You are on page 1of 3

Pharmacological Properties dari Dexamethason A.

Mechanism of Action  Efek terapeutik glukokortikoid paling penting adalah kemampuanya untuk mengurangi respons peradangan secara dramatis dan untuk menekan imunitas. Mekanisme sangat kompleks dan tidak diketahui secara lengkap, namun diketahui penurunan dan penghambatan limfosit dan makrofag perifer memegang peranan  Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein, molekul hormone memasuki sel jaringan melalui membran plasma secara difusi pasif di jaringan target, kemudian bereaksi dengan reseptor protein yang spesifik dalam sitoplasma sel jaringan dan membentuk kompleks reseptorsteroid   Kompleks ini mengalami perubahan konformasi, lalu bergerak menuju nucleus dan berikatan dengan kromatin Ikatan ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis protein ini merupakan perantara efek fisiologik steroid. B. Pharmacokinetic
 

Pada pemberian oral diabsorbsi cukup baik. Untuk mencapai kadar tinggi dengan cepat dalam cairan tubuh, diberikan secara intravena.

  

Untuk memberikan efek yang lama diberikan secara intramuscular. Dapat diabsorbsi melalui kulit, sakus konjungtiva, dan ruang synovial. Penggunaan jangka panjang atau pada daerah kulit yang luas dapat menyebabkan efek sistemik.

C. Indikasi
 

Semua penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid secara sistemik. Sebagai obat anti inflamasi, missal pada arthritis, asma, leukemia akut.

D. Kontraindikasi
   

Herpes simplex Infeksi akut / kronik Osteoporosis Pada wanita hamil, karena akan terjadi hipoadrenalin.

Mechanism of Action  Menghambat kerja dari histamine . F. khususnya pada eksaserbasi dan bronchitis kronik. dan glikosuria. E. Effect    Meredakan nyeri tenggorokan. Distribusi baik mencapai kadar tinggi disaluran nafas. F. gangguan cardiovascular E.75 – 9 mg / hari. 2-4x sehari ( tergantung parahnya penyakit ) Pada penyakit ringan dosisnya < 0. B. Effect  Menekan imunitas. Pharmacokinetic    Absorbsi di usus tidak ada interaksi. mengurangi inflamasi. Dose Regimen    0. malgia. Meredakan batuk yang terus menerus. hiperglikemia. Side Effect  Effect ringan pada saluran pencernaan. diare. C. dan taurin. Menekan rasa nyeri pada anatesi. dan asma bronchial.  Untuk pemberian secara berlebihan mengakibatkan gangguan cairan elektrolit. . sistin. D. dermatitis. DM. dan juga sel mast. Metabolisme di hati diubah menjadi sistein. Kontrandikasi  Hipersensifitas terhadap ambroxol. leukitrien. arthralgia. Indikasi  Saluran nafas akut dan krinis yang disertai sekresi bronchial mucus yang abnormal. bronchitis asmatic. Side Effect  Untuk pengguna yang berhenti secara tiba-tiba akan menimbulkan inufisiensi adrenal akut dengan gejala demam. dan malaise. G.75 mg Pada penyakit ringan dosisnya > 9 mg Pharmacological Properties dari Ambroxol A. peencegah mual-muntah pada kemoterapi kanker.

Membuat batuk-batuk. muntah. mual. Anak 2-5 tahun sehari 3x 7. .    Anak 5-12 tahun sehari 2-3x 15 mg. Dosage regimen  Anak > 12 tahun sehari 3x 30 mg untuk 2-3 hari pertama. dan diare. Swelling pada kulit karena alergi.5 mg.5 mg. kemudian selanjutnya 3x 15 mg. G.   Reaksi alergi. Anak dibawah 2 tahun sehari 2x 7.