You are on page 1of 18

Tahun Ajaran 2012

Disusun oleh: 1. Gurindra Bhana Widyo (3110120020) 2. Muammar Thalib (3109120454) 3. Vira Indah Pujilestari (3110120035)

Kata Pengantar

Alham dulillahhirobbil’alamin, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas besar mata kuliah Konstruksi Beton Prategang sebagai syarat penambahan nilai di semester 4 ini. penulis sangat berterima kasih kepada Bapak Andi selaku Dosen pengajar yang memberikan tugas ini karena menurut penulis, dengan diberikannya tugas ini memancing pengetahuan kami tentang konstruksi jembatan. Mulai dari jenis-jenis jembatan, material yang digunakan, analisa struktur jembatan serta beban-beban yang bekerja pada jembatan. Semuanya di luar perkiraan penulis yang ternyata pembebanan tidak hanya dipengaruhi oleh kendaraan yang melewati jembatan itu. Penulis mencari dari berbagai macam sumber dan sangat sedikit yang penulis peroleh. Oleh karena itu penulis meminta maaf kepada dosen pengajar jika di dalam tugas penulis ini masih terdapat banyak kesalahan, mulai dari perhitungan pembebanan, penggambaran, dan analisa struktur. Penulis meminta kesedian Bapak untuk mengisi saran dan menuliskan kesalahankesalahan dalam tugas penulis ini agar bisa penulis jadikan sebagai tambahan ilmu.

Mengetahui, Dosen Pengajar

Depok, 10 Juni 2012

Drs. Ir Andi Indianto, MT.

Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Sejarah Perkembangan Beton Bertulang sebagai Bahan Struktur Semen dan Beton Mortar ( Campuran beton tanpa kerikil ) kapur pertama kali digunakan pada struktur peradaban Minoan di Kreta sekitar tahun 2000 SM dan masih terus digunakan di beberapa daerah. Jenis mortar ini mempunyai kelemahan karena secara perlahan larut jika terendam air dan karena itu tidak dapat digunakan pada sambungan yang terbuka atau bawah sambungan air. Sekitar abad ke 3 SM bangsa Romawi menemukan abu gunung pasir halus yang jika dicampur dengan mortar kapur memberikan kekuatan yang lebih tinggi dan dapat digunakan di bawah air. Lalu membuat Kuil pantheon di Roma yang selesai dibangun pada tahun 126. Kubah ini mempunyai bentang 45 meter dan merupakan bentang terpanjang sampai abad ke 19.

Seorang insinyur Inggris yaitu Jhon Smeaton menemukan campuran kapur yang terbakar dengan tanah liat dapat digunakan untuk membuat semen yang dapat di cor di dalam air dan menjadi tahan air.

Pada tahun 1845, I.C. Jhonson menemukan semen terbaik hasil dari menghaluskan klinker. Bahan inilah yang sekarang dikenal sebagai semen portland.

Beton Bertulang Rancangan terbesar terhadap perkembangan awal dari pengetahuan ilmiah tentang beton bertulang berasal dari hasil kerja Joseph Monier, yang memulai percobaannya sekitar tahun 1850 dengan pot beton yang diperkuat dengan besi untuk menanam pohon.

Gedung beton bertulang pertama yang dibangun di Amerika Serikat adalah sebuah rumah di Long Island pada tahun 1875 oleh W.E. Ward, seorang insinyur mesin. Dari tahun 1890 sampai 1920, para insinyur lambat laun memperoleh pengetahuan tentang mekanika beton bertulang. 1.2 Permasalahan Untuk menghubungkan jalur yang terputus karena adanya factor alam seperti sungai, lembah, dataran rendah maupun laut, dibuatlah jembatan dengan spesifikasi yang berbeda dengan jembatan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan biasa. Untuk bentang tertentu, beton bertulang masih belum mampu menahan beban – beban yang bekerja. Karena itu munculah terobosan baru dengan memberi tegangan awal pada beton untuk meningkatkan kekuatan beton.

9.75 m

6.25 m

5m

GIRDER

Pembebanan: Pll = Kendaraan besar (4,9 ton/m) x jarak girder x 1,4 = 4.9 ton/m x 1.75 m x 1,4 = 12.005 ton/m qll = kendaraan kecil (0,9ton/m) x jaeak girder = 0.9 t/m x 1.75 m = 1.575 tm qdl = Aspal = tinggi aspal x jarak girder x berat isi aspal = 0,05 x 1,75 x 2,2 = 0,1925

Lantai = tinggi lantai x jarak girder x berat isi beton = 0,2 x 1,75 x 2,4 = 0,84 ton/m Girder= tinggi girder x jarak girder x berat isi beton = 0,45 x 1,75 x 2,4 = 1,89 ton/m qdl total = 0,1925 + 0,84 + 1,89 = 2,3 ton/m

Mu lap =( =( = 46,819 + 29,945 + 32,8 = 109,6ton meter
)+ ( )+ ( ) +( ) +( ) )

D

=( =(

)+( )+(

)+(

) )+( )

V V = 12,285 + 13,5 +19,208

= 45 ton

ASUMSI

   

Selimut Sengkang D 25 Jarak 1,5 D

: 4 cm : 0,8 cm :2,5 cm : 1,5 2,5 = 3,75 cm

4 cm

d = 90 – (4 + 0,8 + 2,5 + 2) = 80,7 cm 80 cm

d´= 4 + 0,8 + ( ) = 6,05 cm 6,1 cm

 ( )= =

= 0,0726

0,1 = 481,25 kn/m

f´c = 30 Mpa fy = 400 Mpa

ρ dari table = 0,0145 ρ min ρ max = = 0,75 = 0,75 = 0,024 ρ balance 0,00325

Syarat

= ρ min < ρ < ρ max = 0,0035 < 0,0145 < 0,0244 ≈ okee

Menentukan jumlah tulangan As As =ρ = 0,5 b d As = 0,0145 = 0,5 45 80 = 52,3 cm²

52,2 = 26,1 cm²

Penulangan lapangan digunakan D25 ≈ - Jumlah tulangan tarik - Jumlah tulangan tekan Menentukan jarak tulangan
VV

= 4,909 cm²

= =

=10,7 ≈ 11 tulangan = 5,32 ≈ 6 tulangan

= 45 ton =√ = = Vn – Vs

= 45000 kg = 25,45585 kg ≈ 254,5585 kn = 642,86 kn = 624,86 – 254,5585 = 388,302 kn

Vc Vn Vs

=

= 20 x 784,61 kg

= 207,8461 kn Ternyata > √ = 20 cm

Maka digunakan rumus S max = x d =

Sengkang 8 AV

=2xA = 2 x 0,5 = 1 cm²

S=

=

= 4,95 ≈ 5 cm

3 D 25

3 D 25

5 D 25

Ø 8 - 200

Ø 8 - 50

Penulangan tumpuan

Penulangan lapangan

Penulangan tumpuan

PELAT

Ly =

= 2,4375 m

Lx = 1,75 m = 1,4 ≤ 2,5 (pelat 2 arah)

Pembebanan :

qdl = - aspal

= tebal aspal x berat isi aspal = 0,05 x 2,2 = 0,11 ton/m²

- Lantai

= tebal lantai x berat isi beton = 0,2 x 2,4 =0,48 t/m² =1,2 x 0,59 t/m² = 0,708 t/m²

qdl ultimate

pll =

(

)

= 149,4 kn

pll ultimate = 1,6 x pll = 1,6 x 149,4 = 209,16 kn

momen akibat beban merata = 1,4 Mlx = qdl ult x 42 x 1,75² x 0,001= 0,708 x 42 x 1,75² x 0,001 = 0,092t m Mly = qdl ult x 18 x 1,75² x 0,001 = 0,708 x 18 x 1,75² x 0,001 = 0,04 t m Mtx = qdl ult x 72 x 1,75² x (-0,001) = 0,708 x 72 x 1,75² x (-0,001) = -0,157 t m Mty = qdl ult x 55 x 1,75² x (-0,001) = 0,708 x 55 x 1,75² x (-0.001) = -0,012 t m

Momen akibat roda kendaraan

Mxs = Mlx = 0,166 x pll ult x b´ x a´ = 0,166 x 209,16 x 0,2 x 0,45 = 3,125 t m Mxvs = Mty = -0,169 x pll ult x b´ x a´=-0,169 x 209,16 x 0,2 x 0,45 = -3,1t m Mys = Mly = 0,132 x pll ult x b´ x d´ = 0,132x 209,16 x 0,2 x0,45 = 2,49 t m

Penulangan

asumsi → digunakan D 13 , fy = 400 mpa

 Arah x →Mtx = -0,157 -3,1 = -3,257 = -32,57 kn Mly = -0,012 + 2,49 = 2,478 = 24,78 kn

 Penulangan lapangan = 588 → ρ 0,0019 ρ min ρ max = 0,0035 = 0,0244

Penulangan As = ρ . b .d = 0,0019 . 100. 17,35 = 3,3 Didapat D13 → = 1,327 = 3,3 ≈ 4 Tulangan = = 25 cm

Jumlah tulangan / meter = Jarak antar tulangan =

Dipasang tulangan lapangan D13 – 250

Penulangan tumpuan

= 735

→ ρ = 0,0026

As = ρ . b . d = 0,0026 . 100 . 17,35 = 4,52 n= 3,41 ≈ 4 tulangan

digunakan D13 – 250 → As = 1,327

Tulangan bagi = 20% x As = 20% x 13,27 = 2,654 Digunakan tulangan bagi n= a= → As/tul = 0,5 cm²

5,308 ≈ 6 tulangan → Digunakan tulangan bagi – 170

 Arah y

→ Mty = -0,012 t m + 0 =-0,012 t m Mly = 0,04 t m + 2,49 t m = 2,53 t m

Penulangan d = 20 – 2 -1,3 – ( ) 757,1 → ρ = 0,0026

As = ρ . b . d = 0,0026 . 100 . 16,05 = 4,173 cm² Digunakan D13 → As/tul = 1,327 cm² h= a= 25 cm ≈ 4 tulangan

digunakan D13 - 250

PILAR

qdl = Pelat lantai = 0,2 x 7 x 2,4 x 9,7 Aspal Ginder Trotoar Ph ½ kolom = 0,05 x 7 x 2,2 x 9,75 = 0,89 x 9,75 = 0,45 x 2 x 2,4 x 9,75 =1,5 x 0,8 x 2,4 x 9 = ¼ x 1² x 2,5 x 2,4

= 32,76 = 7,507 = 18,42 = 21,06 = 25,92 = 4,71 +

qdl = 110,3775 ton = 1103,775 Kn

qll ql trotoar pll

= 0,9 x 7 x 9,75 = 0,5 x 2 x 9,75

= 61,425 = 9,75 +

= 4,9 x 1,4 x 9,75 = 66,889 ll = 138,06 ton

Nu

= (DL x 1,2) + (LL x 1,6) = (132,453 x 1,2) + (138,06 x 1,6) = 353,349 ton = 353349 kg

Hitung F! (gempa) Beton dengan f´c 30 Mpa Beton gempa

Kp =

→ E = 4700 . √ I = =

= 4700 . √

=27805,574 Mpa ≈ 27805574 kn

= 0,05

=

= 33366,68 kn/m

T=

=

= 0,36 detik

Karena Kalimantan wilayah 1 Nilai C = 0,06 (tabel) Jalan keras 1 → I = 1,2 F = 1,25 – 0,025 x n = 1,25 – 0,025 x 1 = 1,225 S (faktor tipe bangunan) = 1 x 1,225 = 1,225 F = C . I . S . Wt = 0,06 . 1,2 . 1,225 . 1103,775 = 97,35 kn = 9,735 ton

Momen Ultimate (Mu) Mu = 9,735 x 5 = 48,675ton

Cek kelangsingan ef = Lk = 2,2 x 5 = 11 m Ag = ¼ 1² = 0,7 m² = 7000 cm² =0,13 (e1)

Buat baca table hal 7 (kolom)

= 0,21 → ….A = 0,26 → …..B

Dua di atas hitungan table bagian samping kiri Table bagian bawah : = 0,13 → …..C

Dari table di dapat A dan C = r = 0,0325 x 1,33 ρ =0,043 B dan C = r = 0,014 x 1,33 ρ = 0,018

ρ min =

= 0,004

ρ max = 0,361 x 0,75 = 0,027

ρ min < ρ < ρ max 0,004 < 0,018 < 0,027 (okee)