# PERANGKAT PEMBELAJARAN

PROBLEM BASE INSTRUCTIONS (PBI)
Penerapan Asas Bernoulli (Model Pesawat Terbang)
FISIKA SMA Kelas XI Semester 2
• STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika
klasik sistem kontinue dalam menyelesaikan masalah
• KOMPETENSI DASAR : Menganalisis hukum-hukum yang yang
berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Oleh :
FERRY YUDHA PRATAMA
(063184012)
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2008
Learning Plan Activities
School : Senior High School
Subject : Physics
Class / Semester : XI / II
Time Alocation : 2 x 45 minutes
Standart of Competence : 2. Applying the concept and principle of
classical mechanics in continue system
to solve the problems
A. Basics Competence
2.2 Analyzing physics laws which conect with statics and dynamics fuids and
their application in daily live.
B. INDICATORS
 Explain the description of Bernouli’s principle
 Explain the bouyance of air plane using Bernouli’s principle
 Make a model or instrument using Bernouli’s principle
C. LEARNING PURPOSES
 Student can describe the Bernoulli’s Principle
 Student can conect factors that influence the air plane bouyance
 Student can explain how the plane’s wing can make bouyance
 Student capable of applying the Bernoulli’s Principle in daily live.

D. LEARNING MATERIAL
 Bernoulli’s Principle on the bouyance of air plane.
E. LEARNING EXPERIENCES
1. Getting information about Bernoulli’s Principle on the bouyance of air
plane.
2. Doing exercise to investigate the aplication of Bernoulli’s Principle in daily
live.
3. Presenting the exercise’s product and doing class discussion.
4. Conclusing the result of class discussion
F. LEARNING MODEL AND METHOD
 Model : Problem Base Instructions (PBI)
 Method : Experiment
G. LEARNING SOURCES
 Student books
 Student Work Sheet
 Student Evaluation Paper
H. TOOLS AND EQUIPMENTS
 Sterofoam
 Scissors
 Some paper plane with the different size
 Pen
 Manila paper
I. TEACHING AND LEARNING ACTIVITIES
A. Opening (15 minutes)
• Teacher motivate students by starting the proces of learning with
flying paper planes in the class.
• Teacher review the student to the previous meeting about Bernoulli’s
Principle by showing the effect of paper which flying up because it
is blown.
• Teacher ask the student,” what can you observe from the
demonstration ? what’s principle in that demonstrations? ”
B. Main Activities (60 minutes)
Step 1 (orienting the student to the problem)
• Teacher allow the student to the problem by focusing student
attantion to some of paper plane with difference size and design.
• Then ask two students go infront of class and fly it one by one.
• Teacher allow the students to the problems,” what can you observe
from the moving of each air plane ? any one want to know the
reason?”
• The problems that expacted from the student,” why there were
difference moving of paper plane for each of them ?
• Teacher say the learning purposes to the students.
Step 2 : organizing student to study
• Teacher devide students become some groups, each group consist of
4-5 students.
• Teacher give hand out and work sheet about Bernoulli’s Principle.
• Teacher ask the students to read hand out and work sheet given.
• Teacher get the student to make hypothesis that according to the
problem above. “ plane model with up wing design will be flying up
but plane model with down wing design will be flying down.
Step 3 : guiding individual and groups investigation
• Teacher give some help to students while do the work sheet in group
by scaffolding.
• Teacher motivate the students to collect the information according to
the hypothesis by doing experiment and the result will discuss.
Step 4 : Develope and show the product
• Techer help the students to prepare the product which have been
done in group.
• Teacher have the students present their product in class discusion.
Gambar model pesawat dengan menggunakan asas Bernouli
Step 5 : Analyzing and evaluating the process of problem solving
• Teacher guide the students to analyze the process that have been used
in experiment and evaluate the greatfull of experiment.
C. Closing (15 minutes)
• Teacher guide the students to make conclusion from hole learning
activities.
• Teacher give evaluation test
J. ASSESMENT
Assesment
Kinds Of Task Tecnique The Instrument
Non test
Test
Observation and experiment
Essay
A. Pengertian
Persamaan kontinuitas memberikan gambaran tentang perubahan
kecepatan fluida ketika melewati saluran yang berubah-ubah penampang
lintangnya. Karena terdapat perubahan kecepatan, berarti terdapat pula
percepatan fluida. Menurut hukum Newton, hal tersebut sama saja mengatakan
resultan gaya pada fluida mengalir tidaklah tepat sama dengan nol. Di samping
itu, tekanan berhubungn erat dengan gaya dan luas penempang maka dapat
disimpulkan bahwa perubahan kecepatan fluida mengakibatkan tekanannya
juga berubah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Perubahan tekanan dalam
fluida mengalir juga dipengaruhi oleh perubahan kecepatan alirannya.
B. Aliran Fluida Untuk Luas Penampang Yang Berbeda
Elemen fluida yang dibatasi oleh luasan penampang lintang A
1
dan A
2
bergerak karena tekanan oleh gaya F
1
dan F
2
yang timbul akibat perubahan
kecepatan dalam fluida. Jika fluida tak termampatkan maka setelah interfal waktu
∆t, elemen fluida tersebut bergerak menjadi elemen fluida yang dibatasi luasan
penampang lintang
'
1
A dan
'
2
A tanpa mengalami perubahan volume dan massa.
Jarak yang ditempuh oleh elemen fluida pada batas penampang A
1
'
1
1
= v
1
∆t, sedangkan jarak yang ditempuh oleh elemen fluida
pada batas penampang A
2
'
2
2
= v
2
∆t. Pada batas luasan A
1
,
F
1
F
2
V
1
V
2
dapat dikatakan bahwa elemen fluida terdorong oleh fluida sebelumnya dengan
usaha sebesar F
1
∆x
1
. Sementara itu pada batas luasan A
2
, dapat dikatakan elemen
fluida terdorong fluida setelahnya dengan usaha sebesar F
2
∆x
2.
kedua usaha
tersebut berbeda tanda karena yang satu merupakan usaha yang dikerjakan pada
elemen fluida, sedangkan satunya lagi adalah usaha yang dikerjakan oleh elemen
fluida. Dengan demikian usaha total yang dikerjakan pada elemen fluida adalah
2 2 1 1
x F x F W
total
∆ − ∆ ·
2 2 2 1 1 1
x A p x A p ∆ − ∆ · …………………………………… (1)
Jika dihubungkan dengan persamaan kontinuitas A
1
v
1
= A
2
v
2
yang akan
1
x
1
= A
2
x
2
setelah dikalikan ∆t pada kedua sisinya, dapat
diperoleh
( )
1 1 2 1
x A p p W
total
∆ − ·
………………………………………... (2)
Usaha total yang dikerjakan pada elemen fluida di atas sama dengan
perubahan energi dalam elemen fluida tersebut, yaitu W
total
= ∆U. Fluida antara A
1
dan A
2
mendapat tambahan energi dalam volume A
2
∆x
2
dan kehilangan energi
1
∆x
1
. persamaan kontinuitas menyatakan keduanya mempunyai
massa yang sama, misalnya dilambangkan dengan ∆m. perubahan energi dalam
elemen fluida tersebut disumbangkan dari perbedaan energi kinetik dan potensial
pada kedua volume tersebut, yaitu:

,
`

.
|
∆ + ∆ −
,
`

.
|
∆ + ∆ · − · ∆
1
2
1 2
2
2 1 2
2
1
2
1
mgz mv mgz mv U U U …… (3)
Dari W
total
= ∆U dan persamaan (2) dapat diperoleh hubungan

( )
,
`

.
|
∆ + ∆ −
,
`

.
|
∆ + ∆ · ∆ −
1
2
1 2
2
2 1 1 2 1
2
1
2
1
mgz mv mgz mv x A p p
….... (4)
Dengan mengingat ∆m merupakan massa dari volume A
1
∆x
1
atau A
2
∆x
2
melalui hubungan
2 2 1 1
x A x A m ∆ · ∆ · ∆ ρ ρ , diperoleh hubungan
]
]
]

,
`

.
|
+ −
,
`

.
|
+

· −
1
2
1 2
2
2
1 1
2 1
2
1
2
1
gz v gz v
x A
m
p p

]
]
]

,
`

.
|
+ −
,
`

.
|
+ ·
1
2
1 2
2
2
2
1
2
1
gz v gz v ρ
Jika suku-suku yang berindeks sama dikumpulkan, diperoleh hal yang
menakjubkan seperti berikut ini

,
`

.
|
+ + ·
,
`

.
|
+ +
2
2
2 2 1
2
1 1
2
1
2
1
gz v p gz v p ρ ρ

,
`

.
|
+ + ·
,
`

.
|
+ +
2
2
2 2 1
2
1 1
2
1
2
1
gz v p gz v p ρ ρ ρ ρ
................ (5)
Karena indeks 1 dan 2 dapat terjadi di mana-mana pada sepanjang saluran,
dapat disimpulkan bahwa
tan
2
1
2
kons gz v p · + + ρ ρ .............................................. (6)
Jadi secara harfiah asas Bernouli dapat ditafsirkan sebagai asas kelestarian
energi dalam fluida karena suku
2
2
1
v ρ ∆ menyatakan energi kinetic fluida persatuan
volume dan suku
gz ρ ∆
menyatakan energi potensial fliuda persatuan volume.
C. Akibat-akibat asas Bernouli
1. Fluida Statis
Hukum dasar hidrostatika dapat diturunkan langsung dari persamaan
Bernouli. Pada fluida diam, kondisi v = 0 pada sembarang titiknya. Hal ini
berarti persamaan bernouli yang memenuhi kondisi tersebut adalah
2 2 1 1
gz p gz p ρ ρ + · +
( )
1 2 2 1
z z g p p − · − ρ ………………………………….. (7)
pada kondisi ini mekaniknya bersifat tetap, yaitu
2
2
2
1
2
1
2
1
v v ρ ρ · sehingga
persamaan bernouli memenuhi tepat sama dengan persamaan di atas.
2. Daya Angkat pesawat
Ketika fluida hanya bergerak ke arah horizontal maka suku energi potensial
dalam persamaan Bernouli akan hilang karena ketinggian permukaan fluida
akan sama di mana-mana. Maka diperoleh persamaan Bernouli
tan
2
1
2
kons v p · + ρ ……………….………………….. (8)
persamaan di atas dapat diartikan bahwa kecepatan fluida yang semakin
besar akan diimbangi dengan turunnya tekanan fluida dan sebaliknya.
Prinsip inilah yang digunakan untuk menghasilkan daya angkat pesawat. “
perbedaan kecepatan aliran udara pada sisi atas dan sisi bawah sayap
pesawat, akan menghasilkan gaya angkat pesawat”.
Berdasarkan gambar di atas jika (p
1
<p
2
) maka tekanan udara pada sisi
bawah sayap akan lebih besar daripada sisi atasnya. Dengan demikian jika
luas penampang sayap pesawat pada kedua sisinya adalah A , akan timbul
gaya-gaya yang setara dengan tekanan pada sayap tersebut. Hal ini dapat
dirumuskan sebagai F
1
= p
1
A yang berarah ke atas dan F
2
= p
2
A yang
berarah ke bawah. Resultan kedua gaya tersebut adalah
( ) A p p F F F
2 1 2 1
− · − · ................................................ (9)
dengan memasukkan persamaan bernouli
,
`

.
|
+ ·
,
`

.
|
+
2
2 2
2
1 1
2
1
2
1
v p v p ρ ρ

maka diperoleh
( )
2
2
2
1
2
1
v v A F − · ρ ............................................ (10)
dengan memanfaatkan identitas ( ) ( )( )
2 1 2 1
2
2
2
1
v v v v v v + − · − dapat diperoleh
( )( )
2 1 2 1
2
1
v v v v A F + − · ρ . Suku persamaan ( )
2 1
2
1
v v + dikatakan sebagai
kelajuan rata-rata udara relative terhadap pesawat sehingga dapat
dilambangkan dengan ( )
2 1
2
1
v v v + · . Dengan demikian dapat diperoleh
persamaan akhir
( )
2 1
v v Av F − · ρ .............................................. (11)
Jika berat pesawat lebih kecil daripada gaya angkat pesawat di atas,
pesawat dapat terangkat ke udara. Sedangkan untuk mempertahankan posisi
pesawat pada ketinggian tertentu maka pada saat ketinggian tersebut
F P
1
P
2
V
1
V
2
kecepatan udara perlu diatur sehingga gaya angkat pesawat sama dengan
berat pesawat. Jika beratnya lebih besar dari gaya angkat maka pesawat
akan bergerak ke bawah dan begitu pula sebaliknya.
Lembar Aktivitas Siswa
(LAS)
A. Kompetensi Dasar
Menganalisis hukum-hukum yang yang berhubungan dengan fluida statik
dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
B. Indikator Hasil Belajar
 Membuat suatu model atau alat yang menggunakan penerapan asas
Bernouli
C. Tujuan Pembelajaran
 Siswa dapat menjelaskan bahwa sayap pesawat terbang dapat
menghasilkan daya angkat
 Siswa mampu menerapkan asas Bernouli dalam kehidupan sehari-hari
D. Rumusan Masalah
 Mengapa dari setiap design model pesawat terbang kertas memiliki hasil
penerbangan yang berbeda ?
 Bagaimana design model pesawat terbang mainan yang tepat dengan
penerapan asas Bernouli?
E. Hipotesis
...............................................................................................................................
..........................................................................................................................
F. Variabel-Variabel
Variabel manipulasi:
………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………….
Variabel respon:
………………………………………………………………………………….
KEGIATAN 1
Hari/Tanggal : ……………………………………….
Nama : ……………………………………….
Kelas : ……………………………………….
No Absen : ……………………………………….
………………………………………………………………………………….
Variabel kontrol:
………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………….
G. Alat Dan Bahan
1.
2.
3.

H. Langkah Kegiatan
1.
2.
3.
I. Hasil Kegiatan
………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………….
J. Analisis
Berdasarkan hasil percobaan dapat diketahui bahwa:
1. ………………………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………
B. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa:
…………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………..
Lembar Aktivitas Siswa
(LAS)
Panduan Khusus Guru
A. Kompetensi Dasar
Menganalisis hukum-hukum yang yang berhubungan dengan fluida statik
dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
B. Indikator Hasil Belajar
 Membuat suatu model atau alat yang menggunakan penerapan asas
Bernouli
C. Tujuan Pembelajaran
 Siswa dapat menjelaskan bahwa sayap pesawat terbang dapat
menghasilkan daya angkat
 Siswa mampu menerapkan asas Bernouli dalam kehidupan sehari-hari
D. Rumusan Masalah
 Mengapa setiap design model pesawat terbang mainan memiliki hasil
penerbangan yang berbeda ?
 Bagamana design model pesawat terbang mainan yang tepatdengan
penerapan asas Bernouli?
E. Hipotesis
• Jika bentuk sayap pesawat dipasang dari atas ke bawah maka pesawat
terbang menanjak
• Jika bentuk sayap pesawat dipasang dari bawah ke atas maka pesawat
• Jika beratnya lebih besar dari gaya angkat maka pesawat akan bergerak ke
bawah dan begitu pula sebaliknya
F. Variabel-Variabel
Variabel manipulasi:
• Bntuk sayap pesawat
• Bahan model pesawat
Variabel respon:
• Arah terbang pesawat
Variabel kontrol:
• Bahan model pesawat jika memanipulasi bentuk sayap pesawat
• Bentuk sayap pesawat jika memanipulasi bahan model pesawat
G. Alat Dan Bahan
 Sterofom, kardus, kertas, dll
 Gunting
 Lem, penjepit atau steppler
 Penggaris
 Spidol dan benang
H. Langkah Kegiatan
 buat design gambar model pesawat terbang mulai dari badan, sayap dan
ekor
 ukur perbandingan antara panjang dan lebar sayap pesawat dengan
body pesawat
 coba hitung perbandingan antara berat pesawat dengan gaya angkat
yang dihasilkan melalui asas Bernouli
 ulangi langkah di atas untuk manipulasi berikutnya
I. Hasil Kegiatan
Model pesawat yang menggunakan penerapan dari asas Bernouli
No Manipulasi Respon
1. sayap pesawat dipasang dari atas ke bawah pesawat terbang menanjak
2. sayap pesawat dipasang dari bawah ke atas pesawat terbang menungkik
3. Berat pesawat lebih besar dari gaya angkat pesawat akan bergerak ke
bawah
... ... ...
J. Analisis
Berdasarkan hasil percobaan dapat diketahui bahwa:
• Jika bentuk sayap pesawat dipasang dari atas ke bawah maka pesawat
terbang menanjak
• Jika bentuk sayap pesawat dipasang dari bawah ke atas maka pesawat
• Jika beratnya lebih besar maka pesawat akan bergerak ke bawah dan begitu
pula sebaliknya dengan menggunakan perumusan ( )
2 1
v v Av F − · ρ
C. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa:
kecepatan fluida yang semakin besar akan diimbangi dengan
turunnya tekanan fluida dan sebaliknya. Prinsip inilah yang digunakan
untuk menghasilkan daya angkat pesawat. “ perbedaan kecepatan aliran
udara pada sisi atas dan sisi bawah sayap pesawat, akan menghasilkan
gaya angkat pesawat”.
Hal ini dibuktikan dengan Jika bentuk sayap pesawat dipasang dari
atas ke bawah maka pesawat terbang menanjak. Jika bentuk sayap pesawat
dipasang dari bawah ke atas maka pesawat terbang menungkik. Jika
beratnya lebih besar maka pesawat akan bergerak ke bawah dan begitu
pula sebaliknya dengan menggunakan perumusan ( )
2 1
v v Av F − · ρ
Lembar pengamatan kegiatan
Ranah Psikomotor
Aspek yang
diamati
Skor
4 3 2 1
Rubrik
Mendiesign model
4 : bagus, rapi dan runtut
3 : bagus, rapi dan tidak runtut
2 : bagus kurang rapi
1 : tidak bagus dan kurang runtut
Menggunting bahan
dan membentuknya
4 : bentuk sesuai dan rapih
3 : bentuk sesuai dan tidak rapih
2 : bentuk kurang sesui tapi rapih
1 :bentuk tidak sesuai dan tidak
rapih
Meletakkan sayap
4 : posisi tepat dan di tengah body
3 : posisi kurang tepat dan di
tengah body
2 : miring kekanan atau ke kiri
1 : tidak tepat di posisi
Uji coba 4 : di uji coba berhasil, sekali
3 : di uji coba berhasil, dua kali
2 : di uji coba berhasil, tiga kali
kali
1 : di uji coba berhasil, lebih dari
tiga kali
Jumlah skor
Skor akhir
Keterangan :
1 = Kurang baik
2 = Cukup
3 = Baik
4 = Sangat Baik
Ranah Afektif
Aspek yang
diamati
Skor
4 3 2 1
Rubrik
3 : hadir, terlambat 5 menit
2 : hadir, terlambat 15 menit
1 : hadir, terlambat lebih dapr 20
menit
Melakukan
percobaan
4 : tepat waktu, sesuai prosedur
3 : tidak tepat waktu, sesuai
prosedur
2 : tepat waktu, tidak sesuai
prosedur
1 : tidak tepat waktu, tidak sesuai
prosedur
Kerjasama dalam
kelompok
4 : kompak, semua bekerja
3 : kurang kompak, 1 orang tidak
bekerja
2 : kurang kompak, hanya 2 orang
yang bekerja
1 : tidak kompak
Pengumpulan
laporan
4 : tepat waktu
3 : terlambat 5 menit
2 : terlambat 10 menit
1 : terlambat 15 menit
Jumlah skor
Skor akhir
Keterangan :
1. = Kurang baik 4. Sangat baik
2. = Cukup
3. = Baik
1. Jelaskan pengertian asas Bernouli !
2. Bagaimana hubungan kecepatan udara pada sayap pesawat dengan daya
angkat pesawat terbang!
3. Bagaimana cara untuk mempertahankan pesawat pada ketinggian tertentu?
4. Mengapa kita dilarang berdiri di dekat kereta api yang sedang melaju dengan
cepat? Hubungkan jawaban dengan asas bernouli!
5. Buatlah design model pesawat dengan menggunakan penerapan asas bernouli!
1. Asas Bernoulil menyatakan perubahan tekanan dalam fluida mengalir juga
dipengaruhi oleh perubahan kecepatan liniernya. Maksudnya semakin besar
kecepatan fluida yang mengalir maka akan semakin kecil tekanan pada aliran
tersebut dan sebaliknya.
2. Apabila kecepatan udara di bawah sayap pesawat lebih besar dari pada
kecepatan udara di atas pesawat maka tekanan di bawah pesawat lebih kecil
dari pada tekanan di atas peswat sehingga pesawat akan turun dan
sebaliknya.
3. Agar pesawat dapat mempertahankan posisinya setelah ketinggian tertentu
adalah dengan mengatur kecepatan udara sehingga gaya angkat pesawat tepat
sama dengan berat dari pesawat terbang tersebut.
4. Karena saat kita berada di dekat kereta api yang sedang melaju dengan
cepat maka kita akan tertarik lebih dekat dengan kereta apisehingga
memungkunkan kita akan tersedot dan tertabrak kereta api tersebut.
Hubungannya dengan asas Bernoulli adalah di dekat kereta api yang sedang
melaju tersebut kecepatan udara disekitarnya sangat besar sehingga tekanan
di sekitarnya akan sangat kecil sehingga kita akan tertarik mendekati kereta
tersebut karena mendapat tekanan yang berada di samping kita.
5. Mengerjakan project LKS
DAFTAR PUSTAKA
Arianto, M.Si dan Selly Feranie, M.Si. 2005. Sains Fisika untuk SMA Kelas XI.
Jakarta: CV. Regina
Esis. 2004. Fisika Sains SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Rosyid, Muhammad Farchani, Dkk. 2008. KAJIAN Konsep FISIKA 2 untuk kelas
XI SMA dan MA. Solo : Tiga Srangkai
LEMBAR PENGAMATAN
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PBI
Nama Sekolah:........................... Nama Guru :.............................
Mata Pelajaran:........................... Tanggal :.............................
Petunjuk
Berikut ini diberikan satu daftar aspek pengelolaan kegiatan belajar mengajar
pembelajaran PBI (Pengajaran Berdasarkan Masalah) yang dilakukan guru di dala
kelas. Berilah tanda cek (√) dan turus pada kolom yang sesuai menurut penilaian
Anda.
No Aspek yang diamati
Penilaian
1 2 3 4
I
II

III
Pengamatan KMB
A. Pendahuluan
1. Memotivasi siswa (orientasi siswa pada masalah)
2. Menyampaikan tujuan (indikator)
3. Mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu
B. Kegiatan inti
1. Mempresentasikan pengetahuan
2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar
3.Membimbing penyelidikan individual maupun
kelompok
4. Memeriksa pemahaman & memberikan umpan balik
5. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
C. Penutup
1. Mengikhtisarkan pelajaran
2. Memberikan tugas evaluasi
Suasana Kelas
1. Siswa antusias
2. Guru antusias
3. Waktu sesuai alokasi
4. KBM sesuai skenario pada RPP
Perangkat Pembelajaran
1. Buku siswa mendukung pencapaian indikator
2. LKS mendukung pencapaian sub indikator
3. Evaluasi sesuai indikator
4. Indikator cocok dicapai dengan pembelajaran PBI
Keterangan skala penilaian:
Tidak baik : 1
Kurang baik : 2 Pengamat
Cukup baik : 3
Baik : 4
(.......................)

Sign up to vote on this title