BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADAT (BBAP) SERBUK GERGAJI KAYU

Oleh : Mutasim Billah

BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADAT (BBAP) SERBUK GERGAJI KAYU

Hak Cipta © pada Penulis, hak penerbitan ada pada Penerbit UPN Press

Penulis Diset dengan Halaman Isi Ukuran Buku Cetakan I

: Mutasim Billah : MS - Word Font Arial 11 pt. : 32 : 16.5 x 23 cm : 2009

Penerbit

: UPN Press

ISBN : 978-602-8915-56-4

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadhirat Alloh SWT atas rahmat dan

hidayahnya, sehingga Penelitian ini dapat diselesaikan sesuai yang direncanakan. Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) Serbuk Gergaji Kayu / Briket dapat dibuat dari berbagai macam bahan, diantaranya serbuk gergaji kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan lignin sabut siwalan pada beberapa jenis serbuk gergaji kayu, untuk menghasilkan Bahan Bakar Alternatif Padat / Briket yang mempunyai nilai kalor tinggi. Sebagai

pemecahan

masalah

kebutuhan bahan bakar yang semakin memanfaatkan limbah biomassa

meningkat, dan untuk untuk

tersebut melalui teknologi yang aplikatif menjadi produk Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) / Briket Serbuk Gergaji Kayu yang mudah dibuat sehingga mudah untuk disosialisasikan ke

masyarakat pengguna. Semoga Alloh SWT memberikan balasan yang berlipat atas segala bantuan dan kebaikan yang telah diberikan kepada peneliti, dan sebagai akhir kata mudah – mudahan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan

Pembangunan Negara Indonesia.

Surabaya,

04 Mei 2009

Ir. Mu’tasim Billah, MS

DAFTAR ISI
Halaman Kata Pengantar ............................................................................. Daftar Isi ..................................................................................... Bab I Pendahuluan ................................................................. Tinjauan Pustaka .......................................................... i ii 1 4

BAB II

BAB III Tujuan dan Manfaat Penelitian ...................................... 11 BAB IV Metode Penelitian ......................................................... 12 BAB V Hasil dan Pembahasan ................................................. 19 BAB VI Kesimpulan ................................................................... 28 Daftar Pustaka .............................................................................. 30 Lampiran ..................................................................................... 32

..................................................................... VI................................ DAFTAR TABEL ...................... HASIL DAN PEMBAHASAN ............ TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN ........................ KESIMPULAN ....... II.............. TINJAUAN PUSTAKA ..... I.................................................. PENDAHULUAN ..... RINGKASAN ...................................................................................................................................................................... V........................................... BAB........ BAB..................... BAB....................................... i ...................... DAFTAR GAMBAR ...........SISTEMATIKA HASIL PENELITIAN Halaman LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN ................................................ ii iii iv v vi vii 1 2 8 8 14 21 22 22 BAB IV.............................. LAMPIRAN ..................... III...................... KATA PENGANTAR ........ BAB........................ DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..... BAB............................................... METODE PENELITIAN ..................................................

Setelah itu. Briket yang terbentuk diangin – anginkan. kemudian campuran tersebut di cetak dengan alat pencetak briket. Hasil yang relatif baik adalah serbuk gergaji kayu jenis Kayu Jati dengan konsentrasi perekat lignin 25 % mempunyai nilai kalor terbaik sebesar 4. 25 % berat total. 15 %. lalu dikeringkan dengan menggunakan oven pada suhu 100 oC selama 1 jam. ii . diantaranya serbuk gergaji kayu. kuat tekan dan nilai kalor. Kuat tekan terbaik yaitu pada jenis kayu kamper dengan perekat lignin 5 % sebesar 80 kg / cm 2. kadar abu. Selanjutnya briket dapat dianalisa kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan lignin sabut siwalan pada beberapa jenis serbuk gergaji kayu.684 kkal / kg. Kadar air terendah yaitu pada jenis kayu jati pada konsentrasi perekat lignin 5 % sebesar 0.RINGKASAN Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) Serbuk Gergaji Kayu / Briket dapat dibuat dari berbagai macam bahan. kemudian gergaji kayu di ayak untuk menyeragamkan ukuran ( 30 mesh ). serbuk gergaji kayu dicampur dengan perekat lignin sabut siwalan dengan konsentrasi 5 %. 20 %.302 % dan kadar abu terendah yaitu pada jenis kayu kamper pada konsentrasi perekat lignin 25 % sebesar 7.717 %. Lalu diaduk hingga homogen.945. untuk menghasilkan Bahan Bakar Alternatif Padat / Briket yang mempunyai nilai kalor tinggi. Serbuk gergaji kayu dikeringkan dengan sinar matahari. 10 %.

Semoga Alloh SWT memberikan balasan yang berlipat atas segala bantuan dan kebaikan yang telah diberikan kepada peneliti. Mu’tasim Billah. sehingga Penelitian ini dapat diselesaikan sesuai yang direncanakan. Ir. MS iii . dan sebagai akhir kata mudah – mudahan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan Negara Indonesia.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadhirat Alloh SWT atas rahmat dan hidayahnya. 04 Mei 2009 Peneliti. Terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada LPPM UPN ”Veteran” Jawa Timur yang telah membeayai Penelitian ini. Surabaya.

................. ................. ............... Tabel................................... 2. ................................. 3.......... Tabel........................................................ 1..............................DAFTAR TABEL Halaman Tabel........ 15 15 21 iv .....................................

...................................... Gambar......... 4......... Gambar............. 7b.. Gambar................................................................................................................. .......................... Gambar...... . 16 16 17 18 18 19 20 20 v ............. Gambar.................................................................. 3........ Gambar..... ......................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar.... ............ 7a...................................... 6.................... 2..... .................... ....................... 5......................... ..................................... ............. Gambar........................................ 1.........

............................. 21 vi ..........DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1.. Perhitungan – perhitungan .

BAB I. Bahan Bakar Alternatif tersebut. bahan baku yang dipakai juga untuk meningkatkan efisiensi pengolahan hasil hutan serta untuk memaksimalkan industri pemanfaatan kayu dan limbah biomassa. PENDAHULUAN Latar Belakang Krisis energi yang melanda dunia dan khususnya di Indonesia akhir – akhir ini dan kebutuhan manusia untuk menggunakan bahan bakar minyak yang semakin meningkat. untuk mengatasi krisis energi bakar teknologi tersebut sangat diperlukan yaitu membuat bahan alternatif yang murah. mudah dibuat dan mempunyai nilai kalor yang relatif tinggi. Namun untuk industri penggergajian kayu skala industri kecil yang mencapai ribuan unit dan tersebar di pedesaan. limbah serbuk kayu gergajian sudah dimanfaatkan secara menjadi bentuk arang aktif yang dijual komersial. sedangkan terbatas peran persediaan tidak minyak atau gas bumi sangat dan inovasi dapat diperbaharui. Disamping itu. Oleh karena itu. Untuk besar dan terpadu. diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat dan khususnya industri kecil. dan untuk untuk memanfaatkan limbah biomassa tersebut melalui teknologi yang aplikatif 1 . limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai pemecahan masalah kebutuhan bahan bakar yang semakin meningkat.

b.menjadi produk Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) / Briket Serbuk Gergaji Kayu yang mudah dibuat sehingga mudah untuk disosialisasikan ke masyarakat pengguna. d. Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) / Briket Serbuk Gergaji Kayu dengan nilai kalor yang relatif tinggi. maka akan terbentuk Briket Bio 2 . 2002). sehingga akan dihasilkan limbah serbuk gergaji kayu sebanyak 1. sangat diperlukan diperlukan masyarakat pedesaan dan khususnya industri kecil sebagai alternatif kebutuhan bahan bakar pengganti bahan bakar minyak (BBM). Produksi total kayu gergajian mencapai 2. Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil kayu gergaji terbesar di dunia.6 juta m3 per tahun dengan asumsi bahwa jumlah limbah yang terbentuk 54. PERUMUSAN MASALAH a. c.4 juta m3 per tahun (Gustan Pari. Dengan mencampur limbah serbuk gergaji kayu dengan perekat lignin yang berasal dari sabut siwalan yang selanjutnya dicetak serbuk gergaji kayu.24 persen dari produksi total. Pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu yang melimpah tersebut masih belum maksimal. sehingga kemungkinan dipakai sebagai bahan baku pembuatan briket bio serbuk gergaji kayu mempunyai potensi yang sangat besar dimasa mendatang.

kapur (lime). Proses pembentukan Briket Bio serbuk gergaji kayu dengan perekat lignin dari sabut siwalan belum pernah dilakukan oleh para ilmuwan. 3 . tetes (molasses). dan semen serta asapal.e. Yang telah banyak dilakukan ialah pembuatan Briket dari berbagai limbah industri pengolahan dengan perekat kanji (starch). tanah liat (clay).

vinir atau kayu lapis. dan pulp atau kertas. TINJAUAN PUSTAKA Serbuk Gergaji Kayu Serbuk gergaji kayu sebenarnya memiliki sifat yang sama dengan kayu. limbah biomassa dari industri tersebut telah dimanfaatkan kembali dalam proses pengolahannya sebagai bahan bakar guna melengkapi kebutuhan energinya. Di Indonesia ada tiga macam industri kayu yang secara dominan mengkonsumsi kayu dalam jumlah yang relatif besar. Sejauh ini.6 juta per tahun. setelah diperhitungkan bagian – bagian mana yang lebih banyak dapat dimanfaatkan untuk sesuatu tujuan penggunaan. 4 . yaitu : penggergajian. Tanaman kayu dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok besar yaitu kelompok Gymnospora. yang merupakan bagian dari pohon tersebut dan dilakukan pemungutan. saat ini masih ada limbah penggergajian kayu yang di timbun dan sebagian dibuang ke aliran sungai (pencemaran air). hanya saja wujudnya yang berbeda. Kenyataannya. Kayu adalah sesuatu bahan yang diperoleh dari hasil pemotongan pohon – pohon dihutan. Produksi total kayu gergajian Indonesia mencapai 2. 2004 ). atau dibakar secara langsung m3 (ikut menambah emisi karbon di atmosfir ). yaitu yang biasa disebut dengan Softwood dan kelompok Angiospora yang dikenal dengan Hardwood ( Windyasari.BAB II.

Oleh karena itu. Limbah serbuk grgaji kayu menimbulkan masalah dalam penanganannya. kepada hal disosialisasikan masyarakat. briket. penanggulangannya perlu dipikirkan. Hasil berprospek dimaksud evaluasi menunjukkan contoh secara beberapa positif. Ditinjau dari aspek energi. Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai tambah sehingga dengan hasilnya teknologi mudah aplikatif dan kerakyatan.dengan asumsi bahwa jumlah limbah yang terbentuk 54. maka dihasilkan limbah penggergajian kayu sebanyak 1. yaitu dibiarkan membusuk. dan arang arang aktif. arang serbuk. briket arang. 2002). ditumpuk. dan arang kompos. briket kompos. serat karbon. sebagai dapat diterapkan teknologi memuaskan aplikatif dalam mengkonversi limbah industri pengolahan kayu menjadi briket. dan dibakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan.24 persen dari produksi total. arang aktif. teknologi pembuatan bahan bakar briket dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif pengganti minyak tanah dan kayu bakar 5 . alternatif untuk memanfaatkan limbah diantaranya adalah teknologi pembuatan arang.4 juta m3 per tahun dan angka ini cukup besar karena mencapai sekitar separuh dari produksi kayu gergajian (Gustan Pari. Teknologi biomassa ini. Oleh karena itu.

yaitu daun bundar berbentuk seperti kipas. dan sisanya adalah oksigen ( Bambang Trihadi. Sabut dari buah siwalan ini sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat. 2003 ). Tanaman Siwalan Tanaman siwalan banyak tumbuh di daerah pantai.80 %.80 %. 2002 ). khususnya Tuban dan Gresik. Komponen kimia didalam kayu mempunyai arti yang penting. Komponen kimia kayu sangat bervariasi. air dan abu. iklim dan letaknya didalam batang atau cabang. 2000). Komposisi kayu adalah Karbon 50 %. karbohidrat 3. karena dapat menentukan kegunaan jenis kayu. karbohidrat. 6 .Sabut tersebut banyak mengandung bahan – bahan berbagai jenis polisakarida. sehingga banyak memiliki nilai limbah yang perlu penanganan khusus agar ekonomis.20 – 0.046 kal / gram (Prasetyo. misalnya sellulosa.70 % dan abu 1.50 %. Hidrogen Nitrogen 0.yang persediaannya semakin menipis ( Gustan Pari. kalau sudah tua sabut itu akan lebih halus dari sabut kelapa. air 5.6 % ( Pristianto. Sabut . 2004 ). dan serbuk gergaji kayu mempunyai nilai kalor 4.0. Tanaman ini memiliki ciri – ciri. karena dipengaruhi oleh faktor tumbuh. 6 %. Komposisi serat sabut buah siwalan kering adalah sellulosa 88. buahnya besar. lignin.10 %.04 . Abu 0. bulat dan dilindungi oleh sabut yang berwarna coklat kehitaman. hemisellulosa.

maka belum diketahui dengan pasti (Sjostrom. Lignin bukan merupakan bahan baku kertas. Briket kayu Briket dalam penggunaannya adalah sebagai bahan bakar. Kemungkinan adanya ikatan . Karena sekarang rumus susunannya kimia lignin kompleks. tetapi salah satu penyusun utama dalam serat yang merupakan polymer kompleks yang dibentuk dari unit hydroxyphenylpropane dan phenol dengan kadar 20 . Struktur lignin yang sangat kompleks ini pada dasarnya terdiri dari phenil propana.35 %. Pada lingkungan asam lignin mempunyai sifat dapat terkondensasi dan pada suhu tinggi sekitar 160 0C terjadi hidrolisa dari beberapa ikatan dalam lignin pada hard wood + 21 % dan pada soft wood + 25%.ikatan kovalen antara lignin Ikatan dan karbohidrat telah dipelajari lignin secara intensif.Lignin Lignin adalah senyawa polimer tinggi tidak mempunyai bentuk terdapat pada tanaman kayu. dapat yang terjadi antara dan sellulosa berupa ester atau eter dan di mungkinkan pula berupa ikatan sampai glikoksida. Selanjutnya. dipress sehingga mempunyai bentuk. ukuran dan kepadatan tertentu dan menjadi produk yang lebih efisien dalam penggunaannya 7 . berasal dari kayu yang telah dibuat serbuk dan ditambahkan larutan perekat . 1995).

pengering daging atau ikan. Serbuk kayu tersebut dapat berasal dari limbah industri kayu dalam bentuk aslinya. Namun ada juga bahan yang tidak memerlukan pada suhu bahan perekat (binder). harganya relatif murah serta mudah didapatkan. Pada umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. kapur ( lime ). Pemilihan dan penggunaan bahan perekat berdasarkan pada beberapa hal antara lain memiliki daya serap yang baik terhadap air. briket akan menjadi remuk. dan tekanan pengikatnya tinggi yaitu bahan yang seperti macam dapat bersifat perekat atau sendiri. dapur kereta api dan lain – lain. Pemberian bahan perekat adalah untuk menarik air dan membentuk tekstur yang padat atau menggabungkan antara dua bahan yang akan direkatkan. 8 . kemudian dibuat serbuk atau tidak perlu dibuat serbuk apabila limbah tersebut sudah berupa serbuk gergaji.sebagai bahan bakar. semen ( cement ). tungku pembakaran ( ketel ). aspal. menjadi potongan – potongan saat diangkat dari cetakan. kanji ( starch ). Briket kayu adalah bahan bakar yang dibuat dari serbuk gergaji kayu ( serbuk kayu ) dicampur dengan perekat kanji damar atau dapat pula tanpa diberi campuran perekat kemudian diberi tekanan dan dipanaskan. tanah liat ( clay ). Berbagai pengikat yang sering digunakan dalam pembuatan briket adalah molase ( molasses ). Tanpa bahan perekat.

Pemanasan kayu hingga suhu sedikit diatas 100 oC sudah menyebabkan peruraian thermal.000 kkal /kg ( Nindi. daun kapuk randu dan tepung sagu.4. Namun syarat utama dari pengikat adalah harus ikut terbakar dan dapat menambah nilai kalor. Teori Serbuk gergaji kayu terbentuk dari zat – zat organik seperti sellulosa. silika dan lain – lain.7. Sekitar 270 o C 9 .000 . penambahan pengikat yang ( baik jenis maupun kalor tidak semestinya komposisinya ) dari akan dapat mengurangi Sebagai diketahui nilai briket ( Prasetyo. hemisellulosa.000 . antara lain : Batu bara Coks Kayu : 4. lignin. 2005 ).500 . Nitrogen ( N ).500 . dari penelitian ini. pentosan.7. abu serta unsur .unsur lainnya.000 kkal / kg : 7. Hydrogen ( H ).500 kkal / kg : 6. pengikat lain yang juga bisa digunakan adalah daun lamtoro.000 kkal / kg Briket arang gambut : 3. 2000 ). telah penelitian bahan nilai pembanding kalor dari beberapa bahan dari sebelumnya. Setiap jenis pengikat mempunyai kelebihan dan kekurangan.Selain jenis – jenis diatas. Oksigen ( O2 ).8. Sedangkan unsur pembentuknya sebagian besar terdiri dari Karbon ( C ).

( Casey. Kondisi – kondisi yang berpengaruh terhadap proses ini adalah : 1. sehingga dapat menurunkan sifat – sifat dan rendemen lignin. Penambahan Bahan Kimia Pembuatan lignin dengan proses soda memiliki kelemahan. ( Eero Sjostrom. Sedangkan bila suhu pemasakan kurang dari 170 o C kualitas yang akan dihasilkan dan rendemen akan menjadi turun untuk bahan baku tertentu. Kayu terurai secara bertahap. Sodium Hydroxide ( NaOH ) melarutkan lignin sebanyak 87 %. 10 . Suhu pemasakan Suhu pemasakan yang tinggi lebih dari 180 o C akan menyebabkan degradasi sellulosa atau dapat mempersingkat waktu pemasakan. vol. yaitu rendahnya selektifitas delignifikasi yang memungkinkan terjadinya degradasi komponen karbohidrat secara berlebihan. 1980). hemisellulosa terdegradasi pada kisaran suhu 200 – 260 oC.peruraian thermal ini tidak membutuhkan sumber panas eksternal lagi karena proses menjadi eksotermis.5 jam dan 4 jam ( Casey. sellulosa pada suhu 240 – 350 o C. dan lignin pada 280 – 500 oC. 2. 1980 ). vol 2. Untuk suhu pemasakan 170 oC. 2. Waktu Pemasakan Waktu pemasakan pada pembuatan pulp batang rami dengan proses soda anthraquinon diperoleh hasil yang optimum pada 3. 3. 1995 ).

5. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) / briket Serbuk Gergaji Kayu dengan perekat lignin sabut siwalan. 2.khususnya dalam bidang Teknik Kimia dan Industri pada umumnya. untuk menghasilkan briket bio yang mempunyai nilai kalor yang relatif tinggi. Memanfaatkan limbah serbuk alternatif bahan bakar briket bio. bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Data kondisi proses dan perbandingan jumlah lignin sabut siwalan sebagai perekat dan banyaknya serbuk gergaji kayu terhadap kekuatan dan nilai kalor briket bio. 3. diarahkan untuk mengetahui pengaruh perbandingan lignin sabut siwalan dengan jumlah serbuk gergaji kayu. gergaji kayu sebagai 11 . Dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menangani krisis energi yang terjadi dan penanganan limbah kayu . Sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak. Mendayagunakan dan meningkatkan nilai ekonomis dari limbah kayu ( serbuk gergaji kayu ).BAB III. Kalau penelitian ini berhasil baik. kontribusi yang dapat diharapkan adalah : 1. 4.

Data dikumpulkan dengan mempelajari peubah-peubah kondisi operasi.BAB IV.5 cm 2 dan diameter 2 cm. dilakukan Bahan – bahan yang dipakai Selama penelitian akan digunakan serbuk gergaji kayu yang didapatkan dari limbah industri perkayuan di daerah Waru dan sabut siwalan yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lignin yang didapat di daerah Gresik. Alat – alat yang dipakai Rangkaian peralatan penelitian pembuatan Briket bio serbuk gergaji kayu dengan perekat lignin sabut siwalan terdiri atas alat pencetak briket ( hydrolik ) yang dilengkapi pompa dan barometer. dan perhitungan yang akan dijelaskan berikut ini. 12 . METODE PENELITIAN Penelitian Bahan Bakar Alternatif Padat (BBAP) / briket serbuk gergaji dengan perekat lignin sabut siwalan ini merupakan penelitian laboratorium. alat. yang berfungsi untuk menentukan tekanan. tekanan pengepresan 100 kg / cm . Bahan. prosedur kerja. Adapun ukuran alat untuk mencetak berbentuk silinder dengan tinggi 3.

terlebih dahulu dipotong kecil – kecil dengan ukuran + 0.5 1 cm. Berat serbuk gergaji b. dimasak dengan steam selama 1 jam untuk mengalami proses 13 . Jenis Kayu = Kayu Jati. Kayu Kamper. Prosedur Penelitian Timbang 250 gram serat yang telah kering. 2. Konsentrasi lignin c. setelah itu dijemur dibawah sinar matahari selama 2 hari hingga kering. Perbandingan kayu ( % ) = ( 5 : 95 ). Tekanan pencetakan = 100 kg / cm2 Peubah yang dijalankan a. Ukuran ayakan = 10 gr = 10 % NaOH pada sabut siwalan = 30 mesh d. ( 20 : 80 ). Persiapan Bahan Sabut buah siwalan yang akan digunakan. Kemudian ditumbuk hingga membentuk serat.Peubah yang digunakan Peubah yang ditetapkan a. ( 25 : 75). lignin sabut siwalan dan serbuk Cara Penelitian Pembuatan Lignin 1. ( 15 : 85 ). ( 10 : 90 ). b.

Setelah homogen. kadar abu dan kadar air. kuat tekan. Pengeringan briket di dalam oven dengan suhu 105 C selama 1 jam dilakukan setelah briket terlebih dahulu dibiarkan diudara terbuka jam. 14 . Serat yang telah dilunakkan ditambahkan dengan NaOH 18 % dengan perbandingan 1: 4. Briket yang sudah jadi. Lignin dipisahkan dari cellulosanya. Persiapan Bahan Serbuk gergaji kayu dibersihkan dari kotoran – kotoran agar mendapat hasil yang baik. Prosedur Penelitian Perbandingan serbuk kayu dan lignin kayu sesuai dengan variabel yang dijalankan dicampur sampai campuran homogen. Pembuatan Briket 1. dimasukkan kedalam kantong setelah dicetak selama + 24 plastik dan kemudian di analisa nilai kalor. 2. campuran tersebut diperoleh dimasukkan campuran yang kedalam alat o pencetak briket dan kemudian dicetak. kemudian dijemur dibawah sinar matahari sampai kering + 2 hari dan diayak dengan ukuran 30 mesh. dipanaskan selama 2 jam pada suhu 100 o C.pelunakan. kemudian lignin dianalisis nilai kalornya.

1 Jam ) Briket Analisis Kadar air Analisis Kadar abu Analisis Kuat t k Analisis Nilai kalor 15 . o ( 105 C.Skema Proses : Sabut Siwalan kering Larutan NaOH Pemasakan selama 2 jam Di pisahkan Lignin Cellulosa Pencampuran & Pengadukan Serbuk Gergaji Kayu Kering Di cetak Di angin .anginkan Di keringkan.

dari alat 16 . 2. perlahan – kemudianbatang penekan diturunkan lahan sampai menekan briket hingga briket remuk dan gerakan batang penekan dihentikan. pemanasan terhadap air ini diratakan dengan pengaduk. Diatas tempat elektroda dilengkapi dengan asap agar panas tidal langsung terbuang.Analisis Hasil 1. Setelah itu. Nyala briket ini akan memanaskan air dalam tabung gelas bervolume 1 liter. Penentuan Nilai Kalor dari Briket Nilai kalor ditentukan dengan menggunakan alat Oxygen Bomb Calorimeter. Briket yang akan diukur nilai kalornya dibawah hingga ditimbang sebanyak 7 gram dan diletakkan dinyalakan ruang elektroda. Pengukuran kuat tekan dilakukan dengan cara meletakkan briket yang akan di analisa ditempat peletakan secara sample. diukur kuat tekannya dengan alat pengukur Tensile strength system Hidrolik. Beberapa saat kemudian dari alat bomb calorimeter akan tercetak data kenaikan suhu dan besarnya nilai kalor yang dihasilkan. kemudian elektroda membakar aliran briket listrik tadi. Penentuan Briket Kuat Tekan ( Tensile Strength ) dari Briket yang telah jadi.

A gram b. B gram. 3. Kemudian timbang briket. Panaskan dalam Furnace pada suhu rendah sampai suhu 450 . kemudian dimasukkan kedalam eksikator c. b. Masukkan briket dalam oven pada suhu 105 oC selama 15 menit. Penentuan Kadar Abu dari Briket Untuk menentukan kadar abu dari briket. dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : a. Timbang briket mula – mula. 4. Perhitungan : Kadar Air = ( A . dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut : a. Timbang + 1 gram contoh berukuran 30-an mesh kedalam cawan yang telah diketahui beratnya. B = Berat briket setelah dikeringkan (gram ).B ) x 100 % A Keterangan : A = Berat briket mula – mula ( gram ).pengukur kuat tekan tercetak data nilai kuat tekan dari briket yang diujikan.500 oC selama 1 jam 17 . Penentuan Kadar Air dari Briket Untuk menentukan kadar air dari briket.

18 . Kemudian timbang arang. kemudian dimasukkan dalam eksikator. Penentuan Fixed Carbon dari Briket Fixed Carbon = 100 % . Kemudian perlahan – lahan suhu dinaikkan sampai 700 – 750 oC selama 2 jam d. B gram. A gram. Pemanasan diteruskan sampai contoh sempurna menjadi abu ( berat konstan ) Perhitungan : Kadar Abu = Berat Abu Berat Contoh x 100 % 5. gr = berat contoh setelah 6. gr = berat contoh semula.c. Penentuan Volatile Matter dari Briket Untuk menentukannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : Timbang arang mula – mula sebanyak 10 gram. Perhitungan : Volatille Matter = [( A – B ) / A ] x 100 % dengan : A B pemanasan.( kadar air + kadar abu + volatile matter ). Masukkan arang dalam furnace pada suhu 800 – 900 oC selama 15 menit.

625 Kuat Tekan ( kg / cm2 ) 52 48 40 31 20 Nilai Kalor ( kkal / kg ) 4. Bahan tersebut dicampur sampai homogen.518 6.805 1.302 0. dan 2.BAB V.613 0. Hasil analisa briket dari serbuk gergaji kayu jenis Kayu Jati dengan lignin sabut siwalan. Tabel 1.916.819.080 6. Briket yang dihasilkan diambil beberapa gram berdasarkan metode analisisnya.012 4.763 9. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian pembuatan bahan bakar alternatif ini digunakan bahan baku serbuk gergaji kayu dan lignin sabut siwalan.728 4.895 Fixed Carbon (%) 7.748 8.904 4. Berat bahan yang digunakan adalah 10 gram. dengan konsentrasi lignin dalam persen berat.038 5.969 5.498 0.319 82.344 81.684 19 .022 Volatile Metter (%) 80. Kadar Lignin (%) 5 10 15 20 25 Kadar Air (%) 0.274 11. hasil dari analisa briket tersebut dapat dilihat pada tabel 1.898.458 Kadar Abu (%) 12.478 84.787 4.586 83.945.665 10. setelah itu dicetak dengan alat pencetak ( hydrolik ).887. berikut ini.

840 7.576 7.019 4.034 1.713 0.4 Kadar Air ( % ) 1.816.6 0.4 0.482 Kadar Abu (%) 11.550 4.757 9.750. Hasil analisa briket dari serbuk gergaji kayu jenis Kayu Kamper dengan lignin sabut siwalan.896 1. Kadar lignin yang semakin banyak akan menyebabkan berkurangnya berat serbuk gergaji kayu.Tabel 2.855 8.001 81.777.2 1 0.903 4.527 0. Kadar Lignin (%) 5 10 15 20 25 Kadar Air (%) 0. sehingga kadar airnya semakin banyak ( naik ).607 7. Hubungan kadar air dengan lignin sabut siwalan Grafik diatas menunjukkan bahwa kandungan air dalam briket makin lama semakin naik ( banyak ).525 7.642 82.781. 20 .748.366 10.717 Kuat Tekan ( kg / cm2 ) 80 76 73 69 64 Nilai Kalor ( kkal / kg ) 4.131 8.054 1.645 4.192 Volatile Metter (%) 78.2 0 5 10 15 20 25 Lignin ( % berat ) Kayu Jati Kayu Kamper Grafik 1.8 0.530 83.609 Fixed Carbon (%) 9.976 80.

Hubungan kadar abu dengan lignin sabut siwalan Grafik diatas menunjukkan bahwa kandungan abu pada briket dengan kadar lignin 5 sampai 25 % menunjukkan pengaruh penurunan.14 Kadar Abu ( % ) 12 10 8 6 4 2 0 5 10 15 20 25 Lignin ( % berat ) Kayu Jati Kayu Kamper Grafik 2. Pengaruh lignin sabut siwalan terhadap volatile matter dapat pula digambarkan seperti pada grafik 3. semakin tinggi kadar air maka semakin rendah kadar abunya. Hal kadar air ini disebabkan adanya terhadap kadar abu. 21 .

Pengaruh lignin sabut siwalan terhadap fixed carbon dapat dilihat pada grafik 4. Hal ini disebabkan semakin banyak jumlah lignin. Hubungan volatile matter dengan lignin sabut siwalan Pada grafik tersebut semakin banyak jumlah perekatnya. maka semakin tinggi pula kadar airnya dan semakin rendah kadar abunya. Pada penelitian ini juga dipelajari fixed carbon yang ada dalam briket. maka semakin tinggi pula volatile matternya. sehingga volatile matternya juga semakin tinggi. 22 .Volatile Matter ( % ) 86 84 82 80 78 76 5 10 15 20 25 Lignin ( % berat ) Kayu Jati Kayu Kamper Grafik 3.

Pengaruh lignin sabut siwalan terhadap kuat tekan dalam briket diperjelas dengan grafik 5. Hubungan fixed carbon dengan lignin sabut siwalan Grafik 4. maka fixed carbon semakin rendah.10 Fixed Carbon ( % ) 8 6 4 2 0 5 10 15 20 25 Lignin ( % berat ) Kayu Jati Kayu Kamper Grafik 4. menunjukkan bahwa jumlah lignin semakin banyak. 23 . Hal ini dikarenakan fixed carbon dipengaruhi oleh kadar air. kadar abu dan volatile matter.

maka juga karena semakin rendah. Hubungan kuat tekan dengan lignin sabut siwalan Grafik 5. dari atau masa perpindahan masuk tersebut kedalam rongga – rongga udara mungkin briket tersebut. sehingga mempengaruhi kuat tekannya. 24 . hal jumlah kadar ini disebabkan kuat briket bahwa tekan semakin akan tinggi airnya.Kuat Tekan ( kg/ cm2 ) 100 80 60 40 20 0 5 10 15 20 25 Lignin ( % berat ) Kayu Jati Kayu Kamper Grafik 5. Dan tersebut mengalami perpindahan dari tempat pencetakan sampai akan diuji nilai kuat tekannya. menunjukkan bahwa kuat tekan mengalami penurunan.

Nilai kalor pada briket kayu jati mengalami naik turun yaitu pada jumlah perekat lignin yang 10 % dan 25 %.Nilai Kalor ( kkal / kg ) 5000 4950 4900 4850 4800 4750 4700 4650 5 10 15 20 25 Lignin ( % berat ) Kayu Jati Kayu Kamper Grafik 6. tapi mempunyai nilai kalor yang konstan. cenderung lebih bagus daripada nilai kalor pada briket jenis kayu kamper. 25 . Hubungan nilai kalor dengan lignin sabut siwalan Grafik diatas menunjukkan bahwa nilai kalor yang didapat pada briket jenis kayu jati. hal ini disebabkan karena waktu pencampuran antara serbuk gergaji kayu dan lignin sabut siwalan tidak teliti.

Hubungan nilai kalor dengan kuat tekan pada kayu jati. 26 . Hubungan nilai kalor dengan kuat tekan pada kayu kamper.Nilai Kalor ( kkal / kg ) 5050 5000 4950 4900 4850 4800 4750 4700 20 31 40 48 2 52 Kuat Tekan ( kg / cm ) Grafik 7.a. 4840 Nilai Kalor ( kkal / kg ) 4820 4800 4780 4760 4740 4720 4700 64 69 73 76 Kuat Tekan ( kg / cm2 ) 80 Grafik 7.b.

hal ini disebabkan briket serbuk gergaji kayu pada penlitian ini tidak memakai pengarangan.62 4. dimana rongga – rongga tersebut mengandung lignin yang mempunyai nilai kalor tinggi. Perbandingan hasil analisa briket arang ( dari Amerika.b didapatkan hubungan antara nilai kalor dengan kuat tekan. 27 .65 10.83 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas dari briket serbuk gergaji kayu lebih rendah dari pada standard internasional seperti di beberapa negara yang ada ditabel.56 12. begitu sebaliknya.77. Hal ini disebabkan karena semakin rendahnya kuat tekan.62 Kamper 0.88 2.59 8. yang mana semakin rendah kuat tekan.42 6. Inggris dan Jepang ) dengan briket serbuk gergaji kayu : Briket arang dari beberapa negara Jenis Analisa Kadar air ( % ) Kadar abu ( % ) Nilai Kalor ( kkal / kg ) USA 4. Nilai kalor yang paling mendekati standard USA adalah pada kayu jenis Jati. Tabel 3. maka rongga – rongga yang ada pada briket akan menghasilkan kalor yang tinggi.a dan 7.26 7.289 Jepang 6.Pada grafik 7.17 4.18 7.340 Inggris 3.69 2. maka nilai kalor yang didapat lebih besar.508 Briket serbuk kayu Jati 0.893.

4. Nilai kalor terbaik yang paling mendekati standard USA adalah pada kayu jenis Jati sebesar 4. Serbuk gergaji kayu dapat dijadikan briket.Hasil yang diperoleh dipengaruhi oleh jumlah perekat lignin sabut siwalan. dengan konsentrasi 5 % yaitu sebesar 4.684 kkal / kg. 2.684 kkal / kg.748. menunjukkan : 1.624. Lignin mempunyai nilai kalor sebesar 8. 3. dengan konsentrasi lignin 25 % yaitu sebesar 4.BAB VI. Sedangkan nilai kalor yang terendah pada briket yang berjenis Kayu Kamper.96 kkal / kg.945. Pada penelitian ini didapat nilai kalor yang terbaik pada briket yang berjenis Kayu Jati. sebaiknya sebelum dijadikan briket. serbuk gergaji kayu harus 28 .645 kkal / kg Saran Untuk lebih meningkatkan kualitas daripada serbuk gergaji kayu khususnya pada pembuatan briket.945. ataupun sebagai alat pendukung industri perkayuan. KESIMPULAN Data percobaan yang didapat dari Kajian Awal Alternatif Bahan Bakar Briket Bio Serbuk Gergaji Kayu dengan Perekat Lignin Sabut Siwalan.

diarangkan terlebih dahulu untuk meminimalisasi kadar karbon yang keluar pada saat pembakaran. 29 .

2002. 1980. and Green. “ Proses Fermentasi Nira Siwalan ”. Casey. “ Kimia Kayu Dasar – dasar Penggunaan “. edisi 2. UPN ” Veteran ” Jatim. New York. New York. “ Pembuatan Briket Arang Gambut dengan Beberapa Jenis Perekat ”. UNSYIAH. 2001.. 3-4. 1995. H. 2000. Gustan Pari. R. 2005. P.Hill Book Company. hal. 10-11. “ Teknologi Alternatif Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu “. 6th Edition. UPN “ Veteran “ Jatim. ” Kinetika Briket Arang Tempurung Kelapa sebagai Alternatif Energi ”.Inc. Hari Prasetyo. UPN ” Veteran ” Jatim.H.. “ Pemanfaatan Limbah Padat Berupa Arang Bagasse “. 30 ..11. John Wiley and Sons. Gajah Mada University Press. Y. hal. hal. Perry. 12. 1984.. “ Pemanfaatan Serbuk Gergaji sebagai Bahan Baku Pembuatan Pulp ”. “ Chemical Engineering Handbook ”. 9 . Mustafa. J. I. Pristianto. Natty. D.. Eero Sjostrom. “ Pulp and Paper Chemistry and Chemical Technology “. Banda Aceh. Institut Pertanian Bogor. UPN ” Veteran ” Jatim. McGraw... hal.DAFTAR PUSTAKA Bambang Trihadi. 2003. 2004.

Zainuri. 7. ” Pembuatan Pulp dari Serat Batang Pisang ( ABACA ) ”.. UPN ” Veteran ” Jatim. 2005. 31 .Windyasari. A. 2004. 4. hal.. N. ” Penggunaan Kadar Lignin pada Proses Pembuatan Pulp dari Kayu Lamtorogung dengan Proses Asam Asetat-Ethyl Asetat ”. hal. UPN ” Veteran ” Jatim.

969 gram pikno isi . Menghitung densitas lignin Pikno kosong Pikno isi ρ = = 12.5 2.pikno kosong volume pikno = 23.151 9.0 8.969 .9.163 gr / ml 3.515 32 .PERHITUNGAN 1.860 1.163 gr / ml Volume lignin Berat kayu = 1.290 1.5 0. Menentukan kadar air Berat mula – mula Berat briket kering = 9.487 gr Kadar air = 9.515 .12.0 7.LAMPIRAN PERHITUNGAN .344 gram = 23.430 0.5 9.515 gr = 9.487 x 100 % = 0.0 2. Menghitung campuran pembuatan briket Berat serbuk gergaji kayu Densitas Lignin % lignin Berat lignin 5 10 15 20 25 0.5 = 10 gram = 1.302 % 9.0 1.5 8.344 10 2.5 1.720 2.

Menentukan volatile matter Berat mula – mula = 9.168 gr = 1.4.168 x 100 % = 12.187 x 100 % = 80.( 0.302 + 12.514 6.512 gr = 1.080 % 33 .87 gr Berat setelah di furnace Kadar VM = 9.514 .274 + 80.514 gr = 1. Menentukan fixed carbon Fixed carbon = [ 100 – ( kadar air + kadar abu + volatile matter )] % = [ 100 .274 % 9.512 5. Menentukan kadar abu Berat mula – mula Berat abu briket Kadar abu = 9.344 % 9.344 )] % = 7.1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful