You are on page 1of 7

PRAKTIKUM VII ANALISIS KADAR TOTAL FENOL

Tanggal Praktikum : Senin, 20 Mei 2013

I.

Tujuan : a. Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa mampu memahami teknik atau cara analisis fenol pada bahan makanan b. Tujuan Instruksional Khusus 1. Untuk dapat melakukan analisis fenol pada bahan makanan secara kuantitatif 2. Untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya fenol yang terkandung dalam sampel yang diperiksa

II.

Metode : Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode spektrofotometri

III.

Prinsip : Reaksi ekstrak sampel dengan reagen folin chiocalteu fenol dalam suasana basa (Na2CO3 5%) membentuk kompleks warna biru yang di ukur absorbansinya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 760 nm menggunakan standar asam galat.

IV.

Reaksi :

V.

Dasar Teori : Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menunda, memperlambat, dan mencegah terjadinya reaksi oksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Kochar dan Rossell, 1990). Berdasarkan sumbernya, antioksidan dibagi menjadi dua kelompok,

minyak kacang. sedangkan pengukuran kadar total fenolik untuk mendapatkan perkiraan besarnya kapasitas antioksidan pada teh dapat diketahui dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. sedangkan antioksidan alami merupakan antioksidan yang diperoleh dari ekstraksi bahan alami.yaitu antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Tabung reaksi . dapat menghambat terjadinya reaksi oksidasi dalam minyak jagung. Alat Dan Bahan a.2001). VI.. dan minyak ikan yang sangat rentan terhadap reaksi oksidasi karena mengandung asam lemak tidak jenuh yang tinggi. 2001). polifenol juga mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan antiradikal (Burda dan Oleszek. dan penuaan (Nelson et al. Sebagian besar kelompok polifenol adalah fenol yang mampumenghambat reaksi oksidasi dan menangkap radikal bebas (Burda dan Oleszek. Antioksidan alami. Komponen antioksidan yang terdapat di dalam teh didominasi olehkelompok polifenol. dan minuman seperti teh dan anggur (Pambudi. Analisis kapasitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH sebagai radikal bebas. Antioksidan alami dalam pangan dapat berasal dari satu atau lebih komponen pangan. Polifenol merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alami terdapat pada sayursayuran. Polifenol ini mempunyai kemampuan untuk menghambat reaksi oksidasi dan menangkap radikal bebas. yaitu dalam mengatasi implikasi reaksi oksidasi dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler. Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polifenol. Kuantitas antioksidan yang terkandung di dalam teh dapat diketahui melalui analisis kapasitas antioksidan yang dilakukan dalam praktikum ini. kanker. seperti yang terdapat pada teh. Antioksidan sintetik merupakan anitoksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia. Antioksidan memiliki peranan yang penting bagi kesehatan. Selain itu. 2003). Alat 1. Spektrofotometer 2. 2004). buah-buahan.

1 0. teh sosro.6 0.4 0. Rak tabung reaksi 4. Bahan : 1. Kuvet 7.0 100. Aqueus methanol 85% 5. teh kepala jenggot. Cara Kerja a. teh gelas 2.2 0. Asam galat 3.0 + Aquadest (ml) . Sampel : teh sariwangi.9 0. Ball pipet 6.00 10.8 1.0 60. Reagen folin-ciocalteu fenol 6.0 1. Dibuat seri pengenceran ( 1 ml ) Tabung Konsentrasi (mg/L) + Larutan asam galat 100 ppm (ml) 1 2 3 4 5 6 7 0.0 0.4 0. Corong 9. Aquadest 4. Pembuatan Standar 1. Diencerkan dengan 100 ml aquadest 3.2 0.0 80. Pipet ukur 5.0 0 0. Ditimbang 0.8 0. Na2CO3 5% VII.6 0.01 gram asam galat 2. Erlenmeyer 8.0 40.3. Diperoleh larutan asam galat dengan konsentrasi 100 ppm ( mg/L) 4. Beaker gelas b.0 20.

Hasil Pengamatan IX. Disaring dengan kertas saring kemudian filtratnya siap digunakan untuk analisa kadar fenol. Di baca nilai absorbansinya pada panjang gelombang 760 nm VIII. Dihomogenkan dan disentrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit 5. Di baca nilai absorbansinya pada panjang gelombang 760 nm b.5.9 ml etanol 85 % 2.1 ml kemudian ditambahkan 0. Larutan sampel yang sudah disaring .masing tabung ditambahkan 1. Divortex atau dikocok supaya homogen dan didiamkan selama lima menit 8.0 ml etanol 85% 6.0 ml reagen folin-ciocalteu fenol 7. Analisis kadar total fenol 1. Divortex atau dihomogenkan dan didiamkan selama 30 menit 6. Ditambahkan 8 ml Na2CO3 5% dalam masing-masing tabung 5. Kemudian ditambahkan 1. Kemudian ditambahkan 1. Alat dan bahan disiapkan 2. c.1 gram 3. teh sosro. Divortex atau dikocok supaya homogen dan didiamkan selama lima menit 4. kemudian dipipet filtratnya sebanyak 0. Perhitungan X. Diekstrak dengan 10 ml aqueus methanol 5% 4. teh kepala jenggot.0 ml reagen folin-ciocalteu fenol 3. Divortex atau dihomogenkan dan didiamkan selama 30 menit 10. teh gelas ) sebanyak 0. Preparasi Sampel 1. Masing. Ditimbang sampel (teh sariwangi. Pembahasan . Ditambahkan 8 ml Na2CO3 5% dalam masing-masing tabung 9.

Setelah dibuat larutan standard an blanko kemudian diukur absorbansinya pada panjang gelombang 760 nm.Senyawa folifenol merupakan antioksidan tertinggi pada teh. Semakin tinggi konsentrasi larutan maka nilai . Nilai R merupakan bilangan yang menunjukkan tingkat keakuratan dan ketelitian dari larutan standar yang kita buat. Asam galat digunakan sebagai larutan standar karena asam galat merupakan salah satu jenis golongan senyawa phenolik. Dalam pembuatan kurva standar. yakni flavanol. Ada 4 subkelas polifenol pada the. Penentuan konsentrasi phenol dari suatu tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode folin-ciocalteu. minimal harus menggunakan tiga atau empat data absorbansi dari larutan standar yang telah diketahui. Dari kurva standar yang memberikan hubungan antara konsentrasi asam galat dengan absorbansinya.01. serta asam fenolat dan turunannya. flavon. Dalam praktikum ini. maka semakin banyak molekul kromagen (biru) yang terbentuk sehingga nilai absorbansinya akan mengalami peningkatan. 0. Semakin tinggi kadar fenol pada sampel. Dimana asam galat ini memiliki nama lain pyrogalol. Reaksi ini membentuk kompleks warna biru. Reagen folin yang terdiri dari asam fosfomolibdan dan asam fosfotungstand akan tereduksi oleh senyawa folifenol menjadi molybdenum-tungsen.1 ppm dari larutan induk 100 ppm. R memiliki nilai maksimum 1 dan tidak pernah lebih dari 1. Yang mana pada metode ini digunakan reagen folin-ciocalteu untuk dapat menghitung kadar total fenolnya. 0. Pada larutan dengan konsentrasi 0 dibuat untuk larutan blanko dari aquadest yang nantinya akan digunakan sebagai pembanding.02.04. 0. flavonol.08 dan 0. Pengukuran total fenoldengan metode folin-ciocalteu didasarkan pada reaksi oksidasi-reduksi. yang pertama dibuat adalah pembuatan laruatan standar dengan konsentrasi 0. 0. 0. Apabila nilai R semakin mendekati 1 maka kurva standar tersebut semakin bagus. Pada penentuan kadar fenol perlu dibuat suatu kurva standar yang menggunakan standar asam galat.06. maka dapat ditentukan konsentrasi dari sampel dengan menggunakan analisis regresi linier.

244 larutan Dari data tersebut. didapatkan kurva konsentrasi vs absorbansi.600 0.9995 yang menunjukkan kurva tersebut hampir linear atau dengan kata lain kurva tersebut cukup baik. Dari pengukuran tersebut di dapatkan absorbansi masing-masing sampel yaitu : Nama Sampel Teh sariwangi Teh sosro Teh kepala jenggot Teh gelas Absorbansi 1 0.369 0. Hasil dari pengukuran standar adalah sebagai berikut : Konsentrasi (ppm) Blanko : 0 0.01 0.351 1.06 0.748 0. Sehingga diperoleh persamaan garis yaitu : Y = 0.0114 Dari rumus tersebut didapatkan konsentrasi masing-masing larutan sampel yang di uji sehingga untuk mencari kadar total fenol dapat dicari dengan rumus: .520 0.270 0.absorbansi yang dihasilkan akan semakin besar.484 Dari data tersebut.987 1.485 Absorbansi 2 0.599 0.0114 dimana persamaan ini akan digunakan untuk menghitung kadar total fenol.332 1.1 Absorbansi 0.000 0.02 0.129 0.0123x + 0.0123x + 0.04 0.148 0. Pada kurva yang diperoleh menunjukkan nilai regresi linear sebesar 0. kemudian dihitung konsentrasi larutan sampel dengan memasukkan nilai absorbansi sampel ke persamaan garis : Y = 0. Selanjutnya adalah pengukuran sampel atau kadar total fenol.08 0. Setelah dibuat larutan sampel selanjutnya dilakukan pengukuran kadar total fenol pada panjang gelombang 760 nm.

teh sariwangi (47.7838 % 100.0554% Dari hasil tersebut. .7176 %).7838 %). sampel teh yang memiliki kadar total fenol yang paling tinggi adalah the kepala jenggot dengan kadar rata-rata 100.9863%).7176 % 26. Nilai tersebut diperoleh seiring dengan nilai absorbansi yang paling tinggi dibandingkan nilai absorbansi sampel yang lain.9863% 37. Kadar rata-rata dari masing-masing sampel yang diperoleh yaitu : Teh sariwangi Teh sosro Teh kepala jenggot Teh gelas 47. teh gelas (37.9863%. dan yang terendah adalah teh sosro (26. Sampel dengan total fenol yang besar berarti memiliki perkiraan kapasitas antioksidan yang tinggi juga dibandingkan dengan kapasitas antioksidan sampel lainnya. Dengan membandingkan data tiap sampel di dpatkan data sampel yang memiliki nilai total fenol dari kadar tertinggi sampai terendah secara berturut-turut yaitu teh kepala jenggot (100.% TF = x (mg/L) x fp x Tv x 100 W ( mg ) Karena pengukuran absorbansi dilakukan 2x maka untuk perhitungannya kedua data absorbansi dimasukkan kedalam rumus di atas kemudian dari kedua hasilnya tersebut dirata-ratakan.0554%).