You are on page 1of 19

A.

JUDUL SISTEM INFORMASI PENDATAAN KELUARGA MISKIN UNTUK PROGRAM RASKIN PADA KELURAHAN KAJEN

B.

LATAR BELAKANG Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, telah berpengaruh dan memiliki arti penting terhadap kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan adanya berbagai kemudahan yang ditawarkan dan disediakan. Sehubungan dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi itu, tentunya segala aspek kehidupan menjadi pertimbangan tersendiri untuk mengikutsertakan perkembangan teknologi, khususnya pada teknologi komputerisasi yang semakin hari semakin meningkat sejalan dengan kebutuhan pasar yang terus menuntut keefektifan, kemudahan, kecepatan sampai dengan keringanan pembiayaan untuk mendapatkan hasil dan kepuasan yang diinginkan. Program beras untuk keluaga miskin atau yang biasa dikenal dengan istilah Raskin merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaraan keluargamiskin. Melalui program raskin diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan keluarga miskin dan secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan gizi, peningkatan kesehatan, pendidikan produktivitas keluaga miskin. Namun pada praktek lapangannya, pengambilan keputusan untuk menentukan kriteria penerima beras yang sudah terjadi biasanya tidak mengacu pada kriteria-kriteria keluarga miskin, sehingga mengakibatkan pembagian beras miskin yang salah sasaran. Penentuan kriteria-kriteria keluarga miskin diperlukan sebuah sistem informasi yang baik untuk mencegah kesalahan-kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat membantu dalam menentukan calon penerima raskin.

Namun, pendataan yang dilakukan oleh instansi yang ada di Kelurahan Kajen masih menggunakan pendataan secara manual dengan mencatat pada suatu kertas. Hal ini mengakibatkan suatu ketidak efisienan waktu dan ketidak akurat dalam pengarsipan data. Di sini akan dirancang sebuah sistem informasi pendataan rakyat miskin, perancangan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pegawai dalam mengelola data serta perluasan informasi kepada masyarakat maupun pihak yang terkait.

C.

RUMUSAN MASALAH Dalam perancangannya sistem pendukung keputusan beras miskin ini memiliki beberapa rumusan masalah yang akan menjadi persoalan dalam pengembangan kedepannya. Persoalan tersebut akan dibahas untuk didiskusikan dalam forum kelompok, persoalan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Apa sajakah faktor-faktor yang akan diperhatikan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerima beras miskin. 2. Bagaimanakah penentuan nilai dari setiap kriteria yang akan dijadikan sebagai acuan dalam menentukan kelayakan penerima beras miskin. 3. Bagaimanakah perhitungan bobot dari setiap kriteria dan subkriteria dalam penentuan kelayakan penerima beras miskin. 4. Bagaimanakah Aplikasi Sistem Pendataan Penerima Beras Miskin itu ?

D.

TUJUAN DAN MANFAAT Dengan adanya Sistem Informasi Pendataan Keluarga Miskin Untuk Program Raskin (rakyat miskin) di Kelurahan Kajen , diharapkan dapat menghasilkan sebagai berikut : 1. Tujuan Terwujudnya suatu sistem Sistem Informasi Pendataan Keluarga Miskin Untuk Program Raskin (rakyat miskin) di Kelurahan Kajen dan

diharapkan bisa membantu pemerintah daerah untuk lebih cepat menentukan siapa penerima raskin. 2. Manfaat Membantu pemerintah dalam mempersingkat waktu pendataan penerima raskin dan pembagian raskin. E. TINJAUAN PUSTAKA 1. Sistem Sistem adalah satu kesatuan yang saling terkait antara yang satu dengan yang lain atau dari sub-sub sistem yang terkait dan saling berhubungan satu sama lainnya yang bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem merupakan kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, variable yang terorganisasi, saling berinteraksi saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Menurut Jogiyanto.HM (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. 2. Informasi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dan tunggal dari data item. Data adalah suatu kenyataan yang menggambarkan kejadiankejadian dan kesatuan nyata. 3. Sistem Informasi Definisi umum sistem informasi adalah sebuah system yang terdiri atas rangkaian-rangkaian subsistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

4.

Keluarga Miskin Keluarga Miskin adalah unit satuan masyarakat yang terkecil yang merupakan suatu komponen kecil di dalam masyarakat, orang/keluarga/kelompok yang telah memiliki pekerjaan atau sumber penghasilan yang jelas dan tertentu, tetapi tetap tidak berdaya secara ekonomi karena penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup minimal,yaitu sandang, pangan dan papan.

5.

Raskin Raskin (Beras untuk Kelurga Miskin) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu warga miskin dalam hal kebutuhan pangan dan mengurangi beban financial memalui pengadaan beras bersubsidi. Penanggung jawab dari program ini adalah Departement Dalam Negeri dan Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) sesuai dengan SKB (Surat Keputusan Bersama) Mentri Dalam Negeri dengan Direktur Utama Perum Bulog Nomor : 25 Tahun 2003 : PKK-12/07/2003, yang melibatkan instansi terkait seperti Pemerintah Daerah dan masyarakat. Program ini merupakan kelanjutan dari Operasi Pasar Khusus (OPK) yang diluncurkan pada tahun Juli 1998 di bawah program Jaringan Pengaman Sosial (JPS).

6.

Java Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam. Bahasa ini awalnya dibuat oleh James Gosling saat masih bergabung di Sun Microsystems saat ini merupakan bagian dari Oracle dan dirilis tahun 1995. Bahasa ini banyak mengadopsi sintaksis yang terdapat pada C dan C++ namun dengan sintaksis model objek yang lebih sederhana serta dukungan rutin-rutin aras bawah yang minimal. Aplikasi-aplikasi berbasis java umumnya dikompilasi ke dalam p-code (bytecode) dan dapat dijalankan pada

berbagai Mesin Virtual Java (JVM). Java merupakan bahasa pemrograman yang bersifat umum/non-spesifik (general purpose), dan secara khusus didisain untuk memanfaatkan dependensi implementasi seminimal mungkin. Karena fungsionalitasnya yang memungkinkan aplikasi java mampu berjalan di beberapa platform sistem operasi yang berbeda, java dikenal pula dengan slogannya, Tulis sekali, jalankan di mana pun. Saat ini java merupakan bahasa pemrograman yang paling populer digunakan, dan secara luas. 7. MySQL SQL singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database. Menurut ANSI (American National Standards Institute), bahasa ini merupakan standard untuk Relational Database Management Systems (RDBMS). MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.

Keunggulan dari MySQL adalah : a. Bersifat opensource b. Sistem software-nya tidak memberatkan kerja dari server atau komputer, karena dapat bekerja di background. 8. Metode Pengembangan Sistem Pengembangan sistem adalah pengembangan suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahanpermasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusukan perbaikan-perbaikan. (Jogiyanto H.M ,2005). Pada pembuatan sistem pedukung keputusan ini menggunakan model sekuensial linear atau sering juga disebut dengan model klasik yang disebut juga dengan model air terjun waterfall. Model ini adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun software. Tahapan-tahapan dapat dilihat dengan gambar seperti ini :

Perencanaan Sistem

Analisa Sistem

Perancangan Sistem

Implementasi

Pengujian

Gambar 1.1 Tahapan Metode Pengembangan Sistem Waterfall Berdasarkan tahapan metode pengembangan sistem waterfall tersebut , terdapat 5 tahapan, tapi yang penulis gunakan hanya 2 tahap saja yaitu : a. Tahap Perencanaan Sistem Pada tahap ini akan dilakukan pendefinisian seluruh kebutuhan perangkat lunak yang nantinya akan dijadikan sebagai SRS (software Requirements Spesifications). SRS adalah dokumen yang berisi deskripsi lengkap mengenai apa kemampuan perangkat lunak

(what) tanpa menjelaskan bagaimana (how) perangkat lunak akan melaksanakan kemampuan tersebut. Pada tahap awal SRS disebutkan tujuan dari perangkat lunak dan dideskripsikan ke dalam suatu fungsi-fungsi komputer. b. Tahap Analisa Sistem Tahapan analisis terdiri atas analisis kebutuhan dan analisis pemodelan. Analisis kebutuhan merupakan pengidentifikasian kebutuhan yang diperlukan oleh sistem. c. Tahap Perancangan Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. d. Tahap Implementasi Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. e. Tahap Pengujian Tahap pengujian adalah proses eksekusi suatu program, bila pengujian dilakukan secara sukses (sesuai dengan sasaran tersebut) maka tidak akan ditemukan kesalahan di dalam perangkat lunak. 9. Metode Pengembangan Sistem Terstruktur Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainya, sedang metode adalah suatu cara, teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi pengembangan sistem berarti adalah metode-metode, prosedur prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi. Untuk dapat melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan metode terstruktur diperlukan alat-alat sebagai berikut : a. LKT (Lembar Kerja Tampilan)

Salah satu kriteria penting dari sebuah antar muka adalah tampilan yang menarik. Piranti bantu sederhana dalam bentuk lembaran kertas guna membantu mendokumentasikan bentukbentuk tampilan yang akan diimplementasikan sebagai pedoman antar muka tersebut dipermudah dengan penamaan Lembar Kerja Tampilan. (Santosa,2004). Bentuk LKT Menurut Santosa (2004) adalah sebagai berikut :
No :

Tampilan :

Navigasi :

Keterangan : Gambar 1.2 Lembar Kerja Tampilan LKT tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu : 1). Nomor Lembar Kerja 2). Bagian Tampilan, berisi sketsa tampilan yang akan muncul dilayar. 3). Bagian Navigasi, menjelaskan kapan tampilan akan muncul dan kapan tampilan itu berubah menjadi tampilan lain. 4). Bagian Keterangan, berisi penjelasan singkat tentang atribut tampilan yang akan dipakai. b. Unified Modelling Language (UML) Unified Modeling Language atau UML adalah sebuah bahasa untuk menentukan, visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact dari sistem software, untuk memodelkan bisnis, dan non software lainnya. UML bukanlah bahasa pemprogaman visual, tetapi bahasa pemodelan visual, bukanlah proses tetapi memungkinkan proses-proses.

10

Unified Modeling Language atau UML adalah bahasa grafis untuk mendokumentasi, menspesifikasi, dan membangun system perangkat lunak. UML berorientasi objek, menerapkan banyak level abstraksi, tidak bergantung proses pengembangan, tidak bergantung bahasa dan teknologi, pemanduan beberapa notasi diberagam metodologi, usaha bersama banyak pihak, didukung kakas-kakas yang diintegrasi lewat XML (XMI). Standar UML dikelola oleh OMG (Object Managemen Group). (Sholiq.2006). UML memiliki beberapa diagram yang dikelompokkan menjadi lima perspektif berbeda untuk memodelkan sistem. Adapun Diagram di UML terdiri dari : 1). Diagram Model Use Case Diagram yang secara grafis menggambarkan sistem sebagai sebuah kumpulan use case, pelaku/pengguna/aktor dan hubungan antara keduanya. 2). Diagram Struktur Statis Untuk memodelkan struktur system informasi statis dalam UML menawarkan 2 diagram yaitu : a). Diagram Kelas Diagram ini menunjukkan sekumpulan kelas,

interface, interaksi dan keterhubungannya. b). Diagram Objek Diagram objek menyediakan notasi grafis guna memodelkan objek, kelas dan hubungan antar keduanya. 3). Diagram Interaksi Dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

11

a). Diagram sekuen/rangkaian Diagram ini menunjukkan interaksi yang terjadi antar objek. Diagram ini merupakan pandangan dinamis terhadap system. b). Diagram Kolaborasi Diagram ini menekankan pada organisasi struktur objek-objek yang mengirim dan menerima pesan. 4). Diagram State Diagram state dibagi menjadi 2 yaitu: a). Diagram Statechart Diagram ini berisi state, transisi, kejadian dan

aktivitas. Statechart merupakan pandangan dinamis dari sistem. Diagram ini penting dalam memodelkan perilaku antar muka, kelas, dan menekankan pada urutan kejadian. b). Diagram aktivitas Diagram ini untuk menunjukkan aliran aktivitas di sistem. Diagram ini adalah pandangan dinamis terhadap sistem. Diagram ini penting untuk memodelkan fungsi sistem. 5). Diagram Implementasi Diagram implementasi di bagi menjadi 2 bagian, yaitu : a). Diagram Komponen Diagram ini menunjukkan organisasi dan

kebergantungan diantara sekumpulan komponen/modul.

12

b). Diagram Deployment (diagram penguraian) Diagram ini mendiskripsikan arsitektur fisik dalam istilah node untuk hardware dan software dalam sistem. Diagram ini menggambarkan konfigurasi komponen hardware dan software sistem. Tabel 1.3 Notasi UML No. 1 Simbol Aktor: Adalah pemakai sistem, dpt berupa manusia atau sistem terotomatisasi lain. Aktor mengirim pesan atau menerima pesan ke atau dari sistem atau mempertukarkan 2 informasi dgn system Use case Adalah apa menggambarkan yang dikerjakan aplikasi. Nama

software/sistem

Setiap use case harus diberi nama yang menyatakan apa yang 3. dicapai dari hasil interaksinya dengan aktor Star Digunakan 4. untuk memulai jalannya system End Digunakan untuk mengakhiri dari jalannya system

13

5.

Transisi Digunakan itu berjalan sebagai penghubung arahnya sistem

6.

State Digunakan perilaku sistem. Activity Digunakan memodelkan cases dan sistem. Decisions perilaku object untuk user didalam menggambarkan object didalam

7.

8.

10. Software yang digunakan a. NetBeans NetBeans adalah sebuah proyek kode terbuka, yang digunakan untuk membuat software aplikasi computer maupun handphone, anda bisa berimajinasi dan berkarya tanpa batas b. XAMPP XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public

14

License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis. X A : Program ini dapat dijalankan dibanyak sistem operasi,seperti : Apache, merupakan aplikasi web server. Tugas utama Windows, Linux, Mac OS, dan juga Solaris. Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat web. jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan,maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan M : MySQL, merupakan aplikasi database server. Perkembangannya disebut SQL yang merupakan kepanjangan dari Structured Query Language. SQL merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah database. MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengelola database beserta isinya. Kita P dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah, dan menghapus data yang berada dalam database. : PHP, bahasa pemrograman web. Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan kita untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis. Sistem manajemen basis data yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQl. namun PHP juga mendukung sistem manajement database Oracle, Microsoft Access, Interbase, d-base, PostgreSQL, dan sebagainya. P : Perl adalah bahasa pemrograman untuk segala keperluan, dikembangkan pertama kali oleh Larry Wall di mesin Unix. Perl dirilis pertama kali pada tanggal 18 Desember 1987 ditandai dengan keluarnya Perl 1. Pada versi-versi selanjutnya, Perl tersedia pula untuk berbagai sistem operasi varian Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC.

15

c.

Rational Rose Rational Rose merupakan salah satu software yang paling banyak digunakan untuk melakukan design software melalui pendekatan UML (Unified Modelling Language). Rational Rose merupakan software yang menyediakan banyak fungsi - fungsi seperti : design proses, generate code, reverse engineering, serta banyak fungsi-fungsi yang lain. Rational Rose merupakan tool yang sangat mudah karena sudah menyediakan contoh-contoh design dari beberapa software. (Hermawan, 2004).

F.

METODE PENGEMBANGAN SISTEM / METODE PENELITIAN Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sedangkan tahapan utama siklus hidup pengembangan sistem terdiri dari : metode pengembangan terstruktur dengan pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle/SDLC). Terdiri dari beberapa fase antara lain sebagai berikut : 1. Perencanaan (Planning) Tahap perencanaan merupakan tahap untuk membuat sebuah kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menyusun sumber daya yang dibutuhkan serta penjadwalan kegiatan yang akan dilakukan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam tahap ini antara lain mencari sumber-sumber bahan pustaka, membuat jadwal kegiatan, dan melakukan pendekatan dengan obyek yang dituju dalam hal ini adalah Kantor Kelurahan Kajen. 2. Analisa Sistem (System Analysis) Analisa sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponenya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan

16

kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikanya.Dalam analisis sistem dibutuhkan data-data yang berhubungan dengan pengembangan suatu sistem yaitu antara lain: a. Data Primer Data yang diperoleh secara langsung dari tempat penelitian yaitu dengan cara : 1). Pengamatan Langsung (Observasition) Metode ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung di tempat penelitian terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan pada Kantor Kelurahan Kajen. 2). Wawancara (Interview) Metode ini dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada Ibu. Kastumi, SH selaku Sekretaris Lurah berdasarkan pada tujuan peneliti dengan objek yang akan diteliti untuk mendapatkan data. b. Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku atau literatur dan sumber data yang digunakan dalam pembuatan sistem ini. Metode analisis deskriptif yaitu pengumpulan data yang ada hubungannya dengan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dengan penelitian perpustakaan (Library research). 1) Penelitian Perpustakaan Cara pengumpulan data dengan cara membaca dari beberapa buku dan sumber lainya untuk diambil sebatas masalah yang diperlukan dalam penelitian.

2) Penelitian Lapangan

17

Kegiatan yang dilakukan dengan meninjau langsung objek tersebut dengan tindakan tanya jawab langsung atau wawancara dan observasi di Wilayah Kerja Kelurahan Kajen. 3. Perancangan Sistem (System design) Dalam merancang sistem ini berdasar pada kebutuhan dan masalah yang dihadapi pada obyek penelitian. Pada fase ini meliputi perancangan basis data, perancangan antarmuka pengguna, kebutuhan perangkat keras, kebutuhan perangkat lunak. 4. Implementasi (Implementation) Setelah melalui tahapan requirement, analysis dan design, maka seluruh sistem siap untuk diimplementasikan. Dalam tahapan implementasi ada beberapa tugas yang dijalankan diantaranya mengimplementasikan design dalam komponen-komponen, souce code, script, executable dan sebagainya. Kemudian menyempurnakan sistem dan mengintegrasikan komponen-komponen (menjalankan) untuk integrasi dan testing sistem. Setelah rancangan sistem dibuat, kemudian dilakukan implementasi dengan membuat program dan pengujian program. I. JADUAL KEGIATAN Berdasarkan metodologi yang telah dipaparkan sebelumnya, makadisusunlah jadual kegiatan pembuatan / pengembangan sistem sebagaimana berikut ini : N O 1 2 3 Bulan Jadual Kegiatan Penyusunan Proposal Analisisdan pengumpulan data Desain Lunak Perangkat Maret April Mei Juni 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

18

DAFTAR PUSTAKA Hermawan, Julius., 2004 Analisis Desain dan Pemrograman Berorientasi Obyek dengan UML, Andi Offset, Yogyakarta. Jogiyanto, MBA,Ph.D, 2005, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta. H.M,Jogiyanto, 2005, Analisa dan Desain, Andi offset, Yogyakarta Sholiq, 2006, Pemodelan Sistem Informasi Berorientasi Objek dengan UML, Graha Ilmu, Yogyakarta Andi, 2012, Membangun Apikasi bisnis dengan netbeans, Andi offset, Yogyakarta http://www.pkk.or.id/dowlnloads/efektivitaspelaksaanraskin.pdf/ Februari 2013 Jogiyanto. HM. Analisis dan Desain. Andi Offset, Yogyakarta, 2005. diakses pada

19

Leman. Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. PT Elex Media omputindo, Jakarta,1998