You are on page 1of 10

“ASUHAN GIZI PADA KEGEMUKAN/ OBESITAS PADA DEWASA”

Disusun oleh: INDRI SAVITRI 20112120437

POLTEKKES PONTIANAK KEMENKES RI
JURUSAN GIZI

Tahun Ajaran 2013/2014

. WHO membuat defininsi baku dari obesitaas dan menyatakan kondisi ini sebagai suatu keadaan dimana terjadi penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. kalori tersebut akan disimpan dalam tuuh sebagai cadangan energy. dinyatakan BBL bila IMT 25. Tubuh seseorang memerlukan kalori sebagai penggerak aktifitaas sehari-hari. Kalori tersebut didapatkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Berdasarkan klasifikasi WHO pada tahun 1998. Gambaran Umum Obesitas Obesitas (obesity) berasal dari bahasa latin yaitu “ob” yang berarti akibat dan “esum” artinya makan. 3. pelindung dari trauma.9 kg/m2 dan obesitas bila IMT ≥30.9 Obesitas berat (morbid) IMT ≥40. Secara umum kegemukan adalah kelebihan lemak tubuh yang dialami oleh seseorang secara kronis. pengatur suhu tubuh. lemak tubuh berfungsi sebagai cadangan energi. Sehinggga obesitas dapat didefinisikan sebagai akibat dari pola makan yang berlebihan.0–39.OBESITAS/KEGEMUKAN A. tetapi pelahan-lahan berdasarkan jumlah cadangan lemak yang terus bertambah karena cadangan lemak tersebut tidak digunakan untuk beraktifitas. Secara ideal. Obesitas ringan IMT 30. Hal ini lebih dirinci sebagai berikut: 1. Namun bila lemak ditubuh tersebut berlebih. maka sudah dikategorikan gemuk.0 kg/m2 Kegemukan tidak terjadi secara instans. Cara menghitung kegemukan yang paling mudah adalah dengan membandingkan antara berat badan (kg) dengan tinggi badan (m) yang dikenal dengan istilah Body Mass Index (BMI) atau indeks masa tubuh.0–29. akan disimpan didalam tubuh sebagai cadangan lemak inilah yang menimbulkan kegemukan. Apabila lemak dalam tubuh lebih.9 Obesitas sedang IMT 35. Pada awalnya. Ketika konsumsi kalori tersebut seimbang dengan yang sdibutuhkan oleh tubuh. jika seseiorang mengonsumsi makanan atau minuman dengan jumlah kalori yang lebih besar dari yang dibutuhkan. Dengan demikian tidak ada pembakaran kalori dan cadangan lemak akan terus bertambah seiring bertambahnya lemak didalam tubuh. Namunn sebaliknya. 2.0 kg/m2. dan fungsi-fungsi lainnnya. maka tidak akan jadi masalah.0–34. Pada kondisi normal. sering tidak disadari bahwa gaya hidup sesserang terutama pola makanlah yang paling memicu terjadinya kegemukan. pada tubuh seorang perempuan terdiri dari 25-30% lemak. sedangkan lakilaki 18-23%.

yang tidak digunakan pada anak karena sulit dan tidak praktis. Sebagai indikator obesitas bila TLK Triceps > persentil ke 85. > persentil ke 95 sebagai indikator OBESITAS. DXA adalah metode yang paling akurat. Pengukuran lemak secara laboratorik. Untuk menentukan obesitas diperlukan kriteria yang berdasarkan pengukuran antropometri dan atau pemeriksaan laboratorik.tetapi tidak praktis untuk dilapangan. 3. kejadian obesitas menjadi 40% dan bila kedua orang tua tidak obesitas. dan lain sebagainya sebaiknya bisa menyeimbangkan dengan menyalurkann energi yang masuk kedalam tubuh tersebut. Bila kedua orang tua obesitas.3. es krim. bila salah satu orang tua obesitas. Hipotesis Barker menyatakan bahwa perubahan lingkungan nutrisi intrauterin menyebabkan gangguan perkembangan organ-organ tubuh terutama kerentanan terhadap . sebagai akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi. Pengukuran berat badan (BB) yang dibandingkan dengan standar dan disebut obesitas bila BB > 120% BB standar. prevalensi menjadi 14%.4 Faktor Genetik . Parental fatness merupakan faktor genetik yang berperanan besar. Penyebab Obesitas Berdasarkan hukum termodinamik. Cara yang paling gampang adalah dengan berolahraga.Bagi mereka yang suka makanan bekalori tinggi seperti fast food. sindrom atau defekgenetik hanya sekitar 10%. hidrometri dsb. Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengukuran berat badan dibandingkan tinggi badan (BB/TB). 80% anaknya menjadi obesitas. gaya hidup. sehingga terjadi kelebihan energi yang disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Obesitas adalah suatu penyakit multifaktorial yang diduga bahwa sebagian besar obesitas disebabkan oleh karena interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. obesitas disebabkan adanya keseimbangan energi positif. misalnya densitometri.6 4. antara lain aktifitas. Pengukuran lemak subkutan dengan mengukur skinfold thickness (tebal lipatan kulit/TLK). sosial ekonomi dan nutrisional yaitu perilaku makan dan pemberian makanan padat terlalu dini pada bayi. Sebagian besar gangguan keseimbangan energi ini disebabkan oleh faktor eksogen/nutrisional (obesitas primer) sedang faktor endogen (obesitas sekunder) akibat kelainan hormonal. Penyebab obesitas belum diketahui secara pasti. coklat. pada umumnya digunakan: 1.4 2. Dikatakan obesitas bila BB/TB persentile ke 95 atau > 120% 6 atau Z-score = + 2 SD. B. 5.

3 kali lebih besar dibanding mereka yang nonton TV = 2 jam setiap harinya. aerobik (OR: 0. Faktor lingkungan. Penelitian di Jepang menunjukkan risiko obesitas yang rendah (OR:0. Faktor nutrisional. Keadaan ini disebabkan karena makanan berlemak mempunyai energy density lebih besar dan lebih tidak mengenyangkan serta mempunyai efek termogenesis yang lebih kecil dibandingkan makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat. asupan tinggi kalori dari karbohidrat dan lemak5 serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung energi tinggi.10 2. Kenaikan berat badan dan lemak anak dipengaruhi oleh : waktu pertama kali mendapat makanan padat. Makanan berlemak juga mempunyai rasa yang lezat sehingga akan meningkatkan selera makan yang akhirnya terjadi konsumsi yang berlebihan. Penelitian terhadap anak Amerika dengan tingkat sosial ekonomi yang sama menunjukkan bahwa mereka yang nonton TV = 5 jam perhari mempunyai risiko obesitas sebesar 5. Peranan faktor nutrisi dimulai sejak dalam kandungan dimana jumlah lemak tubuh dan pertumbuhan bayi dipengaruhi berat badan ibu. Penelitian di negara maju mendapatkan hubungan antara aktifitas fisik yang rendah dengan kejadian obesitas. sedang penelitian di Amerika menunjukkan penurunan berat badan dengan jogging (OR: 0. . thermogenesis non exercise. kecepatan oksidasi lipid dan kontrol nafsu makan yang jelek.57). Mekanisme kerentanan genetik terhadap obesitas melalui efek pada resting metabolic rate.pemrograman janin yang dikemudian hari bersama-sama dengan pengaruh diet dan stress lingkungan merupakan predisposisi timbulnya berbagai penyakit dikemudian hari. Penelitian di Amerika dan Finlandia menunjukkan bahwa kelompok dengan asupan tinggi lemak mempunyai risiko peningkatan berat badan lebih besar dibanding kelompok dengan asupan rendah lemak dengan OR 1. Dengan demikian kerentanan terhadap obesitas ditentukan secara genetik sedang lingkungan menentukan ekspresi fenotipe. Aktifitas fisik. tetapi untuk olah raga tim dan tenis tidak menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan.59). yaitu sekitar 2050% dari total energy expenditure.48) pada kelompok yang mempunyai kebiasaan olah raga.46 kali. Individu dengan aktivitas fisik yang rendah mempunyai risiko peningkatan berat badan sebesar = 5 kg. Penelitian lain menunjukkan peningkatan konsumsi daging akan meningkatkan risiko obesitas sebesar 1. Aktifitas fisik merupakan komponen utama dari energy expenditure. 1.7.

Asupan dan oksidasi karbohidrat di regulasi sangat ketat dan cepat. 3. lutut dan pergelangan kaki). sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk. Suatu data menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir terlihat adanya perubahan gaya hidup yang menjurus pada penurunan aktifitas fisik. sikap. meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. sehingga anak lebih senang bermain komputer / games. sehingga bila intake protein berlebihan dapat dipastikan akan di oksidasi. Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit.Selain itu kapasitas penyimpanan makronutrien juga menentukan keseimbangan energi. Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik. Kelebihan asupan lemak tidak diiringi peningkatan oksidasi lemak sehingga sekitar 96% lemak akan disimpan dalam jaringan lemak. sehingga perubahan oksidasi karbohidrat mengakibatkan perubahan asupan karbohidrat. Bila cadangan lemak tubuh rendah dan asupan karbohidrat berlebihan. serta peningkatan pendapatan mempengaruhi pemilihan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. sedang karbohidrat mempunyai kapasitas penyimpanan dalam bentuk glikogen hanya dalam jumlah kecil. Protein mempunyai kapasitas penyimpanan sebagai protein tubuh dalam jumlah terbatas dan metabolisme asam amino di regulasi dengan ketat. perilaku dan gaya hidup. . Gejala Obesitas Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya. seperti: ke sekolah dengan naik kendaraan dan kurangnya aktifitas bermain dengan teman serta lingkungan rumah yang tidak memungkinkan anak-anak bermain diluar rumah. sehingga timbul gangguan pernapasan dan sesak napas. Gangguan pernapasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernapasan untuk sementara waktu (tidur apneu). Perubahan pengetahuan. C. termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul. Faktor sosial ekonomi. Selain itu juga ketersediaan dan harga dari junk food yang mudah terjangkau akan berisiko menimbulkan obesitas. pola makan. nonton TV atau video dibanding melakukan aktifitas fisik. maka kelebihan energi dari karbohidrat sekitar 60-80% disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Lemak mempunyai kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas.

baik dari asupan karbohidrat yang berlebih maupun dari asupan lemak itu sendiri. menurunkan pengeluaran energi) dan katabolik (anoreksia. Obesitas meupakan penyakit yang berkembang dari interaksi genetik dan lingkungan dalam waktu yang cukup lama sehingga obesitas tidak hanya terjadi pada sekali waktu. yaitu: pengendalian rasa lapar dan kenyang. Dan obesitas dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan energi untuk waktu yang lama. akan dibuah ke bentuk lipid melalui proses lipogenesis kecuali protein yang tidak dapat diubah menjadi lemak. Sinyal-sinyal tersebut bersifat anabolik (meningkatkan asupan makanan.sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. mempengaruhi laju pengeluaran energi dan regulasi sekresi hormon yang terlibat dalam pengaturan penyimpanan energi. Patogenesis Obesitas Pada dasarnya obesitas merupakan akumulasi sel-sel lemak pada tubuh akibat pemasukan makanan (kalori intake) lebih besar daripada pengeluaran (kalori use). Hal ini juga terkait dengan interaksi dari berbagai faktor termasuk faktor genetic. D. meningkatkan pengeluaran energi) dan dibagi menjadi 2 kategori. Kelebihan berat badan dan obesitas bukan hanya permasalahan pola makan yang buruk saja. metabolik. tetapi merupakan konsekuensi dari apa yang dilakukan oleh seseorang dalam hidupnya. perilaku. melalui sinyal-sinyal efferent yang berpusat di hipotalamus setelah mendapatkan sinyal afferent dari perifer terutama dari jaringan adipose tetapi juga dari usus dan jaringan otot. Patofisiologis Obesitas Sebuah teori yang dapat menjelaskan bagaimana seorang bisa memiliki barat badan yang berlebih. seluruh kelebihan kalori. yaitu sinyal pendek dan sinyal panjang. yaitu pengeluaran energi yang sedikit dan tidak dibandingkan oleh energi yang dikonsumsi. Pengaturan keseimbangan energi diperankan oleh hipotalamus melalui 3 proses fisiologis. yaitu kolesistokinin . E. Ketidakseimbangan dalam asupan dan pemakaian kalori dapat disebabkan oleh banyak faktor.dan lingkungan. dan obesitas terbentuk. Sinyal pendek (situasional) yang mempengaruhi porsi makan dan waktu makan serta berhubungan dengan faktor distensi lambung dan peptida gastrointestinal. Teori ini disebut sebagai hukum pertama termodhinamika/thermodynamic.

Demikian pula sebaliknya bila kebutuhan energi lebih besar dari asupan energi. NPY merupakan neuropeptida perangsang nafsu makan dan diduga berperan didalam respon fisiologi terhadap starvasi dan obesitas. Leptin kemudian merangsang anorexigenic center di hipotalamus agar menurunkan produksi NPY. Sedang nukleus area lateral hipotalamus (LHA) merupakan feeding center / orexigenic center dan memberikan pengaruh yang berlawanan. disertai dengan peningkatan kadar leptin dalam peredaran darah.(CCK) yang mempunyai peranan paling penting dalam menurunkan porsi makan dibanding glukagon. sehingga lesi pada daerah ini akan mempengaruhi kebiasaan makan dan keseimbangan energi. asetilkolin dan serotonin berperan juga dalam regulasi keseimbangan energi. Leptin dan insulin yang bekerja pada nukleus arcuatus (ARC). melanin-concentrating hormone. maka massa jaringan adiposa berkurang dan terjadi rangsangan pada orexigenic center di hipotalamus yang menyebabkan peningkatan nafsu makan dan asupan makanan. Sinyal panjang yang diperankan oleh fat-derived hormon leptin dan insulin yang mengatur penyimpanan dan keseimbangan energi. Didalam system ini leptin memegang peran utama sebagai pengendali berat badan. Apabila asupan energi melebihi dari yang dibutuhkan maka massa jaringan adiposa meningkat. corticotropin-releasing hormone (CRH). NPY dan CRH terdapat di nukleus paraventrikuler (PVN) yang terletak di bagian dorsal dan rostral ventromedial hypothalamic (VMH). Nukleus VMH merupakan satiety center / anorexigenic center . merangsang neuron proopimelanocortin / cocain and amphetamine-regulated transcript (POMC/ CART) dan menimbulkan efek katabolik (menghambat nafsu makan. sehingga terjadi penurunan nafsu makan dan asupan makanan. Sumber utama leptin adalah jaringan adiposa. meningkatkan pengeluaran energi) . Pada sebagian besar orang obesitas. bombesin dan somatostatin. yang disekresi langsung masuk ke peredaran darah dan kemudian menembus sawar darah otak menuju ke hipotalamus. Neuropeptide-neuropeptide ini meliputi neuropeptide (NPY). yaitu norepineprin. demikian juga dengan beberapa neuropeptide dan hormon perifer yang juga mempengaruhi asupan makanan dan berperan didalam pengendalian kebiasaan makan. Stimulasi pada nukleus VMH akan menghambat asupan makanan dan kerusakan nukleus ini akan menyebabkan makan yang berlebihan (hiperfagia) dan obesitas. bombesin dan somatostatin. dopamin. Beberapa neurotransmiter. mekanisme ini tidak berjalan walaupun kadar leptin didalam darah tinggi dan disebut sebagai resistensi leptin.

yang menghambat ikatan cannabinoid endogen padareseptor CB1 neuronal. Pelepasan neuropeptida-neuropeptida NPY/AGRP dan POMC/CART oleh neuronneuron tersebut kedalam nukleus PVN dan LHA. obat pemacu keluarnya cairan tubuh misalnya diuretika.menurunkan selera makan. meningkatkan rasa kenyang. obat yang meningkatkan/mempercepat metabolisme tubuh misalnya preparat tiroid. sehingga menyebabkan penyesuaian porsi makan yang mempunyai efek jangka panjang pada perubahan asupan makan dan berat badan. contohnya Phentermin. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya disertai kontrol ketat. . menyebabkan peningkatan senyawa-senyawa tersebut di hipotalamus. noradrenalin dan sedikit dopamin).dan pada saat yang sama menghambat neuron NPY/AGRP (agouti related peptide) dan menimbulkan efek anabolik (merangsang nafsu makan. yang selanjutnya akan memediasi efek insulin dan leptin dengan cara mengatur respon neuron-neuron dalam nukleus traktus solitarius (NTS) di otak belakang terhadap sinyal rasa kenyang (oleh kolesistokinin dan distensi lambung) yang timbul setelah makan. Sibutramine meningkatkan statiation dengan cara menghambat ambilan kembali monoamine neurotransmitters(serotonin. Sinyal rasa kenyang ini menuju NTS terutama melalui nervus vagus. Obat-obatan yang banyak digunakan untuk obesitas terdiri dari obat penahan nafsu makan di antaranya alah golongan amfetamin. sehingga menurunkan selera makan dan menurunkan BB. F. Terapi Obat Obesitas Obat-obatan. Obat ini hanya dibolehkan untuk jangka pendek. Ada obat yang mempunyai kerja anoreksian (meningkatkan satiation. atau keduanya). Orlistat menghambat enzim lipase usus sehingga menurunkan pencernaan lemak makanan dan meningkatkan ekskresi lemak dalam tinja dengan sedikit kalori yang diserap. Jalur descending anabolik dan katabolik diduga mempengaruhi respon neuron di NTS yang mengaturmpenghentian makan. atau satiety. Rimonabant termasuk kelompok antagonuis CB1. Jalur katabolik meningkatkan dan jalur anabolik menurunkan efek sinyal kenyang jalur pendek. Namun obat-obat tersebut bila digunakan dalam jangka panjang akan menyebabkan efek samping sangat merugikan tubuh. pencahar. menurunkan pengeluaran energi).

perubahan perilaku dan pedoman medis seumur hidup. rimonabant masih ditunda di Amerika Serikat. Sayangnya obat-obatan tersebut tidak ada yang dapat memenuhi harapan dan kebutuhan orang. . Unsur-unsur yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu program penurunan berat badan : • Diet harus aman dan memenuhi semua kebutuhan harian yang dianjurkan(vitamin. menjalani diet rendah kalori (800- 1200 kalori/hari untuk wanita. Pertama usahakan mencapai dan mempertahankan BB yang sehat.lemak rendah dan kalori rendah.Orlistat. Pengaturan makan disesuaikan dengan banyak faktor antaralain usia. sibutramin dan rimonabant dapat dipergunakan untuk jangka lama dengan memperhatikan efek sampingnya. Oleh karena itu industri farmasi masih mengembangkan banyak calon obat baru. dan hitung kalori misalnya makanan yang diproses mengandung lebih banyak kalori daripada yang segar.kurangi lemak. • Penderita dengan resiko kesehatan rendah. mineral dan protein). 1000-1400 kalori/hari untuk pria) disertai olah raga • Penderita dengan resiko kesehatan tinggi atau sangat tinggi. G. jenis karbohidrat yang berserat tinggi. Terapi Gizi Obesitas 1. mendapatkan obat antiobesitas disertai diet rendah kalori dan olahraga. Makan jumlah sedang makanan kaya nutrien. Prinsipnya mengurangi asupan kalori dan meningkatkan keaktifan fisik. dan kurangi waktu nonton TV. jenis makanan sehat. menjalani diet sedang (1200-1500 kalori/hari untuk wanita. olahraga teratur. Perbanyak kerja fisik. 1400-2000 kalori/hari untuk pria)disertai dengan olah raga • Penderita dengan resiko kesehatan menengah. Pembatasan kalori pada setiap penderita berbeda-beda disesuaikan dengan keadaan penderita. keaktifan fisik. perubahan perilaku dan pengaturan makan. Awasi ukuran porsi. Gaya hidup. Diet untuk menurunkan berat badan harus rendah kalori. Namun yang perlu dipahami adalah semua cara tersebut tetap memerlukan pengaturan makan.dikombinasikan dengan perubahan perilaku. Kata pepatah Cina kuno “makanmalam sedikit akan membuat Anda hidup sampai sembilan puluh sembilantahun”. Pilih jenis makanan dengan kepadatan energi rendah seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. hindari manis-manisan.latihan fisik. Konsumsi kalori kurang adalah faktor penting untuk keberhasilan penurunan BB.

com/2010/01/bab-i-pendahuluan-1. Taufan H. 53 – 65.• • Program penurunan berat badan harus diarahkan kepada penurunan berat badan secara perlahan dan stabil. Program yang dipilih harus meliputi perubahan kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang permanen. 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC. dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. dkk. http://qoryasyah. 2. termasuk pendidikan dalam kebiasaan makan yangsehat dan rencana jangka panjang untuk mengatasi masalah berat badan. 894. Surasmo. 1997. Jakarta.html 6. WHO.com/2012/07/makalah-obesitas-dan-perawatnya. Editor: Tjokroprawiro A. Geneva. Pemeliharaan berat badan merupakan bagian tersulit dari pengendalian berat badan. • Program yang diikuti harus meliputi pemeliharaan berat badan setelah penurunan berat badan tercapai. Edisi 9.blogspot. http://thenutritionist.html . WHO Technical Report Series 2000. 4. Obesity: Preventing and Managing The Global Epidemic. Surabaya... Sebelum sebuah program penurunan berat badan dimulai.blogspot. Penanganan obesitas dahulu. H. http://yanhaluciyan. R. untuk merubah gaya hidup yang pada masa lalu menyokong terjadinya penambahan berat badan. sekarang dan masa depan. Dalam Naskah Lengkap National Obesity Symposium I. Program ini harus menyelenggarakan perubahan perilaku.com/apps/blog/show/1904159 5. Daftar Pustaka 1. 2002.webs. Guyton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.