ASKEP COLOSTOMY

Posted on 20 September 2011 by pataulanursing 1. PENGERTIAN & DESKRIPSI TINDAKAN a. Pengertian • Colostomy adalah pembuatan lubang (stoma) pada kolon secara bedah. (Keperawatan Medical Bedah,Brunner & Suddart hal 1127) • Colostomy adalah prosedur pembedahan dimana sebagian dari usus besar dibawa keluar melewati dinding abdomen untuk mengeluarkan feses atau kotoran dari tubuh. • Colostomy adalah pengalihan isi kolon yang dapat permanen atau sementara. (Rencana Asuhan Keperawatan, Doenges hal 486) b. Deskripsi tindakan Colostomy bisa dibuat sementara atau permanen. 1). Colostomy sementara / temporer dibuat untuk diversi feses oleh karena trauma atau penyakit pada sebagian usus besar sehingga memungkinkan untuk istirahat dan sembuh. 2). Colostomy yang permanen dikerjakan bila dibagian ujung usus ( usus yang paling jauh jaraknya) harus diangkat atau tersumbat dan tidak dapat dilakukan operasi. Ada tiga macam tipe colostomy bila dilihat dari segi pembedahan yaitu : 1) End colostomy Fungsi ujung akhir dari usus dibawa keluar ke permukaan perut, pembuatan stoma dilakukan dengan membalik usus dan dijahitkan kekulit, permukaan stoma biasanya tampak lembab dan berwarna merah muda. Bagian distal dari usus besar diangkat atau ditutup dengan dijahit dan ditinggalkan didalam perut. End colostomy biasanya adalah stoma yang permanen, ini biasanya disebabkan oleh karena trauma, kanker atau penyakit yang lain. 2) Double – barrel colostomy Colostomy ini termasuk pembuatan dua stoma yang terpisah di dinding perut. Stoma yang proksimal adalah stoma yang berfungsi mengeluarkan kotoran dan berhubungan dengan saluran pencernaan bagian atas. Stoma yang distal berhubungan dengan rectum dan disebut mucous fistula, mengalirkan sedikit material lendir. Stoma ini sering merupakan stoma yang temporer yang dibuat untuk mengistirahatkan sebagian dari usus dan nantinya ditutup. 3) Loop colostomy Colostomy ini dibuat dengan membawa lengkungan usus besar (loop of bowel) melalui sebuah sayatan di dinding perut. Lengkungan usus ditahan dengan diluar dinding perut dengan sebuah batang plastik yang diselipkan dibawahnya. Sebuah sayatan dibuat di usus sehingga memungkinkan aliran kotoran melewati colostomy. Tangkai penahan diangkat (diambil) setelah kira-kira 7-10 hari setelah pembedahan, bila telah sembuh maka usus tidak akan tertarik kedalam perut. Loop colostomy paling sering adalah untuk stoma yang temporer yang berguna untuk diversi kotoran agar tidak melewati daerah usus yang obstruksi atau adanya sepsis pelvis karena kanker usus, diverticulitis, trauma kolorektal, trauma radiasi atau komplikasi penyakit peradangan usus besar. Dapat pula digunakan untuk proteksi sambungan koloanal atau adanya fistula.

penyakit crohn’s yang kambuh. Ini biasanya akibat pemasangan stoma bag / appliance yang jelek. Mobilisasi yang tidak memadai dari mesentrium atau fiksasi yang jelek dari stoma ke kulit atau fasia mengakibatkan retraksi dari stoma. Colostomy acending pada perut kanan b. Bila nekrosis meluas hingga dibawah fasia maka perlu segera dilakukan laparatomy untuk mencegah terjadinya peritonitis. ini akan menghalangi aktivitas sehari-hari. Dianjurkan untuk konsultasi pada stomal terapis khususnya pada kerusakan kulit yang berat. biasanya pada masa awal periode operasi. hal ini bisa pula terjadi pada colostomy di proksimal dari pleksura lienalis atau pada kolostomi yang diare. Produk ileostomi yang tinggi. Ekskoriasi kulit harus ditangani dengan pemasangan stoma bag / appliance yang baik untuk mencegah kerusakan kulit lebih lanjut. perkembangan nekrosis harus segera dievaluasi dan ditentukan perluasannya. Bila nekrosis hanya terjadi pada bagian permukaan serosa tidak perlu dilakukan tindakan segera. Penempatan letak stoma yang tidak tepat Dimana disini mengakibatkan pemakaian stoma bag menjadi sulit akan cenderung menjadi bocor sehingga merusak kulit.Berdasarkan letaknya: a. INDIKASI  Kanker  Obstruksi  Penyakit peradangan usus  Divertikulum yang pecah  Iskemia usus  Trauma 3. Biasanya terjadi oleh karena pemasangan stoma bag / appliance yang jelek sehingga bocor. Kerusakan kulit Pengotoran cairan produk stoma dikulit sekitar stoma mengakibatkan kulit maserasi dan rusak. Colostomy sigmoid / desenden pada perut kiri 2. mungkin jaringan yang nekrotik akan mengelupas atau perlu debridement. Retraksi dibawah fasia memerlukan tindakan segera untuk mencegah peritonitis. Colostomy transversal pada perut tengah atas c. sepsis intra abdominal stenosis soma dan gastro enteritis juga berperan terhadap kejadian kerusakan kulit. Kerusakan kulit mungkin juga terjadi oleh karena folikulitis peristomal. c. Nekrosis dan retraksi stoma Vaskularisasi yang tidak memadai pada stoma akan segera mengakibatkan iskemia atau nekrosis segera setelah operasi. Bila konstruksi stoma yang tidak baik dan perawatan . dermatitis kontak / alergi. b. obstruksi parsial usus halus. KOMPLIKASI Komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan colostomy adalah sebagai berikut : a. Retraksi diatas fasia tidak memerlukan tindakan intervensi segera. Hal ini lebih sering terjadi pada ileostomi dimana produk stomanya cair dan mengandung zat proteolitik dari enzim pancreas.

Komplikasi ini terjadi mungkin karena pembuatan lubang stoma yang terlalu besar atau peletakkan stoma diluar muskulus rektus. Relokasi stoma dan penutupan defek hernia adalah tindakan yang paling efektif. d. manipulasi dengan diet serta penggantian cairan dan elektrolit. Dilatasi stoma biasanya tidak efektif. f. Bilamana stomanya permanen maka konversi loop colostomy ke end colostomy dengan mucous fistule pada tempat yang baru sangat membantu. Lubang stoma dibuat terlalu besar dan setelah itu usus mengecil menjadi normal kembali ukurannya. ini biasanya terjadi karena perkembangan serositis segera setelah periode operasi. Striktura stoma Walaupun striktura stoma merupakan komplikasi yang terjadi kemudian. Bila kasusnya colostomy yang temporer maka diperlukan tindakan definitif menyambung usus. 4. Hernia para stomal Hernia parastomal merupakan problem paling sering yang memerlukan tindakan koreksi pembedahan berkenaan dengan konstruksi kolostomi. e. Konsultasi dengan ahli terapi enterostoma selama periode praoperatif sangat membantu. Prolap stoma Biasanya terjadi pada saat konstruksi stoma usus dalam keadaan dilatasi atau edema. • Berdiskusi dengan individu yang berhasil menghadapi kolostomy sering membantu pasien. • Berikan pasien kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. termasuk perawat terapi enterostomal dan keluarga harus ada di samping pasien untuk memberikan bantuan dan dukungan. Perhatian harus diberikan pada ileostomi dengan produk tinggi dengan menggunakan obat-obat anti diare. diperlukan tindakan eksisi kulit dan skar dan menjahit ulang mukosa intestinal ke kulit untuk membuat lubang stoma yang memadai.enterostomal yang intensif tidak membaik maka diperlukan tindakan pembedahan untuk merekonstruksi stoma tersebut. KONSEP PERAWATAN PRA DAN PASCA OPERASI Pasien yang memerlukan colostomy pada pra operasi dapat dimunculkan intervensi keperawatan sebagai berikut yaitu : Dukungan psikososial : • Pasien yang di diagnosis kanker kolon / rectum memerlukan colostomy permanen dan merasa sedih akibat di diagnosa penyakit dan rencana pembedahan begitu juga yang menjalani colostomy sementara dapat mengekspresikan rasa takut dan masalah yang serupa dengan individu. Paling sering disebabkan oleh nekrosis dan retraksi yang mengakibatkan lepasnya jahitan mukokutaneus sehingga serosa menjadi terpapar dan akibatnya terjadi serositis. • Perawat dapat membantu mengurangi ketakutan dengan memberikan informasi actual tentang prosedur pembedahan dan pembentukan serta penatalaksanaan ostomi. nyeri para stomal. Indikasi tindakan koreksinya adalah adanya gejala obstruksi. Tetapi pada prolaps kolostomi yang berlebihan perlu didiskusikan reseksi pada bagian yang berlebihan tersebut dan merekonstruksi stomanya. kesulitan perawatan stoma atau pemasangan stoma bag / appliance. . • Menunjukkan sikap kompeten yang meningkatkan percaya diri dan kerjasama. • Semua anggota tim kesehatan.

Pada colostomy transversal terdapat feces lunak dan berlendir yang mengiritasi kulit sehingga timbul masalah keperawatan resti gangguan integritas kulit. dikeluarkan jar. iskemia usus dan trauma dapat mengakibatkan munculnya beberapa masalah keperawatan yaitu : oleh karena adanya kanker dan obstruksi menyebabkan feces tidak dapat dikeluarkan. obstruksi. Bila terjadi diverkulosis kronik dapat mengakibatkan striktur lalu obstruksi. feses lunak Resti Perub Ggn Citra -malu dgn komplikasi dan berlendir feces Nutrisi < Dari Tubuh pasngan colostomy agak padat Kebutuhan -takut impoten mengiritasi -takut tjd kebocoran kulit Resti tjd – Nyeri saat aktvs seksual konstipasi -Risiko thd infeksi -perub struktur atau fungsi Resti kerusakan Kurang Integritas diare Pengetahuan kulit Resti Disfungsi Resti kekurangan – sering mengganti kantong stoma Seksual Volume Cairan – takut kebocoran Ggn Pola Tidur Deskripsi : Dari indikasi colostomy yaitu kanker. Pada colostomy desenden atau sigmoid feses agak padat dan sedikit mengiritasi kulit muncul masalah resti terjadi . Pada iskemia usus atau trauma dapat terjadi nekrosis pada jaringan dan akhirnya mengakibatkan obstruksi usus sehingga dapat dilakukan tindakan operasi colostomy. Selain itu bisa terjadi abses perikolik. usus obstruksi obstruksi usus pe ↑ tek intra abdm Tindakan Operasi Colostomy Colostomy colostomy pembatasan adanya luka ada kantong stoma tidak tahu transversal sigmoid atau diet post op didaerah abdomen ttg cara desenden prawatan. sehingga terjadi peningkatan tekanan intra abdomen sehingga dapat diindikasikan untuk tindakan operasi. Oleh karena diare sehingga sering mengganti kantong stoma dan takut terjadi kebocoran muncul masalah gangguan pola tidur. Selain itu dapat terjadi diare muncul masalah resti kekurangan volume cairan.WOC……!!! Kanker obstruksi peradangan divertikulosis kronis iskemia usus/trauma └─────┘ Feses tidak dpt nekrosis pd striktur abses perikolik nekrosis jar. diverticulitis kronis. peradangan. Begitu juga bila terjadi peradangan maka bisa terjadi nekrosis pada jaringan usus sehingga timbul nyeri.

kurang mengingat 10) Risiko terhadap infeksi b/d sisi masuknya organisme sekunder terhadap pembedahan 6. takut impoten. 3) Nyeri (akut) b/d trauma jaringan dan spasme otot sekunder terhadap pembedahan 4) Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b/d gangguan absorpsi cairan misal: kehilangan fungsi kolon 5) Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d pembatasan masukan secara medik 6) Risiko tinggi terhadap disfungsi seksual b/d perubahan struktur / fungsi tubuh. PERENCANAAN Pada tahap ini diawali dengan membuat prioritas diagnosa keperawatan yang dibuat dengan mengambil acuan pada rencana asuhan keperawatan. Dari WOC di atas dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan yang mungkin muncul pada pasien yang telah dilakukan colostomy adalah sebagai berikut : 1) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit 2) Gangguan citra tubuh 3) Nyeri (akut) 4) Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan 5) Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 6) Risiko tinggi terhadap disfungsi seksual 7) Gangguan pola tidur 8) Risiko tinggi terhadap konstipasi / diare 9) Kurang pengetahuan 10) Risiko terhadap infeksi 5. takut kebocoran kantong 8) Risiko tinggi terhadap konstipasi / diare b/d penempatan ostomi pada kolon sigmoid atau desenden 9) Kurang pengetahuan b/d kurang pemajanan. Pasien yang dilakukan tindakan colostomy dapat tidak tahu tentang cara perawatan. reseksi radikal/ prosedur pengobatan. takut kebocoran saat aktivitas seksual. takut kebocoran kantong / cedera stoma d /d sering mengganti kantong stoma. kerentanan / masalah fisiologis tentang respons dari orang terdekat 7) Gangguan pola tidur b/d factor internal : stress psikologis. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d iritasi kimiawi dari cairan yang keluar pada kulit yang terkena 2) Gangguan citra tubuh b/d biofisikal : adanya stoma. komplikasi colostomy sehigga muncul masalah kurang pengetahuan.konstipasi. perubahan struktur atau fungsi sehingga muncul resti disfungsi seksual. Doenges yaitu sebagai berikut : . Karena tindakan colostomy sehingga adanya luka post operasi sehingga mungkin akan timbul rasa nyeri dan dapat diangkat masalah keperawatan nyeri dan risiko terhadap infeksi. Adanya kantong stoma didaerah abdomen dapat memunculkan masalah gangguan citra tubuh. Dengan adanya pembatasan diet muncul masalah resti perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. kehilangan kontrol usus eliminasi dan psikososial : gangguan struktur tubuh d/d adanya kantong stoma didaerah abdomen. selain itu karena adanya kantong stoma bisa muncul rasa malu dengan pasangan. kesalahan interpretasi informasi.

Rencana Tindakan Rasional 1.Lihat stoma / area kulit peristomal pada tiap penggantian kantong.Sokong kulit sekitar bila mengangkat kantong dengan perlahan.Evaluasi produk perekat dan kecocokan kantung .Kosongkan.Berikan pelindung kulit yang efektif 5. reseksi radikal/ prosedur pengobatan. Lakukan pengangkatan kantong sesuai indikasi. kemudian cuci dengan baik 7. takut kebocoran kantong / cedera stoma d /d sering mengganti kantong stoma. 3) Nyeri (akut) b/d trauma jaringan dan spasme otot sekunder terhadap pembedahan 4) Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b/d gangguan absorpsi cairan misal: kehilangan fungsi kolon 5) Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d pembatasan masukan secara medik 6) Gangguan pola tidur b/d factor internal : stress psikologis.Selidiki keluhan rasa terbakar atau gatal atau melepuh disekitar stoma. Catat iritasi. kemerahan 2. Bersihkan dengan air dan keringkan. gunakan alat yang tepat 6. kerentanan / masalah fisiologis tentang respons dari orang terdekat 9) Kurang pengetahuan b/d kurang pemajanan.Ukur stoma secara periodic mis: tiap perubahan kantong selama 6 minggu pertama. takut kebocoran kantong 7) Risiko tinggi terhadap konstipasi / diare b/d penempatan ostomi pada kolon sigmoid atau desenden 8) Risiko tinggi terhadap disfungsi seksual b/d perubahan struktur / fungsi tubuh. kehilangan kontrol usus eliminasi dan psikososial : gangguan struktur tubuh d/d adanya kantong stoma didaerah abdomen.1) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d iritasi kimiawi dari cairan yang keluar pada kulit yang terkena 2) Gangguan citra tubuh b/d biofisikal : adanya stoma. kmd sekali sebulan selama 6 bulan 3. menunjukkan perilaku / tehnik peningkatan penyembuhan / mencegah kerusakan kulit. kurang mengingat 10) Risiko terhadap infeksi b/d sisi masuknya organisme sekunder terhadap pembedahan Adapun Rencana Perawatan Yang Dapat Dilakukan Adalah : 1) Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d iritasi kimiawi dari cairan yang keluar pada kulit yang terkena Tujuan : dapat mempertahankan integritas kulit Kriteria hasil : pasien dapat mengidentifikasi factor risiko individu. 8. irigasi dan bersihkan kantong ostomi dengan rutin. kesalahan interpretasi informasi.Yakinkan bahwa lubang pada bagian belakang kantung berperekat sedikit lebih besar ⅛ ukuran stoma dengan perekat adekuat menempel pada kantong 4.

Dorong pasien / orang terdekat untuk menyatakan perasaan tentang ostomi 3. 2) Gangguan citra tubuh b/d biofisikal : adanya stoma. kebutuhan intervensi lebih lanjut.Pengosongan dan pencucian kantong dengan cairan yang tepat tidak hanya menghilangkan bakteri dan menyebabkan kantong menjadi bau 6.Memberikan kesempatan untuk pemecahan masalah dan menentukan kebutuhan intervensi lebih lanjut 9.Pastikan apakah konseling dilakukan bila mungkin dan atau ostomi perlu untuk didiskusikan 2.9. Mempertahankan kebersihan membantu pencegahan kerusakan kulit 2.Kaji ulang alasan untuk pembedahan dan harapan masa datang 4.Sesuai dengan penyembuhan edema pascaoperasi (slama 6 mgg pertama) ukuran kantong yang dipakai harus tepat sehingga feses terkumpul sesuai aliran dari ostomi dan kontak dengan kulit dicegah 3. Peningkatan ketergantungan. kehilangan kontrol usus eliminasi dan psikososial : gangguan struktur tubuh d/d adanya kantong stoma didaerah abdomen.Indikasi kebocoran feses dengan iritasi periostomal memerlukan intervensi 8.Catat perilaku menarik diri. Perekatan area yang adekuat penting untuk mempertahankan cincin kantong bila terlalu kencang menyebabkan iritasi kulit saat pengangkatan kantong 4. manipulasi / tidak terlibat pada perawatan 5.Melindungi kulit dari perekat kantong dan memudahkan pengangkatan kantong bila perlu 5.Mencegah trauma pada jaringan stoma dan melindungi kulit periostomal.Mencegah iritasi jaringan / kerusakan sehubungan dengan penarikan kantong 7.Memantau proses penyembuhan / keefektifan alat dan mengidentifikasi masalah pada area.Membantu pemilihan produk yang tepat untuk kebutuhan penyembuhan pasien.Menerima perubahan kedalam konsep diri tanpa harga diri yang negative Menunjukkan penerimaan dengan melihat / menyentuh stoma dan berpartisipasi dalam perawatan diri Menyatakan perasaan tentang stoma / penyakit Mulai menerima situasi secara konstruktif Rencana Tindakan Rasional 1.Berikan kesempatan pasien untuk menerima ostomi melalui partisipasi pada perawatan diri . Tujuan : menyatakan penerimaan diri sesuai situasi Kriteria hasil :.Konsul dengan ahli terapi atau enterostomal 1.

karakteristik.Bantu pasien/orang terdekat utk menerima perubahan tubuh.Dapat memberikan system pendukung yang baik.Memberikan informasi ttg tingkat pengetahuan pasien / orang terdekat terhadap pengetahuan ttg situasi pasien dan proses penerimaan 2.Diskusikan kemungkinan kontak dengan ostomi dan buat perjanjian untuk kunjungan bila diperlukan 1.6.Membantu pasien utk menyadari perasaannya tidak biasa.Kaji nyeri. merasakan baik ttg diri sendiri 8.Dorong pasien untuk menyatakan masalah. mengingat pasien dan memberikan informasi yang tepat 3. Memudahkan penerimaan perubahan sesuai dengan kesadaran pasien akan hidup harus berjalan terus dan dapat menjadi relatif normal 3) Nyeri (akut) b/d trauma jaringan dan spasme otot sekunder terhadap pembedahan Tujuan : menyatakan nyeri hilang / terkontrol Kriteria hasil : menunjukkan nyeri hilang mampu tidur / istirahat dengan tepat menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi dan kenyamanan umum sesuai indikasi siuasi individu Rencana Tindakan Rasional 1.Pasien dapat menerimanya ini lebih mudah bahwa ostomi dilakukan untuk memperbaiki penyakit kronis / jangka panjang daripada sebagai cedera traumatic meskipun ostomi hanya sementara 4.Dugaan masalah pada penilaian yang dapat memerlukan evaluasi lanjut dan terapi lebih ketat 5. Hindari posisi duduk lama .Berikan tindakan kenyamanan. perasaan bersalah 3.Rencanakan / jadwalkan aktivitas perawatan dengan pasien 7. Yakinkan pasien bahwa perubahan posisi tidak akan mencederai stoma 4. memberikan dukungan dengan penerimaan.Pertahankan pendekatan positif selama aktivitas perawatan 8.Ketergantungan pada perawatan diri membantu untuk memperbaiki kepercayaan diri dan penerimaan situasi 6. catat lokasi.Bantu melakukan latihan rentang gerak dan dorong ambulasi dini. intensitas (skala0-10) 2.Meningkatkan rasa control dan meningkatkan harga diri 7.Dorong penggunaan tehnik relaksasi mis : bimbingan imajinasi. Berikan aktivitas senggang 5.

2. catat hipotensi postural.Berikan cairan IV dan elektrolit sesuai indikasi 1. Ambulasi mengembalikan organ keposisi normal dan meningkatkan kembalinya fungsi ketingkat normal 6. Menurunkan tegangan otot.Selidiki dan laporkan adanya kekakuan otot abdominal. turgor kulit baik.Berikan obat sesuai indikasi mis: analgetik 8. tanda vital stabil Rencana Tindakan Rasional 1.Membantu pasien untuk istirahat lebih efektif dan memfokuskan kembali perhatian sehingga menurunkan nyeri dan ketidaknyamanan 5.Menurunkan ketidaknyamanan local.Berikan rendam duduk 1.Menurunkan kekakuan otot /sendi. meningkatkan relaksasi dan dapat meningkatkan kemampuan koping 4. takikardia. ukur feses cair. menurunkan edema dan meningkatkan penyembuhan luka perineal 4) Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b/d gangguan absorpsi cairan misal: kehilangan fungsi kolon Tujuan : dapat mempertahankan hidrasi adekuat Kriteria hasil : membrane mukosa lembab.Awasi tanda vital.Menurunkan ansietas / takut dapat meningkatkan relaksasi dan dapat meningkatkan kemampuan koping 3.Membantu mengevaluasi derajat ketidaknyamanan dan membantu dalam menentukan pilihan atau keefektifan intervensi 2.Menunjukkan status hidrasi / kemungkinan kebutuhan untuk peningkatan penggantian cairan . Evaluasi turgor kulit.Mencegah pengeringan mukosa oral dan ketidaknyamanan. pengisian kapiler dan membrane mukosa 3.6.Diduga inflamasi peritoneal yang memerlukan intervensi medic cepat 7. Timbang BB tiap hari 2.Awasi masukan dan haluaran dengan cermat.Memberikan indicator langsung keseimbangan cairan. kehati-hatian yang tak disengaja dan nyeri tekan 7.Menurunkan nyeri dan juga meningkatkan kenyamanan 8.Awasi hasil lab mis: Ht dan elektrolit 4. pengisian kapiler baik.

Mengidentifikasi kekurangan/kebutuhan untuk membantu memilih intervensi 2.Mulai dengan makanan cair perlahan 4. bila perlu pada jadwal yang teratur .3.Kembalinya fungsi usus menunjukkan kesiapan untuk memulai makan lagi 3.Pada kelemahan atau tidak toleran pada masukan peroral. takut kebocoran kantong / cedera stoma d /d sering mengganti kantong stoma. Kosongkan kantong sebelum tidur.Membantu mengkaji kebutuhan nutrisi pasien dalam perubahan pencernaan dan fungsi usus 5.Tingkatkan diet dari cairan sampai makanan rendah residu bila masukan oral dimulai 6.Dapat diperlukan untuk mempertahankan perfusi jaringan adekuat / fungsi organ 5) Risiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d pembatasan masukan secara medik Tujuan : merencanakan diet untuk memenuhi kebutuhan nutrisi / membatasi gangguan GI Kriteria hasil : dapat mempertahankan BB / menunjukkan peningkatan BB bertahap sesuai tujuan dengan nilai laboratorium normal dan bebas tanda –tanda malnutrisi Rencana Tindakan Rasional 1.Mendeteksi homeostatis atau ketidakseimbangan dan membantu menentukan kebutuhan penggantian 4.Auskultasi bising usus 3.Lakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2.Konsul dengan ahli diet 5. takut kebocoran kantong Tujuan : tidur / istirahat pasien tidak ada gangguan Kriteria hasil : melaporkan peningkatan rasa sehat dan merasa dapat istirahat Tidak mudah marah.Berikan makanan enteral atau parenteral bila diindikasikan 1.Jelaskan perlunya pengawasan fungsi usus dalam periode pasca operasi 2. mual 4. hiperparalimentasi digunakan untuk menambah kebutuhan komponen pada penyembuhan dan mencegah suatu katabolisme 6) Gangguan pola tidur b/d factor internal : stress psikologis.Diet rendah sisa dapat dipertahankan selama 6-8 minggu pertama 6.Menurunkan insiden kram abdomen.Berikan system kantong adekuat. tidak gelisah lagi Rencana Tindakan Rasional 1.

Flatus/feses berlebihan terjadi meski diintervensi.Membantu dalam pembentukan jadwal irigasi efektif 2.rujuk pada ahli diet ttg pembatasan makanan bila berhubungan dengan hal tersebut 6. sedative saat tidur sesuai indikasi 1.Tinjau ulang pola diet dan jumlah/tipe masukan cairan 3.Masukan adekuat dan cairan adalah factor penting dalam menentukan konsistensi feces 3.Tentukan penyebab terlalu banyaknya flatus / feses mis.Obat yang tepat waktu dapat meningkatkan istirahat/ tidur selama periode pasca operasi 7) Risiko tinggi terhadap konstipasi / diare b/d penempatan ostomi pada kolon sigmoid atau desenden Tujuan : membuat pola eliminasi sesuai kebutuhan fisik dan gaya hidup dengan ketepatan jumlah dan konsistensi Kriteria hasil : pasien dapat mengatur pola eliminasinya Konsistensi feses lembek Tidak terjadi diare yang berlebihan Tidak terjadi konstipasi Rencana Tindakan Rasional 1.Pastikan kebiasaan defekasi pasien dan gaya hidup sebelumnya 2.Demonstrasikan penggunaan peralatan irigasi untuk menginjeksikan salin normal per protocol sampai pengurangan didapatkan 4.Pasien akan mampu istirahat lebih baik bila merasa aman tentang stoma dan ostominya 4.Biarkan pasien mengetahui bahwa stoma tidak akan cedera bila tidur 4.3.Kafein dapat memperlambat pasien untuk tidur dan mempengaruhi tidur tahap REM.Berikan analgesic.Libatkan pasien dalam perawatan ostomi secara bertahap 1. pengosongan pada jadwal teratur meminimalkan kebocoran 3.Irigasi yang dilakukan kadang-kadang bermanfaat pada pengosongan usus untuk menghindari kebocoran bila direncanakan kejadian khusus .Identifikasi penyebab meningkatkan kemampuan memperbaiki tindakan yang dapat meningkatkan tidur / istirahat 6.Pasien lebih dapat mentoleransi gangguan dari staf bila ia memahami alasan / pentingnya perawatan 2.Batasi masukan makanan/ minuman mengandung kafein 5. mengakibatkan pasien tidak merasa segar saat bangun 5.

PROSEDUR TINDAKAN a. EVALUASI Hasil yang diharapkan pada evaluasi yaitu : a. reseksi radikal/ prosedur pengobatan.Mengidentifikasi harapan dan keinginan yang akan datang 2.Latihan membantu dalam menerima situasi actual bila hal ini timbul. Dx 2 : menyatakan penerimaan diri sesuai situasi c. Dx 5 : merencanakan diet untuk memenuhi kebutuhan nutrisi / membatasi gangguan GI f. Dx 3 : menyatakan nyeri hilang / terkontrol d. Dx I : dapat mempertahankan integritas kulit b.mencegah kesadaran diri tentang citra tubuh yang berbeda 4. Persiapan psikologis .Pemahaman apakah kerusakan saraf telah mengubah fungsi normal seksual(mis. kerentanan / masalah fisiologis tentang respons dari orang terdekat Tujuan : mengungkapkan pemahaman hubungan kondisi fisik pada masalah seksual Kriteria hasil : melakukan hubungan seksual dengan tepat Tidak malu dengan respons orang terdekat / pasangan Tidak takut impoten Tidak takut terjadi kebocoran saat aktivitas seksual Rencana Tindakan Rasional 1. Persiapan pre operasi 1.terapis terlatih dapat diperluakn untuk memudahkan komunikasi antara pasien dan OT 7.Rehabilitasi dapat dipermudah dengan mendorong pasien mandiri dan terkontrol 8) Risiko tinggi terhadap disfungsi seksual b/d perubahan struktur / fungsi tubuh. Dx 7 : membuat pola eliminasi sesuai kebutuhan fisik dan gaya hidup sesuai dengan ketepatan jumlah dan konsistensi h. Dx 6 : tidur / istirahat pasien tidak ada gangguan g. Dx 8 : mengungkapkan pemahaman hubungan kondisi fisik pada masalah seksual 8.Diskusikan bermain peran kemungkinan interaksi / pendekatan bila menerima pasangan seksual baru 4.Rujuk pada konseling/terapi seksual bila ada 1.Tinjau ulang dengan pasien/OT tentang fungsi seksual dalam hubungannya dengan situasi masing-masing 3.Bila masalah menetap lebih lama beberapa bulan setelah pembedahan.Tentukan hubungan seksual pasien / OT sebelum sakit/ dilakukan pembedahan dan apakah mereka mengantisipasi masalah berkenaan dengan adanya ostomi 2.4. Dx 4 : dapat mempertahankan hidrasi adekuat e.ereksi) membantu pasien/OT memahami pentingnya metoda kepuasaan alternative 3.

Keseimbangan cairan dan elektrolit Selama periode post operasi pengamatan balance cairan sangat penting. Pencegahan sekunder / penanganan kulit yang sudah terjadi kerusakan : Kulit dengan eritema :  Ganti kantong colostomy tiap 24 jam  Bersihkan kulit dengan air hangat dan keringkan  Gunakan kantong colostomy yang tidak menimbulkan alergi Kulit yang erosi : . biasanya diberikan beberapa hari sebelum operasi. denial. lavement dan lavage lambung dengan menggunakan cairan isotonic. Diit Diberikan diit rendah serat untuk mengurangi feses pada colon. Pasien dengan asending colostomy atau colostomy yang diikuti dengan reseksi mungkin fesesnya liquid sehingga diperlukan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. b. Cukur Abdomen dan perineum dipersiapkan untuk pembedahan d. Jika ada iritasi kulit harus dikaji secara hati-hati sehingga tindakan yang diambil tepat. Tujuannya untuk membersihkan colon dari feses dan menghambat pertumbuhan bakteri di colon untuk mencegah infeksi post operasi.Persiapan secara mekanik dengan menggunakan laxative. 3. Pemahaman terhadap keadaan emosi pasien merupakan hal penting untuk mengadakan pendekatan.Antibiotic juga diberikan untuk mengurangi bakteri yang ada di dalam colon. Pemasangan nasogastrik tube mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan udara dalam saluran pencernaan dan mengurangi distensi post operasi. Prinsip perawatan kulit di sekitar stoma antara lain : a. tidak percaya. 2.Pasien yang akan menjalani operasi dengan stoma permanen akan timbul respon kehilangan seperti syok. Pada keadaan ini dorongan psikologis sangat dibutuhkan. Persiapan pembedahan a. 2. . Pencegahan primer yang bertujuan untuk proteksi :  Bersihkan dengan perlahan-lahan  Gunakan skin barrier  Ganti segera kantong bila terjadi kebocoran / rembes b. menolak. Persiapan post operasi 1. Persiapan colon Persiapan colon dilakukan beberapa hari sebelum operasi. c. jauh dari jahitan operasi dan lipatan. Perawatan kulit Iritasi kulit dapat ditekan sekecil mungkin dengan perawatan yang baik atau menggunakan kantong stoma yang mempunyai proteksi kulit. juga disesuaikan dengan kemampuan pasien untuk merawat dengan baik setelah operasi. Letak stoma Letak stoma memungkinkan pasien ketika duduk atau berdiri. . marah. b. Karena dengan stoma berarti pasien akan kehilangan bagian penting dari tubuhnya yang mungkin mempengaruhi perubahan besar dalam hidupnya.

 Sama dengan eritema tetapi setelah dibersihkan olesi daerah erosi dengan sejenis salf misalnya zinksalf  Ganti kantong tiap 24 jam 3. Diit Pasien dengan stoma permanen dianjurkan untuk mengkonsumsi diit yang seimbang. Pasien mempunyai riwayat inflamasi colon e.kacangan. telur. Pasien dengan terapi radiasi c. Menetapkan suatu pengeluaran sehingga dapat melakukan aktivitas normal Kontraindikasi : a. Diit yang dikonsumsi sifatnya individual asal tidak menyebabkan diare. Pasien dengan peristomal hernia c. Pasien dengan diare b. konstipasi dan menimbulkan gas. Latihan sebelum operasi Pengertian : Latihan fisik yang dilakukan oleh pasien sebelum melakukan operasi / tindakan pembedahan Tujuan : Mengurangi efek narkose setelah operasi Kebijakan : Setiap pasien yang akan dilakukan tindakan operasi harus dilakukan latihan sebelum operasi Persiapan : Persiapan pasien : pasien diberitahu tindakan yang harus dilakukan Prosedur kerja : 1. Perawat menjelaskan latihan nafas dalam • Posisi kepala ditinggikan dengan beberapa bantal • Kedua tangan dikepal diletakkan keperbatasan antara perut dan dada serta ibu jari menempel pada tulang iga terakhir • Keluarkan nafas dengan penuh sampai tulang iga terasa turun • Kemudian tarik nafas dalam melalui hidung dan mulut sampai perut terasa naik • Tahan nafas sampai hitungan kelima . Perawat menjelaskan kepada pasien untuk melakukan latihan sebelum dilakukan tindakan operasi 2. Irigasi colostomy Irigasi colostomy adalah lavement melalui stoma dengan tujuan : a. Pasien dengan prognosa jelek d. kacang. Makanan yang dapat menimbulkan gas dan bau seperti kobis. Mengeluarkan feses. Membersihkan saluran pencernaan bagian bawah c. 4. gas dan lendir / mucus yang memenuhi colon b.

Tujuan : 1. kulit sekitar stoma dan mengganti kantong colostomy secara berkala sesuai kebutuhan. Memunculkan dampak psikologis terhadap stoma tersebut Kebijakan : 1. Perawat menganjurkan dan mengajarkan latihan tungkai : • Posisi kepala ditinggikan dengan beberapa bantal • Luruskan kedua tungkai • Angkat tungkai dengan posisi lurus secara perlahan kemudian tekuk lutut dan tahan beberapa menit • Turunkan tungkai secara perlahan dalam posisi lurus • Lakukan sebanyak lima kali 6. Perawat mengajarkan dan menganjurkan pasien untuk melakukan batuk efektif • Posisi kepala ditinggikan dengan beberapa bantal • Letakkan tangan dengan jari saling menyisip diatas perut dengan ibu jari diatas dada • Lakukan nafas perut seperti diatas • Dengan mulut sedikit terbuka tarik nafas penuh • Lakukan batuk 3 kali dengan bunyi “ huck” • Kemudian selagi mulut terbuka tarik nafas dalam dengan cepat • Lakukan batuk dengan kuat 1-2 kali lagi 5. Kantong colostomy . Harus dapat persetujuan pasien / keluarganya 3. Colostomy dibuat berdasarkan indikasi permanen dan temporer 2. Selama melakukan latihan. Pasien / keluarga wajib mendapat pendidikan tentang colostomy Persiapan : 1. Menjaga kebersihan dan mencegah infeksi 2. Perawat menganjurkan pasien untuk melakukan latihan terlampir d. Mempertahankan kenyamanan pasien dan lingkungannya 4. Perawatan colostomy Pengertian : Membersihkan stoma colostomy.• Kemudian keluarkan nafas dengan penuh melalui hidung mulut dan mulut • Ulangi sebanyak 15 kali dan istirahat setiap 5 kali • Lakukan latihan 2 kali sehari 3. Mencegah iritasi kulit sekitar stoma 3. Perawat menganjurkan dan mengajarkan pasien latihan kaki • Posisi kepala ditinggikan dengan beberapa bantal • Luruskan kedua tungkai • Kemudian lakukan gerakan memutar pergelangan kaki dengan arah yang sama • Lakukan pemutaran dengan dua arah ( kiri/kanan) • Lakukan gerakan ini sebanyak 5 kali 7. perawat mengobservasi keadaan pasien 8. Anjurkan dan dampingi pasien untuk melakukan tindakan ini 4.

gas atau mucus. konsistensi. Tahap prainteraksi Cek catatan keperawatan. gunting) 3. siapkan alat dan cuci tangan 2. Dokumentasi Catat hasil kegiatan pada catatan keperawatan e.2. Kapas.9% 4. Zink salp / zink oil 6. Kantong plastic untuk sampah Prosedur Kerja : 1.9 % atau kapas air hangat Keringkan kulit sekitar stoma dengan kasa steril • Observasi stoma dan kulit sekitar stoma • Memberika salep / zink oil tipis-tipis jika ada iritasi kulit sekitar stoma • Mengukur stoma dan membuat lubang kantong colostomy sesuai ukuran stoma • Membuka satu sisi / sebagian perekat kantong colostomy • Menempelkan kantong colostomy dengan posisi sesuai kebutuhan • Menggunakan pincet untuk mempermudah memasukkan stoma melalui lubang kantong colostomy • Membuka sisa perekat dan hindari masuknya udara dalam kantong • Merapikan pasien dan lingkungannya • Merapikan alat dan membuang sampah • Melepas sarung tangan dan cuci tangan 4. kom kecil. Sarung tangan 8. Terminasi • Evaluasi hasil kegiatan • Berikan umpan balik positif pada pasien • Kontrak pertemuan selanjutnya • Cuci tangan 5. 1 set rawat luka ( pinset. dll) • Membuka kantong stoma dengan hati-hati menggunakan pincet dan tangan kiri menekan kulit • Membersihkan kulit sekitar stoma dengan kapas Nacl 0. Nacl 0. Tahap kerja • Berikan kesempatan pasien bertanya • Jaga privasi pasien • Memakai sarung tangan • Pasang pengalas dibagian kanan / kiri sesuai stoma • Observasi produk stoma ( warna. Bengkok dan pengalas 7. prosedur dan lamanya tindakan 3. Kasa steril. Prosedur mengirigasi colostomy Tujuan : Colostomy diirigasi untuk mengosongkan kolon dari feses. panggil nama pasien • Jelaskan tujuan. membersihkan . Tahap orientasi • Beri salam. plester 5.

klem selang dan biarkan pasien beristirahat. Alirkan air hangat masuk kedalam kolon dengan perlahan. pasien dibantu untuk berpartisipasi dalam prosedur supaya belajar melakukannya tanpa bantuan 1. 1000 atau 1500 cc sesuai kebutuhan pasien untuk hasil yang efektif. tetapi kuat terhadap stoma untuk mencegah air mengalir balik. Selanjutnya volume untuk irigasi dapat ditingkatkan sampai 500. kemudian keringkan dasar pengalas dan lipat keatas atau pasang klem yang tepat pada dasar pengalas Rasional : kebanyakan air. lebih disukai setelah makan sehingga waktu ini cocok dengan pola aktivitas pasien pasca operatif. kemudian dengan perlahan angkat 7. yang akan menyebabkan nyeri / kram 3. Lumasi kateter / selang dan masukkan dengan perlahan kedalam stoma. Biarkan pengalas ditempatnya selama kira-kira 30-45 menit sementara pasien duduk dan bergerak Rasional : ambulasi merangsang peristaltik & mengeluarkan seluruh larutan irigasi . Rasional : langkah ini perlu untuk mencegah perforasi usus 4. Mungkin hanya 300 cc cairan yang diperlukan untuk merangsang evakuasi. Air harus mengalir dalam waktu 5 sampai 10 menit. Pegang selang dengan perlahan. Pegang selang di tempatnya selama 10 detik setelah air dimasukkan. biarkan air tetap mengalir dengan perlahan sementara kateter terus dimasukkan. Pemasukan kateter tidak lebih dari 8 cm.feses dan flatus dikeluarkan dalam 10 sampai 15 menit 8. Biarkan 10 sampai 15 menit agar seluruh isinya keluar. Rasional : Kram yang nyeri biasanya disebabkan oleh aliran terlalu cepat atau terlalu banyak larutan. Pasang pengalas irigasi di stoma. Bila kateter sulit masuk. Balutan atau kantung diangkat. Tempatkan ujung pispot Rasional : Ini membantu untuk mengontrol bau. Tahap kerja : Prosedur berikutnya diikuti. Jangan pernah memasukkan kateter secara paksa! Rasional : kecepatan lambat aliran membantu merelakskan usus dan memudahkan passase kateter 5. Pasien : sebelum prosedur dilakukan pasien duduk dikursi toilet atau di toilet itu sendiri. Apabila terjadi kram. Wadah pengirigasi berisi air hangat 500 sampai 1500 ml digantung 45 sampai 50 cm diatas stoma ( setinggi bahu bila pasien duduk). 6. mendorong dan memungkinkan feses dan air mengalir secara langsung kedalam pispot 2.saluran usus bawahdan membuat pola evakuasi teratur sehingga aktivitas kehidupan normal dapat dilanjutkan. Masukkan cairan dalam selang dan biarkan mengalir Rasional : Gelembung air dalam alat dilepaskan sehingga udara tidak masuk kedalam kolon. Persiapan : Waktu : yang tepat untuk irigasi dipilih. Irigasi harus dilakukan pada waktu yang sama setiap hari.

Mungkin hanya memerlukan balutan. Bersihkan area dengan sabun ringan dan air. Ganti balutan atau kantung colostomy Rasional : pasien harus menggunakan kantung sampai colostomy terkontrol dengan baik. keringkan area tersebut Rasional : pembersihan dan pengeringan memberikan rasa nyaman pada pasien 10. .9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful