You are on page 1of 5

MAKALAH SEMINAR NASIONAL SOEBARDJO BROTOHARDJONO

“ Pengolahan Sumber Daya Alam Dan Energi Terbarukan “
Surabaya, 18 Juni 2008

ISSN 1978 - 0427

EKSTRAKSI PEKTIN DARI AMPAS NANAS
Dwi Puspitasari S. P; Natalia Datti, Luluk Edahwati
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri UPN “Veteran” Jatim Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya 60294 E-mail: vitakawai@yahoo.com

Abstrak Buah nanas setelah panen akan cepat mengalami kerusakan karena tingginya kandungan air yang ada pada buah. Untuk mengatasi masalah panen raya agar harga buah tidak turun maka pemanfaatan nanas sebaiknya ditingkatkan untuk diambil pektinnya mengingat pektin masih diimport dari luar negeri untuk kebutuhan dalam negeri. Pektin adalah bahan pengental alami yang berasal dari buah dan beberapa macam tumbuhan. Adapun penggunaan pektin dalam industri pangan adalah sebagai bahan pengental, bahan tambahan pada pembuatan selai, jelly dan marmalade. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengambil pektin yng terkandung dalam buah nanas dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut asam sulfat (H2SO4). Adapun cara perolehan pektin tersebut dilakukan dengan menimbang ampas buah nanas sebanyak 10 gram yang dilarutkan dalam 100 cc aquadest, kemudian dicampur dengan asam sulfat sebagai bahan pelarut dengan konsentrasi 0,2 N pada volume (4 (pH=4), 9 (pH=3), 14 (pH=1,8), 19 (pH=1,5), 24 (pH=1,2) (cc)) dan suhu operasi 90 °C pada waktu ekstraksi (0, 30, 60, 90, 120 (menit)) dengan kecepatan pengadukan 300 rpm, kemudian dilakukan pengendapan dengan penambahan etanol dan yang terakhir adalah pencucian dan pengeringan dengan menggunakan oven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi terbaik dicapai pada waktu ekstraksi 120 menit, pH ekstraksi adalah 1,2 dengan berat pektin yang dihasilkan sebanyak 0,3681 gram. Kata kunci : Nanas, Ekstraksi, Pektin

PENDAHULUAN Nanas (pineapple) bukan tanaman asli Indonesia. Berdasarkan literatur, tanaman ini berasal dari Benua Amerika. Tanaman nanas selajutnya berkembang meluas keseluruh dunia yang beriklim tropis atau panas. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. Buah nanas setelah panen akan cepat mengalami kerusakan karena tingginya kandungan air yang ada pada buah. Untuk mengatasi masalah panen raya agar harga buah tidak turun maka pemanfaatan nanas sebaiknya ditingkatkan. Dengan demikian akan diperoleh hasil yang lebih bermanfaat, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonominya. Pektin adalah senyawa polimer yang dapat mengikat air, membentuk gel atau mengentalkan cairan. Dengan demikian pektin dapat dimanfaatkan dalam industri obat-obatan, kosmetik, makanan, industri baja dan perunggu, industri karet, tekstil, plastik, bahan sintesis serta film nitropektin. Mengingat kandungan pektin dalam buah nanas yang cukup besar maka dalam penelitian ini kami mencoba mengekstraksi pektin dari buah nanas dengan menggunakan asam sulfat.

TINJAUAN PUSTAKA Pektin dapat ditemui dalam buah-buahan, seperti mangga, nanas, pepaya, markisa dan buah kecapi. Beberapa diantaranya buah yang memiliki kandungan pektin tertinggi yaitu biji jeruk nipis sebanyak 32%, bubur daging bit sejumlah 30% dan daging nanas sebanyak 29%. Pektin didapat sebagai serbuk halus, putih kekuningan dan praktis tidak berbau. Secara umum, pektin larut dalam air terutama air panas dan tidak larut dalam pelarut organik, kecuali formamida, dimetil sulfoxida, dimetil formamida, dan gliserol panas. Selain itu, pektin itu juga dapat diendapkan dalam larutan encer seperti etanol atau aseton. Proses pengambilan pektin dari ampas buah nanas meliputi beberapa tahapan, yaitu: penyiapan bahan baku, proses ekstraksi, pengentalan, pengendapan, pencucian dan pengeringan. C4 - 1

90. Pemanas listrik dihidupkan dan pengaduk dijalankan dengan kecepatan 300 rpm. Pektin masam yang diperoleh. Labu leher tiga 4. Hasil yang diperoleh disebut dengan pektin masam. Kemudian ditambah H2SO4 0. Hasil yang diperoleh disebut dengan filtrat pekat/filtrat pekat ini didinginkan. Pipet ekstrak/filtrat pekat sebanyak 50 ml. 19 (pH=1. dengan dimasukkan ke dalam oven sampai pada suhu 40 – 60°C. Proses ini dilakukan dengan memanaskan bahan dalam larutan asam encer yang berfungsi menghidrolisa protopektin yang tidak larut menjadi pektin yang larut. dicuci dengan menggunakan etanol 96 %. Hasil yang diperoleh disebut pektin basah. Pemanas listrik dihentikan setelah jangka waktu ekstraksi yang diitentukan telah tercapai. METODOLOGI PENELITIAN Gambar Rangkaian Alat 1 4 2 3 6 5 Gambar 1. Penentuan berat pektin diperoleh dari hasil endapan yang telah kering.5).2) (cc) ke dalam labu leher tiga. 14(pH=1.2 N dengan volume 4 (pH=4). Tambahkan 75 ml larutan HCl – alkohol dan diaduk sampai rata.8). 30. Filtrat pektin dimasukkan kedalam beaker glass untuk dikentalkan dengan cara dipanaskan pada suhu 90 – 95°C sambil diaduk secara intensif sampai volumenya menjadi setengah volume semula. Termometer 3. Pemanas listrik 6. biarkan semalaman (10 – 14 jam).MAKALAH SEMINAR NASIONAL SOEBARDJO BROTOHARDJONO “ Pengolahan Sumber Daya Alam Dan Energi Terbarukan “ Surabaya. Kondensor 2. Keterangan Gambar: 1. dengan menggunakan bahan pelarut pada suhu tertentu. Rangkaian alat ekstraksi pektin dari nanas. saring tanpa di cuci. 60. Stirrer 5. Perhitungan ekstraksi dihitung pada saat campuran mencapai suhu yang diinginkan. masukkan dalam beaker glass 400 ml.0427 Ekstraksi adalah proses pemisahan satu atau beberapa bahan dari satu padatan atau cairan. Hal ini dilakukan beberapa kali sampai pektin tidak bereaksi asam lagi. Statif dan holder Metode Penelitian Nanas yang telah didapatkan ampasnya ditimbang sebanyak 10 gram dan dimasukkan dalam labu leher tiga 500 cc. 18 Juni 2008 ISSN 1978 .2 . Suhu ekstraksi yang digunakan adalah 90 °C dengan waktu ekstraksi (0. 24 (pH=1. 120 (menit)). C4 . Pengeringan pektin dilakukan terhadap pektin basah. 9 (pH=3).

1578 3 0. waktu ekstraksi yang terlalu lama akan menurunkan kemampuan pelarut untuk mengekstrak.0859 0.5 1.1281 0.18 0.5 0.0928 0. C4 .8 3 4 B erat P ektin (gram ) 0.1050 0.0548 0.1594 0. Berat pektin hasil penelitian pada berbagai waktu ekstraksi (menit).2063 0.0503 0.2 0 30 60 90 120 0.36 1.0467 0. Akan tetapi. 18 Juni 2008 ISSN 1978 .1291 4 0.0926 0.1080 0.5 – 2 jam.2376 0.0647 0.0459 0.8 0.2 1. maka berat pektin yang diperoleh semakin besar.1531 0. Hal ini disebabkan karena kontak antar partikel juga memerlukan waktu. Dari Grafik 1 dapat dilihat bahwa berat pektin yang dihasilkan dipengaruhi oleh waktu ekstraksi.1275 0. Semakin lama kontak maka proses kontak akan semakin besar dan kesempatan zat pelarut yang mengekstrak semakin besar sehingga berat pektin yang dihasilkan semakin tinggi.0371 0.0583 0.42 0.06 0 0 30 60 90 120 Waktu Ekstraksi (menit) Grafik 1.0427 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan berat pektin pada berbagai volume pelarut dan waktu ekstraksi yang ditabelkan sebagai berikut: Tabel I.3 0.1662 pH ekstraksi Berat pektin (gram) 1. Waktu ekstraksi optimum sekitar 0.3681 1.3 .0750 0.12 0.0258 0.1224 0. waktu (menit) 1. Hubungan antara berat pektin (gram) dengan berbagai waktu ekstraksi (menit).24 0. Semakin lama waktu ekstraksi.MAKALAH SEMINAR NASIONAL SOEBARDJO BROTOHARDJONO “ Pengolahan Sumber Daya Alam Dan Energi Terbarukan “ Surabaya.48 0.

1513 0.0459 90 0.06 0 1.5 1.0427 Tabel II.24 0. pH ekstraksi Waktu ( menit ) Berat Pektin (gram) 0 30 0. C4 .1594 0.0647 0.1578 0. yaitu waktu ektraksi 120 menit.4 .0928 0.8 3 4 0.5 1. kombinasi keasaman yang terlalu tinggi (pH yang rendah) dengan suhu yang tinggi harus dihindari karena konversi pektin akan menurun disebabkan pektin yang terkonversi menjadi asam pektat.0750 0.0583 1. Dari grafik. Hasil terbaik yang dicapai pada proses ekstraksi pektin dari nanas yang dilakukan pada kondisi operasi. Adapun kondisi ekstraksi optimum yang dianjurkan adalah 1.48 0 menit 0.12 0.0258 0. Hubungan antara berat pektin (gram) dengan berbagai pH ekstraksi.2376 0.0548 0.2 1.0859 0. Berat pektin hasil penelitian pada berbagai volume pelarut (cc).0503 0.1080 0.1275 0.2063 0. dapat diketahui bahwa kenaikan berat pektin yang dihasilkan dipengaruhi oleh pH ekstraksi.1291 0.2 – 4.18 0. pH ekstraksi adalah 1.1281 0.2 dengan berat pektin yang dihasilkan sebesar 0.0371 60 0.3681 0.2 1.1224 0.0467 120 0.36 B e ra tP ek tin (g ram ) 30 menit 60 menit 90 menit 120 menit 0.1662 0.42 0.2. 18 Juni 2008 ISSN 1978 .8 pH Ekstraksi 3 4 Grafik 2.1050 0.MAKALAH SEMINAR NASIONAL SOEBARDJO BROTOHARDJONO “ Pengolahan Sumber Daya Alam Dan Energi Terbarukan “ Surabaya.0926 0. Akan tetapi.3681 gram.3 0.

Endang S.jadilangsing.http://www. The Interscience Encyclopedia Inc. Nenas.multiply.id/go. Joko. 2001. Surabaya.5 . Nanas. Bogor.http://id. Papain Dan Pektin Dari Pepaya. 3rd edition.php?id=jiptumm-gdl-s1-2004-sitiyulaik-2146&node=2572&start=6. 1979. Mariana. www.. http://id. 2008. DAFTAR PUSTAKA Ananas comosus.com/journal/item/6/Khasiat_Tumbuhan.MAKALAH SEMINAR NASIONAL SOEBARDJO BROTOHARDJONO “ Pengolahan Sumber Daya Alam Dan Energi Terbarukan “ Surabaya.2 Hasil analisa akhir kadar pektin dari ampas nanas setelah ekstraksi diperoleh dari uji Laboratorium Instrumentasi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri UPN ”Veteran” Jawa Timur diketahui kadar pektin sebesar 412. 2008.multiply.yahoo. Nanas. 2006.pdf. http://library.. 2005. Jakarta. Muhidin. F. 2008 Sulistyohadi. D.http://djenggotnaga.id. Tri.66 % dengan acuan metoda gravimetri.asp?id=519.go. R. 2008.id/pertanian/nenas. 2008. and Othmer. Surabaya. ”Pengambilan Pektin dari Wortel”.. Pektinmarkisa.ristek.8 ppm atau 0.com/dietnutrisi/diet_nutrisi_detail. 2008.ac. Penebar Swadaya. http://toiusd. “Encyclopedia of Technology”. New York. Kirk. C4 .http://www. ”A groindustri Papain dan Pektin”. ”Ekstraksi Pektin dari Kulit Buah Coklat”.org/wiki/Nanas. 2008.ipb.mma. Dudung.wikipedia. 18 Juni 2008 ISSN 1978 . Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.ac. 2008.gunadarma.0427 KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengambilan pektin dengan menggunakan H2SO4 akan memberikan hasil yang terbaik pada kondisi : Waktu ekstraksi : 120 menit pH : 1. Volume 16.com/question/index?qid=20080104153826AAZKttD. Nenas.41 % dengan acuan metoda spektrofotometer dan kadar air (dry basis) sebesar 12.com/journal/item/39/Ananas_comosus. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. F.answers. Gumbira.15 % serta kadar air (wet basis) sebesar 10. Nenas.warintek.