LAPORAN PENDAHULUAN TETRALOGI OF FALLOT (TOF

)

Nama : SHOLIHATUL AMALIYA NIM : 061720049  Masalah Kesehatan  Anatomi Jantung

: Tetralogi Of Fallot

A. Anatomi Jantung 1. Ukuran dan bentuk Jantung adalah organ berongga berbentuk kerucut tumpul yang memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru di bagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis midsternal. Jantung dilindungi mediastinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. 2. Pelapis a. Perikardium adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil, membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantong ini melekat pada diafragma, sternum dan pleura yang membungkus paru-paru. Di dalam perikardium terdapat dua lapisan yakni lapisan fibrosa luar dan lapisan serosa dalam. b. Rongga perikardial adalah ruang potensial antara membran viseral dan parietal. 3. Dinding Jantung Terdiri dari tiga lapisan a. Epikardium luar tersusun dari lapisan sel-sel mesotelial yang berada di atas jaringan ikat. b. Miokardium tengah terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi utnuk memompa darah. Kontraksi miokardium menekan darah keluar ruang menuju arteri besar.

c. Endokardium dalam tersusun dari lapisan endotellial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung. 4. Ruang jantung Ada empat ruang, atrium kanan dan kiri atas yang dipisahkan oleh septum intratrial, ventrikel kanan dan kiri bawah dipisahkan oleh septum

interventrikular. Dinding atrium relatif tipis. Atrium menerima darah dari vena yang membawa darah kembali ke jantung.  Atrium kanan terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru-paru. (1) Vena cava superior dan inferior membawa darah yang tidak mengandung oksigen dari tubuh kembali ke jantung. (2) Sinus koroner membawa kembali darah dari dinding jantung itu sendiri.  Atrium kiri di di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil dari atrium kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Atrium kiri menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan darah teroksigenasi dari paru-paru. Ventrikel berdinding tebal. Bagian ini mendorong darah ke luar jantung menuju arteri yang membawa darah meninggalkan jantung.  Ventrikel kanan terletak di bagian inferior kanan pada apeks jantung. Darah meninggalkan ventrikel kanan melalui trunkus pulmonar dan mengalir melewati jarak yang pendek ke paru-paru.  Ventrikel kiri terletak di bagian inferior kiri pada apeks jantung. Tebal dindingnya 3 kali tebal dinding ventrikel kanan darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru.  Trabeculae carneae adalah hubungan otot bundar atau tidak teratur yang menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel ke rongga ventrikuler. 5. Katup Jantung  Katup Trikuspid yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan.  Katup Bikuspid yang terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri.  Katup Semilunar aorta dan pulmonary terletak di jalur keluar ventrikular jantung sampai ke aorta ke trunkus pulmonary. 6. Aliran Darah ke Jantung

Darah yang sudah teroksigenasi kembali ke sisi kiri jantung. yang kemudian bermuara di atrium kanan. Atrium kiri  katup bikuspid  Ventrikel kiri katup semilunar  trunkus aorta  regia dan organ tubuh (otot.  Arteri interventrikular anterior (desenden). Sisi kiri jantung menerima darah teroksigenasi dari paru-paru dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.  Arteri sirkumfleksa mensuplai darah ke atrium kiri dan ventrikel kiri. Vena jantung mengalirkan darah dari miokardium ke sinus koroner. Sirkuit pulmonar adalah jalur untuk menuju dan meninggalkan paru-paru.  Arteri interventrikular posterior (desenden). 7. Sirkulasi Koroner Arteri koroner kanan dan kiri merupakan cabang aorta tepat diatas katup semilunar aorta a. cabang utama dari arteri koroner kanan . otak). Darah mengalir melalui arteri koroner terutama saat otot-otot jantung berelaksasi karena arteri koroner juga tertekan pada saat kontraksi berlangsung. . yang mensuplai darah ke bagian anterior ventrikel kanan dan kiri serta membentuk satu cabang. b. Atrium kanan  katup trikuspid  Ventrikel kanan  Katup semilunar  arteri pulmonar kanan dan kiri  kapilar paru  vena pulmonar  atrium kiri. ginjal. arteri marginalis kiri yang mensuplai darah ke ventrikel kiri. yang mensuplai darah untuk kedua dinding ventrikel. Cabang utama dari arteri koroner kiri .  Sirkuit sistemik adalah jalur menuju dan meninggalkan bagian tubuh. Sisi kanan jantung menerima darah terdeoksigenasi dari tubuh dan mengalirkannya ke paru-paru untuk dioksigenasi.  Arteri marginalis kanan yang mensuplai darah untuk atrium kanan dan ventrikel kanan.

3. yang timbul karena ventricle kanan memompa dengan tekanan yang tinggi). 2. pada obstruksi ringan tidak terdapat sianosis. Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat. sedangkan pada obstruksi berat sianosis terlihat sangat nyata. Sehingga percampuran ini mengakibatkan darah yang akan dipompakan ke sirkulasi sistemik mengalami penurunan kadar O2.B. Sehingga darah kaya CO2 yang harusnya dipompakan ke paru-paru berpindah ke ventrikel kiri karena adanya celah antara ventrikel kanan akibat VSD (ventrikel septum defek). stenosis pulmonal menghalangi aliran darah ke paru-paru dan mengakibatkan peningkatan ventrikel kanan sehingga terjadi hipertropi ventrikel kanan. Sebagai konsekuensinya. Definisi Tetralogi Of Fallot Tetralogi Fallot adalah penyakit jantung bawaan tipe sianotik. Hipertrophy ventricle kanan ( dinding otot ventricle kanan menebal. 2007). Pulmonary stenosis ( penyempitan dari katup pulmonal dan outflow tract pada bagiaan bawah katup yang menyebabkan obstruksi darah untuk mengalir dari ventricle kanan ke arteri pulmonalis). Frekuensi TF lebih kurang 10 %. Kelainan yang terjadi adalah kelainan pertumbuhan dimana terjadi defek atau lubang dari bagian infundibulum septum intraventrikular (sekat antara rongga ventrikel) dengan syarat defek tersebut paling sedikit sama besar dengan lubang aorta (Lilly. Stenosis pulmonal bersifat progresif . Ventricular septal defect (terdapatnya celah antara ventrikel kanan dan kiri sehingga darah di ventrikel kanan bercampur dengan darah di ventrikel kiri). Overriding aorta (katup aorta membesar sehingga terletak lebih kanan dan diatas defek septum interventricle) 4. Pada klien dengan TF. Derajat stenosis pulmonal sangat menentukan gambaran kelainan. didapatkan adanya empat kelainan anatomi sebagai berikut : 1. . akibatnya darah yang ada di ventrikel kiri yang kaya akan O2 dan akan dipompakan ke sirkulasi sistemik bercampur dengan darah yang berasal dari ventrikel kanan yang kaya akan CO2. makin lama makin berat.

Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau suntik. . contohnya down syndrome.C.Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus. Faktor eksogen . . kolesterol tinggi. pulmonary stenosis. amethopterin. and overriding aorta. jamu) . minum obat-obatan tanpa resep dokter.Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom. Faktor – faktor tersebut antara lain : a. hipertensi.Ibu menderita penyakit infeksi : rubella . dextroamphetamine. Faktor endogen .Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan misalnya VSD. penyebab penyakit jantung bawaan tidak diketahui secara pasti. marfan syndrome. penyakit jantung atau kelainan bawaan b. diduga karena adanya faktor endogen dan eksogen. (thalidmide. Etiologi Pada sebagian besar kasus. aminopterin.

Para ahli berpendapat bahwa penyebab endogen dan eksogen tersebut jarang terpisah menyebabkan penyakit jantung bawaan. kuku. akan tetapi .Ibu mengonsumsi alcohol dan merokok saat mengandung. and overriding aorta.Efek radiologi (paparan sinar X) . Dapat juga berhubungan dengan kromosom 22 deletions dan juga diGeorge syndrome. E. Sampai saat ini para dokter tidak dapat memastikan sebab terjadinya. Cyanosis juga merupakan pertanda umum pada tetralogy of fallot. menghasilkan kombinasi klinik berupa VSD. pulmonary stenosis.penyebabnya dapat berkaitan dengan factor lingkungan dan juga factor genetic atau keduanya. Epidemiologi Tetralogy of fallot timbul pada +/. Ia merupakan suara tambahan atau tidak biasa yang dapat didengar pada denyut jantung si bayi. Manifestasi Klinis Murmur mungkin merupakan tanda pertama yang biasa ditemukan oleh dokter. Warna kulit pucat Frekuensi pernafasan yang meninggi Kulit terasa dingin BB yang rendah .. Cyanosis adalah suatu keadaan di mana pada sirkulasi bayi kekurangan darah yang telah mengalami oksigenasi sehingga dapat timbul dengan kulit. Hal ini dapat diminimalkan bahkan dapat dipulihkan dengan operasi yang dini. D. Ia lebih sering muncul pada laki-laki daripada wanita. serta bibir yang pucat. Perkembangan dari hipertropi ventricle kanan adalah oleh karena kerja yang makin meningkat akibat defek dari katup pulmonal.3-6 per 10. Kebanyakan bayi yang menderita tetaralogy of fallot mempunyai suara murmur jantung. Pengertian akan embryology daripada penyakit ini adalah sebagai hasil kegagalan dalam conal septum bagian anterior.000 kelahiran dan menempati angka 5-7% dari kelainan jantung akibat congenital. Diperkirakan lebih dari 90% kasus penyebab adalah multifaktor.

Tetapi menurut penelitian hal ini bisa timbul apabila bayi :    Sedang dalam keaadaan yang tidak senang (upset) Memiliki kadar eritrosit yang rendah Tidak mendapatkan cairan yang cukup Bayi yang mengalami tetralogy spells ini perlu diadakan tindakan operasi segera demi keselamatan dari jiwa bayi ini. Tetapi apabila tempat tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Ini dikenal dengan istilah right-to-left shunt. Ini menyebabkan bayi menjadi sangat biru. F. Hal ini sering mengakibatkan kulit bayi menjadi pucat dan terlihat biru. Hal ini dapat timbul ketika adanya penurunan kadar oksigen yang mendadak pada sirkulasi.- Susah untuk diberi makan karena klien cepat lelah ketika diberi makan Clubbing finger’s Beberapa bayi yang menderita tetralogy of Fallot mengalami apa yang disebut dengan tetralogy “SPELLS”. maka dalam perjalanan dapat dilakukan tindakan membuat bayi terasa nyaman dan memflexikan kaki bayi secara berulang. Patofisiologi Tetralogy of fallot biasanya berakibatkan oksigenasi yang rendah berhubungan dengan tercampurnya darah yang deoksigenasi dan oksigenasi pada ventricle kiri yang akan dipompakan ke aorta karena obstruksi pada katup pulmonal. . Bayi juga dapat mengalami:    Mengalami kesulitan bernafas Menjadi sangat lelah dan pucat Tidak merespon suara maupun sentuhan Penyebab daripada tetralogy Spells ini tidaak diketahui.

Pada 25% kasus arkus aorta terletak di kanan yang seharusnya di kiri. Hemoglobin dan hematokrit merupakan indikator yang cukup baik untuk derajat hipoksemia. sebaliknya bila kurang dari batas bawah tersebut berarti terjadi anemia relatif yang harus diobati. Corakan vascular paru berkurang dan lapangan paru relatif bersih. Pada umumnya hemoglobin dipertahankan antara 16-18 g/dl. Bila kadar hemoglobin dan hematokrit melampaui batas tersebut timbul bahaya terjadinya kelainan trombo emboli. mungkin disebabkan oleh aliran darah paru paru yang berkurang dan merupakan suatu tanda diagnostik yang penting. Akibat terjadinya pembesaran ventrikel kanan dengan konus pulmonalis yang hilang. Bila terdapat kolateral yang banyak mungkin corakan vascular paru tampak normal. Pemeriksaan Diagnostik 1. G. Pada proyeksi lateral. 2. Hal ini dapat menyebabkan DC kanan yang bisa berakhir dengan kematian. maka akan mengakibatkan hipertrofi ventricle kanan progressive dan dilatasi berhubung dengan resistensi yang meningkat pada ventricle kanan. yang terdapat pada pandangan anteroposterior atau dapat dipastikan oleh pergeseran esophagus yang berisi barium ke kiri. Gambaran radiologis Cardio thoracic ratio pasien tetralogi fallot biasanya normal atau sedikit membesar. dapat berakibat terjadinya suatu tarik bayangan trakeobronkial berisi udara di sebelah kiri. atau bahkan bertambah. sedangkan hematokrit 50-65%. maka tampak apeks jantung terangkat sehingga tampak seperti “sepatu boot”. . Laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin penting pada setiap penyakit jantung bawaan sianotik untuk menilai perkembangan penyakit. Peningkatan hemoglobin dan hematokrit ini merupakan mekanisme kompensasi akibat saturasi oksigen yang rendah. ruangan depan yang bersih atau kosong dapat atau tidak dipenuhi oleh ventrikel kanan yang hipertrofi.Apabila Tetralogy of fallot tidak ditangani pada jangka waktu yang panjang.

5. dengan tekanan pulmonalis normal atau rendah. Mendeteksi adanya penurunan saturasi oksigen. H. sianosis berkurang dan anak menjadi tenang. Posisi lutut ke dada agar aliran darah ke paru bertambah Morphine sulfat 0.2 mg/kg SC. Penatalaksanaan Pada penderita yang mengalami serangan sianosis maka terapi ditujukan untuk memutus patofisiologi serangan tersebut. peningkatan tekanan ventrikel kanan. Pelebaran dan posisi aorta berupa diskontinuitas septum ventrikel dan dinding depan aorta serta pelebaran ventrikel kanan mudah dilihat. . Dengan usaha diatas diharapkan anak tidak lagi takipnea. 2. walaupun pemberian disini tidak begitu tepat karena permasalahan bukan karena kekuranganoksigen.pulmonalis tidak selalu mudah dilakukan. 4.25 mg/kg IV perlahan-lahan untuk menurunkan denyut jantung sehingga seranga dapat diatasi. Ekokardiogram Ekokardiografi dapat memperlihatkan setiap kelainan pada tetralogi fallot. Dosis total dilarutkan dengan 10 ml cairan dalam spuit. Tampak pula hipertrofi ventrikel kanan. Propanolo l 0. bila serangan belum teratasi sisanya diberikan perlahan dalam 5-10 menit berikutnya. tetapi karena aliran darah ke paru menurun.3. 3.1-0. IM atau Iv untuk menekan pusat pernafasan dan mengatasi takipneu. Kateterisasi jantung Diperlukan sebelum tindakan pembedahan untuk mengetahui defek septum ventrikel multiple. mendeteksi kelainan arteri koronari dan mendeteksi stenosis pulmonal perifer. demikian pula penentuan perbedaan tekanan antara ventrikel kanan dan a. Bikarbonas natrikus 1 Meq/kg BB IV untuk mengatasi asidosis Oksigen dapat diberikan.01-0. Kelainan katup pulmonal seringkali sulit dinilai. Elektrokardiogram Pada EKG sumbu QRS hampir selalu berdeviasi ke kanan. Bila hal ini tidak terjadi dapat dilanjutkan dengan pemberian : a. dosis awal/bolus diberikan separohnya. Pada anak besar sering dijumpai P pulmonal. antara lain dengan cara : 1. 4.

Dengan tindakan ini serangan anoksia sering hilang dengan cepat. Pengobatan Konservatif Anak dengan serangan anoksia ditolong dengan knee-chest position.2 mg/kg) IV perlahan. . Penambahan volume darah juga dapat meningkatkan curah jantung. karena hal ini sering menambah frekuensi serangan. namun sampai sekarang operasi semacam ini selalu disertai resiko besar. penambahan volume cairan tubuh dengan infus cairan dapat efektif dalam penganan serangan sianotik. sehingga aliran darah ke paru bertambah dan aliran darah sistemik membawa oksigen ke seluruh tubuh juga meningkat. Bila ada defisiensi zat besi segera diatasi 3. Pencegahan terhadap anoksia dilaksanakan pila dengan mencegah/mengobati anemia defisiensi besi relative. Koreksi total dengan menutup VSD (Ventrikel Septum Defek) seluruhnya dan melebarkan PS pada waktu ini sudah mungkin dilakukan. sering pertama-tama dilakukan operasi pintasan atau langsung dilakukan pelebaran stenosis trans-ventrikel. Pada bayi dengan sianosis yang jelas. Asidosis metabolic harus diatasi secara adekuat. Umur optimal untuk koreksi total pada saat ini ialah 7-10 tahun. Lakukan selanjutnya yaitu : 1. Obat ini bekerja meningkatkan resistensi vaskuler sistemik dan juga sedative c. Pada waktu ini diberikan pula obatobat pemblok beta (propanolol) untuk mengurangi kontraktilitas miokard. Propanolol oral 2-4 mg/kg/hari dapat digunakan untuk serangan sianotik 2. Ketamin 1-3 mg/kg (rata-rata 2. Hindari dehidrasi Tindakan Bedah Merupakan suatu keharusan bagi semua penderita TF. Walaupun kemajuan telah banyak dicapai. dosis kecil morfin (1/8-1/4 mg) disertai dengan pemberian oksigen.b.

3. 2. Apa tindakan yang telah . Biasanya pada pasien dengan tetralogi of fallot didapatkan effusi pleura didapatkan keluhan berupa warna kulit pucat hingga sianosis (biru) sesak nafas. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1. bahasa yang dipakai. sulit makan atau minum. Keluhan Utama Keluhan utama merupakan faktor utama yang mendorong pasien mencari pertolongan atau berobat ke rumah sakit. Gejala neurologis disertai demam dan leukositosis memberikan kecurigaan akan adanya abses otak. Jika pada bayi denagn TF terdapat gangguan neurologis. Prognosis Pada klien dengan TF (Tetralogi Fallot) tanpa melakukan suatu tindakan operasi prognosis atau ramalan penyakit kedepan adalah buruk atau tidak baik. status pendidikan dan pekerjaan pasien. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien dengan tetralogi of fallot biasanya akan diawali dengan berat badan yang tidak kunjung bertambah. umur. Ancaman pada anak denagn TF adalah abses otak pada umur sekitar 2 sampai dengan 3 tahun. Identitas Pasien Pada tahap ini perawat perlu mengetahui tentang nama.I. Kemudian akan terjadi sesak napas yang menyebabkan bayi hingga biru. cepat lelah. Perlu juga ditanyakan mulai kapan keluhan itu muncul. suku bangsa. Anak dengan TF cenderung untuk menderita perdarahan banyak. J. pertumbuhan lambat tidak seperti anak normal pada umunya. agama atau kepercayaan. Rata-rata klien akan mencapai umur 15 tahun. alamat rumah. Pengkajian Pengumpulan Data Data-data yang dikumpulkan atau dikaji meliputi : 1. jenis kelamin. maka cenderung untuk didiagnosis thrombosis pembuluh darah otak daripada abses otak. Kemungkinan timbulnya endokarditis bakterialis selalu ada. karena berkurangnya trombosit dan fibrinogen. tetapi semua ini tergantung pada besarnya kelainan yang dialami. kulit dingin dan tidak mau menetek.

7. selain juga perlu ditanyakan kebiasaan makan dan . Riwayat Psikososial Meliputi perasaan keluarga dan pasien terhadap penyakitnya. and overriding aorta 6. tapi kadang juga memunculkan persepsi yang salah terhadap pemeliharaan kesehatan. bagaimana cara mengatasinya serta bagaimana perilaku pasien terhadap tindakan yang dilakukan terhadap dirinya. . kelainan kromosom.dilakukan untuk menurunkan atau menghilangkan keluhan-keluhannya tersebut. kolesterol tinggi. marfan syndrome. hipertensi.Perlu ditanyakan juga apakah anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan misalnya VSD. 2) Pola nutrisi dan metabolisme Dalam pengkajian pola nutrisi dan metabolisme. penyakit jantung atau kelainan bawaan. Pengkajian Pola-Pola Fungsi Kesehatan 1) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat Adanya tindakan medis dan perawatan di rumah sakit mempengaruhi perubahan persepsi tentang kesehatan.Perlu ditanyakan apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakitpenyakit yang disinyalir sebagai penyebab endogen tetralogi of fallot seperti diabetes melitus. Hal ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya faktor predisposisi. minum alkohol dan penggunaan obat-obatan bisa menjadi faktor predisposisi timbulnya penyakit. Riwayat Penyakit Dahulu Perlu ditanyakan apakah pasien pernah menderita penyakit serius sebelumnya. Riwayat Penyakit Keluarga . contohnya down syndrome. kita perlu melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk mengetahui status nutrisi pasien. pulmonary stenosis. Kemungkinan adanya riwayat kebiasaan merokok. 5. 4.

Pasien yang tadinya sehat. sesak nafas.minum sebelum dan selama MRS pasien dengan tetralogi of fallot akan mengalami penurunan nafsu makan akibat dari kelelahan yang dialami. peran pasien di masyarakatpun juga mengalami perubahan dan semua itu mempengaruhi hubungan interpersonal pasien. 4) Pola aktivitas dan latihan Akibat sesak nafas. nyeri dada. 6) Pola hubungan dan peran Akibat dari sakitnya. selain itu akibat perubahan kondisi lingkungan dari lingkungan rumah yang tenang ke lingkungan rumah sakit. mengurus suaminya. biasanya akan terjadi penurunan output akibat menurunnya input klien. 5) Pola tidur dan istirahat Adanya nyeri dada dan sesak nafas akan berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan tidur dan istitahat. berisik dan lain sebagainya. tiba-tiba mengalami sakit. Dalam hal ini pasien mungkin akan kehilangan gambaran positif terhadap dirinya. pasien mungkin akan beranggapan bahwa penyakitnya adalah penyakit berbahaya dan mematikan. pasien tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai seorang ibu yang harus mengasuh anaknya. 8) Pola sensori dan kognitif . Disamping itu pasien juga akan mengurangi aktivitasnya akibat adanya nyeri dada. kebutuhan O2 jaringan akan kurang terpenuhi dan Px akan cepat mengalami kelelahan pada aktivitas minimal. Disamping itu. Sebagai seorang awam. secara langsung pasien akan mengalami perubahan peran. 3) Pola eliminasi Dalam pengkajian pola eliminasi perlu ditanyakan mengenai kebiasaan ilusi dan defekasi sebelumdan sesudah MRS. 7) Pola persepsi dan konsep diri Persepsi pasien terhadap dirinya akan berubah. dimana banyak orang yang mondar-mandir. misalkan pasien seorang ibu rumah tangga.

Palpasi memeriksa fremitus fokal untuk menilai getaran suara pada dinding dada. bagaimana penampilan pasien secara umum. 9) Pola reproduksi seksual Kebutuhan seksual pasien dalam hal ini hubungan seks intercourse akan terganggu untuk sementara waktu karena pasien berada di rumah sakit dan kondisi fisiknya masih lemah. Pada pasien anak perlu ditambahkan pengkajian lingkar lengan. 11) Pola tata nilai dan kepercayaan Sebagai seorang beragama pasien akan lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan menganggap bahwa penyakitnya ini adalah suatu cobaan dari Tuhan. lingkar kepala dan lingkar dada.Fungsi panca indera pasien tidak mengalami perubahan. 2) Sistem Respirasi Inspeksi untuk melihat kesimetrisan pergerakan dinding dada. bagaimana mood pasien untuk mengetahui tingkat kecemasan dan ketegangan pasien. denyut apeks secara normal teraba pada ICS V midclafikula. namun akan bergeser ke linea sternalis kiri akibat adanya hipertrofi ventrikel kanan. Perkusi untuk menilai batas jantung serta . sikap dan perilaku pasien terhadap petugas. 10) Pola penanggulangan stress Bagi pasien yang belum mengetahui proses penyakitnya akan mengalami stress dan mungkin pasien akan banyak bertanya pada perawat dan dokter yang merawatnya atau orang yang mungkin dianggap lebih tahu mengenai penyakitnya. demikian juga dengan proses berpikirnya. ekspresi wajah pasien selama dilakukan anamnesa. 8. Perlu juga dilakukan pengukuran tinggi badan berat badan pasien. Pada pasien dengan tetralogi of fallot retraksi otot intercostae dan suprasternal merupakan manifestasi kesulitan napas. Pemeriksaan Fisik 1) Status Kesehatan Umum Tingkat kesadaran pasien perlu dikaji.

Pada anak dengan TOF dengan hipertrofi ventrikel kanan maka akan terjadi pergeseran batas jantung. normal berada pada ICS – 5 pada linea medio claviculaus kiri selebar 1 cm. akan teraba pada tempattempat berikut yaitu ICS II LS kiri akibat stenosis pulmonal dan ICS IV LS kiri akibat ventrikel septum defect (VSD). Auskultasi Suara nafas bisa saja normal atau mungkin juga terdengar mengi (wheezing). . Pada keadaan normal bunyi perkusi paru adalah sonor (resonan). Hal ini bertujuan untuk menentukan adakah pembesaran jantung atau ventrikel kiri. bising tersebut dapat menyebar luas. 3) Sistem Cardiovasculer Pada inspeksi perlu diperhatikan letak ictus cordis. perlu juga memeriksa adanya thrill yaitu getaran ictus cordis. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran jantung. Selain itu pada pasien tetralogi of fallot bentuk thorax cembung pada os costae yang mengindikasikan adanya kelainan jantung congenital. Batas jantung normal yaitu: Batas atas ICS II linea sternalis kanan – ICS II linea sternalis kiri Batas Pinggang Batas bawah ICS III 2-3 cm ke kiri dari linea sternalis kiri ICS IV linea sternalis kanan atau kiri – ICS V mid clavikula linea kiri Auskultasi untuk menentukan suara jantung I dan II tunggal atau gallop dan adakah bunyi jantung III yang merupakan gejala payah jantung serta Pada pemeriksaan jantung ditemukan bising sistolik yang seringkali terdengar keras dan kasar. tetapi paling besar intensitasnya pada tepi kiri tulang dada. Palpasi untuk menghitung frekuensi jantung (health rate) dan harus diperhatikan kedalaman dan teratur tidaknya denyut jantung. Perkusi untuk menentukan batas jantung dimana daerah jantung terdengar pekak. Getaran (Thrill) yang menunjukkan bising jantung.paru.

turgor kulit perut untuk mengetahui derajat hidrasi pasien. 7) Sistem Integumen Inspeksi mengenai keadaan umum kulit higiene. umbilicus menonjol atau tidak. tepi perut menonjol atau tidak. dan bagaimana dengan refleks fisiologisnya. Adakah composmentis atau somnolen atau comma. perabaan dan pengecapan. Selain itu fungsi-fungsi sensoris juga perlu dikaji seperti pendengaran.4) Sistem Pencernaan Pada inspeksi perlu diperhatikan. vesika urinarta. Dengan inspeksi dan palpasi dilakukan pemeriksaan kekuatan otot kemudian dibandingkan antara kiri dan kanan. palpasi pada kedua ekstremetas untuk mengetahui tingkat perfusi perifer serta dengan pemerikasaan capillary refil time. apakah abdomen membuncit atau datar. Pada palpasi perlu diperiksa mengenai kehangatan kulit (dingin. adakah massa (tumor. hangat. feces). juga apakah lien teraba. tumor). selain itu juga perlu di inspeksi ada tidaknya benjolan-benjolan atau massa. Pemeriksaan Penunjang . apakah hepar teraba. warna ada tidaknya lesi pada kulit. Auskultasi untuk mendengarkan suara peristaltik usus dimana nilai normalnya 5-35 kali permenit. 6) Sistem Muskuloskeletal Pada inspeksi perlu diperhatikan adakah edema peritibial. refleks patologis. Pada palpasi perlu juga diperhatikan. penciuman. Kemudian texture kulit (halus-lunak-kasar) serta turgor kulit untuk mengetahui derajat hidrasi seseorang. penglihatan. Perkusi abdomen normal tympanik. Pada Px dengan TOF biasanya akan tampak cyanosis akibat kurangnya jumlah oksigen dalam sirkulasi. 5) Sistem Neurologis Pada inspeksi tingkat kesadaran perlu dikaji Disamping juga diperlukan pemeriksaan GCS. adanya massa padat atau cairan akan menimbulkan suara pekak (hepar. demam). 9. adakah nyeri tekan abdomen. asites.

1994.d fatiq selama makan dan peningkatan kebutuhan kalori. fibrilasi atria.Diagnosis kadang-kadang dapat ditegakkan secara anamnesis dan pemeriksaan fisik saja. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. bayangan mencerminkan dilatasi atau hipertopi bilik atau serambi.d sirkulasi yang tidak efektif sekunder dengan adanya malformasi jantung 2. AGD : gagal ventrikel kiri ditandai dengan alkalosis respiratorik ringan (dini) atau hipoksemia dengan peningkatan PCO2 (akhir). Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b. Penurunan kardiak output b. atau perubahan dalam pembuluh darah mencerminkan peningkatan tekanan pulmonal. iskemia. Diagnosa Keperawatan dan Rencana Tindakan a.   Enzim Hepar : Meningkat dalam gagal atau kongestif hepar. perubahan dalam fungsi atau struktur katup atau area kontraktilitas ventricular. potensial dan kemungkinan.1) Beberapa diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan tetralogi of fallot antara lain 1. serangan sianotik akut) 3. disritmia misal takikardi. (Budianna Keliat.d penurunan sirkulasi (anoxia kronis . maka diagnosa keperawatan yang ditemukan di kelompokkan menjadi diagnosa aktual. Diagnosa Penentuan diagnosa keperawatan harus berdasarkan analisa data sari hasil pengkajian. 2. Gangguan perfusi jaringan b. Ekokardiogram : Dapat menunjukkan dimensi pembesaran bilik dan serambi. Tapi kadang-kadang perlu pemeriksaan tambahan seperti:   EKG : hipertrofi atrial atau ventrikuler.penurunan nafsu makan 4.  Rontgen dada : Dapat menunjukkan pembesaran jantung.d tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan .

takikardi. Berikan posisi knee-chest pada anak 5. gelisah/letargi . Intoleransi oksigen aktifitas b.pulsasi perifer. napas cepat dan dalam.(Budi Anna Keliat.bingung dan disorientasi 6. Observasi adanya tanda-tanda penurunan sensori : letargi. 1994).d ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan 6. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan.kapilari refill dengan membandingkan pengukuran pada kedua ekstremitas dengan posisi berdiri. Kaji dan catat denyut apikal selama 1 menit penuh 3. Monitor intake dan output secara adekuat . 1. menghilangkan dan mencegah masalah klien. Observasi adanya serangan sianotik 4.5. Monitor tanda vital.d kurang pengetahuan klg tentang diagnosis/prognosis penyakit anak.5-1 ml/kgBB/jam Intervensi 1. dibuat rencana tindakan untuk mengurangi. Diagnosa Keperawatan 1 Penurunan kardiak output b. Kriteria hasil        Tanda-tanda vital normal sesuai umur Tidak ada : dyspnea. Koping keluarga tidak efektif b.sianosis. duduk dan tiduran jika memungkinkan 2.mur-mur Pasien komposmentis Akral hangat Pulsasi perifer kuat dan sama pada kedua ekstremitas Capilary refill time < 2 detik Urin output 0.d sirkulasi yang tidak efektif sekunder dengan adanya malformasi jantung Tujuan Anak dapat mempertahankan kardiak output yang adekuat. b.

Berikan posisi jongkok bila terjadi sianosis pada saat makan .7. Timbang berat badan anak setiap pagi tanpa diaper pada alat ukur yang sama. Diagnosa Keperawatan 3 Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Berikan perawatan mulut untuk meningktakan nafsu makan anak 5. pemberian obat-obatan anti disritmia 10.d fatiq selama makan dan peningkatan kebutuhan kalori. Kolaborasi pemberian cairan tubuh melalui infuse 2. Catat intake dan output secara akurat 3. Kolaborasi pemberian oksigen 11. pada waktu yang sama dan dokumentasikan. Berikan makan sedikit tapi sering untuk mengurangi kelemahan disesuaikan dengan aktivitas selama makan ( menggunakan terapi bermain) 4.penurunan nafsu makan Tujuan : anak dapat makan secara adekuat dan cairan dapat dipertahankan sesuai dengan berat badan normal dan pertumbuhan normal. Kolaborasi dalam: pemeriksaan serial ECG. Intervensi : 1. 9.  Anak dapat menghabiskan porsi makan yang disediakan  Hasil lab tidak menunjukkan tanda malnutrisi. foto thorax. Albumin. 2.Hb  Mual muntah tidak ada  Anemia tidak ada. Sajikan makanan yang mudah di cerna dan kurangi konsumsi kafeine. Sediakan waktu istirahat yang cukup bagi anak dan dampingi anak pada saat melakukan aktivitas 8. Kriteria hasil :  Anak menunjukkan penambahan BB sesuai dengan umur  Peningkatan toleransi makan.

Sediakan kebutuhan nutrisi adekuat. 3.6. Stimulasi perkembangan klien sesuai dengan usianya. Batasi pemberian sodium jika memungkinkan 10. gunakan dot yang lembut bagi bayi dan berikan waktu istirahat di sela makan dan sendawakan 7. Lila: 14. 2.7 bulan dapat :  Berjalan sendiri pada bulan 12-13 dengan jarak kedua kaki lebar  Dapat menggengam barang sangat kecil  Dapat melempar dan menangkap bola  Dapat berbicara yang dimengerti orang lain  BB:10. Kolaborasi intake Fe dalam nutrisi. Lingkar kepala :46.08 . pasien terbebas dari isolasi social. gunakan aliran oksigen untuk menurunkan distress pernafasan yang dapat disebabkan karena tersedak 8.2cm. Berikan formula yang mangandung kalori tinggi yang sesuaikan dengan kebutuhan 9.4 cm. Kriteria hasil: Pasien dapat mengikuti tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sesuia dengan usia. buat catatan khusus sebagai monitor. Tujuan: aktifitas b.6 cm Klien dapat berinteraksi dengan keluarga Intervensi: 1. Bila ditemukan tanda anemia kolaborasi pemeriksaan laboratorium 3.d ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan . 4. Monitor BB/TB. Anak usia 1.d tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan Tujuan: Pertumbuhan dan perkembangan dapat mengikuti kurva tumbuh kembang sesuai dengan usia.8-15. TB : 79. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b. 4. Diagnosa Keperawatan 5 Intoleransi oksigen.

murung dll) dengan bai . 6. hindari pengeluaran energi berlebih dari pasien. Ikuti pola istirahat pasien. 3. Bantu pasien memilih kegiatan yang tidak melelahkan.Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam. hindari pemberian intervensi pada saat istirahat. Kurangi kecemasan pasien dengan memberi penjelasan yang dibutuhkan pasien dan keluarga. Respon perubahan keadaan psikologis pasien (menangis. Lakukan perawatan dengan cepat. 2. 5. Hindari perubahan suhu lingkungan yang mendadak. diharapkan masalah intoleransi aktivitas dapat teratasi dengan Kriteria Hasil:    Pasien dapat melakukan aktivitas sesuai dengan batas kemampuan Klien dapat tidur nyenyak pada malam hari Klien terlihat lebih segar ketika terbangun Intervensi: 1. 4.

Diakses tgl 19 April 2011. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2.EGC Anonym.blog.Sri endah R.com. www. itarengganis.Jakarta.Penanganan Penyakit Jantung pada Bayi dan Anak Carpenito J. EGC : Jakarta Bambang M.ilmukeperawatan. 2000. 2005.Rubian S.00 WIB Anonym.edisi 8. 2007.blogspot.2001. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3.DAFTAR PUSTAKA Marylin E. Asuhan Keperawatan anak Tetralogo of Fallot. Mary Frances Moorhouse.com. 2007. Diakses tgl 19 April 2011. www. Pukul 15. Pukul 15.00 WIB .Lynda. Peneribit Buku Kedokteran EGC: Jakarta Anonim. Geissler. Knee Chest Position pada Tetralogi of Fallot. Doengoes. Alice C.2005.Diagnosa Keperawatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful