PERCOBAAN 3 TEKNIK PEMISAHAN DENGAN ZAT PELEPAS-TOPENG (DEMASKING AGENT) PADA PENETAPAN MAGNESIUM, MANGAN, DAN ZINK

DALAM SAMPEL SECARA TITRIMETRI

A. Tujuan Menetapkan kadar Magnesium, Mangan, dan Zink dalam campuran secara

kompleksometri (EDTA) menggunakan demasking agent.

B. Prinsip Campuran ion magnesium, mangan, dan zink dapat dianalisis dengan cara titrasi EDTA. Titik akhir EDTA yang pertama ekuivalen dengan ketiga ion tersebut, ion fluorida ditambahkan akan melepaskan penutup magnesium secara selektif dari kompleks EDTA-nya. EDTA yang dibebaskan dari kompleks magnesium-EDTA dititar dengan ion mangan. Setelah titik akhir kedua, ion sianida ditambahkan untuk menggantikan zink dari kompleks EDTA-nya dan membentuk kompleks sianozinkat yang stabil. EDTA yang dibebaskan (ekuivalen dengan zink) dititar dengan larutan ion mengan standar.

C. Reaksi :  Titik akhir I Mg2+ + H2Y2Zn2+ + H2Y2Mn2+ + H2Y2 MgY2- + 2 H+ ZnY2- + 2 H+ MnY2- + 2 H+

Titik akhir II MgY2-, ZnY2-, MnY2-  ditambahkan ion fluoride MgY2Y4+ FMgF2 + Y4MnY2-

+ Mnberlebih

Teknik Pemisahan Kimia

1

Mn2+sisa + H2Y2

MnY2- + 2 H+

Titik akhir III ZnY2-, MnY2-  ditambahkan sianida dan Mn2+ standar ZnY2- + 4 CNY4- + Mn2+(std) [Zn(CN)4]2+ MnY2+ Y4-

D. Dasar Teori Salah satu tipe reaksi kimia yang berlaku sebagai dasar penentuan titrimetri melibatkan pembentukan (formasi) kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit terdisosiasi. Titrasi yang melibatkan bahan kompleks disebut titrasi kompleksometri. Kesalahan dalam titrasi kompleksiometri tergantung dari cara yang dipakai untuk mengetahui titik akhir, cara penentuannya adalah tahap pertama yaitu kelebihan titran, dimana berkurangnya konsentrasi komponen tertentu sampai batas yang ditentukan. Tahap kedua dengan menggunakan senyawa kompleks yang memiliki warna yang tajam dengan logam yang ditetapkan, warna akan hilang atu berubah sewaktu logam dikiat menjadi senyawa kompleks yang lebih stabil. Ada banyak aplikasi yang diterapkan secara titrasi kompleksometri, terutama untuk pemisahan ion-ion logam. Pemisahan ion-ion logam dilakukan untuk mengetahui keberadaan suatu zat tertentu dalam suatu campuran. Pemisahan adalah kondisi hipotesis dimana terjadi pengucilan sempurna masing-masing komponen kimia penyusun suatu campuran menjadi “bagian” mikroskopik yang terpisah. (Rony.P.R.(1968))

Tujuan pemisahan ada 2 jenis, yaitu : a. Pemisahan preparatif Pemisahan yang dilakukan untuk memperoleh produk yang berharga dari suatu campuran dengan cara menghilangkan pengotor sekecil-kecilnya. Contoh : ekstraksi, destilasi berfraksi (destilasi bertingkat), kromatografi, kristalisasi, dll.

Teknik Pemisahan Kimia

2

dan merusak dan mengkontaminasi instrument ukur. atau jaringan biologi. anorganik. namun dapat mengganggu analisis terutama dalam multikomponen. Bahan pengkelat tertentu yang mengandung oksigen maupun nitrogen secara umum efektif dalam membentuk kompleks-kompleks yang stabil dengan berbagai macam logam. atau sampel biologi. Dalam pemisahan analitik pasti terdapat efek matriks. Dari sekian banyak. spesi pengganggu ditutup dengan penambahan masking agent untuk mencegah ikut sertanya pengganggu dalam pengukuran. Dengan pemisahan. Sedangkan tanpa pemisahan. dan nano. mikro. tergantung pada kadar analit yang diperoleh serta teknik analisis yang digunakan. spesi yang akan ditetapkan diisolasi atau dipisahkan dari spesi pengganggu.b. Untuk melepas kompleks yang terbentuk diperlukan penambahan demasking agent. Matriks dapat bersifat inert (tidak mengganggu analisis). Skala pemisahan meliputi makro. Pemisahan analitik Pemisahan yang dilakukan untuk memperoleh informasi analitik yang bermutu. campuran. Jenis-jenis matriks berupa bahan organik. Matriks adalah bagian dari sampel selain analit yang tidak perlu dianalisi. Efek matriks adalah gangguan yang disebabkan oleh matriks yang dapat mengganggu hasil analisis. yang dihasilkan dari pemisahan. Asam Lewis adalah penerima elektron dan basa Lewis adalah penyumbang elektron. mengganggu analisis karena turut teranalisis. yang paling banyak dikenal adalah asam etilenadiaminatetraasetat atau sering disingkat EDTA. yaitu dengan pemisahan dan tanpa pemisahan. Teknik Pemisahan Kimia 3 . Reaksi pembentukan kompleks disebut sebagai reaksi asam-basa Lewis. Gangguan ini dapat dihilangkan dengan dua cara. Masking agent digunakan sebagai bahan pengompleks yang bereaksi aktif dengan pengganggu. Kesulitan yang timbul dari kompleks yang lebih rendah dapat dihindari dengan penggunaan bahan pengkelat sebagai titran. yaitu akurat dan presisi.

termasuk H4Y. Titrasi dengan metoda kompleksiometri sangat dipengaruhi oleh pH. H3Y-. kesetimbangan akan teramati pada kondisi alkali. Jelaslah bahwa kecenderungan perbedaan yang sebenarnya untuk membentuk khelonat logam pada sembarangan pH.HOOCCH2 NCH2CH2N HOOCCH2 Gambar Struktur EDTA CH2COOH CH2COOH EDTA merupakan polydentate ligand dengan formula H4Y.dan seterusnya ada dalam jumlah berlebihan. hanya pada harga-harga pH lebih besar kira-kira 12. Oleh karena itu. titrasi EDTA dilakukan dalam suasana alkali dimana EDTA akan hadir dalam bentuk yang berbeda. M2+ + Y4. pengaturan pH merupakan faktor utama yang mempengaruhi kompleksasi. Pada harga-harga pH yang lebih rendah.. MY2- Teknik Pemisahan Kimia 4 . Total konsentrasi EDTA dapat diketahui dari rumus : CT = [H4Y] + [H3Y-] + [H2Y2-] + [HY3-] + [Y4-] Fraksi dari seluruh spesies dapat ditemukan jika diinginkan. H2Y2-. dan Y4-. dimana : = = = = = [ [ [ [ [ ] ] ] ] ] Dengan mengansumsikan suatu logam divalent bereaksi dengan EDTA. zat yang berproton HY3. kebanyakan EDTA ada dalam bentuk tertaanion Y. Y4-. HY3-. Biasanya.

yaitu : 1) Semakin kecil ukuran ion logam.[MY ] Kf = _________ [M2+] [Y4-] 2- Konsentrasi Y4. kecilnya ukuran ion logam dapat meningkatkan tarikan antara inti dengan elektron terluar Teknik Pemisahan Kimia 5 . maka semakin stabil senyawa kompleks tersebut.tergantung pada pH dengan perhitungan sebagai berikut : K1K2K3K4 = __________________________________________________________ [H3O+]4 + K1[H3O+]3 + K1K2[H3O+]2 + K1K2K3[H3O+] + K1K2K3K4 [Y4-] = . ketajaman titik akhir tercapai. Kestabilan ion dapat dipengaruhi oleh sifat-sifat ion logam. Titrasi dilakukan menggunakan larutan buffer pada pH 10. Jika nilai kedua faktor tinggi. Untuk konstanta stabilitas yang sangat rendah akan menyebabkan tingkat kesalahan tinggi. titik akhir pun kurang tajam. Air yang digunakan dalam preparasi larutan EDTA harus bebas dari ion logam polivalen dan diperoleh dari penyulingan menggunakan kaca Pyrex. V2 (ion logam) Ini digunakan untuk menunjukkan konsentrasi ion logam dalam ppm dimana : 1 ppm = 1 ⁄ Standard primer EDTA tidak bisa disiapkan. Larutan EDTA harus distandardisasi terhadap ZnSO4 atau MgSO4 dengan kemurnian sangat tinggi. CT Untuk menetapkan konsentrasi ion logam : M1 . Titik akhir dipengaruhi oleh dua faktor utama. konstanta stabilitas dari kompleks ion logam-EDTA dan konsentrasi dari ion logam dan EDTA. V1 (EDTA) = M2 . Jika salah satu faktor bernilai rendah.

Jika digunakan indikator pembentukankompleks. maka awan elektron anion mudah terpolarisasi oleh kation dan cenderung untuk membentuk senyawa kovalen. Secara tepatnya tentu saja. Penopengan kinetik Penerapan metode titrasi menggunakan EDTA termasuk mudah dan memberikan hasil yang baik. Indikator g. maka untuk sesatan-titrasi yang serupa. Dengan menggunakan zat-zat penopengan c. bila semakin besar polarisibilitas besar. Kompleks-kompleks sianida dari zink dan kadmium d. EDTA adalah reagensia yang sangat selektif karena ia berkompleks dengan banyak sekali kation di-. Pemisahan secara klasik e. Biasanya EDTA digunakan sebagai titrant. dan tetra-valen. dititrasi tanpa penambahan indikator pembentuk-kompleks dan jika diperbolehkan sesatan titrasi sebesar 0.1%. Prosedur-prosedur berikut akan membantu menaikkan selektivitas : a. Sampel yang mengandung ion logam ditempatkan dalam suatu penampung bersama dengan Teknik Pemisahan Kimia 6 .sehingga jika terjadi ikatan dengan ligan maka akan semakin terikat kuat dan semakin stabil. tri-. 3) Semakin besar sifat keelektronegatifan ion logam maka semakin kecil ukuran ion logam tersebut sehingga senyawa kompleks yang dibentuk semakin stabil. Dengan mengendalikan pH larutan dengan sesuai b. KM/KN ≥ 108. Anion-anion h. Ekstraksi pelarut f. Bila suatu larutan yang mengandung dua kation yang berkompleks dengan EDTA. kecuali dalam kasus titrasi kembali. maka angka banding antara tetapan-tetapan kestabilan dari kompleks-kompleks EDTA dari logam M dan N harus sedemikian sehingga KM/KN ≥ 106 (jika N dikehendaki tidak mengganggu titrasi M). 2) Dilihat dari polarisibilitas ion anion tersebut. tetapan-tetapan KM dan KN yang disebut dalam rumus di atas harus merupakan tetapan kestabilan-nampak dari kompleks-kompleks itu.

2. calmagite stabil dalam larutan berair. kompleks M-In yang lemah hancur dan In bebas kemudian dilepaskan membentuk warna pada titik akhir. yang disebut calmagite. Teknik Pemisahan Kimia 7 . magnesium. Eriochrome Black T merupakan suatu azo dye berupa serbuk berwarna merah atau coklat gelap. atau ion logam lain.indikator yang sesuai. Eriochrome Black T masih dipergunakan secara luas. dan larutan-larutan harus dipersiapkan dengan segar untuk mendapatkan perubahan warna yang sesuai. tetapi indikator lain yang memiliki struktur yang mirip. M-In Warna kompleks logam-indikator + M + EDTA  M-EDTA + In Warna asli indikator Keterangan : M = logam EDTA = khelat I = indikator Teknik yang umum digunakan dalam penentuan titik akhir titrasi ini dilakukan dengan cara visual menggunakan indikator pembentukan kompleks. mangan. dan zink secara titrimetri yang digunakan adalah indikator Eriochrome Black T. Struktur terpenting dari indikator yang digunakan pada titrasi kompleksometri terlihat pada Fig. telah dikembangkan. Ketika EDTA ditambahkan. Dalam praktikum penetapan magnesium. Struktur dari Eriochrome Black T Amat disayangkan Eriochrome Black T tidak stabil dalam larutan. Berbeda dengan Eriochrome Black T. Banyak komponen yang digunakan sebagai indikator (Tabel-1). Zat ini berwarna biru dalam larutan buffer pH10 dan berubah merah jika membentuk kompleks dengan kalsium.

Teknik Pemisahan Kimia 8 .

Teknik Pemisahan Kimia 9 .

Teknik Pemisahan Kimia 10 .

Titrasi dilakukan kemudian. MgF2 + EDTA2+ 3.Beberapa ion logam yang mengganggu dalam titrasi EDTA dapat ditutupi dengan penambahan suatu masking agent yang sesuai. ion Cd dan Zn dapat dilepaskan kembali dengan penambahan choral hydrate atau campuran formaldehida dengan larutan asam asetat dengan perbandingan 1:3. ion sianida ditambahkan untuk menggantikan zat dari kompleks EDTA-nya dan membentuk kompleks sianozinkat yang stabil. Dari prinsip tersebut dapat diketahui persamaan titrasi pada masing-masing titik akhir. Ion fluorida (sebagai demasking agent) yang ditambahkan akan melepaskan penutup magnesium secara selektif dari kompleks EDTA-nya. ion kadmium (Cd) dan zink (Zn) dapat ditutupi dengan penambahan sianida. EDTA yang dilepaskan deri kompleks Mg-EDTA dititar dengan larutan ion mangan standard. dan Zn). Demasking atau pelepas topeng adalah proses dimana zat yang ditutup memperoleh kembali kemampuannya untuk ikut ambil bagian dalam reaksi tertentu. dapat ditambahkan suatu demasking agent untuk melepaskan ion logam yang sebelumnya ditutup sehingga ion logam tersebut dapat ditentukan. Titik akhir pertama ekuivalen dengan ketiga ion tersebut (Mg. Hal ini memungkinkan untuk menentukan serangkaian ion logam dalam satu larutan yang mengandung banyak kation. 2. Mg-EDTA + 2 F. 4. Mangan. Jika diinginkan. Contoh penggunaan zat pelepas topeng dalam kompleksometri adalah pada penetapan Magnesium. jika diinginkan. Zat yang digunakan dalam proses ini disebut zat pelepas topeng (demasking agent). Penetapan ini dilakukan dengan prinsip: 1. Biasanya. Persamaan titrasi pada titik akhir I yaitu : mmol EDTA = mmol Mg2+ + mmol Zn2+ + mmol Mn2+ Teknik Pemisahan Kimia 11 . dan Zink dalam campuran. Mn. EDTA yang dibebaskan (ekuivalen dengan zink) dititar dengan larutan ion mangan standard. Setelah titik akhir kedua.

