Tugas Teknologi Petrokimia

NOURI (Borzuyeh) PETROCHEMICAL COMPANY, IRAN

Disusun oleh : 1. Ditia Allindira Haryanto 2. Doyok Purwadi 3. Ester Agustina S. 4. Evi Zahrotun Nisa ( I 0510010 ) ( I 0510012 ) ( I 0510013 ) ( I 0510014 )

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB I PROFIL PERUSAHAAN

Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company merupakan penghasil aromatik terbesar didunia dengan kapasitas produksi 4,5 juta ton/ tahun. Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company terletak di kawasan Pars Special Economic/ Energy Zone, Asaluyeh, Iran. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2002 dengan luas 66 hektar dan 380 pekerja. Sebagian besar saham (76,55%) dimiliki oleh NPC, 17% oleh Tamin Chemical and Petrochemical Industry Corporation dan sisanya dimiliki oleh National Pension Investment Corporation. Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company anak dari Perusahaan Petrokimia Iran Nasional (NIPC), satu cabang dari Kementerian Minyak Bumi Iran, yang dimiliki oleh pemerintah dari Republik Islam Persia. Konstruksi perusahaan ini sedikit terlambat pada bulan november 2000 dan mulai proses produksi pada bulan Juni 2007.

PRODUK. BAHAN BAKU DAN SPESIFIKASI BAHAN BAKU Jenis condensate Pyrolisis gasoline  Spesifikasi  Condensate Sumber South pars phases Jam petrochemical corporation . DAN SPESIFIKASI a.BAB II BAHAN BAKU.

PRODUK DAN SPESIFIKASI PRODUK  Produk utama Products Para-xylene Benzene Ortho-xylene Total  Produk samping By-products Heavy ends Heavy Aromatics Raffinate Light ends LPG Total 1000 tones/year 1980 16 379 680 76 3131 1000 tones/year 750 430 100 1280 . Pyrolisis gasoline b.

Produk utama 1. Para-xylene 2. Spesifikasi Produk a. Benzene .

Produk samping Heavy end . 1.3. Ortho-xylene b.

Raffinate .2. Heavy aromatic 3.

Light end 5.4. LPG .

Benzene a. Sikloheksana Sikloheksana digunakan dalam pembuatan nilon. Para-xylene Digunakan sebagai bahan baku pembuatan PTA (purified terephthalic acid). Sebagai salah satu zat aditif pada bensin Benzena menaikkan angka oktan bensin dan mengurangi ketukan mesin. Sebagai bahan dasar untuk membuat produk kimia lainnya Benzena pada umumnya digunakan sebagai bahan dasar dari senyawa kimia lainnya. Para-xylene ini kemudian dioksidasi menggunakan udara menjadi PTA (lihat peta proses petrokimia diatas). 3. karena merupakan bahan baku stirena. 2. Sekitar 80% benzena dikonsumsi dalam 3 senyawa kimia utama yaitu etil benzena. b. dan sikloheksana.  Etil benzena Senyawa turunan yang paling terkenal adalah etil benzena. Serat poliester inilah yang menjadi benang sintetis yang bentuknya seperti benang yang digunakan sebagai bahan pakaian. Ortho-xylene Digunakan sebagai bahan baku senyawa kimia lain seperti phtalic anhydride.   Kumena Kumena digunakan sebagai bahan baku resin dan perekat. yang nantinya diproduksi menjadi plastik dan polimer lainnya.BAB III KEGUNAAN DAN DISTRIBUSI PRODUK I. bensin sebelum tahun 1950-an mengandung beberapa persen benzena didalamnya. . Maka. kumena. KEGUNAAN PRODUK 1. Dari PTA yang berbentuk seperti tepung detergen ini kemudian direaksikan dengan metanol menjadi serat poliester.

benzena.4. butadiena. Heavy ends Merupakan fraksi berat minyakbumi seperti aspal. etilena. . DISTRIBUSI PRODUK Produk yang dihasilkan oleh Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company digunakan untuk keperluan Iran (dalam negri) dan di ekspor keluar negeri. Pars Port Complex adalah pelabuhan khusus untuk distribusi bahan baku serta produk industri petrokimia di kawasan Pars Special Economic/ Energy Zone. propilena. 7. Distribusi produk melalui pelabuhan yang tersedia di Pars Port Complex. 6. Raffinate Raffinate biasa dikenal dengan crude C4 melalui proses cracking akan menghasilkan hidrogen. Light end Merupakan fraksi ringan minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari butana. LPG Sebagai bahan bakar. II. toluena dan petrokimia penting lainnya. 5.

BAB IV BLOK DIAGRAM PROSES DAN PENJELASAN PROSES I. sulfur dan komponen lainnya. pengotor seperti nitrogen. Penjelasan Proses 1. Blok Diagram proses II. benar-benar dihidrogenasi dalam unit ini. karena konten diolefin tinggi. HPG (Hydrogen Pyrolysis Gas) kemudian masuk ke unit 400 untuk proses reforming dan pemisahan aromatis. pyrolysis gasoline dari steamcracker memiliki kecenderungan untuk berpolimerisasi. Yang mengandung H2S off-gas dipisahkan dalam stabilizer dan kemudian kembali ke steamcracker. UNIT 100: Pyrolysys Gasoline Hydrogenation Pada unit ini berlangsung proses Pyrolysis gasoline hidrogenasi. . diolefin harus dihidrogenasi pada suhu relatif rendah. Setelah diolefin memiliki menjadi sasaran hidrogenasi selektif. Fraksi C5 biasanya dipisahkan dari pyrolysis gasoline hydrogenation. Mengingat fakta bahwa polimerisasi didorong pada suhu tinggi.

Katalis untuk unit ini diperoleh dari Unit 300. 3. maka ortoxylene dikeluarkan dan selanjutnya fraksi C8 aromatis yang mengandung paraxylene tadi dimasukkan ke unit 700 untuk dipisahkan dan diperoleh paraxylene kemurnian tinggi. C6-C7 cutt harus dipisahkan dan dikirim ke unit 500 sebagai bahan baku untuk proses ekstraksi bersama benzene dan toluene. m. UNIT 600&650: Disproportionation and Transalkylation Pada unit ini terjadi reaksi dengan proses disproposionasi toluene ini. Dari reaksi unit ini diperoleh campuran xylene yang mengandung Ethyl benzene. o.p. Sedangkan toluene yang keluar dari unit ini di kirim ke unit 600&650 untuk proses disproporsionasi dan transalkilasi membentuk benzene dan xylene. dan pada tekanan 100-300 psig. 4.3%. UNIT 700: Paraxylene Separation Pada unit ini C8 aromatis akan dipisahkan menjadi paraxylene dan rafinat keluar dari unit ini di isomerisasi di unit 800 isomerisasi xylene untuk dihasilkan metaxylene dan ortoxylene untuk dikirim lagi di unit 400 untuk dipisahkan membentuk ortoxylene dan dimasukkan lagi ke unit 800 membentuk paraxylene. reaksi yang terjadi ditunjukan oleh skema berikut: . 2 mol toluene akan pecah menjadi 1 mol benzene dan 1 mol xylene.m-.xylene. Campuran xylene yang diperoleh ini mengandung p-xylene sebanyak 17-20.xylene.. Untuk mengekstrak aromatik yang diperlukan. Sehingga untuk mendapatkan p-xylene dengan kemurnian diatas 90% di perlukan proses lagi di unit 700 pemisahan paraxylene dan unit 800 isomerisasi xylene. Pada pemisahan yang pertama ini diperoleh cairan yang kaya akan o-. proses katalitik reforming pada fase gas pada suhu 500-5250 C. UNIT 400: Reformate and Aromatics Separation Olefin serta pengotor seperti nitrogen. benar-benar dihidrogenasi dalam unit 100. sulfur dan komponen lainnya.2.

sedangkan xylene akan masuk ke unit 400 untuk melakukan proses pemisahan menjadi ortoxylene dan di unit 800 menjadi paraxylene. Reaksi disproporsionasi ini menggunakan toluene dari unit 700. Kenaikan paraselectivity-nya dalam katalis disebabkan karena adanya kontrol difusi secara selective dari pori-pori katalis. Reaksi isomerisasi xylene : . Sedangkan reaksi trans-alkilasi toluene akan membentuk benzene. Reaksi ini berlangsung pada fase gas. UNIT 800: Xylenes Isomerization Rafinat yang keluar dari unit 700 ( Pemisahan paraxylene) merupakan xylene campuran antara isomer-isomer xylene ( mixed xylenes ). Sisa katalis dari proses di unit ini dikirim kembali ke unit 300 dimana proses katalitik reforming berlangsung.Dari Proses disproporsionasi ini selain campuran xylene juga dihasilkan benzene. Benzene keluar dari unit ini bersama fraksi berat aromatis lainnya. Reaksi isomerisasi raffinat keluaran dari unit pemisahan paraxylene akan dmembentuk oxylene dan m-xylene dan akhirnya akan menjadi p-xylene yang diinginkan di unit 700. m-xylene dan p-xylene tetapi dalam hal ini benzene dapat berdifusi dengan cepat keluar dari katalis dan xylene yang terbentuk akan mengalami isomerasi dengan cepat dalam pori – pori katalis. terjadi pada suhu 3500C dan tekanan 20 atm. Paraselectivity merupakan jumlah proporsi paraxylene dalam total campuran xylene yang terbentuk dari reaksi. o-xylene. 5.

nitrogen. Dalam tahap pra-fraksinasi. 6.Hasil dari unit ini berupa Hydrotreated heavy naphtha yang merupakan intermediate product yang kemudian merupakan umpan unit platforming. komponen dalam kisaran naphtha dikondensasikan dalam kondensor pada menara atmosfer.Karena kondensasi panas untuk naphtha (atau nafta ringan ditambah nafta berat) adalah konstan. Dengan demikian. sedangkan di prefractionation ini. satu-satunya perbedaan adalah bahwa pada pra-fraksinasi menyediakan panas ini dalam dua kondensor dengan temperatur yang berbeda. dianggap mirip dengan tahap pre-flash ketika konsumsi energi dianggap. Unit 250: Hydrotreating Naphtha Hydrotreating atau disebut juga hydroprocessing adalah proses hidrogenasi katalitik untuk menjenuhkan hidrokarbon dan menghilangkan sulfur. dalam desain pre-flash. begitu seterusnya. Hydrotreating biasa dilakukan untuk umpan naptha sebelum dialirkan ke unit platforming. komponen ringan dipisahkan dalam kolom pra-fraksinasi. Bila ada kelebihan panas yang signifikan dalam kisaran suhu kondensor (minyak mentah menengah dan ringan). Unit 200: Gas condensate prefractionation Dalam proses pra-fraksinasi. bagaimanapun. dan logam. komponen ini dibagi menjadi dua fraksi: nafta ringan dikondensasikan dalam kondensor pra-fraksinasi dan nafta berat dikondensasikan dalam kondensor menara atmosfer.oksigen.5 ppm. 7. Hydrotreatedheavy naphtha harus mempunyai kandungan sulfur dan . dan logam(racun katalis) dari aliran proses.oksigen. nitrogen. perbedaan tersebut tidak mempengaruhi konsumsi energi.Pada unit isomerisasi ini ortoxylene dan metaxylene akan di kirim ke unit 400 untuk dipisahkan dan didapatkan ortoxylene. sisanya ke unit 700 untuk pemisahan dan pembentukan paraxylene yang lebih murni.agar impurities tidak meracuni katalis. karena katalis platforming (platina) sangat sensitif terhadap impurities seperti sulfur.Untuk unit naphtha hydrotreater batasan maksimum kandungan sulfur dalam produk heavy naphtha adalah 0.

Dehidrogenasi Naphthene . sering digunakan untuk mengatur vapor pressure gasoline pool. halide. 8. by-product lainnya. Selain itu. Fungsi utama proses catalytic reforming adalah meng-upgrade naphtha yang memiliki octane number rendah menjadi komponen blending mogas (motor gasoline) dengan bantuan katalis melalui serangkaian reaksi kimia. Suhu reaktor sekitar 320 C untuk memperkecil kemungkinan batas maksimum racun terlampaui.5 ppm(wt). Butane. dan metal yang merupakan racun berbahaya bagi katalis catalytic reformer yang tersusun dari platina. oksigen. nitrogen. Unit 300 : Catalyst reforming Catalytic reforming (Platforming) telah menjadi bagian penting bagi suatu kilang di seluruh dunia selama bertahun-tahun. catalytic reforming juga memproduksi by-product berupa hydrogen yang sangat bermanfaat bagi unit hydrotreater maupun hydrogen plant atau jika masih berlebih dapat juga digunakan sebagai fuel gas bahan bakar fired heater. Naphtha yang dijadikan umpan catalytic reforming harus di-treating terlebih dahulu di unit naphtha hydrotreater untuk menghilangkan impurities seperti sulfur.nitrogen maksimum0. Reaksi-reaksi yang terjadi di catalytic reforming adalah sebagai berikut : 1.

Penghilangan paraffin melalui reaksi hydrocracking akan meningkatkan konsentrasi aromatic dalam . 4. Reaksi dehidrogenasi naphthene sangat terbantu oleh metal catalyst function dan temperatur reaksi tinggi serta tekanan rendah. Isomerisasi Napthene dan Paraffin Isomerisasi cyclopentane menjadi cyclohexane harus terjadi terlebih dahulu sebelum kemudian diubah menjadi aromatic. Reaksi ini sangat endotermis (memerlukan panas). 2. Dehydrocyclization Paraffin Dehydrocyclization paraffin merupakan reaksi catalytic reforming yang paling susah. Fungsi metal dan acid dalam katalis diperlukan untuk mendapatkan reaksi ini.Naphthene merupakan komponen umpan yang sangat diinginkan karena reaksi dehidrogenasi-nya sangat mudah untuk memproduksi aromatic dan by-product hydrogen. 3. Hydrocracking paraffin relative cepat dan terjadi pada tekanan dan temperature tinggi. Reaksi ini sangat tergantung dari kondisi operasi. Hydrocracking Kemungkinan terjadinya reaksi hydrocracking karena reaksi isomerisasi ring dan pembentukan ring yang terjadi pada alkylcyclopentane dan paraffin dank area kandungan acid dalam katalis yang diperlukan untuk reaksi catalytic reforming. Reaksi dehydrocyclization terjadi pada tekanan rendah dan temperature tinggi.

produk sehingga akan meningkatkan octane number. Reaksi ini dapat terjadi selama startup unit catalytic reformate semi-regenerasi pasca regenerasi atau penggantian katalis. Reaksi hydrocracking ini tentu mengkonsumsi hydrogen dan menghasilkan yield reformate yang lebih rendah. Unit 350: Catalyst regeneration Regenerasi katalis perlu dilakukan pada unit 350 karena perhitungan ekonomis dari katalis yang berupa platina. maka jumlah dan kualitas aromat yang dihasilkan tetap dapat dipertahankan konstan. Reaksi ini memerlukan temperature dan tekanan tinggi. Demetalization Reaksi demetalisasi biasanya hanya dapat terjadi pada severity operasi catalytic reforming yang tinggi. 5. Dealkylation Aromatic Dealkylation aromatic serupa dengan aromatic demethylation dengan perbedaan pada ukuran fragment yang dihilangkan dari ring. Jika alkyl side chain cukup besar. 9. reaksi ini dapat dianggap sebagai reaksi cracking ion carbonium terhadap rantai samping. . 6. Karena unit yang bekerja secara continuous-catalyst-regeneration section pada Platforming Unit ini selalu menjaga aktifitas dan selektivitas catalyst mendekati kemampuan awalnya. Salah satu kelebihan Platforming ini adalah dapat mengantisipasi berbagai variasi komposisi feed (naphtha) dan beban panas.

5% untuk toluene. yaitu berupa liquid-liquid extraction solvent yang mampu memurnikan benzene dan toluene hingga mencapai tingkat kemurnian 99. . Dengan menggunakan morphline solvent. Unit 500: Benzene and Toluene extraction Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa reformate keluar dari bagian puncak splitter disamping mengandung aromate juga mengandung senyawa non aromatics dimana senyawa non aromatics tersebut tidak dikehendaki dan harus dipisahkan. Disamping itu juga toluene dapat dikonversi menjadi xylene melalui reaksi trasalkilasi dengan C9 aromatics di dalam Tatory Unit. Toluene yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi benzene melalui Hydrodealkylation Unit jika dikehendaki produksi benzene lebih banyak.10. Benzene dan toluene dapat dipisahkan masing-masing melalui bezene column dan toluene column.9 % untuk benzene dan 99. Sebelum memasuki bezene column reformate dilewatkan sebuah clay treater dengan maksud untuk memperbaiki warna benzene yang dihasilkan.

 Kebutuhan steam dan udara dipenuhi oleh Mobin Centralized Utility. Kebutuhan utilitas meliputi:  Kebutuhan air. Mobin petrochemical power plant.BAB V UTILITAS Utilitas Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company dipenuhi oleh Mobin Centralized Utility. suatu perusahaan yang menyediakan utilitas untuk pabrikpabrik di kawasan Pars Special Economic/ Energy Zone. .  Kebutuhan listrik di kawasan Pars Special Economic/ Energy Zone dipenuhi oleh Besat power plant. Di kawasan industri Pars Special Economic/ Energy Zone terdapat 2 desalination plant dengan kapasitas 24000 m3/ hari untuk memeuhi kebutuhan air pabrik-pabrik di kawasan itu. dipenuhi dari proses desalinasi air laut dari Teluk Persia. Damavand power plant dan Fajre Jam power plant.

penthane. steam dan udara yang dipenuhi oleh Mobin Centralized Utility. Benzene. paraxylene. Ortho-xylene sedangkan produk sampingnya berupa heavy ends. . benzene serta produk samping. Produk Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company terbagi menjadi 2 yaitu produk utama dan produk samping. Utilitas pabrik meliputi air. 4.BAB VI KESIMPULAN 1. 6. Bahan baku untuk proses produksi diperoleh dari perusahaan petrokimia di Iran (South Pars Phases dan Jam Petrochemical Corporation). listrik. raffinate. light ends.5juta ton/ tahun). heavy aromatics. Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company merupakan penghasil aromatic terbesar di dunia (4. Proses produksi meliputi proses Pembuatan ortoxylene. 5. LPG. Produk utama terdiri dari Para-xylene. 2. 3. Produk dari Nouri (Borzuyeh) Petrochemical Company digunakan untuk keperluan dalam negri dan sisanya diekspor keluar negeri.

DAFTAR PUSTAKA .