You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Nyeri haid adalah keluhan ginekologis yang paling sering terjadi pada wanita. Nyeri saat haid menyebabkan ketidak nyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari, sehingga dapat mengganggu produktivitas. Empat puluh hingga tujuh puluh persen wanita pada masa reproduksi mengalami nyeri haid,dan sebesar 10% mengalaminya hingga mengganggu aktivitas sehari-hari (Khorsidi dkk, 2002). Sekitar 70-90% kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja dan remaja yang mengalami nyeri haid akan terpengaruh aktivitas akademis, sosial dan olahraganya. Di Amerika Serikat, nyeri haid dilaporkan sebagai penyebab utama ketidak hadiran berulang pada siswa wanita di sekolah (Banikarim dkk, 2000). Sedangkan di Indonesia belum ada angka yang pasti untuk kejadian nyeri haid. Nyeri haid dapat dibagi menjadi 2 yaitu primer dan sekunder. Nyeri haid primer didefinisikan sebagai nyeri kram yang berulang yang terjadi saat menstruasi tanpa ada kelainan patologik pada pelvis. Adapun nyeri haid sekunder adalah nyeri saat haid yang didasari oleh adanya kelainan patologik pada pelvis, contohnya endometriosis. Nyeri haid primer biasanya mulai saat usia remaja,dimana siklus ovulasi mulai teratur. Penyebab nyeri primer sampai saat ini masih belum jelas, tetapi beberapa teori menyebutkan bahwa kontraksi miometrium menyebabkan iskemia pada uterus sehingga menyebabkan rasa nyeri. Kontraksi miometrium tersebut disebabkan oleh sintesis prostaglandin (Dawood, 2006). Prostaglandin disebut dapat mengurangi atau menghambat sementara suplai darah ke uterus, yang menyebabkan uterus mengalami kekurangan oksigen sehingga menyebabkan kontraksi miometrium dan terasa nyeri. Gejala dari nyeri haid primer berupa rasa nyeri di perut bagian bawah, menjalar ke daerah pinggang dan paha (Eby, 2006). Kadang-kadang disertai mual, muntah,diare, sakit kepala dan emosi yang labil.

1

Nyeri timbul sebelum haid dan berangsur hilang setelah darah haid keluar Penanganan awal pada penderita nyeri haid primer adalah dengan memberikan obat-obatan penghilang rasa nyeri dan sebesar 80% penderita mengalami penurunan rasa nyeri haid setelah minum obat penghambat prostaglandin. Obatobatan anti inflamasi golongan non-steroid seperti ibuprofen, naproksen, asam mefenamat dan aspirin banyak digunakan sebagai terapi awal untuk nyeri haid (Dawood,2006). Tetapi obat-obatan tersebut memiliki efek samping gangguan gastrointestinal seperti nausea, dispepsia, dan muntah-muntah (Harel, 2006). Meskipun keluhan nyeri haid umum terjadi pada wanita, sebagian besar wanita yang mengalami nyeri haid jarang pergi ke dokter, mereka mengobati nyeri tersebut dengan obat-obat bebas tanpa resep dokter. Telah diteliti bahwa sebesar 30-70% remaja wanita mengobati nyeri haidnya dengan obat anti nyeri yang dijual bebas. Hal ini sangat berisiko, karena efek samping dari obat-obatan tersebut jika digunakan secara bebas dan berulang tanpa pengawasan dokter. Sebagai alternatif, dilakukan berbagai penelitian untuk menemukan terapi pengganti ataupun terapi pelengkap yang lebih aman dibandingkan terapi dengan NSAID, seperti terapi herbal, terapi suplemen, terapi akupuntur, terapi tingkah laku, dan aroma terapi (Proctor dan Murphy, 2001; Handkk, 2006). Di antara berbagai jenis terapi tersebut di atas, terapi suplemen merupakan terapi yang banyak diteliti, di antaranya berupa pemberian vitamin E, B1, B6, minyak ikan maupun golongan mikronutrien seperti magnesium, serta zink untuk mengatasi nyeri haid (Antao dkk, 2005).Vitamin E dapat mengurangi nyeri haid, melalui hambatan terhadap biosintesis prostaglandin di mana Vitamin E akan menekan aktivitas enzim fosfolipase A dan siklooksigenase melalui

penghambatan aktivasi post translasi siklooksigenase sehingga akan menghambat produksi prostaglandin. Sebaliknya vitamin E juga meningkatkan produksi prostasiklin dan PGE2 yang berfungsi sebagai vasodilator yang bisa merelaksasi otot polos uterus (Dawood, 2006). Sedangkan vitamin B1 dan B6 dapat mengurangi nyeri haid, terbukti dari uji klinik yang dilakukan sebelumnya di mana efek vitamin B tersebut lebih baik

2

2001). Namun penelitian zink sebagai terapi tambahan untuk mencegah nyeri haid masih sangat terbatas. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan referat ini adalah : 3 . sehingga efek samping akibat dosis yang besar dapat dihindari. tetapi dosis pemberiannya memiliki variasi yang sangat besar (Proctor dan Murphy.dari plasebo (Wilson and Murphy. dilaporkan lebih baik dari pada plasebo dalam mengurangi nyeri haid. tegangan dan relaksasi otot polos uterus. 2006). 2001). B. dibandingkan dengan tikus yang tidak mengalami defisiensi zink. zink tidak memiliki efek-efek tersebut (Guerrera dkk. Begitu pula pada penelitian dilakukan pada tikus. Zink diteliti sebagai salah satu terapi untuk nyeri haid karena efeknya dapat mengurangi sintesis prostaglandin melalui kemampuannya sebagai anti inflamasi dan katalisator antioksidan endogen yang dapat meningkatkan sirkulasi pembuluh darah mikro. tetapi masih diperlukan penelitian-penelitian lebih lanjut untuk dapat direkomendasikan sebagai terapi alternatif mengatasi nyeri haid (Proctor dkk. Zink juga merupakan salah satu nutrisi yang dapat meningkatkan konversi asam lemak esensial sebagai anti inflamasi bagi prostaglandin. Magnesium digunakan sebagai terapi nyeri haid primer karena magnesium memiliki efek langsung pada tekanan pembuluh darah dan mengatur masuknya kalsium ke dalam sel otot polos. Begitu pula dengan minyak ikan dan terapi herbal lainnya. Zink dapat menghambat metabolisme prostaglandin di endometrium manusia. Jika dibandingkan dengan mikronutrien yang lain seperti magnesium dan kalsium yang memiliki variasi dosis yang besar dan efek samping panas pada wajah. 2009). sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut (Eby. berdebar dan sakit kepala. 2001).Zink tidak memerlukan dosis yang besar untuk menimbulkan efek terapi. di mana tikus yang mengalami defisiensi zink memiliki kadar metabolit prostaglandin yang tinggi di dalam plasmanya. sehingga dapat mempengaruhi kontraktilitas.

3. Untuk mengetahui efek zinc pada sintesis prostlagandin. Untuk mengetahui etiopatogenesis dari disminorhe terutama peranan prostlagandin. BAB II 4 .1. 2. Untuk memberikan alternatif terapi dengan efek samping yang lebih minimal bagi penderita disminorhea.

ketebalan endometrium mencapai 3-4 mm. kira-kira 5 hari setelah menstruasi. sehingga kadar konstan tidak dapat terdeteksi di dalam sirkulasi. Frekuensi dan lonjakan tersebut dicetuskan oleh variasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi. dan berlangsung selama 11 hari. yang merupakan interaksi kompleks antara hipotalamus. estrogen. luteinizing hormone (LH). Pada saat ini. dan progesterone (Cunningham dkk. Peningkatan estrogen akan mencetuskan lonjakan LH pada pertengahan siklus yang kemudian akan merangsang terjadinya ovulasi. Hubungan antar hormon ini saling tergantung satu sama lainnya. Siklus ini membutuhkan kerjasama yang serasi antara kelenjar-kelenjar tersebut.TINJAUAN PUSTAKA A. di mana hormon estrogen dan progesteron akan memberikan umpan balik negatif dan positif terhadap sekresi LH dan FSH. kelenjar-kelenjar endometrium akan 5 . follicle stimulating hormone (FSH). Saat ovulasi terjadi. Sekresi LH dan FSH yang berasal dari kelenjar hipofise sangat tergantung dari sekresi GnRH dari hipotalamus yang dicetuskan oleh efek umpan balik dari estrogen dan progesteron. yang melibatkan hormon-hormon seperti gonadotropin releasinghormone (GnRH). dan ovarium. dan arteri-arteri juga bertambah untuk memberikan nutrisi pada dinding endometrium yang menebal. Fase proliferatif atau fase estrogen. yaitu: 1. Siklus menstruasi dapat dibagi menjadi 2 fase yaitu fase folikular dan fase luteal. kelenjar-kelenjar pada lapisan endometrium tumbuh dan memanjang. Fisiologi Menstruasi Panjang siklus menstruasi rata-rata 28 + 3 hari dan durasi rata-rata hari menstruasi 5 + 2 hari dengan total kehilangan darah kurang lebih 130 ml . Estrogen disekresikan oleh ovarium untuk merangsang pertumbuhan endometrium yang berefek pada sel-sel stroma dan epitelial endometrium tumbuh dengan cepat. Hormon-hormon ini dilepaskan seperti lonjakan singkat dalam waktu 1-3 jam. hipofise. Ada tiga tahapan yang terjadi pada endometrium. 2001).

Aliran darah menstruasi tersebut terdiri dari darah yang tercampur dengan lapisan fungsional dari endometrium (Cunningham dkk. yang akan melindungi dan menggiring sperma masuk kedalam uterus. Etiopatogenesis Nyeri Haid Primer Etiologi nyeri haid primer belum jelas tetapi umumnya berhubungan dengan siklus ovulatorik. Estrogen menyebabkan proliferasi sel di endometrium. Fase sekresi. 3. Tujuannya untuk menyiapkan dinding rahim untuk implantasi ovum jika terjadi fertilisasi.mensekresikan mukus yang tipis dan berserabut. 6 . Luruhnya lapisan endometrium. B. Tebal endometrium mencapai kira-kira 5-6 mm seminggu setelah ovulasi. yaitu fase peluruhan endometrium yang disebabkan oleh kadar hormon estrogen dan progesteron yang menurun tiba-tiba. yang disebut juga fase progesteron yang terjadi setelah ovulasi dan berlangsung kira-kira selama 12 hari. karena tidak didukung oleh kadar estrogen dan progesterone yang tiba-tiba mengalami penurunan. Progesteron juga menghambat kontraksi otot polos uterus dan dalam jumlah besar dapat melawan rangsangan dari estrogen dan prostaglandin. Prostaglandin Penyelidikan dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa peningkatan kadar prostaglandin penting peranannya sebagai penyebab terjadinya nyeri haid. 2. Setelah mengalami konstriksi pembuluh darah. sedangkan progesteron menyebabkan penebalan pada endometrium dan mengubahnya menjadi jaringan yang aktif mensekresi lendir. Beberapa faktor yang berperan dalam timbulnya nyeri haid primer yaitu: 1. Keadaan inilah yang menyebabkan konstriksi pembuluh darah uterus yang menyebabkan menurunnya asupan oksigen dan makanan ke miometrium. Korpus luteum mensekresikan sejumlah besar progesteron dan sedikit estrogen. Fase menstruasi. arteriol-arteriol endometrium akan melebar yang menyebabkan perdarahan melalui dinding kapiler. sehingga membuat korpus luteum menjadi regresi. 2001).

2006). 2. Kombinasi antara peningkatan kadar Myometrium contraction. Kadar progesteron yang rendah akibat regresi korpus luteum menyebabkan terganggunya stabilitas membran lisosom dan juga meningkatkan pelepasan enzim fosfolipase-A2 yang berperan sebagai katalisator dalam sintesis prostaglandin melalui perubahan fosfolipid menjadi asam arakhidonat. Atas dasar itu disimpulkan bahwa prostaglandin yang dihasilkan uterus berperan dalam menimbulkan hiperaktivitas miometrium. Kadar estradiol wanita yang menderita dismenore lebih tinggi dibandingkan wanita normal (Ahrendt dkk.Terjadinya spasme miometrium dipacu oleh zat dalam darah haid. Ditemukan kadar PGE2 dan PGF2α sangat tinggi dalam endometrium. sehingga terjad iskemia sel-sel miometrium yang mengakibatkan timbulnya nyeri spasmodik. Sedangkan sintesis prostaglandin berhubungan dengan fungsi ovarium. Kadar progesteron yang rendah akan menyebabkan terbentuknya prostaglandin dalam jumlah yang banyak. Peningkatan kadar estradiol dalam darah vena uterina dan vena ovarika disertai juga dengan peningkatan kadar PGF2a yang tinggi dalam endometrium (Harel. Prostaglandin menyebabkan peningkatan aktivitas uterus dan serabut serabut saraf terminal rangsang nyeri. 2006). mual. mirip lemak alamiah yang kemudian diketahui sebagai prostaglandin. 7 . Jika prostaglandin dilepaskan dalam jumlah berlebihan ke dalam peredaran darah. 2006). 2007). Kontraksi miometrium yang disebabkan oleh prostaglandin akan mengurangi aliran darah. maka akan timbul efek sistemik seperti diare. muntah (Harel. Hormon steroid seks Nyeri haid primer hanya terjadi pada siklus ovulatorik. kadar zat ini meningkat pada keadaan nyeri haid dan ditemukan di dalam otot uterus (Dawood. miometrium dan darah haid wanita yang menderita nyeri haid primer. Nyeri haid hanya timbul bila uterus berada di bawah pengaruh progesteron. Altered blood flow Uterine ischemia prostaglandin dan peningkatan kepekaan miometrium menimbulkan tekanan intra uterus sampai 400 mmHg dan menyebabkan kontraksi miometrium yang hebat.

Terjadi pada usia antara 15 sampai 25 tahun dan kemudian hilang pada usia akhir 20-an atau awal 30-an dan tidak dijumpai kelainan alat-alat kandungan. esensial atau fungsional. Mungkin kedua keadaan tersebut (perkawinan dan melahirkan) membawa perubahan fisiologik pada genitalia maupun perubahan psikik (Latthe dkk. dan sebagainya. 2006). nyeri dapat dibangkitkan atau diperberat oleh keadaan psikik penderita. 2001). Nyeri haid digolongkan menjadi 2 yaitu nyeri haid primer dan nyeri haid sekunder. Seringkali nyeri haid hilang segera setelah perkawinan dan melahirkan. menyerang wanita yang semula bebas dari nyeri haid. Derajat penderitaan yang dialami akibat rangsang nyeri tergantung pada latar belakang pendidikan penderita. intrinsik. Disebabkan oleh adanya kelainan alat-alat kandungan. Sistem saraf Uterus dipersarafi oleh sistem saraf otonom yang terdiri dari sistim saraf simpatis dan parasimpatis. Pada keadaan ini terjadi perangsangan yang berlebihan oleh saraf simpatik sehingga serabut-serabut sirkuler pada ithmus dan ostium uteri internum menjadi hipertonik (Akhtar.3. khususnya talamus dan korteks. Pada nyeri haid. biasanya pada bulan-bulan atau tahun-tahun pertama haid. Nyeri haid primer disebut sebagai nyeri haid sejati. timbul sejak menars. Nyeri haid ditimbulkan oleh ketidak seimbangan pengendalian system saraf otonom terhadap miometrium. 4. 2006). 8 . peradangan di daerah panggul. dimulai pada usia dewasa. Nyeri haid sekunder. misalnya :endometriosis. tumor kandungan. Psikis Semua nyeri tergantung pada hubungan susunan saraf pusat. Nyeri haid adalah nyeri saat haid yang sedemikian beratnya sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidup sehari-hari untuk beberapa jam atau beberapa hari (Dawood. faktor pendidikan dan faktor psikik sangat berpengaruh.

2008). Peranan Prostaglandin Pada Nyeri Haid Primer Prostaglandin adalah komponen mirip hormon yang berfungsi sebagai mediator dari berbagai respon fisiologis seperti inflamasi. 9 . Pada saat kadar progesteron menurun sebelum haid. yang menyebabkan iskemik dan rasa nyeri (Fortierdkk. menyebabkan vasokontriksi dan kontraksi dari miometrium. Prostaglandin terbentuk dari asam lemak tak jenuh yang disintesis oleh seluruh sel yang ada dalam tubuh. dan agregasi platelet. PGF2α merupakan hasil metabolisme dari asam arakhidonat oleh enzim siklooksigenase. perut kembung dan sakit kepala. dilatasi pembuluh darah.C. asam lemak omega 6 tersebut yaitu asam arakhidonat dilepaskan dan mengalami reaksi berantai menjadi prostaglandin dan leukotrin. Tingginya asupan asam lemak omega 6 pada diet menyebabkan meningkatnya kadar asam lemak omega 6 pada bagian fosfo lipid dinding sel (Fortier dkk. 2008). kontraksi otot. yang diawali diuterus. yang akan menimbulkan spasme otot uterus dan keluhan sistemik seperti mual. muntah. Setelah ovulasi terjadi penumpukan asam lemak pada bagian fosfolipid dalam sel membran. Prostaglandin dan leukotrin menyebabkan respon inflamasi.

dimana rasio PGF2α/PGE2 lebih tinggi dalam endometrium dan darah menstruasi wanita yang mengalami nyeri haid primer (Lumsden. 2005). 2001). Begitu pula pada penelitian lain yang memberikan NSAIDs seperti ibuprofen pada saat menstruasi membuat kadar prostaglandin dalam darah menstruasi wanita dengan nyeri haid menjadi menurun hampir sama dengan kadar prostaglandin pada wanita tanpa nyeri haid (Daniels dkk. Hal ini semakin memperkuat hipotesis bahwa nyeri haid berhubungan dengan hipertonisitas dari miometrium yang disertai dengan iskemia uteri yang disebabkan pelepasan lokal prostaglandin. Pemberian PGF2α merangsang kontraksi uterus selama seluruh fase siklus haid. 2006 melakukan penelitian pada sediaan endometrium wanita dengan nyeri haid yang tidak menjalani pengobatan. mendapatkan bahwa kadar PGF2α dua kali lebih tinggi pada wanita yang mengalami nyeri haid dibandingkan dengan yang tidak mengalami nyeri haid. Dawood (2007) melakukan penelitian mengukur kadar PGF2α pada darah menstruasi yang terdapat dalam tampon. 2002). Wanita dengan nyeri haid menunjukkan peningkatan konsentrasi PGF2αdan metabolitnya dalam darah menstruasi dan sirkulasi perifer. Prostaglandin juga mempengaruhi efek LH saat ovulasi (Cunningham dkk.Sebuah studi menunjukkan berbagai variasi kadar prostaglandin pada saluran reproduksi wanita mempengaruhi regresi korpus luteum dan peluruhan endometrium. sedangkan PGE2 menghambat kontraktilitas miometrium selama haid dan merangsangnya saat fase proliferatif dan fase luteal. Ditemukan ada hubungan antara keluhan nyeri haid dan produksi prostaglandin serta adanya substansi dalam darah menstruasi yang menstimulasi kontraksi otot polos uterus. Lepasnya prostaglandin dari uterus ke 10 . PGF2α dan PGE2 memiliki efek vaskular yang berlawanan. 2008). Substansi tersebut mengandung PGF2α dan PGE2. Lundstrom and Green 1978 dalam Eby. yang menyebabkan vasokontriksi dan vasodilatasi (Clark and Myatt. diperoleh kadar PGF2α empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita tanpa nyeri haid saat hari pertama menstruasi.

2002). 2003). Schiotz. et al 2005). yang memfokuskan manipulasi pada sistem saraf perifer. pusing dan sakit kepala. Tingginya kadar prostaglandin dan rasio PGF2α/PGE2 yang ditemukan dalam endometrium dan darah menstruasi wanita dengan nyeri haid (Dawood. 2007. 2.sehingga menimbulkan efek relaksasi yang dapat mengurangi nyeri (Pouresmail dan Ibrahimzadeh. 11 .Li dan Wang. Pendekatan non farmakologik: menangani penderita dengan metode TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation). Pendekatan farmakologik : yaitu menangani penderita dengan menggunakan obat-obatan. Teori tersebut didukung oleh beberapa penemuan yaitu: 1. 2008. dan suplemen.2005). 2008: Taylor dkk. D. Pembedahan: dilakukan dengan melakukan ablasi pada sistem sarafuterosakral dan neurektomi presacral (Proctor. 4. 2. 2006). 3. 2001). dkk. Pemberian prostaglandin menimbulkan keluhan yang sama dengan nyeri haid (Daniels. Manajemen Terapi Penderita Nyeri haid Primer Ada 3 macam pendekatan umum dalam menangani nyeri haid primer. 2008). lesu.sirkulasi sistemik mengakibatkan efek sistemik seperti gangguan gastrointestinal. akupuntur dan akupresur. Tingginya kadar prostaglandin terutama PGF2α selama fase sekresi dibandingkan fase proliferative pada siklus menstruasi (Cunningham dkk. dkk. 2002. 3. Witt. dkk. Pemberian penghambat prostaglandin dapat mengurangi keluhan nyerihaid (Daniels.yaitu: 1. (Milne. 2002). yang paling sering adalah dengan non steroid anti inflammatory drugs (NSAIDs) (Antao dkk.

asam mefenamat. meskipun pendekatan yang lain juga memiliki efikasi yang sangat bervariasi. (Daniels dkk. Telah dilakukan penelitian uji klinik dengan menggunakan pil kontrasepsi oral kombinasi mengandung estrogen dosis sedang dan progestogen generasi kedua. Pendekatan farmakologik juga menggunakan obat-obatan golongan lain seperti kontrasepsi oral. Obat-obatan tersebut menghambat siklooksigenase. ibuprofen. Terapi farmakologik yang paling sering untuk kasus nyeri haid adalah dengan obat obatan golongan NSAIDs. terbukti memiliki efikasi yang lebih baik. 12 . dengan metode random plasebo kontrol menunjukkan bahwa beberapa obat golongan NSAIDs seperti sodium naproksen. sehingga ketidaknyamanan dapat dikurangi. dan diklofenak sangatef ektif untuk terapi nyeri haid. didapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan plasebo dalam mengatasi nyeri haid primer (Proctor dkk. Rendahnya kadar prostaglandin akan mengurangi kontraksi uterus.Kedua metode ini memutuskan serat nyeri sensoris di area pelvis. sehingga dapat mengurangi produksi prostaglandin.sodium somepirac. Sebuah penelitian dilakukan pada 45 orang gadis berumur rata-rata 15 tahun dengan memberikan terapi sodium naproksen yang ditingkatkan dosisnya pada menjadi 550 mg ternyata lebih baik dalam mengurangi keluhan nyeri haid dibandingkan dosis regular sebesar 275 mg. suatu NSAIDs golongan fenamate menunjukkan penghambatan terhadap siklooksigenase dan lipooksigenase pada percobaan in vitro (Nasir andBope. 2002). 2002). 2004). Halini menunjukkan bahwa peningkatan dosis NSAIDs (biasanya hingga 2 kali dosisregular) dapat digunakan sebagai terapi awal yang selanjutnya diikuti dengandosis regular (Daniels dkk. 2001). Penelitian selanjutnya dilakukan pada sampel yang lebih besar. Sebagian besar NSAIDs bekerja menghambat siklooksigenase. Sejauh ini pendekatan farmakologik. Kadar PGF2α dan rasa nyeri menurun pada beberapa wanita nyeri haid yang diterapi dengan obat golongan NSAIDs. ketoprofen.

Tetapi obat ini memiliki tolerabilitas yang rendah karena efek sakit kepala yang terjadi pada 20-26% pasien pada seluruh studi. pemberian magnesium dapat mengurangi kadar PGF2α dalam darah menstruasi hingga 45% dari sebelum terapi. tetapi penggunaan obat ini memiliki efek samping di antaranya: rasa panas di wajah. Dengan terapi suplemen diharapkan dapat meningkatkan konversi asam lemak esensial menjadi anti inflamasi dari prostaglandin. Magnesium yang diberikan dalam bentuk magnesium pidolat. niasin dan vitamin C (De Souza. tegangan dan relaksasi dari otot polos uterus.2001). meningkatnya denyut nadi. tetapi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut (Wilson dan Murphy. 2002). vitamin B6. Dengan mengatur masuknya kalsium tersebut.Obat nitrogliserin juga digunakan sebagai terapi nyeri haid berdasarkan teori menurunnya kadar nitrit oksid merangsang kontraksi miometrium. yang membuat penggunaan magnesium dapat dipertimbangkan sebagai terapi nyeri haid primer. Pada sebuah studi. 13 . 2000. sehingga kalsium intrasel menurun dan kontraksi otot polos berkurang. Adapun suplemen yang dapat meningkatkan konversi tersebut yaitu magnesium. sehingga dapat mengurangi keluhan nyeri haid. Selain terapi dengan obat-obatan di atas. Proctor dan Murphy. tetapi dosis pemberiannya memiliki variasi yang sangat besar. zink. berdebar dan sakit kepala (Morgan dkk. karena magnesium memiliki efek langsung pada tekanan pembuluh darah dan secara fisiologis dapat mengendalikan dan mengatur masuknya kalsium ke dalam sel otot polos. magnesium dapat mempengaruhi kontraktilitas. penanganan nyeri haid juga dilakukan dengan terapi suplemen. Nitrogliserin sebagai sumber dari nitrit oksid diharapkan dapat merelaksasi kontraksi miometrium pada nyeri haid primer. 2001). Magnesium digunakan sebagai terapi nyeri haid primer. Kalsium antagonis dapat menghambat kontraktilitas miometrium dengan cara menghambat kalsium masuk ke dalam sel.

Zink merupakan agen reduksi yang baik dan dapat membentuk ikatan yang stabil dengan ion-ion seperti alkalin fosfatase. alkohol dehidrogenase. zink mempunyai peranan sebagai produk neurosekretori atau kofaktor. di dalam tubuh terkandung 2-2. 2006). Vitamin E dapat mengurangi keluhan nyeri haid. struktur dan enzymatic. Pada sistem saraf pusat.tempat ini juga merupakan 14 . yang disebut “zink containing”neuron atau neuron yang mengandung zink. Sumsum tulang belakang dan ginjal merupakan tempattempat terbanyak mengandung zink labil. pankreas. otot dan tulang. Zink tersebar di seluruh tubuh. Zink esensial untuk struktur dan fungsi protein.33%) dan alkalinn fosfatase. diantaranya enzim karbonik anhidrase (mengandung zink 0. Vitamin E dapat meningkatkan produksi vasodilator prostasiklin dan PGE2 yang berperanan dalam relaksasi otot uterus (Wu dkk. insulin. 2000). ginjal. zink berkonsentrasi tinggi dalam vesikel sinaptic pada bagian spesifik neuron. karbonik anhidrase. rambut dan kuku. E. Sebagian besar zink berada di dalam hati. 2005). Diperkirakan lebih dari 1% kode genetic pada manusia terdiri dari campuran zink dengan protein (Piliang. Selain itu menurunnya kadar vitamin B6 dalam darah mengakibatkan hati tidak dapat mengkonyugasikan estrogen yang akan menyebabkan meningkatnya kadar estrogen di dalam darah yang berhubungan dengan keluhan nyeri haid (Antao dkk. Dawood dkk. Beberapa jenis enzim memerlukan zink bagi fungsinya dan bahkan ada enzim yang mengandung zink dalam struktur molekulnya. termasuk pengatur. Metabolisme Zink Dalam Tubuh Zink merupakan trace element yang esensial bagi tubuh. 2005. Jaringan yang banyak mengandung zink adalah bagian mata. Pada peranan ini. dan karbopeptidase. kulit. kelenjar prostat.5 gram zink yang tersebar hampir di semua sel.Vitamin B6 dapat menstimulasi membran sel dalam mentransfer magnesium dan meningkatkan magnesium intrasel yang berperanan dalam relaksasi otot (De Souza. 2000). Tempa . melalui biosintesis prostaglandin.

sekitar 30% zink berikatan dengan 2 alfa makroglobulin. 2000). hati. di dalam sel dinding saluran cerna zink akan diubah menjadi metalotionein sebagai simpanan. Zink di dalam plasma hanya 0. Absorpsi zink diatur oleh metalotionein yang disintesis di dalam sel dinding saluran pencernaan. Kelebihan zink akan disimpan dalam hati dalam bentuk metalotionein. 2001). kerang. keju dan beberapa produk biji-bijian dapat menjadi sumber zink yang signifikan. kehamilan dan wanita yang menggunakan pil kontrasepsi. (Almatsier. Dalam plasma. Susu. Zink dalam darah akan menurun jika terjadi infeksi.tempat-tempat yang pertama akan mengalami defisiensi zink dalam kondisi defisiensi zink (Piliang. sehingga absorbs zink berkurang. Zink digunakan untuk membuat enzim pencernaan di dalam pankreas yang pada waktu makan dikeluarkan kedalam saluran pencernaan. Zink diangkut oleh albumin dan transferin masuk ke aliran darah dan dibawa ke hati. Penyerapan zink terjadi pada bagian atas usus halus. Zink yang terkandung dalam protein hewani lebih mudah digunakan dalam tubuh daripada zink yang terdapat pada nabati (Almatsier. dan sel-sel darah merah (Almatsier. sekitar 66% berikatan dengan albumin dan sekitar 2% membentuk senyawa kompleks dengan histidin dan sistein. Dengan demikian saluran cerna memiliki dua sumber zink. Zink merupakan ion intraseluler di dalam cairan tubuh. dan ikan. Bila konsumsi zink tinggi. hipertiroid.1% dari seluruh zink di dalam tubuh yang mempunyai masa pergantian yang cepat. 2001). Sumber zink yang baik terutama pada sumber protein hewani seperti daging. anemia. Komplek zink-albumin disebut ligan zink makromolekul utama sedangkan ligan mikromolekul adalah kompleks zink-histidin dan zink-sistein yang berfungsi untuk menstransport zink ke seluruh jaringan termasuk ke hati.otak. 2001) 15 . sedangkan yang lainnya dibawa ke pankreas dan jaringan tubuh lain. yaitu dari makanan dan cairan pencernaan pankreas.

seperti kulit. cairan haid dan mani (Almatsier. termasuk di dalamnya karbonik anhidrase. sintesis protein dan asam nukleat. Dan tembaga dalam jumlah melebihi kebutuhan faal menghambat penyerapan zink (Piliang. Metalotionein-III merupakan senyawa kompleks zink yang berperan dalam utilisasi zink sebagai neuromodulator. seperti: keseimbangan asam basa. Metalotionein kaya akan asam amino sistein dan dapat mengikat 9 gram atom logam untuk setiap protein. nukleosida fosforilase. 2001). sistem kekebalan tubuh. Zink diekskresikan melalui feses. metionin dan sistein dapat meningkatkan penyerapan. DNA polimerase. Di samping itu zink dikeluarkan melalui urine dan keringat serta jaringan tubuh yang dibuang. Begitu pula jenis makanan mempengaruhi absorpsi. Bila lebih banyak zink yang dibutuhkan. RNA polimerase. reproduksi. perkembangan dan berfungsinya sistem saraf. Banyaknya zink yang diserap berkisar antara 15-40%. ketersediaan folat. 16 . misalnya dalam keadaan gizi kurang atau kehamilan. Metalotionein-III merupakan bagian yang spesifik dari metalonein yang terdapat pada otak yang mengikat zink dan berfungsi sebagai cadangan zink dalam otak.Metalotionein di dalam hati mengikat zink hingga dibutuhkan oleh tubuh. Zink terlibat dalam sejumlah besar metabolisme. superoksida dismutase dan peroilpoli glutamat hidrolase. sebaliknya protein histidin. Serat dan fitat menghambat ketersediaan zink. Metalotionein diduga mempunyai peranan dalam mengatur kandungan zink pada cairan intraselular. alkohol dehidrogenase. Albumin merupakan alat transpor utama zink. Nilai albumin dalam plasma merupakan penentu utama penyerapan zink. protein kinase. alkalin fosfatase. penglihatan. Protein ini sangat terikat erat dengan mineralmineral zink. 2001). metabolisme asam amino. Lebih dari 200 enzim bergantung pada zink. Penyerapan zink menurun bila nilai albumin darah menurun. Absorpsi zink dipengaruhi oleh status zink dalam tubuh. Beberapa penelitian membuktikan bahwa sintesis metalotionein dirangsangoleh adanya mineral zink (Piliang. 2001). sel dinding usus. lebih banyak pula zink yang diserap.

dimana pemberian zink akan menurunkan aktivitas Cox-2 (Fong dkk. Peranan Zink dalam Mencegah Nyeri Haid pada Nyeri Haid Pimer Sejak prostaglandin disebut sebagai penyebab nyeri haid. 2004). F. 2001). Kontraksi uterus yang kuat mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke otot uterus. sehingga mengakibatkan berkurangnya asupan oksigen ke dalam jaringan yang menimbulkan iskemia. sehingga dapat mengurangi nyeri haid. Zink sebagai salah satu mikronutrien dapat menghambat metabolisme prostaglandin di mana konsentrasi zink sebesar 1x10-5 mol/l. maka penelitianpenelitianyang dilakukan difokuskan pada penghambatan produksi prostaglandin. Pemberian zink dapat memperbaiki sirkulasi pembuluh darah kapiler sehingga mengurangi kram dan nyeri. Pemberian zink juga berefek sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan kadar sitokin-sitokin penyebab inflamasi sehingga dapat mengurangi kram dan rasa nyeri (Prasad dkk. dapat menghambat metabolisme prostaglandin. perlu dilakukan penelitian zink selanjutnya karena pemberian zink dianggap lebih efektif dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obatan lainnya dan juga untuk menentukan dosis yang lebih tepat sehingga dapat memberikan efek terapi yang adekuat.Enzim superperoksida dismutase di dalam sitosol semua sel. 17 . berperan dalam memunahkan anion superoksida yang merusak (Almatsier. dalam rentang konsentrasi fisiologis pada jaringan uterus. 2006). Zink juga mengatur cyclooxygenase-2 (Cox-2) yaitu suatu enzim yang terlibat dalam nyeri dan inflamasi. Hipotesis lain mengatakan bahwa mekanisme zink dalam otot polos uterus sama dengan mekanisme zink pada pengobatan angina pectoris dengan cara meningkatkan sirkulasi pada pembuluh darah kapiler (Eby. Keadaan iskemia akan mengakibatkan pelepasan reaktif oksigen spesies yang mengakibatkan kerusakan jaringan dan rasa nyeri. Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut. 2006). 2005). Premenstrual tension tidak terjadi pada pasien-pasien yang mengkonsumsi 31 mg zink per hari dibandingkan dengan pasien yang hanya mengkonsumsi 15 mgzink/hari (Eby.

2004). Keadaan iskemia akan mengakibatkan pelepasan reaktif oksigen spesies yang mengakibatkan kerusakan jaringan. Secara fisiologis tubuh yang normal adalah tubuh yang nyaman tanpa rasanyeri. Pemberian zink juga akan menurunkan kadar Cox-2. yang diakibatkan olehsuatu rangsang nyeri (Guyton dan Hall. Di sisi lain. di dalam uterus terdapat enzim copper-zink dismutase yang dapat meng-inaktivasi pelepasan reaktif oksigen spesies tersebut. tetapi rasa nyeri adalah respon fisiologis tubuh kita terhadap suaturangsang. Didukung pula oleh Sieppmann pada penelitiannya diperoleh hasil bahwa nyeri haid primer maupun sekunder akan memburuk pada keadaan defisiensi zink. sehingga mengakibatkan berkurangnya asupan oksigen ke dalam jaringan yang menimbulkan iskemia. Rasa nyeri dibutuhkan untuk mekanisme pertahanan tubuh kita untukmencegah kerusakan organ atau jaringan yang lebih luas. 2006) BAB V SIMPULAN DAN SARAN 18 .Pada keadaan nyeri haid terjadi kontraksi uterus yang kuat mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke otot uterus. inflamasi dan prekursor kanker uterus. suatu enzim yang terlibatdalam nyeri.di mana pemberian zink akan menjaga jumlah enzim tersebut tetap adekuat didalam uterus. Pemberian zink juga berefek sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan kadar sitokin-sitokin penyebab inflamasi sehingga dapat mengurangi kram dan rasa nyeri (Prasad. Kerusakan jaringan akan menyebabkan pengeluaran mediator-mediator nyeri.

Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme kerja zink yang lebih mendalam dan lama pemberian zink sebelum haid. Kesimpulan Pemberian zink selama sebelum menstruasi dapat menurunkankadar prostaglandin (PGF2α) pada kasus nyeri haid primer sehingga zink dapat dipilih sebagai salah satu terapi alternative pada pasien dhisminorea. 2. B. Saran 1. Disarankan kepada wanita yang mengalami riwayat nyeri haid untuk mengkonsumsi zink dengan dosis yang sesuai untuk mencegah mengurangi rasa nyeri menjelang atau saat terjadinya haid. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dosis terapetik zink yang diberikan pada pasien disminorhea. 3. DAFTAR PUSTAKA 19 .A.

December. 69: 297-301. R. No. K. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. 2.Graw-Hill. Banikarim. M. Chacko. a Cyclooxygenase‐2‐SpecificInhibitor.99. Review article: Dysmenorrhea and Pelvic Pain: Acommon adolescent reproductive health problem. Williams Obstetrics: International Edition. Vol.. Jakarta : EGC. Gant. 2001. MC. Pages 35.Iss. Obstetrics &Gynecology: August .. S. 2006. MedicalHypotheses (2007) .. Jakarta.. ISSN: 0029-7844/06 Dawood. Iss. Journal of Women's Health & Gender-Based Medicine. Elsevier. 2008. M. The ORION Vol. KM. M. Begum K. Kenneth.. Cunningham. Gramedia. 12. Arch Pediatr AdolescMed .Issue 2 . acetaminophen.Ahrendt. 2001.. 2006. 2000. Robert. Daniels. Burnett. 10. Antao. doubleblind.e135. 2007. Torri. 354. The effects of an oestrogen-free.p 350–358. Leveno. Bradford: Vol 99. Primary Dysmenorrhea Advances in Pathogenesis and Management.. Journal Obstetric and Gynaecology Vol.. 4. DP. and ibuprofen inprimary dysmenorrhea. Clinical efficacy and differential inhibition of menstrual fluid prostaglandin F2α in a randomized. S. 20 . Miriam C. pg. Zink Treatment Prevents Dysmenorrhea.2002. Verburg. Kelder. Published by Lippincott Williams & Wilkins. American Journal of Obstetrics & GynecologyVolume 196. 2005. Toronto...154:1226-122. Lea. 2007.. Issue 1 . desogestrel containing oral contraceptive in women with cyclical symptoms: Results from two studies on oestrogen-related symptoms and dysmenorrhoea European Journal of Contraception & Reproductive Health Care. Recker. Prevalence and Impact of Dysmenorrhea on Hispanic Female Adolescents. Firyal S. Hans Joachim. A Synergistic Effect of a Daily Supplement for 1 Month of 200 mg Magnesium plus 50 mg Vitamin B6 for the Relief of Anxiety-Related Premenstrual Symptoms: A Randomized. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Talwalker. p. SE. Original Research:Valdecoxib. Akhtar. C.. George .MR.e5. 108. Bickley S.Volume 100 . MY and Khan-Dawood. Mc. A. No 169. S.2. Is Effective in Treating Primary Dysmenorrhea. Black.. Eby.. DoubleBlind.September Almatsier. SH. 2001. Dawood. V. 9(2): 131-139. Primary Dysmenorrhea Consensus Guideline. crossover treatment with plasebo. Norman. Gary..March. Feldman. De Souza. Lynn. Snabes.Crossover Study. 2000. August.

J. Massachusets. Mary Ann. No. Tarshis. RE.2008. dkk.A. D. Mary P. IranianJournal of Pharmaceutical Research : 89-93 Latthe. The Size of Clinical Trial. Jabbour. M. Iss.2006.Pocock.. Danyod. Iss. Volpe.. 2007.. Morgan.Vol. Volume 2. Bogor. Piliang. Hills. Mao.J. Original ArticleClinical Effects of Fennel Essential oil on Primary Dysmenorrhea. R. 1. Bao. O.. alih bahasa: Irawati dkk. Acupuncture at Siguan Points for Treatment ofPrimary Dysmenorrhea. Milne.24:403–9. 2009.22(3):205-10. p123-141.Chicester: John Wiley & Sons – A Wiley Medical Publication. 2003. N. editor: Lukman Yanuar Rahman.. 2. R. Beck. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran... Nutrition Update. M.. 7544. 2002Sep. 2008. FWJ... FH .Issue 1. J Tradit Chin Med. Dysmenorrhea in Adolescents and Young Adults:Etiology and Management . Turner. Therapeutic Uses of Magnesium. CH and Wang. 2008. Soodi. PubMed-NCBI.Jakarta. Pouresmail.. Leawood Guyton. 2003. 65-89. 332. Effects of acupressure and ibuprofen onthe severity of primary nyeri haid. B. British Medical Journal. M. K. W. PJ. Khan. Krishnaswamy. Khorshidi.37 : 1182-90 21 . AS.American Family Physician:.. Mignini. pg. 2006 . Prostaglandin (PG) F2 ReceptorExpression and Signaling in Human Endometrium: Role of PGF2 inEpithelial Cell Proliferation The Journal of Clinical Endocrinology &Metabolism Vol. 2002. 749. 157. Nitroglycerin as a uterine relaxant: asistematic review. and Sarkar. . Lumsden. P. Factors predisposingwomen to chronic pelvic pain: sistematic review. Vol. Stuart and Henry N. EGC. John.. 2004. P. Edisi 11. SN. JJ.Fortier. Dysmenorrhea. SL. Li. Journal ofPhysiology and Pharmacology. Fisiologi Nutrisi: Mineral.(International edition). J Obstet Gynaecol Can .. 88.J Pediatr Adolesc Gynecol 19:363-371Insel. Pages 40-43. Kucuk. Free Radic Biol Med . American DieteticAssociation. Z and Ibrahimzadeh R. Gray. Arthur C and Hall. L. Suppl 1. 2001.. London. K. Women Health Medicine. Guerrera. Antioxidanteffect of zink in humans. Zeev MD.. April.. YZ. Ross. IPB. Prasad. 2002. 80. Jones and Bartlett Publishers. 6 pgs. 4 1825-1832. Mossadegh. G. R. 2005. 2002. E. pg. S. Harel. A Postgenomic integratedview of prostaglandin: Implication for other body sistems. 59. Kung. Ostad... Clinical Trials-Practical Approach.

Meydani. Dysmenorrhoea.. M. T.Pages 166.. Miaskowski. C and Kohn. J . Jettestead. A Randomized Clinical Trial ofthe Effectiveness of An Acupressure Device (Relief Brief) for ManagingSymptoms of Dysmenorrhea. Al-heeti. Issue 2 . JNutr .... SN.Issue 3.e1 -166.135:1847–53 Wiknjosasto. 22 . Journal of Obstetrics and Gynecology. Murphy. Clinical Evidence . 2002.2008. Wilson. Hanifa. dkk.. Acupuncture in patients with dysmenorrhea: a randomized study onclinical effectiveness and cost-effectiveness in usual care. Meydani. D. 2007. Farquhar. M.Proctor. 7. In: The Cochrane Library. L. 2009. Taylor. Jena. Herbal and dietary therapies for primary andsecondary dysmenorrhoea (Cochrane Review).. 2001. American Journal of Obstetrics & Gynecology Volume 198. ML. Vitamin E increasesproduction of vasodilator prostanoids in human aortic endothelial cellsthrough opposing effects on cyclooxygenase-2 and phospholipase A2. Roll. B. AH. 27.. S..e8 Wu.7:1654 Schiotz. 2005. 2007.. D. PA. The Journal of Alternative andComplementary Medicine. Vol. Hanifa.. Reinhold. Brinkhaus. Wiknjosasto. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. M. 726. Iss. 2002. OxfordWitt. SN. Willich. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo... 8(3): 357370. pg. Treatment of dysmenorrhoea witha new TENS device (OVA) . Ilmu Kebidanan. C. dkk.Bristol: Oct . Ilmu Kandungan. D. Liu. S. Claudia M.