You are on page 1of 6

PELARUT, LARUTAN, ASAM – BASA

Sebagian besar reaksi kimia dikerjakan dalam suatu pelarut. Sifat pelarut sangat menentukan keberhasilan dan kegagalan suatu kajian. Sifat – sifat yang terutama menentukan kegunaan suatu pelarut : 1. Daerah suhu pelarut tersebut dalam keadaan cair (ranah cairan luas) Pelarut berupa cairan pada suhu kamar dan tekanan satu atmosfer paling berguna karena mudah dikelola, selain itu juga diinginkan agar pengukuran atau reaksi kimia bisa terjadi di atas maupun di bawah suhu kamar.

Contoh Nama Air Asetonitril Dimetilformamida (DMF) Dimetilsulfoksida (DMSO) Ammonia Hydrogen Sianida Asam Sulfat Hydrogen Flourida Rumus Kimia Ranah cairan (oC) H2O CH3CN HC(O)N(CH3)2 (CH3)2SO NH3 HCN H2SO4 HF 0 sampai 100 – 45 sampai 82 – 61 sampai 153 18 sampai 189 – 71 sampai – 33 – 14 sampai 26 – 14 sampai 26 – 83 sampai 20 2. Dasarnya adalah Hukum Coulomb F = gaya tarik antara ion + dan ion – dalam senyawa ion . Konstanta Dielektrik Pelarut ( ε ) Pelarut yang ε tinggi mudah melarutkan senyawa ion.

r = Jarak antara q1 dan q2 ε = Konstanta dielektrik pelarut Contoh Nama Air Asetonitril Dimetilformamida (DMF) Dimetilsulfoksida (DMSO) Ammonia Hydrogen Sianida Asam Sulfat Hydrogen Flourida Rumus Kimia H2O CH3CN HC(O)N(CH3)2 (CH3)2SO NH3 HCN H2SO4 HF ε / εo 82 38 38 47 23 (-50o) 107 107 84 (0o) Jadi air (ε = 82 εo pada 25oC) .

Amonia. Etilen glikol  Pelarut dengan ε rendah Senyawa karbon dengan derivatnya. TD >>) As. Sifat – sifatnya sebagai donor dan akseptor (sifat asam – basa pelarut) Kemampuan suatu pelarut menjaga zat terlarut tetap dalam larutan sangat bergantung kepada kemampuannya mensolvasi partikel – partikel terlarut yaitu secara kimia mengadakan interaksi antara pelarut dan zat terlarut. Nitro metana. HCN. Metanol. sehingga . Catatan : Sifat pelarut akan sangat relatif terhadap zat terlarutnya. 3. Asetonitril. Format. Metil tiosianat.Catatan :  Pelarut dengan ε tinggi (Kepolaran >>. Air.

4. Tidak Beracun 5. Keserupaan Komposisi Kimia antara Pelarut dan zat terlarut (like dissolve like) Misalnya : larutan gula (sirup) Gula Air : C11H22O11 perbandingan : H2O perbandingan H:O=2:1 H:O=2:1 . Tingkat keasaman zat terlarut >>> bila pelarutnya basa dan tingkat kebasaan zat terlarut >>> bila pelarutnya asam.

SISTEM LARUTAN Pelarut Cair Cair Cair Padat Padat Padat Gas Gas Gas Catatan: 1. Jika fasa sama maka jumlah massa yang lebih besar dianggap sebagai pelarut (solvent) 2. Jika fasa berbeda maka fasa pelarut dianggap sama dengan fasa larutan Zat Terlarut Padat Cair Gas Padat Cair Gas Padat Cair Gas Contoh Air gula Alkohol CO2 dalam Air Alloy /Aliage Air Kristal Batu Apung Asap /Debu Embun Udara .