PL 3201 MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN

Hubungan Kerja, Koordinasi, dan Kerjasama untuk Pembangunan Berencana
dosen : Ir. Andi Oetomo

Fitri Noor Permatasari 15409056

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

Pendahuluan Suatu pembangunan berencana.I. namun juga dibutuhkan peran swasta serta masyarakat dalam pengoptimalisasian pelaksanaan suatu pembangunan. baik dalam lingkup internal maupun eksternal masing-masing stakeholders. dalam manajemen pembangunan dibutuhkan jalinan hubungan kerja. Stakeholders tidak berarti hanya pemerintah pusat/daerah dalam melaksanakan tanggung jawab pembangunan tersebut. baik pembangunan tingkat daerah maupun pusat membutuhkan stakeholders dalam melaksanakan pembangunan. koordinasi. Keterkaitan ini yang menjadikan kebutuhan akan integrasi peran dan fungsi dari ketiga stakeholders sangat penting dalam pembangunan berencana agar dapat berjalan dengan baik. serta kerjasama di antara ketiga stakeholders untuk memenuhi kebutuhan akan integrasi. Gambar 1 Stakeholders Pembangunan Berencana Pemerintah Masyarakat Swasta Ketiga stakeholders ini memiliki fungsi dan peran masing-masing dalam setiap pembangunan yang saling berkaitan antara satu sama lain. . Oleh karena itu.

hubungan kerja merupakan hubungan yang terjadi antara bagian atau individu baik di dalam organisasi maupun dengan pihak luar organisasi sebagai akibat penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Hubungan Kerja Fungsional adalah hubungan kerja sama antara dua atau lebih unit organisasi/pejabat yang mempunyai kedudukan pada eselon yang setingkat. dan Masalah dalam Hubungan Kerja. hubungan kerja merupakan keseluruhan rangkaian kegiatan antar satuan kerja organisasi yang satu dengan yang lainnya yang merupakan kebulatan utuh dalam rangka mencapai tujuan organisasi sebagai keseluruhan secara efektif dan efisien. Jenis hubungan kerja antara lain :         Hubungan Kerja Vertikal Hubungan Kerja Horizontal Hubungan Kerja diagonal Hubungan Kerja Fungsional Hubungan Kerja Informatif Hubungan Kerja Konsultatif Hubungan Kerja Direktif Hubungan Kerja Koordinatif Jenis hubungan kerja yang lebih dibahas adalah hubungan kerja vertical dan hubungan kerja fungsional. Hubungan Kerja Hubungan kerja memiliki dua definisi. Jenis . hubungan kerja merupakan suatu bentuk mekanisme hubungan antar bagian/individu baik di dalam maupun antar suatu organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi setiap bagian/individu untuk mencapai tujuan organisasi yang efktif dan efisien. Hubungan kerja terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan sifat hubungan antara pihak-pihak yang terlibat.II. Pada jenis hubungan kerja ini terdapat hubungan perintah dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan batas wewenang masing-masing. 1. Sedangkan menurut Soewarno Handajaningrat. Bentuk. Pengertian. Oleh karena itu. 2. Koordinasi.1. dan Kerjasama 2. Hubungan Kerja Vertikal adalah hubungan kerja timbal balik antara atasan dengan bawahannya dari tingkat pejabat tertinggi secara berjenjang sampai ke tingkat pejabat paling bawah. menurut Achmad Basyuni.

Brech)  Proses di mana pimpinan mengembangkan pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam mencapai tujuan bersama (Mc. Farland)  Proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien (Handoko) Koordinasi memiliki prinsip-prinsip dalam pelaksanaannya.F.2. prinsip-prinsip tersebut antara lain : .hubungan kerja ini bertujuan untuk mewujudkan kerja sama yang harmonis sebagai satu kesatuan yang menyeluruh. Koordinasi Koordinasi merupakan jenis mekanisme lebih lanjut dari hubungan kerja. dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan (G.R. Masalah-masalah yang biasa terjadi di dalam hubungan kerja antara lain adalah sebagai berikut :     Tugas dan tanggung jawab kurang dipahami karena kurang jelasnya pembagian tugas dan tanggung jawab Egoisme di antara pihak yang terikat dengan hubungan kerja Spesialisasi dan pembagian kerja yang berlebihan yang menyebabkan ketimpangan tanggung jawab di antara pihak yang terikat hubungan kerja Tidak ada forum komunikasi diantara pihak sehingga membuat hubungan kerja tidak kondusif 2. Definisi koordinasi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :  Usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat.L. Terry)  Mengimbangi dan menggerakkan tim dengan memberikan lokasi kegiatan pekerjaan yang cocok dengan masing-masing dan menjaga agar kegiatan itu dilaksanakan dengan keselarasan yang semestinya di antara para anggota itu sendiri (E.

pada kenyataannya organisasi bersifat heterogen. Obyek atas sasaran yang menjadi acuan koordinasi harus dapat diterima oleh semua pihak 3. Orientasikan perilaku semua pihak pada sasarans ecara terpadu 4. Koordinasi vertical.1. yaitu mengkoordinasikan tindakan-tindakan atau kegiatankegiatan penyatuan. di antaranya adalah : 1. Koordinasi melalui kewenangan. Dorong semangat kerjasaa dan etos kerja semua pihak guna mengefektifkan kegiatan bersama 6. Informasikan semua kebijakan dan dengarkan pendapat dari semua pihak untuk membina kesamaan persepsi dari semua pihak Koordinasi juga memiliki beberapa jenis. Metode dan teknik yang digunakan dalam melakukan koordinasi adalah sebagai berikut : 1. 2. Koordinasi melalui kewenangan ini dianggap merupakan cara yang dapat menjamin terlaksananya koordinasi dengan baik apabila organisasinya bersifat homogen. yaitu: . pengarahan yang dilakukan dalam tingkat organisasi yang setingkat 3. dan negosiasi agar tindakan yang dilakukan tidak menyimpang 7. Koordinasi melalui konsensus. kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya 2. yaitu tindakan ketika coordinator memiliki kedudukan yang lebih tinggi tingkat eselonnya dibandingkan dengan yang dikoordinasikan. adanya saling pengertian 2. Kesamaan persepsi. yaitu kegiatan penyatuan. Koordinasi horizontal. arahkan. Nasehati. Rancang pertemuan berkala guna memonitori kemajuan dan penanganan masalah 5. pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit. Sempurnakan sistem kerja dan sederhanakan bila diperlukan 10. tetapi satu sama lain tidak berada pada satu garis komando. Arahkan semua potensi sumber daya hanya kepada sasaran dan tujuan 9. yaitu memiliki keberagaman jenis dan fungsi yang dapat diidentifikasikan pada struktur organisasinya. Intesifkan pemecahan masalah penghambat koordinasi 8. Koordinasi melalui konsensus ini memiliki tiga jenis pendekatan. Koordinasi diagonal. Namun.

Prinsip fungsionalisasi dalam pemecahan koordinasi. wewenang dan tanggung jawab di tiap satuan kerja yang tidak jelas. Hambatan-hambatan yang terjadi dalam koordinasi vertical. Hambatan-hambatan dalam koordinasi fungsional. bahkan situasi tertentu yang beraneka ragam. Hal ini biasanya diakibatkan oleh yang mengoordinasikan dan dikoordinasikan tidak memiliki hubungan Usaha-usaha memecahkan masalah-masalah koordinasi d. Konsensus melalui ide ini dimaksudkan bahwa setiap orang yang bekerja dalam organisasi berusaha mengindentifikasikan dirinya dalam keseluruhan tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi. Konsensus melalui sistem timbal balik. c. Beberapa faktor yang dapat menghambat pelaksanaan koordinasi adalah sebagai berikut : a. b. Koordinasi ini menggunakan wadah tertentu yang dipergunakan sebagai ajang tukar-menukar informasi. Koordinasi melalui konferensi. Koordinasi melalui suatu forum. Permasalahan ini yang terkadang menjadikan koordinasi tidak berjalan efektif dan efisien.a. Di dalam sistem timbal balik ini dibutuhkan adanya keseimbangan antara tuntutan organisasi (tercapainya koordinasi) dan tuntutan organisasional. 4. nilai-nilai yang dimiliki bersama. Koordinasi melalui pedoman kerja. Motivasi yang dimaksud dalam hal ini adalah kepentingan bersama. 3. c. b. mengadakan kerjasama dalam pemecahan suatu masalah dan pengambilan keputusan bersama dalam pelaksanaan tugas bersama. mengadakan konsultasi. Dilakukan dengan menggunakan pedoman kerja atau sejenis Standard Operating Procedure (SOP) sebagai landasan atau petunjuk dalam melaksanakan koordinasi. 5. Hal ini diartikan dilakukan koordinasi melalui rapatrapat atau sidang-sidang baik yang dilakukan pada tingkat pimpinan maupun pelaksana. serta hal-hal lain yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh instansi yang bersangkutan Dalam pelaksanannya. Biasanya hambatan ini disebabkan oleh perumusan tugas. Konsensus melalui motivasi. . Konsensus melalui ide. sering terjadi masalah dalam pelaksanaan koordinasi.

manajemen pembangunan di perlukan dlaam mengatur kerjasama akses sumber daya termauk pengelolaannya. dan swasta. Outcome dari proses kerjasama pembangunan tersebut adalah hasil pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak khususnya local people. yaitu pemerintah.3. Ketiga stakeholder ini melakukan kerjasama dengan menggunakan prinsip transparan. Memorandum of Understanding (MoU) adalah dokumen yang menjelaskan kesepakatan kerjasama antara dua pihak atau lebih. . Hubungan kerjasama biasanya didasari oleh adanya kesamaan tujuan dan kecocokan dianta stakeholders yang terlibat. dan partisipatif. Kerjasama dalam pembangunan melibatkan 3 stakeholder terkait. Kesepakatan dalam kerjasama yang dinyatakan secara legal adalah kontrak yaitu perjanjian secara tertulis yang dalam persetujuan ini terdapat sanksi hukum antara dua pihak atau lebih untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan. Perjanjian yang dibuat merupakan perjanjian tertulis yang berupa Mou (Memorandum of Understanding). Dengan ketiga prinsip tersebut. Kerjasama merupakan suatu mekanisme lanjutan yang dapat terjalin apabila sudah terjalin hubungan kerja dan koordinasi yang baik antar bagian atau organisasi. Dalam pelaksanaan hubungan kerjasama. biasanya ada legalitas dalam bentuk perjanjian atau kontrak yang menjelaskan tentang hak dan kewajiban setiap bagian yang terlibat dalam kerjasama. Kerjasama Kerjasama adalah Kesepakatan antara dua pihak atau lebih secara tertulis yang menimbulkan hak dan kewajiban pada masing-masing pihak. akuntabel. Dalam MoU terdapat penjelasan mengenai hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pihak. masyarakat sipil. Apabila prinsip-prinsip kerjasama dilaksanakan dengan baik maka akan menghasilkankualitas kerjasama yang baik.2.

Si Gambar xx Asas Kerjasama Sumber : Slide Kerjasama Daerah Suparmono. SE. SE.Si . M. M.Gambar xx Kaitan Antara Kerjasama dengan Manajemen Pembangunan Sumber : Slide Kerjasama Daerah Suparmono.

3. 1997). perencanaan pembangunan. Perencanaan di Indonesia terbagi menurut dimensi pendekatan dan koordinasi (Ginanjar Kartasasmita.1.Perencanaan Proses perencanaan di Indonesia secara normatif dilakukan melalui perencanaan tata ruang. terdapat asas-asas yang harus diterapkan dalam pelaksanaan kerjasama agar kerjasama yang dihasilkan tepat guna. Secara umum.  Perencanaan sektoral. yaitu perencanaan. pengorganisasian. economically feasible. dimana perencanaan ini menitikberatkan pada aspek kegiatan di setiap sektor . dengan memperhitungkan berbagai variasi ekonomi makro. dan perencanaan anggaran dimana ketiga jenis perencanaan ini saling terkait satu sama lain membentuk sistem perencanaan nasional. pelaksanaan. pengarahan danpengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. III. manajemen adalah manajemen adalah proses perencanaan. Stoner. yaitu menurut George R. Sistem dan Prosedur Manajemen Pembangunan Menurut James A. Ketiga asas ini harus dijalankan secara bersamaan dalam pelaksnaan suatu kerjasama. dan berjalan dengan baik. pengelolaan. dan pengawasan. yaitu perencanaan pembangunan nasional dalam skala makro atau menyeluruh untuk menentukan tujuan dan sasaran yang mungkin dicapai dalam jangka waktu dan rencana. yaitu :  Perencanaan makro . dan secara sosial budaya dapat diterima oleh masyarakat.Dalam pelaksanaan kerjasama. tepat sasaran. yaitu :  Perencanaan (Planning)  Pengorganisasian (Organizing)  Penggerakan (Actuating)  Pengawasan (Controlling) Manajemen pembangunan di Indonesia sesuai dengan fungsi manajemen di atas. Manajemen memiliki beberapa fungsi secara umum. asas pelaksanaan kerjasama yaitu secara politis legitimate.F. Terry dimana pada dasarnya manajemen melibatkan empat fungsi besar.

2. sumber daya manusia. Program pembangunan di Indonesia terbagi dua menjadi program skala 5 tahunan dan program tahunan. Setelah kebijakan telah dibuat. Untuk koordinasi pada tingkat kabupaten/kota dilakukan oleh BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten/Kota. maupun regional ke dalam susunan proyek-proyek dan kegiatan-kegiatan dengan berbagai dokumen perencanaan dan penganggarannya. Untuk koordinasi pembangunan di tingkat nasional dilakukan oleh BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Provinsi. Perumusan program dilakukan sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah yang akan dilaksanakan program tersebut. perencanaan ini menitikberatkan pada aspek di mana kegiatan dilakukan (lokasi kegiatan) dalam skala regional. . Tahap ini merupakan tahapan yang dilakukan secara berkelanjutan. teknologi. 3. dan organisasi atau kelembagaan. Sedangkan untuk program tahunan adalah rencana kerja pemerinta (renstra) Program pembangunan di Indonesia membutuhkan kerjasama antar stakeholder yang terkait (pemerintah. swasta. tahap selanjutnya adalah penyusunan program. Untuk program 5 tahunan adlaah RPJM (Rencana Panjang Jangka Menengah) baik di Nasional dan Daerah. perencanaan ini merupakan perencanaan skala rinci dalam perencanaan tahunan. Perencanaan regional. sektoral. Pada tahap ini dilakukan pengerahan sumber daya pembangunan yang terdiri dari dana (modal). Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam mengkaji dan merumuskan kebijakan yang akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan  Perumusan program.  Perencanaan mikro. Pengorganisasian Pembangunan Pengelolaan perencanaan merupakan tahap selanjutnya dari manajemen pembangunan. Tahapan perencanaan pembangunan di Indonesia terdiri dari :  Penyusunan kebijakan. yang merupakan penjabaran rencana-rencana baik makro. dan masyarakat) serta membutuhkan koordinasi yang baik dalam melaksanakan pembangunan tersebut dalam setiap tingkatan.

Dalam tahap implementasi. koordinasi yang dilakukan antar stakeholder harus dapat menjamin bahwa segala usaha pembangunan berjalan dalam arah yang sesuai dan menuju pada pencapaian sasaran. Pelaksanaan perencanaan tata ruang di Indonesia meliputi prosedur penyusunan rencana tata ruang dan prosedur penetapan rencana tata ruang. Pelaksanaan perencanaan tata ruang yang dimaksud meliputi: a. Pemantauan dan evaluasi yang dilakukan dalam pengendalian pembangunan dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pembangunan telah dilaksanakan dan bagaimana hasil pembangunan tersebut berdampak terhadap . perencanaan anggaran merupakan tahapan lanjutan yang menjembatani antara perencanaan pembangunan dan implementasi perencanaan tersebut. prosedur penyusunan dan penetapan rencana rinci tata ruang. terdapat penjaminan bahwa kegiatan pembangunan yang secara fisik dilaksanakan atau dibiayai oleh anggaran pemerintah harus dapat berjalan seperti yang dikehendaki dan dapat mencari sasaran secara efisien seperti yang direncanakan sebelumnya. mengevaluasi.Pengalokasian anggaran pada tahapan ini diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang merupakan bagian dari upaya pembangunan yang direncanakan. prosedur penyusunan dan penetapan rencana umum tata ruang. Dan koordinasi yang dilakukan pada tahap ini adalah upaya untuk menghasilkan pembangunan yang efisien dalam pemanfaatan sumber daya untuk menjamin tercapainya sasaran dan tujuan secara optimal. Pada implementasi pembangunan. dan melakukan tindakan korektif terhadap pelaksanan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana. dan b.4. Pelaksanaan Pembangunan Tahap ini merupakan tahap selanjutnya dari pengorganisasian pembagunan. 3. Tahap ini merupakan tahap implementasi perencanaan dan pengalokasian seluruh sumber daya yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Oleh karena itu. 3.3. Pengendalian Pembangunan Pengendalian pembanngunan dilakukan untuk mengawasi.

tujuan dan sasaran pembangunan dapat dicapai secara optimal. Mekanisme tersebut berupa hubungan kerja. tahap selanjutnya adalah koordinasi. struktur. . Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan untuk suatu pembangunan. Evaluasi terbagi ke dalam dua jenis berdasarkan waktu evaluasi. jika diantara kedua belah pihak yang menjalin hubungan kerja memiliki koordinasi yang baik. yaitu: • On-going Evaluation. • Expost Evaluation. Jika hubungan kerja yang dilakukan sudah efektif dan efisien. terutama dalam melakukan pembangunan. sehingga ada kejelasan wewenang dari setiap hirarki. Selanjutnya. dan kerjasama. Pada koordinasi ada pembagian kerja. Evaluasi ini dilakukan pada saat proses perencanaan masih berlangsung. Evaluasi ini dilakukan pada saat proses perencanaan telah selesai dilakukan dimana hasil evaluasi akan dijadikan masukan di dalam proses perencanaan periode selanjutnya. akan diputuskan apakah akan dijalin kerjasama diantara mereka. dapat diambil langkah-langkan strategis selanjutnya agar pelaksanaan pembangunan selanjutnya dapat menunjang dan tidak merugikan upaya pembangunan secara keseluruhan. hasil evaluasi dapat langsung dijadikan masukan di dalam produk perencanaan.aspek lain yang diukur dengan sasaran yang ingin dicapai dalam rencana awal pembangunan. IV. dibutuhkan suatu mekanisme dalam menghubungkan antar stakeholder yang terkait. Kesimpulan Dalam melaksanakan manajemen pembangunan. Dengan demikian.Kerjasama dilakukan apabila terdapat tujuan bersama. Dengan adanya kerjasama wewenang. dimana hubungan kerja merupakan tahap awal dalam suatu hubungan pekerjaan yang dijalankan sesuai dengan tupoksi dari masing-masing bagian atau organisasi. koordinasi. dan posisi. hak. Ketiga mekanisme ini merupakan tahapan. dan kewajiban antara stakeholder yang terkait menjadi jelas dan pasti karena adanya sistem perjanjian dan kontrak yang dilakukan sebelum menjalankan kerjasama tersebut.

yaitu pemerintah. Dengan melaksanakan ketiga prinsip tersebut dengan koordinasi yang baik.com/ Bab 3 Administrasi Bagi Pembangunan Suparmono. dan pengawasan membutuhkan kerjasama antar stakeholders yang terkait. Pengantar Administrasi Pembangunan Basyuni. Kerjasama yang dilakukan harus menggunakan prinsip transparan. M. pengorganisasian. tugas. Slide Koordinasi dan Hubungan Kerja.ginandjar. Referensi : Tjokroamidjojo. dan fungsi yang berbeda-beda satu sama lain. Bintoro. Slide Kerjasama Daerah. .Manajemen pembangunan yang terdiri dari perencanaan.Si. 2009. swasta. maka kualitas kerjasama akan menjadi lebih baik dan hasil pembangunan yang dilaksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas. Achmad. 1974. dan partisipatif. pelaksanaan. akuntabel. Ketiga stakeholder ini memiliki peran. www. namun tetap dibutuhkan kerjasama untuk menggabungkan peran dan fungsi tersebut ke dalam suatu mekanisme pembangunan. dan masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful