SPESIFIKASI TEKNIS

MOBILISASI DAN DEMOBILISASI Penyedia Jasa diharuskan mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan tiap tahap dari pekerjaan sebelum pekerjaan tersebut dimulai. Kerusakan pada alat-alat sebelum digunakan yang akan mengganggu pelaksanaan kerja harus segera diperbaiki atau diganti. Penyedia Jasa wajib mendatangkan alat-alat tersebut tepat pada waktunya. yang perlu diperhatikan adalah: Mobilisasi dan demobilisasi harus dipersiapkan dan dilaksanakan tepat waktu oleh Penyedia Jasa seperti kebutuhan personil dan peralatan. Penyedia Jasa harus menyediakan barak kerja, bangunan dan fasilitas lainnya di lapangan serta biaya operasi yang harus dikeluarkan secara insidentil atau untuk pembayaran persiapan lainnya. Penyedia Jasa harus menyiapkan surat jalan bagi personil yang akan bekerja serta dilaporkan dan disetujui oleh Pengawas Lapangan dan atau Direksi. Penyedia Jasa bersama Pengawas Lapangan wajib melapor kepada camat dan lurah setempat. Apabila pekerjaan-pekerjaan dalam kontrak sudah diselesaikan, Penyedia Jasa harus memindahkan dari lapangan semua fasilitas, peralatan dan perlengkapan yang bukan merupakan bagian dari pekerjaan permanen. Lapangan harus bersih dari bahan-bahan yang tidak digunakan lagi dan bangunan-bangunan sementara harus dibongkar seluruhnya sesuai dengan petunjuk Pengawas Lapangan dan/atau Direksi.

PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
   Galian Tanah Untuk Pondasi ukuran dan posisi galian tanahnya disesuaikan dengan gambar kerja. Setelah pasangan Pondasi dan Canstin terpasang, sisi bagian tepinya diurug kembali dengan tanah bekas galian, tanah urugan harus bebas dari segala kotoran. Lantai dasar Pondasi dan Canstin diurug dengan pasir urug dengan ketebalan 5 cm, pasir harus bebas dari kotoran.

PEKERJAAN TIMBUNAN
 Timbunan pilihan harus digunakan untuk meningkatkan kapasitas daya dukung tanah dasar pada lapisan penopang (capping layer) dan jika diperlukan di daerah galian. Timbunan pilihan dapat juga digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng yang lebih curam karena keterbatasan

3. Semen harus sampai ditempat kerja dalam kondisi baik serta dalam kantong-kantong semen asli dari pabrik artinya tidak ada yang mengeras dan berat per zak sama.3. Agregat Kasar (kerikil atau batu pecah) Agregat yang digunakan adalah agregat alami atau buatan yang memenui syarat menurut PBI 1971 (NI-2). Semen harus disimpan dalam gudang yang kedap air.  Semen Semen portland yang dipakai harus dari jenis I menurut Peraturan Semen Portland Indonesia 1972 (NI-8) atau Britis Standard No. pengaturannya mengikuti petunjk tim MK / pengawas . dan untuk pekerjaan timbunan lainnya dimana kekuatan timbunan adalah faktor yang kritis. dan diatas tanah rawa. Jika pasir dan krikil yang akan dipakai ternyata terlalu kering.    . Agregat harus memenuhi syarat : Tidak mengandung bahan yang dapat merusak beton dan ketahanan tulang terhadap karat. pasal 3. diatas lantai setinggi 30 cm. PEKERJAAN BETON 1. Baik Timbunan Pilihan maupun Timbunan Pilihan Berbutir harus digunakan untuk penimbunan kembali pada abutmen dan dinding penahan tanah serta daerah kritis lainnya yang memiliki jangkauan terbatas untuk pemadatan dengan alat sebagaimana ditunjukkan dalam gambar atau bilamana diperintahkan atau disetujui oleh Direksi Pekerjaan. berventilasi baik. Merk PC dianjurkan Produk dalam negeri satu macam dan dengan persetujuan Konsultan Pengawas. daerah berair dan lokasi-lokasi serupa dimana bahan Timbunan Pilihan dan Biasa tidak dapat dipadatkan dengan memuaskan. jika agregat yang datang ternyata kotor. maka sebelum dipakai harus dicuci terlebih dahulu.  Timbunan Pilihan Berbutir harus digunakan sebagai lapisan penopang ( capping layer) pada tanah lunak yang mempunyai CBR lapangan kurang 2% yang tidak dapat ditingkatkan dengan pemadatan atau stabilisasi. pasir laut tidak dapat digunakan Bersih dari kotoran yang dapat menghalangi ikatan dengan semen. maka sebelum digunakan harus dibasahi dengan siraman air sehingga mencapai kondisi SSD (saturated surface dry)    2. artinya dalam satu satuan pekerjaan tidak digunakan semen dengan merek yang berbeda. Penyimpanan selalu terpisah untuk setiap pengiriman dan penggunaan harus sesuai dengan urutan pengiriman. Kantong-kantong semen tidak boleh ditumpuk lebih dari sepuluh lapis.ruangan.5 atau SNI’ atau Peraturan Beton 1989. 12 1965. maka penggunaannya harus diatur menurut jenis satuan pekerjaan.4 dan 3. Jika terpaksa menggunakan semen dengan merek berbeda.

garam.074 mm % Lewat Saringan 100 91 – 100 80 – 100 50 – 85 25 – 65 10 – 30 5 – 10 0 -. 30 No.38 mm 1. sedangkan ukuran kerikil mengikuti persyaratan dalam PBI (Peraturan Beton Indonesia). air yang dipakai harus bebas dari asam.50 mm 4. keras tidak berpori dan berbentuk kubus . 8 No. zat-zat alkali adan tidak mengandung lebih dari 150% substansi-substansi yang merusak beton. Bila akan digunakan air kerja yang bukan air minum dan mutunya meragukan. zat. 200 Ukuran 9. maka MK atau pengawas dapat minta kepada pelaksana untuk mengadakan penyelidikan tersebut atas tanggungan pelaksana.5cm. A.     Air Air yang digunakan harus bersih dan jernih tidak mengandung minyak atau garam serta zat-zat yan g dapat merusak beton atau baja tulangan. bahan alkali dan organik yang dapat mengurangi mutu beton.   Agregat dapat dipakai agregat alami atau buatan berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batudengan spesifikasi sesuai menurut ASTM C – 33 dan mempunyai ukuran terbesar 2.19 mm 0. air tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai adukan beton. 50 No.    4.149 mm 0.76 mm 2. Bekisting/acuan . 100 No. Untuk adukan dan pemeliharan beton.zat reaktif alkali atau substansi yang merusak beton dan ketahanan tulangan terhadap karat. Agregat kasar terdiri dari butir-butir yang kasar. Agregat Halus Dapat menggunakan pasir alam atau pasir yang dihasilkan dari mesin pemecah batu dan harus bersih dari bahan organic. 16 No. bila ada butir yang pipih maka jumlahnya tidak boleh melebihi 20% dari Value dan tidak boleh mengalami pembubukan sehingga melabihi 50. 4 No.5 kehilangan berat menurut tes mesin los angeles. Pasir laut tidak diperkenankan digunakan dan pasir harus terdiri dari partikel-partikel yang tajam dan keras serta mempunyai gradasi seperti tabel berikut : Saringan 3/8” No. Pasir yang digunakan harus berbutir kasar.297 mm 0. Bahan harus bersih dari zat-zat organic.19 mm 0. Penggunaan air untuk kerja harus mendapat persetuuan MK / pengawas. Lumpur. dalam hal ini sebaiknya digunakan air bersih yang dapat diminum.5 3.

melendut atau bagian-bagian yang membekas pada permukaan. pemasangan bekisting dapat dinaikan 1-2 cm. bila diperlukan dihaluskan menggunakan ampelas. LEVI KONTRAKTOR ISKANDAR MIRZA Direktur . untuk mencegah/mengurangi lendutan beton setelah dibekisting dibongkar. bagian dalam dari bekisting harus bersih dari semua kotoran maupun sepih kayu. Pemasangan bekisting harus benar-benar rata. Rangka/penguat bekisting harus dipasang sedemikan rupa sehingga dapat menjamin kokohnya bekisting.ujung-ujung atau sudut-sudut harus berbentuk penuh dan tajam. Pemasangan bekisting dilaksanakan setelah steiger/perancah scaffolding terpasang dengan baik dengan ijin MK/pengawas. Sebelum pengecoran dimulai. tidak dibenarkan untuk menabur semen kering pada permukaan beton dengan maksud menyerap kelebihan air. toleransi kerataan pada lantai tidak lebih 1cm pada jarak 10m. bagian dalam bekisting harus dilapisi dengan ”solar”. kasar.dengan terlebih dulu mendapat persetujuan tim manajemen konstruksi/pengawas. pembongkaran bekisting dapat dilakukan setelah umur beton 14 hari. Caborandum atau gerinda. CV. Pembongkaran bekisting untuk mencegah lendutan yang cukup besar. berlubangdan tidak memenuhi syarat harusa segera diperbaiki dengan cara memahatnya dan mengisinya kembali dengan adukan beton yang sesuai baik kekuatan maupun warnanya untuk kemudian diratakan. PENYELESAIAN BETON Semua permukaan jadi hasil pekerjaan beton harus rata. lurus tanpa ada bagian-bagian yang keropos. Tidak boleh dilakukan sebelum tercapainya pengerasan beton dipenuhi dan pembongkarannya dilakukan dengan hati-hati tidak boleh merusak beton yang sudah mrngeras. Permukaan lantai beton harus mempunyai bentuk jadi yang rata. Bagian-bagian yang rapuh.       Bekisting harus dibuat berdasarkan dimensi yang tertera dalam gambar rencana. selalu diperiksa horisontal dan vertikalnya. karena ukuran/dimensi yang tertera adalah ukuran cetak beton. Untuk mempermudah dan mengurangi kerusakan pembongkaran bekisting. Sambungan bekisting harus dibuat benar-benar rapat sehingga air adukan beton tidak banyak keluar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful