Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ُ ‫م‬ ‫ل‬ َ ْ ‫ا َل‬ ِ ‫ر‬ ُ ْ ‫خو‬ ِ ‫ف‬ َ ْ‫ست ِع‬ ْ ْ ‫بلالت َن‬ َ ْ ‫ن ال‬ ْ ِ ‫و ا ْل‬ ِ ‫ل‬ َ َ‫و ال ْع‬ ِ ْ ‫حي‬ ّ ‫داد ُ ل ِي َوْم ِ ال‬ َ ‫ل‬ ِ ِ ‫زي‬ َ ‫ل‬ ِ ْ ‫جل ِي‬ َ ‫م‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. Lebih dari itu. tangan. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita. Pada setiap bulan ini. dan mendakwahkannya. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. mata. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. telinga.” Beliau juga bersabda.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Rasulullah bersabda. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. memahami maknanya. Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.Materi Kultum Ramadhan diampuni. apa lagi yang kita tunggu. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan.” Jadi. kaki. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. hati. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita.” Beliau bahkan berkata. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. lidah. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah ( Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. mengamalkannya. Harapan kita.

Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. la’allakum tattaqun. Selama kehidupan Rasulullah saw. semata. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. selain Allah SWT. keluarga. Bahkan. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. setelah kehidupan Rasulullah SAW. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT.” Lintasan sejarah Islam berbicara. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. Pastinya.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa.. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. Untuk beberapa alasan. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. Dia tidak memiliki keinginan lain. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. Tentunya. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. sambut dan hormatilah Ramadhan. sebagaimana firman Allah SWT. sebagaimana sabdanya. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. keinginannya. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. kesehatan. rajanya bulan. termasuk hidupnya. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia.

“Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. Barangkali. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan. dan ketiga. yaitu lailatul qadar. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . Kedua.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu.). Ramadhan Bulan Istimewa. Dengan keistimewaan ini. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. sehingga berdoa. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. penuh berkah. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Mengapa membakar dosa? Pertama. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain. Selain dari pada itu. di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan.

Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. nafsu amarahnya. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. Bila tidak disyariatkan jihad. maka kebatilan akan menggusur yang hak. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 .Materi Kultum Ramadhan neraka. nafsu seksualnya. Namun. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Allah swt. selain jihad melawan hawa nafsu ini. baik di kala jaga atau tidur. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. 2.

dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Irak. karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. dan belahan bumi lainnya.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Afghanistan. Bosnia. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. b. 3. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. kelembutan. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. yaitu jihad melalui pendidikan. c. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Jihad Maali. sebanyak aneka ragam serangan musuh. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. Jihad tablighi. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. Jihad ta’limi. baik formal atau Non formal. dan kesejukan. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 .

Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. dan benda serta alam gaib lainnya. tetangga dekat dan tetangga jauh. kerabat jauh. kerabat dekat. sesama muslim. padang mashar. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib. qada dan qadar. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. perbuatan. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. 2. Akhlak kepada Allah. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. kiamat. sikap. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. jin. orang tua. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. sorga dan neraka beserta penghuninya. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. syetan. selain manusia (tumbuhan dan hewan). Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. benda hidup dan benda mati. Akhlak kepada Ciptaan Allah. non muslim). diri sendiri. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. alam kubur.

Pengatur tatanan Sosial. 3. Rahmat bagi seluruh alam. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. 5. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Sebagai Identias. bentuk tubuh. 2. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Baik suara. Sebagai seorang muslim. sehingga dengan niat karena Allah SWT. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Sebagai pengamalan syariat Islam.e. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. Perlindungan diri dan HAM. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. kita adalah makhluk sosial. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Saat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Sebagai Identitas. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. 4.

Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 . di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. sedangkan mereka mengetahui. (HR al-Bukhari dan Muslim). di bandara. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa.Materi Kultum Ramadhan berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Untuk itu. di masjid. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. di angkot. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Manusia sering berbuat dosa. (QS Ali Imran [3]: 135). siang maupun malam hari. Sungguh. tersebut. di terminal. di kendaraan pribadi. Sebab. mereka segera mengingat Allah. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. di stasiun. melalui sabda Nabi saw. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. di sekolah. di bis. di kantor. di kampus. Oleh sebab itu. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Di rumah. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. di kereta api.

Untuk itu. Katakanlah. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. adalah seorang yang maksum. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. atau terpelihara dari dosa. jika Allah SWT menghendaki. kecuali dosa syirik. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). Namun. Dalam hadisnya. Dia akan mengampuninya. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. Memang. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Beliau dijamin masuk surga. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. juga telah memberikan teladan kepadanya. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS an-Nisa [4]: 48). Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. selama hamba mau bertobat. Allah SWT akan mengampuninya. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Allah memiliki Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . khususnya pada bulan Ramadhan. Baru kemudian. Apapun dosanya. Itulah karunia Allah. Di samping itu. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT." (QS az-Zumar [39]: 53). janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Karena itu.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Namun. Rasulullah saw. berapapun banyaknya. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.

menolak penyakit. Rasulullah saw.. beristighfar. diampuni dosanya. (QS al-Hadid [57]: 21). Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r. ia berkata. baik aktivitas di bidang dakwah. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. mencintai seorang hamba. menghapus dosa. dan memuji Sang Pencipta. budaya. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. maupun politik. bersabda. Ia berdoa. “Aku mendengar Rasulullah saw. sesuai dengan janjinya. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Ahmad) Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. ekonomi. sosial. Kalau Allah swt. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya.” (HR. dan pencegah dari dosa. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. Karena itu.Materi Kultum Ramadhan karunia yang agung. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.” (HR. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). bertasbih.a. mendekatkan diri kepada Allah. dan itu setiap malam. menganjurkan kepada kita. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. pendidikan. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. dihormati oleh sesama.

dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. “Malaikat Jibril a. datang kepada Nabi saw. Tapi sayang. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. bersabda.. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. Berbuatlah semaumu. dan ruhani. silaturahim. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. kalian akan masuk surga dengan selamat. ‘Wahai Muhamad.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad.. (3)Hindari maksiat. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya. sebarkanlah salam. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Dari Sahal bin Sa’ad r. beliau bersabda. Rasululah saw. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. akhirnya pun kamu akan mati. pasti akan dapat balasan. hiduplah sebebas-bebasnya.Materi Kultum Ramadhan Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. amalkanlah qiyamullail secara kontinu. diganjar dengan masuk surga. Jika ada tekad. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. berikanlah makanan. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 . lalu masuk surga tanpa hisab. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Cintailah orang yang engkau mau. pasti kamu akan berpisah. lalu berkata.a. ia berkata. mengucapkan salam. aqli.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. “Wahai manusia. mengulurkan bantuan. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw.s. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.

Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. berdoa untuk bisa bangun malam. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. kapan waktu bekerja. (9)Berdoalah kepada Allah swt. (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. (6)Makan malam jangan kekenyangan.Materi Kultum Ramadhan (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. Kapan waktu makan. ujian dan cobaannya.

(2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. agar tercetak sosok yang shalih. mampu mempengaruhi. Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). Dalam bulan romadhan. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. mutakamilah (integral). Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. kasar dan menyakitkan. kondisi. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). sosial. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini.Materi Kultum Ramadhan (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). mutawazinah (seimbang). meningkat keimanannya. sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. (4)Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. politik. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. alamiyah (global). waktu dan tempat. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. ekonomi. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. pendidikan dan lain-lainnya.

amanah. tarawih. Pada bulan yang sangat istimewa ini. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. Begitupun Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. dan sebagainya. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. tawakal.Materi Kultum Ramadhan Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. jujur dan sebagainya. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. tadarus. sedekah. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan pemanasan diri itu.

tanpa terkecuali. cinta keadilan dan persamaan. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. baik yang kaya atau miskin. kecuali bagi mereka yang ada udzur. pria atau wanita. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. karena ketidak mampuan. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial.Materi Kultum Ramadhan dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. 3. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. memperbaiki kerja pencernaan. yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. (Lihat surat al-baqarah ayat 184).a. bersatu. sama dalam merasakan lapar dan dahaga. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). 2. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. mereka sama dihadapan perintah Allah. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. seperti orang tua yang telah renta. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). 4. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. disinilah letak pendidikan sosial. orang sakit. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. Bila dicela orang lain atau dimusuhi.

Sedangkan menurut Ibnu Arabi.Materi Kultum Ramadhan dusta. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. yaitu: 1) gaya hidup Islami. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim. maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. “agar kamu bertaqwa”. dan melakukan perbuatan dusta. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. mengikis hawa nafsu. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. Mengenai hadits yang terakhir. dan 2) gaya hidup jahiliyah. Dan berdasarkan hadits ini. Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair).

(‫ صحيح‬، ‫أبي سعيد الخدري‬ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu. Inilah gaya hidup orang kafir. (QS. Kami bertanya. landasannya bersifat relatif dan rapuh. “Ya Rasulullah. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi.‫ى‬. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Adapun gaya hidup jahili. shahih). Beliau bersabda: ُ َ ‫خ‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫ذ ال‬ ُ َ‫ل َ ت‬ .”Ya Rasulullah. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. yaitu syirik.(‫ صحيح‬، ‫البخَعاري عن أبي هريرة‬ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. Maha Suci Allah. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. shahih). Yusuf: 108). Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z.‫س إ ِل أولت تئ ِك‬ ‫ن الن ّت‬ ‫ فقت‬. niscaya kamu mengikuti mereka”. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami.‫ع‬ ‫عت‬ ‫هت‬ ْ َ ‫ي ب ِأ‬ ُ ْ ‫تت ى ت َأ‬ ً ‫را‬ ُ ‫ع‬ َ ‫سَعا‬ ّ ‫ح‬ ِ ‫تَعا ب ِت‬ ِ ‫و‬ ِ ِ ‫را ب‬ ِ ‫تَعا‬ ِ ‫خت‬ َ ‫ة‬ ُ ‫و‬ َ َ ‫قب ْل‬ ّ ‫م ال‬ ّ ‫ذأ‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ر‬ ً ْ ‫ش تب‬ ِ ‫و‬ ْ ‫ر‬ ُ ‫قت‬ ْ ‫ق‬ ْ ‫مت ِت‬ ٍ ْ ‫ش تب‬ ٍ ‫را‬ ُ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ ‫ )رواه‬.‫م‬ ‫ كفت‬، ‫ه‬ ‫ ي َت‬:‫قي ْتل‬ ِ ‫ف‬ ِ ‫ول الل ت‬ ُ ‫ر‬ َ ‫و‬ ُ ‫تَعا‬ َ ‫ر‬ َ :‫تَعال‬ ْ ‫ر‬ ّ ‫وال ت‬ َ ‫س‬ ْ ‫ست‬ َ ‫تَعا‬ ِ ‫تَعا‬ ِ ‫مت‬ ِ ‫و‬ . dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. Ada orang yang bertanya.‫م‬ ِ ‫ل الل‬ ُ ‫و‬ َ :‫نَعا‬ ْ ِ ‫ت َب‬ ُ َ ‫ الي‬، ‫ه‬ ُ ‫ر‬ ْ ‫مت‬ َ ‫ ف‬:‫ل‬ ْ ‫ه‬ ُ ُ ‫عت‬ َ ّ ‫والن‬ َ ‫صَعا‬ َ ‫د‬ ْ ‫ه‬ ْ ‫س‬ َ ‫يَعا‬ ْ ‫م‬ . Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku.‫ر‬ ُ ‫و‬ َ ‫ قل‬. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau.Materi Kultum Ramadhan Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. َ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫حت ّت‬ ‫عت‬ َ َ‫و د‬ ً ‫را‬ َ ‫ر‬ ِ ‫تَعا ب ِت‬ ِ ‫و‬ ِ ِ ‫را ب‬ ِ ‫م‬ َ ‫كَعا‬ ّ ‫ضت‬ ْ ‫ج‬ ُ ‫وا‬ َ ‫ع‬ َ ِ ‫ل َت َت ّب‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫سن‬ ّ ‫ع‬ ْ ُ ‫قب ْل َك‬ َ ‫ن‬ َ ‫حت‬ ْ ‫خل ُت‬ ْ ‫تت ى ل َت‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ر‬ ً ْ ‫شب‬ ٍ ْ ‫ش تب‬ ٍ ‫را‬ ْ َ ْ َ َ ُ َ ‫تَعا‬ َ ‫و‬ ‫تن‬ ‫تَعاري عت‬ ‫ )رواه البخت‬. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . “Siapa lagi?” (HR.‫ن‬ ‫ قت‬. Inilah gaya hidup orang yang beriman. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. yaitu Tauhid. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .

dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. (HR. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain ( tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). shahih). Na’udzubillahi min dzalik. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. maka ia termasuk golongan mereka” (HR. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya.(‫ )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عبَعاس‬. Abu Dawud dan Ahmad. yang mayoritas beragama Islam ini. dari Abu Hurairah z. Muslim. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah.selaras dengan mode pakaian itu. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu.‫م‬ ِ ‫و‬ ُ ْ ‫من‬ ُ ‫ف‬ ْ ‫م‬ ْ ‫ه‬ َ ّ ‫شب‬ َ َ ‫ه‬ ْ ‫ق‬ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya.Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ ٍ ‫وم‬ َ ِ‫ه ب‬ َ َ‫ن ت‬ . Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian.

akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a.Materi Kultum Ramadhan Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. Mereka menjawab: “(Tidak). Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . “Dan demikianlah.Az-Zukhruf:23).Luqman:21). tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.a. Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala.

yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut sebagai “at-taqlid”. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. Kaum yang mengagung-agungkan harta. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. Syeikh DR. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir 23 Menuju Kembali Kepada Fitrah . tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat.Materi Kultum Ramadhan membawa kepada kesesatan). yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). sombong.” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka.Al-A’raf:3). dan tiada keinginan menerima kebenaran.

fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. Turmudzi. An-Nasa’i.Saba’: 46). Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. yang senantiasa memutarbalikkan fakta.w. Ibnu Majah.” Demikianlah kaum jahiliyah. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. Daarul Bayan Al-‘Arabi. dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. Maka dari itu. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar. tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . Muhammad s. dan orang yang tidak tahu diri.Materi Kultum Ramadhan Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Kami tidak sudi mematuhi orang ini. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. (sekarang) berziarahlah kamu. kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad). Maa bishaahibikum min jinnatin”. Kairo). As-Syaikh Ali Mahfudz. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata.a. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR.Abu Daud.a. pendongeng sejati.

yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most).Al-An’am:116). Sudah menjadi sunnatullah. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya.Materi Kultum Ramadhan Itulah beberapa praktek jahiliyah. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya.AlAn’am: 102). “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan sedikit penganut atau pengikutnya. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. Allahu A’lam bishawaab. itulah yang benar. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”.a. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”. Nabi s.

”(QS.At-Taubah:100). Ishaq dan Ya’qub. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.” mereka menjawab: “(Tidak). Dzalikal fawzul adhziim”.Yusuf:38).Al Baqarah: 170). Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). Maka dari itu. mereka kekal di dalamnya selamalamanya. jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. Itulah kemenangan yang besar. Dan di dalam QS. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan. firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.Yusuf:38). walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya.”(QS.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.Materi Kultum Ramadhan Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. karena pada dasarnya. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani.” (Apakah mereka akan mengikuti juga).

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. yang keras. supaya mereka terus merasakan azab. Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal.Materi Kultum Ramadhan Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah . yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan . Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. na’udzubillah. berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. Asy-Syaikh Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Bila orang terbakar dengan api dunia. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain.

menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫داد‬ ِ maksudnya keras tubuh mereka. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. serta Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. َ ‫شش‬ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri.Materi Kultum Ramadhan Shalih Al-Fauzan. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. keras terhadap mereka. Ada yang berpendapat. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. kaku. menjauhi larangan-Nya. sedangkan maksud ٌ ‫داد‬ ‫ش‬ adalah kuat. ٌ ‫ل‬ َ ‫غ‬ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ظ‬ ِ adalah sangat besar tubuh mereka. yang keras. menunaikan perintah-Nya.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. Ada yang mengatakan. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. yang keras ” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan.

” (Taisir Al-Karimir Rahman. anakanaknya. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan . hal.Materi Kultum Ramadhan memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. baik istri-istrinya.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. 874) Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut. Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya.

“Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Suatu malam.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. ia percikkan air di wajah istrinya. bahwa bila hendak shalat witir. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. “Iya.” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). Kata beliau: “Bangunlah. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Bila suaminya enggan untuk bangun. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. Bila istrinya enggan untuk bangun. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.” Beliau melanjutkan. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab.” (HR. suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 . ia percikkan air di wajah suaminya .Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. dimasukkan ke dalam surga. ‘Wahai Rabb kami. anakanaknya. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. seraya mereka berdoa. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya.Materi Kultum Ramadhan ‘anhuma. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Beliau berkata. taubat yang murni. menyesalinya. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. ” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. kepada istri dan anak-anaknya. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa.

“Hadits ini hasan shahih. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. 2/217) Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. surat kabar. musik. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. gambar bernyawa. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas.Materi Kultum Ramadhan “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. buku-buku yang menyimpang. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. film. ” (HR.” (HR. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud.” (HR. Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. sebagaimana surga pun dekat. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. dan majalah yang merusak. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya. Sebaliknya. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. baik di dalam maupun di luar rumah.

Tegasnya. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. berat maupun ringan. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). lelaki dan perempuan. kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah.Materi Kultum Ramadhan Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. baik dalam keadaan susah maupun senang. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. mencegah dari yang munkar. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. Kiat Meraih Rahmat Pertama. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. waktu sendiri atau bersama orang lain. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. tantangan dan rintangan selalu Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. Bahkan di dalam ayat lain. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. mendirikan shalat. Kedua. Allahumma sallim! Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. apatah lagi meninggalkan ‘bekal’ yang memadai untuk keluarga yang ditinggalkan. harus tolong menolong dalam kebaikan. taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. lihat juga QS 2:218). Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. taubat berarti kembali. Kelima. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. sebab jangankan Allah. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. Keenam. yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya : Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. Keempat. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. Ini berarti. maka dengarkanlah baik-baik. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.Materi Kultum Ramadhan menghadang. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). hal ini karena secara harfiyah. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. Disamping itu. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. keridhaan dan syurga. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. hal ini karena. yakni kembali kepada Allah. Dengan taubat. berbuat baik. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya.

Aku berkata.”Alloh berfirman. Menyesali. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan. saling mengunjungi karena Aku.R. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah.” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha.’Ini Muadz bin Jabal. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus.” (H. Lalu ia bertanya. hal ini difirmankan Allah yang artinya : Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya.’ Keesokan harinya . inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. lalu keduanya berjabat tangan. Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222).’Demi Alloh aku mencintaimu. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. berabda. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. dan saling memberi karena Aku. cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46).’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw.Materi Kultum Ramadhan yang mau bertaubat. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah .’Ya Alloh aku cintai’. Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 . lalu dikatakan oleh mereka. Aku bertanya tentang dia.. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara).

’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.S.S.Materi Kultum Ramadhan adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. ya Rasullah. dari Nabi Muhammad saw.43:67) 3.S.’ Kemudian orang yang dicintai itu Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4.Perumpamaan tali tasbih (Q. kebangsaan. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas waktu dan tempat). “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim.. perkawinan. Takaful. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat. Abu Hurairah r. 8:63) 4.S. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. Muslim) 3.a. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.Nikmat Allah (Q. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.Merupakan arahan Rabbani (Q.. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta.Merupakan cermin kekuatan iman (Q. Tafahum adalah saling memahami.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam.R.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. 3:103) 2. beliau bersabda. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. nasionalisme. Al Hujurat: 13) 2. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q.” (H.S. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. kesukuan.

6. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3.” Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad.” (H. 3. 5.S. 4. Muslim) Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. 8.” (H. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya.R.R. Ia rela bersusah payah demi 37 Menuju Kembali Kepada Fitrah . Ia rela haus demi puasnya prang lain.S. dengki. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. Merasakan lezatnya iman 2. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. 7. Muslim) Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). yaitu itsar. benci. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. 9.R Abu Daud dari Barra’) Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan 2.Materi Kultum Ramadhan menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta.

kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar.” (QS. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 . Misalnya. Rasulullah SAW. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan.Materi Kultum Ramadhan istirahatnya orang lain. dan atau batas negara.. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. infak dan sedekah (ZIS).. bahasa. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. Ingatlah. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. antara sebagian dengan sebagian yang lain. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. Dalam ajaran Islam..supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik. Berdasarkan laporan tersebut.. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. al-Hasyr: 7). 2006). Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. warna kulit. iklim.. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan.

Materi Kultum Ramadhan
dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir ). Hadits tersebut memberikan dua isyarat. Pertama, kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural), akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial, terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak, dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Kedua, jika zakat, infak, dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik, apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). orang-orang yang mengetahui

Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut akan menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a ( ‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan ( ‫)غفقر غفقرا وغفرانقا‬. Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* 40

Menuju Kembali Kepada Fitrah

Materi Kultum Ramadhan
Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Menuju Kembali Kepada Fitrah 41

Dan firman-Nya. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya. pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. membenarkan apa yang sebelumnya. Dan perumpamaanperumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. Allah ta’ala berfirman.” (al-Furqaan:1) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran.

3. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Dan apa yang dilarangnya bagimu. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu). Ketika membaca al-Qur'an. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (an-Nisa’:80) Dan firman-Nya. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. 2.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya.Materi Kultum Ramadhan Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. sesat yang nyata.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. terimalah dia. Allah ta’ala berfirman. terutama untuk kehidupan. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. Di antara manfaat itu adalah: 1. ikutilah aku. maka sungguhlah dia telah sesat.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. “Katakanlah. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.

" (HR. 6. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. dan keunikan suaranya apabila dibaca. 5.. 11.Materi Kultum Ramadhan 4. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan.' 12. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk.. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. yaitu dengan keindahan bayannya.Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an. di saat orang lain merasakan kesedihan. 10. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia. 7. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. kecemasan dan rasa pesimis. Bukhari) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. kreatif.. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. inovatif dan produktif. dan mengambil manfaat darinya. kerapian susunan dan uslubnya. 8.. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. 9. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. hati yang damai dan pikiran yang jernih." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut.

sastra dan seni secara bersamaan. kepada seorang rasulNya. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama. membangunkan perasaan.Materi Kultum Ramadhan Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. Ahmad. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya." (HR. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah." Abu Musa berkata. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. Dia mampu memberikan siraman ruhani." (HR." (HR. "Seandainya kamu melihatku. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. Abu Dawud dan AnNasa'i) Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu. Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. ilmu. memberikan kepuasan akal. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. Tapi usaha mereka gagal. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya. Ahmad. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 .Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. "Seandainya aku mengetahui hal itu. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. aku mendengarkan suaramu tadi malam." (HR. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik.

namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. anda akan menemukan suatu keterpaduan. Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. Al-Qur'an kalam Allah. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. kebenaran isinya. sunan surahsurahnya. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. saling berkaitan dari awal sampai akhir. Darul Ma'rifah.Materi Kultum Ramadhan nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW.hal:237. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. Kedua. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. teliti susunan ayatnya. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Ketiga. Bandingkan dengan Al-Qur'an. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". jin dan manusia untuk membuat sepertinya. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". mengapa pakai perintah? Dan bentuk Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 . Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada.

telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. adanya hari kiamat. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. dan yang menentukan akhir hidup manusia. yang mengerjakan amal saleh. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ).dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. dan neraka dengan segala kepedihannya. Al Falaq dan An Nas. Sesuai firman Allah SWT: Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. sebagai bimbingan yang lurus. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. Mengapa.Materi Kultum Ramadhan perintah kepada Nabi Muhammad SAW. tentang alam. bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. dan Al-Qur'an kalamNya. Keempat. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. karena alam ini ciptaan Allah. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). seperti adanya surga dengan segala keindahannya. Rabb kita juga.

kecuali Al Qur'an. yaitu surah at Taubah. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. kaum muslimin. di dalam hati mereka. Ayat-ayatnya dibaca. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. telah menjamin untuk memeliharanya. yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . baik itu kitab agama atau kitab biasa. dalam masalah Al Qur'an ini. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. dan malah hurup-hurupnya--. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. baik dengan tulisan atau bacaan." (Al Hijr: 9). kecuali Al Qur'an ini. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir. didengarkan. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Kitalah. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. baik itu lelaki maupun perempuan. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik. dihapal dan dijelaskan. Kecuali satu surah saja. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. suatu kitab. Ia tidak dimulai dengan basmalah.Materi Kultum Ramadhan "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Karena Allah SWT. Karena. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang.

."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab. jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-.Materi Kultum Ramadhan menghapal Al Qur'an dalam mereka. idgham (digabungkan). dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita Menuju Kembali Kepada Fitrah 49 ."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. dan kitab yang menerangkan. dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. dan jalan yang paling lurus. Hingga saat ini. namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu.). meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. media cetak. Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. penj. izhhar (jelas).a. bagi Al Qur'an. Dan salah seorang dari mereka. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna. mana yang harus ghunnah (dengung).

Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. dalam banyak ayat." (An Nuur: 35). (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu. di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan. menolak syubhat (kesamaran). membongkar kebatilan-kebatilan." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan.Materi Kultum Ramadhan kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di Menuju Kembali Kepada Fitrah 50 ." (At Taghaabun: 8). (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . Ia membuka hal-hal yang samar. kemudian ia memperjelas yang lain. dan dia adalah "cahaya yang istimewa". menjelaskan hakikat-hakikat. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya".

Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. serta mentadabburi dan merenungkannya. membentuk keluarga. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. dan balasan atas amal perbuatan. membersihkan jiwa manusia. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya.Materi Kultum Ramadhan depannya Karena. serta Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . membangun umat yang saleh. membenarkan apa yang sebelumnya. Yaitu yang berkaitan dengan pokokpokok aqidah dan akhlak. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. pagi telah bersinar. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. memahami rahasia-rahasianya. saat mentari memadamkan pelita-pelita". saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. kenabian. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia. bukan dalam kejahatan dan permusuhan." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. membaca dan mendengarkannya. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. ia akan Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya.

yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. dengan bertumpu --terutama-. namun ia juga petunjuk itu. karena ia adalah objek kita. membebaskan negeri-negeri. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an." (Al Jumu'ah: 5). Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. mengerjakan ajarannya. Mereka berlaku baik dalam memahaminya.Materi Kultum Ramadhan mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya.pada Al Qur'an itu sendiri. undang-undang bagi aturan politik. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. serta peradaban ilmu dan iman. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. namun tidak Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . mereka menghapal hurup-hurupnya. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. Namun yang disayangkan. mengetahui tujuantujuannya. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula.

tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. namun kafir dengan sebagiannya lagi." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.Materi Kultum Ramadhan memperhatikan ajaran-ajarannya. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini.

meremehkan. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. kehormatannya. adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Ghibah adalah menyebutkan. membuka.R Muslim no.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 .” (H. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran.Materi Kultum Ramadhan mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. harga diri. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. dan juga hartanya. harkat dan martabat manusia secara adil dan sempurna. Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. yaitu ghibah (menggunjing).

sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya.R. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas). demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Hal ini Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 . Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya.” (H. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.” Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut.Materi Kultum Ramadhan “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah.

Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing).R.” (H. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya.” (H. janganlah kalian menjelek-jelekkannya.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar.R. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no.” (H. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu.” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. lihat Nashihati linnisaa’ hal. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya.Materi Kultum Ramadhan menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah.R. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu. 1583. 4878 dan lainnya). 29) Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). janganlah kalian mencari-cari aibnya. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya. Abu Dawud no. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin. 32) 3.” (H. Abu Dawud no. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal.R.

Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya.Materi Kultum Ramadhan 4.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. At Tirmidzi no. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. Secara harfiyah.” (H. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. Tetapi dari sisi lain. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. semoga kesejahteraan atas dirimu.R. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. ini berarti Berkah adalah kebaikan Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 . berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. mereka berpaling darinya.” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya. yang demikian ini selemahlemahnya iman. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Semestinya ia menasehatinya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan.

sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. apakah aku aka melairkan anak. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. Ternyata. yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . hai ahlul bait.Materi Kultum Ramadhan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. dicurahkan atas kamu. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. sehat dan cerdas. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Di dalam Al. berkah dalam keturunan. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. Pertama. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. Namun. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". tapi juga Ishak dan Ya’kub. ini merupakan sesuatu yang amat penting. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Apabila manusia. Bentuk Keberkahan Secara umum. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?.

maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. yakni 24 jam setiap harinya. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. Di samping itu. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. Ketiga. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. Karena itu. meskipun sudah halal dan thayyib. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. hal ini karena ulama ahli tafsir. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Materi 30 Kunci Keberkahan Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. sehingga bagi orang yang diberkahi Allah. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. Karena itu. dan siang apabila terang benderang. baik dalam bentuk mencari harta. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu.” (92:1-7).

Materi Tambahan Halal Bi Halal Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. masyarakat maupun bangsa. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. keluarga. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. lihat juga QS 38:29. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt. Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain.6:155). Iman dan Taqwa Yang Benar Di dalam ayat di atas.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. Sekurang-kurangnya. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. 1. Karena itu. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.Materi Kultum Ramadhan Sebagai seorang muslim. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. baik menyangkut aspek pribadi. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102). baik dalam keadaan senang maupun susah.

jangan ditunda-tunda. tidak pula ada pada zaman Nabi saw.Materi Kultum Ramadhan Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. Al-Baqarah: 133-134. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. maka terjadilah ‘halal-halalan’. yang khas Indonesia.” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. 2. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. dan para sahabat. falyatahallal.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. hendaknya dikembalikan. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). Jika itu berupa barang. itu berarti bukan sekedar meminta maaf.’ Karena itu. Ketika orang saling meminta halal. yakni dengan cara saling memaafkan. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. al-yauma. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Karenanya. para ulama mendasarkan juga pada QS. aula. yakni meminta halal. Halal dengan halal. karena menurut sebagian riwayat. Rasulullah saw. yakni pada hari ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful