Jenis dan Karakteristik Material BETON

1.1.Pengertian Beton

Beton adalah hasil pencampuran semen portland, air, dan agregat. Kadang-kadang juga
ditambah bahan tambahan yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan, serat, sampai bahan buangan non kimia dengan perbandingan tertentu.

Pada proses terbentuknya beton, semen dan air akan membentuk pasta semen yang berfungsi sebagai perekat / pengikat dalam proses pengerasan. Pada proses pengerasan, pasta semen dan agregat halus ( pasir ) akan membentuk mortar yang akan menutup rongga-rongga antara agregat kasar ( kerikil atau batu pecah ) sedangkan pori-pori antara agregat halus diisi oleh pasta semen yang merupakan campuran antara semen dengan air sehingga butiran-butiran agregat saling terikat dengan kuat dan terbentuklah suatu massa yang kompak/padat.
1.2 Jenis – Jenis Beton Ada bermacam – macam jenis beton, yaitu : a. Beton Ringan Beton ringan adalah beton yang dibuat dengan beban mati dan kemampuan penghantaran panas yang lebih kecil dengan berat jenis kurang dari 1800 kg/m3. b. Beton Massa Beton massa adalah beton yang dituang dalam volume besar, yaitu perbandingan antara volume dan luas permukaannya besar. Biasanya beton massa dimensinya lebih dari 60 cm. c. Ferrosemen Ferrosemen adalah suatu bahan gabungan yang diperoleh dengan cara memberikan suatu tulangan berupa anyaman kawat baja sebagai pemberi kekuatan tarik dan daktilitas pada mortar semen. d. Beton Serat (Fibre Concrete) Beton Serat (Fibre Concrete) adalah bagian komposit yang terdiri dari dari beton biasa dan bahan lain yang berupa serat. Serat dalam beton ini berfungsi mencegah retak – retak sehingga menjadikan beton lebih daktail daripada beton biasa. e. Beton Non Pasir (No-Fines Concrete), Beton Non Pasir (No-Fines Concrete) adalah bentuk sederhana dari jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan bagian halus agregat pada pembuatan beton. Tidak adanya agregat halus

Beton Mortar Beton Mortar adalah adukan yang terdiri dari pasir. d. air sisa reaksi disedot dengan cara khusus yang disebut cara vacuum. Beton Siklop Beton Siklop adalah beton normal / beton biasa yang menggunakan ukuran agregat yang relatif besar.3. c. dituang. Makin banyak air yang dipakai makin mudah beton segar dikerjakan. Jumlah air yang dipakai dalam campuran adukan beton. Pemakaian butir maksimum kerikil. dan air. g. f. diangkut. dan dipadatkan sebagaimana beton biasa. b. 1. Ukuran agregat kasar dapat mencapai 20 cm. Mortar dapat dibedakan menjadi tiga macam. Pemakaian butir – butir batuan yang bulat. dan mortar semen.1 Beton Segar Hal – hal penting yang berkaitan dengan sifat – sifat beton segar adalah 1.3 Sifat – Sifat Beton 1. Gradasi campuran pasir dan kerikil. Penambahan semen kedalam campuran yang diikuti dengan bertambahnya air pada campuran untuk memperoleh nilai fas tetap. namun proporsi agregat yang lebih besar ini sebaiknya tidak lebih dari 20 % agregat seluruhnya. mortar kapur. 2. e. Unsur – unsur yang mempengaruhi sifat kemudahan pengerjaan beton segar : a. Kecenderungan butir – butir kerikil untuk memisahkan diri dari campuran adukan beton disebut .dalam campuran menghasilkan suatu sistem berupa keseragaman rongga yang terdistribusi di dalam massa beton serta berkurangnya berat jebis beton. Air yang tertinggal hanya air yang dipakai untuk reaksi dengan semen sehingga beton yang diperoleh sangat kuat. Kemudahan pengerjaan ( workability ) Sifat ini merupakan ukuran dari tingkat kemudahan adukan untuk diaduk. f. yaitu: mortar lumpur. Pemisahan kerikil. bahan perekat. Beton Hampa Beton Hampa adalah beton yang setelah diaduk. h. dituang dan dipadatkan.

Menggunakan pasir lebih banyak 1. Memberikan air secukupnya ( sesuai dengan kebutuhan ) b. Pemisahan air dapat dikurangi dengan cara – cara berikut: a. Kekuatan tekan. Memperbesar butir kerikil. Adukan beton jangan dijatuhkan dengan ketinggian terlalu tinggi c. Menambah jumlah air. penuangan maupun pemadatan harus mengikuti cara yang betul.     Kuat tekan beton dipengaruhi oleh : Perbandingan air semen dan tingkat pemadatannya. 3.3. Pemisahan kerikil dari adukan beton kurang baik setelah beton mengeras Untuk mengurangi kecenderungan pemisahan kerikil tersebut maka diusahakan hal – hal sebagai berikut: a. Memberi lebih banyak semen. b. Pemisahan air Kecenderungan air untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada beton segar yang baru saja dipadatkan disebut bleeding. Mengurang semen pada campuran adukan beton b. d. Kecenderungan pemisahan kerikil dapat diperbesar dengan cara: a. enis semen dan kualitasnya . c. Cara pengangkutan. c. Menggunakan air sesedikit mungkin. . Memperkasar permukaan kerikil. Jenis dan lekak – lekuk bidang permukaan agregat.2 Beton Keras Sifat – sifat mekanis beton keras adalah : A. Sifat jangka pendek atau sesaat Sifat jangka pendek terdiri dari : 1.segregation.

3. A. 2.   Umur (pada keadaan normal kekuatan bertambah sesuai dengan umurnya). Faktor – faktor yang mempengaruhi rangkak adalah: a. Kekuatan tarik Kekuatan tarik beton berkisar seperdelapanbelas kuat desak beton pada waktu umurnya masih muda dan berkisar seperduapuluh sesudahnya. Perawatan f. Rangkak bertambah bila agregat makin halus) e. Perbandingan campuran Bila fas dan volume pasta semen berkurang maka rangkak berkurang. Kekuatan Rangkak dikurangi bila kenaikan kekuatan semakin besar b. Kecepatan rangkak berkurang sejalan dengan umur beton 2. kekuatan geser beton selalu diikuti oleh kekuatan desak dan tarik oleh lenturan bahkan di dalam pengujian tidak mungkin menghilangkan elemen lentur. Suhu (kecepatan pengerasan beton bertambah dengan bertambahnya suhu). c. Sifat jangka panjang Sifat jangka panjang terdiri dari: 1. Kekuatan geser Di dalam praktek. Umur g. Efisiensi dan perawatan. Rangkak Rangkak adalah penambahan terhadap waktu akibat beton yang bekerja. Kekuatan tarik biasanya tidak diperhitungkan di dalam perencanaan bangunan beton. Kuat tarik merupakan bagian penting di dalam menahan retak – retak akibat perubahan kadar air dan suhu. Agregat d. Susut Susut adalah berkurangnya volume elemen beton karena terjadi kehilangan uap air ketika terjadi .

4 Kelebihan dan Kekurangan Beton 1. Beton mempunyai kuat tarik yang rendah sehingga mudah retak. Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau pasangan batu. 1. Faktor – faktor yang mempengaruhi besarnya susut adalah : a. kecuali semen Portland. 1. 3. 2.penguapan. Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal. . Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu. 4. Kondisi lingkungan e. 2. Faktor air semen (semakin besar fas semakin besar pula efek susut) c. Ukuran elemen beton (kelajuan dan besarnya susut akan berkurang bila volume elemen betonnya semakin besar) d. Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan .4. Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu diadakan pada beton yang berdimensi besar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton. 5. Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran sehingga biaya perawatannya rendah 3.1 Kelebihan Beton Kelebihan beton dibanding dengan bahan bangunan lain adalah 1. Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan atau tulangan kasa. Banyaknya penulangan f.1. Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi dan mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan / pembusukan oleh kondisi lingkungan.2 Kekurangan Beton Kekurangan beton dibanding dengan bahan bangunan lain adalah: 1. Bahan tambahan. Agregat sebagai penahan susut pasta semen b.4.

6 Zat – Zat yang Mengurangi Kekuatan Beton Ditinjau dari aksinya. 5. limbah.4. gerakan ombak. lalu lintas. b.5 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton Faktor – faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah: a. Zat yang mengganggu proses hidrasi semen . c. dan lain-lain. alkali. 1. seperti air laut (garam). Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail terutama pada struktur tahan gempa. 1. Beton tidak kedap air sehingga air yang membawa kandungan garam dapat masuk dan merusak beton. Pengaruh cuaca berupa pengembangan dan penyusutan yang diakibatkan oleh pergantian panas dan dingin. Daya tahan terhadap aus (abrasi) yang disebabkan oleh gesekan orang berjalan kaki. Daya perusak kimiawi. asam sulfat. zat – zat yang berpengaruh buruk pada beton dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: a. dan lain-lain.

garam. Variasi mutu bahan (agregat) dari satu adukan dengan adukan berikutnya b.82 Sc). 1. Butiran – butiran yang tidak tahan cuaca yang bersifat lemah dan menimbulkan reaksi kimia antara agregat dan pastanya. lempung.85fc’. kayu. Khusus jika persyaratan kedua yang tidak terpenuhi maka selain memperbaiki adukan beton berikutnya harus pula diambil langkah – langkah untuk memastikan bahwa daya dukung struktur beton yang sudah dibuat masih tidak membahayakan terhadap beban yang akan ditahan. pyrites (tanah tambang yang mengandung belerang). shale. b. Analisis ulang struktur berdasarkan kuat tekan beton sesungguhnya (actual) . maka untuk adukan berikutnya harus diambil langkah – langkah untuk meningkatkan kuat tekan rata – rata betonnya. dan lain – lain. Stabilitas pekerja Pengawasan terhadap mutu beton yang dibuat di lapangan dilakukan dengan cara membuat diagram hasil uji kuat tekan beton dari benda – benda uji yang diambil selama pelaksanaan.b.7 Evaluasi Pekerjaan Beton Kekuatan beton yang diproduksi di lapangan cenderung bervariasi dari adukan ke adukan. Nilai rata – rata dari semua pasangan hasil uji (yang masing – masing pasangan terdiri dari empat hasil uji kuat tekan) tidak kurang dari (fc’+0. Jika salah satu dari dua persyaratan tersebut di atas tidak terpenuhi. arang. misalnya silt atau debu pecahan batu. Langkah – langkah itu antara lain: a. Variasi cara pengadukan c. Zat yang melapisi agregat sehingga mengganggu terbentuknya lekatan yang baik antara agregat dan pasta semen c. Tidak satupun dari hasil uji tekan (rata – rata dari dua silinder) kurang dari 0. Zat – zat pengganggu ini dapat berupa kandungan organik. Dalam buku “Perencanaan Campuran dan Pengendalian Mutu Beton” (1994) tercantum bahwa beton yang dibuat dapat dinyatakan memenuhi syarat (mutunya tercapai) jika kedua persyaratan berikut terpenuhi: a. lempung atau bahan – bahan halus lainnya. Besar variasi tergantung pada berbagai faktor antara lain: a.

2. atau semi destructive test. 3. Uji tidak merusak (non-destructive test). antara lain : 1. Menghitung nilai deviasi standart (S). 5. 3. misalnya dengan Schmidt Rebound Hammer (Hamer Test). Kuat tekan sesuai dengan yang diisyaratkan Mudah dikerjakan Awet Murah Cara yang digunakan : 1.kuat tekan minimum diperoleh dari Lampiran IV . 2.kuat tekan beton langkah a dan b diambil terbesar 4. dan sebagainya Perancangan Campuran Beton Normal admin Feb 20th. Menurut “road note no. 4. Ultrasonic Pulse Velocity Test.b. Menetapkan kuat tekan beton yang disyaratkan fc’ . Pull-out Tet. Menghitung nilai tambah ( margin. Kuat tekan rata-rata perlu fcr dihitung dengan rumus : fcr’ = fc’ + m . lihat lampiran I 2. lihat Lampiran II 3. (m)). 2012 0 Comment advertisement Perancangan beton (beton normal) yang sesuai dengan bahan dasar dan keinginan pembuat. 4.fc” disesuaikan dengan perencanaan struktur dan RKS . yaitu uji bor inti. 4″ Menurut “American Concrete Institute” Menurut cara Inggris “The British Mix Design Method” Menurut SK SNI 03-xxxx-2002 Menurut cara laboratorium Perancangan menurut SK SNI 03-xxxx-2002 Langkah-langkah pokok menurut standart ini adalah : 1.

Penetapan jenis agregat Jenis agregat dapat alami atau buatan advertisement 7.bjh)+((kk/100). 14.5. semen biasa atau semen yang cepat mengeras. Penetapan nilai fas a. Berat semen yang diperlukan dihitung dengan rumus : Wsmn = Wair / fas 12. Penetapan jenis agregat halus. Penetapan jenis semen portland Pilih semen yang dipakai. Jumlah air per meter kubik diperoleh dari Lampiran VI 11. Penetapan nilai slump penetapan nilai slump dengan cara pada Lampiran V 9. penetapan ini di dasarkan pada Tabel dan Gambar gradasi pasir 13. perbandingan berat agregat halus dan agregat kasar diperoleh dari Lampiran VII. fas ditetapkan dengan cara seperti lampiran III b. Berat jenis agregat campuran. untuk lingkungan yang mengandung sulfat perhatikan lampiran IV 6. Porsi agregat halus terhadap agregat campuran. Penetapan besar butir agregat maksimum butir agregat maks ditentukan dengan cara pada Lampiran VI 10. nilai fas dari a dan b diambil terkecil 8.bjk) . fas maksimum diperoleh dari lampiran IV c. dihitung dengan rumus : Bjcamp = ((kh/100).

akan tetapi yang namanya kunci pastilah memiliki gigi-gigi kunci yang lainya” kira-kira seperti itulah perumpamanya.15. berdasar hasil langkah 13 dan 16. disamping harus menguasai disiplin ilmu teknik sipil terutama tentang teknologi bahan konstruksi. Wagr. Perkiraan berat beton. Wagr. Tulisan ini tidak boleh dijadikan acun utama anda dalam membuat beton………….camp = Wbtn – Wair – Wsmn 17. Hitung berat agregat kasar yang diperlukan. Sebagaimana definisi yang telah kita ungkapkan bahwa beton merupakan persenyawaan yang terdiri dari agregat. semen dan zat tambahan jika diperlukan syarat khusus maka kendali proporsi material beton harus kita ketahui. .Penulis tidak bertanggung jawab jika beton anda tidak sesuai dengan yang para ahli syaratkan dan penulis juga tidak bertanggung jawab jika beton anda menjadi jauh lebih baik dibanding dengan beton-beton yang biasa tukang-tukang bangunan kerjakan. Menurut aturan yang berlaku di Indonesia dan secara teoritis perencanaan campuran beton bukanlah hal yang mudah. berat agregat campuran dihitung dengan rumus: Wagr. juga diperlukan laboratorium untuk menganalisa material yang akan kita gunakan dan juga diperlukan lab untuk memguji hasil perencanaan campuran beton.h = kh. pemadatan dan perawatan beton paska pengecoran (inilah yang dimaksud dengan gigi-gigi kunci yang lain). Wagr. air. Untuk mempermudah pelaksanaan hitungan maka dapat dihitung pada formulir isian perancangan campuran beton normal (contoh formulir di lampiran). camp 18. perkiraan berat beton diperoleh dari Lampiran VIII 16. Wagr. Dihitung berat agregat campuran. pengecoran. Mau tahu bagaimana rumutinya unduh dan baca klik disiniSNI 03-2834-2000 “Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”.h = kh. Berawal dari proporsi campuran beton yang baik (inilah yang dimaksud dengan kunci) dan masih didukung oleh faktor yang lainnya yaitu pencampuran. Perencanaan campuran beton merupakan kunci dihasilkanya beton yang baik. Hitung berat agregat halus yang diperlukan. berdasar hasil langkah 13 dan 16. camp 19.

dipadatkan dan difinishing)” 3. Faktor air dan semen adalah perbandingan antara berat air dibandingkan dengan berat semen Jika air kita simbuklan dengan W. Campuran Air dan Semen atau Fakor Air Semen (biasa disingkat FAS) Semakin tinggi pernabdingan campuran air dan semen maka beton malah semakin jelek. jadi perbandingan campuran beton hanya dengan ember masih boleh kok. Penggunaan semen berbanding lurus dengan kekuatan beton. Untuk meningkatkan mutu beton maka anda harus mengurangi perbandingan air dan semen. melainkan harus ditimbang untuk diketahu beratnya). dan semen kita simbulkan dengan C maka rumusnya adalah sbb” FAS= W / C Dimana berat jenis air adalah 1 kg/liter. dan berat jenis semen adalah 3150 kg/m3(disyaratkan ASTM) Berikut ini sedikit acuan dalam merencanakan campuran air dan semen (bukan karya sendiri kok. Cuma menukil) . hanya agar campuran beton anda bisa dikerjakan (bisa diangkut. maka akan dihasilkan beton yang kuat dan baik. penentuan proporsi campuran yang paling baik adalah dengan perbandingan berat (artinya dalam menentukan berapa jumlah pasir. 2. semen. Kandungan semen Semakin banyak semen yang akan anda gunakan. dicor. maka beton yang anda hasilkan semakin jelek. Walaupun didalam pengerjaan beton jika air yang anda gunakan banyak beton semakin mudah dikerjakan dan pekerjaan menjadi lebih ringan.Sebagaimana diungkapakan di bangku perkuliahan dan ini juga pendapat ahli. koral dan air bukan dengan satuan ember/volume. “Kuncinya gunakan air sesedikit mungkin. Tetapi jangan kuatir pembaca untuk pekerjaan yang kecil (rumah anda yang akan dibangun termasuk kecil kok) boleh menggunakan perbandingan volume. Kandungan Air Semakin banyak air yang anda gunakan. Philosofi Pengunaan Material Di Dalam Campuran Beton : 1.

5 Mpa atau 25 Mpa c. hanya permisalan saja) Akan menghasilkan beton dengan kuat tekan 35 Mpa.3. Jangan sekali-kali anda gunakan untuk komponen struktur rumah anda dengan perbandingan ini.2 .1 Keterangan gambar 18. tapi boros semen.2 tentang pemilihan faktor air semen) mau tahu…lihat gambar 18. lha kalau beton anda 20 Mpa masih boleh lah digunakan. Kalau boros semen maka juga akan boros uang dong….1 : a. belum layak kita gunakan untuk struktur rumah anda. hanya permisalan saja) Akan menghasilkan beton dengan kuat tekan 20 Mpa. Rasio antara air dan semen (1) gambar paling pojok kanan tangan anda (artinya jika anda mencampur air 40 liter/40 kg maka semennya 40 kg.2. bukan berati beton anda tiap kubik butuh 40 kg semen lho..Rasio air dan semen 0. Kalau 10 Mpa maaf saja mas. b. bukan berarti beton anda tiap kubik butuh 40 kg semen lho hanya permisalan saja) akan menghasilkan beton dengan kekuatan (kuat tekan) 10 Mpa. kalau beton dengan kuat tekan 35 Mpa ini jika digunakan untuk rumah anda bagus lah.Rasio air dan semen 0.5 (artinya jika anda mencampur air 20 liter/20 kg maka semennya 40 kg. Dalam merencankan faktor air semen jika tidak tersedia data penelitian boleh kok dengan table yang sudah ada (kira-kira begitulah kata SNI 03-2834-2000 pada pasal 4.75 (artinya jika anda mencampur air 30 liter/30 kg maka semennya 40 kg. kalau bisa dinaikan sedikit jadi 22. bukan berati beton anda tiap kubik butuh 40 kg semen lho.Gambar 18.

jika dibandingkan dengan campuran yang normal. Beberapa data dari laboratorium diperlukan dalam membuatnya.Gambar 18.2 Grafik Faktor air Semen terhadap kuat tekan Masih binggungkan!! jika anda akan membuat 1 meter kubik berapa zak semen yang harus digunakan. Pembaca yang budiman tiba saatnya kita membicarakan proporsi campuran beton. Skope pembahasan penulis kali ini berdasarkan proporsi campuran yang sudah baku ditetapakan. Sebaliknya jika beton terdiri dari koral yang banyak. Perencanaan campuran beton sesuai dengan syarat yang telah ditentukan akan menghasilkan beton yang optimal dari sisi kekuatan beton sendiri maupun biaya pembuatan beton. Yang jelas semoga anda faham tulisan-tulisan saya di atas. sabar pembaca…………nanti akan kita tulis kok. 4. beton akan menjadi kasar akan tetapi kekuatanya mejadi lebih baik jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan pasirnya lebih banyak.Agregat (Pasir dan koral) Campuran yang terlalu banyak pasir walapun akan menjadikan beton halus akan tetapi kekuatannya sedikit berkurang. Persayaratan pencampuran beton yang baik sesuai dengan standart SNI telah ada gambaranya pada paragrap di atas. Kekuatan akan semakin menurun jika ketika pencampuran menggunakan molen terlalu lama. walapun hasilnya akan menghasilkan beton dengan variasi kekuatan sesuai dengan keadaan . Pada tulisan kali ini penulis dengan rendah hati belum bisa membahasnya semoga dalam kesempatan yang lain.

SNI telah Mengeluarkan "Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan” baca dan diunduh dulu ya….. unduh disini Dari halaman 3 sampai dengan halaman 5 SNI tersebut akan anda dapati beberapa komposisi beton bervariasi dengan berbagai jenis kekuatan rencana beton.pembuatanya dan asal dari agregatnya. Gambar 18.3 SNI 03-2834-2000 Halaman 3 . tetapi memang badan yang terkait masalah beton ini sudah mengeluarkan beberapa komposisi campuran beton.

4 SNI 03-2834-2000 Halaman4 .Gambar 18.

1422 0.208 1.1394 m3 m3 m3 m3 m3 . VOL 1 3.8 Olah data dari variasi komposisi campuran beton pada SNI 03-2834-2000 Halaman 3 s~d 6 KUAT BETON RENCANA BAHAN SEMEN 1 31.350 5.7407 0.Gambar 18.6 SNI 03-2834-2000 Halaman6 Gambar 18.215 0.48 PASIR KERIKIL AIR 2 28.2 Mpa (K350) W/C=0.7 Keterangan Singkatan SNI 03-2834-2000 Halaman 3 s~d 6 Tabel 18.4764 0.5 SNI 03-2834-2000 Halaman5 Gambar 18.4 Mpa (K325) SEMEN 448 667 1000 215 439 Kg Kg Kg Liter Kg KOMPOSISI CAMPURAN BETON PERB.512 1 NO BERAT JENIS 3150 1400 1350 1000 3150 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 VOLUME 0.

pasir 667 kg.073 0.512 1 3. Cara pembacaan tabel di atas adalah sebagai berikut : Bbaris nomer 1 untuk menghasilkan beton dengan kuat tekan 31.215 0.370 1.49 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 670 1006 215 413 681 1021 215 406 684 1026 215 406 684 1026 215 371 689 1047 215 352 731 1031 215 326 760 1029 215 230 893 1027 200 Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter Kg Kg Kg Liter 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 3150 1400 1350 1000 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 Kg/m3 0. .4 Mpa (K300) W/C=0.5 Mpa (K175) W/C=0.1311 0.3 Mpa (K225) W/C=0.2 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 m3 3.48 diperlukan semen 448 kg.7607 0.W/C=0.1178 0.460 5. Dapat juga dengan perbandingan volume (ingat SNI membolehkan jika pekerjaan dalam skup kecil) dengan cara membuat takaran untuk masing-masing material beton.4786 0.61 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 8 14.5221 0.671 5.512 1 3.6379 0.7622 0.215 0.87 PASIR KERIKIL AIR Dari olah data SNI ini ternyata dihasilkan beberapa komposisi campuran beton dengan berbagi variasi kekuatan beton.7637 0.7563 0.512 1 3.359 1.4886 0.420 5.2 Mpa (K350) W/C=0.4 Mpa (K100) W/C=0.53 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 5 21.7756 0.215 0.344 1.4921 0.435 5.512 1 3.406 3 26.1289 0.4864 0.1289 0.318 1. atau juga bisa dengan membuat takaran untuk semen.52 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 4 24 Mpa (K275) W/C=0.435 5.453 1.485 5.215 0.344 1.9 Mpa (K200) W/C=0.7 Mpa (K250) W/C=0.512 1 3.817 5.4886 0. koral/kerikil 1000kg dan air 215 kg atau liter. adapun material yang lain sesuai dengan perbandingan volume pada table di atas.1117 0.76 0.512 1 3.512 1 4.240 1.1035 0.66 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 9 7.5429 0.365 5.215 0.349 1.56 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 6 19.76 0.215 0.58 PASIR KERIKIL AIR SEMEN 7 16.215 0.7452 0.

dan bagaiman proses pengerjaan beton. Berarti yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pemilihan material. Semoga bermanfaat ya… . jika dibandingkan dengan olah data dari hasil SNI ini kandungan material betonnya lebih baik. Pada kenyataanya para pelaksana pekerjaan rumah yang ada ditempat kita biasanya mencapur dengan perbandingan 1 semen :2pasir :3 koral.Dan perencanaan campuran beton inilah yang dimaksud penulis pada kesempatan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.