::)(:: Reviez Arthieta's blog

::)(::
:}{: SHARE ILMU :}{:

:: Search ::

Kamis, 08 November 2012
Instrumen Hukum Internasional

INSTRUMEN HUKUM HAM INTERNASIONAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Mata pelajaran Kelas Program Keahlian Kelompok Dibina Oleh Disusun Oleh
1. Moch. Imam Syafi’i 2. Nizar Maulana 3. Randy Kristanto 4. Revananda 5. Revi Sanjaya 6. Riki Widianto

: Pendidikan Kewarganegaraan : X ( Sepuluh ) : Teknik Pemesinan : 4 ( Empat ) : Drs. Sujiono :

7. Ringga Febri S

SMK MUHAMMADIYAH 1 KEPANJEN TERAKREDITASI “A” Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 34 Telp. 0341 – 395451, 399269 Fax. 0341 – 398768 KEPANJEN KABUPATEN MALANG

KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Instrumen

Hukum

HAM

Internasional”.
Kami selaku penyusun makalah ini mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak-pihak yang telah membantu Saya dalam menyelesaikan makalah ini, 1. Bapak Drs. Sujiono yang telah menuntun cara-cara membuat dan menyusun makalah ini. 2. Teman-teman yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah ini sangatlah kurang dari sempurna. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi generasi siswa dan siswi SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen pada umumnya. Malang, 17 Oktober 2010 Tim penyusun juga para generasi muda serta bagi pembaca

DAFTAR ISI 1). Kata pengantar………..….…………………………………………………………… 2). Daftar isi……………..……….……..…………………................................................ 3). BAB I Pendahuluan 3.1 Latar Belakang……………..………………………..………….…………….……. 3.2 Tujuan Pembahasan Masalah……………….………………….……………..….. 3.2.1 Ingin mengetahui pengertian instrumen HAM internasional………...……………………………………………..…...................... 3.2.2 Ingin mengetahui kasus-kasus pelanggaran HAM internasional............................................................................................................... 3.2.3 Ingin Mengetahui proses dan sanksi pelanggaran HAM pada peradilan internasional…………………………..................................................... 3.2.4 Ingin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan HAM beserta peraturan yang mengaturnya……………………….….......................................... 3.2.5 Ingin mengetahui macam-macam instrument HAM internasional……... 3.3 Tinjauan Teoritis Masalah…………………………….………………………….. 4). BAB II Pembahasan Masalah 4.1 Pengertian instrument HAM internasional………………….................................. 4.2 Kasus-kasus pelanggaran HAM internasional..……….………….……………… 4.3 Proses dan sanksi pelanggaran HAM pada peradilan internasional……............. 4.4 Hal-hal yang berkaitan dengan HAM beserta peraturan yang mengaturnya…. 4.5 Macam-macam instrument HAM internasional………………………....……… 5). BAB III Penutup 5.1 Kritik dan Saran………………………..………………..……………………….. 5.2 Kesimpulan…………………………………………………………………............ 6). Daftar Pustaka……….………….……………………………………………………. 7). Lampiran – lampira n……………………………...………………………. 10 10 iii iv 4 5 5 5 5 3 4 4 3 2 2 1 1 i ii

baik dalam keadaan damai maupun perang. terdampar. Pasal 4 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik mengijinkan Negara melakukan upaya-upaya yang bersifat sementara mengabaikan beberapa kewajiban Negara berdasarkan Kovenan “ketika terjadi .1 Latar Belakang Posted Agustus 17. Pertama-tama. Penetapan instrumen internasional yang penting dalam bidang hak asasi manusia – seperti DUHAM (1948). Sejak saat itu. Tujuannya adalah: Memberi perlindungan pada seseorang yang tidak. perubahan sifat pertikaian bersenjata dan daya merusak persenjataan modern menyadarkan perlunya banyak perbaikan dan perluasan hukum humaniter melalui negosiasi panjang yang membutuhkan kesabaran. 2 Komentar Hukum humaniter internasional memiliki sejarah yang singkat namun penuh peristiwa. Baru pada pertengahan abad XIX. Lembar Fakta ini menelusuri perkembangan hukum humaniter internasional dan memberi gambaran terkini tentang ruang lingkup dan pengertian hukum humaniter internasional bagi tentara maupun masyarakat sipil yang terperangkap dalam pertikaian bersenjata. Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia (1950) dan Kovenan Internasional tentang Hak sipil dan Politik (1966) memberikan sumbangan untuk memperkuat pandangan bahwa semua orang berhak menikmati hak asasi manusia. pemenuhan hak asasi tertentu mungkin dibatasi berdasarkan kondisi-kondisi tertentu. terlibat secara langsung dalam pertikaian – orang yang terluka. dibutuhkan suatu definisi. 2010 by HARTANTO in KEPALANGMERAHAN. Apa arti hukum humaniter internasional? Kerangka hukum ini dapat diartikan sebagai prinsip dan peraturan yang memberi batasan terhadap penggunaan kekerasan pada saat pertikaian bersenjata. Perkembangan hukum internasional yang berhubungan dengan perlindungan bagi korban perang dan dengan hukum tentang perang sangat dipengaruhi oleh perkembangan hukum perlindungan hak asasi manusia setelah Perang Dunia Kedua. atau tidak lagi.BAB I PENDAHULUAN 1. Selama keadaan perang atau keadaan darurat berlangsung. Membatasi dampak kekerasan dalam pertempuran demi mencapai tujuan perang. tawanan perang dan penduduk sipil. Negara-Negara melakukan kesepakatan tentang peraturanperaturan internasional untuk menghindari penderitaan yang semestinya akibat perang – peraturan-peraturan dalam suatu Konvensi yang mereka setuju sendiri untuk mematuhinya.

2/1991/5). 1990/60 yang mengakui peran penting Komite Palang Merah Internasional dalam menyebarkan hukum humaniter internasional dan mengajak Negara-negara “untuk memberi perhatian khusus pada pendidikan bagi semua anggota keamanan dan militer lainnya.4/Sub. dan semua badan penegak hukum. disajikan dalam Bagian 4 dari ketentuan agenda (E/CN. atau kriteria sejenis lainnya. Pada sidang ke-46 Komisi hak asasi manusia menetapkan Resolusi No.” berdasarkan hasil Konperensi Perdamaian di ibukota Belanda pada 1899 dan 1907. Secara berkala. agama atau kepercayaan.” Dalam sidang ke-43 Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan bagi Kaum Minoritas (5-30 Agustus 1991).“ tapi hanya “sejauh yang sangat dibutuhkan oleh keadaan yang bersifat darurat.” Pasal 15 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia berisi aturan yang sama.” karena merasa prihatin bahwa selama pertikaian-pertikaian demikian seringkali ketentuan yang berkaitan dengan hukum humaniter internasional dan hukum tentang hak asasi manusia tidak dihormati. “Hukum Den Haag. keturunan atau kekayaan. Namun. Dua tahun sebelumnya Sub-Komisi menetapkan resolusi 1989/24 tentang “hak asasi manusia pada Masa Pertikaian Bersenjata. Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan bagi Kaum Minoritas melakukan pembahasan tentang Negara dalam keadaan darurat dan penghormatan hak asasi manusia dalam situasi demikian. Tiga arus utama memberi kontribusi terhadap penyusunan hukum humaniter internasional.” diberikan oleh Konvensi dan Protokol internasional yang terbentuk berdasarkan sponsor Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dengan perhatian utama pada perlindungan korban pertikaian. warna kulit. sebuah laporan dari Sekretaris Jenderal tentang pendidikan sehubungan dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia saat terjadi pertikaian bersenjata. Pasal 3 dari empat Konvensi Jenewa tentang hukum humaniter 1949 menyatakan bahwa pada masa pertikaian bersenjata seseorang yang dilindungi konvensi “dalam kondisi apapun diperlakukan secara manusiawi. jenis kelamin. tanpa pembedaan yang merugikan berdasarkan ras. yang pada prinsipnya mengatur sarana dan metode perang yang diizinkan. mengenai hukum internasional tentang hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional yang berlaku ketika terjadi pertikaian bersenjata”. Ketiga arus itu adalah “Hukum Jenewa. kebutuhan agar hak asasi manusia tetap terjaga walaupun dalam waktu perang telah mendapat pengakuan sepenuhnya.keadaan darurat yang mengancam keselamatan bangsa. dan usaha-usaha PBB menjamin penghormatan hak asasi manusia pada pertikaian bersenjata dan membatasi penggunaan senjata-senjata tertentu. .

Terkejut dengan apa yang dilihatnya. sebuah rancangan baru konvensi dibentuk dengan gagasan memperluas prinsipprinsip yang ditetapkan empat tahun sebelumnya. diterbitkan tahun 1862. Dunant kemudian menulis buku berjudul Un Souvenir de Solferino. Langkah lain. kebangsaan dan agama. Konvensi Jenewa ini secara formal meletakkan dasar-dasar hukum humaniter internasional. ditetapkan sebagai tanda pengenal bagi personel kesehatan militer. ketiga arus besar ini akhirnya bergabung menjadi gelombang aksi. Ketika tentara Perancis dan Austria berperang dalam pertempuran Solferini di utara Italia pada Juni 1859. Pada beberapa negara didirikan perkumpulan nasional dan dalam Konperensi diplomatik di Jenewa 1864. Dalam buku itu Dunant memberi saran untuk membentuk perkumpulan nasional untuk merawat orang yang sakit atau terluka tanpa memandang ras. Bersama empat rekannya. Dokumen ini. Di Negara Islam. Petersburg 1868. Pada Awalnya……………. mencakup aturan pokok universal dan toleransi dalam hal ras. Pada 1868. Sebagai lambang. Dunant sendiri kebetulan berada di antara ribuan orang Perancis dan Austria yang terluka setelah pertempuran. palang merah dengan latar belakang putih. tentang langkah internasional untuk mengurangi penderitaan orang yang sakit dan terluka dalam perang. Memperluas Persetujuan Internasional Dalam waktu singkat terlihat jelas perlunya memperluas ruang lingkup Konvensi Jenewa. seorang pemuda Swiss. delegasi dari 16 bangsa Eropa menetapkan Konvensi untuk Perbaikan Kondisi terhadap Tentara yang Terluka dalam Perang. lambang ini berupa bulan sabit merah berlatar belakang putih.Dalam perkembangannya. Deklarasi St. dengan memasukkan pertempuran di lautan. Hennri Dunant lalu membentuk Komite Internasional untuk Pertolongan bagi Orang yang Terluka (kemudian diubah namanya menjadi Komite Palang Merah Internasional). Dunant juga mengusulkan agar Negara-negara membuat perjanjian yang mengakui kegiatan organisasi ini dan menjamin perlakuan yang lebih baik terhadap orang yang terluka. Ide Dunant mendapat tanggapan luas. Konvensi Jenewa Pertama. terlintas ide dalam pikiran Henri Dunant. meminta Negara-Negara tidak . kebangsaan atau agama. dan bersama beberapa sukarelawan lain melakukan apa saja yang dapat dilakukan untuk meringankan penderitaan mereka. Sejak itu staf dan fasilitas kesehatan dianggap netral.

termasuk pemboman terhadap kota yang tidak mempunyaipertahanan. dan Konvensi kedua tentang perlakuan terhadap tawanan perang. Dengan semangat ini. penggunaan gas beracun dan peluru berhulu lunak. . dan korban dari penduduk sipil (Konvensi Keempat). dan pada tahun berikutnya seluruh ketentuan tersebut diperluas dengan pertempuran di laut. Keputusan diambil untuk membuat langkah awal dan ditetapkanlah Konvensi Jenewa yang baru. Konperensi Perdamaian di Den Haag pada 1899 dan 1907 menetapkan konvensiKonvensi hukum dan tata cara perang. Konvensi-Konvensi ini ditetapkan dalam suatu Konperensi diplomatik internasional yang diselenggarakan di Jenewa pada April sampai Agustus 1949. sakit dan terdampar (Konvensi Kedua). sebuah Protokol telah ditetapkan pada sebuah konperensi Liga Bangsa-bangsa untuk melarang penggunaan asphyxiating dan gas beracun. tawanan perang (Konvensi Ketiga). yang dimaksudkan untuk menengahi pertentangan yang dapat mengancam perdamaian. Pada 1906 Konvensi Jenewa Pertama diperbaiki untuk memberi perlindungan yang lebih besar terhadap korban perang di darat. Deklarasi ini melarang penggunaan senjata peledak. konperensi di Jenewa 1929 telah menetapkan sebuah Konvensi dengan ketentuan-ketentuan yang lebih baik bagi perawatan orang sakit dan terluka. Empat tahun sebelumnya. Namun. mencakup penghormatan atas: orang yang sakit dan terluka dalam pertempuran darat (Konvensi Pertama). Penghormatan terhadap Konvensi Jenewa dan operasi yang dipimpin oleh Komite Palang Merah Internasional memainkan peranan penting dalam menyelamatkan nyawa dan mencegah penderitaan yang tidak seharusnya dalam Perang Dunia I (1914-1918). serta deklarasi yang melarang praktek-praktek tertentu. Konperensi ini gagal bersepakat mengenai sebuah sistem perwasitan wajib. Perang Saudara di Spanyol (1936-1939) dan Perang Dunia II (1939-1945) merupakan bukti kuat bagi perlunya meninjau kembali hukum humaniter internasional agar sesuai dengan sifat perang yang berubah. besarnya penderitaan manusia akibat perang menambah keyakinan masyarakat internasional agar Konvensi Jenewa itu diperkuat. Suatu penemuan yang penting – yang berlaku bagi semua Konvensi – adalah bahwa mereka menetapkan peraturan-peraturan minimum yang harus dipatuhi dalam sebuah pertikaian bersenjata dalam negeri. anggota militer yang terluka.menggunakan senjata yang mengakibatkan penderitaan yang tidak perlu.

Protokol I mengatur perlindungan bagi korban akibat pertikaian internasional. atau tindak kekerasan yang bersifat tertutup dan sporadis. Protokol II tentang korban akibat pertikaian bersenjata dalam negeri. sakit dan terdampar. termasuk pertikaian antara angkatan bersenjata pemerintah dan pemberontak atau kelompok teroganisir lain yang menguasai sebagian wilayah. Perubahan sifat dari konflik bersenjata menuntut penanganan yang lebih jauh. Pada 31 Desember 1990. Berdasarkan permintaan Majelis Umum PBB. Konperensi Diplomatik juga memberi rekomendasi untuk menyelenggarakan Konperensi khusus sehubungan dengan dasar-dasar humaniter tentang larangan penggunaan senjata konvensional tertentu. Protokol I (pertikaian internal) memuat aturan yang berhubungan dengan peran Kekuasaan Perlindungan yang dirancang setiap pihak yang terlibat pertikaian. dan 89 Negara telah meratifikasi atau menyetujui Protokol II. setelah lewati empat dasawarsa. Namun.Keempat Konvensi Jenewa tetap berlaku sampai saat ini. 164 Negara telah menjadi Peserta Konvensi Jenewa. Dalam larangan penggunaan metode dan praktek peperangan yang mengakibatkan luka yang hebat. telah mengalami peningkatan. penderitaan yang tidak semestinya dan kerusakan yang luas dalam jangka panjang pada lingkungan hidup. Sekretaris Jenderal PBB secara berkala menyampaikan laporan mengenai penerimaan Protokol-Protokol oleh Negara-negara. tetapi tidak mengatur gangguan dan ketegangan dalam negeri dalam bentuk kerusuhan. serta menyediakan pengumpulan dan pemberian informasi tentang orang yang hilang dan tewas. 99 Negara telah meratifikasi atau menyetujui Protokol I. Protokol I menandai akhir pemisahan “Hukum Jenewa” dan “Hukum Den Haag.” pantas mendapat penjelasan lebih lanjut.” . untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan seluruh Konvensi dan Protokol. bentuk baru pertikaian bersenjata yang seringkali lebih tajam dan berbahaya tetapi terlokalisir dan melibatkan pasukan dan kelompok lain dalam jumlah terbatas. Konperensi Diplomatik tentang Penegasan kembali dan Perkembangan Hukum Humaniter Internasional yang diselenggarakan di Jenewa sejak 1974 sampai 1977 menetapkan dua Protokol Tambahan pada Konvensi 1949. sebagai perkembangan terbaru pada “Hukum Jenewa. Dengan demikian. Protokol I ini mengandung ketentuan-ketentuan untuk memulihkan kondisi orang yang terluka. Butir-Butir Penting Protokol Beberapa aspek tertentu dari protokol.

Pelaksanaan hukum humaniter selalu muncul dalam perdebatan dan .Setiap pasukan perang yang jatuh ke tangan musuh dianggap sebagai tawanan perang. Protokol II berisi peraturan-peraturan yang berhubungan dengan korban akibat pertikaian bersenjata non internasional. Namun. Perlakuan khusus juga diberikan pada petugas kesehatan. Ada beberapa ketentuan tentang perawatan bagi orang sakit. Protokol I digunakan untuk melindungi penduduk sipil. dan terhadap transportasi peralatan dan persediaan obat-obatan. dan upaya perlindungan pada tahanan telah ditentukan. Pihak-pihak yang terlibat pertikaian harus selalu membedakan antara masyarakat sipil dan pasukan perang. terluka atau terdampar. Ada beberapa upaya khusus untuk melindungi perempuan dan anak-anak dan wartawan dalam tugas yang berbahaya harus diperlakukan sebagai orang sipil. baik sipil maupun keagamaan. penyiksaan. Sengaja membiarkan penduduk sipil kelaparan dan perusakan lingkungan alam dilarang. dan tentang perlindungan bagi penduduk sipil dari tindak atau ancaman kekerasan. mutilasi serta hukuman badan sama sekali dilarang. penelantaran sebagai taktik perang serta pengusiran secara paksa. atau tidak lagi terlibat dalam kekerasan. Namun sejak awal. PERAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA Pemeliharaan perdamaian serta pencegahan pertikaian bersenjata menjadi keprihatinan utama PBB. karya seni. dan telah mengajak Negara-negara meratifikasinya atau menjadikannya sebagai pedoman. Pembunuhan. baik mata-mata maupun tentara bayaran tidak mempunyai hak untuk diperlakukan sebagai tawanan perang. atau tempat ibadah – atau penyalahgunaannya untuk mendukung kepentingan militer – dilarang. dan dengan demikian melengkapi prinsip-prinsip dasar yang tercantum dalam pasal 3 (Lampiran Konvensi 1949). badan-badan PBB telah memberi dukungan pada Konvensi Jenewa dan Protokolnya. Peraturan yang sama juga terdapat dalam Protokol II berkenaan dengan situasi pertikaian internal. Pada 1949 Komisi Hukum Internasional memutuskan untuk tidak memasukkan hukum tentang pertikaian bersenjata dalam agendanya mengingat pembahasan cabang hukum internasional ini bisa dipandang sebagai hilangnya kepercayaan pada kemampuan PBB memelihara perdamaian dan keamanan. Tindak perusakan monumen sejarah. Kedua Protokol lebih jauh menghimbau perlakuan yang manusiawi terhadap orang yang tidak. Penghormatan pada hak asasi manusia di setiap waktu dan di semua tempat merupakan prinsip pokok dari Organisasi ini. demikian pula bagi penduduk sipil yang jatuh ke tangan musuh.

mereka harus memenuhi semua kewajiban yang telah mereka terima dalam Konvensi Jenewa 1949. dan dukungan timbal-balik terhadap langkah kemanusiaan antara PBB dan Komite Palang Merah Internasional. memberi ikhtisar mengenai perlindungan yang diberikan oleh instrumen hak asasi manusia PBB – sebagai contoh Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik – pada pertikaian bersenjata. Dalam beberapa resolusi di 1970. dan memberikan perhatian khusus untuk melindungi hak masyarakat sipil dan pasukan perang dalam perjuangan rakyat untuk memerdekakan dirinya dari penjajahan atau dominasi asing dan menentukan nasib sendiri serta pelaksanaan yang lebih baik konvensi-konvensi dan peraturan-peraturan hukum humaniter Internasional yang berlaku. Laporan juga menetapkan prasyarat-prasyarat yang mesti dipenuhi untuk memberi status “hak istimewa dalam peperangan” (tawanan perang seperti disebutkan dalam Konvensi Jenewa Ketiga). Resolusi ini disambut dengan baik oleh Majelis Umum PBB (Resolusi 2252). Majelis Umum: . dan telah sering disampaikan dan ditegaskan kembali. pada 1970. Laporan ini juga membicarakan pembangunan tempat perlindungan bagi masyarakat sipil. Laporan tersebut juga memberikan informasi tentang orang-orang yang harus dilindungi dalam situasi pertikaian dalam negeri dan perang gerilya. Dalam laporan dinyatakan bahwa Konvensi Jenewa Keempat berlaku bagi anggota pasukan pembebasan dan mengusulkan agar Konvensi ini diperluas sehingga mencakup pertikaian yang tidak bersifat internasional. interaksi.keputusan dari Komisi Hak Asasi Manusia serta Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan bagi Kaum Minoritas. Babak baru dimulai dalam kerja sama. dan larangan penggunaan senjata kimia dan bakteri. Pada 1967 Dewan Keamanan PBB (Resolusi 237) menegaskan bahwa hak asasi manusia harus dihormati oleh semua pihak yang terlibat pertikaian. Laporan kedua. Pada 1960an PBB memperluas keterlibatannya dalam pembentukan sistem hukum humaniter internasional. LAPORAN SEKRETARIS JENDERAL PBB Seri pertama laporan-laporan dari Sekretaris Jenderal tentang penghormatan hak asasi manusia dalam masa pertikaian bersenjata diserahkan kepada Majelis Umum pada 1969. Majelis Umum menanggapinya dengan meminta Sekretaris Jenderal untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

tempat perlindungan. mengenai perlindungan terhadap wartawan serta penggunaan napalm dan senjata pembakar lainnya. DUHAM dan instrumen hak asasi manusia internasional lainnya. dan tawanan perang yang menjalani hukuman jangka panjang dikembalikan ke Negaranya atau diserahkan ke sebuah Negara netral. sebagaimana diterima dalam Hukum Internasional dan instrumen Internasional. Menghendaki perlakuan yang manusiawi bagi orang-orang yang berhak atas perlindungan dari Konvensi Jenewa Ketiga dan melakukan peninjauan berkala ke tempat penahanan “dengan Kekuasaan Perlindungan atau organisasi kemanusiaan seperti Komite Palang Merah Internasional”. Menegaskan bahwa anggota gerakan perlawanan dan pasukan pembebasan yang tertangkap diperlakukan sebagai tawanan perang. Majelis Umum menegaskan bahwa tempat tinggal. pemindahan secara paksa atau “serangan lain terhadap integritas mereka. dan menegaskan pentingnya kerja sama yang erat antara PBB dan Komite Palang Merah Internasional. Mengutuk pemboman terhadap penduduk sipil dan penggunaan senjata kimia dan bakteri. Menyambut dengan baik keputusan Komite Palang Merah Internasional untuk menyelenggarakan Konperensi tentang penegasan kembali dan perkembangan hukum humaniter yang dapat diterapkan saat terjadi pertikaian bersenjata. .Sepakat bahwa hak asasi manusia dasar. Penduduk sipil tidak boleh dijadikan korban akibat pembalasan. yang juga menyampaikan laporan tentang hukum internasional mengenai larangan atau pembatasan penggunaan senjata tertentu. Majelis Umum menerima tujuh laporan tentang hak asasi manusia dalam pertikaian bersenjata dari Sekretaris Jenderal. Mempertimbangkan agar tawanan perang yang luka berat dan sakit parah dikembalikan ke Negaranya.” Majelis juga menyatakan bahwa pemberian bantuan internasional kepada penduduk sipil sesuai dengan Piagam PBB. wilayah rumah sakit serta instalasi lain yang digunakan penduduk sipil tidak boleh dijadikan sasaran operasi militer. Menyusun langkah-langkah kerangka persetujuan Internasional tentang perlindungan wartawan dalam tugas berbahaya. tetap berlaku pada masa pertikaian bersenjata. Dalam tahun-tahun berikutnya.

Deklarasi tersebut menyatakan bahwa segala bentuk penindasan serta perlakuan yang kejam dan tidak manusiawi terhadap perempuan dan anak-anak – termasuk pemenjaraan. demikian pula dengan Prinsip-prinsip Hukum Internasional tentang Kerja Sama Bersahabat Antar Negara. akan tetapi. hukuman badan. penembakan. Anggota pasukan pembebasan yang tertangkap harus diberi status sebagai tawanan perang berdasarkan Konvensi Jenewa Ketiga. beberapa kategori wartawan dalam melaksanakan tugas berbahaya tidak terjangkau. Upaya menindas perlawanan terhadap penjajahan dan rezim yang rasis tidak sesuai dengan Piagam PBB. dan Deklarasi tentang Pemberian Kemerdekaan bagi Negara-Negara dan Bangsa-Bangsa Jajahan. penyiksaan. dianggap sebagai tindak kejahatan. DUHAM. beberapa bentuk perlindungan dapat diberikan bagi wartawan di daerah pertikaian. dan perusakan tempat tinggal serta pengusiran paksa – yang dilakukan dalam peperangan sebagai bagian dari operasi militer atau pendudukan suatu wilayah. Pelanggaran atas status hukum pasukan perang harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Perlindungan Bagi Perempuan Dan Anak Deklarasi tentang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak-Anak dalam Keadaan Darurat dan Pertikaian Bersenjata diproklamirkan oleh Majelis Umum pada 1974. Upaya-upaya tersebut menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan. seperti yang dicatat oleh Majelis Umum pada 1970. Prinsip-prinsip yang disetujui sebagai berikut: Setiap gerakan perlawanan seperti tersebut di atas adalah sah dan sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Rancangan tersebut disampaikan . penangkapan massal. pada 1972 Komisi Hak Asasi Manusia menyetujui rancangan konvensi internasional tentang perlindungan bagi wartawan yang bertugas di wilayah pertikaian bersenjata. Penggunaan tentara bayaran untuk menghadapi gerakan pembebasan bangsa adalah tindak kejahatan.Pejuang Kemerdekaan Status hukum dari pasukan pembebasan yang sedang berjuang melawan penjajah atau rezim rasialis berdasarkan hak untuk menentukan nasib sendiri dirumuskan Majelis Umum pada 1973. Perlindungan Bagi Wartawan Berdasarkan Konvensi Jenewa 1949. Dengan mandat dari Majelis Umum dan Dewan Ekonomi dan Sosial.

Pasal ini menyatakan bahwa wartawan yang sedang menjalankan tugas berbahaya dianggap sebagai orang sipil dan diberi perlindungan selama mereka tidak melakukan tindakan yang secara merugikan mempengaruhi status sipilnya. Resolusi pertama ditetapkan oleh Majelis Umum pada 1946. dan melaporkan semua informasi yang relevan pada pihak lawan. dan masalah tersebut disetujui dalam pasal 79 Protokol I yang ditetapkan Konperensi pada 1977. atau yang membahayakan penduduk sipil akibat pertikaian bersenjata. Protokol ini memberikan model kartu identitas yang dikeluarkan oleh pemerintah Negara asal wartawan itu. Walaupun tekanan tetap diberikan pada perlucutan senjata. Protokol ini menyatakan bahwa sebagai prinsip umum. termasuk hak untuk hidup. SENJATA: LARANGAN DAN PEMBATASAN Sejak Deklarasi St. disiapkan untuk mendirikan Komisi Energi Atom yang salah satu tugasnya adalah merumuskan usulan untuk menghapuskan senjata nuklir dari gudang militer suatu Negara. yang kematiannya tidak dapat dipastikan. Kesulitan hukum yang muncul dari hilangnya orang sebagai akibat pertikaian bersenjata. bahwa penggunaan senjata nuklir dan termonuklir merupakan pelanggaran langsung atas Piagam PBB. Petersburg pada 1868. penggunaan senjata pada waktu perang dan akibat-akibatnya terhadap hak asasi manusia dasar.pada Konperensi Diplomatik tentang Pengesahan dan Perkembangan Hukum Humaniter Internasional dari Komite Palang Merah Internasional. fokus perhatian adalah masalah senjata nuklir. Majelis Umum menyatakan dalam resolusi 1653 (XVI) 1961. dalam waktu singkat bila keadaan mengizinkan. dan tidak berlaku lagi – setelah dua kali diperpanjang – pada 1967. setiap pihak yang terlibat pertikaian harus mengadakan pencarian terhadap orang yang dilaporkan hilang. Senjata Nuklir Pada masa-masa permulaan PBB. yang mengakibatkan “penderitaan menyeluruh dan kehancuran pada manusia dan . saat ini telah di atasi oleh Protokol I Konvensi Jenewa 1949. dan selambat-lambatnya pada saat kekerasan berakhir. berulang kali dilakukan upaya melalui negosiasi internasional untuk melarang atau membatasi penggunaan senjata yang mengakibatkan penderitaan yang tidak semestinya pada pasukan. MELAPORKAN ORANG HILANG DAN TEWAS Konvensi PBB tentang tewasnya orang yang hilang mulai berlaku pada 1952. mulai muncul dalam agenda badan-badan PBB 1960-an.

Perjanjian ini mendapat persetujuan dari Majelis Umum. Mereka tidak akan membantu. atau menguasainya. Perjanjian yang melarang penempatan senjata nuklir dan senjata penghancur massal lainnya di atas lautan. Dalam Deklarasi Pencegahan Bencana Nuklir. Dua tahun kemudian Majelis Umum memberi persetujuan pada Perjanjian tentang Anti-Pengembangan Senjata Nuklir yang mewajibkan setiap Negara Pihak yang mempunyai senjata nuklir berjanji tidak melakukan alih teknologi. Walaupun tidak diputuskan di bawah naungan PBB. Deklarasi ini menyebutkan bahwa Energi Nuklir dapat digunakan semata-mata untuk tujuan perdamaian. dasar laut atau samudera mendapat persetujuan dari Majelis Umum. Resolusi ini ditegaskan kembali pada 1978. Majelis menyampaikan kepada seluruh negara. Dalam Perjanjian tentang Prinsip-Prinsip yang Mengatur Kegiatan Negara dalam Melakukan Eksplorasi dan Pemanfaatan Angkasa Luar.peradaban dan …. 1979. baik langsung maupun tidak langsung. para Negara Pihak berjanji tidak akan menempatkan di orbit. atas senjata nuklir atau hulu ledak nuklir.bertentangan dengan ketentuan hukum internasional serta hukum-hukum kemanusiaan…” Setiap Negara yang menggunakan senjata ini dianggap melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum-hukum kemanusiaan dan melakukan tindak kejahatan terhadap umat manusia dan kehidupan masyarakat. Angkasa Luar dan di bawah Laut mulai berlaku pada 1963. benda apapun yang membawa senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal. dan bahwa mereka bermaksud untuk mengakhiri kontaminasi terhadap lingkungan hidup akibat radio aktif. mendorong atau mempengaruhi setiap Negara yang tidak memiliki senjata nuklir untuk membuat atau memperoleh senjata nuklir. Bulan dan benda-benda angkasa lain hanya akan digunakan untuk tujuan perdamaian. Majelis Umum pada 1981 menyatakan bahwa Negara atau negarawan yang memulai penggunaan senjata nuklir berarti melakukan tindak kejahatan terbesar terhadap kemanusiaan. Para Peserta perjanjian dilarang menempatkan senjata-senjata tersebut atau bermaksud untuk meluncurkan atau melakukan percobaan. dan dibuka untuk ditandatangani pada 1971. Perjanjian Larangan Pengujian Senjata Nuklir di Atmosfir. termasuk bulan dan benda-benda angkasa lainnya (1966). begitumengetahui adanya senjata pemusnah . Pada 1986. Perkembangan dari senjata pemusnah massal baru yang memiliki dampak yang sama dengan daya ledak senjata nuklir telah didiskusikan beberapa kali dalam Majelis Umum. di atas laut atau di dalam atau di dasar laut. Para Negara Pihak menyatakan bahwa mereka berusaha tidak melanjutkan semua percobaan peledakan senjata nuklir. dan 1981.

produksi dan penimbunan semua senjata kimia dan penghancurannya. Laporan tentang napalm. Produksi. yang menyimpulkan bahwa penyebaran kebakaran melalui senjata ini berdampak kepada seluruh sasaran baik militer maupun sipil. didukung oleh Komite Palang Merah Internasional. harus menyetujuinya. Usulan Konperensi agar diadakan suatu penelitian. atau tujuan perdamaian lainnya” atau “senjata. dan mulai diberlakukan pada 1975. menimbun. Senjata Kimia Dan Bakteri Dalam berbagai kesempatan. perlengkapan atau sarana yang dirancang untuk menggunakan zat-zat atau racun tersebut untuk tujuan jahat.” Konvensi juga mencantumkan penghancuran dan pengubahan zat dan senjata tersebut untuk tujuan damai. atau untuk digunakan dalam pertikaian bersenjata. Penimbunan Senjata Bakteri dan Senjata Beracun dan Penghancurannya mendapat persetujuan dari Majelis pada 1972. pengamanan.massal baru. Konvensi PBB tentang Larangan Atau Pembatasan Penggunaan Senjata Konvensional Tertentu yang dapat mengakibatkan Luka Berat atau Berdampak secara Menyeluruh. merupakan hal yang dituangkan dalam Konperensi yang diselenggarakan di Jenewa pada 1979 dan 1980. agar melakukan negosiasi dengan segera untuk melarang dan menghentikan perkembangannya. Majelis Umum memberi rekomendasi agar Negara yang belum memberi persetujuan pada Protokol 1925 tentang larangan penggunaan asphyxiating dalam peperangan dan gas beracun serta senjata bakteri dalam perang. dibuka untuk ditandatangani pada 1972. Negara Pihak Konvensi berjanji untuk tidak mengembangkan. memperoleh atau menyimpan “zat-zat atau racun mikroba atau senjata biologi lainnya …yang tidak memiliki tujuan untuk perlindungan. memproduksi. senjata penghancur lainnya dan semua aspek yang mungkin timbul akibat penggunaannya. disampaikan oleh Majelis Umum 1972. Penyelenggaraan Konperensi ini telah direkomendasikan oleh Konperensi . Senjata Konvensional Penggunaan bom napalm mulai didiskusikan pada Konperensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia di Teheran (1968). merupakan salah satu tugas mendesak bagi masyarakat internasional. Konvensi Larangan Pengembangan. bahwa orang yang terluka benar-benar kesakitan. yang diputuskan Majelis pada 1978. Kesimpulan konvensi yang melarang pengembangan. dan bahwa tindakan pengobatan sulit didapat di sebagian besar Negara .

diakui oleh Negara Pihak dengan mengingat „prinsip umum perlindungan bagi penduduk sipil dari akibat perang. Komisi juga membuat rancangan kode pelanggaran terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia. Komitmen ini telah menambah dimensi baru dan penting terhadap hukum Humaniter Internasional. dan hanya dengan menjatuhkan hukuman kepada individu yang melakukan tindak kejahatan tersebut.” . yang pada 1977 memberi persetujuan atas Protokol Tambahan dari Konvensi Jenewa 1949.diplomatik. Tiga perangkat Protokol menyertai Konvensi ini. KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN PBB telah menetapkan peraturan bagi kerja sama Internasional untuk pencegahan dan hukuman tindak kejahatan terhadap perdamaian. Rumusan ini disiapkan komisi hukum Internasional berdasarkan petunjuk dari Majelis Umum pada 1950. Hubungan yang dekat antara konvensi senjata konvensional dan aturan Humaniter Internasional lainnya. yang berkenaan dengan pertanggungjawaban pidana dari individu. Konvensi pencegahan dan hukuman bagi tindak kejahatan genosida yang disetujui oleh Majelis Umum pada 1948 merupakan salah satu langkah awal dalam bidang ini. merupakan tindak kejahatan berdasarkan hukum Internasional yang mesti dicegah dan dihukum Negara Pihak. termasuk protokol 1977. yang mengadili penjahat perang setelah Perang Dunia II. Protokol kedua bertujuan untuk melarang atau membatasi penggunaan ranjau darat dan peralatannya yang diaktifkan dengan kontrol jarak jauh atau kontrol waktu.„ seperti juga prinsip untuk menghindari penderitaan yang tidak semestinya dan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Konvensi sepakat bahwa genosida. Protokol pertama melarang penggunaan senjata yang mengakibatkan luka yang tidak dapat dideteksi dengan sinar X. sebagaimana diputuskan dalam pandangan Pengadilan Nuremberg bahwa “tindak kejahatan terhadap hukum Internasional dilakukan oleh manusia. Tugas utama lainnya adalah untuk merumuskan prinsip-prinsip hukum Internasional yang diakui dalam Piagam Pengadilan Nuremberg. baik yang dilakukan pada saat damai maupun perang. tindak kejahatan dalam perang dan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan. maka ketentuan Hukum Internasional baru dapat ditegakkan. bukan oleh suatu entitas abstrak. Protokol ketiga membatasi penggunaan senjata yang dapat membakar .

membiayai dan melatih tentara bayaran. Dewan Keamanan. menangkap. Walaupun telah dilakukan berbagai upaya untuk mendahulukan negosiasi damai ketimbang pertikaian bersenjata. memungkinkan dilakukannya ekstradisi. KESIMPULAN Pertikaian bersenjata internal dan Internasional adalah kenyataan yang paling kejam dalam abad ke-20. dan mulai berlaku pada 1970. Akses yang lebih luas pada data-data Komisi Kejahatan Perang diusulkan oleh Sub-Komisi tentang Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kaum Minoritas pada 1987. Pada 1973 Majelis menetapkan sembilan prinsip kerja sama internasional untuk mendeteksi. Sub-Komisi ini meminta Negara-negara untuk menjamin bahwa pelaku kejahatan seperti tersebut di atas mendapatkan hukuman yang setimpal. kematian dan kerusakan yang diakibatkan oleh peperangan terus meningkat . Praktek penggunaan tentara bayaran untuk menghadapi gerakan kemerdekaan bangsa atau untuk menjatuhkan pemerintahan dipandang sebagai tindakan kejahatan oleh Majelis Umum. menggunakan. Negara Pihak Konvensi berjanji untuk menghapuskan pembatasan domestik tentang penuntutan dan penghukuman terhadap kejahatan ini. ternyata besarnya penderitaan manusia. . ketika SubKomisi ini mendiskusikan usaha untuk mengajukan terdakwa pelaku kejahatan perang ke pengadilan. Dewan Ekonomi dan Sosial.PENGHAPUSAN KETENTUAN TENTANG PEMBATASAN Konvensi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan disiapkan oleh Komisi Hak Asasi Manusia dan Dewan Ekonomi dan Sosial yang ditetapkan oleh Majelis Umum pada tahun 1968. dan Komisi Hak Asasi Manusia pada beberapa kesempatan sejak era 1960an sampai sekarang. dan sesuai dengan hukum Internasional. Pada 1987. Konvensi ini ditetapkan Majelis Umum pada 1989. melakukan ekstradisi dan menghukum seseorang yang bersalah atas kejahatan perang dan kemanusiaan. Sementara itu suatu komite dari Majelis Umum menyelesaikan tugas untuk membuat rancangan konvensi menentang kegiatan memperkerjakan. TENTARA BAYARAN Tentara bayaran seperti disebutkan dalam Protokol I Konvensi Jenewa tidak memiliki hak untuk dianggap sebagai pasukan tempur atau tawanan perang. Komisi ini menyampaikan pembahasan khusus tentang tentara bayaran tersebut.

Walaupun demikian. seperangkat hukum perjanjian humaniter Internasional telah dibentuk. Tujuan kedua adalah melindungi kemanusiaan di tengah kenyataan perang.Pencegahan pertikaian bersenjata tetap menjadi tujuan pertama dari kerja sama Internasional. Saat ini telah terdapat batasan yang jelas mengenai jenis-jenis tindakan yang dapat ditoleransi pada saat terjadi pertikaian bersenjata.3 Ingin Mengetahui proses dan sanksi pelanggaran HAM pada peradilan internasional 1.2. ternyata perjanjian dan konvensi – walaupun secara sungguh-sungguh telah diratifikasi – tidak dapat menyelamatkan nyawa.2. mencegah rasa sakit.5 Ingin mengetahui macam-macam instrument HAM internasional 1.3 Tinjauan Teoritis Masalah .1 Ingin mengetahui pengertian instrumen HAM internasional 1. kecuali ada keinginan untuk melaksanakan perjanjian ini dalam kondisi apapun juga.2.4 Ingin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan HAM beserta peraturan yang mengaturnya 1.2 Ingin mengetahui kasus-kasus pelanggaran HAM internasional 1.2.2. Itulah maksud hukum Humaniter Internasional. Dalam waktu sedikit lebih dari 100 tahun. atau melindungi hak milik masyarakat yang tidak berdosa. Perjanjian dan konvensi-konvensi tersebut juga tidak akan efektif kecuali apabila semua orang yang terlibat langsung – baik pasukan perang maupun penduduk sipil – menyadari bahwa masalah pokok adalah masalah penghormatan terhadap hak asasi manusia yang dasar.2 Tujuan Pembahasan Masalah 1. 1.

dan kedamaian manusia. dan budaya. mencangkup hak hidup. ekonomi. Berikut ini adalah pelanggaran HAM di internasional yang pernah terjadi : a. dan dilindungi oleh negara. Diktator Chili.com). pemerintah. hukum. Meninggal Dunia Tanpa Sempat Diadili Augusto Pinochet lahir dikota pelabuhan Valparaiso pada 25 November 1915. 39 tahun 1999 tentang HAM dan UU No. Augusto Pinochet. Sedangkan instrumen adalah Suatu alat yang digunakan untuk membantu dalam suatu kegiatan. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati sebagai anugerah dari tuhan. keadilan. (sumber : okezone. Instrumen HAM internasional adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu dalam suatu mencapai atau memperoleh kebutuhan-kebutuhan hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati sebagai anugerah dari tuhan. dan setiap orang. mencangkup hak hidup. dari segi kehidupan sipil. . Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhlik Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugrahNya yang wajib dihormati. hak kemerdekaan atau kebebasan dan hak memiliki sesuatu. dijinjung tinggi. atau disebut dengan hak asasi manusia (HAM).2 Kasus-kasus pelanggaran HAM internasional Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari hari kita temui pelanggaran HAM baik di Indonesia maupun di negara lain. 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM). politik. Dalam bahasa Inggris hak asasi manusia adalah human rights. 2. Tokoh ini kemudian menjadi salah satu dictator Amerika Selatan paling terkenal pada dekake 1970-an dan 1980-an. HAM merupakan landasan untuk kebebasan. social. demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (pasal 1 angka 1 UU No.BAB II PEMBAHASAN MASALAH 2. Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang dibawa sejak lahir. Jadi. hak kemerdekaan atau kebebasan dan hak memiliki sesuatu di internasional.1 Pengertian instrumen HAM internasional Manusia memepunyai hak dasar yang dianugrahi Tuhan dan merupakan hak dasar yang harus dipertahankan untuk tetap menjadi manusia.

Pinochet dituduh melakukan belasan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Beberapa pecan kemudian pengadilan di Santiago melucutinya dari hak kekebalan terhadap tuntutan hokum. Akhirnya. Senin. Setelah lengser tahun 1990. Lepas dari catatan hak asasinya. Ia muncul sebagai pemimpin baru Chili. banyak warga Chili mencintai Pinochet dan menganggapnya sebagai penyelamat Negara dari bahaya marxisme. Namun. Penjahat Perang Boznia Dihukum 27 tahun Deen Haag-Pengadilan kejahatan perang Persatuan Bangsa-bangsa menghukum Momcilo Krajisnik 27 tahun penjara karena perannya dalam operasi “Pembersihan Etnik” (ethnik cleansing) saat perang di Boznia pada 1992-1995 namun. Jack Straw. Dia urung menghadapi pengadilan atas kekejaman-kekejaman dibawah pemerintahannya karena kondisi kesehatannya yang memburuk. upaya panjang untuk mengadili Pinochet di Chili gagal karena pembelaannya berhasil meyakinkan bahwa dia terlalu sakit untuk diadili. Penyiksaan dan penindasan yang dituduhkan terhadap rezimnya kembali menghantui Pinochet. Menteri Dalam Negeri Inggris saat itu. Setelah hmpir 17 bulan ditahan. Dia kemudian dipulangkan kembali ke tanah airnya setelah bertahun-tahun mendekam dalam tahanan di Inggris. Sebagian lagi terpaksa hidup di pengasingan atau menghilang. Banyak diantara mereka meninggal ditangan polisi rahasia yang represif. Pinochet ditahan di Inggris tahun 1998 atas tuduhan pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM). Jendral Pinochet pun berkuasa dengan dalih menyelamatkan negara dari Komunisme. dengan pengubahan). Pinochet pun terbang kembali ke Chili. Akan tetapi. Selasa. .com. Selama rezimnya berkuasa. lebih dari 3200 warga tewas dalam tindak kekerasan politik.Pinochet memerintah Chili selama 17 tahun setelah bulan September 1973. b.harian-global. (sumber : www. 12 Desember 2006. banyak pendukung setianya menjauhi setelah tahun 2004 dia terbukti menggelapkan sekitar 27 juta dolar dalam rekening rahasia di luar negeri. Ia lalu membubarkan parlemen dan menahan ribuan orang dengan tuduhan subversif. membebaskan terdakwa dari tuduhan melakukan pemusnahan etnik (genocide). memutuskan Jenderal Pinochet terlalu sakit untuk bias diadili berdasarkan masukan dari dokter. militer Chili dibawah pimpinannya menggulingkan pemerintahan Salvandor Allende yang berhaluan sosialis dan terpilih secara demokratis. Pinochet meninggal dunia pada usia 91 tahun setelah sepekan sebelumnya dirawat dirumah sakit di Santiago karena menderita serangan jantung. 11 Desember 2006. Pengadilan Spanyol menghendaki dia diadili atas tuduhan pelanggaran HAM yang terjadi 20 tahun sebelumnya.

28 September 2006. kampus tempatnya mengajar. Inu menjadi satu-satunya dosen yang berani bicara terbuka. Boznia-Serbia juga membangun kamp tahanan di mana ribuan orang non Serbia diperlakukan tidak manusiawi. [EL. Inu kembali mengungkap segala borok disekolah para calon pamong praja itu. Ratko Mladic. Data yang disodorkan sungguh mengejutkan. tapi nyali bisa segede gajah. Vokalis Menanti Sanksi Postur boleh kecil. Ant]. pengepungan Sarajevo dan pembantaian Srebrenica pada 1995 yang menewaskan hamper 8 ribu laki-laki dewasa maupun anak-anak muslim. Krajisnik terlibat dalam aksi kejahatan bersama yang bertujuan mengusir muslim dan etnik Kroasia keluar dari Boznia. Sejak didirikan pada 1989. Inu pula yang ikut ngotot agar jenazah korban diotopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Kepada media massa. sosok yang kerap mencuat tatkala terjadi insiden di IPDN. pecan lalu. suara lantang Inu segera terdengar.gatra. Begitulah Inu Kencana Syafi‟i. Mantan ketua parlemen Boznia-Serbia itu dinyatakan bersalah atas penyiksaan. tentara Boznia-Serbia melakukan serangan ke berbagai desa muslim Boznia dan Boznia Kroasia yang menyebabkan banyak korban jiwa sedangkan yang selamat dipaksa pergi. Terungkap pula adanya perilaku hubungan seks diantara praja. Inu tegas menyebut kematian Cliff bukan akibat penyakit liver. baik didalam maupun diluar kampus. (sumber : www.” kata Inu Kencana Syafi‟i. dengan pengubahan). di sekolah yang semula disebut Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri itu ada 34 praja yang meninggal. Bandung. pemusnahan. disiksa dan menjadi korban kekerasan seksual. Dua orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas pembersihan etnis yang brutal di Boznia adalah Karadzid da komandan militernya. Ini demi kebenaran. “Sampai kapanpun Saya tidak akan bungkam”. Keduanya dituntut melakukan kejahatan berupa operasi pembersihan etnis. Hasilnya? Ditemukan bukti sejumlah luka dalam sebagai penyebab kematian Cliff. pembunuhan. Meski diancam. c. meski tidak ada bukti terdakwa terlibat genocide. Dimana awal perang. Sebagian diantaranya tewas karena akibat kekerasan didalam kampus. pendeportasian dan pemindahan paksa. Ketika Cliff Muntu diberitakan tewas. Inu tidak surut membongkar kebobrokan di Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). .com. Para hakim menyimpulkan.Krajisnik (61) menjadi tokoh ternggi politikus Bosnia-Serbia yang dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Kejahatan Internasional untuk bekas Yoguslavia (ICTY) atas perang Boznia yamg menewaskan 200 ribu orang.

tahun 1999 ini selalu gatal jika melihat ketidakberesan. Progo membantah. Bupati . misalnya. Jawa Barat.” kata Sekretaris Jendral Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kamis pekan lalu. Hingga kini. Bahkan ketika praja Wahyu Hidayt tewas pada 2003. Yogyakarta. penulis 42 judul buku itu telah melansir informasi yang tak akurat. Inu “Diserbu” praja perempuan yang kecewa atas tudingan seputar seks bebas. bukan kekayaan. Sumatra Barat. Baginya kepuasan diukur dari kejujuran. 14 Juni 1952. Selepas dari Institut Ilmu Pemerintahan tahun 1986. maklum saja. penolakan ini disambut dengan keluarnya surat penonaktifan Inu selama menjalani pemeriksaan. Posisi ini membuat Inu terbiasa berkomunikasi dengan dunia luar kampus. hanya mencatat 29 praja yang meninggal dalam kuliah. “Vokalis” kalahiran Payakumbuh. Kebiasaan berhubungan dengan media massa berlanjut ketikaia menjadi dosen STPDN di Jatinangor pada 1989. Inu berhasil meyakinkan bahwa obrol omongan dimedia massa semata-mata demi berakhirnya budaya kekerasan di IPDN. Perkuliahanpun bubar. Inu sempat menolak. Jatinangor. kata Progo. tepatnya usai upacara pemecatan terhadap tersangka pembunuh Cliff. Itu pun hanya tiga korban akibat kekerasan. hukuman langsung dia rasakan. Inu terbebas dari sanksi.. istri Inu. Menurut Progo. Progo nurdjaman. Sayang hingga berita ini ditulis. sakit. suara Inu sangat lantang. Selasa kemarin Tim Investigasi Depdagri memeriksa Inu dikampus IPDN. Indah Prasetiati. jadwal pemeriksaan bentrok dengan waktu mengajar. kata inu. diluar ruang siding. belum diperoleh penjelasan soal hasil pemeriksaan itu. Namun. ia bertugas sebagai humas di APDN (sebelum dilebur kedalam STPN) Jayapura. “Dia terncam sanksi disiplin pegawai negeri sipil. Setelah dua jam. Dua hari kemudian. ketika hendak mengajar. Untuk sementara. Namun. putra bungsu Abdullah Syafi‟i.“Nyanyian” Inu ini harus dibayar mahal. Sedangkan tentang perilaku asusila. Lulusan master bidang ilmu pemerintahan dari Universitas Gadjah Mada. itu sempat pula disidangkan pihak rektorat.” kata Inda. “Boleh dibilang sudah imun. dan jadi korban tsunami. Sebelumnya. Kebiasaan bicara blak-blakan. Data di IPDN. Sisanya akibat kecelakaan lalu lintas. Alasannya. Sumedang. dosen mata kuliah ilmu pemerintahan ini diusir koleganya. Ancaman bagi Inu tidak main-main. bahkan mengaku sudah terbiasa mendapat cemoohan dan ancaman. dosen senior. Inu yang suka “ngember” sudah berlangsung lama. tak lepas dari bidang yang ia geluti di awal karier sebagai pegawai negeri sipil. Pihak keluarga juga kena getahnya.

tetapi siding-sidangnya dapat diadakan di negara lain sesuai dengan kebutuhan. ICC berkedudukan di Den Haag (Belanda). periode 1958-1960 itu hidup sederhana. a.000 rakyat Uganda. kejahatan perang dan agresi. Dari pemerintah Arab Saudi dengan perjanjian tidak boleh lagi berkiprah dalam dunia politih dan kekuasaan. Ia kemudian mendapat mendapat suaka politik bersama 4 istri dan 30 anak-anaknya. Tinggal dirumah Dinas. (sumber: www. “Ini untuk meluruskan pemberitaan bahwa Saya hanya omongkosong. Peradilan Internasional HAM lainnya dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB berdasarkan Bab VII piagam PBB. Dia tidak surut menyuarakan kebenaran sesuai versinya. Idi Amin tidak pernah dituntut ke pengadilan HAM Internasional meskipun telah melakukan pelanggaran HAM berat.3 Proses dan sanksi pelanggaran HAM pada peradilan internasional Hingga saat ini PBB terus mengupayakan penyelesaian “Rules of Procedure” atau hukum acara bagi berfungsinya Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) yang status pembentukannya baru disahkan melalui Konferensi Internasional di Roma. Selasa kemarin. Inu masih tetap vocal. 17 diantaranya meninggal secara tidak wajar.Bengkalis. Yurisdiksi berlaku atas kasus-kasus pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan yang lainnya. Hingga akhir hayatnya. Inu menyampaikan bahwa dari 34 kasus kematian di IPDN. Ditengah ancaman sanksi. Sayangnya. Italia pada Juni 1998. Negara-negara anggota PBB tidak secara otomatis terikat oleh yuridiksi ICC. Idi Amin menyebabkan terbunuhnya hamper 60. Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemimpin sebuah negara sudah beberapa kali terjadi. Idi Amin tidak pernah lagi .” katanya. b.gatra.com). Idi Amin berhasil dikudeta dan dibuang. Idi Amin juga kerap menjatuhkan hukuman mati pada warga negaranya malalui cara “diadu untuk saling membunuh”. Mahkamah Internasional untuk bekas Yugoslavia (International Criminal Tribunal for The Former Yugoslavia) yang dibentuk tahun 1933 dan berkedudukan di Den Haag (Belanda). Peradilan-peradilan tersebut adalah sebagai berikut. Mahkamah Internasional untuk Rwanda (International Tribunal for Rwanda) yang dibentuk tahun 1994 dan berkedudukan di Arusha (Tanzania) dan di Kigali (Rwanda). Sebagai contoh adalah Pelanggaran HAM yang terjadi di Uganda (salah satu negara di Afrika) pada masa pemerintahan Idi Amin. ia melayangkan surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. genosida (pemusnahan ras). Riau. 2. tanpa memiliki mobil dan sepeda motor.

(sumber : www. Sementara hukuman ini merupakan jawaban dari penyelidikan PBB atas serangan Israel ke wilayah Gaza pada 2008 lalu. Namun. sehingga akhirnya dia dituntut ke pengadilan.Militer Israel mendisiplinkan dua petinggi militer mereka. Lewat Pengadilan Militer Israel. Salah satu contoh pelanggaran HAM berat yang telah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional adalah kasus PBoznia-Serbia.kompas. Komandan Divisi Gazam Eyal Eisenberg dan Komandan Brigade. Meski dimasukan dalam proses disiplin. Biljana Plavsic. namun tidak jelas hukuman yang akan dijatuhkan bagi kedua petinggi tersebut. ketika meninggal (tahun 2003). hingga saat ini George W. pemerintah dan rakyat Uganda menolak Idi Amin dimakamkan di tanah airnya sendiri.Brush Tidak juga diajukan ke Pengadilan Internasional atau Mahkamah Internasional. terutama anak-anak dan wanita. Konvensi Jenewa 1949 tentang perlindungan atas korban perang (Penduduk sipil dan tawanan perang). Kedua petinggi militer tersebut sebelumnya terbukti menyetujui penggunaan fosfor putih saat melakukan serangan di Gaza akhir 2008 lalu. Jatuhnya banyak korban sipil Irak sesungguhnya merupakan pelanggaran atas kemanusiaan. Penyelidikan ini sendiri dipimpin . Wanita mantan presiden ini didakwa sebagai penyebab tewasnya ratusan jiwa etnis muslim Boznia pada masa pemerintahannya. Israel Disiplinkan Pejabat Militernya Israel gunakan bom fosfor saat perang 2008 lalu (Foto: AFP) TEL AVIV . Ribuan warga sipil Irak yang tidak berdosa telah menjadi korban. Pasti masih segar ingatan kita bagaimana rakyat sipil Irak.kembali ke Uganda.com). Ilan Malka dianggap telah mengancam nyawa manusia dengan menembakan senjata yang menyebabkan kebakaran di sebuah penampungan yang dimiliki oleh PBB. yang kemudian dihukum selama 13 tahun. menjadi korban kekejaman tentara Amerika Serikat (AS) dalam peristiwa invansi AS dan Inggris terhadap Irak. Bahkan.

Senin (1/2/201).okezone.17:26 wib). Israel tidak menyentuh aspek-aspek pelanggaran lainnya kecuali penggunaan bom fosfor. Goldstone juga melaporkan aksi-aksi yang dilakukan oleh Pejuang Hamas yang memegang kendala atas Gaza sejak 2007 lalu. Partai Junta Bakal Menang . Sementara kelompok HAM internasional menuduh militer Israel menggunakan bom fosfor yang dapat menyebabkan luka bakar. Jacky Rowland menekankan. karena terbukti terlibat memerintahkan menggunakan bom fosfor.oleh Hakim Afrika Selatan Richard Goldstone. terhadap warga sipil Palestina. untuk membentuk lima komite penyelidikan atas perang. Demikian diberitakan Al Jazeera. jika Israel melakukan penyelidikan ini melalui internal mereka sendiri. tanpa melibatkan penyelidikan independen. meskipun harus ditekan oleh dunia internasional terlebih dulu. Tetapi suara beragam yang menanggapi hasil penyelidikan ini tetap ada. Pimpinan Militer Israel Gabi Ashkenazi memerintahkan.com. Hasilnya dua petinggi militer mereka kini terpaksa mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Analis dari Al Jazeera. Sedangkan analis politik dari harian Israel Haaretzm menyatakan. (sumber : Nugraha Fajar. Berakhirnya serangan Israel yang juga dikenal dengan Operasi Cast Lead. jika ini merupakan pertama kalinya Israel mengakui kesalahan mereka. Salah satu komite tersebut bertugas menyelidiki penggunan bom fosfor dalam perang yang menewaskan sekira 1. Laporan penyelidikan yang dikeluarkan oleh Goldstone sendiri berisikan kritikan pedas kepada militer Israel yang melakukan serangan kepada warga Palestina di Gaza.500 warga Palestina tersebut. Militer negara Yahudi tersebut juga menyatakan. Senin. 1 Februari 2010 . Sementara mengenai perang di akhir 2008 tersebut. www. jika bom fosfor tersebut hanya dilancarkan ke arah wilayah terpencil Gaza. Namun pihak militer Israel berdalih jika bom serupa juga sering dipakai oleh negara-negara barat.

Padahal. yang lebih dari dua pertiganya berasal dari USDP yang didirikan oleh menteri-menteri yang pensiun dari kemiliteran pada April lalu. Mereka menyebutkan. Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) dapat dipastikan memenangkan pemilu yang digelar Minggu 7 November lalu. Akibatnya. pemerintah akan mengumumkan “para pemenang”di 57 wilayah pemilihan dengan 55 wilayah hanya diperebutkan oleh 1 orang kandidat. Selain itu. Media milik pemerintah kemarin menampilkan foto Pemimpin Junta Militer Than Shwe dan pejabat tinggi lainnya memberikan suara.Pemilu di Myanmar (Foto: Reuters) YANGON – Partai politik “kepanjangan tangan”junta militer Myanmar kemarin diprediksi memenangkan pemilu yang dikecam negara-negara Barat sebagai sebuah “sandiwara”belaka. Media-media yang menyuarakan kepentingan pemerintah juga melaporkan bahwa “para warga memberikan suara pada pemilu dengan bebas”. Pemilu yang digelar Minggu 7 November lalu juga diwarnai kekerasan antara pemberontak dan pasukan pemerintah. Dukungan finansial dan kampanye yang besar serta suasana ketakutan yang menyelubungi pemilu membuat partai kepanjangan tangan junta militer itu menang mudah. Di banyak tempat pemilihan terjadi persaingan antara USDP dan Partai Persatuan Nasional (NUP). mereka menerbitkan berbagai foto dan tulisan mengenai para diplomat dan wartawan yang mengawasi pemilu. para diplomat Uni Eropa yang menolak kunjungan resmi mengatakan kondisi di sana sangat dibatasi dan wartawan asing tidak dibolehkan masuk ke Myanmar saat pemilu.tiga warga sipil tewas dan 11 orang lainnya terluka . partai penerus diktator terakhir Ne Win yang juga memiliki hubungan dekat dengan militer.

com. (sumber : www. pasukan pemerintah yang pertama kali menembak. melanggar hak asasi manusia (HAM).000 orang telah melarikan diri dari Myanmar ke Thailand akibat konflik berdarah. Barat menyebut pemilu tersebut hanya sebagai ajang “pembohongan” terhadap rakyat meski memberikan jatah kursi kepada golongan prodemokrasi. Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva kemarin memperingatkan bahwa bentrokan di kawasan etnis minoritas Myanmar itu bisa berlangsung hingga berbulan. Konflik berdarah di Myanmar itu menjadi peringatan bagi semua pihak karena perang sipil telah berlangsung di negara tersebut sejak 1948.”katanya.Kemudian. 9 November 2010 .proses pemilu kali mengalami banyak kecacatan.bentrok terjadi antara 300 anggota Pasukan Budha Karen Demokratik (DKBA) dengan pasukan militer pada Minggu malam 7 November. Menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Karen (KNU) yang berbasis di Thailand. sekitar 7.okezone. “Pertempuran telah usai. Dia mengatakan.000 warga Myanmar telah masuk ke perbatasan setelah bentrokan tersebut. ikon demokrasi Aung San Suu Kyi yang masih menjalani tahanan rumah dan para pemimpin oposisi menyebutkan bahwa masih sering terjadi intimidasi dan pelanggaran hukum di negara itu. dunia internasional mengecam pemilu Myanmar. Sedangkan Gubernur Provinsi Tak Thailand yang berada di perbatasan dengan Myanmar Samart Loyfah mengatakan. terutama selama transisi dari pemerintahan sekarang ke pemerintahan yang terpilih pada pemilu. menghalangi keterbukaan dan memberikan kesempatan bagi semua pihak bahwa terjadi penekan terhadap dasar-dasar kebebasan. pemilu seharusnya “bebas dan adil”. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan.”ujar Abhisit. sedikitnya 10.09:32 wib). Di lain pihak. dan menolak berdialog dengan pihak oposisi.Menurut Kepala Distrik Kittisak Tomornsak. Tapi. . “Ada kemungkinan bentrokan itu akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.bulan. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan bahwa Washington akan tetap menerapkan “sanksi berat” atas pemerintah berkuasa selama junta menahan tahanan politik. Menurut Hillary. Selasa. Menurut komandan lokal DKBA Na Kham Mwe. pemerintahnya siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang lari ke negaranya.akibat tembakan senjata api yang dilancarkan pemberontak etnik di kota Myawaddy di Negara Bagian Karen.

Konvensi tentang pencegahan dan penghukuman kejahatan genosida. 2. 3. Konvensi Eropa untuk pencegahan penganiayaan dan perlakuan tidak manusiawi atau hukuman yang menghinakan. terdapat dalam: 1. Deklarasi tentang pemberian kemerdekaan kepada negara-negara dan bangsa-bangsa jajahan. Konvensi inter-Amerika untuk mencegah dan menghukum penganiayaan. 5. Perbudakan dan lembaga yang melakukan praktik-praktik serupa Perbudakan dan lembaga yang melakukan praktik-praktik yang serupa. 4. 2. Konvensi melawan diskriminasi dalam pendidikan. Konvensi internasional mengenai penindasan dan penghukuman kejahatan apartheid. 7. Prinsip-prinsip etika kedokteran yang relevan dengan peran personel kesehatan. Kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang termasuk genosida Kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang termasuk genosida. c. tidak manusiawi atau hukuman yang menghinakan. 2. Aturan-aturan tingkah laku bagi petugas penegak hukum. penahanan. kedaulatan permanen atas sumber daya alam. Penentuan nasib sendiri Penentuan nasib sendiri dinyatakan dalam: 1. e. b.2. Konvensi internasional tentang penghapusan semua bentuk diskriminasi rasial. Konvensi melawan penganiayaan dan perlakuan kejam yang lain. dinyatakan dalam: 1. 4. Kumpulan prinsip-prinsip untuk perlindungan semua orang yang berada dibawah bentuk penahanan apapun atau pemenjaraan. 3. Konvensi tentang penghapusan semua bentuk diskriminasi terhadap wanita. 2. dan penganiayaan Adapun administrasi mengenai peradilan.4 Hal-hal yang berkaitan dengan HAM beserta peraturan yang mengaturnya a. terutama para dokter dalam perlindungan narapidana dan tahanan terhadap penganiayaan dan perlakuan yang lain. Konvensi tentang tidak dapat ditetapkannya pembatasan statute pada kejahatan perang dan kejahatan manusia. Administrasi peradilan. d. Resolusi Majelis Umum 1803 ( XVII ). dan penganiayaan terdapat pada: 1. penahanan. Peraturan-peraturan standar minimum bagi perlakuan terhadap narapidana. Pencegahan diskriminasi Pencegahan diskriminasi. terdapat dalam: . 6.

Konvensi tantang pengurangan ketiadaan kewarganegaraan. 6. suaka. 2. terdapat dalam: . Konvensi kebijakan pekerja. 6. Kewarganegaraan.1. kemajuan. diatur dalam: 1. perdagangan budak. ketiadaan kewarganegaraan. Konvensi tentang hak-hak anak. Konvensi tentang perwakilan pekerja. 3. dan pembangunan. diatur dalam: 1. 3. Konvensi Eropa tentang status hukum anak yang lahir diluar ikatan perkawinan. Konvensi tentang hak berorganisasi dan penawaran kolektif. dan lembaga praktik serupa dengan perbudakan. 2. Protokol mengenai status pengungsi. j. 4. usia minimum perkawinan dan pecatatan perkawinan. 4. Konvensi Eropa tentang status hokum pekerja pendatang. Hak-hak politik dan sipil wanita Mengenai hak-hak politik dan sipil wanita. Kesejahteraan sosial. Deklarasi tentang suaka territorial. 2. dan pembangunan Mengenai kesejahteraan sosial. Hak untuk bekerja dan berhimpun Mengenai hak untuk bekerja dan hak untuk berkumpul. diatur dalam: 1. kemajuan. Perkawinan dan keluarga serta anak-anak dan remaja Perkawinan dan keluarga serta anak-anak dan remaja. dan pengungsi. Konvensi kerja paksa. Konvensi tentang kebebasan berhimpun dan perlindungan hak untuk berorganisasi. 3. 2. Konvensi mengenai status pengungsi. Konvensi perbudakan. Deklarasi tentang hak atas pembangunan. 3. g. 2. Konvensi mengenai status orang yag tidak berkewarganegaraan. Deklarasi Universal tentang pemberantasan kelaparan dan kekurangan gizi. Konvensi tentang kewarganegaraan wanita kawin. f. Konvensi pelengkap tentang penghapusan perbudakan. suaka. i. h. 5. ketiadaan kewarganegaraan. Konvensi penghapusan kerja pakasa. 5. 4. Konvensi tentang penggajian yang sama. dan pengungsi Kewarganegaraan. Konvensi untuk menumpas perdagangan orang dan eksploitasi pelacuran orang lain. diatur dalam: 1. Konvensi mengenai persetujuan perkawinan. 5.

2. Konvensi Inter-Amerika tentang pemberian hak-hak politik kepada wanita. Konvensi untuk perlindungan individu mengenai pemrosesan otomatis data pribadi. k. Konvensi tentang hak koreksi internasional. Konvensi Inter-Amerika tentang pemberian hak-hak sipil kepada wanita. 3. 2. Rancangan deklarasi tentang hak-hak orang-orang yang termasuk kelompok minoritas bangsa atau etnis. l. 2. Konvensi tentang hak-hak politik wanita. . Penduduk asli dan kelompok minoritas 1. dan bahasa.1. terdapat dalam: 1. Konvensi tentang penduduk asli dan penduduk suku di negara-negara merdeka. agama. Kebebasan informasi dan perlindungan data Mengenai kebebasan memperoleh informasi dan perlindungan terhadap data.

saat itu Presiden hendak menggelar rapat di kantornya. meliputi: a. dan seluruh penanda tangan terikat dengan isinya. Uni Soviet. apakah loud speaker dengan kekuatan seperti itu dibenarkan. Atas nama kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum para demonstran seolah boleh melakukan apa saja di lingkungan ring satu itu. meneriakkan yel-yel dan segala hal yang oleh para pelakunya diyakini sebagai bentuk ekspresi kebebasan demokrasi. Deklarasi universal hak-hak asasi manusia.Republik Cina. komplek Istana Presiden seolah telah kehilangan kewibawaan. Amerika Serikat . Piagam ini mulai berlaku pada 24 Oktober 1945 setelah diratifikasi oleh lima anggota pendirinya . Britania Raya. Kenapa Mesti ke Istana? Pada 12 Desember 2008.2.dan mayoritas penanda tangan lainnya. Rapat kabinet terbatas dijadwalkan membahas masalah infrastruktur di tengah krisis keuangan yang melanda dunia. membentang spanduk dan poster dengan tulisan yang kadang tidak sopan secara etika ketimuran. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sebelum kita mulai rapat. Piagam tersebut juga secara eksplisit menyatakan bahwa Piagam PBB mempunyai kuasa melebihi seluruh perjanjian lainnya. Ia ditanda tangani di San Francisco pada 26 Juni 1945 oleh kelima puluh anggota asli PBB. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa terusik oleh suara keras yang keluar dari ratusan demonstran di depan Istana Merdeka.5 Macam-macam instrument HAM internasional Instrumen Hak Asasi Manusia Internasional. Selain itu. Sebagai sebuah Piagam ia adalah sebuah perjanjian konstituen. Piagam PBB adalah konstitusi PBB. b. Ini satu-satunya negara di dunia yang seolah-seolah apa pun boleh. Padahal. Sejak era reformasi dibuka. Orang bebas menggelar mimbar bebas. Aksi Demo. ada unjuk rasa. Ia diratifikasi oleh Amerika Serikat pada 8 Agustus 1945. Benar bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang Undang Dasar 1945 dan Pasal 29 Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. yang membuatnya menjadi negara pertama yang bergabung dengan PBB. Piagam PBB. kita tidak bisa bekerja. Benar pula bahwa kemerdekaan setiap warga negara untuk . Perancis.

f.okezone. g. c.com. Masih banyak tempat umum lainnya yang bisa didatangi untuk berdemontrasi. Kovenan hak ekonomi. pelabuhan udara atau laut. Selain rawan dari sisi keamanan dan kenyamanan bagi Kepala Negara. berbangsa.menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. 14 Desember 2008 13:08 wib). rumah sakit. e. dan bernegara. dan (b) pada hari besar nasional. Pada bagian Penjelasan UU tersebut sekali lagi ditegaskan bahwa Yang dimaksud dengan pengecualian "di lingkungan istana kepresidenan" adalah istana presiden dan istana wakil presiden dengan radius 100 meter dari pagar luar. yang ditujukan pada penghapusan hukuman mati. instalasi militer. terminal angkutan darat. stasiun kereta api. Atau bisa juga Declaration Universal of Human Right adalah pelaksaan HAM harus sesuai dengan latar belakang. www. lantas untuk apa kalian digaji oleh negara? (sumber : Setiawan Gerry. Protokol opsional kedua perjanjian internasional tentang hak-hak sipil dan politik. bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum tersebut. sosial dan budaya. Declaration Universal of Human Right Declaration Universal of Human Right adalah semua hak-hak setelah Perang Dunia II (Sesudah Hitler memusnahkan berjuta-juta manusia) yang dijadikan dasar pemikiran untuk melahirkan rumusan HAM yang bersifat universal. Kovenan hak sipil dan politik ( ICCPR ). tempat ibadah. Tetapi rupanya mereka lupa. Konperensi Internasional tentang Hak Asasi Manusia di Teheran 1968 (Tahun Hak Asasi Manusia Internasional) menyatakan bahwa prinsip-prinsip kemanusiaan harus dikedepankan dalam masa pertikaian bersenjata. Kalau sampai Presiden harus turun tangan sendiri menertibkan para pengunjuk rasa. Proklamasi Teheran. Minggu. dan budaya ( ICSECR ). Mudah-mudahan semua pihak yang selama ini aktif "bertamu" ke Istana dengan berbagai macam aspirasi dapat menahan diri. 9 Tahun 1998 pasal 9 ayat (2) secara tegas melarang melakukan aksi unjuk rasa (a) di lingkungan istana kepresidenan. socsal. dan obyek-obyek vital nasional. ada batasan-batasan yang mesti ditaati. d. aksi-aksi demo yang selama ini begitu sering dilakukan di sekitar komplek Istana bisa membuat tempat itu seolah telah kehilangan rasa hormat dari rakyatnya sendiri. h. Kovenan internasional tentang hak-hak ekonomi. . Undang-undang No. Aparat keamanan tentu lebih paham bagaimana harus bertindak bijak di lapangan.

Resolusi 1503 (XLVIII) prosedur untuk menangani surat pengaduan tentang pelanggaran hak-hak asasi manusia. 3281. dan memerintahkan mereka menunda penetapan aturan baru. dalam resolusi 2444 (XXIII) mendukung rekomendasi dari Konperensi agar Sekretaris Jenderal PBB. . Harus selalu dibedakan antara orang yang ikut serta dalam pertempuran dengan penduduk sipil sehingga sebanyak mungkin penduduk sipil tidak terlibat.Pada tahun yang sama. Resolusi Majelis Umum 2444 juga menyetujui resolusi dari Konperensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang Ke-12 (Wina. demikian disepakati dalam Konperensi. i. dan untuk melindungi hak asasi manusia dalam pertikaian bersenjata. Majelis Umum menyatakan tidak dapat menerima gagasan untuk memerangi seluruh penduduk dengan tujuan memaksa lawan menyerah. dari hukum-hukum kemanusiaan dan dari keyakinan yang hidup dalam masyarakat. Dilarang melakukan penyerangan terhadap permukiman sipil. Piagam tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban ekonomi negara.wordpress. tawanan perang dan pasukan perang.” Peraturan baru memang dibutuhkan. Majelis Umum PBB. mengajak seluruh Negara Anggota PBB memberi perhatian pada aturan hukum humaniter internasional yang berlaku. untuk menegakkan aturan-aturan pertempuran. Dengan menetapkan resolusi 2444. untuk memberi jaminan bahwa masyarakat sipil dan pasukan perang mendapat perlindungan sesuai dengan “prinsip-prinsip hukum bangsa-bangsa yang berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat sipil. setelah melakukan konsultasi dengan Komite Palang Merah Internasional. Hukum Den Haag serta PBB – untuk menjadi satu arus utama. 1965) yang mencantumkan tiga prinsip dasar tentang kegiatan dalam pertikaian bersenjata: Hak dari pihak yang bertikai untuk menentukan cara melukai lawannya bukanlah tanpa pembatasan. (sumber : www. Resolusi itu mengakui adanya interaksi antara peraturan untuk melindungi korban perang. Resolusi tersebut juga memberi tekanan pada percepatan gerakan dari tiga hukum humaniter internasional saat ini – Hukum Jenewa. sementara praktek-praktek militer dan metode pertempuran tertentu harus dianggap sebagai jahat dan tidak manusiawi. j. untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap masyarakat sipil.com). Telah tercipta kerja sama erat dalam hubungan antara PBB dan Komite Palang Merah Internasional sehingga PBB menganugerahi status pengamat sebagai pengakuan formal pada Komite Palang Merah Internasional pada Oktober 1990.

termasuk semua jawaban pemerintah mengenai hal itu. 2. sebagai tingkat pertama dalam pelaksanaan resolusi ini pada persidangan yang kedua puluh tiga. kalaupun ada. 3. yang diterima oleh Sekretaris Jenderal menurut resolusi Dewan 728F (XXVIII) 30 Juli 1959 dengan tujuan agar amanat/surat pengaduan tersebut mendapat perhatian Sub-Komisi bersama-sama dengan semua jawaban pemerintah. (b) Menyediakan bagi para anggota kelompok kerja teks asli tentang amanat/surat . Lebihjauh nieminta Sekretaris Jenderal: (a) Memberikan kepada para anggota Sub-Komisi setiap bulan daftar surat/pengaduan yang dipersiapkan olehnya sesuai dengan resolusi Dewan 728F (XXVIII) dan deskripsi singkat tentang surat pengaduan termaksud bersamasama dengan setiap teks jawaban apa pun yang diterima dari para Pemerintah. dengan memperhatikan pembagian geografis. 4. menurut resolusi Dewan 728F (XXVIII) dan sesuai dengan resolusi Dewan 1235 (XLII) 6 Juni 1967. Menguasakan Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kelompok Minoritas untuk menunjuk suatu kelompok kerja yang terdiri dari tidak lebih dari lima orang anggotanya. Meminta Sekretaris Jenderal untuk mempersiapkan suatu dokumen tentang masalah dapat diterimanya semua amanat/surat pengaduan untuk dipertimbangkan oleh SubKomisi pada persidangannya yang kedua puluh tiga. Memutuskan bahwa Sub-Komisi pada Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kelompok Minoritas.Resolusi 1503 (XLVIII):Prosedur untuk Menangani Surat Pengaduan tentang Pelanggaran Hak-hak Asasi Manusia Dewan Ekonomi dan Sosialy Mencatat resolusi-resolusi 7 (XXVI) dan 17 (XXV) Komisi Hak-hak Asasi Manusia dan resolusi 2 (XXI) Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kelompok Minoritas 1. untuk bersidang sekali dalam satu tahun dalam pertemuan-pertemuan tersendiri untuk periode yang tidak melebihi sepuluh hari segera sebelum persidangan Sub-Komisi untuk mempertimbangkan semua amanat/surat pengaduan. yang tampak menunjukkan pola yang tetap mengenai semua pelanggaran yang besar dan yang dengan terpercaya sudah teruji terhadap segala hak asasi dan kebebasan dasar yang termasuk dalam ketentuan-ketentuan yang harus diambil Sub-Komisi. harus memikirkan semua prosedur yang tepat untuk menangani masalah dapat diterimanya amanat/surat pengaduan yang diterima oleh Sekretaris Jenderal.

semua teks asli tentang surat pengaduan termaksud sebagaimana yang disampaikan kepada Sub-Komisi oleh kelompok kerja. amanat/surat pengaduan yang diajukan kepadanya sesuai dengan keputusan mayoritas para anggota kelompok kerjadan setiapjawaban Pemerintah yang berkaitan dan informasi relevan lainnya. 6. Meminta Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kelompok Minoritas untuk mempertimbangkan dalam pertemuan-pertemuan tersendiri. dalam berbagai bahasa kerja. Dalam setiap peristiwa penyelidikan tersebut boleh dilakukan hanya kalau: (i) Semua sarana yang tersedia pada tingkat nasional telah diambil dan telah digunakan secara maksimum. (c) Mengedarkan kepada para anggota Sub-Komisi. sesuai dengan ketentuan ayat 1 di atas. (b) Apakah hal itu mungkin merupakan suatu subjek penyelidikan oleh suatu komite Ad Hoc yang ditunjuk oleh Komisi yang akan dilakukan hanya dengan persetujuan tegas Negara yang bersangkutan dan akan dilakukan dalam kerja sama yang terus-menerus dengan Negara tersebut dan berdasarkan syarat-syarat yang ditentukan oleh persetujuan dengannya. mengenai pembocoran identitas penulis surat pengaduan/amanat. Meminta Komisi Kak-hak Asasi Manusia sesudah Komisi meneliti setiap situasi yang disampaikan kepadanya oleh Sub-Komisi untuk menentukan: (a) Apakah hal itu meminta diadakannya studi yang teliti oleh Komisi dan laporan serta rekomendasi-rekomendasi mengenai hal itu kepada Dewan sesuai dengan ketentuan-ketentuan ayat 3 resolusi Dewan 1235 (XLII). (ii) Situasinya tidak berkaitan dengan masalah yang sedang ditangani menurut prosedur-prosedur lain yang ditentukan dalam semua instrumen pokok ataupun Konvensi yang dikehendaki oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua instansi khusus. dengan tujuan untuk menentukan apakah mengajukan kepada Komisi Hak-hak Asasi Manusia situasisituasi khusus yang tampak menunjukkan pola yang tetap dari semua pelanggaran yang besar dan yang dengan terpercaya sudah teruji terhadap hak-hak asasi manusia yang meminta pertimbangan Komisi. dengan memperhatikan semestinya ketentuan-ketentuan ayat 2 (b) resolusi Dewan 728F (XXVIII). atau dalam Konvensi regional. 5. atau Negara yang bersangkutan mengharapkan untuk mengajukan pada prosedur-prosedur lain .pengaduan tersebut yang terdaftar pada pertemuan mereka sebagaimana yang mereka minta.

Komite mempunyai kekuasaan untuk menerima amanat/surat pengaduan dan jika perlu. Penyelidikan dilakukan dalam kerja sama dengan Pemerintah yang bersangkutan. (d) Komite harus bekerja keras untuk melakukan penyelesaian-penyelesaian bersahabat sebelum. dan semua amanat/surat pengaduannya tidak dipublikasikan dengan cara apa pun. semua persidangan dilakukan dalam pertemuan tertutup. dengan mempekerjakan staf yang ada dari Divisi Hak-hak Asasi Manusia pada Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa. 10. 8. Para anggota komite harus orang-orang independen yang kemampuan dan kejujurannya tidak dipertanyakan lagi. Memutuskan bahwa apabila Komisi Hak-hak Asasi Manusia menunjuk suatu komite Ad Hoc untuk melaksanakan suatu penyelidikan dengan persetujuan Negara yang bersangkutan: (a) Komposisi komite harus ditentukan oleh Komisi.sesuai dengan semua persetujuan internasional umum atau khusus yang merupakan negara peserta. (c) Peraturan Komite harus rahasia. Memutuskan bahwa semua tindakan yang digambarkan dalam pelaksanaan resolusi ini oleh Sub-Komisi Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Kelompok Minoritas atau Komisi Hak-hak Asasi Manusia harus tetap rahasia sampai suatu waktu jika Komite mungkin memutuskan untuk membuat rekomendasi kepada Dewan Ekonomi dan Sosial. Penunjukan mereka harus tunduk pada persetujuan Pemerintah yang bersangkutan. mendengarkan para saksi. (e) Komite harus melaporkan kepada Komisi Hak-hak Asasi Manusia mengenai semua pengamatan dan saran tersebut jika mungkin dianggap tepat. 7. (b) Komite harus menyusun peraturannya sendiri. Memutuskan bahwa peraturan yang dikemukakan dalam resolusi ini untuk menangani amanat/surat pengaduan yang berkaitan dengan semua pelanggaran hak-hak asasi manusia dan kebebasan dasar harus ditinjau kembali jikalau setiap organ baru apa pun yang berhak menangani amanat/surat pengaduan termaksud harus dibentuk dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa atau dengan persetujuan internasional. Memutuskan untuk memberikan kekuasaan kepada Sekretaris Jenderal untuk menyediakan semua fasilitas yang mungkin diperlukan untuk melaksanakan resolusi ini. Komite tunduk pada peraturan kuorum.(sumber : google. selama dan bahkan sesudah penyelidikan.com). . 9.

Konvensi bagi perlindungan hak-hak asasi manusia dan kebebasan dasar. n. Deklarasi Amerika tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban manusia. Resolusi 1235 (XLII) pelanggaran hak-hak asasi manusia dan kebebasan dasar. l. m. p. Piagam Afrika tentang hak-hak asasi manusia dan hak-hak rekyat.k. . termasuk kebijakan-kebijakan deskriminasi rasial dan pemisahan rasial dan apartheid. Piagam sosial Eropa. o. Konvensi Amerika tentang hak-hak asasi manusia.

jika ingin menambah wawasan dan ingin mengetahui lebih jauh.1 Kritik dan Saran Bagi para pembaca dan rekan-rekan yang lainnya.Jadikanlah makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para mahasiswa/mahasiswi berfikir aktif dan kreatif.2 Kesimpulan . maka penulis mengharapkan dengan rendah hati agar lebih membaca buku-buku ilmiah dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan judul “INSTRUMEN HUKUM HAM INTERNASIONAL” Kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan Makalah kami.BAB III PENUTUP 5. 5.

pengertianHAMinternasional. kasus-kasusHAMinternasional.wordpress.com .com www.wordpress. kewarganegaraan.DAFTAR PUSTAKA Sumber – sumber terkait: Buku paket Pendidikan Kewarganegaraan halaman 73 – 77. Instrumen Hukum dan Peradilan Internasional HAM www. kewarganegaraan.

LAMPIRAN .LAMPIRAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful