You are on page 1of 9

LAPORAAN PENDAHULUAN ONIKOMIKOSIS A.

Definisi Onikomikosis adalah infeksi jamur pada lempeng kuku, yang dapat disebabkan oleh dermatofita, kandida, dan jamur lain. B. Etiologi Dermatofita adalah jamur yang paling sering menyebabkan onikomikosis di negara-negara barat. Dermatofita terbagi dalam 3 genus, yaitu Microsporon, Epidermophyton dan Trichophyton. Trichophyton rubrum menyebabkan sekitar 70% kasus dan Trichophyton mentagrophytes 20% dari semua kasus. Dermatofita lain yang mungkin terlibat adalah Trichophyton interdigitale, Epidermophyton floccosum, Trichophyton violaceum, Microsporum gypseum, Trichophyton tonsurans, Trichophyton soudanense (dianggap oleh sebagian orang Afrika varian T. rubrum daripada spesies penuh) dan Trichophyton verrucosum. Sementara itu, Candida dan jamur non-dermatofita lebih sering terlibat di daerah tropis dan subtropis dengan iklim panas dan lembab. Onikomikosis nondermatofita disebabkan oleh jamur (Fusarium spesies, Scopulariopsis brevicaulis, Aspergillus spesies) menjadi lebih umum di seluruh dunia, jumlahnya hingga 15% dari kasus di beberapa negara. Onikomikosis akibat Candida adalah jarang. C. Patogenesis Patogenesis onikomikosis tergantung pada subtipe klinis. Dalam onikomikosis subungual distal dan lateral, bentuk yang paling umum dari onikomikosis, jamur menyebar dari plantar kulit dan menyerang melalui hiponikium kuku. Peradangan yang terjadi pada bagian kuku ini menyebabkan tanda-tanda fisik onikomikosis subungual distal dan lateral yang khas. Onikomikosis superfisial putih jarang terjadi, disebabkan oleh invasi langsung dari permukaan lempeng kuku. Pada onikomikosis subungual proksimal jamur menembus melalui matriks kuku-kuku proksimal dan menginvasi sebagian lempeng kuku proksimal dalam. Endonyx onikomikosis adalah varian dari

onikomikosis dapat mengganggu aktivitas berdiri. dan berolahraga. Pasien dapat mengeluh parestesia. kemungkinan dihubungkan dengan pajanan terhadap penyebab relatif jarang. E. kuku . Meskipun Candida sering terdapat pada lipat kuku proksimal atau ruang subungual pada pasien dengan paronikia kronis atau onikolisis. pasien immunocompromised.onikomikosis subungual distal dan lateral di mana jamur menginfeksi melalui kulit dan langsung menyerang lempeng kuku. pasien biasanya pertama kali hadir untuk alasan kecantikan fisik tanpa keluhan. akan memudahkan mendapat onikomikosis. Ketika penyakit berkembang. nyeri. Kuku yang terinfeksi memiliki bentuk yang tidak normal tetapi tidak gatal atau terasa sakit sekali. ketidaknyamanan. Anamnesis yang cermat dapat mengungkapkan banyak faktor-faktor risiko lingkungan dan pekerjaan. pada pasien infeksi Candida hanya terjadi sekunder. D. Gejala Klinis Onikomikosis biasanya asimtomatik. pertumbuhan kuku yang lebih cepat. Invasi kuku oleh Candida tidak umum terjadi karena jamur membutuhkan respon imun yang menurun sebagai faktor predisposisi untuk dapat menembus kuku. dan prevalensi tinea pedis yang rendah. dan kehilangan ketangkasan. trauma berulang pada kuku serta penurunan imunitas. Penurunan imunitas dapat terjadi pada orangtua. jamur menginfeksi lempeng kuku (nail plate) dan akhirnya lempeng kuku proksimal dan lateral lipatan kuku. Gaya hidup tertentu misalnya penggunaan kaos kaki dan sepatu tertutup terus menerus. karena itu. berjalan. Infeksi ringan hanya memberikan sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala. oklusi. Pada mukokutan kandidiasis kronis. Faktor Predisposisi Faktor predisposisi yang memudahkan terjadinya onikomikosis yaitu kelembaban. Mereka juga dapat melaporkan kehilangan harga diri dan kurangnya interaksi sosial. penggunaan tempat mandi umum. olahraga berlebihan. penggunaan obat imunosupresan dan antibiotik jangka panjang. Pada infeksi yang lebih berat. Pada anak-anak onikomikosis jarang ditemukan.

Kulit telapak kaki dan tangan merupakan lokasi infeksi primer. kuku menunjukkan hiperkeratosis subungual dan onikolisis. Bentuk ini mulai dari tepi distal atau distolateral. Biasanya sisa-sisa peradangan terkumpul dibawah ujung kuku. Invasi juga dapat dimulai dari lateral. Onikomikosis subungual distal dan lateral : hiperkeratosis subungual. yakni tinea unguium. gambaran tersering adalah distrofi dan debris pada kuku subungual distal. 2. Ada empat jenis onikomikosis : 1.tampak keputihan. Sedangkan yang disebabkan kandida sering didahului oleh paronikia atau peradangan jaringan sekeliling kuku yang kronik akibat pekerjaan basah atau iritasi kronik. Coretan kuning dan atau daerah onikolitik kuning di bagian tengah lempeng kuku yang umumnya diamati. Onikomikosis superfisial putih (OSPT) . Proses ini menjalar ke proksimal dan di bawah kuku terbentuk sisa kuku yang hancur. Onikomikosis subungual distal dan lateral (OSDL) Gambar 1. Pada onikomikosis yang disebabkan dermatofita. onikolisis dan alur kuning (dikutip dari eMedicine Journal : Onychomycosis) Onikomikosis subungual distal dan lateral adalah bentuk yang paling umum dari tinea unguium. biasanya disebabkan oleh Trichophyton rubrum. Dalam onikomikosis subungual distal dan lateral. yang biasanya berwarna kuning-putih. Jamur menyerang dasar kuku di bawah lempeng kuku melalui hiponikium dan bergerak ke arah proksimal. menebal dan terlepas dari dasar kuku.

Onikomikosis subungual proksimal (OSP) Gambar 3. Onikomikosis subungual proksimal : leukonikia proksimal (dikutip dari eMedicine Jurnal : Onychomycosis) Infeksi dimulai dari lipatan kuku proksimal melalui kutikula dan masuk ke kuku yang baru terbentuk. Ini adalah bentuk umum tinea unguium pada orang sehat tapi ditemukan lebih banyak pada pasien immunocompromised. 3. Onikomikosis superfisial putih (dikutip dari eMedicine Journal : Onychomycosis) Disebabkan oleh invasi jamur ke lapisan superfisial lempeng kuku yang membentuk "pulau-pulau putih" di lempeng. Penyebab tersering adalah T. 4.Gambar 2. Muncul daerah leukonikia di lempeng kuku proksimal yang bergerak distal dengan pertumbuhan kuku. selanjutnya bergerak ke arah distal. mentagrophytes. Jumlahnya hanya 10 % dari kasus onikomikosis. Terjadi bila jamur menginvasi langsung lapisan superfisial lempeng kuku. Kuku menjadi kasar dan runtuh dengan mudah. Onikomikosis kandida (OK) .

(3) Invasi pada kuku yang telah onikolisis. Bila secara klinis kecurigaan onikomikosis besar tetapi hasil sediaan mikroskopik langsung maupun biakan jamur negatif. Onikomikosis total dan paronikia. Zat pewarna tambahan misalnya tinta Parker blue-black atau pewarnaan PAS akan mempermudah visualisasi jamur. Diagnosis Banding 1. G. kasar. Onikomikosis kandida pada pasien dengan kandidiasis mukokutaneous kronis. kandida langsung menginvasi lempeng kuku sehingga baru pada stadium lanjut tampak sebagai pembengkakan lipat kuku proksimal dan lateral yang membentuk gambaran pseudoclubbing atau chicken drumstick. Psoriasis kuku . Dapat terjadi pada pasien immunocompromised. terutama pada tangan. Dapat dilakukan biopsi kuku atau cukup nail clipping pada OSDL. (dikutip dari eMedicine Journal : Onychomycosis) Spesies Candida menyerang kuku biasanya terjadi pada orang yang sering membenamkan tangan mereka di dalam air. Pada keadaan lanjut keempat tipe tersebut akan menunjukkan gambaran distrofik total.Gambar 4. Pemeriksaan ini sekaligus membantu memastikan bahwa jamur terdapat dalam lempeng kuku dan bukan merupakan komensal atau kontaminan di luar lempeng kuku. tampak sebagai hiperkeratosis subungual dengan massa abu-abu kekuningan di bawahnya. Diagnosis Penyebab pasti ditentukan dengan pemeriksaan kerokan kuku dengan KOH 20 % untuk mempermudah lisis keratin. pemeriksaan histopatologi dapat membantu. dan akhirnya distrofi. F. Infeksi dapat dibedakan menjadi 3 kategori yaitu : (1) Dimulai sebagai paronikia yang kemudian menginvasi matriks kuku sehingga memberikan gambaran klinis depresi transversal kuku sehingga kuku menjadi cekung. (2) Pada kandidiasis mukokutan kronis. dan pada orang dengan kandidiasis mukokutan kronis. Dapat pula dilakukan biakan untuk menemukan elemen jamur dengan media agar Sabouraud.

serta terapi dengan obat anti-jamur yang sesuai dengan penyebab dan keadaan patologi kuku. sehingga tidak efektif untuk pengobatan onikomikosis. Gambar 5. Gambar 6. Bila tidak diterapi. gambaran nail pitting dan tanda onikolisis berupa “tetesan minyak” warna coklat kemerahan yang tidak ada pada onikomikosis serta keterlibatan jari pada kedua tangan dapat membedakannya dari onikomikosis. 1. Obat .Pada psoriasis kuku. Penatalaksanaan Prinsip penatalaksanaan onikomikosis adalah menghilangkan faktor predisposisi yang memudahkan terjadinya penyakit. kaki harus dikeringkan setelah mandi. Secara khas. area lunula lebih terangkat dibandingkan bagian distal. Liken planus (dikutip dari American Academy Dermatology Journal : Lichen planus) H. Untuk membatasi kemungkinan kambuh. dan bedak kaki anti jamur dapat digunakan. matriks dapat dirusak dengan timbulnya pterigium di mana kulit kutikel tumbuh di atas dan menutupi lempeng kuku yang tipis. kuku harus tetap pendek. Liken planus Terjadi inflamasi dasar kuku yang mempengaruhi matriks kuku. Psoriasis kuku(dikutip dari eMedicine Journal : Nail Psoriasis) 2. Terapi topikal Obat topikal berbentuk krim dan solusio sulit untuk penetrasi ke dalam kuku. kaus kaki yang menyerap keringat harus dipakai.

Terapi sistemik : Obat sistemik yang dapat digunakan untuk pengobatan onikomikosis adalah flukonazol. I. namun masih mempunyai tempat untuk pengobatan onikomikosis karena tidak adanya risiko sistemik. Itrakonazol 200 mg/hari selama 3-4 bulan. Diperlukan ketekunan pasien karena umumnya masa pengobatan panjang. a. 1 di antara 5 kasus onikomikosis ternyata tidak memberi respon baik. itrakonazol. sehingga kemungkinan terjadi efek samping lebih besar. 2. serta kurang efektif. Ciclopiroxolamin 8 %: suatu derivat piridon dengan spectrum anti jamur luas. yaitu bifonazol 1 % dengan urea 40 % dalam bentuk salep. b. baik untuk penyebab dermatofita maupun kandida. atau 400 mg per hari selama seminggu tiap bulan selama 3-4 bulan. sedangkan terbinafin bersifat fungisidal tetapi efektivitas terutama pada dermatofita. b. Urea untuk melisiskan kuku yang rusak sehingga penetrasi obat jamur meningkat. Digunakan dalam bentuk cat kuku konsentrasi 5 %. Meskipun penggunaan obat topikal mempunyai keterbatasan. tetapi kurang efektif terhadap Candida. Bifonazol-urea : kombinasi derivat azol. relatif lebih murah. juga digunakan dalam bentuk cat kuku. Penyebab kegagalan diduga . Obat ini sangat efektif terhadap dermatofit. dan terbinafin. Amorolfine : merupakan derivat morfolin yang bersifat fungisidal. Dapat pula diberikan flukonazol 150-300 mg/hari. Griseofulvin tidak lagi merupakan obat pilihan untuk tinea unguium karena memerlukan waktu lama. yaitu : a. Derivat azol bersifat fungistatik tetapi mempunyai spektrum antijamur yang luas. Namun dapat terjadi iritasi kulit di sekitar kuku oleh karena urea. selain itu bentuk cat kuku mudah digunakan. Prognosis Meskipun diterapi dengan obat dosis optimal. Terbinafin 250 mg/hari selama 3 bulan. c. c. dan dapat sebagai kombinasi dengan obat oral untuk memperpendek masa pengobatan.topikal formulasi khusus dapat meningkatkan penetrasi obat ke dalam kuku.

Gangguan pola tidur berhubungan dengan pruritus. . Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan fungsi barier kulit. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus. selain faktor predisposisi terutama keadaan immunocompromised. Diagnosis Keperawatan 1. yaitu pertumbuhan lambat serta sangat tebal juga merupakan penyulit. Nyeri dan rasa gatal berhubungan dengan lesi kulit.adalah diagnosis yang tidak akurat. karakteristik kuku tertentu. J. salah identifikasi penyebab. adanya penyakit yang lain. 2. 4. Kurang pengetahuan tentang program terapi berhubungan dengan inadekuat informasi. Pada beberapa kasus. 3. 5.

Jakarta : Balai Penerbit FKUI. I Made Wisnu (2005) Penyakit Kulit yang Umum di Indonesia. . Fifth Edition. Richard Allen Johnson. The McGraw-Hill Companies. Unandar Budimulja dkk (2001) Onikomikosis dalam Dermatomikosis Superfisialis. Jakarta : PT Medical Multimedia Indonesia. Dick Suurmond (2007) Fitzpatrick’s The Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Unandar Budimulja (2000) Mikosis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan kelamin. Klaus Wolff. Sri Linuwih M.DAFTAR PUSTAKA Emmy Sjamsoe D.