PENGANTAR PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

(Pertemuan II)

DIANA VIDYA FAKHRIYANI

PENGERTIAN PESERTA DIDIK
Dalam pengertian umum, anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. sedangkan dalam arti sempit anak didik adalah anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan kepada tanggung jawab pendidik

Setiap individu dikatakan sebagai peserta didik apabila ia telah memasuki usia sekolah. Usia 4 s/d 6 th, di TK. Usia 6/7 th di SD. Usia 13 s/d 16 th di SMP, dan usia 16 s/d 19 th di SLTA. (Fatimah, 2010)

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional, “peserta didik diartikan sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu”. (Desmita, 2012)

MENGENAL ISTILAH JALUR-JENJANG-JENIS PENDIDIKAN
JALUR • Wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal. JENJANG Tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi JENIS Kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan. Mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, keagamaan, dan khusus. (Sumber: UUSPN no. 2 0 tahun 2 0 0 3, Pasal Bab I & bab VI)

Jadi Dapat Dikatakan…
Peserta Didik  komponen dalam sistem pendidikan, yang diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang selanjutnya berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Sebagai suatu komponen pendidikan, peserta didik dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: 1. Pendekatan social, 2. pendekatan psikologis, dan 3. pendekatan edukatif/paedagogis.

1. Pendekatan sosial, peserta didik adalah anggota masyarakat yang sedang disiapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang lebih baik. Sebagai anggota masyarakat, dia berada dalam lingkungan keluarga, masyarakat sekitarnya, dan masyarakat yang lebih luas. Peserta didik perlu disiapkan agar pada waktunya mampu melaksanakan perannya dalam dunia kerja dan dapat menyesuaikan diri dari masyarakat. Kehidupan bermasyarakat itu dimulai dari lingkungan keluarga dan dilanjutkan di dalam lingkungan masyarakat sekolah. Dalam konteks inilah peserta didik melakukan interaksi dengan rekan sesamanya, guru-guru, dan masyarakat yang berhubungan dengan sekolah. Dalam situasi inilah nilai-nilai social yang terbaik dapat ditanamkan secara bertahap melalui proses pembelajaran dan pengalaman langsung.

2. Pendekatan Psikologis, peserta didik adalah suatu organisme yang sedang tumbuh dan berkembang yang memiliki berbagai potensi manusiawi, seperti: bakat, minat, kebutuhan, social-emosional-personal, dan kemampuan jasmaniah. Potensi-potensi itu perlu dikembangkan melalui proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah, sehingga terjadi perkembangan secara menyeluruh shg. menjadi manusia seutuhnya. Perkembangan menggambarkan perubahan kualitas dan abilitas dalam diri seseorang, yakni adanya perubahan dalam struktur, kapasitas, fungsi, dan efisiensi. Perkembangan itu bersifat keseluruhan, misalnya perkembangan intelegensi, sosial, emosional, spiritual, yang saling berhubungan satu dengan lainnya.

3. Pendekatan edukatif/paedagogis, pendekatan pendidikan menempatkan peserta didik sebagai unsur penting, yang memiliki hak dan kewajiban dalam rangka sistem pendidikan menyeluruh dan terpadu.

Perkembangan…
Perkembangan sebagai Proses Holistik dari aspek: 1. biologis, 2. kognitif, dan 3. psikososial

1. Biologis Proses biologis atau perkembangan fisik mencangkup perubahan-perubahan dalam tubuh individu seperti pertumbuhan otak, otot, sistem syaraf, struktur tulang, hormon, organ-organ indrawi, dan sejenisnya. Perubahan dalam cara menggunakan tubuh atau keterampila motorik dan perkembangan seksual juga dikelompokkan ke dalam domain ini. Tetapi domain perkembangan ini tidak mencakup perubahan fisik karena kecelakaan, sakit, atau peristiwa-peristiwa khusus lainnya.

2. Kognitif Proses ini melibatkan perubahan2 dlm kemampuan dan pola berpikir, kemahiran bahasa, dan cara individu memperoleh pengetahuan dari lingkungannya. Aktivitasaktivitas seperti mengamati dan mengklasifikasikan benda-benda, menyatukan beberapa kata menjadi satu kalimat, menghafal sajak atau doa, memecahkan soal-soal matematika, dan menceritakan pengalaman merefleksikan peran kognitif dalam perkembangan anak.

3. Psikososial Proses ini melibatkan perubahan-perubahan dalam aspek perasaan, emosi dan kepribadian individu serta cara yang bersangkutan berhubungan dengan orang lain. Psikososial  tahap2 perkemb s2orang dr lahirmati dibentuk oleh pengaruh2 sosial

PERBEDAAN INDIVIDU
1. Fisik  bentuk atau struktur tubuh 2. Psikis  Intelektualitas, kepribadian, minat, sikap, kebiasaan belajar Psikis  perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, pikiran, perasaan, kemauan Perbedaan dalam kemampuan: 1. Potensial  terpendam 2. Nyata  prestasi belajar

Perbedaan Individu dalam Aspek Psikis yang Menjadi Potensi Dasar Manusia 1. Perhatian  pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek tertentu 2. Pengamatan potensi manusia untuk mengenali dunia riil (dlm dirinya maupun di luar dirinya  panca indera) - tipe visual: melihat - tipe auditif: mendengar - tipe gustatif: penciuman - tipe faktil: perabaan - tipe olfaktoris: pengecapan

3. Tanggapan  kemampuan manusia untuk menghadirkan kembali benda/objek yang pernah diamati  dalam bentuk bayangan 4. Fantasi  kemampuan manusia untuk menciptakan hal baru dengan menggunakan tanggapan yang ada 5. Ingatan  kemampuan manusia untuk mengenali lingkungan, menyimpan dalam jiwanya, suatu saat mengeluarkannya kembali

6. Pikiran  kemampuan manusia untuk memecahkan masalah dengan menggunakan tanggapan dan pengertian 7. Perasaan  potensi manusia untuk menyatakan ungkapan senang/tidak senang terhadap sesuatu setelah memberikan penilaian thd suatu objek 8. Kemauan  kekuatan dari dalam yang mendorong manusia untuk berbuat

POTENSI MANUSIA
1. IQ (Intelegence Quotien) kemampuan umum manusia u/ dpt m’cahkan msalah baru dg cepat dan benar berdasarkan logika 2. EQ (Emotional Quotien)  kemampuan manusia u/ berperilaku dan menyikapi lingkungan dg memperhatikan faktor perasaan 3. SQ (Spiritual Quotien)  kemampuan manusia untuk berperilaku dengan didasari oleh norma luhur spt: kejujuran, kesabaran, ketaqwaan, keimanan

Tujuan Mempelajari Perkembangan Peserta didik
1. Agar mempunyai ekspektasi/harapan yang nyata terhadap peserta didik 2. Dapat merespon perilaku peserta didik secara tepat 3. Membantu mengenali adanya penyimpangan yang terjadi pada diri peserta didik 4. Untuk membantu memahami diri sendiri sehingga dapat berperilaku secara tepat

Manfaat Mempelajari PPD
Pengetahuan ttg proses dan perkembangan dan segala aspeknya memberi manfaat, antara lain: 1. guru dpt m’berikan layanan dan bantuan (bimbingan) yg tepat kpd siswa dgn pendekatan yg relefan sesuai tingakatan perkembangannya 2. guru dpt m’antisipasi kemungkinan2 timbulnya kesulitan belajar siswa tertent 3. guru dapat memertimbangkan waktu yang tepat dalam memulai aktifitas proses belajar mengajar bidang studi tertentu 4. guru dpt menemukan dan menetapkan tujuan2 pengajaran sesuai dgn kemampuan psikologisnya 5. Bisa lebih mengarahkan anak didiknya terutama untuk perkembangan prestasi belajar dan mengembangkan bakat yang sejalan dengan minat anak bersangkutan.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Peserta Didik
1. Hereditas 2. Lingkungan, lingkungan termasuk interaksi dengan

 Istilah Nature (alam, sifat dasar) & Nurture (pemeliharaan, pengasuhan)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful