KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BENGKEL MOTOR

Posted: Oktober 2, 2011 in Uncategorized

0 BAB 1 PENDAHULUAN I. Latar Belakang. Keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan, kerusakan dan segala bentuk kerugian baik terhadap manusia, maupun yang berhubungan dengan peralatan, obyek kerja, bengkel tempat bekerja, dan lingkungan kerja, secara langsung dan tidak langsung. Sejalan dengan kemajuan teknologi, maka permasalahan keselamatan kerja menjadi salah satu aspek yang sangat penting, mengingat resiko bahaya dalam penerapan teknologi juga semakin kompleks. Keselamatan kerja merupakan tanggungjawab semua orang baik yang terlibat langsung dalam pekerjaan dan juga masyarakat produsen dan konsumen pemakai teknologi pada umumnya. Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat kita, termasuk pekerja sepeda motor, kurang memperhatikan keselamatan kerja. Kemungkinan penyebabnya pertama, mereka mungkin tidak memiliki pengetahuan tentang keselamatan kerja. Kedua, mereka sudah tahu, tetapi mengabaikan karena punya kebiasaan buruk. Kebiasaan tidak mematuhi aturan keselamatan kerja untuk pekerja mekanik sepeda motor tidak dapat ditolerir. Untuk menjadi pekerja profesional, setiap orang wajib terlebih dahulu mempelajari keselamatan kerja. Semuanya ada aturan, dan aturan keselamatan kerja harus dilaksanakan dengan kesadaran yang tinggi. Sikap dan kebiasaan kerja yang professional dibentuk melalui disiplin yang kuat. Bahkan, sikap dan kebiasaan kerja merupakan kunci sukses seorang teknisi yang sukses. II. Tujuan Untuk menerapkan daya gelora K3 yang sehat di bengkel motor bisa agar bisa berjalan dengan sempurna.

BAB 2 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BENGKEL MOTOR 1. Tata Peralatan Ruang Bengkel Workshop / Bengkel kerja yang bersih dan tersusun rapi, sangat membantu dalam mengurangi jumlah kecelakaan. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja, pasal 3 mengatur mengenai syarat – syarat keselamatan kerja. Pada pasal 3 menyebutkan bahwa “ Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat -syarat keselamatan kerja untuk memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban ”. Alat-alat dan benda kerja jangan sampai ditinggalkan pada tempat di mana seseorang dapat terjatuh. Jalan yang dilalui oleh pekerja harus bersih. Oleh karena itu, bangku kerja, alat-alat dan benda kerja harus tersusun secara rapi dan sistematis. Oli atau minyak pelumas dan gemuk yang berserakan dilantai, sebelum menimbulkan kecelakaan harus ditutup dengan pasir atau serbuk gergaji 2. Pengecekan Peralatan Bengkel Pada waktu akan mempergunakan palu periksalah apakah kepala palu terpasang kuat pada tangkainya. Harus diperhatikan pula berat palu yang dipakai untuk benda kerja yang akan dipukul. Bagi penggunaan yang khusus, kepala palu terbuat dari plastic yang keras atau karet. Jika mempergunakan kunci pas, kunci ring, dan kunci sock, pergunakanlah ukuran, tipe dan panjang yang tepat. Ukuran yang tidak tepat sering menyebabkan kunci tersebut tergelincir (slip) pada mur atau kepala baut. Selain dari kunci pas dan mur akan menjadi rusak, dapat terjadi kecelakaan pada pekerja. 3. Bahan – Bahan Kimia Di Bengkel Di dalam bengkel motor biasanya terdapat bahan bakar dan minyak pelumas seperti bensin atau premium, solar dan ada kalanya minyak tanah, oli dan gemuk. Bahan ini dipergunakan untuk percobaan menghidupkan mesin maupun sebagai bahan pencuci. Penyimpanan bahan bakar haruslah di tempat yang tertutup, dan jauh dari nyala api maupun cahaya yang keras. Bahan bakar mempunyai sifat yang mudah sekali menguap. Uap bensin mempunyai berat jenis yang lebih ringan dari udara. Karena itu bahan bakar yang menyebar di lantai harus segera dibersihkan. Bila dibiarkan, uap bensin dengan udara sangat mudah menyambar percikan api dan menimbulkan kebakaran dan ledakan. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1

cuaca. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan 2. masuk ke dalam paru-paru melalui pernafasan yang dapat mematikan manusia. Dianjurkan untuk tidak menghidupkan mesin percobaan terlalu lama. hembusan angin. Bila ini terjadi maka dianjurkan untuk mematikan mesin segera. uap. Pemakaian yang berlebihan akan menyebabkan benda kerja malah jadi kotor atau hinggap pada bagian-bagian lain atau di lantai. Tempatkanlah mesin-mesin percobaan pada ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang cukup. Namun. pasal 3 mengatur mengenai syarat – sarat keselamatan kerja. . Tidak perlu ditunggu dan dicari siapa yang ceroboh melakukannya. Bila pembakaran tidak sempurna. Asap Berbahaya di Bengkel Motor. Karena itu jika ada motor yang dihidupkan maka pintu-pintu harus dibuka semua. namun tetap berbahaya. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. Bila harus melakukan pemanasan mesin. Pada pasal 3 menyebutkan bahwa dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk 1. maka asap hitam akan mengepul. asap. 4. kotoran. harus segera dibersihkan. ataupun alat yang berarus listrik. Pembakaran yang sempurna menyisakan gas karbon monoksida yang tidak berwarna. Gas sisa pembakaran yang keluar dari knalpot (silencer) mengandung karbon monoksida (CO).tahun 1970 tentang keselamatan kerja. sinar radiasi. Gas ini adalah racun. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. jika terjadi kebakaran terhadap bahan bakar jangan sekali-kali menyiramnya dengan air. gas. Gas buang melalui knalpot dapat dijadikan indikasi kondisi mesin sebagai ukuran apakah pembakaran sempurna atau kurang sempurna. pasal 3 mengatur mengenai syarat – sarat keselamatan kerja. Gemuk dipergunakan untuk melindungi komponen yang selesai dibersihkan atau untuk membantu pemasangan komponen. karena pekerjaan demikian dapat menimbulkan bunga api. lakukanlah di luar ruangan. karena bahan bakar tersebut akan mengapung di atas air dan kebakaran akan menyebar. debu. Sebuah workshop Otomotif harus mempunyai ventilasi yang baik. Bila terjadi demikian. suara dan getaran Bila ada bahan bakar yang tumpah di lantai. Pergunakanlah gas racun api (extinguisher) atau pasir dan karung goni yang basah untuk memadamkan api. janganlah mengerjakan penyambungan kabel. kelembaban. karena mesti ada sesuatu yang tidak benar terutama dalam penyetelan pembakaran. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu.

dan intensitas dengan nilai ambang batas (NAB) 85 dB (A) secara terus menerus. Sumber kebisingan berasal dari suara mesin gerinda dan suara kompresor pada proses perbaikan dan perawatan sepeda motor. Kebisingan Di Bengkel Motor. uap. infeksi dan penularan. gas. hembusan angin. sinar radiasi. perlakuan dan penyimpanan barang. debu. 2. Dengan kata lain fungsi pendengaran secara fisiologis dapat terganggu.000 Hz. Pembicaraan atau instruksi dalam pekerjaan tidak dapat didengar secara jelas sehingga dapat menimbulkan . Bising dapat diartikan sebagai suara yang timbul dari getaran-getaran yang tidak teratur dan periodik. gas. kelembaban. Gangguan kebisingan ditempat kerja dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. asap. Pada pasal 3 menyebutkan bahwa dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk 1. Kebisingan merupakan masalah kesehatan kerja yang timbul di bengkel motor. 5. suara dan getaran. pasal 3 mengatur mengenai syarat – sarat keselamatan kerja. kelembaban. peracunan. hembusan angin. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. 2. Pengaruh utama dari kebisingan terhadap kesehatan adalah kerusakan pada indera indera pendengar. yang menyebabkan ketulian progresif. asap. debu. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. Gangguan fisiologis adalah gangguan yang mula-mula timbul akibat bising. cuaca. cuaca. Gangguan Kebisingan di tempat Kerja. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No.Pada pasal 3 menyebutkan bahwa dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk 1. sinar radiasi. Gangguan Fisiologis. suara dan getaran. kotoran. Intensitas lebih dari 85 dB dapat menimbulkan gangguan dan batas ini disebut critical level of intensity. kotoran. Manusia masih mampu mendengar bunyi dengan frekwensi antara 16-20. uap. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. kebisingan merupakan suara yang tidak dikehandaki.

Kebisingan juga dapat mengganggu cardiac out put dan tekanan darah. Nilai ambang batas untuk cuaca (iklim) kerja adalah 21º-30ºC suhu basah. Suara yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan stress. sulit konsentrasi dan berfikir. pasal 3 mengatur mengenai syarat – sarat keselamatan kerja. Tekanan panas yang berlebihan akan merupakan beban tambahan yang harus diperhatikan dan diperhitungkan. tetapi juga dipengaruhi oleh panas lingkungan. makin banyak pula panas tubuh akan hilang. baik penampilan kerja maupun kesehatan kerja. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. Dengan kata lain. Pada pasal 3 menyebutkan bahwa dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk 1. . Beban tambahan berupa panas lingkungan dapat menyebabkan beban fisiologis misalnya kerja jantung menjadi bertambah. selain memerlukan tenaga ekstra juga menimbulkan kebisingan. terjadi pertukaran panas antara tubuh manusia yang didapat dari metabolisme dengan tekanan panas yang dirasakan sebagai kondisi panas lingkungan. Gangguan kebisingan yang paling menonjol adalah pengaruhnya terhadap alat pendengaran atau telinga. dan lain-lain. Pembicara terpaksa berteriak-teriak. Suhu efektif bagi pekerja di daerah tropis adalah 22º – 27ºC. Sebaliknya semakin rendah suhu lingkungan. 3. Gangguan Patologis Organis. Gangguan fisiologis lama-lama bisa menimbulkan gangguan psikologis. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Suhu Udara Di Bengkel Motor. Selama pertukaran ini serasi dan seimbang. 2. semakin besar pula pengaruhnya terhadap suhu tubuh.kecelakaan kerja. gangguan jiwa. Makin tinggi panas lingkungan. tidak akan menimbulkan gangguan. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. Gangguan Psikologis. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. 6. Yang dimaksud dengan tempertur efektif adalah suatu beban panas yang dapat diterima oleh tubuh dalam ruangan. yang dapat menimbulkan ketulian yang bersifat sementara hingga permanent. Temperatur efektif akan memberikan efek yang nyaman bagi orang yang berada diluar ruangan. 2. Suhu tubuh manusia yang dapat kita raba/rasakan tidak hanya didapat dari metabolisme.

fume. alat penglihatan. d. pasal 12 mengatur mengenai hak dan kewajiban tenaga kerja untuk mamakai alat pelindung diri. Jenis alat pelindung diri yang digunakan harus sesuai dengan potensi bahaya yang dihadapi serta sesuai denga bagian tubuh yang perlu dilindungi. pelindung pernafasan. terpeleset. setelah pengendalian teknik dan administratif tidak mungkin lagi diterapkan. kaki maupun tubuh pada umumnya. dan sabuk keselamatan. Alat Pelindung Diri (APD) Di Bengkel Motor. Terjatuh. partikel cair. dan yang bisa dikendalikan dengan alat pelindung diri adalah: a. mist. alat pernafasan. Pada pasal 14 menyebutkan bahwa “ pengusaha wajib menyediakan secara cuma-cuma sesuai alat pelindung diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. terinjak benda tajam. c. Kontak dengan bahan kimia baik padat maupun cair. antara lain seperti topi keselamatan. Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.7. pakaian pelindung. Terpapar kebisingan dan getaran. uap. Bagian badan yang perlu dilindungi adalah kepala. Alat Pelindung Mata (kaca mata pengaman). disertai dengan petunjuk yag diperlukan “. Fungsi. Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari: a. debu. Ada beberapa jenis alat pelindung diri yang mutlak digunakan oleh tenaga kerja pada waktu melakukan pekerjaan dan saat menghadapi potensi bahaya karena pekerjaanya. 1. safety shoes. Lemparan benda-benda kecil. sarung tangan. Terhirup gas. e. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Kemasukan benda asing. Menurut hirarki upaya pengendalian diri (controling). alat pendengaran. kulit. f. kejatuhan benda. kaki tertusuk. alat pelindung diri sesungguhnya merupakan hirarki terakhir dalam melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dari potensi bahaya yang kemungkinan terjadi pada saat melakukan pekerjaan. c. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. Potensi bahaya yang kemugkinan terjadi di tempat kerja. Percikan bahan bahan korosif. b. d. Panas dan pancaran cahaya .

yaitu: a. Sumbat Telinga atau ear plug. Jenis. Pelindung pendengaran. Sumbat telinga atau ear plug. Gambar 3 Kacamata pelindung (Protective Goggles) digunakan pada saat mempersihkan Karbulator 3. 2. yaitu alat pelindung telinga yang cara penggunaannya dimasukkan pada liang telinga b. Tutup telinga atau ear muff. Secara umum pelindungi telinga 2 (dua) jenis. sedangkan bunyi atau suara dengan frekwensi untuk pembicaraan (komunikasi) tetap tidak terganggu. Spesifikasi. 1. Biasanya terbuat dari karet.e. Alat pelindung mata mempunyai ketentuan sebagai berikut: a. b. a. Untuk melindungi alat pendengaran (telinga) akibat kebisingan. Sumbatan telinga yang baik adalah yang bisa menahan atau mengabsorbsi bunyi atau suara dengan frekuensi tertentu saja. platik . dan melindungi telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas. Fungsi.lilin atau kapas. yaitu alat pelindung telinga yang penggunaanya ditutupkan pada seluruh daun telinga. Spesifikasi. 3. Tahan terhadap api. Tahan terhadap lemparan atau percikan benda kecil. Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata. Benturan atau pukulan benda keras atau benda tajam. 1. Jenis Kacamata Kaca mata (Spectacles/Goggles). g. .

dan sebuah sabuk kepala (head band) Cawan atau cup berisi cairan atau busa (foam) yang berfungsi untuk menyerap suara yang frekwensinya tinggi Pada umumnya tutup telinga bisa meriduksi suara frekwensi 2800-4000 hz sebesar 35-45 dba Tutup teling harus mereduksi suara yang masuk ke lubang telinga minimal sebesar x. c. Jenis. . dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tenaga kerja. Spesifikasi. minimal sebesar x-85 dba. Antara lain dari hal yang harus dilakukan seseorang untuk melaksanakan keselamatan kerja: a. Overalls. dan tekun. Peraturan Keselamatan Kerja Peraturan keselamatan kerja harus diberlakukan di mana saja oleh setiap orang yang bekerja. mulai dari dada sampai lutut. kiri dan kanan) cawan atau cup. a. Apron. Fungsi. teliti. 1.85 dba. radiasi. debu. panas. Bekerja dengan sungguh-sungguh. bunga api maupun api. bahaya percikan bahan kimia. 2. Istirahatlah bila sudah lelah dan bosan. Usahakan untuk tidak ceroboh dalam bekerja. maupun oleh instansi yang memberikan pekerjaan. Penutup Telinga atau Ear Muff. Pakaian Pelindung.Harus bisa mereduksi suara frekwensi tinggi (4000 dba) yang masuk lubang telinga. Terdiri dari sepasang (2 buah. yang menutupi hanya sebagian tubuh pemakainya. dimana x adalah intensitas suara atau kebisingan di tempat kerja yang diterima oleh tanaga kerja. 3. b. cepat. yang menutupi seluruh bagian tubuh. d. b. b. Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagain atau seluruh tubuh dari kotoran. Menghindari sikap melamun dalam bekerja. Bersikap mawas diri terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan. Macam-macam pakaian pelindung adalah: Pakaian pelindung dari dari kain yang panjang menutup seluruh tubuh. e.

akan tetapi dengan memahami terlebih dahulu sebab-sebab terjadinya kecelakaan dan mengikuti petunjuk-petunjuk kerja. Petunjuk keselamatan kerja yang jelas dan tertulis. maka jumlah kecelakaan pasti akan berkurang. Penelitian bersifat teknis.f. i. Menurut perkiraan 70% dari kecelakaan yang terjadi di workshop disebabkan oleh ketidaktelitian atau kelalaian kerja. Pelayanan Preventif. diharuskan terlebih dahulu memahami tentang petunjuk dan peraturanperaturan tentang keselamatan kerja. Walaupun setiap pekerjaan selalu ada resiko. h. Pelayanan ini diberikan guna mencegah terjadinya penyakit akibat kerja. Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan a. penyakit . Menggunakan alat pengaman dalam bekerja dan tindakan lainnya yang menunjang untuk selamat dalam bekerja. Penelitian psikologis. g. g. Penelitian secara statistik. Pengawasan. Memahami prosedur kerja dan tidak mencoba-coba. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. Riset medis. Pada pasal 13 menyebutkan bahwa “ Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. Menghindari sikap bercanda dalam bekerja. Disiplin terhadap peraturan perundangan b. Waspada dalam bekerja. Sebelum seseorang bekerja pada workshop (bengkel kerja). Program Pelayanan Kesehatan Kerja. pasal 13 mengatur mengenai kewajiban bila memasuki tempat kerja. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. c. promotif. h. pelayanan kesehatan masyarakat pekerja di Bengkel Motor dilaksanakan dengan pendekatan menyeluruh (komprehensif) yaitu meliputi pelayanan preventif. Sebagaimana pelayanan kesehatan masyarakat pada umumnya. Standarisasi prosedur kerja. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. f. d. Pendidikan dan latihan keselamatan. kuratif dan rehabilitatif. i. e.

Pelayanan Promotif. c. Kesehatan lingkungan kerja. mempertinggi efisiensi dan daya produktifitas tenaga kerja di bengkel motor. Peningkatan kesehatan (promotif) pada pekerja dimaksudkan agar keadaan fisik dan mental pekerja senantiasa dalam kondisi baik. Peningkatan status kesehatan (bebas penyakit) pada umumnya. 2. 3.menular dilingkungan kerja dengan menciptakan kondisi pekerja dan mesin atau tempat kerja agar ergonomis. Perbaikan status gizi. 2. Olah raga dan rekreasi. 3. Pemeriksaan kesehatan yang terdiri atas: a. 6. Perlindungan diri terhadap bahaya dari pekerjaan. Pemeriksaan awal/sebelum kerja. 5. menjaga kondisi fisik maupun lingkungan kerja yang memadai dan tidak menyebabkan sakit atau mebahayakan pekerja serta menjaga pekerja tetap sehat. Pelayanan ini diberikan kepada tenaga kerja yang sehat dengan tujuan untuk meningkatkan kegairahan kerja. Konsultasi psikologi. Imunisasi. Kegiatannya antara lain meliputi: 1. Pelayanan Kuratif. pengukuran dan evaluasi). Pemeliharaan dan peningkatan kondisi lingkungan kerja yang sehat. b. Kegiatannya antara lain meliputi: 1. 4. Penyerasian manusia dengan mesin dan alat kerja. Pelayanan pengobatan terhadap tenaga kerja yang menderita sakit akibat kerja dengan pengobatan spesifik berkaitan dengan pekerjaannya maupun pengobatan umumnya serta upaya pengobatan untuk mencegah meluas penyakit menular dilingkungan pekerjaan. 5. Pemeriksaan berkala. Pemeriksaan khusus. Pengendalian bahaya lingkungan kerja agar ada dalam kondisi aman (pengenalan. 6. 4. Pelayanan ini diberikan kepada tenaga kerja yang sudah memperlihatkan gangguan . Pendidikan dan penerangan tentang kesehatan kerja.

Latihan dan pendidikan pekerja untuk dapat menggunakan kemampuannya yang masih ada secara maksimal. Pengurus di wajibkan memeriksakan kesehatan badan. Kegiatannya antara lain meliputi: 1. baik sebagian atau seluruh kemampuan bekerja yang baisanya mampu dilakukan sehari-hari. 3. Pelayanan Rehabilitatif. secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan padanya. Penyuluhan pada masyarakat dan pengusulan agar mau menerima tenaga kerja yang cacat akibat kerja. . 2. Pembinaan kepada para tenaga kerja baru Pembinaan perlu dilakukan pada tenaga kerja baru. Penempatan kembali tenaga kerja yang cacat secara selektif sesuai kemampuannya. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan.kesehatan/gejala dini dengan mengobati penyakitnya supaya cepat sembuh dan mencegah komplikasi atau penularan terhadap keluarganya ataupun teman kerjanya. Kegiatannya antara lain meliputi: 1. Pelayanan ini diberikan kepada pekerja karena penyakit parah atau kecelakaan parah yang telah mengakibatkan cacat. pasal 8 mengatur mengenai pengawasan. Pengobatan terhadap penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Pengobatan terhadap penyakit umum. hal ini sangat berguna untuk membekali para tenaga kerja untuk bisa melakukan aktivitasnya dengan benar sesuai dengan prosedur standartnya di workshop / bengkel kerja. 2. sehingga menyebabkan ketidakmampuan bekerja secara permanen. Pada pasal 8 menyebutkan bahwa : 1. 2. 3. Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

3. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja c.Mensosialisasikan petunjuk penggunaan paralatan di bengkel. Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuanketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan BAB 3 PENUTUP Hal-hal yang dilakukan dalam pelaksanaan kerja di bengkel motor : . Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-syarat tersebut di atas.Tempat kerja mempunyai ruang yang cukup lapang dan bebas halangan dari bahaya.Sebagaimana tercantum dalam undang-undang No. . dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. .Mensosialisasikan kebijakan K3 pada seluruh karyawan bengkel motor. .Kebersihan adalah dasar dari cara bekerja yang aman dan sehat. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a.Sarana obat-obatan (kotak P3K) harus tersedia di setiap ruangan dan isinya harus diperbaharui dan dilaksanakan pemeriksaan berkala. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. . pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. . 2. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja b. d. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. . Pada pasal 9 menyebutkan bahwa : 1. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya.Ventilasi udara dan penerangan harus cukup.Menyediakan sarana kesehatan kerja. . Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.Mensosialisikan penggunaan alat pelindung diri. .Menyediakan alat pelindung diri bagi semua karyawan. pasal 9 mengatur mengenai pembinaan. 4. Potensi bahaya di bengkel motor : Potensi Bahaya pada saat melepas has motor : .

2. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut. tertutup atau terbuka. Kejatuhan gear Potensi bahaya pada saat menambal ban : 1. 2. lapangan. Lampiran 2 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA BAB I TENTANG ISTILAH-ISTILAH Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. termasuk tempat kerja ialah semua ruangan. Tangan terkena knalpot yang panas. 3. Tangan terkena gergaji 2.1. . Tangan terpukul palu. “pengurus” ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Terkena cipratan oli pada saat membersihkan karbulator . “pengusaha” ialah : a. atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2. khususnya terkena cipratan pada mata Potensi bahaya pada saat membuang wadah plastik oli : 1. “tempat kerja” ialah tiap ruangan atau lapangan. Tangan terjepit 2. orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. Luka bakar akibat terkena api saat menambal ban Potensi bahaya pada saat membersihkan karbulator : 1. Potensi bahaya pada saat memasang gear motor : 1. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. Asap hasil pembakaran wadah plastic oli dapat menimbulkan polusi udara.

bersuhu tinggi. pembukaan hutan. peternakan. beracun. pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya. baik di darat. maupun di dasar perairan. diangkut. c) dikerjakan pembangunan. diperdagangkan. jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia. . BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2 1. di dalam air maupun di udara. 2. d) dilakukan usaha: pertanian. atau disimpan atau bahan yang dapat meledak. 5. logam atau bijih logam lainnya. perawatan. pembersihan atau pembongkaran rumah. dicoba. perak. “pegawai pengawas” ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. pengerjaan hutan. yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. dalam air maupun di udara. orang atau badan hukum. dipergunakan. gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan. menimbulkan infeksi. mudah terbakar. dipakai atau dipergunakan mesin. “direktur” ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini. saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana : a) dibuat. orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. 6. menggigit. perkakas. dipakai. gas. e) dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas. f) dilakukan pengangkutan barang. peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan atau peledakan. di dalam tanah. alat. baik di darat. perkebunan.b. yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b). binatang atau manusia. melalui terowongan. perbaikan. batu-batuan. perikanan dan lapangan kesehatan. “ahli keselamatan kerja” ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini. dipermukaan air. b) dibuat. pesawat. baik di permukaan atau di dalam bumi. diolah. minyak atau minieral lainnya. 4. c. di permukaan air. Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja.

penyinaran atau penerimaan radio. ruangan-ruangan atau lapangan-lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja atau yang berada di ruangan atau lapangan itu dan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (2). stasiun atau gudang. q) dibangkitkan. Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja. kelembaban. pembinaan. perahu. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. terjatuh atau terperosok. cuaca. gas. dermaga. suhu. sinar atau radiasi. atau telepon. mencegah dan mengurangi kecelakaan. terkena pelantingan benda. k) dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah. asap. hembusan angin. minyak atau air.g) dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal. disimpan. dibagi-bagikan atau disalurkan listrik. n) dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. j) dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah. sumur atau lobang. pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. dirobah. kejatuhan. hanyut atau terpelanting. m) terdapat atau menyebar suhu. percobaan. r) diputar film. pertunjukan sandiwara atau diselenggarakan reaksi lainnya yang memakai peralatan. kotoran. 3. radar. . dikumpulkan. mencegah. mengurangi dan memadamkan kebakaran. c. televisi. i) dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan. suara atau getaran. BAB III SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA Pasal 3 1. uap. l) dilakukan pekerjaan dalam tangki. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a. penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. h) dilakukan penyelamatan. api. gas. b. dok. instalasi listrik atau mekanik. o) dilakukan pemancaran. p) dilakukan pendidikan.

n. l. asap. memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadiankejadian lain yang berbahaya. pemasangan. h. r. j. peredaran. cara dan proses kerjanya. debu. . memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. peracunan. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. tanaman atau barang. Pasal 4 1. perlengkapan alat-alat perlindungan. barang. p. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. penggunaan. memberi pertolongan pada kecelakaan. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. q. k. hembusan angin. m. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. f. cuaca. sinar radiasi. alat kerja. pembuatan. uap. gas. kotoran. g. memelihara kebersihan. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. suara dan getaran. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. teknik dan teknologi serta pendapatanpendapatan baru di kemudian hari. produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. binatang. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. infeksi dan penularan. kelembaban. i. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. bahan. 2. pemeliharaan dan penyimpanan bahan. o. pengolahan dan pembuatan. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. kesehatan dan ketertiban. lingkungan. pemakaian. pengangkutan. perlakuan dan penyimpanan barang.d. jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi. 2. pengujian dan pengesyahan. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. e. perdagangan.

BAB IV PENGAWASAN Pasal 5 1. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan Undang-undang ini pengusaha harus membayar retribusi menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan tersebut. pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan Undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap Undang-undang ini sedangkan para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya Undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. produk teknis dan aparat produk guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri. 3. Tata cara permohonan banding. susunan Panitia Banding. 3. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan padanya. Barang siapa tidak dapat menerima keputusan direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada Panitia Banding. Pasal 8 1. keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. Pasal 6 1. Wewenang dan kewajiban direktur. 2. Pengurus di wajibkan memeriksakan kesehatan badan. secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan (2).pengepakan atau pembungkusan. 3. 2. tugas Panitia Banding dan lainlainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan . barang. 2. pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan.

saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.perundangan. b. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. BAB VII KECELAKAAN Pasal 11 . dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. BAB VI PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Pasal 10 1. Susunan Panitia Pembina dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Menteri Tenaga Kerja berwenang membertuk Panitia Pembina Keselamatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. d. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja. Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuanketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a. 3. 4. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. 2. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-syarat tersebut di atas. c. 2. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja. tugas dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. BAB V PEMBINAAN Pasal 9 1.

semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. sehelai Undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang . BAB IX KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja.1. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khususditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan. BAB VIII KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA Pasal 12 Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk: a. secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. d. 2. c. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. e. pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. b. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. BAB X KEWAJIBAN PENGURUS Pasal 14 Pengurus diwajibkan : a. Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan.

maka peraturan dalam bidang keselamatan kerja yang ada pada waktu Undangundang ini mulai berlaku. Menyediakan secara cuma-cuma.(seratus ribu rupiah). c. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang ini. semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. BAB XI KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP Pasal 15 1. Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya. semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. untuk memenuhi ketentuan-ketentuan menurut atau berdasarkan Undang undang ini Pasal 17 Selama peraturan perundangan untuk melaksanakan ketentuan dalam Undang-undang ini belum dikeluarkan. 3.000. Pasal 18 Undang-undang ini disebut “UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA” dan mulai berlaku pada hari diundangkan. pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. 2. Pelaksanaan ketentuan tersebut pada pasal-pasal di atas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan. b.berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. pada tempattempat yang mudah dilihat dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. 100. Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. . Pasal 16 Pengusaha yang mempergunakan tempat-tempat kerja yang sudah ada pada waktu Undang undang ini mulai berlaku wajib mengusahakan di dalam satu tahun sesudah Undang-undang ini mulai berlaku. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjukpetunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja..

wordpress. memerintahkan pengundangan Undangundang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya. SOEHARTO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970 Sekretaris Negara Republik Indonesia.com/2011/10/02/kesehatan-dan-keselamatan-kerja-bengkel-motor/ . http://aswar59engineer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful