You are on page 1of 6

Tugas dr Amel Muhamad Azrul bin Zakaria 0810314158 P1157 Charan Pal Singh 0810314156 P 1156

GANGGUAN SOMATOFORM (F 45) Definisi -Kelompok gangguan yang memiliki keluhan berupa gejala fisik (sebagai contohnya, nyeri,mual, dan pusing) yang menonjol, tidak dapat ditemukan penjelasan medis -Gejala dan keluhan somatik menyebabkan penderitaan emosional/gangguan pada kemampuan pasien untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan.-Gangguan somatoform tidak disebabkan oleh pura-pura yang disadari atau gangguan buatan Somatoform berdasarkan PPDGJ III dibagi menjadi F.45.0gangguan somatisasi F.45.1gangguan somatoform tak terperinci F.45.2gangguan hipokondriasis F.45.3disfungsi otonomik somatoform F.45.4gangguan nyeri somatoform menetap F.45.5gangguan somatoform lainnya F.45.6gangguan somayoform YTT DSM-IV, ada tujuh kelompok, lima sama dengan klasifikasi awal dari PPDGJ ditambah dengan   gangguan konversi, gangguan dismorfik tubuh

Gambaran keluhan gejala somatoform : Neuropsikiatri: “kedua bagian dari otak saya tidak dapat berfungsi dengan baik” ;“ saya tidak dapat menyebutkan benda di sekitar rumah ketika ditanya” Kardiopulmonal: “ jantung saya terasa berdebar debar…. Saya kira saya akan mati”

perdarahan menstruasi berlebihan. atau alkohol) Jika terdapat kondisi medis umum. hilangnya sensasi atau nyeri. muntahselain dari selama kehamilan. retensi urin. sendi. tetapi dokter mengatakan kacamata tidak akan membantu Kriteria diagnostik untuk Gangguan Somatisasi A. tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan suatu zat(misalnya efek cedera. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau pura. perut. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan. sudah dilakukan pemeriksaannamun tidak di temukan apa-apa” Musculoskeletal “saya telah belajar untuk hidupdalam kelemahan dan kelelahan sepanjang waktu” Sensoris: “ pandangan saya kabur seperti berkabut.pura) . pandangan ganda. atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) 1 gejala seksual :sekurangnya satu gejala selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual.sulit menelan. terjadi selama periode beberapa tahun B. Salah satu (1)atau (2):  Setelah penelitian yang diperlukan. kembung. ketulian. atau hilangnya kesadaran selain pingsan). muntahsepanjang kehamilan). diare. obat. punggung. atau temuan laboratorium  D. disfungsierektil atau ejakulasi. kejang. menstruasi tidak teratur. Keluhan fisik dimulai sebelum usia 30 tahun. pemeriksaanfisik. halusinasi. gejala disosiatif seperti amnesia.  4 gejala nyeri : sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala. selama menstruasi. atau selama miksi) 2 gejala gastrointestinal :sekurangnya dua gejala selain nyeri (misalnya mual. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dari riwayat penyakit. selama hubunganseksual.kebutaan.    C.Gastrointestinal: “ saya pernah dirawat karena sakit maagdan kandung empedu dan belum ada dokter yang dapat menyembuhkannya” Genitourinaria: “ saya mengalami kesulitan dalam mengontrol BAK. anggota gerak. dada. paralisis. rektum. 1 gejala pseudoneurologis : sekurangnya satu gejala atau deficit yang mengarahkan pada kondisineurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gangguan koordinasi atau keseimbangan. medikasi.

Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan.45.2 GANGGUAN HIPOKONDRIASIS Hipokondriasis adalah keterpakuan (PREOKUPASI) pada ketakutan menderita. meski tidak ada dasar medis untuk keluhan yangdapat ditemukan. gejala tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dari suatu zat (misalnyaefek cedera. atau temuan laboratonium. gangguan tidur. ataugangguan psikotik) Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura  F. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakanmenurut riwayat penyakit . Durasi gangguan sekurangnya enam bulan Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya gangguansomatoform.   Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. pemeriksaan fisik.45. atau alkohol) B. pekerjaan. atau fungsi penting lainnya. keluhangastrointestinal atau saluran kemih) Salah satu (1)atau (2) A.1 GANGGUAN SOMATOFORM TAK TERPERINCI Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang Tidak Digolongkan Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan. gangguan kecemasan. atau keyakinan bahwaseseorang memiliki penyakit medis yang serius. medikasi. Berbeda dengan gangguan somatisasi dimana pasien biasanya meminta pengobatanterhadap penyakitnya yang seringkali menyebabkan terjadinya penyalahgunaan obat. hilangnya nafsu makan.Setelah pemeriksaan yang tepat. disfungsi seksual. obat.F. gangguan mood. maka padagangguan hipokondrik pasien malah takut untuk makan obat karena dikira dapat menambah keparahandari sakitnya Kriteria Diagnostik untuk Hipokondriasis .

eksaserbasiatau bertahannnya nyeri. cemas perpisahan. ada gejala bangkitan otonomik ex.45. ide bahwa ia menderita suatu penyakitserius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejala-gejala tubuh. atau fungsi penting lain. pasien malah bertindak sebaliknya Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Nyeri     Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsisosial. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalamfungsi sosial. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasan umum. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). Lama gangguan sekurangnya 6 bulan. kemarahan. tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur/fungsi dari sistem/organ yangdimaksud F. Kring. 45. 2004). dan menjelaskan situasi dimana rasa nyeri yang dirasakan menjadi lebih sakit atau lebih berkurang (Adler et al. yang sifatnyamenetap dan mengganggu b. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. gangguanobsesif-kompulsif. lebih detail dalam memberikan gambaran sensoris dari rasa nyeri yangdialaminya. gangguan depresif berat. berkeringat. Perokupasi (keterpakuan) dengan ketakutan menderita. atau fungsi penting lain. tremor. pekerjaan. pekerjaan..3 GANGGUAN DISFUNGSI OTONOMIK SOMATOFORM Kriteria diagnostik yang diperlukan : a. yang tidak terpengaruh oleh hasil Px maupun penjelasan dari dokter d. muka panas.4 . .     Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepat Tidak disertai dengan waham dan tidak terbatas pada kekhawatiran tentang penampilan(seperti pada gangguan dismorfik tubuh). dalam Davidson. gangguan panik. menunjukkan lokasi rasa nyeri yang dialaminya dengan lebih spesifik. preokupasi dengan penderitaan mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius yang menimpanya. gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (tidak khas) c. atau gangguansomatoform lain F. Neale. palpitasi. Sedangkan pada nyeri somatoform. GANGGUAN NYERI YANG MENETAP Individu yang merasakan nyeri akibat gangguan fisik.

pekerjaan. Membuatnya bisa berlama-lama berkaca di depan cermin memandang bentuk tubuh yang dianggapnya kurang. atau oleh efek langsung suatu zat. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Dismorfik Tubuh • • Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan. atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dyspareunia Tambahan DSM IV Gangguan Konversi Adalah suatu tipe gangguan somatoform yang ditandai oleh kehilangan atau kendala dalam fungsifisik. . namun tidak ada penyebab organis yang jelas. atau sebagai perilaku atau pengalamanyang diterima secara kultural. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood.kekhawatiran orang tersebut menjadi berlebihan. tidak terjadi sematamataselama perjalanan gangguan somatisasi. atau konversi. atau fungsi penting lainnya. sering pasien mendatangi spesialis bedah dan kecantikan. disertai dengan kejang/konvulsi. Gangguan ini dinamakan konversi karena adanyakeyakinan psikodinamika bahwa gangguan tersebut mencerminkan penyaluran. individu diliputi dengan bayangan mengenai kekurangan dalam penampilan fisik mereka. kecemasan. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguandalam fungsi sosial. pekerjaan. atau fungsi penting lain atau memerlukan pemeriksaan medis. • • Gangguan dismorfik tubuh Pada gangguan dismorfik tubuh. Tidak ditimbulkkan secara sengaja atau dibuat-buat Gejala atau defisis (setelah penelitian yang diperlukan) tidak dapat dijelaskan sepenuhnya olehkondisi medis umum. dan tidak dapat diterangkan dengan lebih baik olehgangguan mental lain. Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual. darienergi seksual atau agresif yang direpresikan ke simtom fisik. Kriteria diagnostik untuk Gangguan Konversi • • • • Satu atau lebih gejala/defisit yang mengenai fungsi motorik volunter atau sensorik yangmengarah pada kondisi neurologis atau kondisi medis lain. Preokupasi menyebabkan Penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalamfungsi sosial. Jika ditemukan sedikit anomali tubuh. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala/defisit karena awal ataueksaserbasi dari gangguan ini biasanya didahului oleh konflik atau stresor lain.

• Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya.ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexia nervosa .