BAB I PENDAHULUAN

Bank syariah di Indonesia terhitung masih sangat muda, perkembangannya pun di Indonesia begitu lambat, sebenarnya pembahasan tentang Bank Syariah sudah pernah dibahas pada tahun 1980-an, namun realisasinya terjadi pada tahun 1992 yang dilakukan oleh salah satu bank pemerintah, yaitu Bank Muamalat Indonesia, dengan hukum yang jelas. Pada awalnya perkembangan bank di Indonesia masih bersifat konvensional dalam artian, belum Memiliki standar dari bank syariah sendiri, karena bank syariah berbasisi ideologi Islam. Sedangkan bank konvensional berdasarkan ideologi barat terutama ideologi Amerika dan Eropa. Pada makalah kali ini kami tidak akan membahas tentang mengapa bank konvensional Indonesia beralih kepada bank syariah, tetapi kami membahas bank syariah secara umum. Secara umum ada beberapa karakteristik yang membedakan antara bank syariah dengan bank konvensional : 1. Bank syariah tidak menggunakan bunga 2. Tidak digunakan untuk usaha yang haram 3. Menerima zakat, infaq dan sodaqoh untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terdapat 8 golongan dalam Al Qur’an Pada point pertama, dalam bank syariah tidak menggunakan bunga, melainkan menggunakan konsep bagi hasil dimana jika bank mendapatkan keuntungan maka akan dibagi hasil keuntungan tersebut dengan para penabung, jika bank rugi maka para penabung pun akan rugi. Bank syariah juga tidak serta merta meminjamkan sejumlah uangnya kepada masyarakat secara tunai melainkan dengan prinsip bagi hasil (mudharabah), prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli (murabahah) dan prinsip sewa (ijarah).

1

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Bank dan Syariah Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pengertian bank adalah badan yang mengurus uang, menerima simpanan dan member pinjaman dengan memungut bunga, dan Syariah menurut bahasa (kamus) ialah hukum yang telah ditetapkan oleh Tuhan, berasal dari kata syariat, berarti hukum yang tidak bias diakal-akali oleh manusia sekalipun. Jadi Bank Syariah ialah Bank yang berfungsi sebagaimana fungsinya, namun dengan aturan dan hukum yang telah ditetapkan sesuai Islam. Pengertian Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, maksudnya adalah bank yang dalam operasinya mengikuti ketentuanketentuan syariah Islam, khususnya yang menyangkut tata cara bermuamalah secara Islam. Pengertian bank syariah menurut para ahli Schaik (2001): Bank Islam adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hukum Islam yang sah, dikembangkan pada abad pertama Islam, menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya Sudarsono (2004): Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah

2

2. mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam.1 Sejarah Perbankan Syariah Sejarah Dunia Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel Islam. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat Islam. yang tidak memungut maupun menerima bunga. pada tahun 1971. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar. Masih di negara yang sama.2 2. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis.2. Bank-bank ini. dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa dengan Mesir. IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967. Nasir Social Bank didirikian dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. 3 .Muhammad (2002) dalam Donna (2006): adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya sesuai dengan prinsip syariat Islam. walaupun bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung.

namun setelah terjadi revisi muncul UU No 10 Tahun 1998 dan dengan revisi UU tersebut maka status bank syariah semakin kuat Bank Muamalat Indonesia juga sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 1990-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Bank ini awalnya Memiliki landasan hukum yang lemah UU No. Bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. oleh Bank Muamalat Indonesia. System syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah diatur dalam undang-undang yaitu UU No 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No 7 Tahun 1997 tentang Perbankan. dan sebenarnya kajian tentang perbankan syariah sudah muncul sejak tahun 1980-an namun realisasinya berdiri tahun 1991. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Faisal Islamic of Sudan (1977). 2.2 Sejarah Indonesia Walaupun di Indonesia masyarakatnya mayoritas Islam. Philipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic of Bank (1975). Di Asia-Pasifik. Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia. namun belum ada Bank yang tercermin pada bank-bank Timur Tengah. Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah.2. saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank di antaranya merupakan bank besar seperti Bank Negeri Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia (Persero). dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk memunaikan ibadah haji. yang lebih dikenal bank konvensional.7 Tahun 1992 belum dijelaskan tentang bank syariah. bank di Indonesia mayoritas Merupakan bank cerminan barat (Amerika dan Eropa). 4 .Di belahan negara lain pada kurun 1970-an. sejumlah bank berbasis Islam kemudian muncul. Faisal Islamic of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979).

atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. 2. yang mencapai rata-rata pertumbuhan asset lebih dari 65% per tahun dalam lima tahun terakhir. Beberapa Prinsip atau hukum yang dianut oleh system perbankan syariah antara lain: • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan • Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana • Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. maka perkembangan industry perbankan syariah nasional semakin Memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan pada Islam. Dengan progres perkembangannya yang impresif. yaitu: 5 .3 Prinsip Bank Syariah Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha.Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008. maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian akan semakin signifikan. spekulasi) tidak diperkenankan. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah Schaik (2001) mengemukakan bahwa terdapat tujuh prinsip ekonomi Islam yang menjiwai bank syariah. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsic • Unsur Gharar (ketidakpastian.

5. dualiti risiko Kondisi umum dari kredit meliputi: a) peminjam yang mengalami kesulitan keuangan sebaiknya diperlakukan secara baik.4. 6 . bahkan akan lebih baik bila diberi keringanan b) terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai hukum selisih antara kredit dan harga spot. pengakuan kekayaan intelektual 4.1 Produk Perbankan Syariah Penghimpun Dana A. Giro Syariah Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek/ bilyet giro.4 2. kondisi umum dari kredit 7.1. diberi tangguh waktu.bukan biaya dari pembiayaan di satu sisi sebagai bagian dari persetujuan kredit(liability) c) 2. kesamaan dan solidaritas 2. larangan terhadap objek dan makhluk 3. harta sebaiknya digunakan dengan rasional dan baik (fair way) tidak ada pendapatan tanpa usaha dan kewajiban 6. ada yang berpendapat bahwa itu adalah suku bunga implisit dan ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut dibolehkan untuk mengakomodasi biaya transaksi . atau dengan cara pemindah bukuan. keadilan.

Dalam kaitannya dengan muamalah. 7 .2 Penyaluran Dana A. C. Sedangkan secara teknis. kata dharb disini lebih tepat diartikan pada proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha. Istilah ini biasa dipakai oleh penduduk Irak. Tabungan Syariah Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang telah disepakati. jika pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing. B. 2.B.4. dengan pembagian hasil antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. sementara penduduk Hijaz lebih suka menggunakan istilah qirodh atau muqaradhah. Akad Murabahah (jual beli) Transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah margin yang disepakati oleh para pihak. dimana pihak penjual menginformasikan harga perolehan terlebih dahulu kepada pembeli atau konsumen. Deposito Syariah Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah dengan bank. Akad Mudharabah (bagi hasil) Transaksi yang penanaman dana dari pemilik modal dengan pengelola untuk melakukan usaha tertentu yang sesuai syariah. Akad Musyarakah (penyertaan modal) Transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dnegan pembagian hasil antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. Mudharabah berasal dari kata dharb yang artinya memukul atau berjalan. C. tetapi tidak dapat ditarik dengan cek/bilyet giro.

produk ini disebut juga dengan Trust Financing atau Trust Investment karena kontrak ini hanya diberikan kepada pengusaha yang benarbenar credible dan sudah teruji amanahnya. Sedangkan apabila usaha tersebut merugi maka kerugian tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak shahibul maal sepanjang hal itu disebabkan oleh risiko bisnis (bussiness risk) dan bukan karena kelalaian mudharib (character risk). akad mudharabah dapat digambarkan sebagai berikut : 8 . Apabila dalam usahanya diperoleh keuntungan (profit) maka keuntungan tadi kemudian dibagi antara shahibul maal dan mudharib dengan prosentase nisbah atau rasio yang telah disepakati sejak awal perjanjian/kontrak. Akad mudharabah ini berbeda dengan sistem bunga ( interest) mengingat sifat pengembalian (return) yang tidak pasti baik dari segi jumlah maupun segi waktu sehingga akad ini dikategorikan sebagai Natural Uncertainty Contract (NUC). Secara skematis. Dalam bahasa lain.mudharabah didefinisikan sebagai akad kerja sama antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan 100% modal sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola (mudharib).

Akad Istishna Transaksi jual beli dengan cara pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. Akad Salam Transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh. waktu. Definisi Menurut Fatwa DSN MUI Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’) 9 . 2. E. Ikatan-ikatan ini membuat akad mudharabah menjadi terikat dan sempit sehingga disebut mudharabah muqayyadah (restricted mudharabah). dan dalam waktu tertentu. Mudharabah Muqayyadah Adalah jenis mudharabah yang pada akadnya dicantumkan persyaratanpersyaratan tertentu misalnya hanya boleh digunakan untuk usaha tertentu. di kota tertentu. D. dan wilayah tertentu sehingga pengelola bebas untuk menentukan cara ia mengelola modal tersebut. Mudharabah Mutlaqah Jenis mudharabah ini merupakan bentuk akad yang tidak dibatasi pada jenis usaha.Jenis-Jenis Mudharabah 1.

Paralel : Pemesan ↔ Penjual ↔ subkontraktor Akad istishna antara penjual dan pemesan. Akad Ijarah (sewa) Transaksi sewa menyewa atas suatu barang atau jasa. 3.Jenis Akad Istishna : 1. Langsung : Pemesan<->Penjual Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni) dan penjual (pembuat/shani’) 2. antara pemilik dan pemakaian sewa dengan hak pakai untuk mendapatkan imbalan atas obyek yang disewakan. Objek akad berupa barang yang akan diserahkan dan modal istishna’ yang berbentuk harga. Rukun Akad Istishna 1. dimana untuk memenuhi kewajibannya kepada pemesan. Ijab kabul/serah terima F. penjual melakukan akad istishna’ dengan pihak lain (subkontraktor) yang dapat memenuhi aset yang dipesan oleh pemesan. Tetapi bersifat fardu kifayah 10 . Syarat : tidak terjadi ta’alluq. Ijarah ditunjukkan untuk manfa’at atau jasa bukan materi/benda. Transaksi terhadap suatu manfa’at tertentu. bersifat mubah dan dapat dimanfa’atkan dengan imbalan tertentu . puasa. Pelaku terdiri atas pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’) 2. dapat berupa manfaat/nilai Ijarah “Jasa” (Ijarah ‘ala al ‘amal) bukan merupakan kewajiban (fardhu ‘ain) seperti shalat.

b. Ijarah yang berhubungan dengan sewa jasa. Pihak yang menyewa (lessee) disebut mustajir. Kedua belah pihak menyatakan kerelaannya untuk melakukan ijarah dan tidak terpaksa 3. Kedua belah pihak memenuhi syarat hukum 2. Pihak yang mempekerjakan disebut mustajir. Objek Ijarah adalah halal Akad Ijarah Berakhir • • • • Objek hilang/lenyap : terbakar. Objek Ijarah dapat diserahkan dan dipergunakan secara langsung 6.Ijarah memiliki beberapa ketentuan: 1. yaitu mempekerjakan jasa seseorang dengan upah sebagai imbalan jasa yang disewa. Bentuk ijarah ini mirip dengan leasing (sewa) pada bisnis konvensional. pihak pekerja disebut ajir dan upah yang dibayarkan disebut ujrah. pihak yang menyewakan (lessor) disebut mu’jir/muajir dan biaya sewa disebut ujrah. pailit Dalam Hukum Islam ada dua jenis ijarah. Ijarah yang berhubungan dengan sewa aset atau properti. yaitu 3: a. Manfaat objek diketahui secara jelas 4. Penyewa berhak atas manfat baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain baik dengan cara menyewakannya atau meminjamkan 5. yaitu memindahkan hak untuk memakai dari aset atau properti tertentu kepada orang lain dengan imbalan biaya sewa. 11 . faktor alam Habis masa waktunya Salah satu pihak yang wafat dapat dialihkan pada ahli warisnya Objek disita.

Al-Qur’an surat al-Baqarah : 233 : Artinya : Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. Bertaqwalah kepada Allah. agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagaian yang lain. dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan 12 . Al-Qur'an surat al-Zukhruf : 32 Artinya : Apakah mereka yang membagi-bagikan rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia. b. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan . tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagaian yang lain beberapa derajat.Adapun yang menjadi dasar hukum ijarah adalah : a.

5 Perbedaan bank syariah dan bank konvensional 13 . B. 2. Penukaran Valuta Asing (sharf) Transaksi penukaran mata uang yang berlain jenis. Bank Garansi Syariah Jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang dijamin kepada pihak ketiga dimaksud.G. 2.3 Pelayanan Jasa A. Letter of credit (L/C) impor syariah L/C adalah surat pernyataan akan membayar eksportir yang diterbitkan oleh bank atas permintaanm importer dengan pemenuhan persyaratan tertentu.4. baik membeli atau mejual kepada nasabah. C. Akad Qaradh Transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.

Artinya bank tidak dilarang untuk memberikan jasa atas pemakaian uangnya berupa insentif atau bonus. Si penyimpan tidak bertanggung jawab atas segala kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada titipan selama hal itu bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan dalam memelihara barang titipan. dengan catatan tanpa perjanjian terlebih dulu baik nominal maupun persentase dan ini murni merupakan kebijakan bank sebagai pengguna uang.  Dalam praktiknya nisbah antara bank (shahibul maal) dengan deposan (mudharib) biasanya bonus untuk giro wadiah sebesar 30%. Pemberian jasa berupa insentif atau bonus biasanya digunakan istilah nisbah atau bagi hasil antara bank dengan nasabah. Produk bank syariah Al-wadi’ah (Simpanan) Al-Wadi’ah atau dikenal dengan nama titipan atau simpanan.6 1. baik perorangan maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikain kapan saja bila si penitip menghendaki. namun sebaliknya bila mengalami kerugian juga harus ditanggung oleh bank.  Penerima simpanan disebut yad al-amanah yang artinya tangan amanah. Bonus biasanya diberikan kepada nasabah yang memiliki dana rata-rata minimal yang telah ditetapkan.  Sebagai imbalan kepada pemilik dana disamping jaminan keamanan uangnya juga akan memperoleh fasilitas lainnya seperti insentif atau bonus untuk giro wadiah. nisbah 40%:60% untuk simpanan tabungan dan nisbah 45%:55% untuk simpanan deposito. 2. Dengan demikian prinsip yad al-amanah (tangan amanah) menjadi yad adhdhamanah (tangan penanggung).  Konsekuensi dari diterapkannya prinsip yad adh-dhamanah pihak bank akan menerima seluruh keuntungan dari penggunaan uang. merupakan titipan murni dari satu pihak ke pihak lain.  Penggunaan uang titipan harus terlebih dulu meminta izin kepada si pemilik uang dan dengan catatan si pengguna uang menjamin akan mengembalikan uang tersebut secara utuh. Pembiayaan dengan bagi basil 14 .2.

Al-musyarakah Al-musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk melakukan usaha tertentu. AI-mudharabah Pengertian AI-mudharabah adalah akad kerja sama antara dua pihak. AI-musyarakah dalam praktik perbankan diaplikasikan dalam hal pembiayaan proyek. Al-musyarakah dapat pula dilakukan untuk kegiatan investasi seperti pada lembaga keuangan modal ventura. di mana pihak pertama menyediakan seluruh modal dan pihak lain menjadi pengelola. 15 . Maksudnya tidak dibatasi oleh waktu.Dalam hal ini nasabah yang dibiayai dengan bank sama-sama menyediakan dana untuk melaksanakan proyek tersebut. Apabila rugi maka akan ditanggung pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat dari kelalaian si pengelola. spesifikasi usaha dan daerah bisnis. maka si pengelolalah yang bertanggung jawab. Keuntungan dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak.  mudharabah muqayyadah merupakan kebalikan dari mudharabah muthlaqah di mana pihak lain dibatasi oleh waktu spesifikasi usaha dan daerah bisnis.a. b. Apabila kerugian diakibatkan kelalaian pengelola.  mudharabah muthlaqah merupakan kerja sama antara pihak pertama dan pihak lain yang cakupannya lebih luas. Keuntungan dari proyek dibagi sesuai dengan kesepakatan untuk bank setelah terlebih dulu mengembalikan dana yang dipakai nasabah. Masing-masing pihak memberikan dana atau amal dengan kesepakatan bahwa keuntungan atau resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Al-muzara'ah Pengertian AI-muzara'ah adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap.Dalam dunia perbankan Al-mudharabah biasanya diaplikasikan pada produk pembiayaan atau pendanaan seperti. Jadi tetap dalam konteks adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap. 3. Dana juga dapat dilakukan dari deposito biasa dan deposito spesial yang dititipkan nasabah untuk usaha tertentu. Dalam dunia perbankan kegiatan Bai'al-Murabahah pada pembiayaan produk barang-barang investasi baik dalam negeri maupun luar negeri seperti Letter of credit atau lebih dikenal dengan nama L/C. Kegiatan Bai'al-Murabahah ini baru dilakukan setelah ada kesepakatan dengan pembeli. Dana untuk kegiatan mudharabah diambil dari simpanan tabungan berjangka seperti tabungan haji atau tabungan kurban.000. sehingga harga jualnya Rp 105. c. Imbalan tetap diperoleh dari persentase hasil panen pertanian. pembiayaan modal kerja. Al-musaqah Pengertian AI-musaqah merupakan bagian dari al-muza'arah yaitu penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan dengan menggunakan dana dan peralatan mereka sendiri.-. Sebagai contoh harga pokok barang "X" Rp 100. Keuntungan yang diharapkan adalah sebesar Rp 5.-.000.000. d. 16 . baru kemudian dilakukan pemesanan. Dalam hal ini penjual harus terlebih dulu memberitahukan harga pokok yang ia beli ditambah keuntungan yang diinginkannya. Pemilik lahan menyediakan lahan kepada penggarap untuk ditanami produk pertanian dengan imbalan bagian tertentu dari hasil panen. Bai'al Murabahah Pengertian Bai'al-Murabahah merupakan kegiatan jual beli pada harga pokok dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam dunia perbankan kasus ini diaplikasikan untuk pembiayaan bidang plantation atas dasar bagi hasil panen.-.

untuk satu hektar.000. per bulan (diperoleh dari Rp 36. 4.000.000.Sebagai contoh Ny.000.-.000. Pengertian Bai' Al istishna' adalah kontrak penjualan antara pembeli dengan produsen (pembuat barang).000.: 36 bulan) kepada Bank Syariah Tanjung Pandan. Sebagai contoh seorang petani lada yang bernama Tn.. Kemudian jika nasabah setuju maka nasabah dapat mencicil dengan angsuran Rp 1.000. dikurangi Rp 200.selama 3 tahun. Prinsip yang harus dianut adalah harus diketahui terlebih dulu jenis. Pariani memerlukan sebuah mobil senilai Rp 30.-. Bai'Al istishna' Bai' Al istishna' merupakan bentuk khusus dari akad Bai'assalam..000.000. kualitas dan jumlah barang dan hukum awal pembayaran harus dalam bentuk uang.000.000. Jika Bank Syariah Tanjung Pandan yang membiayai pembelian mobil tersebut maka Bank Syariah Tanjung Pandan mengharapkan suatu keuntungan sebesar Rp 6.-.per. Dari hasil tersebut Bank Syariah Toboali akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 50.000. maka harga yang ditetapkan kepada Ny.-.000.000.000. Ivan Pratama hendak menanam lada dan membutuhkan dana sebesar Rp 200. 17 . Bai'as-salam Bai'as-salam artinya pembelian barang yang diserahkan kemudian hari.000. Kedua belah pihak harus saling menyetujui atau sepakat lebih dulu tentang harga dan sistem pembayaran. setelah dikurangi modal yang diberikan oleh Bank Syariah Toboali yaitu Rp 250.000.000. = Rp 250. kilo. Kemudian Bank Syariah Toboali dapat menjual lada tersebut dengan harga yang relatif lebih tinggi misalnya Rp 25. Pada saat jatuh tempo petani harus menyerahkan lada sebanyak 10 ton.000. 000.000.-. Kesepakatan harga dapat dilakukan tawar-menawar dan sistem pembayaran dapat dilakukan di muka atau secara angsuran per bulan atau di belakang. sedangkan pembayaran dilakukan di muka. 5.000.-.000.000. oleh karena itu ketentuan dalam Bai` Al istishna' mengikuti ketentuan dan aturan Bai'as-salam. Bank Syariah Toboali menyetujui dan melakukan akad di mana Bank Syariah Toboali akan membeli hasil lada tersebut sebanyak 10 ton dengan harga Rp 200. Pariani adalah Rp 36. Dengan demikian penghasilan bank adalah 10 ton x Rp 25..

. 18 .412.000. Harga perpasang sepatu dipasaran sekitar Rp 90. Al-Wakalah (Amanat) Wakalah atau wakilah artinya penyerahan atau pendelegasian atau pemberian mandat dari satu pihak kepada pihak lain. Sungai Layang yang bergerak dalam bidang pembuatan dan penjualan sepatu memperoleh order untuk membuat sepatu anak sekolah SMU senilai Rp 60. Harga perpasang sepatu yang diajukan adalah Rp 85.x Rp 4.697.per pasang.412..persepasang sepatu atau keuntungan keseluruhan adalah Rp 3.dan pembayarannya diangsur selama tiga bulan..x Rp 5.790. Mandat ini harus dilakukan sesuai dengan yang telah disepakati oleh si pemberi mandat. sehingga masih untung Rp 4.000. baik untuk kegiatan operating lease maupun financial lease..000..yang diperoleh dari hitungan: Rp 60.- Bank Syariah Koba dapat menawar harga yang diajukan oleh CV. sehingga dapat dijual kepada masyarakat dengan harga murah pula.. 7.000. Sungai Layang dengan harga yang lebih murah. melalui pembayaran upah sewa.CV.529. tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.000.000.000.000.= Rp 2.= Rp 3. Dalam praktiknya kegiatan ini dilakukan oleh perusahaan leasing.000..6.dan mengajukan permodalan kepada Bank Syariah Koba.000.000.000.529.Rp 86.per pasang dan keuntungan keseluruhan adalah : Rp 60. Sungai Layang hanya memberikan keuntungan Rp 5000. Katakanlah misalnya Bank Syariah Koba menawar harga Rp 86..000. CV.Rp 85. Dalam hal ini Bank Syariah Koba tidak tahu berapa biaya pokok produksi.-.000. Al-Ijarah (Leasing) Pengertian Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa.

Dalam dunia perbankan dapat dilakukan dalam hal pembiayaan dengan jaminan seseorang. Al-Hawalah Al-Hawalah merupakan pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya.8. Kegiatan seperti ini dilakukan seperti jaminan utang atau gadai. Atau dengan kata lain pemindahan beban utang dari satu pihak kepada lain pihak. 19 . Al-Kafalah (Garansi) Al-Kafalah merupakan jaminan yang diberikan penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Dalam dunia keuangan atau perbankan dikenal dengan kegiatan anjak piutang atau factoring. 9. Dapat pula diartikan sebagai pengalihan tanggung jawab dari satu pihak kepada pihak lain. 10. Ar-Rahn Ar-Rahn merupakan kegiatan menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.

Di Indonesia. 2. Namun faktanya pada zaman ini masih banyak yang menggunakan bank konvensional karena tergiur oleh bunga yang dijanjikan. sehingga seharusnya hukum keuangan yang diterapkan mengikuti hukum perekonomian Islam. seharusnya masyarakat menggunakan bank syariah sebagai tempat penyimpan modal. yaitu bank syariah. Kesimpulan Bank syariah adalah bank atau tempat penyimpanan dana yang sesuai dengan hukumhukum dan landasan agama Islam.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 1. Padahal bunga adalah riba dalam hukum Islam. Bank ini banyak memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat. Saran Dilihat dari keuntungan-keuntungan dan manfaat dari bank syariah sendiri. khususnya muslim. mayoritas penduduk beragama Islam. 20 .

Manajemen Syariah Dalam Praktik. 302. (Jakarta : Kencana) Hafdhuddin. Mei 2004 InfoBank. 300. (Jakarta: Gema Insani Press) InfoBank. No. Tanjung Hendri. Maret 2004 21 . 2005. Didin.DAFTAR PUSTAKA Wirdyaningsih. 2003. No. Bank dan Asuransi Islam di Indonesia.

MAKALAH BANK SYARIAH SEBAGAI SOLUSI MENGHADAPI KRISIS GLOBAL Disusun oleh: SUDARSIH NIM. 1061201083 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN UNIVERSITAS LANCANGKUNING PEKANBARU 2013 22 .

kami akan menjelaskan secara utuh. Tak lupa shalawat serta salam kita hanturkan ke baginda Nabi besar kita. berbeda dengan bank konvensional yang menggunakan hukum barat (yahudi).KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan semesta alam. Nabi Muhammad SAW beserta keluarga (ahlubait). bank yang seutuhnya menggunakan hukum Islam. dongkrak atau perkembangan yang terjadi saat ini ialah. Pada bab III merupakan Kesimpulan dari pembahasan kami. Demikianlah pengantar singkat tentang makalah kami. Pada kesempatan kali ini kami dari kelompok 4 akan berusaha mencoba membahas suatu masalah yang kini sedang diperbincangkan. Masukan serta kritikan berguna bagi kami. Pekanbaru. Sekilas pengantar yang merupakan testimony dari makalah ini.Amien. prinsipprinsip serta bidang usaha yang dilakukan oleh Bank Syariah. Kami berusaha seobjektif mungkin meskipun pembahasan kami hanya sebatas pada kajian pustaka semata. kini setiap bank berlomba-lomba untuk merubah system perbankan kepada system syariah. yaitu pembahasan kelompok kami ialah Bank Syariah. mengenai pengertian hingga bidang unit kerja Bank Syariah. guna penyempurnaan pembahasan yang telah kami lakukan. tidak melakukan investigasi pada semua bank yang akan kami bahas. Namun tidak mengurangi pembahasan kami. sahabat (ahlusunah wal jamaah) serta para pengikutnya hingga akhir zaman. sejarah bank syariah. mengenai pengertian bank dan syariah secara umum. Bank syariah. dan pada bab II Merupakan Pembahasan. Pada bab I Merupakan Pendahuluan yang membahas Bank Syariah secara umum. tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia kecuali Allah SWT semata. terimakasih. kita pun tahu bahwa krisis hampir terjadi pada seluruh bank di dunia termasuk di Indonesia yang menggunakan konsep Barat (yahudi) dan bank-bank Islam yang menggunakan system syariah. semua itu tak luput dari akibat krisis global. Mei 2013 Penulis i 23 . meskipun demikian.

... i ii 1 2 2 3 5 6 13 14 BAB III PENUTUP.................................... 1.................................................... 2................................. Perbedaan bank syariah dan bank konvensional ......................2.............................................1......................................6.... Kesimpulan ....... Saran ...................................................................... Produk bank syariah .... DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. Prinsip Bank Syariah . 2........................................... 2. 2............................................. BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 2................. 2.................... DAFTAR ISI .............. 20 20 20 21 ii ii 24 .......................................................... Sejarah Perbankan Syariah ........................................................................................ Produk Perbankan Syariah .................................................................. Pengertian Bank dan Syariah ................................3....................................................4.................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................ BAB I PENDAHULUAN ....... 2......5.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful