LAPORAN PENDAHULUAN

A. KONSEP DASAR 1. DEFINISI Hipotermi pada BBL adalah suhu di bawah 36,5O C. (Kosim, 2008 : 89) Hipotermia adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh berada dibawah 35°Celsius. (Hipotermi. netsky-red.blogspot.com/2008) Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal. Adapun suhu normal bayi adalah 36,5-37,5 °C. (Bayi-hipotermi. jhonkarto.blogspot.com/2009/)

2. ETIOLOGI BBL dapat mengalami hipotermi melalui beberapa mekanisme, yang berkaitan dengan kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas: 1. Penurunan produksi panas Hal ini dapat disebabkan kegagalan dalam sistem endokrin dan terjadi penurunan basal metabolisme tubuh, sehingga timbul proses penurunan produksi panas, misalnya pada keadaan disfungsi kelenjar tiroid, adrenal ataupun pituitaria. (Kosim, 2008 : 90) 2. Peningkatan panas yang hilang Terjadi bila panas tubuh berpindah ke lingkungan sekitar, dan tubuh kehilangan panas. (Kosim, 2008 : 90) Adapun mekanisme tubuh kehilangan panas dapat terjadi secara: • Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. Kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselirnuti. (Wiknjosastro, 2008 : 123) • Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari

Keadaan hipoksia intrauterin/ saat persalinan/post partum. Bayi sepsis akan mengalami masalah dalam pengaturan suhu dapat rnenjadi hipotermi atau hipertermi. Adanya ransangan dingin yang di bawa ke hipotalamus sehingga akan timbul peningkatan produksi panas melalui mekanime yaitu nonshivering thermogenesis dan meningkatkan aktivitas otot. Bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda-benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung). Kondisi ini akan merangsang serabut – serabut . Melalui aliran darah di kulit yang meingkat akibat adanya vasodilatasi pembeluh darah dan ini dikontrol oleh saraf simpatik. Akibat adanya perubahan suhu sekitar akan mempengaruhi kulit. 2008 : 123) • Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. 2008 : 91) 3. 2008 : 124) 3. 2008 : 124) • Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dan suhu tubuh bayi.5 C – 37 C) yang diatur oleh SSP (sistem termostat) yang terletak di hipotalamus.tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan di atas benda-benda tersebut. PATOFISIOLOGI Pada keadaan normal suhu tubuh bayi dipertahankan 37 C ( 36. (Kosim. Perubahan suhu akan mempengaruhi sel – sel yang sangat sensitif di hipotalamus( chemosensitive cells). hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.Pengeluaran panas dapat melalui keringat. (Wiknjosastro. (Wiknjosastro. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. Kehilangan panas juga terjadi jika terjadi aliran udara dari kipas angin. dimana kelenjar – kelenjar keringat dipengaruhi serat – serat kolinergik dibawah kontrol langsung hipotalamus. Kegagalan termoregulasi Kegagalan termoregulasi secara umum disebabkan kegagalan hipotalamus dalam menjalankan fungsinya dikarenakan berbagai penyebab. defek neurologik dan paparan obat prenatal (analgesik/ anestesi) dapat menekan respons neurologik bayi dalam mempertahankan suhu tubuhnya. (Wiknjosastro.

respon fisiologis terhadap paparan dingin adalah proses oksidasi dari lemak coklat atau jaringan adiposa coklat. Vasokonstriksi perifer Mekanisme ini juga distimulasi oleh sistern saraf simpatis. (Kosim. (Kosim. 2008 : 92) 2. dan vasokonstriksi pembuluh darah dengan mengalihkan darah dari kulit ke organ untuk meningkatkan termogenesis. (Kosim. NST ( proses oksidasi jaringan lemak coklat) adalah jalur yang utarna dari suatu peningkatan produksi panas yang cepat. secara fisiologis tubuh akan memberikan respon untuk menghasilkan panas berupa : 1. (makalah growth and development.simpatik untuk mengeluarkan norepinefrin. menjadi tidak normal. (Kosim. Shivering thermoregulation/ST Merupakan mekanisme tubuh berupa rnenggigil atau gemetar secara involuner akibat dari kontraksi otot untuk menghasilkan panas. meningkatkan HR dan O2 ke tempat metabolisme berlangsung.com/doc) Gangguan salah satu atau lebih unsur-unsur termoregulasi akan mengakibatkan suhu tubuh berubah. Pada bayi BBL. Non-shivering thermoregulation/NST Merupakan mekanisrne yang dipengaruhi oleh stimulasi sistem saraf sirnpatis untuk menstimulasi proses metabolik dengan melakukan oksidasi terhadap jaringan lemak coklat. Keadaan ini efektif untuk mengurangi aliran darah ke jaringan kulit dan mencegah hilangnya panas yang tidak berguna. Peningkatan metabolisme jaringan lemak coklat akan meningkatkan produksi panas dan dalam tubuh. 2008 : 92) Untuk bayi. sebagai reaksi atas . www. 2008 : 92) Apabila terjadi paparan dingin. kemudian sistem saraf perifer akan memicu otot sekitar arteriol kulit utuk berkontraksi sehingga terjadi vasokontriksi. Norepinefrin akan menyebabkan lipolisis dan reseterifikasi lemak coklat.scribd. 2008 : 92) 3.

(Kosim. 2008 : 92) Jaringan lemak coklat berisi suatu konsentrasi yang tinggi dari kandungan trigliserida. tetapi yang unik di sini adalah proteinnya terdiri dari protein tak berpasangan yang mana akan membatasi enzim dalarn proses produksi panas. seperti pada perdarahan intrakranial. Sepanjang tahun pertama kehidupan. 2008 : 90) . (Kosim. merupakan jaringan yang kaya kapiler dan dengan rapat diinervasi oleh syaraf simpatik yang berakhir pada pembuluh-pembuluh darah balik dan pada masing-masing adiposit. 2007 : 253) . gastroskisis. omfalokel.Bayi dengan kelainan bawaan khususnya dengan penutupan kulit yang tidak sempurna. 2008 : 90) . Dengan demikian.Bayi dengan tindakan resusitasi yang lama (Kosim.BBL dengan gangguan saraf sentral. 2007 : 253) . (Kosim.paparan dingin.Bayi dengan sepsis (Kosim.Bayi IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) atau Janin Tumbuh Lambat .Bayi preterm dan bayi-bayi kecil lainnya yang dihubungkan dengan tingginya rasio luas permukaan tubuh dibandingkan dengan berat badannya. Masingmasing sel mempunyai banyak mitokondria. (Kosim.Bayi asfiksia (Wiknjosastro. 2008 : 90) . (Kosim. maka apabila lemak dioksidasi akan terjadi produksi panas. Faktor Predisposisi . jalur ST mengalami peningkatan sedangkan untuk jalur NST selanjutnya akan menurun. 2008 : 92-93) 4. 2008 : 90) . obat-obatan. Noradrenalin akan merangsang proses lipolisis dan aktivitas dari protein tak berpasangan. sehingga dengan begitu akan menghasilkan panas. akibat adanya aktifitas dan protein ini. seperti pada meningomielokel. dan bukan energi yang kaya ikatan fosfat seperti pada jaringan lainnya.Bayi berat lahir rendah (Wiknjosastro. 2008 : 90) .

2005 : 143) 6. 2007 : 373) Bayi tampak lesu atau mengantuk (Saifuddin. 2005 : 144) disertai salah satu tanda sebagai berikut seperti mengantuk atau letargis atau terdapat bagian tubuh bayi yang berwarna merah dan mengeras (sklerema).2007 : 374) . 2005:143) Bayi tidak mau minum / menetek (Saifuddin.blogspot. 2005 : 144) seluruh tubuh teraba dingin (Hidayat.4 derajat celcius (Hidayat.blogspot. TANDA dan GEJALA   Hipotermia Sedang Suhu tubuh pada bayi sekitar36—36. 2007 : 373) Aktifitas berkurang. 2007 : 374) Tangisan lemah (Saifuddin.Bayi dengan lingkar lengan kurang dari 9. 2008 : 93) Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata) (Saifuddin. rioyonatanplb. 2005 : 144) Aktifitas berkurang (Saifuddin . KLASIFIKASI   Hipotermi sedang (Hidayat. letargis (Saifuddin. (Hidayat. 2007 : 374) Akral dingin (Kosim.com/2009) . 2005 : 143) Hipotermia berat (Hidayat. 2008 : 90) .(Kosim. 2005:143) Hipotermia Berat suhu tubuh kurang dari 36 derajat celcius (Hidayat.com/2009) 5. 2007 : 374) Kemampuan menghisap lemah (Saifuddin.Bayi dengan tanda-tanda otot lembek. kulit keriput (Hipotermi pada bayi baru lahir. rioyonatanplb. 2007 : 374) Dapat disertai adanya gerakan pada bayi yang kurang normal (Hidayat.5 cm (Hipotermi pada bayi baru lahir.

oleh karena sekaligus sebagai tes skrining untuk kemungkinan adanya anus imperforatus. jika ada.2007 : 374) 7. Pengukuran suhu ini sangat bermanfaat sebagai salah satu petunjuk penting untuk deteksi awal adanya suatu penyakit.- Bibir dan kuku kebiruan (Saifuddin .2007 : 374) Pernafasan tidak teratur (Saifuddin . dan pengukurannya dapat dilakukan melalui aksila. PENATALAKSANAN  Hipotermia Sedang   Lepaskan baju yang dingin atau basah. www. Apabila kaki dingin dan abdomen hangat maka dikatakan cold stress. 2008 : 96) .2007 : 374) Pernafasan lambat (Saifuddin . (Kosim.com/doc) Diagnosis hipotermi ditegakkan dengan pengukuran suhu baik suhu tubuh atau kulit bayi. rektal atau kulit. Ada buku yang menuliskan bahwa apabila kaki bayi hangat dan berwarna pink maka dikatakan normal. 2008: 94) 8. (Kosim. dan apabila kaki dan abdomen dingin maka hipotermi. memakai topi dan selimuti dengan selimut hangat. Pengukuran suhu rektal tidak dilakukan sebagai prosedur pemeriksaan yang rutin kecuali pada bayi-bayi sakit. (World Health Organization. 2008: 94) Melalui aksila merupakan prosedur pengukuran suhu bayi yang dianjurkan. Tetapi pengukuran melalui rektal sangat dianjurkan untuk dilakukan pertama kali pada semua BBL. 2007 : 92) Ganti pakaian yang dingin dan basah dengan pakaian yang hangat. (makalah growth and development. Proses kehilangan panas telah dijabarkan diatas. (Kosim. letakkan di aksilla ( rektal hanya dilakukan satu kali untuk menghilangkan adanya kemungkinan anus imperforata) butuh 3 menit. DIAGNOSIS Ukur temperatur dengan menggunakan termometer.scribd. oleh karena mudah.2007 : 374) Bunyi jantung lambat (Saifuddin . sederhana dan aman.

2008 : 97)   Periksa kadar glukosa darah.5°C/jam. Bila ada ibu/ pengganti ibu. 2008 : 96)  o o Bila ibu tidak ada: Beri bayi baju hangat dan topi. (Kosim. (Kosim. 2008 : 97) Nilai tanda kegawatan. lanjutkan memeriksa suhu setiap 2 jam: (Kosim. (Kosim. gunakan inkubator dan ruangan hangat. anjurkan menghangatkan bayi dengan melakukan kontak kulit dengan kulit atau perawatan bayi lekat (PMK: Perawatan Metode Kanguru). tangani hipoglikemia. (Kosim.6 mmol/L). cari tanda sepsis. bila < 45 mg/dL (2. 2008 : 97)  Mintalah ibu untuk mengamati tanda kegawatan (misalnya gangguan napas. 2008 : 97) Setelah suhu tubuh normal: o Lakukan perawatan lanjutan .5°C/ jam. dan tutupi dengan selimut hangat. 2008 : 97)   Bila suhu tidak naik atau naik terlalu pelan. bila suhu naik minimal 0. (World Health Organization. 2008 : 97)  Anjurkan ibu untuk menyusui lebih sering. kurang 0. misalnya gangguan napas. bila perlu. beri ASI peras dengan mengunakan salah satu alternatif cara pemberian minum dan sesuaikan pengatur suhu. (Kosim. kejang. (Kosim. 2008 : 96) o Periksa suhu alat penghangat dan suhu ruangan. bila ada tangani gangguan napasnya. 2008 : 97)  Periksa suhu tubuh bayi setiap jam. (Kosim. Bila bayi tidak dapat menyusu. berikan ASI peras menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum. tidak sadar) dan segera mencari pertolongan bila terjadi hal tersebut. (Kosim. 2007 : 92) Hangatkan kembali bayi dengan rnenggunakan alat pemancar panas. berarti usaha menghangatkan berhasil.

(Kosim.(Kosim. merintih saat eksipirasi). . 2008 : 97)  Hipotermia Berat  Segera hangatkan bayi di bawah pemancar panas yang telah dinyalakan sebelumnya. 2008 : 96)  Pasang jalur IV dan beri cairan IV sesuai dengan dosis rumatan. (Kosim.tangani hipoglikemia. (Kosim. kejang atau tidak sadar) setiap jam dan nilai juga kemampuan minum setiap 4 jam sampai suhu tubuh kembali dalam batas normal. pakai topi dan selimuti dengan selimut hangat. 2008 : 96)  Periksa kadar glukosa darah. bila mungkin. Nasihati ibu cara menghangatkan bayi di rumah. Beri pakaian yang hangat. Gunakan inkubator atau ruangan hangat. 2008 : 97) • Bila suhu tetap dalam batas normal dan bayi dapat minum dengan baik serta tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatan di rumah sakit. tarikan dinding dada. dan infus tetap terpasang di bawah pemancar panas. bila perlu. bayi dapat dipulangkan. bila kadar glukosa darah kurang 45 mg/dL (2. (Kosim. 2008 : 96)  Ganti baju yang dingin dan basah bila perlu. (Kosim. (Kosim. 2008 : 96)  Ambil sample darah dan beri antibiotika sesuai dengan yang disebutkan dalam penanganan kemungkinan besar sepsis.6 mmol/L). periksa suhu setiap 3 jam (Kosim. (Kosim. 2008 : 96)  Nilai tanda kegawatan pada bayi (misalnya gangguan napas. 2008 : 97) o Pantau bayi selama 12 jam berikutnya. untuk menghangatkan cairan. lakukan manajemen Gangguan napas. 2008 : 96)  Bila bayi dengan gangguan napas (frekuensi napas lebih 60 atau kurang 30 kali/menit.

(Kosim. Bila suhu bayi tetap dalam batas normal dan bayi minum dengan baik dan tidak ada masalah lain yang memerlukan perawatar di rumah sakit. dan ukur suhunya setiap 3 jam (Kosim. (Kosim. PENCEGAHAN  Ruang melahirkan yang hangat (Kosim. berarti upaya menghangatkan berhasil. 2008 : 96)  Setelah suhu tubuh bayi normal: o Lakukan perawatan lanjutan untuk bayi (Kosim. 2008 : 96)  Pantau bayi selama 24 jam setelah penghentian antibiotika. 2008 : 96) o Pantau bayi selama 12 jam kemudian. (Kosim. bayi dapat dipulangkan dan nasehati ibu bagaimana cara menjaga agar bayi tetap hangat selama di rumah. ataupun dan . harus cukup hangat dengan suhu ruangan antara 25o C-23o C serta bebas dari aliran arus udara melalui jendela. (Kosim. beri ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum (Kosim. 2008 : 96)  Periksa suhu tubuh bayi setiap jam. 2008 : 96) o Bila bayi tidak dapat menyusu sama sekali. pintu.5o C/ jam. 2008 : 96)  Anjurkan ibu menyusui segera setelah bayi siap: o Bila bayi tidak dapat menyusu. ruang bersalin tempat ibu melahirkan.(Kosim. 2008 : 96) 9. 2008 : 96)  Periksa juga suhu alat yang dipakai untuk menghangatkan dan suhu ruangan setiap jam. pasang pipa lambung dan beri ASI peras begitu suhu bayi mencapai 35°C. kemudian lanjutkan dengan memeriksa suhu bayi setiap 2 jam. Bila suhu naik paling tidak 0. 2008: 98) Selain bersih.

kipas angin. maka bayi yang telah dibungkus dengan kain hangat dapat diletakkan dalam dekapan lengan ibunya (Kosim. Verniks akan membantu menghangatkan tubuh bayi. 2009 : 174) . Mencegah kehilangan panas dan anjurkan ibu untuk rnenyusui bayinya segera setelah lahir sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalarn waktu satu jam pertama kelahiran. Dada atau perut ibu. bayi dikeringkan kepala dan tubuhnya. dan segera mengganti kain yang basah dengan kain yang hangat dan kering. kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. merupakan tempat yang sangat ideal bagi BBL untuk rnendapatkan lingkungan suhu yang tepat. (Sumarah. 2008: 98) Segera setelah lahir. baik pada bayi-bayi aterm maupun preterm. 2008 : 124)  Kontak kulit dengan kulit (Kosim. Kemudian diletakkan di permukaan yang hangat seperti pada dada atau perut ibunya atau segera dibungkus dengan pakaian hangat. Selain itu saran resusitasi lengkap yang diperlukan untuk pertolongan BBL sudah disiapkan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah. sehingga rnelupakan kontrol terhadap paparan dingin yang kemungkinan besar terjadi segera setelah bayi dilahirkan. (Kosim. (Kosim. konsentrasi penolong kelahiran terutama pada oksigenasi dan tindakan pompa jantung pada waktu resusitasi. 2008: 99) Kontak kulit dengan kulit adalah cara yang sangat efektif untuk mencegah hilangnya panas pada BBL. (Wiknjosastro. Apabila oleh karena sesuatu hal melekatkan BBL ke dada atau ke perut ibunya tidak dimungkinkan. serta harus dihadiri paling tidak 1 orang tenaga terlatih dalam resusitasi BBL sebagai penanggung jawab pada perawatan BBL. 2008: 99) Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan. 2008: 98)  Pengeringan segera (Kosim. 2008: 98) Keringkan bayi mulai dari muka. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang kering.

akan menyebabkan terjadinya penurunan suhu tubuh bayi. 2008: 99)  Pemberian ASI (Kosim. Oleh karena tindakan memandikan bayi segera setelah lahir.Bayi diletakkan telungkup di dada ibu agar terjadi kontak kulit langsung ibu dan bayi. Pemberian ASI dini dan dalam jumlah yang mencukupi kini sangat menunjang kebutuhan nutrisi. oleh karena dari beberapa penelitian dilaporkan adanya penurunan secara bermakna angka kesakitan dan angka kematian bayi-bayi kecil. (Kosim. Sangat dianjurkan pada waktu menimbang bayi. 2008: 99) Memandikan bayi dapat dilakukan beberapa jam kemudian (paling tidak setelah 6 am) yaitu setelah keadaan bayi stabil. 2007 : 374) Metode perawatan kontak kulit dengan kulit (Skin to skin contact / Kangoroo mother care / KMC / perawatan bayi lekat) dalam perawatan bayi selanjutnya sangat dianjurkan khususnya untuk bayi-bayi kecil. darah. (Kosim. dan akan direabsorbsi dalam hari-hari pertama kehidupan bayi. Sebaiknya ibu menggunakan pakaian longgar berkancing depan. . dapat dibersihkan pada waktu tindakan mengeringkan bayi. timbangan yang diigunakan diberi alas kain hangat. Mekoneum. oleh karena dengan tindakan menimbang sangat dimungkinkan akan terjadi penurunan suhu tubuh bayi. Untuk menjaga agar bayi tetap hangat. tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam satu pakaian (merupakan teknologi tepat guna baru) disebut sebagai Metoda Kanguru. 2008: 99) Pemberian ASI sesegera mungkin. Sisa verniks yang masih rnenernpel di tubuh bayi tidak perlu dibuang. sangat dianjurkan dalam jam -jam pertama kehidupan BBL. (Kosim. serta akan berperan dalam proses termoregulasi pada BBL. 2008: 99)  Tidak segera memandikan/menimbang bayi (Kosim. selain tindakan tersebut akan menyebabkan iritasi kulit juga verniks tersebut masih bermanfaat sebagai pelindung panas tubuh bayi. atau sebagian verniks. 2008: 99) Menimbang bayi dapat ditunda beberapa saat kemudian. (Saifuddin.

(Wiknjosastro. • Sebelum bayi dimandikan. • Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernafasan. Jika suhu tubuh bayi masih di bawah 36. • Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering. • Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat.5o—37. kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Ini adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat. Idealnya bayi baru lahir (ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya. • Bayi jangan dibedong Bayi jangan dibedong terlalu ketat. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik. • Sebelum memandikan bayi. pastikan ruang mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin. Hal ini akan menghambat gerakan bayi.5°C).5 °C. 2008: 99) . mendorong ibu segera menyusukan bayinya dan mencegah paparan infesi pada bayi. • Mandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat. • Usahakan Ibu dan bayi dirawat pada satu tempat (rawat gabung) dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya. • Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik. • Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan beberapa lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan. tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan kontak kulit ibu-bayi dan selimuti keduanya.(Kosim. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil daam waktu (paling sedikit) satu jam. selimuti kembali tubuh bayi secara longgar. 2008 : 125)  Pakaian dan selimut bayi yang adekuat (Kosim. 2008: 99) Praktik memandikan bayi yang dianjurkan: • Tunggu minimal enam jam setelah lahir untuk memandikan bayi (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi). pastikan suhu tubuh bayi stabil (suhu aksila 36.

selain menghilangkan lapisan udara sebagai penyangga panas. Pakaian dalam hal ini juga meliputi topi. (Kosim. dalam tempa tidur yang sama dengan ibunya. sehingga meimungkinkan adanya lapisan udara diantara pemukaannya sebagai penyangga panas tubuh yang cukup efektif. 2008: 100)  Resusitasi hangat (Kosim. Bedong (swaddling) yang biasanya sangat erat sebaiknya dihindarkan. (Kosim. serta mengurangi risiko terjadinya infeksi nosokomial pada bayi-bayi yang lahir di rumah sakit. Hal ini akan sangat menunjang pemberian ASI on demand. karena sebagiam besar (kurang lebih 25 %) kehilangan panas dapat terjadi melalui kepala bayi. karena tidak memungkinkan paru bayi mengembang sempurna pada waktu bernafas. 2008: 100) Apabila bayi perlu segera dirujuk ke rumah sakit. adalah merujuk bayi bersarnaan dengan ibunya dalam perawatan bayi lekat. 2008: 99)  Rawat Gabung (Kosim. Apabila memungkinkan. 2008: 100) . Pakaian dan selimut seyogyanya cukup longgar. sangat penting untuk selalu menjaga kehangatan bayi selama dalarn perjalanan. seyogyanya dijadikan satu. selama 24 jam penuh dalam ruangan yang cukup hangat (minimal 25°C). 2008: 100)  Transportasi hangat (Kosim. 2008: 100) Bayi-bayi yang dilahirkan di rumah ataupun yanng dilahirkan di rumah sakit. BBL memerlukan beberapa lapis pakaian dan selirnut lebih banyak daripada orang dewasa. (Kosim. atau ke bagian lain di lingkungan rumah sakit seperti di ruang rawat bayi atau di NICU.Secara umum. juga menaikkan risiko terjadinya pneumonia dan penyakit infeksi saluran nafas lainnya. oleh karena hal ini merupakan cara yang sederhana dan aman.

(Kosim. 2008: 100)  Pelatihan dan sosialisasi rantai hangat (Kosim. perlu dilatih dan diberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip serta prosedur yang benar tentang rantai hangat. merupakan salah satu dari rangkaian prosedur standar resusitasi BBL. 2007 : 285-286) • Pastikan bahwa kepala bayi tertutup dan bayi diberi baju atau tertutup kecuali jika bayi perlu telanjang atau dilepaskan bajunya sebagian untuk pengamatan atau prosedur. tubuhnya tidak dapat menghasilkan panas yang cukup efisien schingga mempunyai risiko tinggi menderita hipotermia. perawat. (World Health Organization. bidan. 2007 : 285) • Nyalakan pemanas dan atur suhu sesuai dengan petunjuk pabrik pembuat (biasanya antara 36 °C dan 37. dan tutupi kasur dengan lembaran seprai bersih. 2008: 100)  Perawatan dengan Pemanas Radian • Pastikan bahwa suhu ruangan tempat pemanas radian digunakan minimal 22 °C. Hal ini sangat penting. nyalakan pemanas untuk menghangatkan terlebih dahulu seprai dan kasur sehingga awalnya bayi tidak berbaring pada permukaan yang dingin. (World Health Organization. memberikan lingkungan yang hangat dan kering.Pada waktu melakukan resusitasi. (World Health Organization. perlu menjaga agar tubuh bayi tetap hangat. 2007 : 286) . 2008: 100) Semua pihak yang terlibat dalam proses kelahiran serta perawatan bayi (dokter. (Kosim. Ketika diketahui sebelumnya bahwa bayi akan masuk ke unit perawatan khusus bayi baru lahir. dengan meletakkan bayi di bawah alat pemancar panas. Keluarga dan anggota masyarakat yang mempunyai bayi di rumah. dukun bayi dan lain-lain). (Kosim.5 °C). 2008: 100) Pada waktu melakukan resusitasi di rumah sakit. oleh karena bayi-bayi yang mengalami asfiksia. 2007 : 285) • Bersihkan kasur dan platform. (World Health Organization. perlu diberikan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga agar bayinya selalu tetap hangat.

petugas terlatih untuk pemeliharaan dan perbaikan. penting untuk menganjurkan orang tua bayi berkunjung dan memeluknya sesering mungkin. Inkubator harus jauh dari jendela yang tidak bisa ditutup rapat.• Letakkan hanya satu bayi di bawah tiap pemanas radian. Lubang jendela inkubator sedapat mungkin harus digunakan saat melakukan perawatan neonatus.Inkubator memerlukan pasokan listrik yang tidak terputus. (World Health Organization.scribd. 2007 : 286) • Ubah posisi bayi dengan sering ketika di bawah pemanas.com/doc) . 2007 : 286)  Perawatan dalam Inkubator Pastikan bahwa semua petugas yang terlibat dalam perawatan ini mampu menggunakan inkubator dengan benar. dan menyesuaikan suhu inkubator untuk mempertahankan lingkungan suhu netral (NTE). Jika neonatus memerlukan perawatan dalam inkubator.Perhatikan lokasi inkubator di ruang bayi. serta ketersediaan suku cadang untuk perbaikan. jika memungkinkan. (World Health Organization. dan memanfaatkan kontak kulit dengan kulit agar suhunya stabil.Suhu neonatus harus dipantau secara berkala. pemantauan suhu neonatus dan penyesuaian suhu inkubator perlu sering dilakukan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Catatan: Jika inkubator terkena sinar matahari langsung atau lampu fototerapi digunakan. www. tingkatkan volume cairan dan/atau susu 10% dan volume harian total per hari selama bayi dibawah pemanas radian. 2007 : 286) • Periksa suhu pemanas dan ruangan setiap jam. (World Health Organization. (World Health Organization. memantau suhu bayi. (World Health Organization. 2007 : 286) • Berikan bayi kepada ibunya segera setelah bayi tidak lagi membutuhkan prosedur dan terapi yang sering. dan tidak dengan membuka pintu inkubator yang lebih besar. (makalah growth and development.5°C. dan sesuaikan pengaturan suhu berdasarkan hal tersebut.5 – 37. Suhu ruangan harus tepat dan tiupan angin minimal. 2007 : 286) • Jika bayi mendapatkan cairan IV atau perasan ASI. setiap 4 jam atau sesuai instruksi dokter untuk mempertahankan suhu tubuh 36.

3 minggu 3-5 minggu 11 hari –4 minggu 3 hari – 3 minggu 1500-2000 g 2100 – 2500 g 1-10 hari >4 minggu 1-2 hari >3 minggu >2500 g 1-2 hari > 2 hari (makalah growth and development. bakteri yang berbahaya dapat berkembang dalam air dan menginfeksi bayi. (World Health Organization. 2007 : 287) • Pastikan bahwa kepala bayi tertutup dan bayi diberi baju atau tertutup kecuali jika bayi perlu telanjang atau dilepaskan bajunya sebagian untuk pengamatan atau prosedur. (World Health Organization. www. 2007 : 287) • Pastikan bahwa reservoir air inkubator kosong. 2007 : 286) • Bersihkan kasur dan tutupi dengan lembaran seprai bersih. Membiarkan reservoir kering tidak akan mempengaruhi fungsi inkubator. 2007 : 287) • Letakkan hanya satu bayi dalam tiap inkubator. 2007 : 286) • Hangatkan inkubator sampai suhu yang diinginkan sebelum meletakkan bayi di dalamnya. (World Health Organization. (World Health Organization. (World Health Organization.com/doc) Cara Perawatan dalam Inkubator : • Tentukan suhu yang tepat untuk inkubator berdasarkan usia dan berat badan bayi.scribd.SUHU INKUBATOR BERAT LAHIR SUHU INKUBATOR (OC) MENURUT UMUR 35oC <1500 g 1-10 hari 34 oC 33 oC 32 oC >5 minggu 11hari. (World Health Organization. 2007 : 287) .

(World Health Organization. (World Health Organization. Bila bayi tidak menghisap. atau gunakan metode lain untuk menghangatkan bayi. inkubator dapat tidak berfungsi dengan benar. diberi infus glukosa 10% sebanyak 60-80 ml/kg per hari. 2007 : 288) o Jika suhu inkubator tidak sesuai dengan pengesetan suhu. (World Health Organization. KOMPLIKASI  Distress respirasi (Kosim. 2007 : 374) 10. dan pertahankan jendela inkubator tetap tertutup setiap saat guna mempertahankan kehangatan inkubator. 2007 : 288) o Jika suhu bayi kurang dan 36. sehingga bayi harus diberi ASI sedikit— sedikit sesering mungkin.5 °C atau lebih dan 37. sesuaikan suhu inkubator berdasarkan suhu tersebut. (Saifuddin. (World Health Organization.5 °C. 2007 : 288) • Biasanya bayi hipotermia menderita hipoglikemia. 2007 : 288) • Ukur suhu bayi setiap jam selama delapan jam pertama. sesuaikan pengatur suhu sampai suhu yang diinginkan tercapai di bagian dalam inkubator. (World Health Organization. 2007 : 287) • Periksa suhu inkubator setiap jam selama delapan jam pertama.5 °C meskipun inkubator dipertahankan pada pengaturan yang direkomendasikan. atasi suhu tubuh yang tidak normal. dan kemudian setiap tiga jam: (World Health Organization. 2007 : 288) • Berikan bayi kepada ibu segera setelah bayi tidak lagi membutuhkan perawatan khusus dan prosedur serta terapi yang sering.5 °C atau lebih dan 37. 2008 : 93) . 2008 : 93)  Gangguan keseimbangan asam basa (Kosim. dan kemudian setiap tiga jam: (World Health Organization. 2007 : 288) o Jika suhu bayi tetap kurang dan 36.• Tutup kap secepat mungkin setelah meletakkan bayi di dalamnya.

Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo .Pengantar Ilmu Keperawatan. Buku Saku Asuhan Ibu dan Bayi Baru Lahir. rioyonatanplb. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal.W. 2005.dkk. 2006. 2006 : 184)  Asidosis respiratori dan metabolic (World Health Organization. 2006 : 184)  Ikterik (World Health Organization.blogspot. 2008 : 93)  Defek koagulasi (Kosim. Abdul Bari.blogspot. makalah growth and development. 2008 : 93)  Enterokolitis nekrotikan (Kosim. 2006 : 184) Referensi : Bayi-hipotermi.. Jakarta: Badan Penerbit IDAI. Jakarta:EGC.com/2009 Hidayat. Ilmu Kebidanan. Azis Alimul. Wiknjosastro Gulardi H. Yogyakarta: Fitramaya. Buku Ajar Neonatologi.Hanifa.Patricia. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.scribd. 2008 : 93)  Sirkulasi fetal persisten (Kosim. Jakarta: Salemba Medika. Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin. Hipotermi.dkk.2007. netsky-red. Hipoglikemia (Kosim. 2008 : 93)  Kegawatan Pernapasan (World Health Organization. dkk. jhonkarto. Sumarah.com/doc Saifuddin. Ladewig. www. Asuhan Persalinan Normal. 2008. 2008.com/2009 Kosim. Wiknjosastro.dkk.blogspot.com/2008 Hipotermi pada bayi baru lahir. Jakarta: JNPK-KR.Sholeh. 2008 : 93)  Gagal ginjal akut (Kosim. 2009.

World Health Organization. 2007. & bidan. Jakarta : EGC .perawat. Buku Saku Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir : panduan untuk dokter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful