Menurut kamus besar Bahasa Indonesia : Bank adalah usaha di bidang keuangan yang menarik dan mengeluarkan uang

di masyarakat, terutama memberikan kredit dan jasa di lalulintas pembayaran dan peredaran uang. Menurut UU N0. 10 Tahun 1998 Tentang perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan Pasal 1 (2) : “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Pengertian Perbankan : Pasal 1 (1) UU No. 10/1998 : “perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan” Bank Lembaga Keuangan Lembaga keuangan terdiri dari dua jenis yaitu : - Lembaga keuangan bank - Lembaga keuangan bukan bank

Adalah suatu badan yang melakukan kegiatan dibidang keuangan berupa usaha menghimpun dana, memberikan kredit, sebagai perantara dalam usaha mendapatkan sumber pembiayaan, dan usaha penyertaan modal, semuanya dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui penghimpunan dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga. Lembaga bukan bank beroperasi dibidang pasar uang dan modal Segi usaha pokok yang dilakukan yaitu : - sektor pembiayaan pembangunan berupa pemberian kredit jangka menengah/panjang serta melakukan penyertaan modal. - Usaha ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang-bidang tertentu seperti memberikan pinjaman kepada masyarakat berupa pegadaian. Perbedaannya dengan bank. Lembaga keuangan bukan bank tidak diperkenankan menerima simpanan baik dalam bentuk giro, deposito maupun tabungan. Penghimpunan dana hanya dapat dilakukan dengan pengeluaran kertas berharga. Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank yaitu : 1. Asuransi 2. Lembaga pembiayaan 3. Pegadaian 4. Penyelenggara dana pensiun Sumber Hukum perbankan
 

Undang-Undang Dasar 1945 UU No. 10 Tahun 1998 Tentang perubahan UU No. 7 Tahun 1992 Tentang perbankan

23 Tahun 1999 UU No. yaitu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluragaan. tetapi kita dapat mengemukakan bahwa bank dan orang-orang yang terlibat didalamnya.         UU No. teliti. Pasal 2 UU No 7 tahun 1992 menetapkan bahwa Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Untuk mempertegas makna asas demokrasi ekonomi ini penjelasan umum dan penjelasan Pasal 2 berbunyi : yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi adalah demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945. 10/1998 tentang Perbankan pada Pasal 2 : “ Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian”. Selain itu bank dalam menjalankan usahanya harus selalu mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku secara konsisten dengan didasari oleh itikad baik. dan profesional sehingga memperoleh kepercayaan masyarakat. dan sebagainya. Menurut Rochmat Soemitro ( 1991 : 185 ) pembangunan di bidang ekonomi yang didasarkan pada demokrasi ekonomi menentukan masyarakat harus memegang peran aktif dalam kegiatan pembangunan. dan UU Kepailitan Peraturan Pemerintah Surat Keputusan presiden Keputusan Menteri Keuangan Surat Keputusan dan Surat Edaran Bank Indonesia Peraturan lainya yang berhubungan erat dengan kegiatan perbankan. misalnya : Peraturan Menteri Agraria mengenai Hipotik dan Credietverband. 3 Tahun 2004 Tentang Bank Indonesia Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. tidak ada penjelasan secara resmi. terutama dalam membuat kebijaksanaan dan menjalankan kegiatan usahanya wajib menjalankan tugas dan wewenangnya masing-masing secara cermat. Mengenai prinsip kehati-hatian sebagaimana disebutkan dalam ketentuan Pasal 2 UndangUndang Perbankan. Demokrasi ekonomi ini tersimpul dlam Pasal 33 UUD 1945. ASAS DAN FUNGSI BANK I. (Asas Perbankan) . ASAS Asas Perbankan Indonesia dapat dapat diketahui dalam UU No. memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. Demokrasi ekonomi yang dimaksud adalah demokrasi ekonomi yang berdasarkan UndangUndang Dasar 1945.

Bank berusaha dari dana masyarakat yang disimpan berdasarkan kepercayaan. dan melindungi nama baik dan reputasi lembaga keuangan. 1. Prinsip mengenal nasabah nasabah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. Namun dalam ketentuan tersebut kewajiban merahasiakan itu bukan tanpa pengecualian. Prinsip kepercayaan diatur dalam Pasal 29 ayat (4) UU No 10 Tahun 1998.3/1 0/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal nasabah. Prinsip Kepercayaan ( fiduciary relation principle ) Prinsip kepercayaan adalah suatu asas yang melandasi hubungan antara bank dan nasabah bank. . memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan. Prinsip Kerahasiaan ( secrecy principle) Prinsip kerahasiaan bank diatur dalam Pasal 40 sampai dengan Pasal 47 A UU No 10 Tahun 1998. 4). untuk kepentingan pengadilan perkara pidana. dan dalam rangka tukar menukar informasi antar bank. prinsip kerahasiaan ( secrecy principle). Tujuan yang hendak dicapai dalam penerapan prinsip mengenal nasabah adalah meningkatkan peran lembaga keuangan dengan berbagai kebijakan dalam menunjang praktik lembaga keuangan. 1. dalam perkara perdata antara bank dengan nasabah. 2). menghindari berbagai kemungkinan lembaga keuangan dijadikan ajang tindak kejahatan dan aktivitas illegal yang dilakukan nasabah. Prinsip kehati-hatian tertera dalam Pasal 2 dan Pasal 29 ayat (2) UU No 10 tahun 1998. 1. Menurut Pasal 40 bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya. penyelesaian utang piutang bank yang sudah diserahkan kepada badan Urusan Piutang dan Lelang / Panitia Urusan Piutang Negara (UPLN/PUPN). Tujuan dilakukannya prinsip kehati-hatian ini agar bank selalu dalam keadaan sehat menjalankan usahanya dengan baik dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan norma-norma hukum yang berlaku di dunia perbankan. Prinsip Mengenal Nasabah ( know how costumer principle ) Prinsip mengenal nasabah adalah prinsip yang diterapkan oleh bank untuk mengenal dan mengetahui identitas nasabah. prinsip kehati-hatian (prudential principle ). sehingga setiap bank perlu menjaga kesehatan banknya dengan tetap memelihara dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.Dalam hukum perbankan dikenal beberapa prinsip perbankan. Kewajiban merahasiakan itu dikecualikan untuk dalam hal-hal untuk kepentingan pajak. yaitu prinsip kepercayaan ( fiduciary relation principle ). Prinsip Kehatihatian ( prudential principle ) Prinsip kehati-hatian adalah suatu prinsip yang menegaskan bahwa bank dalam menjalankan kegiatan usaha baik dalam penghimpunan terutama dalam penyaluran dana kepada masyarakat harus sangat berhati-hati. dan prinsip mengenal nasabah ( know how costumer principle ) 1.

Bank milik swasta baik dalam negeri maupun luar negeri 4. Bank koperasi Berdasarkan Undang-undang No. Jenis bank dari segi kepemilikannya 1. Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.10 Tahun 1998 Bab III Pasal 6 usaha bank umum meliputi : 1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro. Berdasarkan Undang-undang No. dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. swasta dan koperasi saja. Dari ketentuan ini terlihat fungsi bank sebagai perantara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus of funds) dengan pihak-pihak yang kekurangan dan memerlukan dana (lacks of funds). sertifikat deposito. swasta asing. deposito berjangka. Fungsi Diatur dalam Pasal 3 UU N0. . JENIS – JENIS BANK Dalam ketentuan Pasal 5 ayat (1) UU Perbankan membagi bank dalam dua jenis. Bank Umum Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran 2. Bank Perkereditan Rakyat. dan koperasi sedangkan BPR hanya dimungkinkan dimiliki oleh negara (pemerintah daerah).II. tabungan. Menerbitkan surat pengakuan utang. 2) 3) Memberikan Kredit. JENIS DAN USAHA BANK I.10 Tahun 1998 Bab III Pasal 5 tentang Perbankan jenis bank terdiri dari : Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 10/1998 : “ Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat”. Bank umum kepemilikannya mungkin saja dimiliki oleh negara (pemerintah daerah). Bank milik pemerintah daerah 3. Bank milik negara 2. yaitu : 1.

Bank Perkreditan Rakyat . Sertifikat Bank Indonesia (SBI). cek atau sarana lain. atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya : (a).4) Membeli. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun. baik dengan menggunakan surat. 8) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga (save deposit box). 7) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga. (d). sarana telekomunikasi. maupun dengan wesel unjuk. 9) Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak (custodian-ship). menjual. (e). usaha kartu kredit. 10) Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. dan kegiatan wali amanat. baik semua maupun sebagian dalam hal debitor tidak memenuhi kewajibannya kepada bank. Surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat yang dimaksud. (g). meminjam dana dari. Kertas pembendaharaan negara dan surat penjaminan pemerintah. 12) Melakukan kegiatan anjak piutang. 5) Memindahkan uang. 11) Membeli melalui pelelangan agunan. Obligasi. baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah. Surat dagangan berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun. (c). 14) Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku. (b). (f). atau meminjamkan dana kepada bank lain. dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan secepatnya. Surat pengakuan utang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud. 13) Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. 6) Menempatkan dana pada.

38 Tahun 1998 tentang Perkreditan Rakyat yaitu : “BPR didirikan guna memenuhi kebutuhan akan jasa-jasa perbankan dan untuk menunjang kegiatan perekonomian masyarakat pada umumnya”. 8 tahun 2003 pasal 4 ayat 3 yang menyatakan : 1) BPR didirikan dengan maksud dan tujuan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang. sertifikat deposito. b). serta sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.10 Tahun 1998 Pasal 13 usaha Bank Perkreditan Rakyat meliputi : a). tabungan dan bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.10 Tahun 1998 Bab III Pasal 5 adalah bank yang menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka. dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Masih menurut kebijakan tersebut bahwa tujuan dasar didirikannya BPR yaitu untuk menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat dalam menunjang modernisasi pedesaan melalui pemberian pelayanan bagi golongan ekonomi lemah atau pengusaha kecil. Sedangkan berdasarkan Undang-undang No. Untuk merealisasikan hal tersebut diatas. Dalam konsideran Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Ketika awal berdirinya. 2) BPR merupakan salah satu kelengkapan alat ekonomi daerah dibidang keuangan / perbankan dan merupakan badan usaha milik daerah yang menjalankan usahanya sebagai Bank Perkreditan Rakyat sesuai dengan perundang-undangan. . deposito berjangka. namun sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. tabungan. BPR adalah melayani masyarakat kecil golongan ekonomi lemah di daerah pedesaan dan di kota-kota. Maksud dan tujuan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tercantum dalam peraturan daerah no. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro. 10 tahun 1998 pasal 1 menyatakan : "Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsif syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran". maka fungsi BPR terus berkembang. 10 Tahun 1998 dijabarkan bidang usaha apa saja yang boleh dan tidak boleh dijalankan oleh sebuah BPR. Memberikan kredit. Adapun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berdasarkan Undang-undang No. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai salah satu bank yang kegiatannya memberikan kredit kepada masyarakat yang membutuhkannya dan juga dalam rangka mencapai tujuan bank yaitu laba sangat berperan penting dalam pembangunan di daerah.Pengertian Bank Perkreditan Rakyat menurut undang-undang pokok perbankan no. maka dalam pasal 13 dan pasal 14 Undang-undang perbankan No.

kecuali melakukan transaksi jual beli uang kertas asing (money changer). Hal ini penting untuk melindungi kepentingan masyarakat. Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. dan (3) yaitu : Pasal 16 (1) : “Setia pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan wajib terlebih dahulu memperoleh izin usaha sebagai bank umum atau bank perkereditan rakyat dari pimpinan bank Indonesia. terutama terhadap nasabah penyimpan dan simpanannya. e). wajib memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya tentang : a. Menerima simpanan berupa giro dan ikut serta dalam lalu lintas pembayaran (LLP). kelayakan rencana kerja. kecuali apabila kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dimaksud diatur dengan undang-undang”. Syarat Untuk Memperoleh Izin Pasal 16 (2) : Untuk memperoleh izin usaha bank umum dan bank perkreditan rakyat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Sedangkan usaha-usaha yang dilarang bagi BPR meliputi : a). c). Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing. Mengenai perizinan UU Perbankan telah mengatur dalam Pasal 16 ayat (1). susunan organisasi dan kepengurusan b. . permodalan c. d). d). b). sertifikat deposito. Melakukan penyertaan modal. Melakukan usaha lain di luar kegiatan usaha sebagaimana dimaksud di atas. kepemilikan d. keahlian dibidang perbankan e. PERIZINAN DAN BENTUK. deposito berjangka. (2). Menempatkan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Melakukan usaha perasuransian. Pasal 16 (3) : Persyaratan dan tata cara perizinan bank sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan oleh Bank Indonesia.BENTUK HUKUM BANK Perizinan Bank Pengaturan perizinan sangat penting dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan usaha menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam berbagai bentuknya.c). dan/atau tabungan pada bank lain.

seperti Bank Desa.  Bentuk Hukum Bank Perkreditan Rakyat . Bank Umum. Pendirian Bank Umum hanya dapat didirikan oleh : .Perusahaan Daerah (Pasal 21 ayat (1)) Bentuk hukum dari kantor perwakilan dan kantor cabang yang berkedudukan diluar negeri adalah mengikuti bentuk hukum kantor pusatnya. (Pasal 21 ayat (3). Direksi B I mengemukakan bahwa pemberian izin Bank Umum harus melalui dua tahapan : 1.BENTUK HUKUM BANK Setelah berlakunya UU Perbankan.Perseroan terbatas (PT) . dan Lembaga-lembaga lainya sebagaimana dimaksud Pasal 58 UU Perbankan. Badan Kredit Desa. . Bank Perkereditan Rakyat ( Pasal 5) Ketentuan tentang bentuk hukum bank menurut UU No. atau dapat dimiliki bersama di antara ketiganya. 2. yaitu persetujuan untuk melakukan persiapan bank yang bersangkutan. Tahapan Persetujuan prinsip. jenis bank hanya dikenal dua macam yaitu : 1.Bentuk lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah Bentuk hukum Bank Perkreditan Rakyat lebih banyak dari pada Bank Umum dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi penyelenggara lembaga perbankan yang lebih kecil dari Bank Perkreditan Rakyat.Koperasi .Warga Indonesia . Pasal 5 Kep.Perusahaan Daerah .Perseroan Terbatas .Warga negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia dengan warga negara asing atau Badan Hukum asing secara kemitraan (Joint Venture) (Pasal 22 ayat (2)) Bank Perkreditan Rakyat hanya dapat didirikan dan dimiliki oleh warga negara Indonesia. Badan Hukum Indonesia yang seluruh pemilikannya warga negara Indonesia. pemerintah daerah. PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDIRIAN Persyaratan dan tata cara pendirian Bank Umum yang diatur dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 32/33/KEP/DIR tentang Bank Umum.Koperasi .Badan Hukum Indonesia . yaitu sebagai berikut :  Bentuk hukum Bank Umum . 10 Tahun 1998.

rencana susunan organisasi. susunan Direksi dan Dewan Komisaris. 4. .daftar calon pemegang saham. Modal yang bersumber dari Bank Indonesia Adalah modal yang dikucurkan Bank Indonesia melalui fasilitas kredit kepada bank-bank yang mengalami kesulitan pendanaan jangka pendek dan dijamin dengan agunan yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan.bukti penyetoran sekurang-kurangnya sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal setor Untuk mendapat izin usaha pemohon wajib menyampaikan laporan kesiapan pendirian bank dengan melampiri: . Ketentuan ini memberikan pemahaman bahwa untuk sahnya kegiatan usaha bank harus terlebih dahulu adanya izin usaha dari Bank Indonesia. Sedang Bank Pemerintah modalnya terdiri dari dana/uang yang disisihkan dari anggaran belanja.Call Money adalah dana talangan yang bersumber dari lembaga keuangan bank.Susunan organisasi . karena tidak setiap saat dapat diambil. Merupakan dana dalam rupian yang dipinjamkan oleh bank lainya dalam jangka waktu 7 hari yang setiap waktu dapat ditarik kembali oleh bank yang meminjamkan tanpa dikenakan suatu pembebanan.Pinjaman Dana dari luar Negeri . 2. . yaitu izin yang diberikan untuk melakukan usaha setelah persiapan selesai dilakukan.2. yang berupa : a. .Daftar pemegang saham.anggaran dasar yang sudah disahkan. Tahapan pemberian izin usaha. susunan Direksi dan Dewan Komisaris . . . . Modal Bank Pada prinsipnya sumber modal dari suatu bank terdiri dari empat sumber yaitu : 1. Modal yang bersumber dari masyarakat Adalah Merupakan simpanan dari masyarakat yang dikelola oleh bank dengan sebaikbaiknya untuk memperoleh keuntungan. Modal yang bersumber dari bank sendiri Yaitu modal dari para pemegang saham (pendiri bank) yang terdiri dari modal setor yang disebut “modal tetap”. simpanan deposito c. tabungan 3. Ketentuan ini mengisyaratkan bahwa sebelum memperoleh izin usaha.Bukti pelunasan seluruh modal.rancangan anggaran dasar.rencana kerja. simpanan giro b.Pinjaman antar Bank . pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan usahanya. Untuk mendapatkan persetujuan prinsip pemohon wajib melampirkan : . Modal yang termasuk dalam hal ini berupa : . Modal yang bersumber dari Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank.

penarikan dapat dilaksanakan setiap saat. . Deposito On Call.Dalam hal penarikan simpanan dalam bentuk tabungan dapat dilakukan secara langsung oleh sinasabah penyimpan atau orang lain yang dikuasakan olehnya dengan mengisi slip penarikan yang berlaku dibank yang bersangkutan. Namun dengan batas-batas tertentu penarikan dalam bentuk lain seperti sarana perintah pembayaran lain dan pemindah bukuan dapat dilakukan. yaitu : . Yakni deposito yang terus berjalan atau perpanjangan otomatis. 3. sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan pemindahbukuan”.Penghimpunan Dana oleh Bank Penghimpunan dana merupakan jasa utama yang ditawarkan oleh dunia perbankan baik Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat. dan atau alat lainya yang dipersamakan dengan itu”.Cara penarikan menggunakan cek dan bilyet giro. c. dan atau alat lainya yang dipersamakan dengan itu. pemilik girant tersebut setiap saat selama kas bank buka. Sertifikat Deposito. Pengertian Tabungan dimuat dalam Pasal 1 butir 9 UU Perbankan “ Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati. bilyet giro. Pengertian “Giro” menurut Pasal 1 butir 6 UU Perbankan adalah : “ Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek. Yakni deposito berjangka yang bukti penyimpanannya dapat diperdagangkan. b. Deposito. tetapi tidak dapat ditarik dengan cek. yang berarti bahwa penarikan simpanan dalam bentuk giro dapat dilakukan oleh si penyimpan. bilyet giro. . bilyet giro. Penarikan simpanan dalam bentuk tabungan tidak dapat dilakukan dengan mempergunakan cek.simpanan dalam bentuk tabungan hanya dapat dilakukan sesuai dengan persyaratan tertentu yang telah disepakati oleh nasabah penyimpan bank. Jenis-jenis deposito : a. Deposito Otomatic Rolled Over. Deposito menurut Pasal 1 butir 7 UU Perbankan adalah : “simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank”. Dari pengertian tersebut dapat ditarik dua pemahaman tentang giro. Ada 2 unsur yang dapat dikemuakan dari pengertian tersebut yaitu : . . Simpanan Giro. Yakni deposito yang pengambilannya berdasarkan pemberitahuan terlebih dahulu (sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan Bank). Kegiatan bank dalam usahanya menghimpun dana antara lain meliputi : 1. Tabungan. 2.

pendepositoan. giro. oleh karena itu dengan adanya pemberian kredit berati adanya kepercayaan. b. maka pada saat itu pula akan terjadi suatu prestasi dan kontra prestasi Pemberian kredit oleh bank mempunyai resiko yang tinggi karena begitu kredit sudah berada ditangan debitur. Pasal 1 butir 11 dirumuskan : “ kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. atau deposito. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”. Sehingga mungkin saja terjadi sesuatu yang tidak dimungkinkan dikemudian hari. Prestasi disini berarti bahwa setiap kesepakatan antara bank dengan debiturnya mengenai suatu pemberian kredit. berarti bahwa setiap pelepasan kredit dilandasi dengan adanya keyakinan oleh bank bahwa kredit tersebut dapat dibayar kembali oleh debiturnya sesuai dengan jangka waktu diperjanjikan. Hal ini berarti semakin panjang waktu kredit semakin tinggi resiko kredit. Misalnya lewat pasar uang (money market). Waktu berarti bahwa antara pelepasan kredit oleh bank dengan pembayaran kembali oleh debitur tidak dilakukan pada waktu bersamaan. Investasi dalam bentuk lain. yang berarti kepercayaan. Kepercayaan. Berdasarkan pengertian diatas menunjukkan bahwa prestasi yang diwajib dilakukan oleh debitur atas kredit yang diberikan kepadanya tidak semata-mata melunasi utangnya tetapi juga disertai dengan bunga sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. melainkan dipisahkan oleh tenggang waktu. dan terutama dalam bentuk pemberian kredit. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. Sedangkan menurut UU No. Dasar-Dasar Pemberian Kredit Dalam menyalurkan kredit. d. credere. Didalam ilmu perbankan dikenal adanya unsur-unsur kredit yang terdiri atas : a. bank harus melaksanakan kegiatan perkreditan secara sehat yang lazim dikenal dengan prinsip (The five C’s of Credit Analysis) . Kredit diberikan atas dasar kepercayaan.Aspek Hukum Pemberian Kredit Uang yang diterima dari masyarakat. Makna kepercayaan tersebut adalah adanya keyakinan dari bank sebagai kreditur bahwa kredit yang diberikan akan sungguh-sungguh diterima kembali dalam jangka waktu telah ditertentu sesuai dengan kesepakatan. apakah itu berbentuk simpanan berupa tabungan. pada akhirnya diedarkan kembali oleh bank. c. Pengertian Kredit Secara etimologis istilah kredit kredit berasal dari bahasa latin. Degree of risk. pihak bank akan sulit untuk mengetahui dan mendeteksi uang tersebut. berarti bahwa setiap pelepasan kredit jenis apapun akan terkandung risiko didalamnya yaitu risiko yang terkandung dalam jangka waktu antara pelepasan kredit dengan pembayaran kembali.

Menurut SK Direktur Bank Indonesia no. yaitu apabila memenuhi kriteria : • Pembayaran angsuran pokok atau bunga tepat. Bank dalam menjalankankegiatan usahanya. • Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang di perjanjikan. atau . Kredit Lancar. Collateral (agunan/jaminan) Jaminan merupakan salah satu unsur perjanjian kredit. Kredit dalam perhatian khusus. • Kadang-kadang terjadi cerukan. • Memiliki mutasi rekening yang aktif. 30/267/KEP/DIR tersebut adalah sebagai berikut : 1. Disampin ke 5 prinsip pemberian kredit tersebut diatas bank pada dasarnya memberikan kredit kepada nasabah harus berpedoman pada : Prinsip kehati-hatian (prundential principle) yaitu . sosial. prospek masa depan usaha. d. Nasabah (debitur) harus sudah mempunyai modal awal tergantung dari jenis kegiatan usaha. • Mutasi rekening relatif rendah. oleh karena itu besarnya jaminan dalam perjanjian kredit minimal 100 persen dari nilai kredit. dan budaya yang mempengaruhi keadaan ekonomi dalam kurun waktu tertentu. jaminan diperlukan untuk memberikan keyakinan pada bank bahwa nasabah (debitur) sanggup mengembalikan pinjaman sesuai dengan perjanjian. yaitu : a. Keadaan perekonomian disini adlah perekonomian negara. Conditio of economy (kondisi perekonomian/prospek usaha debitur) Penilaian diutamakan pada situasi dan kondisi politik. b. c. atau • Bagian dari kredit yang dijamin dengan agunan tunai 2. Capital (modal) Kredit bank pada dasarnya hanya merupakan modal tambahan. produksi dan pemasaran. ekonomi. yaitu apabila memenuhi kriteria : • Terdapat tunggakan pokok dan atau bunga yang belum melampaui 90 hari. termasuk pemberian kredit kepada nasabah debitur harus selalu berpedoman pada menerapkan prinsip kehati-hatian. Caracter (watak) Sasaran penilian terhadap nasabah (debitur) adalah kemapuan mengendalikan usaha. Capacity (kepampuan) Sasaran penilaian terhadap nasabah (debitur) adalah kemapuan mengendalikan usaha. Penggolongan Kredit Bank Istilah tersebut adalah untuk menunjukkan penggolangan kredit berdasarkan kolektibilitas kredit yang menggambarkan kualitas kredit tersebut. Prinsip ini antara lain diwujudkan dalam bentuk penerapan secara konsisten berdasarkan itikad baik terhadap semua persyaratan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberian kredit oleh bank yang bersangkutan. prospek masa depan usaha. produksi dan pemasaran. Namun biasanya besar modal awal minimum 20 persen dari total dana yang dibutuhkan. maupun keadaan perekonomian bank pemberi kredit. e.Yang merupakan dasar pemberian kredit. nasabah (debitur).

3. Kredit kurang lancar.000. sebab keberadaan perjanjian kredit bank ini didahului oleh adanya perjanjian pinjam meminjam yang merupakan perjanjian pokok.1.000.000. Bogor. apabila memenuhi kriteria : • Terdapat tunggakan angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 270 hari • Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru • Dari segi hukum maupun kondisi pasar. Kredit diragukan.• Didukung oleh pinjaman baru. • Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur. • Frekuensi mutasi rekening relatif rendah. Bekasi dan Karawang. Subekti : “Dalam bentuk apapun juga perjanjian kredit itu diadakan. 2/UPK/Pemb/1966 Tentang Pedoman Kebijaksanaan di Bidang Perkreditan.000. Kredit Macet. Perbedaannya juga terlihat dari jumlah min modal yang harus disetor kalau bank umum minimal nenyetor 3. • Sering terjadi cerukan. • Terjadi kapitalisasi bunga. R. • Sering terjadi cerukan yang bersifat permanen. 4. yaitu apabila memenuhi kreteria : • Terdapat tunggakan angsuran pokok dan atau bunga yang telah melampaui 180 hari. Rp. 5. Perbedaan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat 1.000. 2.000 untuk dapat membuka bank umum sedangkan BPR hanya Rp. yaitu perjanjian kredit”.00 (satu miliar rupiah) untuk BPR yang didirikan di . Pengertian perjanjian menurut pakar hukum : Mariam Darus Badrulzaman : “perjanjian kredit bank adalah perjanjian pendahuluan (voorovereenkomst) dari penyerahan uang.perjanjian kredit bank hanya terjadi dalam perjanjian pinjam uang saja .000. yaitu apabila memenuhi kriteria : • Terdapat tunggakan angsuran pokok atau bunga yang telah melampaui 90 hari. 15/EK/10/1996 jo SE Bank Negara Indonesia Unit I No.000. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : .000.00 (dua miliar rupiah) untuk BPR yang didirikan di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya dan Kabupaten/Kotamadya Tangerang. • Dokumentasi hukum yang lemah baik untuk perjanjian kredit maupun peningkatan jaminan. jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar.perjanjian kredit bank hanya terjadi dilingkungan perbankan antara nasabah dengan bank atau dengan bank sentral atau lain perkataan yang terjadi dilingkungan perbankan. PERJANJIAN KREDIT Istilah Perjanjian Kredit pertamakali dikemukakan dalam Instruksi Presidium Kabinet No.000. • Terjadi wanprestasi lebih dari 180 hari. pada hakekatnya yang terjadi adalah suatu perjanjian pinjam meminjam sebagaimana diatur dalam KUHPerdata (Pasal 1754 sampai pasal 1769)”.

.000 pada daerah istimewa.000.wilayah ibukota propinsi di luar wilayah tersebut pada angka. sedangkan Bank umum dapat melakukannya. Bank Perkreditan Rakyat di larang melakukan kegiatan valuta asing. Jadi intinya modal yang diperlukan adalah sebesar 3.000.000 untuk dapat membuka bank umum. Bank Perkreditan Rakyat di larang melakukan Perasuransian. Bank Umum menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpana Giro. 2. sedangkan Bank Perkreditan Rakyat menghimpun dana hanya dalam bentuk simpanan Tabungan dan simpanan Deposito.000.000. sedangkan Bank umum bisa melakukan perasuransian. 5. Bank Perkredita Rakyat di larang untuk mengikuti kliring.00 (lima ratus juta rupiah). simpanan tabungan dan simpanan Deposito. 3. Karena Bank Perkreditan Rakyat tidak menerima himpunan dana melalui simpanan Giro maka Bank Perkreditan Rakyat juga tidak menerima jasa kliring. sedangkan Bank umum dapat memberikan jasa kliring.000. Rp. sedangkan untuk BPR hanya sebesar 2.000. 4.000. 500.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful