. kassa. minyak kayu putih. ctm.obat tetes mata . cat gut. sehingga Apotek Zahra hanya memiliki macam macam alkes yang tidak terlalu banyak. macam – macam jamu. Semua obat disini tertata rapi berdasarkan jenis khasiat dan jenis sediaanya. minyak telon. antalgin. kapas. Karena permintaan alkes dari pasien yang masih minim. Macam – macam alkes yang tersedia di Apotek Zahra adalah WWZ. verban. Etalase 3 memuat obat.sabun. 22 . dan lain – lainya. tersimpan semua oabt – obat ( tablet maupun kapsul ) yang berbentuk ( wadah ) kaleng. Macam – macam balsam. Obat –obat yang disimpan di etalase 3 merupakan obat – obat bebas dan bebas terbatas. disimpan di etalase 4. Tetes mata yang termasuk obat keras dan salep – salep yang termasuk obat keras tidak disimpan disini. bodrex.

salep kulit. obat tetes mata. Menyimpan obat dalam bentuk box. Sediaan suppositoria di simpan pada lemari pendingin ini. Obat – obat pada etalase ini ditata secara alfabetis dengan pergerakan sesuai arah jarum jam. Etalase 6 dan 9. contohnya : vitamin C dapat rusak oleh pengaruh sinar matahari. salep mata. kecuali disebagian etalse 9 terdapat golongan obat – obat generik. yang termasuk golongan obat – obat keras.sehingga dapat mencegah kerusakan obat oleh sinar matahari. Semua yang tersimpan disini merupakan golongan obat – obat paten. digunakan untuk menyimpan obat – obat yang harus disimpan pada suhu dingin ( 2 derajat sampai 8 derajat ). yaitu dari kiri ke kanan. 23 . Kulkas ( lemari pendingin ). Etalase 8 memuat obat – obat syrup.

RUANG BELAKANG / & GUDANG Pintu Masuk A B Dapur C Km / wc D Lemari psikotropik Lemari narkotik B Tempat Sholat 24 .

fungsi stok opname adalah untuk mencatat ED masing – masing obat.4 KEGIATAN APOTEK 1. Sop Stock Opname Stock opname merupakan perencanaan untuk melakukan pengadaan obat di Apotek Zahra. tanggal order ditulis dilembar rekap order dan diberi tanda V dikanan atas    Periksa pesan ( SMS ) order dan SP Jika ada PBF yang kosong. buat rencana perubahan order Dan setelah barang sudah datang. SOP Pengadaan Barang ( Order )  Rekap terlebih dahulu barang yang kritis atau sudah habis dari stock opname    Buat rencana untuk order ke PBF Periksa rencana untuk ordener ke PBF Tulis pesan order ( SMS ) . Kemudian barang-barang yang stoknya kurang dari stok minimal direkap setiap etalase dan gudang. Selain itu. 25 . mencatat jumlah barang di daftar atau lembar produk dari setiap etalase dan gudang. pada bagian bawah rekap order diberi tanda “SK” (sudah dikirim) dan jika barang tidak terkirim ditandai “X” ( silang ). Jika ada barang-barang dengan Exp. 2.2. Setelah memeriksa. Pelaksanaanya yaitu dengan memeriksa stok persediaan barang yang berada di etalase dan gudang. Date kurang dari 6 bulan maka dipisahkan untuk diretur.

4. SOP Penjualan Langsung ( Tunai ) Senyum. Tidak lupa untuk selalu memberikan senyum dan ucapan terima kasih kepada pelanggan tersebut. kemudian memeriksa ketersediaan barang tersebut. aturan minum. Konsumen membayar sejumlah total harga obet tersebut. salam dan sapa itulah yang harus dilakukan pertama kali pada saat konsumen (pembeli) masuk ke Apotek Zahra. indikasi. sebaiknya menawarkan dahulu obat – obat yang mungkin akan dibeli oleh pelanggan tersebut. SOP Penerimaan Barang – Penyimpanan Penerimaan barang di Apotek Zahra dilakukan dengan :    Barang dari PBF Priksa kesesuaian faktur dengan fisik barang Jika faktur tidak termasuk fisik barang maka retur ke PBF Jika faktur sudah termasuk fisik barang maka TTD faktur dan stempel ( tanggal dan nama )  Jika jenis faktur kredit atau konsinasinya maka faktur asli ke PBF copy faktur yang ( 1 lembar ) untuk Apotek Zahra kemudian register ke buku penerimaan barang 26 . Mencatat permintaan maupun menyiapkan permintaan dari konsumen tersebut dengan senang hati. dsb. Memberikan obat pesanan pelanggan dengan memberikan informasi tentang harga.3. Sebelum menghitung total harga yang harus dibayarkan oleh pihak konsumen. kemudian menginput ke computer pada file penjualan.

Lembar pertama adalah lembar ( halaman ) asli. Lembar kedua dan ketiga digunakan untuk pengarsipan PBF tersebut. kemudian register ke buku penerimaan barang  Jika ada barang baru = input produk baru ke buku daftar harga dan fille “ master “ barang Zahra “ buat kartu stok baru. input ke kartu stok kemudian faktur dan kartu stok di cek  Jika tidak ada barang baru = input ke kartu stok dan barang di beri harga ( HNA dan harga jual ) kemudian cek etalase yang kurang. Faktur ini terdiri dari beberapa lembar. Jika jenis faktur tunai maka bayar kemudian faktur asli di TTD dan tanda lunas oleh PBF lalu faktur asli untuk Apotek Zahra. mutasi. lembar faktur pertama ini diberikan kepada Apotek jika Apotek sudah membayar/melunasi total seperti yang tercantum di dalam faktur tersebut. jika harga stok cukup. sedangkan lembar ke 4 diberikan kepada Apotek sebagai bukti pembelian (penerimaan) barang yang dilakukan oleh pihak Apotek. Penginputan Faktur ( Nota Pembelian ) Faktur (nota pembelian) adalah bukti pembelian yang telah dilakukan oleh Apotek Zahra kepada PBF.  Jika faktur dan kartu stok sesuai maka faktur dan kartu stok disimpan diordener masing – masing  Jika faktur dan kartu stok tidak sesuai maka faktur dan kartu stok di refisi kemudian faktur dan kartu stok di cek 5. 27 . maka barang masuk ke gudang.

Setelah di input. untuk selanjutnya akan digabungkan dengan copy faktur tersebut. 6. Pengarsipan Faktur Dalam pengarsipan faktur perlu deperhatikan langkah-langkah yang baik dan teliti.masing obat. Menginput faktur pada computer.Langkah pertama yang dilakukan penginput faktur yaitu mengambil copy faktur pada map faktur masuk. penginput faktur ini akan mengecek terlebih dahulu ED masing. maka akan membuat bukti penerimaan barang tersebut. Copy faktur dan bukti penerimaan barang akan di masukkan kedalam map tempat faktur tersebut telah di input pada computer untuk selanjutnya akan di cek oleh karyawan lain dan di masukkan kedalam ordner tempat faktur tersebut. SOP Mutasi Barang Mutasi barang yang ada pada gudang untuk diletakkan pada etalase. yaitu dengan cara: Buatlah daftar barang yang akan dimutasi Siapkan barang yang akan di mutasi dari gudang Kemudian barang di mutasi ke etalse Input mutasi ke stok masing – masing barang 7. agar tidak terjadi kekeliruan atau kesalahan dalam 28 . Sebelum faktur diinput di dalam komputer. dimaksudkan agar tidak ada ED obat yang tidak sempat atau belum tertulis.

Pengecekan dilakukan antara faktur asli dan copy faktur PBF. 8. yaitu map yang bertuliskan“faktur kredit” dan map yang bertuliskan “faktur lunas” 2. dan jug aada yang 45 hari tergantung PBF masing – masing. Ketidaksesuaian ini disebabkan oleh beberapa alasan. Jatuh tempo pembayaran faktur tersebut ada berbagai macam yaitu 7 hari. diantaranya adanya retur barang. SOP Pembayaran Hutang ( Ke PBF ) Pembayaran faktur pembelian dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran tersebut terlewati.memasukkan faktur. PBF akan menunjukan faktur asli yang kemudian akan di cek dengan copy faktur oleh petugas Apotek. 30 hari. Pada saat pembayaran tersebut. jika tidak sesuai maka akan ada pemberitahuan kepada sales PBF tersebut. Mengambil map faktur. Petugas Apotek ini mengambil copy faktur pada ordner masing – masing PBF. tetapi untuk faktur dengan jenis pembayaran tunai dan konsinyasi tidak menggolongkan PBF nya hanya mengurutkan tanggalnya dari tanggal terlama sampai tanggal terbaru.langkah yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut : 1. 29 . Selanjutnya memasukkan faktur ke outner berdasarkan tanggal dan PBF nya. ketidaksesuaian harga maupun diskon obat tersebut.

sehingga faktur tersebut tertata dengan rapi sesuai PBF dan tanggal yang berurutan. Sales PBF akan menghitung uang yang diberikan oleh pihak apotek untuk selanjutnya sales PBF tersebut akan memberitanda pelunasan dan tanggal pelunasan pada faktur tersebut. Faktur yang sudah dibayar ini akan diletakkan pada map faktur yang sudah dibayar untuk selanjutnya akan di input pelunasanya pada computer. Setelah faktur diinput pelunasan pada computer. mengambil kopian faktur. faktur akan disimpan pada ordner faktur masing – masing PBF dengan melihat tanggal terima. Faktur asli akan diserahkan kepada pihak apotek sebagai bukti bahwa faktur pembelian tersebut telah dibayarkan oleh pihak apotek.Setelah pengecekan ternyata tidak ada masalah ( sesuai ) maka PSA akan membayar sejumlah yang ada pada faktur tersebut. Retur Obat Ke PBF Apabila ada barang rusak.tidak sesuai pesanan dan mendekati exp date maka hal yang harus dilakukan menghubungi sales PBF. membuat bukti retur. 30 . dan barang diserahkan ke sales PBF. 9. Petugas apotek mengecek kelengkapan faktur tersebut (faktur asli dan copian faktur) sebelum melunasi penginputan dikomputer.

antibiotic tetes mata dan telinga. Contoh : . Obat Bebas Obat Bebas adalah obat yang dapat di jual bebas kepada umum tanpa R/ Dokter. baik obat bebas.Tablet vitamin C . obat keras. dari mulai tablet. sirup.Tablet paracetamol .OBP . A. drop. B komplek .BAB III PELAKSANAAN 3. tidak termasuk daftar narkotik. vitamin E dan lain – lain 31 . obat bebas terbatas. obat bebas terbatas dan sudah terdaftar di DEPKES RI . pada hari pertama dikenalkan tentang letak atau tempat penyimpanan obat. psikotropika. obat keras . salep. obat bebas. semuanya dikelompokkan tersendiri yang selanjutnya baru diurutkan menurut alfabetis. obat keras dan lainnya. obat generic. Di Apotek Zahra ini penataaan tempat digolongkan berdasarkan sediaannya.minyak kayu putih .1 Pengenalan Tempat Mahasiswa D III Farmasi yang melaksanakan praktek kerja lapangan di Apotek Zahra.OBH .

panjang 5cm. Obat tersebut hanya boleh dijual dalam bungkus asli dari pabriknya dan atau pembuatnya 2.1 “ awas obat keras . dengan garis tepi warna hitam B. hanya untuk kumur tidak ditelan “ 32 . 1 : peringatan no. dan memuat pemberitahuan peringatan sebagai berikut.  P No. MENKES RI No 2380/A/SK/VI/1983 Tanda khusus Obat Bebas yaitu Lingkaran bulat berwarna hijau. Obat Bebas Terbatas Obat Bebas Terbatas atau daftar “W” menurut bahasa belanda artinya : “ waarschuwing “ ( peringatan ) Pengertian Obat Bebas Terbatas adalah : Obat Bebas yang dapat diserahkan kepada pemakainya tanpa R/ Dokter. 2 : “ awas obat keras. Pada penyerahan atau penjual harus mencantumkan tanda peringatan. Bila penyerahannya memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. lebar 2cm. baca aturan pemakaiannya “ contoh : antihistamin tablet  P No. Penandaan : penandaan berdasarkan SK.

Pengertian : adalah obat yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Obat Keras Obat keras / daftar “G” / Geverlijk “ Berbahaya “ Maksunya obat dealam golongan ini berbahaya jika pemakaiannya tidak berdasarkan R/ dokter. C. 3 : “awas obat keras . hanya untuk dibakar “ contoh : Rokok dan serbuk scopalamin untuk penyakit bengek (asma)  P No. hanya untuk bagian luar dari badan” contoh . obat kumur yang mengandung zincum. 33 . obat wasir jangan ditelan “  Penandaan Berdasarkan KepMenKes 2380/A/SK/VI/83 tanda khusus Obat Bebas Terbatas. 5 : “ awas obat keras. Semua obat yang pada bungkusluarnya oleh si pembuat disebutkan bahwa obat itu hanya diserahkan dengan R/ dokter. sulfanilamin steril  P No.contoh : Larutan kalii kloras. larutan mecurohum  P No. tidak boleh ditelan “ contoh : amonoac 10 % . air burowi. 4 : “ awas obat keras .  P No. 6 : “ awas obat keras .

Obat Wajib Apotik (OWA) Obat Wajib Apotik adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker diapotik tanpa R/ dokter dengan catatan pada penyerahan obat wajib apotik ini terhadap apoteker terdapat kewajiban-kewajiban sebagai berikut . Memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien yang disebutkan dalam obat wajib apotik yang bersangkutan.adrenalinum  Penandaan Tanda khusus obat keras “ Lingkaran berwarna merah debgan garis tepi berwarna hitam “ dan didalam lingkaran terdapat huruf “K” D. 1.acetamilidium .2. kontra indikasi. dan lain-lain . efek samping. contoh obat wajib apotik : obat kontrasepsi : limestreno 34 . Semua obat dibungkus sedemikian rupa sehingga nyata digunakan secara parenteral contoh : . yang perlu diperhatikan oleh pasien. Membuat catatan serta obat yang diserahkan 3. 2. Memberikan informasi meliputi dosis dan aturan pakai .

obat KB hormonal.1 Permenkes no. 4.347/MENKES/SK/VII/1990 tentang OWA no. Diantara peraturan mengenai OWA adalah antara lain :    Permenkes no. obat alergi kulit (salep hidrokotison). Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil. Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.924/MENKES/PER/X/1993 tentang OWA no.919/MENKES/PER/X/1993 tentang criteria OWA Kepmenkes no. Sesuai permenkes No. Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan. Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit. 3. 2. anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun. 5. Antara lain: obat antiinflamasi (asam mefenamat). infeksi kulit dan mata (salep oksitetrasiklin).919/MENKES/PER/X/1993. maka obat-obat yang digolongkan dalam OWA adalah obat yang diperlukan bagi kebanyakan penyakit yang diderita pasien. Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.- obat saluran cerna : antasid dan sedatif/spasmodik obat mulut dan tenggorokan : heksetidin Tujuan OWA adalah memperluas keterjangkauan obat untuk masyarakat. kriteria obat yang dapat diserahkan: 1. antialergi sistemik (CTM).2 35 .

Hilangnya rasa mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan dan dibedakan dalan golongan 1.3. Permenkes no.1 E. contoh : Tanaman papafer somni perum Tanaman oka tanaman ganja heroin dalam kesehatan dikenal putau sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab  Penandaan Narkotika berdasarkan peraturan yang terdapat dalam ordonasi obat bius yaitu “ palang medali merah “ morfin opium codein 36 .925/MENKES/PER/X/1993 tentang perubahan golongan OWA no.2. Obat Narkotika Menurut UUD.22 tahun 1997 tentang narkotika adalah Suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetik maupun semi sintetik yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.

contoh : morfin = penghilang rasa nyeri yang kuat codein = antitusif atau obat batuk yang paling kuat F. amphetamin. nitrazepam. 4 contoh psikotropika : Diazepam. psilosibina. 3. lisergida. 2. psiloma. Psikotropika Menurut UUD. penandaannya : “Lingkaran bulat berwara merah dengan huruf K berwarna hitam“ 37 .5 tahun 1997 Tentang Psikotropika adalah zat atau obat baik ilmiah atau sintesis bukan narkotika yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku . flunitrazepam.  Penandaan Untuk psikotropika penandaan yang digunakan sama untuk penandaan obat keras hanya saja karena efeknya mengakibatkan sindrom ketergantungan sehingga dulu disebut obat keras tertentu. Ruang lingkup pengaturan psikotropika dalam UUD adalah : Psikotropika yang mempunyai potensi sindrom ketergantungan yang menurut UUD tersebut dibagi 4 golongan yaitu : Golongan 1. fenobarbital.

Melayani konsumen. 38 . mahasiswa mempelajari tentang pelayanan pada pelanggan antara lain : 1.3. Input pelunasan faktur 3. Membersihkan barang dan bagian dalam etalase 3. Input Faktur Masuk 2.2 Administrasi Pada praktek kerja lapangan ini mahasiswa dikenalkan dan mempelajari system administrasi apotek antara lain : 1.3 Pelayanan Pada praktek kerja lapangan. Cek barang di etalase 2.

namun tidak berarti setiap pelayanan obat dilayani secara bebas terutama obat keras tanpa resep yang penggunaannya dapat disalah gunakan. memperhatikan diskon dan juga bonus yang 39 .BAB IV PEMBAHASAN Apotek adalah suatu tempat tertentu dimana dilakukan pekerjaan kefarmasian yaitu penyaluran obat. Meskipun tujuannya memberikan pelayanan sebaik manikin. apotek senantiasa berpegang pada peraturan pemerintah disamping adanya tanggung jawab moral untuk senantiasa mengutamakan kepentingan social dari pada sekedar memperoleh keuntungan.692 Tegal. Merupakan salah satu Apotek yang bertempat dilokasi yang sangat strategis karena terletak dikawasan pemukiman padat serta dekat dengan pusat pertokoan dan sangat mudah dijangkau. Perencanaan atau pemesanan obat di Apotek Zahra dilakukan dengan mempertimbangkan obat-obat yang sering diresepkan oleh dokter. Apotek Zahra yang beralamat di Jalan Adiwerna No. karena disamping fungsinya sebagai sarana untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dalam pemberian pelayanan kefarmasian. obat dapat pula membahayakan kesehatan apabila penggunaan yang tidak tepat. Apotek Zahra senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat. Hal tersebut menuntut keterampilan dan pengalaman seluruh karyawan maupun pengelola apotek. obat-obat yang sering dicari oleh konsumen. alat kesehatan dan perbekalan farmasi yang sangat dibutuhkan masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam pengawasan dan pengendalian obat yang beredar di masyarkat.

Sistem penyimpanan barang/obat di Apotek Zahra baik dirak stock maupun di etalase disusun berdasarkan Alphabet. Pelaksanaan praktek kerja lapangan di apotek telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalamn terhadap mahasiswa khususnya dalam pelayanan obat seperti peracikan. disimpan didalam lemari pendingin agar stabilitas sediaan dapat terjaga. Apotek Zahra sebagai salah satu tempat penyaluran barang-barang farmasi kepada masyarakat yang tidak lepas dari pengawasan pemerintah. fasilitas ruang tunggu yang baik. kipas angin. Untuk memperlancar kegiatannya Apotek Zahra mengadakan pengaturan ruangan yang tepat serta ditunjang dengan adanya system pembagian waktu kerja. Untuk obat yang perlu disimpan dalam suhu rendah seperti suppositoria.ditawarkan oleh PBF. bentuk sediaan dan jenis obat sehingga mempermudah dalam pengambilan maupun pengecekan barang. dilengkapi dengan AC. Apotek Zahra juga memberikan pelayanan dalam bentuk yang lain untuk menjamin kenyamanan pasien misalnya tempat parkir yang cukup luas. 40 . apotek wajib untuk melaporkan penggunaan sediaan farmasi tertentu kepada instansi yang berwenang . dan televise. sehingga dapat diusahakan pelayanan yang optimal kepada masyarakat yang ingin berobat . Untuk pengadaan barang dilakukan dengan menggunakan surat pemesanan ke PBF resmi melalui sales dari PBF maupun memesan dengan menggunakan handphone (SMS). Oleh sebab itu. selain itu juga melatih mahasiswa tentang bagaimana melayani pasien dengan baik dan juga cara memberikan informasi.

Setelah semua sudah dikerjakan dan sudah sesuai selanjutnya menginput faktur PBF ke dalam computer. jika semuanya sudah selesai.30 – 14. Setelah itu menata barang di gudang sesuaikan dengan tempat sediaan diurutkan sesuai dengan abjad.dengan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan di apotek ini dapat mempersiapkan para calon Asisten Apoteker dalam menghadapi dunia kerja sehingga mereka siap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya ditengah-tengah masyarakat. yaitu : Kelompok pertama.30 WIB. selanjutnya kita mengecek Exp Date nya. Kita juga menerima barang-barang dari sales PBF yang telah di pesan dari pihak apotek. masuk dari jam 07. Setelah barang datang. Selama kami melaksanakan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) di Apotek Zahra dibagi menjadi 2 kelompok. Jika diantara kami berangkat shift pagi.Mengenai obat kepada pasien .30 – 21. memberikan tanda tangan pada faktur dan cap stempel apotek. mengepel lantai apotik. kita mengecek barang-barang terlebih dahulu apa sudah sesuai yang tertera pada faktur. Kelompok kedua. Selain itu kami pun melayani pasien dengan baik dan swammedikasi dengan keluhan yang dirasakan oleh pasien dan meracik obat. kegiatan kami membersihkan ruang kerja apotek. Ambil kopian faktur pada lembar terakhir dan menyimpannya untuk data apotek. harus tanyakan kepada Apoteker ataupun asisten apoteker. mengambil barang dari gudang dan mengompliti barang yang sekiranya kurang dan 41 . mengecek ketersediaan barang yang berada di etalase apabila ada barang yang pesediaannya sedikit.00 WIB. karena kami belum tahu obat yang berkaitan dengan keluhan pasien.Selagi menunggu konsumen datang. seperti halnya dengan menyapu lantai. membersihkan kaca dan etalase. Sebelum kami meracik obat. Jika sudah sesuai. masuk dari jam 14.

42 . 10 menit sebelum waktu pulang ( 21:00 WIB ) melakukan kegiatan bersih-bersih di apotek setelah tepat pukul 21:00 WIB saatnya pulang.menatanya dengan rapi.

Apotek Zahra didirikan oleh Meikha Nurliani. yaitu : a.BAB V PENUTUP 5. Tegal.00 WIB 43 . pukul 07. tiga karyawan umum 3. Shift Pagi. Apotek Zahra beranggotakan delapan orang meliputi dua orang PSA. tiga Asisten Apoteker .Adapun mahasiswa D III Farmasi yang akan PKL di Apotek Zahra dilakukan pembagian shift menjadi dua.692. Apotek Zahra berlokasi di jalan Adiwerna No. dengan surat izin apoteker Nomor 440/09/Apt.Apt bersama suaminya Novian Ardyansyah Yusuf.S. Apotek Zahra merupakan suatu badan usaha swasta milik perseorangan yang didirikan pada tanggal 1 April 2009. b. 2. satu diantaranya sebagai Apoteker.30 – 14. pukul 14. Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) yang dilakukan oleh mahasiswa D III FARMASI pada tanggal 2 – 31 januari 2013.III/2009.30 WIB Shift siang.1 KESIMPULAN Dari hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Apotek Zahra selama 1 bulan dapat di simpulkan bahwa : 1.00 – 21.Farm.

3. Keramahan terhadap konsumen perlu ditingkatkan. Lebih dikomplitkan lagi dari obat-obatan yang sering dipesan konsumen. 44 . sementara dari Apotek Zahra belum menyediakannya 4. Perlu diadakan peningkatan pelayanan obat kepada masyarakat dan pihak yang membutuhkan terutama pelayanan mengenai informasi obat baik dengan resep maupun tanpa resep 2. agar konsumen merasa nyaman saat berada di apotek. Kerja sama antara Apotek Zahra dengan Politeknik Harapan Bersama Tegal agar terus dikembangkan serta dipertahankan untuk tahun-tahun selanjutnya.2 SARAN 1.5.

No. 1992 : Pengelolaan Apotek : Ikatan Sarjana Farmasi : Bandung Soekanto.S. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.S : 1990 : Aspek Hukum Apotek dan Apoteker : Mandar Maju : Bandung 45 . 2003.tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek . 1332/MENKES/SK/X/2002. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.Si.No. tentang Izin Kerja Asisten Apoteker Menkes RI : Jakarta Anonim.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 679/MENKES/SK/X/2003.Apt . 2003. Menkes RI : Jakarta ISFI. Standar Kompetensi Farmasi Indonesia : Jakarta Hadiwidjojo Suryadi.

KERTAS PUYER ETIKET 46 .

FAKTUR BARANG MASUK 47 .

FAKTUR PAJAK 48 .

FAKTUR PENJUALAN 49 .

PLASTIK KLIP 50 .

SURAT PESANAN ( SP ) 51 .

KWITANSI PENJUALAN 52 .

RESEP 53 .

54 .

55 .

BUKTI PELUNASAN FAKTUR ( BPF ) 56 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful