Contoh PTK IPA SD

Posted by noer al khosim on 06:57 in PTKlaporan | 0 komentar BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang 1. Latar belakang masalah Hasil belajar merupakan tolak ukur keberhasilan dari suatu pembelajaran. Hal ini merupakan hal utama yang diperhatikan oleh berbagai pihak dalam rangka mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Masalah yang dihadapi dalam kenyataan adalah adanya hasil pembelajaran, khususnya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas I di SD Wojo, belum mencapai nilai yang maksimal. Hal ini bisa dilihat dari dari nilai rata-rata ulangan harian yang masih di bawah KKM.Yaitu KKM 75, nilai rata-rata yang diperoleh 65. Masalah ini disebabkan guru dalam menggunakan metode yang kurang sesuai. Kebiasaan guru hanya menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab. Kemampuan guru dalam menggunakan metode demonstrasi masih kurang. Sehingga dalam proses pembelajaran terkesan monoton dan kurang menarik. Di samping penggunakan metode yang kurang sesuai, juga karena alat peraga yang digunakan masih terbatas. Hal ini bisa dilihat dalam proses pembelajaran alat peraga yang digunakan seadanya. Guru tidak menyiapkan alat peraga secara matang. Dengan melihat keadaan seperti ini, otomatis siswa tidak tertarik dalam mengikuti pelajaran. Sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran. Ada siswa yang bercanda, ada yang berlarian ke sana ke mari, ada yang bermain sendiri dan sebagainya. 2. Identifikasi masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :

1. Kemampuan guru dalam menggunakan metode yang sesuai masih kurang 2. Alat peraga yang digunakan masih terbatas 3. Siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran 4. Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA rendah 3. Analisa masalah Dengan memperhatikan paparan tersebut perlu adanya terobosan baru untuk mengatasi masalah tersebut. Maka peneliti melakukan diskusi bersama-sama dengan teman sejawat yang bernama Ibu Badiyah, S. Pd. Berdasarkan hasil diskusi, maka diusulkan agar menerapkan metode demonstrasi untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa. Diharapkan dengan penggunaan metode demonstrasi dapat mengatasi masalah tersebut. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana menerapkan metode demonstrasi pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa? 2. Bagaimana menerapkan metode demonstrasi pada mata pelaajaran IPA untuk meningkatkan aktifitas siswa?

C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Sejalan dengan apa yang sudah diutarakan pada latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan metode demonstrasi. 2. Meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi.

Meningkatkan kualitas pendidikan BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Mengembangkan potensi pembelajaran 3. Meningkatkan pemahaman siswa Siswa lebih termotivasi untuk melaksanakan pembelajaran Memperbaiki tindakan dalam kegiatan pembelajaran b. Tercipta suasana kelas yang efektif dan menyenangkan b. IPA merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. a. c. Siswa a.D. Meningkatkan hasil belajar siswa 2. Guru b. DESKRIPSI TEORI 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam semesta dengan segala isinya. Sekolah a. The Nature of . Nash dalam bukunya . Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam a. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1.

berobyek. IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan konsep berpikir kritis. kimia. 2006 : 1). mikrobiologi). fisiologi. sebab IPA merupakan dasar teknologi sebagai tulang punggung pembangunan dan pengetahuan. bahwa cara IPA mengamati alam ini bersifat analisis. Ada beberapaalasan mengapa IPA diajarkan di SD yaitu : 1. geologi dan mineralogy. yaitu berdasarkan pada hasil observasi terhadap gejala atau fakta. cermat dan menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena yang lain. bermetode dan berlaku secara universal. Orde yang kedua adalah orde konseptual yang didasarkan pada konsep-konsep manusia mengenai alam (Samatowa. Sedangkan life science meliputi biologi (anatomi. Menurut Suyoso (1998:23). citologi. N. 1992 : 3). embriologi. sehingga keseluruhan membentuk suatu perspektif yang baru tentang obyek yang diamatinya (Darmodjo. lengkap. IPA sangat bermanfaat bagi suatu bangsa. Perlunya IPA diajarkan di SD IPA perlu diajarkan di SD karena termasuk dalam kurikulum suatu sekolah ( Samatowa. Orde yang pertama adalah observasi. menyatakan bahwa sains dibentuk karena pertemuan dua orde pengalaman. . 2006 : 4 ). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan menerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku siswa dapat memahami proses IPA dan dapat dikembangkan di masyarakat. 2.Sciencies menyatakan bahwa IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. IPA berasal dari kata sains yang berarti alam. White Head A. sistematis. b. Selain itu Nash juga menjelaskan . Physical science meliputi ilmu-ilmu astronomi. IPA merupakan suatu disiplin ilmu yang terdiri atas physical science (ilmu fisika) dan life science(ilmu biologi). zoologi. meteorology dan fisika. IPA merupakan pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur.

L. 2006:37) : “science should be viewed as a way of thingking in the persuit of understanding nature. Menurut Komarudin yang dikutip oleh Somatowa (2006 : 48 ).Pengalaman visual kita ketika melihat sesuatu sebagian tergantung pada pengalaman kita sebelumnya. pengetahuan dan harapan kita. Pada waktu kegiatan belajar mengajar.3. Model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Model pembelajaran dipandang mampu untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik. maka IPA bukan pelajaran hafalan. Sains adalah pengetahuan yang dikembangkan melalui proses kerjasama temuan-temuan yang ada di alam. suatu deskripsi atau analogi yang langsung diamati. suatu system atau asumsi-asumsi. Chiappeta sebagai berikut (Asma. model merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. data-data. Apabila IPA diajarkan dengan demonstrasi dan percobaan. 2. as a way of investigating claims about phenomena. melainkan pelajaran ketrampilan secara menyeluruh baikfisik maupun psikis. and as a body of knowledge that has resulted from inquiry” Pembelajaran IPA (Sains) harus dipandang sebagai cara berpikir untuk memahami alam. Collette dan E. guru sebaiknya selalu memperhatikan dan mengetahui pengetahuan dasar apa saja yang anak-anak miliki. 4. IPA memiliki nilai-nilai dan potensi pendidikan yang dapat membentuk kepribadian secara menyeluruh. Hal ini dijelaskan juga oleh T. Model ini dapat dipahami sebagai suatu tipe atau desain. Aspek pokok dalam pembelajaran IPA adalah anak dapat menyadari keterbatasan pengetahuan. Pembelajaran IPA di kelas dipandang sebagai suatu proses aktif dan sangat dipengaruhi oleh apa yang sebenarnya ingin dipelajari anak. mengivestigasikan anggapan-anggapan kita tentang fenomena dan sebagai bangunan pengetahuan yang dihasilkan dari proses inkuiri. dan obyek atau . mereka memiliki rasa ingin tahu untuk menggali berbagai pengetahuan baru dan akhirnya dapat mengaplikasinya dalam kehidupan mereka.

Model pembelajaran IPA dapat meningkatkan mutu pembelajaran IPA SD. Model pembelajaran konstruktivisme ini memperhatikan dan mengembangkan serta mempertimbangkan pengetahuan awal siswa yang mungkin diperoleh di luar sekolah. Pengertian Sanjaya (2006). suatu desain yang disederhanakan dari suatu system kerja suatu terjemahan realitas yang disederhanakan. B. Pendekatan dan metode serta alat evaluasi yang digunakan merupakan suatu program pembelajaran yang dirumuskan dengan jelas. Pengetahuan siswa yang mungkin diperoleh di luar sekolah sebaiknya dipertimbangkan sebagai pengetahuan awal siswa dalam sasaran pembelajaran. Model pembelajaran pada dewasa ini adalah pandangan konstruktivisme yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA. situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topic bahasan yang harus didemonstrasikan. Metode demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau prosedur yang dilakukan misalnya : proses mengerjakan sesuatu. suatu despripsi dari suatu system yang mungkin atau imajiner.peristiwa. proses menggunakan sesuatu. Komponen utama yang secara langsung membentuk suatu model pembelajaran adalah materi. dan penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya. membandingkan sustu cara dengan cara lain. METODE DEMONSTRASI 1. Adapun yang dibahas guru pada waktu guru mengajar adalah tahap berpikir siswa sebagai subyek belajar. atau untuk mengetahui / melihat kebenaran sesuatu. dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahwa demonstrasi adalah cara menyajikan pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses. Tujuan . karena sangat mungkin terjadi perbedaan pendapat. 2.

Tidak semua topik dapat dijelaskan secara gambling dan konkrit melalui penjelasan atau diskusi. Alasan Penggunaan Metode Demonstrasi Kapan guru menggunakan metode demonstrasi ? Guru menggunakan metode demonstrasi apabila : a. b. Kelemahan Metode Demonstrasi Beberapa kelemahan metode demonstrasi adalah : 1) Tidak semua guru dapat melakukan demonstrasi dengan baik. Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran yang didemonstrasikan itu. Proses pembelajaran akan sangat menarik. Siswa akan lebih aktif mengamati dan tertarik untuk mencobanya sendiri. Menyajikan materi yang tidak bias disajikan oleh metode lain. Mengembangkan kemampuan pengamatan kepada siswa secara bersama-sama. sebab siswa tak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. ada yang kuat visual. c. Tipe belajar siswa yang berbeda-beda. Kekuatan dan Keterbatasan Metode Demonstrasi a. d. . b. maupun sebaliknya. c. 4. e.Apa tujuan digunakannya metode demonstrasi ? Metode demonstrasi digunakan dengan tujuan sebagai berikut : a. Karena tujuan dan sifat materi pelajaran yang menuntut dilakukan peragaan berupa demonstrasi. b. Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai oleh siswa. tetapi lemah dalam auditif dan motorik. Kekuatan Metode demonstrasi Kelebihan metode demonstrasi adalah : 1) 2) 3) 4) 5) Pelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit sehingga tidak terjadi verbalisme. Memudahkan mengajarkan suatu proses atau cara kerja. Sesuai dengan langkah perkembangan kognitif siswa yang masih dalam fase operasional konkrit. 3. Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada siswa.

2) Terbatasnya sumber belajar. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indicator adanya keinginan siswa untuk belajar. 3) Demonstrasi memerlukan waktu yang lebih banyak dibanding dengan metode ceramah dan tanya jawab. . d. mampu menjawab pertanyaan. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar. mengajukan pendapat. Aktifnya siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. 5. Guru harus terampil melakukan demonstrasi. situasi yang sering tidak mudah diatur dan terbatasnya waktu. C. alat pelajaran. serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Melengkapi sumber. Mengatur waktu sebaik mungkin. Membuat rancangan dan persiapan demonstrasi sebaik mungkin. Pengertian Aktivitas Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya. Siswa dikatakan memiliki keaktivan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti : sering bertanya kepada guru atau siswa lain. AKTIVITAS SISWA 1. 4) Metode demonstrasi memerlukan persiapan dan perancangan yang matang. dapat menjawab pertanyaan guru dan bias bekerjasama dengan siswa lain. Cara Mengatasi Keterbatasan Metode Dmonstrasi Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan metode demonstrasi adalah sebagai berikut : a. mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. c. b. mengerjakan tugas-tugas. alat dan media pembelajaran yang diperlukan untuk demonstrasi. media pembelajaran.

Pentingnya aktivitas belajar siswa ini sesuai dengan tuntutan empat pilar pendidikan . Aktivitas Siswa Bertanya Dalam Pembelajaran Aktivitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa yang seharusnya banyak aktif. sebab siswa sebagai subyek didik yang merencanakan. Semua ciri perilaku tersebut pada dasarnya dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi proses dan dari segi hasil. strategi. 2. siswa masih cenderung pasif dan pembelajaran lebih berpusat kepada guru. dan teknik dalam pembelajaran juga menuntut siswa terlibat secara aktif. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif. Namun realitasnya. Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Pendekatan. diskusi. dan ia sendiri yang seharusnya melaksanakan belajar. Jadi pembelajaran harus menyebabkan siswa belajar aktif dan berpusat pada siswa. dan lain sebagainya. Aktivitas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi. dan learning to live together. metode. Aktivitas lain seperti melakukan penyelidikan melalui praktikum. Keaktivan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. mencatat. Trinandita (1984) menyatakan bahwa “hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktivan siswa”. mengajukan pertanyaan. . learning to do. learning to be oneself. dan mempresentasikan hasil penyelidaikan masih kurang.senang diberi tugas belajar. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran masih terbatas pada mendengar penjelasan guru. mengerjakan LKS. kemudian dilanjutkan dengan latihan soal. 3. yaitu learning to know. dimana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin.

b. Oemar Hamalik (2001 :159) menyatakan prestasi merupakan indikator adanya perubahan tingkah laku siswa. Dari penjelasan para ahli. Pengertian prestasi Menurut beberapa para ahli. Jadi prestasi adalah hasil maksimal dari sesuatu. Orang lain akan mengakui dan menghargai apabila seseorang telah menunjukkan prestasi yang dimilikinya dengan memberikan suatu penghargaan yang berujud materi maupun non materi. Muhibbin Syah (1997 : 14) menyatakan prestasi adalah taraf keberhasilan proses belajar mengajar. 1. HASIL BELAJAR Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. Biasanya prestasi berhubungan . Poerwadarmita (1996 : 169) menyatakan bahwa prestasi adalah apa yang telah dicapai dari hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja. sehingga prestasi baru dapat diperoleh setelah seseorang melaksanakan atau mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan hasil atau kecakapan baru. Pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah suatu kemampuan seseorang yang professional yang didapat dari hasil perubahan tingkah laku. baik berupa belajar maupun bekerja. Hasil belajar berasal dari dua kata dasar yaitu hasil dan belajar. c. istilah hasil dapat diartikan sebagai sebuah prestasi dari apa yang telah dilakukan. Peningkatan prestasi belajar seseorang harus ditunjang dengan kiat yang tinggi sehingga prestasi dapat dicapai secara maksimal. dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi adalah hasil yang dicapai dalam belajar yang merupakan suatu usaha mengadakan perubahan sehingga didapatkan kecakapan baru. ada beberapa definisi tentang prestasi yaitu : a. Berikut ini penjelasan mengenai prestasi belajar.D.

erat dengan adanya kecerdasan atau intelegensi yang erat pula hubungannya dengan belajar. . Reber mendefinisikan belajar sebagai penambahan yang relatif permanen karena adanya pengalaman. Hilgard dan Bower (1975 : 156) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman yang berulang-ulang dalam situasi itu. d. keterampilan. 2) Belajar sebagai perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. f. Santrock dan Yussen mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relative permanen karena adanya pengalaman. Sobri Sutikno (2004) mengartikan belajar adalah suatu proses usaha seseorang yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Thursan Hakim (2002) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan pengetahuan. 2. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan. Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004 : 128) berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan di dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. b. Pengertian Belajar Beberapa definisi belajar menurut para ahli sebagai berikut : a. Pengertian ini dapat dikelompokkan menjadi dua hal (Sugihartono. e. 2007). yaitu : 1) Belajar sebagai proses memperoleh pengetahuan. M. pemahaman. daya fikir dan kemampuan lainnya. c. sikap.

dan berbekas (Winkel. Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil menurut Syiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002 : 120) ialah : a. prestasi adalah bukti usaha yang dapat dicapai. baik secara individual maupun kelompok. Untuk mengetahui tinggi rendahnya prestasi.Pendapat lain mengemukakan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan ilmu pengetahuan. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa. Berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam perubahan tingkah laku dan kemampuan berinteraksi secara langsung yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu tersebut dengan lingkungannya. b. . Prestasi Belajar Menurut Hadari Nawawi (1991 : 100). pengetahuan. konstan. Perubahan ini bersifat relatif. Prestasi belajar dalam cakupan pendidikan siswa sekolah dasar dapat didefinisikan sebagai kemampuan siswa yang dinyatakan dalam bentuk skor setelah siswa menguasai pelajaran dan waktu tertentu. Winkel (1996 : 39) menyatakan bahwa. Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi. 3. 1996 : 36). pemahaman. keterampilan. prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah mata pelajaran tertentu. dan nilai sikap. Jadi prestasi belajar adalah bukti keberhasilan yang dapat dicapai dalam suatu proses psikis yang berlangsung dalam interaksi hubungan dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan. maka diadakan evaluasi dengan alat berupa tes dari guru. keterampilan-keterampilan. nilai-nilai yang akan disimpan atau dilaksanakan menuju kemajuan.

10 (2 x 35 menit) 09.00-10. Deskripsi Pelaksanaan Perbaikan Pelaksanaan perbaikan Pembelajaran ini menempuh langkah-langkah sebagai berikut : .10 (2 x 35 menit) B.00-10. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. 28 Maret 2011 Waktu 09. Subyek Penelitian Perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada : Nama Sekolah Alamat Sekolah Kelas Jumlah siswa Mata Pelajaran : SD WOJO : Jl.Berdasarkan ungkapan pendapat di atas maka dapat ditegaskan bahwa salah satu fungsi hasil belajar siswa di antaranya ialah siswa dapat mencapai prestasi yang maksimal sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. serta siswa dapat mengatasi berbagai macam kesulitan belajar yang mereka alami. 5 Sewon Bantul :I : 36 ( 17 putra dan 19 putri ) : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Waktu pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagai berikut : NO 1 2 I II Siklus Hari / Tanggal Senin. Imogiri Barat Km. 14 Maret 2011 Senin.

Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut : 1) Kegiatan awal Ø Guru menanyakan tentang benda-benda langit. Ø Setiap kelompok mengerjakan tugasnya masing-masing.1. 2) Kegiatan inti Ø Guru memberi penjelasan tentang benda-benda langit. b) Membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran ( RPP ) yang sesuai dengan materi. Perencanaan Setelah melihat kenyataan bahwa dalam proses pembelajaran di SD WOJO khususnya kelas I. Selengkapnya RPP terdapat pada lampiran. Ø Guru mendemonstrasikan tentang benda-benda langit yang meliputi matahari bersinar dengan menggunakan senter. Ø Guru membagi siswa menjadi 9 kelompok. media dan fasilitas yang diperlukan. Pelaksanaan Pada kegiatan pembelajaran ini guru dibantu oleh teman sejawat. Ø Guru dan siswa menyanyikan lagu “Bintang Kecil”bersama-sama. . cahaya bulan yang berasal dari pantulan sinar matahari dan bintang terlihat kecil karena letaknya sangat jauh. c) Mempersiapakan sarana. f) Mempersiapkan lembar observasi. maka penulis mengambil langkah-langkah sebagai berikut : a) Mengadakan koordinasi dan kolaborasi dengan Kepala Sekolah. teman sejawat dan pembimbing untuk menetukan perbaikan. Siklus I a. e) Membuat skenario pembelajaran yang berisikan langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Untuk mengamati jalannya proses belajar mengajar. siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA. d) Memilih metode yang tepat. serta rendahnya hasil belajar siswa. b.

3) Hasil evaluasi menunjukkan belum secara keseluruhan siswa mencapai standar ketuntasan. d. Ø Guru menyimpulkan hasil belajar. 2) Dalam mengerjakan tugas kelompok tidak semua siswa ikut secara aktif mengerjakannya. c.Lembar Penilaian Kemampuan Melaksanakan Perbaikan Pembelajaran. Ø Guru bersama-sama siswa menyanyikan lagu ”Matahari terbenam”. Selain itu. Refleksi Kegiatan refleksi ini bertolak dari hasil observasi yang dilakukan guru dan supervisor selama proses pembelajaran. Ø Guru memberikan tugas pekerjaan rumah. dalam proses belajar mengajar diamati oleh supervisor. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung. guru mengamati keaktifan siswa di dalam kelas. Dari hasil pengamatan guru dan supervisor selama proses perbaikan pembelajaran siklus I ini masih ditemukan masalah-masalah sebagai berikut : 1) Beberapa siswa belum semuanya terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Supervisor mengamati jalannya kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat Penilaian Kemampuan Guru-PKP 1 (APKG-PKP 1).Dari hasil pelaksanaan perbaikan siklus I .Lembar Penilaian Kemampuan Merencanakan Perbaikan Pembelajaran dan Alat Penilaian Kemampuan Guru-PKP 2 (APKG-PKP2).Ø Guru dan siswa membahas hasil tugas hasil tugas kelompok. Ø Guru memberikan motivasi belajar kepada siswa. pengamat membubuhkan tanda (√) pada lembar observasi sesuai pengamatannya. 3) Kegiatan akhir Ø Guru memberikan soal evaluasi Ø Guru dan siswa membahas soal evaluasi.Pengamat mencatat keaktifan siswa dengan menggunakan lembar observasi terstruktur.

Agar dalam pembelajaran dapat berjalan dengan harapan maka solusi yang ditempuh adalah sebagai berikut : 1) Guru harus lebih banyak mendorong siswa untuk aktif dalam belajar. 6) Mempersiapkan lembar observasi.66. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik maka dilakukan perbaikan pembelajaran siklus II. 7) Selengkapnya RPP terdapat pada lampiran. Pelaksanaan Pada siklus II ini guru berusaha menyempurnakan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dan menggunakan media yang lebih lengkap yaitu . 2) Menyusun RPP siklus II 3) Mempersiapkan sarana/media dan fasilitas yang diperlukan. 5) Membuat skenario pembelajarn yang berisi langkah-langkah dalam proses pembelajaran. 2) Dalam mengerjakan tugas kelompok guru mengelilingi semua kelompok dan memotivasi semua anggota kelompok untuk aktif mengerjakan tugasnya.tingkat keaktifan siswa masih kurang yaitu baru 48% dan peningkatan hasil belajar masih kurang memuaskan yaitu 71. 4) Memilih metode yang tepat. Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi tindakan I. teman sejawat dan pembimbing untuk menentukan perbaikan. Siklus II a. 3) Guru lebih banyak memotivasi siswa dalam belajar. 2. b. maka diambil langkah-langkah sebagai berikut : 1) Mengadakan koordinasi dan kolaborasi dengan Kepala Sekolah.

Ø Guru memotivasi siswa agar rajin belajar. Ø Pembahasan hasil kerja tiap kelompok. 1). . pengamat membubuhkan tanda (√) pada lembar observasi sesuai pengamatannya.PKP ( APKG-PKP I ) dan Alat Penilaian Kemampuan Guru – PKP (APKG-PKP II ). Kegiatan inti Ø Guru memberi contoh menempelkan model benda langit yang cocok ditempelkan pada gambar yang sesuai. bintang dan matahari. siswa mencatatnya. “Bintang Kecil”. Ø Guru menyimpulkan hasil belajar. Observasi Selama proses pembelajaran berlangsung guru mengamati keaktifan siswa di dalam kelas. Ø Guru bersama siswa menyanyikan lagu “ Matahari Terbenam”. serta tiruan atau model bulan.gambar suasana siang dan malam. Ø Beberapa anak diminta menempelkan model benda langit pada gambar yang sesuai secara bergiliran. Kegiatan akhir Ø Guru memberikan evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa. Ø Setiap kelompok memajangkan hasil tugasnya. Kegiatan awal Ø Pada apersepsi guru menanyakan tentang benda-benda langit. Ø Guru membahas hasil evaluasi bersama siswa. Ø Siswa dibentuk menjadi 9 kelompok setiap kelompok terdiri atas 4 anak. 1. Selain itu selama proses pembelajaran berlangsung ada supervisor yang bertugas mengamati jalannya pembelajaran dengan menggunakan Alat Penilaian Kemampuan Guru . 3). Ø Guru dan siswa menyanyikan lagu 2). Pengamat mencatat keaktifan siswa dengan menggunakan lembar observasi terstruktur. Ø Setiap kelompok diberi tugas untuk menggambar benda langit yang sesuai dengan perintahnya kemudian mewarnai gambar tersebut.

Motivasi dan hasil belajar siswa pada siklus II ini telah meningkat dengan baik. 2.63 dengan KKM 75. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata 82. Refleksi Berdasarkan hasil observasi bahwa dalam pembelajaran siklus II ini siswa tampak aktif mengikuti pembelajaran.Dari pengamatan teman sejawat pada siklus II ini keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran telah meningkat dengan baik. Hal tersebut ditandai dengan besarnya partisipasi dan keaktifan siswa terhadap proses pembelajaran yaitu 78% sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal. Oleh karena itu tidak diupayakan lagi perbaikan pembelajaran. BAB IV HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN .

Dilihat dari lembar observasi keaktifan siswa dari 36 siswa terdapat 7 siswa yang tidak aktif. Diskripsi Per Siklus PTK ini dilaksanakan dengan 2 siklus. dibahas bersama-sama. Dari 36 siswa terdapat 3 siswa yang tidak aktif.Setelah selesai. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus II keaktifan dan prestasi siswa semakin meningkat.Di samping itu pencapaian nilai evaluasi juga masih rendah yaitu nilai tertinggi 85. dilanjutkan pembahasan hasil kerja kelompok. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran I guru menjelaskan tentang bendabenda langit. dilanjutkan pembahasan. yaitu dengan menempelkan model benda-benda langit pada gambar yang sesuai. Kenaikan 10% dari nilai awal. Berdasarkan refleksi maka pembelajaran diperbaiki dengan Rencana Perbaikan Pembelajaran siklus II. Observasi 4. nilai rata-rata 71. disamping itu dalam tugas kelompok siswa menggambar benda-benda langit yang sesuai dengan perintahnya serta mewarnainyanya. kemudian memberikan lembar tugas kelompok. Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II ini guru lebih banyak memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan 3.66 dengan KKM 75. sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Perencanaan 2. Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan soal-soal evaluasi. Dari banyaknya siswa yang meningkat motivasi belajarnya. 12 siswa yang kurang aktif dan 17 siswa yang aktif.Pada kegiatan penutup guru memberikan tugas evaluasi. Kemudian siswa memajangkan hasil tugas kelompoknya.Lalu guru menyimpulkan hasil belajar. Refleksi Siklus I pada bagian perencanaan menghasilkan Rencana Perbaikan Pembelajaran I. Setelah selesai.A. nilai . 7 siswa yang kurang aktif dan 26 siswa yang aktif. nilai terendah 50. hasil evaluasi belajar siswa juga meningkat dengan nilai tertinggi 95. Dari hasil pengamatan pada siklus I ini pembelajaran pembelajaran masih berpusat pada guru dan tidak semua siswa tersentuh oleh guru. masing-masing siklus terdiri atas : 1.

Adapun data yang telah diperoleh dari perbaikan pembelajaran untuk IPA dengan 2 siklus dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Hasil evaluasi pada siklus II cukup memuaskan. B. Namun belum semua siswa memahami materi dengan baik. Pembahasan Berdasarkan pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran dari awal hingga pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I dan siklus II telah menunjukkan adanya peningkatan. Dengan demikian siswa termotivasi untuk belajar. Sedangkan keaktifan siswa 48%. Siswa menempelkan model benda-benda langit pada gambar yang sesuai.Dari hasil observasi hal ini karena perhatian guru pada siswa belum menyeluruh dan bagi siswa yang berprestasi tidak diberi hadiah misalnya pujian. Tabel Hasil Rerata Nilai Perbaikan Pembelajaran IPA di kelas I SD Wojo Nilai Awal Siklus I Siklus II .terendah 75.63 dengan KKM 75.63 dengan KKM 75 atau meningkat 27% dari nilai awal.66 dengan KKM 75. Siswa menggambar dan mewarnai. Nilai rata-rata yang diperoleh sudah mencapai ketuntasan yaitu 82. Peningkatan data dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa dalam evaluasi yang dilaksanakan. Hasil refleksi yang dilakukan guru pada siklus II guru berupaya memperbaiki pembelajaran dengan meningkatkan perhatian dan memotivasi siswa dengan menyempurnakan metode dan menggunakan media yang lebih bervariasi. terbukti masih ada beberapa anak yang belum mencapai ketuntasan yang diharapkan. nilai rata-rata 82. Siswa terlihat lebih berpartisipasi dalam pembelajaran. Dengan demikian hasil evaluasi meningkat 27% dari nilai rata-rata awal. Pada siklus I nilai rata-rata yang didapat 71. maka tidak diupayakan lagi perbaikan pembelajaran. Dengan melihat hasil perbaikan pembelajaran siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran siklus I belum mencapai hasil yang memuaskan. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa selalu meningkat dari siklus I dan siklus II.

2.66 6.66 10% 82. Untuk data observasi tentang keaktifan siswa tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. 3. . Selain daftar nilai sebagai hasil pembelajaran . Hal ini menunjukkan pemahaman siswa terhadap materi juga semakin meningkat.63 17. peneliti juga menyajikan datadata hasil observasi. Kenaikan ditentukan dari nilai rata-rata siklus dikurangi nilai awal.63 27% Penjelasan tabel : 1. 4. Prosentase dihitung : kenaikan x 100% Nilai Awal Tabel data nilai dapat disajikan dalam diagram batang di bawah ini. Diagram Batang Nilai Perbaikan Pembelajaran Mata Pelajaran IPA kelas I SD Wojo Melalui daftar diagram batang di atas maka terlihat adanya kenaikan nilai ratarata dalam setiap siklus pelaksanaan perbaikan pembelajaran.00 - 71. Nilai awal digunakan sebagai patokan pelaksanaan siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata dihitung dari jumlah nilai yang diperoleh siswa dibagi jumlah siswa.Nilai Rata-rata Kenaikan Prosentase 65. Hasil observasi ini tentang keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA. Tabel Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Kelas I SD Wojo Keaktifan Tidak Aktif Kurang Aktif Aktif Siklus I 7 12 17 Siklus II 3 7 26 Tabel data lembar observasi dapat diperjelas dalam diagram batang di bawah ini.

Memilih dan menggunakan metode yang tepat dalam pembelajaran. Dalam melaksanakan pembelajaran IPA. mulai kegiatan awal sampai akhir sesuai proporsi masing-masing. a. 3. Cara menerapkan metode demonstrasi untuk meningkatkan aktifitas siswa berdasarkan hasil penelitian ini adalah : Guru harus memperhatikan semua siswa. DAFTAR PUSTAKA b. c. Saran Untuk mengoptimalkan hasil belajar. d. 2. 2. antara lain: 1. Bagi siswa yang berprestasi diberi hadiah. sehingga pembelajaran akan lebih konkrit dan bermakna bagi siswa. Guru harus menguasai langkah-langkah demonstrasi dalam pembelajaran. Guru harus lebih banyak mendorong siswa untuk aktif dalam belajar. Kesimpulan 1. Cara menerapkan metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan hasil penelitian ini adalah : Guru harus menguasai materi pelajaran. Guru harus dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya. a.Diagram Batang Keaktivan Siswa BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. B. b. Mengalokasikan waktu dan memanfaatkan waktu dalam pembelajaran dengan baik. Menggunakan media yang lebih vareasi. hendaknya menjadikan metode demonstrasi sebagai cara dalam penyampaian pembelajaran. . ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam pembelajaran. c.

(2008). Nur. Hadari (1991). Soli dkk. Yogyakarta : UNY Perss. Strategi Pembelajaran. Sugihartono. W. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Grasindo. Samatowa. Jakarta . (1996). (2007). . Metodologi Penelitian Bidang Sosial.S. Psikologi Pendidikan. (2006). Hendro (1992). Jakarta : BP2 GSD-Dirjen Dikti. Usman (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Model Pembelajaran Kooperatif. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan. Asma. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan. Nawai. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Nasional. Yogyakarta : Gadjah Mada Perss.Abimanyu. Winkel. et al. Pendidikan IPA. Darmodjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful