You are on page 1of 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Campak, morbili, , measles atau rubeola adalah penyakit virus akut yang disebabkan oleh virus campak. Penyakit ini sangat infeksius, dapat menular sejak awal masa prodromal sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya ruam. Penyebaran infeksi terjadi dengan perantara droplet.1 Campak merupakan penyakit endemis, terutama di negara sedang berkembang. Di Indonesia penyakit campak sudah dikenal sejak lama. Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga, campak menduduki tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada bayi (0,7%) dan tempat ke-5 dalam urutan 10 macam penyakit utama pada anak umur 1-4 tahun (0,77%). Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2002 masih tinggi sekitar 3000-4000 per tahun. Demikian juga frekuensi terjadinya kejadian luar biasa tampak meningkat dari 23 kali per tahun menjadi 174. Namun case fatality rate telah dapat diturunkan dari 5,5% menjadi 1,2% dengan adanya vaksinasi.1,2 Pengalaman menunjukkan bahwa epidemi campak di Indonesia muncul secara tidak teratur. Di daerah perkotaan epidemi campak terjadi setiap 2-4 tahun. Wabah terjadi pada kelompok anak yang rentan terhadap campak, yaitu di daerah dengan populasi balita banya pengidap gizi buruk dan daya tahan tubuh yang lemah. Telah diketahui bahwa campak menyebabkan penurunan daya tahan tubuh secara umum, sehingga mudah terjadi infeksi sekunder atau penyulit. Penyulit yang sering dijumpai adalah bronkopneumonia (75,2%), gastroenteritis (7,1%), ensefalitis (6,7%), dan lain-lain (7,9%).2 1.2 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. Memahami kasus campak pada anak. 2. Meningkatkan kemampuan menulis ilmiah di bidang kedokteran khususnya di Bagian Ilmu Kesehatan Anak. 3. Memenuhi salah satu syarat kelulusan kepaniteraan klinik di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. 1