You are on page 1of 3

I. PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGI A.

Tujuan Tujuan dari praktikum Uji Kualitas Air adalah untuk menguji kualitas air perpipaan (PDAM) secara mikrobiologi dengan uji Coliform. B. Alat dan bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum Uji Kualitas Air yaitu: Tabung reaksi, Tabung durham, Bunsen, Inkubator, Cawan petri, Oase, Mikroskop, Pipet mikro, Preparat, Kertas saring, Corong, Erlenmeyer, Botol semprot. Bahan-bahan yang digunakan diantaranya: Sample air kolam, Media Lactosa Broth,EMBA (Eosin Metilen Blue Agar), Kristal ungu, Aquades, Iodium 1%, Alkohol 96%, Safranin. C. Prosedur Uji penduga dilakukan pada hari Jumat, 05 Juni 2013. Yang pertama dilakukan adalah mengambil sample air. Setelah itu, menyiapkan 15 tabung reaksi yang dibagi menjadi 3 seri yaitu 5 tabung Double Strength 10 ml, 5 tabung Single Strength 1 ml, dan 5 tabung Single Strength 0,1 ml. Pada masing-masing tabung sudah berisi media Lactosa Broth dan 1 tabung durham di dalamnya. Tabung dibalik perlahan agar tidak terdapat gelembung udara. Masukkan sample air kedalam masing-masing tabung dengan metode sterilisasi agar tidak terkontaminasi. Setelah selesai Inkubasi selama 24 jam. Uji Penguat dilakukan pada hari Sabtu, 06 Juni 2013. Sebelum melakukan uji penguat, terlebih dahulu melihat hasil uji penduga. Indikator yang dilihat adalah gelembung udara pada tabung durham, jika pada tabung durham terdapat gelembung udara, dugaan positif ada mikroba didalam sample air. Gelembung yang terbentuk dihitung dan dilihat pada table MPN. Cawan petri yang berisi EMBA (Eosin Metilen Blue Agar) disiapkan, kemudian oase yang akan digunakan dicelupkan ke dalam alkohol lalu dibakar pada bunsen, lalu ditunggu beberapa saat dan oase dicelupkan ke dalam sampel lalu

digoreskan kedalam cawan petri yang telah berisi EMBA. Setelah 24 jam hasilnya diamati, terbentuk atau tidaknya warna hijau metalik. D. Data Hasil Tabel 1 Hasil pengamatan uji kualitas air pada sampel air kolam Uji Uji Penduga Uji Penguat Hasil Pengamatan Terbentuk gelembung pada semua tabung Tidak terbentuk warna hijau metalik

E. Pembahasan Metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas air saat praktikum menggunakan coliform sebagai indikator.

Kelompok Coliform mencakup bakteri yang aerobic dan anaerobic fakultatif, berbentuk batang atau basil, gram negative dan tidak membentuk spora. Coliform memfermentasikan laktosa dengan membentuk asam dan gas CO2 dalam waktu inkubasi selama 24 jam dan diletakkan pada suhu 37C. Hasil berlabel yang diperoleh dari uji penduga ml, yaitu pada tabung

Double Strength,Single Strength 1

dan Single Strength 0,1 yang mengindikasikan

ml terbentuk

gelembung pada tabung durham

adanya coliform pada air sampel. . Uji selanjutnya ialah uji penguat, uji ini dilakukan pada media EMBA (Eosin Metilen Blue Agar). Larutan ml, sampel pada tabung

berlabel Double Strength, Single Strength 1

dan Single Strength 0,1

ml yang telah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37C diambil dengan oase dengan cara dicelupkan lalu dioleskan ke dalam EMBA. Uji positif dapat dilihat dari terbentuknya warna hijau metalik atau tidak. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pada uji penguat hasil yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk warna hijau metalik pada EMBA.

F. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum Uji Kualitas Air dapat disimpulkan bahwa pada air sampel terdapat bakteri E.Colli.