You are on page 1of 27

KONSEP DASAR

A.

PENGERTIAN

Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 - 70 tahun. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain, panggul, dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru - paru. (Wiknjosastro, 1995) Kanker ovarium adalah penyakit yang membuat frustasi bagi pasien dan pemberi perawatan kesehatan yang tidak ada gejala dan telah mencapai tahap lanjut ketika didiagnosa. (Brunner & Suddarth, 2001: 1569) Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. (Wingo, 1995) Jadi yang dimaksud kanker ovarium adalah suatu tumor ganas yang berada di ovarium yang tidak ada gejalanya dan telah mencapai tahap lanjut ketika didiagnosa. Dan biasanya sering ditemukan pada wanita berusia 50 - 70 tahun.

B. 6

ETIOLOGI

Secara pasti penyebab kanker ovarium belum dapat dipastikan. Seringkali kanker ovarium tidak memperlihatkan gejala karena biasanya pasien yang datang untuk berkonsultasi sudah pada stadium agak lanjut. Namun menurut beberapa pandangan kanker ovarium dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya : 1. Faktor Genetik Tempat riwayat kanker ganas pada anggota keluarga. 2. Paritas

Lebih banyak terjadi pada perempuan tidak menikah dan tidak mempunyai anak. 3. Status Sosio-ekonomi

Lebih sering terjadi pada perempuan dari keluarga golongan menengah atau mampu. 4. Pengaruh Bahan Kimia

Sering terjadi pada perempuan yang selalu memakai bedak pada daerah selangkangan. Tetapi belum jelas apakah bedak atau partikel asbes yang menjadi penyebab. 5. Tanda Keganasan lain Penderita tampak pucat (anemia) dan badan kurus (cachexia). 6. a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Faktor Resiko Diet tinggi lemak. Merokok. Alkohol. Penggunaan bedak talk perineal. Riwayat kanker payudara, kolon atau endometrium. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium. Nulipara. Infertilitas. Mestruasi dini. Tidak pernah melahirkan.

(Dr. Faisal yatim, 2005: 30-31)

C.

INSIDENSI DAN PROGNOSIS 1. Insidensi

Sekitar 80% keganasan ovarium selnya berasal dari epitel coelom. Kebanyakan bentuk keganasan adalah kistadenosarkoma dimana 75% terdiri atas sel epitel kanker ovarium. Pada tahun 1983, jumlah penderita kanker baru di Amerika adalah 18.200 orang, di Inggris 4500 orang. Jepang termasuk negara industri maju yang rendah kejadian kanker ovarium. Kanker ovarium biasanya terjadi pada umur diatas 50 tahun (60% penderita). Sedangkan pada perempuan usia reproduktif terjadi pada 30% kasus kanker ovarium, dan pada usia lebih muda terjadi pada 10% penderita. (Dr. FaisalYatim, 2005:28-30) 2. Prognosis

Tergantung pada gambaran histologik dan stadium klinik tumor. Angka harapan hidup penderita kanker ovarium dalam jangka waktu 5 tahun, adalah sebagai berikut :

Stadium III penderita mempunyai harapan hidup 15% dalam jan waktu 5 tahun. IIC Seperti IIA atau IIB. Penyebaran tumor ke organ panggul lain. Simpai sudah diinfiltrasi tumor atau simpai pecah. STADIUM I IA BATASAN Pertumbuhan tumor terbatas dalam ovarium. IIA IIB Penyebaran tumor ke saluran. Simpai utuh. KLASIFIKASI Tabel klasifikasi stadium klinik pada kanker ovarium. Tumor terbatas hanya di satu ovarium i. Stadium N penderita mempunyai harapan hidup 5% dalam jangka waktu 5 tahun.a) b) c) d) Stadium I penderita mempunyai harapan hidup 90% dalam jangka waktu 5 tahun. Stadium II penderita mempunyai harapan hidup 80% dalam jangka waktu 5 tahun. 2008) D. II Tumor tumbuh pada satu atau kedua ovarium dengan perluasan ke organ rongga panggul lain. IC Seperti IA atau IB. (NIS. ii. IB Pertumbuhan tumor pada satu ovarium dan tidak ada ascites (busung). positif sel kanker. termasuk ke rongga peritoneum. disertai ascites dan pemeriksaan cairan peritoneum. positif sel kanker. . dengan ascites atau pemeriksaan sitologi cairan peritoneum.

7. Menopause dini. Nyeri tekan pada payudara. Tekanan pada pelvis. Ketegangan menstrual yang terus meningkat. bisa mengakibatkan nyeri. Faisal Yatim. 4. Menoragia. dilakukan penatalaksanaan yaitu Pembedahan dan Non pembedahan. dari Faktor resiko : diet tinggi lemak. merokok. F. Selain itu kanker ovarium juga bisa terjadi akibat kadar LH yang berlebihan yang menimbulkan hiperstimulasi ovarium menyebabkan hiperplasia endometrium sebagai karsinoma dapat terjadi. Haid tidak teratur. paritas. Kanker ovarium menyebabkan pembesaran massa kanker. dan penekanan intra abdomen yang berlebihan. Sering berkemih. 5. MANIFESTASI KLINIS Tanda dan gejala umum bervariasi dan tidak spesifik.III Tumor terbatas didalam rongga panggul dengan penyebaran ke rongga perut. IV Terjadi penyebaran luas atau ke tempat organ yang jauh dari rongga panggul (Dr. (Brunner & Suddarth. diluar panggul dan / kelenjar getah bening dibelakang rongga perut positif mengandung sel kanker. Pada stadium awal berupa: 1. . 2. Dispepsia. alkohol. Rasa tidak nyaman pada abdomen. 2005:33) E. 9. 3. infeksi ovarium. 6. 8. 2001: 1569) PATOFISIOLOGI Kanker ovarium dapat timbul dari Faktor predisposisi yaitu : faktor genetik.

Yang mual muntah bisa terjadi karena keterbatasan nutrisi yang menyebabkan penurunan metabolisme terjadi hipolisis. (2) radiasi (penyinaran). muntah dan rambut rontok. (Brunner & Suddarth. Yang rambut rontok bisa menyebabkan perubahan penampilan (gangguan body image) dan kurang pengetahuan tentang kemoterapi. (3) imunoterapi terdiri dari imunoterapi spesifik dan imuno terapi non spesifik. Sedangkan Non Pembedahan yaitu : (1) kemoterapi : efek samping dari kemoterapi antara lain mual.Pembedahan yaitu: operasi (oovovektomi). Ovarium Pembesaran Massa Kanker Penekanan Intra Abdomen Meningkat Penatalaksanaan Hyperplasia Endometrium Factor Predisposisi Faktor Genetik Paritas Infeksi Ovarium Hiperstimulasi Ovarium Kadar LH meningkat Pembedahan (oovorektomi) Non Pembedahan Imunoterapi Kemoterapi . Hal ini juga bisa mneimbulkan keletihan sehingga bisa terjadi gangguan mobilitas fisik. PATHWAY Ca. menimbulkan asam laktat meningkat. 2001) G. Akibat luka operasi menyebabkan nyeri dan resiko terjadinya infeksi. Efek samping dari radiasi yaitu ada radiasi enteritis dan radiasi sintisis.

Radiasi Luka Operasi Mual Muntah Rambut Rontok Diskontinuitas Jaringan Keterbatasan Nutrisi Perubahan Penampilan Sistisis Enteritis Spesifik Non Spesifik Keinginan Selalu Berkemih Diare Resiko Terjadi Infeksi Nyeri Penurunan Metabolisme Hipolisis Anoreksia Asam Laktat Meningkat Penurunan Nafsu Makan Keletihan Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh Gangguan Mobilitas Fisik .

Gangguan Body Image Kurang Informasi Disuria Kram Abdomen Kurang Pengetahuan Nyeri Nyeri Factor Resiko Diet Tinggi Lemak Merokok Alcohol .

apakah tumor berasal dari uterus atau ovarium atau kandung kemih.(Brunner & Suddarth. Pengobatan dengan operasi Pada umumnya dilakukan . Laporoskopi Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak dan untuk menentukan sifat tumor tersebut. Ultrasonografi (USG) Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor. (Brunner & Suddart. PENATALAKSANAAN Medis a. 2001) H. PEMERIKSAAN PENUNJANG Metode yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit ini adalah : 1. Fotorontgen Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrothoraks. apakah tumor kistik atau solid dan dapat dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak. 3. 2. 1. 2001) I.

Pengobatan dengan imunoterapi Pada dasarnya adalah kemampuan imunologi tubuh untuk menghancurkan sel kanker. demikian juga dengan tempat port tertanam yang digunakan untuk memberikan preparat ini. dilakukan dengan menyuntikkan sel kanker yang telah dilemahkan 2) Imunoterapi non-spesifik. b. Salpingo oovorektomi (mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba falopi). Selain itu. harus diobservasi terhadap adanya infeksi. dengan memberikan vaksinasi sejenis kuman Corynebacteria-parvum dan vaksinasi BCG. 3) Omentektomi (mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat . bisa secara tunggal atau kombinasi. Pengobatan ini terdiri atas : 1) Imunoterapi spesifik. tindakan keperawatan Klien. sedangkan pada stadium III dan IV. maka operasi pengangkatan ovarium bila dilakukan hanya disebelah yang kena kanker (oovorektomi unilateral). c. apabila perempuan yang bersangkutan masih mengharapkan fungsi reproduksi. 2005:37-38) 2.alat dalam perut). Pasca operasi apabila terjadi: (1) Nyeri . Khusus untuk stadium IA. Faisal Yatim. Pengobatan dengan kemoterapi Sebagai pengobatan ajuvant. (2) Tempat pemasangan kateter. Pada stadium II. Pengobatan dengan radioterapi (penyinaran) Dianjurkan untuk pengobatan kanker ovarium jenis disgerminoma serta stroma goonad yang tidak memerlukan lagi fungsi reproduksi. d. yang dilakukan yaitu: (1) Perawat harus mengubah posisi pasien dengan sering untuk memastikan pendistribusian menyeluruh dari obat dalam rongga peritoneal. diberikan kemoterapi kombinasi. prinsip imunologik juga digunakan untuk pengarahan terapi penyinaran dengan radioisotop hingga dapat dicapai sasaran spesifik.1) 2) Histerektomi total (mengangkat rahim dengan organ sekitarnya). (Dr. Keperawatan Setelah data lain dikaji dan dievaluasi. diberikan kemoterapi secara rutin.

b. riwayat persalinan bagaimana (G0 P0 O0). (2) Massase Distraksi Relaksasi Kompres Imaginasi. Status Obstetrikus Meliputi menarche klien saat pertama kali berusia berapa tahun. FOKUS PENGKAJIAN Yang perlu dikaji pada klien kanker ovarium adalah : 1. d. mual muntah. 2. menipis). e.Riwayat penyakit pengkajian keluarga bagaimana? (Adakah yang menderita myoma uteri. Ganti balut. Pemeriksaan Fisik Metode yang digunakan secara head to toe meliputi keadaan klien. siklus haid teratur apa tidak. pemeriksaan kepala : meliputi rambut (bagaimana keadaan rambutnya: rontok. kanker ovarium. 2001 : 1570) J. infeksi. . Riwayat kesehatan Meliputi keluhan klien saat pengkajian bagaimana? (nyeri. 3. beruban. 4. kista ovarium dan yang ada hubungannya dengan kanker ovarium). perawatan luka. Riwayat penyakit klien dahulu bagaimana? (Adakah penyakit yang berhubungan dengan kelainan kandungan.kanker payudara dan penyakit keturunan lainnya). gangguan body image). Biodata Identitas klien di ambil dari klien sendiri atau keluarga klien ataupun dari status klien.tumor uteri. kesadaran klien. lamanya haid berapa hari. c.Tindakan keperawatan yang di lakukan antara lain: a. (Brunner & Suddarth. biar tidak terjadi infeksi. Infeksi Tindakan keperawatan yang di lakukan antara lain: a. tanda-tanda vital.

Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi untuk mengontrol nyeri.Sjamsuhidayat. ada baunya apa tidak. Nyeri berhubungan dengan pembesaran massa kanker pada daerah sekitar. Tujuan Kriteria Hasil : a) b) Klien tampak rileks.pemeriksaan genetalia (bagaimana kebersihannya. dan frekuensi nyeri. 2004:729) K. Tujuan jam : Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 Kriteria hasil : a) b) Tidak terjadi anoreksia dan malaise Menunjukkan penambahan berat badan Intervensi : a) b) c) Kaji pola makan klien Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama Jelaskan pentingnya intake nutrisi yang adekuat . Klien mampu mendemonstrasikan dalam mengontrol nyeri. Kaji intensitas kulit. : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam nyeri dapat berkurang. Libatkan keluarga dalam proses perawatan 2. Intervensi : a) b) c) d) e) Kaji lokasi. ada perdarahan tidak). Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Anoreksia atau nafsu makan menurun. Kaji efek nyeri pada klien. FOKUS INTERVENSI 1. (R.

Intervensi : a) b) c) d) e) Bantu pemenuhan kebutuhan ADL klien. Pertahankan teknik aseptik dalam penggantian balutan. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam klien dengan gangguan mobilitas fisiknya dapat teratasi. Klien mampu memenuhi kebutuhan ADL-nya secara mandiri. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan klien. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan keletihan. Kaji tanda . tumor.d) e) f) 3. Pantau tanda . Libatkan keluarga dalam membantu aktivitas klien. Berikan lingkungan yang tenang. Kaji lokasi dan penyebab infeksi. Dorong individu untuk beraktivitas. kalor.tanda infeksi (Rubor.tanda vital. Ajarkan aktivitas yang dapat dilakukan secara bertahap. dolor.tanda infeksi. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam infeksi dapat berkurang atau diminimalkan. dan fungsiolesia) Intervensi : a) b) c) d) e) 4. . Kriteria Hasil : a) b) Klien mampu berjalan ke toilet. Berikan porsi makan sedikit tapi sering Sajikan makanan selagi hangat Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi Resiko infeksi berhubungan dengan diskontinuitas jaringan. Kriteria Hasil : a) Tidak terjadi tanda .

Gangguan body image berhubungan dengan perubahan dalam penampilan (rambut rontok). Intervensi : a) Berikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga sesuai permasalahan yang dihadapi oleh klien dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti dan penggunaan media yang tepat. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan selama 1x20 menit klien dapat mengetahui tentang kemoterapi. Doengoes.5. (Marilyn E. Kaji perasaan klien tentang body imagenya. Libatkan keluarga untuk mendukung klien. Berikan solusi untuk mengatasi rambut rontok dengan menggunakan rambut palsu. Kriteria Hasil : a) b) c) Klien tidak malu lagi. Berikan dorongan keikutsertaan kontinyu dalam aktivitas dan pembuatan keputusan. PENGERTIAN . Beritahu kepada klien supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. 2001) KONSEP DASAR A. Klien menerima kondisi tubuhnya dengan apa adanya Intervensi : a) b) c) d) e) 6. Kriteria Hasil : a) b) Kurang informasi tentang kemoterapi dapat teratasi. Klien mampu beradaptasi. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang kemoterapi. Klien mengatakan sudah mengerti tentang kemoterapi. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam klien dapat memperbaiki persepsi body imagenya.

Faktor Genetik Tempat riwayat kanker ganas pada anggota keluarga. Tetapi belum jelas apakah bedak atau partikel asbes yang menjadi penyebab. Pengaruh Bahan Kimia Sering terjadi pada perempuan yang selalu memakai bedak pada daerah selangkangan. (Wingo. . Tanda Keganasan lain Penderita tampak pucat (anemia) dan badan kurus (cachexia). (Wiknjosastro. Dan biasanya sering ditemukan pada wanita berusia 50 . 5. 2001: 1569) Kanker ovarium sangat sulit didiagnosa dan kemungkinan kanker ovarium ini merupakan awal dari banyak kanker primer. Seringkali kanker ovarium tidak memperlihatkan gejala karena biasanya pasien yang datang untuk berkonsultasi sudah pada stadium agak lanjut. 4. Paritas Lebih banyak terjadi pada perempuan tidak menikah dan tidak mempunyai anak.paru. 1995) Kanker ovarium adalah penyakit yang membuat frustasi bagi pasien dan pemberi perawatan kesehatan yang tidak ada gejala dan telah mencapai tahap lanjut ketika didiagnosa. (Brunner & Suddarth. Status Sosio-ekonomi Lebih sering terjadi pada perempuan dari keluarga golongan menengah atau mampu. dan perut melalui sistem getah bening dan melalui sistem pembuluh darah menyebar ke hati dan paru . B.70 tahun. Namun menurut beberapa pandangan kanker ovarium dapat disebabkan oleh beberapa hal. 3. 2. 1995) Jadi yang dimaksud kanker ovarium adalah suatu tumor ganas yang berada di ovarium yang tidak ada gejalanya dan telah mencapai tahap lanjut ketika didiagnosa. Kanker ovarium bisa menyebar ke bagian lain. diantaranya : 1. panggul.70 tahun.Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50 . 6 ETIOLOGI Secara pasti penyebab kanker ovarium belum dapat dipastikan.

Prognosis Tergantung pada gambaran histologik dan stadium klinik tumor. adalah sebagai berikut : a) b) c) d) Stadium I penderita mempunyai harapan hidup 90% dalam jangka waktu 5 tahun. Mestruasi dini. 2008) . Infertilitas. (NIS.200 orang. INSIDENSI DAN PROGNOSIS 1. Angka harapan hidup penderita kanker ovarium dalam jangka waktu 5 tahun. Kanker ovarium biasanya terjadi pada umur diatas 50 tahun (60% penderita). Stadium II penderita mempunyai harapan hidup 80% dalam jangka waktu 5 tahun. jumlah penderita kanker baru di Amerika adalah 18. 2005: 30-31) C. di Inggris 4500 orang. Insidensi Sekitar 80% keganasan ovarium selnya berasal dari epitel coelom. Riwayat kanker payudara. Sedangkan pada perempuan usia reproduktif terjadi pada 30% kasus kanker ovarium. FaisalYatim. (Dr. Stadium N penderita mempunyai harapan hidup 5% dalam jangka waktu 5 tahun. Penggunaan bedak talk perineal. Stadium III penderita mempunyai harapan hidup 15% dalam jan waktu 5 tahun. dan pada usia lebih muda terjadi pada 10% penderita. Kebanyakan bentuk keganasan adalah kistadenosarkoma dimana 75% terdiri atas sel epitel kanker ovarium. Nulipara. Jepang termasuk negara industri maju yang rendah kejadian kanker ovarium. kolon atau endometrium. Tidak pernah melahirkan. Pada tahun 1983. Alkohol. (Dr. Faisal yatim.6. Merokok. 2005:28-30) 2. a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Faktor Resiko Diet tinggi lemak. Riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium.

IC Seperti IA atau IB. Simpai sudah diinfiltrasi tumor atau simpai pecah. Simpai utuh. STADIUM I IA BATASAN Pertumbuhan tumor terbatas dalam ovarium. diluar panggul dan / kelenjar getah bening dibelakang rongga perut positif mengandung . Penyebaran tumor ke organ panggul lain. disertai ascites dan pemeriksaan cairan peritoneum. dengan ascites atau pemeriksaan sitologi cairan peritoneum.D. IB Pertumbuhan tumor pada satu ovarium dan tidak ada ascites (busung). III Tumor terbatas didalam rongga panggul dengan penyebaran ke rongga perut. ii. positif sel kanker. IIC Seperti IIA atau IIB. termasuk ke rongga peritoneum. KLASIFIKASI Tabel klasifikasi stadium klinik pada kanker ovarium. IIA IIB Penyebaran tumor ke saluran. positif sel kanker. II Tumor tumbuh pada satu atau kedua ovarium dengan perluasan ke organ rongga panggul lain. Tumor terbatas hanya di satu ovarium i.

2. 2001: 1569) PATOFISIOLOGI Kanker ovarium dapat timbul dari Faktor predisposisi yaitu : faktor genetik. Ketegangan menstrual yang terus meningkat. Tekanan pada pelvis. Pembedahan yaitu: operasi (oovovektomi). infeksi ovarium. 2005:33) E. muntah dan rambut rontok. menimbulkan asam laktat meningkat. 6. Menoragia. dilakukan penatalaksanaan yaitu Pembedahan dan Non pembedahan. 7. F. Hal . Rasa tidak nyaman pada abdomen. bisa mengakibatkan nyeri. Nyeri tekan pada payudara. Yang mual muntah bisa terjadi karena keterbatasan nutrisi yang menyebabkan penurunan metabolisme terjadi hipolisis. alkohol. 8. Faisal Yatim. 4. Sering berkemih. merokok. Sedangkan Non Pembedahan yaitu : (1) kemoterapi : efek samping dari kemoterapi antara lain mual. Menopause dini. IV Terjadi penyebaran luas atau ke tempat organ yang jauh dari rongga panggul (Dr. Haid tidak teratur. Akibat luka operasi menyebabkan nyeri dan resiko terjadinya infeksi.sel kanker. Pada stadium awal berupa: 1. 5. dan penekanan intra abdomen yang berlebihan. Selain itu kanker ovarium juga bisa terjadi akibat kadar LH yang berlebihan yang menimbulkan hiperstimulasi ovarium menyebabkan hiperplasia endometrium sebagai karsinoma dapat terjadi. MANIFESTASI KLINIS Tanda dan gejala umum bervariasi dan tidak spesifik. (Brunner & Suddarth. Dispepsia. dari Faktor resiko : diet tinggi lemak. 3. Kanker ovarium menyebabkan pembesaran massa kanker. 9. paritas.

ini juga bisa mneimbulkan keletihan sehingga bisa terjadi gangguan mobilitas fisik. Ovarium Pembesaran Massa Kanker Penekanan Intra Abdomen Meningkat Penatalaksanaan Hyperplasia Endometrium Factor Predisposisi Faktor Genetik Paritas Infeksi Ovarium Hiperstimulasi Ovarium Kadar LH meningkat Pembedahan (oovorektomi) Non Pembedahan Imunoterapi Kemoterapi Radiasi Luka Operasi Mual Muntah . (Brunner & Suddarth. (3) imunoterapi terdiri dari imunoterapi spesifik dan imuno terapi non spesifik. (2) radiasi (penyinaran). PATHWAY Ca. Yang rambut rontok bisa menyebabkan perubahan penampilan (gangguan body image) dan kurang pengetahuan tentang kemoterapi. 2001) G. Efek samping dari radiasi yaitu ada radiasi enteritis dan radiasi sintisis.

Rambut Rontok Diskontinuitas Jaringan Keterbatasan Nutrisi Perubahan Penampilan Sistisis Enteritis Spesifik Non Spesifik Keinginan Selalu Berkemih Diare Resiko Terjadi Infeksi Nyeri Penurunan Metabolisme Hipolisis Anoreksia Asam Laktat Meningkat Penurunan Nafsu Makan Keletihan Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh Gangguan Mobilitas Fisik Gangguan Body Image Kurang Informasi Disuria .

Kram Abdomen Kurang Pengetahuan Nyeri Nyeri Factor Resiko Diet Tinggi Lemak Merokok Alcohol .

2. 1. Fotorontgen Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrothoraks. apakah tumor kistik atau solid dan dapat dibedakan pula antara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak. Salpingo oovorektomi (mengangkat kedua ovarium dan kedua saluran tuba falopi).(Brunner & Suddarth. apakah tumor berasal dari uterus atau ovarium atau kandung kemih. Ultrasonografi (USG) Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor. Laporoskopi Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atau tidak dan untuk menentukan sifat tumor tersebut. PENATALAKSANAAN Medis a. Pengobatan dengan operasi Pada umumnya dilakukan 1) 2) Histerektomi total (mengangkat rahim dengan organ sekitarnya). 2001) H. 2001) I. . 3. (Brunner & Suddart. PEMERIKSAAN PENUNJANG Metode yang dilakukan untuk mendiagnosa penyakit ini adalah : 1.

prinsip imunologik juga digunakan untuk pengarahan terapi penyinaran dengan radioisotop hingga dapat dicapai sasaran spesifik. dilakukan dengan menyuntikkan sel kanker yang telah dilemahkan 2) Imunoterapi non-spesifik. harus diobservasi terhadap adanya infeksi. Pengobatan ini terdiri atas : 1) Imunoterapi spesifik. Faisal Yatim. Khusus untuk stadium IA. tindakan keperawatan Klien.3) Omentektomi (mengangkat lipatan selaput pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke alat . c. Pengobatan dengan imunoterapi Pada dasarnya adalah kemampuan imunologi tubuh untuk menghancurkan sel kanker. Keperawatan Setelah data lain dikaji dan dievaluasi. sedangkan pada stadium III dan IV. Selain itu. bisa secara tunggal atau kombinasi. d. dengan memberikan vaksinasi sejenis kuman Corynebacteria-parvum dan vaksinasi BCG. Pada stadium II. b. (Dr. Pengobatan dengan kemoterapi Sebagai pengobatan ajuvant. demikian juga dengan tempat port tertanam yang digunakan untuk memberikan preparat ini. diberikan kemoterapi secara rutin. (2) Tempat pemasangan kateter. maka operasi pengangkatan ovarium bila dilakukan hanya disebelah yang kena kanker (oovorektomi unilateral). Pengobatan dengan radioterapi (penyinaran) Dianjurkan untuk pengobatan kanker ovarium jenis disgerminoma serta stroma goonad yang tidak memerlukan lagi fungsi reproduksi. Pasca operasi apabila terjadi: (1) Nyeri Tindakan keperawatan yang di lakukan antara lain: a. Massase . diberikan kemoterapi kombinasi.alat dalam perut). yang dilakukan yaitu: (1) Perawat harus mengubah posisi pasien dengan sering untuk memastikan pendistribusian menyeluruh dari obat dalam rongga peritoneal. apabila perempuan yang bersangkutan masih mengharapkan fungsi reproduksi. 2005:37-38) 2.

Riwayat penyakit klien dahulu bagaimana? (Adakah penyakit yang berhubungan dengan kelainan kandungan. ada baunya apa tidak. Ganti balut. Status Obstetrikus Meliputi menarche klien saat pertama kali berusia berapa tahun. 2001 : 1570) J. lamanya haid berapa hari. infeksi. 2. kanker ovarium. Pemeriksaan Fisik Metode yang digunakan secara head to toe meliputi keadaan klien. d. pemeriksaan genetalia (bagaimana kebersihannya.Sjamsuhidayat. (2) Distraksi Relaksasi Kompres Imaginasi. beruban. menipis). c. siklus haid teratur apa tidak. Infeksi Tindakan keperawatan yang di lakukan antara lain: a. (R. pemeriksaan kepala : meliputi rambut (bagaimana keadaan rambutnya: rontok. 4.Riwayat penyakit pengkajian keluarga bagaimana? (Adakah yang menderita myoma uteri. gangguan body image). 2004:729) . perawatan luka. (Brunner & Suddarth.kanker payudara dan penyakit keturunan lainnya). kesadaran klien. ada perdarahan tidak). Biodata Identitas klien di ambil dari klien sendiri atau keluarga klien ataupun dari status klien. e. tanda-tanda vital. mual muntah.b. kista ovarium dan yang ada hubungannya dengan kanker ovarium). riwayat persalinan bagaimana (G0 P0 O0).tumor uteri. Riwayat kesehatan Meliputi keluhan klien saat pengkajian bagaimana? (nyeri. FOKUS PENGKAJIAN Yang perlu dikaji pada klien kanker ovarium adalah : 1. biar tidak terjadi infeksi. 3.

Nyeri berhubungan dengan pembesaran massa kanker pada daerah sekitar. Libatkan keluarga dalam proses perawatan 2. Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi untuk mengontrol nyeri. Intervensi : a) b) c) d) e) Kaji lokasi. dan frekuensi nyeri.K. Kaji efek nyeri pada klien. Kaji intensitas kulit. Tujuan Kriteria Hasil : a) b) Klien tampak rileks. Klien mampu mendemonstrasikan dalam mengontrol nyeri. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan Anoreksia atau nafsu makan menurun. : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam nyeri dapat berkurang. Tujuan jam : Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 Kriteria hasil : a) b) Tidak terjadi anoreksia dan malaise Menunjukkan penambahan berat badan Intervensi : a) b) c) d) e) Kaji pola makan klien Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama Jelaskan pentingnya intake nutrisi yang adekuat Berikan porsi makan sedikit tapi sering Sajikan makanan selagi hangat . FOKUS INTERVENSI 1.

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam klien dengan gangguan mobilitas fisiknya dapat teratasi.tanda infeksi (Rubor. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam klien dapat memperbaiki persepsi body imagenya. Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan klien. Libatkan keluarga dalam membantu aktivitas klien. . Pertahankan teknik aseptik dalam penggantian balutan. Bantu pemenuhan kebutuhan ADL klien.tanda infeksi. Intervensi : a) b) c) d) e) 5. Berikan lingkungan yang tenang.f) 3. dan fungsiolesia) Intervensi : a) b) c) d) e) 4. Kaji lokasi dan penyebab infeksi. Kriteria Hasil : a) Tidak terjadi tanda . dolor. Ajarkan aktivitas yang dapat dilakukan secara bertahap. tumor. kalor. Pantau tanda . Gangguan body image berhubungan dengan perubahan dalam penampilan (rambut rontok). Dorong individu untuk beraktivitas. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam infeksi dapat berkurang atau diminimalkan. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan keletihan. Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi Resiko infeksi berhubungan dengan diskontinuitas jaringan.tanda vital. Kriteria Hasil : a) b) Klien mampu berjalan ke toilet. Klien mampu memenuhi kebutuhan ADL-nya secara mandiri. Kaji tanda .

Libatkan keluarga untuk mendukung klien. Intervensi : a) Berikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga sesuai permasalahan yang dihadapi oleh klien dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti dan penggunaan media yang tepat. EGC: Jakarta Doengoes. Diagnosa Keperawatan Nanda. Diagnosa Keperawatan Nanda. Kriteria Hasil : a) b) Kurang informasi tentang kemoterapi dapat teratasi. Klien mengatakan sudah mengerti tentang kemoterapi. 2001) DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddarth. Marilyn E. Prima Medika: Jakarta . Beritahu kepada klien supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Klien menerima kondisi tubuhnya dengan apa adanya Intervensi : a) b) c) d) e) 6. Berikan dorongan keikutsertaan kontinyu dalam aktivitas dan pembuatan keputusan. Kaji perasaan klien tentang body imagenya. 2005-2006. (Marilyn E. 2001. 2001-2002. Edisi 8 Volume 2. Prima Medika: Jakarta Nanda.Kriteria Hasil : a) b) c) Klien tidak malu lagi. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Berikan solusi untuk mengatasi rambut rontok dengan menggunakan rambut palsu. Doengoes. 2001. Klien mampu beradaptasi. Tujuan : Setelah dilakukan tindakan pendidikan kesehatan selama 1x20 menit klien dapat mengetahui tentang kemoterapi. EGC: Jakarta Nanda. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang kemoterapi.

Pustaka Populer Obor: Jakarta . Sylvia A. EGC : Jakarta Dr. 2004. 1999. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Buku 2 Edisi 4. 1995. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. EGC: Jakarta Wiknjosastro. Faisal Yatim. Lynda Juall. Ilmu Kebidanan Edisi 2. Sjamsoehidayat. Ilmu Kandungan Edisi 2: Jakarta Carpenito. EGC : Jakarta R. Penyakit Kandungan. 2000.Price. 2002. Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. 2005. Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 8.