You are on page 1of 12

Invaginasi Pada Anak

Anatomi usus halus Usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu duodenum, yejunum dan ileum. Panjang duodenum 26 cm, sedangkan yejunum + ileum : 6 m Dimana 2/5 bagian adalah yejunum (Snel, 89). Sedangkan menurut schrock 1988 panjang usus halus manusia dewasa adalah 5-6 m. Batas antara duodenum dan yejunum adalah ligamentum treits. Yejunum dan ileum dapat dibedakan dari : 1. Lekukan –lekukan yejunum terletak pada bagian atas rongga atas peritoneum di bawah sisi kiri mesocolon transversum ; ileum terletak pada bagian bawah rongga peritoneum dan dalam pelvis. 2. Jejunum lebih besar, berdinding lebih tebal dan lebih merah daripada ileum Dinding jejunum terasa lebih tebal karena lipatan mukosa yang lebih permanen yaitu plica circularis, lebih besar, lebih banyak dan pada yejunum lebih berdekatan ; sedangkan pada bagian atas ileum lebar, dan pada bagian bawah lipatan ini tidak ada. 3. Mesenterium jejunum melekat pada dinding posterior abdomen diatas dan kiri aorta, sedangkan mesenterium ileum melekat dibawah dan kanan aorta. 4. Pembuluh darah mesenterium jejunum hanya menmbentuk satu atau dua aarkade dengan cabang-cabang yang panjang dan jarang yang berjalan ke dinding usus halus. Ileum menerima banyak pembuluh darah yang pendek, yang beraal dari 3 atau 4 atau malahan lebih arkade. 5. Pada ujung mesenterium jejunum, lemak disimpan dekat pangkalan dan lemak jarang ditemukan didekat dinding usus halus. Pada ujung mesenterium ileum lemak disimpan di seluruh bagian , sehingga lemak ditemukan dari pangkal sampai dinding usus halus. 6. Kelompokan jaringan limfoid (Agmen Feyer) terdapat pada mukosa ileum bagian bawah sepanjang pinggir anti mesentrik. Perbedaan usus halus » Perbedaan eksterna dan usus besar pada anatomi adalah :

1. Usus halus (kecuali duodenum) bersifat mobil, sedang kan colon asenden dan colon desenden terfiksasi tidak mudah bergerak. 2. Ukuran usus halus umumnya lebih kecil dibandingkan dengan usus besar yang terisi. 3. Usus halus (kecuali duodenum) mempunyai mesenterium yang berjalan ke bawah menyilang garis tengah, menuju fosa iliaka kanan. 4. Otot longitudinal usus halus membentuk lapisan kontinyu sekitar usus. Pada usus besar (kecuali appendix) otot longitudinal tergabung dalam tiga pita yaitu taenia coli. 5. Usus halus tidak mempunyai kantong lemak yang melekat pada dindingnya. Usus besar mempunyai kantong lemak yang dinamakan appandices epiploideae. 6. Dinding usus halus adalah halus, sedangkan dinding usus besar sakular. » · Perbedaan interna

Sedangkan invaginasi pada dewasa terutama adanya tumor yang menyebabkannya (Dunphy 80). dan merupakan kejadian yang jarang terjadi pada dewasa. intususepsi adalah masuknya segmen usus proksimal (kearah oral) kerongga lumen usus yang lebih distal (kearah anal) sehingga menimbulkan gejala obstruksi berlanjut strangulasi usus Definisi lain Invaginasi atau intususcepti yaitu masuknya segmen usus (Intesusceptum) ke dalam segment usus di dekatnya (intususcipient). Intususeptum yaitu segmen usus yang masuk dan intususipien yaitu segmen usus yang dimasuki segmen lain Invaginasi terjadi karena adanya sesuatu di usus yang menyebabkan peristaltik berlebihan. Hampir 70% kasus invaginasi terjadi pada anak-anak umur kurang dari 1 tahun.90). pada orang tua sangat jarang dijumpai (Ellis .1. Invaginasi atau intususepsi merupakan keadaan gawat darurat. 88). Hemangioma (Schrock. Perbandingan kejadian antara pria dan wanita adalah : 3 : 2 (Swenson. Pada anak-anak 95% penyebabnya tidak diketahui. Daerah yang secara anatomis paling mudah mengalami invaginasi adalah ileo coecal. sedangkan mukosa usus besar tidak mempunyai. dan lebih jarang terjadi pada orang tua dibandingkan dengan pada anak-anak. Pada kebanyakan kasus pada orang tua dapat diketemukan penyebab yang jelas.90) Paling sering masuknya ileum terminal ke kolon. biasanya terjadi pada anak-anak tetapi dapat juga terjadi pada dewasa. 3. paling sering dijumpai pada ileosekal. Polyp. sedangkan pada usus besar tidak ada.90). pada anak-anak etiologi terbanyak adalah idiopatik yang mana lead pointnya tidak ditemukan sedangkan pada dewasa penyebab terbanyak adalah keadaan patologik intra lumen oleh suatu neoplasma baik jinak maupun ganas sehingga pada saat operasi lead poinnya dapat ditemukan Kalsifikasi Intususepsi dibedakan dalam 4 tipe : 1. Intususepsi Intususepsi adalah keadaan yang umumnya terjadi pada anak-anak. Invaginasi sangat jarang dijumpai pada orang tua. jaringan limfoid ini tidak ditemukan pada usus besar. Kelompokan jaringan limfoid (agmen feyer) ditemukan pada mukosa usus halus . Intususepsi paling sering mengenai daerah ileosekal. Misalnya diiverticulum Meckeli. Mukosa usus halus mempunyai fili. tetapi walaupun jarang ada juga yang sebaliknya atau retrograd (Bailey. Ada perbedaan etiologi yang mencolok antara anak-anak dan dewasa. Mucosa usus halus mempunyai lipatan yang permanen yang dinamakan plica silcularis. dimana ileum yang lebih kecil dapat masuk dengan mudah ke dalam coecum yang longgar. 2. Enterik à usus halus ke usus halus . Pada umumnya usus bagian proksimal yang mengalami invaginasi (intussuceptum) memasuki usus bagian distal (intussucipient). dimana bila tidak ditangani segera dan tepat akan menimbulkan komplikasi lebih lanjut. hanya 5% yang mempunyai kelainan pada ususnya sebagai penyebabnya. Invaginasi dapat menyebabkan obstruksi usus baik partiil maupun total. serta tidak banyak tulisan yang membahas hal ini secara rinci. umumnya tumor yang membentuk ujung dari intususeptum.

Hampir 70 % kasus invaginasi terjadi pada anak-anak umur kurang dari 1 tahun (Bisset et all. Tumor usus halus merupakan 1-5% tumor di dalam saluran pencernaan makanan. Perbandingan antara laki-laki dan wanita adalah 2:1 (Kartono. Epidemiologi Angka kejadian intususepsi (invaginasi) dewasa sangat jarang . ployposis. Tumor usus halus banyak ditemukan diduodenum.89). Kolokolika à kolon ke kolon. menurut angka yang pernah dilaporkan adalah 0. Perbandingan tumor jinak dan tumor ganas adalah 10 : 1 (Schrock.jejunum atau ileum. Umumnya para penulis menyetujui bahwa paling sering intususepsi mengenai valvula ileosekalis. hanya 10 % yang akan menimbulkan gejala-gejala antara lain perdarahan. Ileokoloika à ileum prolaps melalui valvula ileosekalis ke kolon. 6. Namun masih belum jelas perbandingan insidensi untuk masing-masing jenis intususepsi. Perrin dan Linsay memberikkan gambaran : 39% ileosekal. 14% lead pointnya pada ileoseccal. sarcoma.88). Chairul Ismail !988). Desai pada 667 pasien menggambarkan 53% pada duodenum. 1990) . 16% kolon dan 5% termasuk appendik veriformis. sedangkan segmen usus yang telibat yang pernah dilaporkan Anderson 281 pasien terjadi pada usus halus ( Jejunum. sedangkan angka-angka yang menggambarkan angka kejadian berdasarkan jenis kelamin dan umur belum pernah dilaporkan. penyumbatan atau invaginasi. dan sisanya adalah bentuk-bentuk yang jarang dan tidak khas (Tumen 1964). Insidensi tertinggi dari inttususepsiterdapat pada usia dibawah 2 tahun (Ellis 1990). 1988) sedangkan Orloff mendapatkan 69% dari 1814 kasus pada bayi dan anak-anak umur kurang dari 1 tahun (Cohn 1976). Valvula tersebut merupakan apex dari intususepsi. tumor metastase (Leaper.88). yejunum bagian proksimal dan terminal ileum. carcinoid tumor. Ileosekal à valvula ileosekalis mengalami invaginasi prolaps ke sekum dan menarik ileum di belakangnya.5 % ileokolika. Pada orang dewasa intususepsi lebih jarang terjadi dan diperkirakan menjadi penyebab kira-kira 5% dari kasus obstruksi (Ellis. hemangioma. 5% dari semua kasus invaginasi (anak-anak dan dewasa).08% dari semua kasus pembedahan lewat abdomen dan 3% dari kejadian obstruksi usus .7% enterik. 3. Biasanya terdapat tumor pada apex intussuception. angka lain melaporkan 1% dari semua kasus obstruksi usus. Tumor jinak usus halus biasanya adenoma. Orloof mendapatkan 69% dari1814 kasus pada anak-anak terjadi pada usia kurang dari 1 tahun (Cohn 1976). Sedangkan tumor ganas biasanya carcinoma. Invaginasi dapat ditemukan di semua umur. 31. Pada bayi dan anak-anak intususepsi merupakan penyebab kira-kira 80-90% dari kasus obstruksi. 4. pada penderita dewasa ditemukan 5%kasus obstruksi usus disebabkan karena invaginasi (Ellis. pada usus halus biasnya tumor jinak dan tumor ganas pada usus besar. Distal yejunum dan proksimal ileum relatif jarang (Leaper 89) dan terbanyak di temukan di terminal ileum (Schrok. 12 pasien cecocolica dan 36 colocolica dari 336 kasus yang ia laporkan . Cohn 1976. 1986. leyomiomalipoma. (Ellis 90).7 % kolokolika.2. Ileum ) 7 pasien ileocolica.90). 4. Chairl Ismail 1988 mendapatkan insiden tertinggi dicapai pada anak-anak umur antara 4 sampai dengan 9 bulan.

pada keadaan khusus dapat terjadi sebaliknya yang disebut retrograd intususepsi pada pasien pasca gastrojejunostomi . dan juga karena terganggunya aliran darah sebagai akibat penekanan dan tertariknya mesenterium. sehingga obstruksi komplit kadang-kadang tidak terjadi pada intususepsi (Tumen 1964). Adanya bendungan menimbulkan perembesan (ozing) lendir dan darah ke dalam lumen. Menurut etiologinya ada 3 keadaan : 1. Cronik intestinal obstruksi 3. Acut super exposed on cronik . Invaginasi akan menimbulkan gangguan pasase usus (obstruksi) baik partiil maupun total dan strangulasi (Boyd. sebab didalam lumen usus 2. 1956). Hiperperistaltik usus bagian proksimal yang lebih mobil menyebabkan usus tersebut masuk ke lumen usus distal. Akibatnya terjadi perlekatan yang tidak dapat kembali normal sehingga terjadi invaginasi Intestinal obstruksi terdapat dua bentuk yaitu : mekanik obstruksi dan neurogenik obstruksi paralitik (Meingot’s 90 . Pembengkakan ddari intisuseptum umumnya menutup lumen usus.Patofisiologi Berbagai variasi etiologi yang mengakibatkan terjadinya intususepsi pada dewasa pada intinya adalah gangguan motilitas usus terdiri dari dua komponen yaitu satu bagian usus yang bergerak bebas dan satu bagian usus lainya yang terfiksir/atau kurang bebas dibandingkan bagian lainnya. Sebagai akibat strangulasi tidak jarang terjadi gangren. sebab pada dinding usus 3. Intususepien biasanya tidak mengalami kerusakan. sebab diluar dinding usus (Meingot’s 90) Menurut tinggi rendahnya dibagi : obstruksi usus halus letak tinggi . Pembengkakan dapt sedemikian besarnya sehingga menghambat reduksi. keadaan lainnya karena suatu disritmik peristaltik usus. Berdasarkan waktunya dibagi : 1. Edema dan pembengkakan dapat terjadi. Acuta intestinal obstruksi 2. karena arah peristaltik adalah dari oral keanal sehingga bagian yang masuk kelumen usus adalah yang arah oral atau proksimal. Akan tetapi tidak jarang pula lumen tetap patent. Perubahan pada intususeptum ditimbulkan oleh penekanan bagian ini oleh karena kontraksi dari intususepien. Gangren dapat berakibat lepasnya bagian yang mengalami prolaps. Akibat adanya segmen usus yang masuk kesegmen usus lainnya akan menyebabkan dinding usus yang terjepit sehingga akan mengakibatkan aliran darah menurun dan keadaan akhir adalah akan menyebabkan nekrosis dinding usus Perubahan patologik yang diakibatkan intususepsi terutama mengenai intususeptum. Usus bagian distal yang menerima (intussucipient) ini kemudian berkontraksi. terjadi edema. Bailey 90). Ulserasi pada dindidng usus dapat terjadi. obstruksi usus halus letak rendah dan obstruksi usus besar.

Pada orang tua sangat jarang dijumpai kasus invaginasi (Tumen 1964. seta tidak banyak tulisan yang membahas tentang invaginasi pada orangtua secar rinci. Penyebab terjadinya invaginasi bervariasi. Neoplasma 4. benda asing 7. volvulus 6. Pada umur 4-9 bulan terjadi perubahan diet makanan dari cair ke padat. 1985. polip. Insiden puncaknya pada umur 4 – 9 bulan. hematoma Etiologi Menurut kepustakaan 90-95% terjadi pada anak dibawah 1 tahun akibat idiopatik. Sedangkan pada anak-anak umur lebih dari 2 tahun dapat dijumpai kelinan pada usus sebagai penyebabnya. edema intestinal dan obstruksi aliran vena à obstruksi intestinal à perdarahan. Pada waktu operasi hanya ditemukan penebalan dinding ileum terminal berupa hipertrophi jaringan limfoid (plaque payer) akibat infeksi virus (limfadenitis) yang mengkuti suatu gastroenteritis atau infeksi saluran nafas. polip. Intussusception 5. Ellis 1990). Hernia 3. perubahan pola makan dicurigai sebagai penyebab invaginasi Invaginasi pada anak-anak umur kurang dari 1 tahun. strictura 10. sehingga digolongkan sebagai invantile idiophatic intususeption. diduga tindakan masyarakat tradisional berupa pijat perut serta tindakan medis pemberian obat anti-diare juga berperan pada timbulnya invaginasi. hemangioma dan divertikel Meckeli. 82). misalnya divertical meckel. imflamasi 9.Sekitar 85 % dari obstruksi mekanik usus terjadi di usus halus dan 15 % terjadi di usus besar (Schrock. Aethiologiobstruksi usus halus menurut Schrock 88 adalah : 1. Perkembangan invaginasi menjadi suatu . cystic fibrosis 11. Adhesion 2. hampir 70% terjadi pada umur dibawah 1 tahun dimana laki-laki lebih sering dari wanita kemungkinan karena peristaltic lebih kuat. Penyebab lain akibat pemberian anti spasmolitik pada diare non spesifik. kume GA et al. hemangioma. Infeksi rotavirus yang menyerang saluran pencernaan anak dengan gejala utama berupa diare juga dicurigai sebagai salah satu penyebab invaginasi Keadaan ini merupakan keadaan gawat darurat akut di bagian bedah dan dapat terjadi pada semua umur. tidak dijumpai kelinan yang jelas sebagai penyebabnya. Keadaan ini menimbulkan pembengkaan bagian intusupseptum. batu empedu 8. Penebalan ini merupakan titik permulaan invaginasi. Pada anak dengan umur > 2 tahun disebabkan oleh tumor seperti limpoma.

dan 65% dari penyebabnya ini berupa tumor baik benigna maupun maligna. Oleh karenannya banyak kasus pada orang dewasa harus ditangani dengan anggapan terdapat keganasan. riwayat pembedahan abdomen sebelumnya. bayi atau orang dewasa dapat sama sekali bebas dari gejala.iskemik terjadi oleh karena penekanan dan penjepitan pembuluh-pembuluh darah segmen intususeptum usus atau mesenterial. lebih jauh lagi dapat menimbulkan syok. Perbedaan dalam etiologi merupakan hal utama yang membedakan kasus yang terjadi pada bayi/ anak-anak penyebab intususepsi tidak dapat diketahui pada kira-kira 95% kasus. diarea . Campuran antara mucus dan darah tersebut akan keluar anus sebagai suatu agar-agar jeli darah (red currant jelly stool). polip) 12/25 kasus sedangkan pada kolon adalah bersifat ganas (adenocarsinoma)14/16 kasus. yaitu suatu neoplasma baik yang bersifat jinak dan atau ganas. Bagian usus yang paling awal mengalami iskemik adalah mukosa. Etiologi lainnya yang frequensiny labih rendah seperti tumor extra lumen seperti lymphoma. Dengan adanya serangan rasa sakit/kholik yang makin bertambah dan mencapai puncaknya. Rasa sakit berhubungan dengan passase dari intususepsi. keluarnya darah melalui rektum. diagnosis hampir dapat ditegakkan. Ketiga gejala tersebut disebut sebagai trias invaginasi. Insidensi tumor ganas lebih tinggi pada kasus yang hanya mengenai kolon saja (Cohn 1976). Ditandai dengan produksi mucus yang berlebih dan bila berlanjut akan terjadi strangulasi dan laserasi mukosa sehingga timbul perdarahan. semakin berat gejala muntah. Selain dari rasa sakit gejala lain yang mungkin dapat ditemukan adalah muntah. Mukosa usus yang iskemik merupakan port de entry intravasasi mikroorganisme dari lumen usus yang dapat menyebabkan pasien mengalami infeksi sistemik dan sepsis. seperti apa yang pernah dilaporkan ada perbedaan kausa antara usus halus dan kolon sebab terbanyak intususepsi pada usus halus adalah neoplasma yang bersifat jinak (diverticle meckel’s. Diantara satu serangan dnegan serangan berikutnya. Beratnya gejala muntah tergantung pada letak usus yang terkena. . Hemathocezia disebabkan oleh kembalinya aliran darahdari usus yang mengalami intususepsi. Gambaran Klinis Rasa sakit adalh gejala yang paling khas dan hampir selalu ada. Iskemik dan distensi sistem usus akan dirasakan nyeri oleh pasien dan ditemukan pada 75% pasien. dan terdapatnya masa yang teraba di perut. inflamasi pada apendiks juga pernah dilaporkan intususepsi terjadi pada penderita AIDS . Semakin tinggi letak obstruksi. Keluarnya darah per anus sering mempersulit diagnosis dengan tingginya insidensi disentri dan amubiasis. Intususepsi pada dewasa kausa terbanyak adalah keadaan patologi pada lumen usus. dan kemudian menghilang sama sekali. pernah juga dilaporkan karena trauma tumpul abdomen yang tidak dapat diterangkan kenapa itu terjadi dan idiopatik . Sebaliknya 80% dari kasus pada dewasa mempunyai suatu penyebab organik. Adanya iskemik dan obstruksi akan menyebabkan sekuestrisasi cairan ke lumen usus yang distensi dengan akibat lanjutnya adalah pasien akan mengalami dehidrasi.

meskipun pemeriksaan radiologis dan pemeriksaan-pemeriksaan laim tidak memberikan hasil yang positif. Diare yang disebut sebagai gejala paling awal invaginasi. Iskemi pertama kali terjadi pada mukosa usus bila berlanjut akan terjadi strangulasi yang ditandai dengan keluarnya mucus bercampur dengan darah sehingga tampak seperti agar-agar jeli darah Terdapatnya darah samar dalam tinja dijumpai pada + 40%. apakah suatu antidiare (suatu spasmolitik). Dengan demikian diagnosis intussusepsi harus dipikirkan pada kasus orang dewasa dengan serangan obstruksi usus yang berulang. Hal yang sulit untuk diketahui adalah jenis obat yang diberikan. nyeri disebabkan oleh iskemi segmen usus yang terinvaginasi. 1976). Adanya gejala obstruksi usus yang berulang.Terdapatnya sedikit darah adalah khas. gejala yang timbul seringkali tidak jelas dan membingungkan sampai terjadi invaginasi yang menetap. yang dapat mulai timbul setelah 24 jam setelah terjadinya intususepsi berupa nyeri perut dan terjadinya distensi setelah lebih 24 jam ke dua disertai keadaan klinis lainnya yang hampir sama gambarannya seperti intususepsi pada anak-anak. terutama pada saat serangan (Tumen. dan kadang-kadang juga diare. Diare merupakan suatu gejala awal disebabkan oleh perubahan faali saluran pencernaan ataupun oleh karena infeksi. muntah pada 84%. Masa abdomen dapat diraba pada kebanyakan kasus. Ini terutama terdiri dari serangan kolik yang berulang. Intervensi medis berupa pemberian obat-obatan. Intussusepsi yang terjadi beberapa saat sebelumnya telah tereduksi spontan. Pada banyak kasus ditemukan pengeluaran darah dan lendir melalui rektum. Sehingga keberadaan diare sebagai salah satu . Kegagalan untuk memperkuat diagnosis dengan pemeriksaan radiologis seringkali menyebabkan tidak ditegakkanya diagnosis. Pada kasus-kasus yang dikumpulkan oleh Orloof. darah makroskopis pada tinja dijumpai pada + 40% dan pemeriksaan Guaiac negatif dan hanya ditemukan mucus pada + 20% kasus. didapatkan pada 85% kasus. harus dipikirkan kemungkinan intususepsi. Gejala-gejala lain yang juga mungkin didapatkan adalah tenesmus dan anoreksia. yang seringkali disertai muntah. Pasien biasanya mendapatkan intervensi medis maupun tradisional pada waktu tersebut. sedangkan perdarahan yang banyak biasanya tidak ditemukan. keluarnya darah perektum pada 80%dan adanya masa abdomen pada 73% kasus (Cohn. namun kadang-kadang ini juga tidak ditemukan. Diagnosis Gejala klinis yang sering dijumpai berupa nyeri kolik sampai kejang yang ditandai dengan flexi sendi koksa dan lutut secara intermiten. 1964). Pada kasus intususepsi khronis ini. rasa sakit ditemukan pada 90%. obat yang sering kali dicurigai sebagai pemicu terjadinya invaginasi. dan kegagalan yang berulang-ulang dalam usaha menegakkan diagnosis dengan pemeriksaan radiologis dan pemeriksaanpemeriksaan lain (Cohn. 1976). Pemeriksaan radiologis sering tidak berhasil mengkonfirmasikan diagnosis karena tidak terdapat intususepsi pada saat dilakukan pemeriksaan. Gambaran klinis intususepsi dewasa umumnya sama seperti keadaan obstruksi usus pada umumnya. Pada orng dewaasa sering ditemukan perjalanan penyakit yang jauh lebih panjang.

TRIAS INVAGINASI : 1. tanda ini patognomonik pada invaginasi. terdapat darah samar. menangis dan mengankat kaki (Craping pain). Dance’s Sign dan Sousage Like Sign dijumpai pada + 60% kasus. Masa invaginasi akan teraba seperti batang sosis. bila lanjut sakitnya kontinyu 2. Muntah reflektif terjadi tanpa penyebab yang jelas. dijumpainya tanda obstruksi dan masa di kwadran tertentu dari abdomen menunjukkan dugaan kuat suatu invaginasi. Fungsional à kaliber usus terbuka akibatperistaltik hilang Pemeriksaan Fisik : » Obstruksi mekanis ditandai darm steifung dan darm counter. Defekasi feses campur lendir (kerusakan mukosa) atau darah (lapisan dalam) à currant jelly stool Obstruksi usus ada 2 : 1. feces bercampur lendir dan darah pada sarung tangan merupakan suatu tanda yang patognomonik. lendir dan darah makroskopis pada tinja serta tanda-tanda peritonitis dijumpai bila telah terjadi perforasi.gejala invaginasi atau pengobatan terhadap diare sebagai pemicu timbulnya invaginasi sulit ditentukan Muntah reflektif sampai bilus menunjukkan telah terjadi suatu obstruksi. Foto dengan kontras barium enema dilakukan bila pasien ditemukan dalam kondisi stabil. gejala ini dijumpai pada + 75% pasien invaginasi. Pemeriksaan colok dubur teraba seperti portio uteri. Anak mendadak kesakitan episodic. » Teraba massa seperti sosis di daerah subcostal yang terjadi spontan » Nyeri tekan (+) » Dancen sign (+) à Sensai kekosongan padakuadran kanan bawah karena masuknya sekum pada kolon ascenden . mulai dari makanan dan minuman yang terakhir dimakan sampai muntah bilus. digunakan sebagai diagnostik maupun terapetik. yang tersering ditemukan pada daerah paraumbilikal. Gejala lain berupa kembung. Dance’s Sign dan Sousage Like Sign. Muntah dan nyeri sering dijumpai sebagai gejala yang dominan pada sebagian besar pasien. Gejala lain yang dijumpai berupa distensi. Muntah bilus suatu pertanda ada refluks gaster oleh adanya sumbatan di segmen usus sebelah anal. USG membantu menegakkan diagnosis invaginasi dengan gambaran target sign pada potongan melintang invaginasi dan pseudo kidney sign pada potongan longitudinal invaginasi. Muntah dialami seluruh pasien. suatu gambaran adanya distensi sistem usus oleh suatu sumbatan didapatkan pada 90%. pireksia. Daerah yang ditinggalkan intususeptum akan teraba kosong dan tanda ini disebut sebagai Dance’s Sign. Muntah warna hijau (cairan lambung) 3. Pemeriksaan foto polos abdomen. Mekanis à kaliber usus tertutup 2.

dan suatu masa dapat diraba pada tempat obstruksi. 1964) telah mengumpulkan dari literatur 122 kasus intususepssi khroni primeir pada orang dewasa. hal yang paling mungkin telah terjadi pada kasus seperti ini adalah adanya reduksi spontan dan rekurensi yang terjadi berganti-ganti. letak invaginasi » Terapi à Reposisi dengan tekanan tinggi. Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan riwayat yang khas dan pemeriksaan fisik. Stallman (cit Tumen 1964) mempertanyakan tepatnya penggunaan istilah intususepsi khronis. ultra sonography dan computed tomography).» RT : pseudoportio(+). Goldman dan Elman (cit Tumen 1964) mengemukakan keyakinannya bahwa penderita tidak mungkin dapat bertahan hidup dengan intususepsi yang berlangsung lebih dari 1 minggu. Ketika tekanan ditingkatkan. Jika barium dapat melewati tempat obstruksi. Beberapa penulis tidak menyetujui konsep bahwa intususepsi tersebut berlangsung terus menerus dalam waktu demikian lama. bila belum ada tanda2 obstruksi dan kejadian < 24 jam Reposisi dianggap berhasil bila setelah rectal tube ditarik dari anus barium keluar bersama feses dan udara Pada orang dewasa diagnosis preoperatif keadaan intususepsi sangatlah sulit. Keadaan ini lebih sering ditemukan padaorng dewasa daripada anak-anak (Tumen 1964). meskipun umumnya diagnosisnya didapat saat melakukan pembedahan. Biasanya ditemukan suatu kelainanlokal pada usus namun Goodal (cit Tumen. Adanya mesenterium yang . bahkan kadang-kadnag mencapai waktu bertahun – tahun. lender darah (+) à Sensasi seperti portio vagina akibat invaginasi usus yang lama Radiologis : 1 Foto abdomen 3 posisi Tanda obstruksi (+) : Distensi. Air fluid level. Mungkin akan didapatkan obstruksi aliran barium pada apex dari intususepsi dan suatu cupshaped appearance pada barium di tempat ini. Pada penderita dengan intususepsi yang mengenai kolon. Seperti telah disebutkan sebelumnya. meskipun pada umumnya diagnoasis preoperatifnya adalah obstruksi usus tanpa dapat memastikan kausanya adalah intususepsi. Hering bone (gambaran plika circularis usus) à DAH Colon In loop à berfungsi sebagai : » Diagnosis à cupping sign. Jika salah satu atau semua tanda-tanda ini ditemukan. Para penulis ini berpendapat. pemerikasaan fisik saja tidaklah cukup sehingga diagnosis memerlukan pemeriksaan penunjang yaitu dengan radiologi (barium enema. barium enema mungkin dapat memberi konfirmasi diagnosis. diagnosis telah dapat ditegakkan (Cohn 1976). sebagian kasus intususepsi mempunyai riwayat perjalanan penyakit yang khronis. sebagian atau keseluruhan intususepsi mungkin akan tereduksi. mungkin akan diperoleh suatu coil spring appearance yang merupakan diagnostik untuk intususepsi.

reposisi manual dengan milking harus dilakukan dengan halus dan sabar. gangguan sistema usus yang berat sampai timbul shock atau peritonitis. Setelah usus direseksi dilakukan anastomose “end to end” apabila hal ini memungkinkan. pasien segera dipersiapkan untuk suatu operasi. Sardjito.kemungkinan dapat menyebabkan terpeliharanya integritas striktural usus. Barium Enema dan Computed Tomography) Penatalaksanaan Dasar pengobatan adalah : 1. bila viabilitas usus diragukan atau ditemukan kelainan patologis sebagai penyebab invaginasi. maka akan memberikan prognosa yang lebih baik. . bila tidak mungkin maka dilakukan exteriorisasi atau enterostomi. pemeriksaan fisik ( gejala umum. Dr. angka lekosit. 2 Reduksi manual (milking) dan reseksi usus Pasien dengan keadaan tidak stabil. Antibiotika. dan tindakan bedah menjadi diperlukan. didapatkan peningkatan suhu. » Pemeriksaan penunjang ( Ultra sonography. 4. Tindakan selama operasi tergantung kepada penemuan keadaan usus. khusus dan status lokalis seperti diatas). Laparotomi eksplorasi. Reseksi usus dilakukan apabila pada kasus yang tidak berhasil direduksi dengan cara manual. mengalami gejala berkepanjangan atau ditemukan sudah lanjut yang ditandai dengan distensi abdomen. 2. 3. Penatalaksanaan penanganan suatu kasus invaginasi pada bayi dan anak sejak dahulu mencakup dua tindakan : 1 Reduksi hidrostatik Metode ini dengan cara memasukkan barium melalui anus menggunakan kateter dengan tekanan tertentu. juga bergantung kepada ketrampilan dan pengalaman operator. Mendiagnosis intususepsi pada dewasa sama halnya dengan penyakit lainnya yaitu melalui : » Anamnesis . Pertama kali keberhasilannya dikemukakan oleh Ladd tahun 1913 dan diulang keberhasilannya oleh Hirschprung tahun 1976. sampai akhirnya terdapat suatu serangan yang demikian beratnya sehingga tidak dapat tereduksi spontan. Koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit. Serangan ini dapat berulang dalam waktu yang lama dengan status kesehatan penderita yang relatif baik.panjang. jika pertolongan kurang dari 24 jam dari serangan pertama. Menghilangkan peregangan usus dan muntah dengan selang nasogastrik. feces berdarah. Keberhasilan penatalaksanaan invaginasi ditentukan oleh cepatnya pertolongan diberikan. Laparotomi dengan incisi transversal interspina merupakan standar yang diterapkan di RS. yang memungkinkan invaginasi terjadi tanpa gangguan sirkulasi.

reseksi yang cukup harus dikerjakan. Kemungkinan iskemik sampai nekrosis pasca operasi 3. lesi/lead pointnya tidak ditemukan maka tindakan reduksi dapat dianjurkan. pendapat lainnya pada sisi proksimal minimum 30 cm dari lesi. Pembengkakan segmen usus yang terlibat Batas reseksi pada umumnya adalah 10cm dari tepi – tepi segmen usus yang terlibat. Tindakan manual reduksi tidak dianjurkan karena risiko: 1. . Tumor benigna harus diangkat secara lokal. begitu juga pada kasus retrograd intususepsi pasca gastrojejunostomi tindakan reduksi dapat dibenarkan.Terapi intususepsi pada orang dewasa adalah pembedahan. 1975 cit Ellis. oleh karena itu ahli bedah dianjurkan untuk segera melakukan reseksi. 1990). Diagnosis pada saat pembedahan tidak sulit dibuat. tapi jika ada keragu-raguan mengenai keganasan. 1990). tetapi pada pasien intususepsi tanpa riwayat pembedahan abdomen sebelumnya sebaiknya dilakukan reseksi anastosmose . Pada kasus-kasus tertentu seperti pada penderita AIDS. Pada intususepsi yang mengenai kolon sangat besar kemungkinan penyebabnya adalah suatu keganasan. kemudian dilakukan anastosmose end to end atau side to side. Kemungkinan rekurensi kejadian intususepsi 4. Jika ditemukan kelainan telah mengalami nekrose. baik itu neoplasma yang bersifat jinak maupun yang ganas. tidak ada yang perlu dilakukan selain reduksi (Aston dan Machleder. Durante Operatif Penanganan secara khusus adalah melalui pembedahan laparotomi. dengan tidak usah melakukan usaha reduksi. 1. Ruptur dinding usus selama manipulasi 2. Pada kasuskasus yang idiopatik. reduksi tidak perlu dikerjakan dan reseksi segera dilakukan (Ellis. Ileus yang berkepanjangan akibat ganguan otilitas 5. keadaan lainya seperti intususepsi pada usus halus yang kausanya pasti lesi jinak tindakan reduksi dapat dibenarkan juga. karena kausa terbanya intususepsi pada dewasa adalah suatu keadaan neoplasma maka tindakan yang dianjurkan adalah reseksi anastosmose segmen usus yang terlibat dengan memastikan lead pointnya. Pada intususepsi dari usus halus harus dilakukan usaha reduksi dengan hati-hati. Pre-operatif Penanganan intususepsi pada dewasa secara umum sama seperti penangan pada kasus obstruksi usus lainnya yaitu perbaikan keadaan umum seperti rehidrasi dan koreksi elektrolit bila sudah terjadi defisit elektrolit 2.

ini untuk menghindari / memperkecil timbulnya short bowel syndrom. maka langsung direseksi saja (Elles . perforasi. oedema. Sedangkan bila invaginasinya pada usus halus reduksi boleh dicoba dengan hati-hati . (Schrock. reduksi tidak boleh dilakukan. 90). Jika usus halus yang tersisa 2 meter atau kurang fungsi dan kehidupan sangat terganggu. Pasca Operasi » Hindari » Pertahankan stabilitas » Pengawasan akan inflamasi dan » Pemberian analgetika yang tidak mempunyai efek menggangu motilitas usus Dehidrasi elektrolit infeksi Pada invaginasi usus besar dimana resiko tumor ganas sebagai penyebabnya adalh besar. tetapi bila terlihat ada tanda necrosis.3. 1989 adalah: » adanya reseksi usus yang etensif » diarhea » steatorhe » malnutrisi Apabila usus halus yang tersisa 3 meter atau kurang akan menimbulkan gangguan nutrisi dan gangguan pertumbuhan. Dan jika tinggal 1 meter maka dengan nutrisi prenteralpun tidak akan adequat. maka tidak dilakukan reduksi (milking) tetapi langsung dilakukan reseksi. . Apabila akan melakukan reseksi usus halus pada invaginasi dewasa hendaknya dipertimbangkan juga sisa usus halus yang ditinggalkan. 1989). Gejala short bowel syndrom menurut Schrock.