Spesifikasi Bahan No Nama Bahan Rumus Molekul Sifat Berbentuk padatan berwarna merah 1. Hablur tidak berwarna atau serbuk 3. Kalium nitrat KNO3 putih.untuk titrasi pada titik akhir II diperoleh persamaan : mmol Mg2+ = mmol Mn2+berlebih – mmol H2Y2sedangkan untuk titrasi pada titik akhir III diperoleh persamaan : mmol Zn2+ = mmol Mn2+standar ketika mmol EDTA. 2. Mg2+. mudah larut dalam air dingin maupun air panas. Teknik Pemisahan Kimia 12 . mudah larut dalam air dan dalam etanol. maka jumlah Mn2+ dalam sampel dapat dicari. Mangan sulfat MnSO4 muda.3 bagian air. mmol Mn2+ = mmol EDTA – mmol Mg2+ .HCl putih. dan Zn2+ telah diketahui. tidak berbay. maka dapat dihitung kadarnya dalam sampel dengan rumus : ppm = E. menyebabkan iritasi.mmol Zn2+ Setelah diketahui mmol masing-masing zat. larut dalam 3. tidak berbau. Hidroksilamonium klorida Hablur tidak berwarna atau serbuk NH2OH.

Serbuk hablur putih. Asam klorida HCl larutan 38%. mudah larut dalam air dan sukar larut dalam etanol. Etilen diamin tetra asetat (EDTA) konstanta H2Y 2- kestabilan besar kompleksnya reaksi umumnya sehingga sempurna. 8. Cairan tak berwarna. serbuk berwarna putih. tercampur penuh dalam air. tidak berbau. Kalium sianida KCN terurai di udara. tidak berbau. titik didih 1100C (383 K) larutan 20. 9. 5.Hablur 4. mudah larut dalam air membentuk berwarna. Serbuk hablur putih. titik lebur -27. bersifat korosif.320C (247 K) larutan 38%. bahan baku primer untuk standardisasi mudah diperoleh (CaCO3). dapat membentuk logam kompleks dengan ion (1:1) dengan perbandingan sehingga reaksi berjalan 1 tahap. Serbuk berwarna putih. EDTA dengan ion logam bereaksi cepat. EDTA dalam bentuk garamnya (Na2H2Y) mudah larut dalam air. mempunyai 5 spesiasi dalam larutan : H4Y H3YH2Y2HY3Y4- Teknik Pemisahan Kimia 13 . praktis tidak larut dalam air dan tidak larut dalam etanol. Natrium fluorida NaF larut dalam 25 bagian air. praktis tidak larut dalam etanol.2% dan 480C (321 K) larutan jernih tidak 7. Kalsium karbonat CaCO3 stabil di udara. Natrium klorida NaCl berbentuk kubus. perlahan-lahan 6.

05 M standar Buffer pH 10 (NH4NO3 : NH3 pekat) Hidroksilamonium klorida KNO3 atau NaCl Natrium fluoride (NaF) KCN 0. magnesium. F. Mn2+. Alat – alat • • • • • • • • • : Erlenmeyer 250 mL Gelas Ukur 50 mL Pipet tetes Pipet volumetric 10 atau 25 mL Buret makro Batang pengaduk Botol semprot Neraca analitik Magnetic stirrer b. berwarna biru dalam larutan buffer pH10 dan berubah merah jika membentuk kompleks dengan kalsium. merupakan suatu azo dye.05 M standar EDTA 0.1 M HCl 4 N CaCO3 (p.Serbuk berwarna merah atau coklat Indikator hitam 10. Alat dan Bahan a. Bahan – bahan: • • • • • • • • • • MnSO4 0.a) Larutan mengandung ion Mg2+. dan Zn2+ (0. solokrom (Eriochrome Black T) C20H12N3O7SNa gelap.02 M) Teknik Pemisahan Kimia 14 . atau ion logam lain.

tambahkan larutan MnSO4 standar (melalui buret) sampai diperoleh warna merah permanen. mangan. 3. zink. 2.5 g hidroksilamonium klorida.50 ⁄ = 0. Tambahkan 0. (catat volume MnSO4 standar yang digunakan) 9. H. Pipet 5 mL sampel yang mengandung ion magnesium. Titrasi kelebihan ion mangan dengan larutan standar EDTA 0. 4.0365 M Teknik Pemisahan Kimia 15 . Cara Kerja 1.05 M dengan baku primernya. Larutan sampel tersebut dipanaskan sampai 400C dan titar (sebaiknya dengan mengaduk secara magnetis) dengan larutan standar EDTA 0. Hitung bobot magnesium. 5.05 M sampai warna berubah menjadi biru. (catat volume MnSO4 standar yang digunakan) 7. Standardisasi larutan EDTA 0. dan zink ke erlenmeyer 250 mL dan encerkan dengan air suling sampai 50 mL. tambahkan 2.• • Indikator hitam solokrom Air G.05 M sampai warna biru. (catat volume EDTA(2)) 8.05 M dengan EDTA 0. Setelah titik akhir titrasi pertama.5 g NaF dan aduk selama 1 menit.05 M yang telah distandardisasi. dan tambahkan 15 mL larutan buffer pH 10. dan mangan dalam larutan sampel.2992 20.05 M Baku primer Bobot zat baku primer (gram) Volume EDTA 0. aduk selama 1 menit. Data Pengamatan Standardisasi EDTA 0. tambahkan 5 mL larutan KCN dan titar dengan larutan MnSO4 standar sampai warna berubah dari biru menjadi merah.05 M (mL) Perhitungan Konsentrasi EDTA hasil standardisasi (M) M= CaCO3 0. (catat volume EDTA(1)) 6. Standardisasi larutan mangan sulfat 0. Setelah titik akhir titrasi kedua. serta tambahkan 30 sampai 40 mg campuran indikator/KNO3 ke sampel.

0474 M Perubahan yang terjadi pada titik akhir titrasi : merah anggur  biru Tabel Data Parameter Vol.2992 20.05 M Volume MnSO4 0.0473 M Mrata-rata = = 0. V1 = M2 .43 Erio-T M2 = = 0.365 M Vol. V2 25 32. titrant MnSO4 (mL) 0.0365 M (mL) Indikator Perhitungan konsentrasi MnSO4 hasil standardisasi (M) M1 . titrant EDTA (mL) 0.40 mL III - - 11. V1 = M2 .00 mL 1.50 mL Teknik Pemisahan Kimia 16 .37 mL II 0. V2 25 32.M= CaCO3 0.50 ⁄ = 0.05 M (mL) Volume (titrant) EDTA 0.0474 M Pada Titik Akhir Titrasi Ke: I 21.0365 M Indikator yang digunakan : Erio-T Perubahan yang terjadi pada titik akhir titrasi : merah anggur  biru Standardisasi MnSO4 0.47 Erio-T M2 = = 0.0475 M M1 .

0146 mmol = 0.00 mL = 0.7800 mmol X 21.2021 mmol ppm Mn2+ ⁄ ⁄ ⁄ X 0. Mangan.Perubahan yang terjadi Merah anggur  Biru → biru merah anggur biru Biru  merah anggur Merah anggur → I.0146 mmol mmol Mg2+ = mmol Mn2+ berlebih – mmol H2Y2= 0.0474 ⁄ X 11. Perhitungan Bobot Magnesium.0711 mmol mmol Mn2+ = mmol total – mmol Mg2+ .5214 mmol mmol H2Y2= 0.5068 mmol – 0.0365 = 0.7800 mmol – 0. dan Zink Dalam Sampel ⁄ mmol campuran = 0.5214 mmol – 0.37 mL mmol Mn berlebih = 0.1000 ppm Teknik Pemisahan Kimia 17 .0474 = 0.0711 mmol = 0.mmol Zn2+ = 0.40 mL ⁄ = = 2223.5068 mmol mmol Zn2+ = mmol Mn2+ = 1.0365 = 0.50 mL X 0.

+ Mnberlebih Mn2+sisa + H2Y2MgF2 + Y4MnY2MnY2. EDTA yang dibebaskan (ekiuvalen dengan zink) dititar dengan larutan MnSO4 standar.+ 2 H+ ZnY2. mangan.9880 ppm ⁄ ⁄ J. Pembahasan Demasking atau pelepas topeng adalah proses dimana zat yang ditutup memperoleh kembali kemampuannya untuk ikut ambil bagian dalam reaksi tertentu. ditambahkan ion fluorida MgY2.ppm Mg2+ = = 2464. Ion fluorida yang ditambahkan akan melepakan penutup magnesium secara selektif dari kompleks EDTA-nya.+ FY4.+ 2 H+ MnY2. MnY2. ion sianida ditambahkan untuk menggantikan zat dari kompleks EDTA-nya dan membentuk kompleks sianozinkat yang stabil. Reaksi : Titik akhir I Mg2+ + H2Y2Zn2+ + H2Y2Mn2+ + H2Y2MgY2.+ 2 H+ Teknik Pemisahan Kimia 18 . dan zink dalam campuran digunakan ion fluorida sebagai zat pelepas topeng (demasking agent). EDTA yang dilepaskan dari kompleks Mg-EDTA dititar dengan ion mangan.+ 2 H+ Titik akhir II MgY2-.0616 ppm ⁄ ⁄ ppm Zn2+ = = 929. ZnY2-. Setelah titik akhir kedua. Pada penetapan magnesium.

kemudian langsung dititrasi kelebihan ion mangan dengan EDTA.Titik akhir III ZnY2-.+ Mn2+(std) [Zn(CN)4]2+ MnY2+ Y4- Pada percobaan dilakukan dengan menggunakan prinsip titrasi secara langsung dan titrasi balik. Zat penopeng adalah larutan yang dapat menyembunyikan logam akibat kompleks yang kuat. Penambahan NaF dan MnSO4 setelah titik akhir pertama berfungsi sebagai masking agent (zat penopeng).+ 4 CNY4. Fungsi dari larutan buffer ini adalah untuk mencegah terjadinya perubahan pH yang diakibatkan oleh adanya ion H+.0616 ppm. Ion fluorida ditambahkan akan melepaskan penutup magnesium secara selektif dari kompleks EDTA-nya. ppm Zn2+ = 929. dan kadar zink sebesar 929. pada sampel diperoleh kadar mangan sebesar 2223. kadar magnesium sebesar 2464. dan zink dalam sampel secara titrimetri dengan teknik pemisahan dengan penambahan demasking agent diperoleh kadar masing-masing sebesar : 1.1000 ppm. yang nantinya akan berpengaruh di dalam proses perhitungan kadarnya. ditambahkan sianida dan Mn2+ standar ZnY2. Kesimpulan Kadar magnesium.1000 ppm 2. mangan.9880 ppm. Penambahan KCN setelah titik akhir titrasi kedua. K.9880 ppm Teknik Pemisahan Kimia 19 . maka dapat dihitung kadar satu per satu. MnY2. ppm Mg2+ = 2464. Dari tahapan tersebut. karena besarnya konsentarasi tersebut sama dengan berat logam tersebut. ppm Mn2+ = 2223. Konsentrasi EDTA yang digunakan dapat berpengaruh pada penentuan logamnya. dimana titrasi dilakukan pada uji yang mengandung ion logam yang didapat pada pH tertentu dengan menggunakan larutan buffer dengan pH 10.0616 ppm 3. ion fluorida ditambahkan untuk menggantikan zink dari kompleks EDTA-nya dan membentuk kompleks sianozinkat yang stabil. Berdasarkan hasil praktikum. EDTA yang telah dibebaskan dititar dengan larutan ion mangan standar.

monzirpal. Jakarta : Erlangga. DAFTAR PUSTAKA    Basset. J. Day. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. JR dan A. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Vogel Analisis Kimia Kuantitatif Anorganik Edisi Keempat. 1998. www.L. 1994.L. dkk. Underwood.net Teknik Pemisahan Kimia 20 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful