You are on page 1of 22

LAPORAN KASUS PARTUS NORMAL

Disusun oleh: 1. Akhmad Afrianto 2. Bela Bagus Setiawan 3. Dadan Fakhrurijal 4. Febrina Dwi Haryani 5. Herizko Silvano K 6. Yudis Liling S.

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2012

PENDAHULUAN

LatarBelakang Mengingat masih tingginya angka kematian ibu dan perinatal di Indonesia (tertinggi di ASEAN), sehingga masih memerlukan perhatian khusus.Namun sudah menjadi tugas pemerintah untuk menghindari semakin meningkatnya jumlah kematian ibu dan bayi selama proses persalinan tersebut dengan cara meningkatkan bidang pelayanan obstetri dan ginekologi. Kehamilan merupakan suatu fase kehidupan yang sangat dinantikan oleh setiap wanita untuk dapat menjadi seorang ibu serta meneruskan

keturunan.Kehamilan tersebut tentu saja diharapkan dapat diakhiri dengan proses persalinan yang berlangsung secara normal. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri/his). Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37 – 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.1 Tiga faktor penting yang berperan dalam proses persalinan yaitu power (kekuatan kontraksi ibu (his), kontraksi otot dinding perut, kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan, ketegangan dan kontraksi ligament rotumdum), passager (janin dan plasenta), passage (kondisi jalan lahir lunak dan tulang).Keberhasilan persalinan juga dipengaruhi oleh riwayat Antenatal Care (ANC), riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya, riwayat penggunaan KB, riwayat penyakit ibu, riwayat pernikahan dan lain-lain.2 Persalinan dibagi menjadi empat kala. Kala satu dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks hingga mencapai pembukaan lengkap (10 cm).Kala dua adalah kala pengeluaran yaitu dimulai ketika dilatasi serviks sudah lengkap, dan berakhir ketika janin sudah lahir.Kala tiga persalinan dimulai segera setelah janin lahir, dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban

. pengeluaran estrogen progesteron makin berkurang sehingga oksitosin dapat menimbulkan kontraksi yang lebih sering sebagai his palsu. tidak ada perubahan pada serviks. Sifat his sejati (his persalinan) yaitu pinggang terasa sakit yang menjalar ke bagian depan. mempunyai pengaruh terhadap perubahan serviks.4 Sifat his permulaan (palsu) yaitu rasanyeri di bagian bawah. durasinya pendek. Dengan 5 pecahnya ketuban diharapkan persalinan berlangsung dalam waktu 24 jam. datangnya tidak teratur. sifatnya teratur. mekanisme. kekuatannya makin besar.janin. interval makin pendek. Sebagian ketuban baru pecah menjelang pembukaan lengkap. Dalam laporan kasus ini akan dibahas lebih banyak mengenai persalinan normal baik definisi. pemantauan persalinan dengan partograf WHO dan memimpin persalinan sehingga dapat menambah pengetahuan dan pemberian informasi yang benar pada pasien. Kala empat saat monitoring dimula isetelah lahirnya plasenta dan berakhir 2 jam setelahnya. dan makin beraktifitas (jalan) kekuatan makin bertambah. dan tidak bertambah bila aktifitas. keluarganya maupun masyarakat. Pengeluaran cairan pada beberapa kasus terjadi ketuban pecah yang menimbulkan pengeluaran cairan. factor penyebab mulainya persalinan.3 Semakin tua usia kehamilan. tahapan.

00 WIB :123456789011 Nama Suami Umur Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan : Tn.00 WIB Keluhan Tambahan : Keluar lendir bercak merah 15 menit yang lalu sebelum masuk Puskesmas Riwayat Perjalanan Penyakit 12 jam yang lalu pasien merasakan kenceng-kenceng dengan frekuensi terus menerus dan tidak hilang meskipun dibuat jalan. Aminah : 23 tahun : Perempuan : Ungaran : Islam : Guru SD : Sarjana : 23 Juli 2012 pukul 10.KASUS Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan Tanggal Masuk Nomor CM : Ny. .00 WIB : Kenceng-kenceng sejak pukul 22. Ahmad : 30 tahun : Ungaran : Islam : Guru SD : Sarjana Riwayat Perjalanan Penyakit Anamnesa Diambil dari Keluhan Utama : Autoanamnesa tanggal 23 Juli 2012 pukul 10.

Air ketuban belum keluar. tidak ada keluhan buang air besar dan buang air kecil. Merupakan pernikahan pertama bagi pasangan suami dan istri. Riwayat Obstetri Dahulu Anak Pertama Riwayat Abortus Kesimpulan : Kehamilan Sekarang : disangkal : G1P0A0 Riwayat KB Belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun. Riwayat Imunisasi Pasien mengaku lupa tentang riwayat imunisasi sebelum menikah dan saat awal kehamilan. Riwayat Haid Menarche Haid : 13 tahun : tidak teratur Hari Pertama Haid Terakhir : 13 Oktober 2011 Taksiran Partus : 20 Juli 2012 Riwayat Perkawinan Menikah usia 22 tahun dan sudah menikah selama 1 tahun.15 menit sebelum masuk Puskesmas pasien mengeluhkan keluar bercak darah bercampur lendir. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Darah Tinggi Riwayat Kencing Manis : Disangkal : Disangkal : Disangkal Riwayat penyakit selama kehamilan Riwayat penggunaan obat-obatan dan jamu : Penambah zat besi yang diberi bidan saat awalkehamilan .

isi dan tegangan cukup : 20 x / menit. pasien mengkonsumsi zat besi dari bidan. teratur . reguler. Kenaikan berat badan pasien selama kehamilan kurang lebih 20 kg dari awal hamil sampai sekarang. Riwayat Pribadi Riwayat Merokok : Disangkal Riwayat Konsumsi Alkohol : Disangkal Riwayat Hewan Peliharaan : Disangkal Catatan Penting Selama Asuhan Antenatal Pasien mengatakan telah kontrol kehamilan secara rutin ke bidan tiap bulan sekali selama kehamilan. rumah dihuni 2 orang. Keluhan yang pernah dirasa saat kehamilan hanya mual muntah dan mudah capek. Selama kehamilan. Menurut pasien.Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Darah Tinggi Riwayat Kencing Manis : Disangkal : Disangkal Riwayat Sosial Ekonomi Memiliki ASKES. Pemeriksaan Fisik (saat pemeriksaan pada tanggal 23 Juli 2012 pukul 10. Tinggi badan pasien tidak mengalami perubahan. Kesan ekonomi baik.00 WIB)        Keadaan Umum : Tampak menahan sakit Kesadaran Tinggi Badan Berat Badan Tekanan Darah Nadi Pernapasan : Compos Mentis : 150 cm : 70 kg : 110 / 80 mmHg : 88 x / menit. Selama kehamilan tekanan darah pasien dalam batas normal. pasien lupa tentang riwayat Imunisasi sebelum menikah dan saat awal kehamilan.

   Suhu Kepala Mata : 36.80C : Kesan mesochepal : Konjungtiva anemis -/Sklera ikterik -/Tanda dehidrasi (mata cekung -/-)  Mulut : Sianosis (-) Gigi karies (-) Lidah kotor (-)  Hidung : Septum deviasi (-) Nafas cuping hidung -/Sekret -/-  Telinga : Warna aurikula dalam batas normal Nyeri tarik aurikula -/Sekret -/Laserasi -/Membran timpani sinistra/dextra putih mutiara  Leher : Deviasi trakhea (-) Pembesaran kelenjar limfe -/Retraksi otot bantu nafas (-) Pembesaran kelenjar tiroid (-) Chloasma gravidarum (+) .

Inspeksi Simetris pada statis dan dinamis.Pulmo : Dextra Depan Sinistra 1. Perkusi Sonor seluruh lapang paru 4. Palpasi Nyeri tekan (-). Auskultasi Suara dasar vesikuler. retraksi (-). retraksi (-). tidak ada suara tambahan . jarak antar iga tidak melebar Nyeri tekan (-). stem fremitus dextra=sinistra 3. jarak antar iga tidak melebar Simetris pada statis dan dinamis. tidak ada suara tambahan 2. stem fremitus dextra=sinistra Sonor seluruh lapang paru Suara dasar vesikuler.

Auskultasi Suara dasar vesikuler. stem fremitus dextra=sinistra Sonor seluruh lapang paru Suara dasar vesikuler.Belakang 1. jarak antar iga tidak melebar Nyeri tekan (-). Palpasi Nyeri tekan (-). tidak ada suara tambahan   Abdomen Ekstremitas : Sesuai status obstetri : Superior Akral dingin Oedem Sianosis Capillary refill -/-/-/<2dtk inferior -/-/-/<2dtk  Kelainan Fisik : tidak dijumpai . Perkusi Sonor seluruh lapang paru 4. retraksi (-). jarak antar iga tidak melebar Simetris pada statis dan dinamis. retraksi (-). tidak ada suara tambahan 2. stem fremitus dextra=sinistra 3. Inspeksi Simetris pada statis dan dinamis.

Kesan bokong. Tinggi fundus uteriantara umblikus dan processus xyphoideus. keras. kulit ketuban (-). bagian bawah sudah masuk pintu atas panggul. striae gravidarum (+) GenitaliaEksterna : air ketuban (-). tidak bisa digoyang kesan sudah masuk pintu atas panggul. besar. ballotement (-). IV. Palpasi :  Pemeriksaan Leopold I. Teraba tahanan besar memanjang sebelah kanan (kesan punggung). Kesan divergen. teraba lunak. reguler. Pemeriksaan Dalam Vulva vagina tidak ada kelainan. Denyut Jantung Janin 11-12-11 (136x/menit) III. II. portio menipis. Auskultasi : Denyut jantung janin terdengar paling keras di sebelah kanan bawah umbilikus dengan frekuensi 136x/ menit.Status Obstetrikus Pemeriksaan Luar Inspeksi : Perut cembung. pembukaan 4 jari. tidak bulat. teraba tahanan kecil-kecil sebelah kiri (kesan ekstrimitas). . lendir darah (+) presentasi kepala. Teraba bagian janin bulat. Lendir darah (+). cairan ketuban ketuban (-).

IV. Kesan divergen. presentasi kepala (ubun-ubun kecil). StriaeGravidarum . tidak bulat. teraba lunak.Menarche pada usia 13 tahun. striae gravidarum (+). Perut cembung. bagian bawah sudah masuk pintu atas panggul. DAFTAR MASALAH 1. keras. Pasien mengeluh kenceng-kenceng dengan frekuensi terus menerus dan tidak hilang walaupun dibuat jalan-jalan. Tinggi fundus uteri antara umblikus dan processus xyphoideus. hari pertama haid Terakhir 13 Oktober 2011 taksiran Partus 20Juli 2012. reguler. pembukaan 4 jari. Pembukaan 4 jari 3. Denyut jantung janin terdengar paling keras di sebelah kiri bawah umbilikus dengan frekuensi 136x per menit. besar. ballotement (-). Lendir darah 4.00 WIB dan keluar lender bercak merah15 menit yang lalu sebelum masuk Puskesmas (pukul 10. Diagnosa Kerja Pasien G1P0A0 usia 23 tahunhamil 38 minggu Janin tunggal hidup intrauterine. Denyut Jantung Janin 11-12-11 (136x/menit) III. tidak bisa digoyang kesan sudah masuk pintu atas panggul. MemilikiASKES.00 WIB). Air ketubanbelumkeluarsaatmasukPuskesmas. Teraba bagian janin bulat. II. lendir darah (+). pembukaan 4 jari. lendir darah (+). Aterm (38 minggu) 5.RESUME Ny. Teraba tahanan besar memanjang sebelah kanan (kesan punggung). Pemeriksaan leopold: I. Aumur 23 tahun dengan status obstetri G1P0A0 datang dengan keluhan kenceng-kenceng sejak pukul 22. tanpa penyulit. Kesan bokong. teraba tahanan kecil-kecil sebelah kiri (kesan ekstrimitas). rumahdihuni 2 orang. Kenceng-kenceng 2.Kesanekonomibaik.

Usia 23 tahun. pembukaan 4 jari (5 cm). .5) Masalah Pasif INITIAL PLAN 1. Pemantauan/kelola sesuai dengan partograf Pemantauan DJJ dan his dilakukan tiap 30 menit.2. Rencana partus pervaginam b.4. Terapi : a. presentasi kepala (ubun-ubun kecil). Partus Diagnosis Subjektif :Partus Diagnosis Objektif :tidak diperlukan Diagnosis : G1P0A0.ASSESSMENT No 1 Masalah Aktif Partus (1.3. hamil38minggu Janin tunggal hidup intrauterine.

.

Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai – pastikan DJJ dalam batas normal (120 – 160 x/menit). 9. isi dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set.c. bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman. 4. Menggunakan sarung tangan DTT pada tangan kanan yg akan digunakan untuk pemeriksaan dalam.5%.5%. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang keadaan ibu serta janin dan rencana tindakan. mencuci tangan dgn sabun & air mengalir. . 13. meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran. 11. Mencelupkan tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin 0. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah yang telah dibasahi oleh air matang (DTT). Memakai celemek plastik. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran. membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0. Melakukan pemeriksaan dalam – pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul oksitosin & memasukan alat suntik sekali pakai 2½ ml ke dalam wadah partus set. 7. 12. 5. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Pada saat ada his. 2. 10. Memastikan lengan tidak memakai perhiasan. 6. dengan gerakan vulva ke perineum. Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan. 3. Asuhanpersalinan normal 1. d. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. 8. Mengetahui adanya tanda-tanda Kala Dua.

dibawah kain bersih dan kering. 15. 20. Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan 18. Dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.14. Setelah bahu lahir. Setelah itu kita melakukan perasat stenan (perasat untuk melindungi perineum dngan satu tangan. ibu jari pada salah satu sisi perineum dan 4 jari tangan pada sisi yang lain dan tangan yang lain pada belakang kepala bayi. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan. geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala. lengan dan siku sebelah bawah. 24. pegang secara biparental. Meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu. 19. Menunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar secara spontan. Setelah kepala keluar menyeka mulut dan hidung bayi dengan kasa steril kemudian memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin 21. kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. Gunakan . jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm. memasang handuk bersih pada perut ibu untuk mengeringkan bayi jika telah lahir dan kain kering dan bersih yang dilipat 1/3 bagian dibawah bokong ibu. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar. Tahan belakang kepala bayi agar posisi kepala tetap fleksi pada saat keluar secara bertahap melewati introitus dan perineum). Menganjurkan 23. Meletakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu 17. 22. jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. 16. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 – 6 cm. berjongkok atau mengambil posisi nyaman. Menganjurkan ibu untuk berjalan.

32. Membiarkan bayi atas perut ibu.tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas. suntikan oksitosin 10 unit IM (intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin). 29. 35. kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Mengikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya. Melakukan penilaian selintas : a. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir. 33. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi). dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang kering. 25. Setelah 2 menit pasca persalinan. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus berkontraksi baik. Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus. 31. 34. Apakah bayi menangis kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan? b. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 -10 cm dari vulva . jepit tali pusat dengan klem kirakira 3 cm dari pusat bayi. 30. Setelah badan dan lengan lahir. Mengeringkan tubuh bayi mulai dari muka. Dengan satu tangan. 28. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di kepala bayi. tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan ari telinjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin) 26. Apakah bayi bergerak aktif ? 27.

Setelah satu jam. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. di tepi atas simfisis. minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas. . lakukan penimbangan/pengukuran bayi. 39. 43. hentikan penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan mengulangi prosedur. menegangkan tali pusat dengan tangan kanan. Setelah uterus berkontraksi. 38. dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia. 37. Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik. 45. 44. Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap. 42. pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban.36. 40. Melakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. dan vitamin K1 1 mg intramaskuler di paha kiri anterolateral. untuk mendeteksi. melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik (fundus teraba keras) 41. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Segera setelah plasenta lahir. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam. teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati. mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial). Setelah plasenta tampak pada vulva. beri tetes mata antibiotik profilaksis. Tangan lain menegangkan tali pusat. melakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas. Bila perlu (terasa ada tahanan). sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah doroskrainal. Meletakan satu tangan diatas kain pada perut ibu.

keadaan ibu dan janin Edukasi :  Apabila his tidak muncul pasien diminta jalan atau jongkok . Melengkapi partograf. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. 58. Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi. Memastikan ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum. 54. Mengajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.5%. lendir dan darah. 50. Monitoring : vital sign. 56.5% 57. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0. Bantu ibu memakai memakai pakaian bersih dan kering. Memeriksakan nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan. 53. Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam. Membersihkan ibu dengan menggunakan air DDT. Membersihkan sisa cairan ketuban. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.5% untuk dekontaminasi (10 menit). 49.5% melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0. 55. 47. 48.46. Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai. 52. 51. Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral.

  Kosongkan kandung kemih sebelum melahirkan Sarankan suami untuk mendampingi dan ciptakan suasana yang nyaman Prognosis Quo ad Vitam Quo ad Sanam : ad bonam : ad bonam Quo ad Fungsionam : ad bonam .

Usia kehamilan pasien ini termasuk normal atau aterm.00 WIB. tidak bisa digoyang menandakan kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul. Partus dimulai jika timbul his dan wanita tersebut mengeluarkan lendir yang bersemu darah (bloody show). Partus prematur adalah kehamilan yang berusia 28 sampai 36 minggu. keras. Pasien Ny.PEMBAHASAN Kasus yang dibahas pada laporan kasus ini adalah persalinan normal. 12 jam yang lalu pasien merasakan kencengkenceng dengan frekuensi terus menerus dan tidak hilang meskipun dibuat jalan. Dilakukan pemeriksaaan dalam (VT) didapatkan vulva vagina tidak ada kelainan. Kehamilan aterm adalah kehamilan yang berusia antara 37 sampai 42 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir. sedangkan abortus adalah penghentian janin sebelum viable dengan berat janin di bawah 500 gram atau umur kehamilan di bawah 20 minggu. Diagnosis berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. dengan keluhan kenceng-kenceng. portio tipis. Partus postmatur atau serotinus adalah kehamilan yang melebihi usia 42 minggu atau terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang diperkirakan. teraba bagian janin bulat. Status Internus dalam batas normal sehingga pasien ini tidak termasuk dalam persalinan resiko tinggi. dimana hasil konsepsi dapat hidup tetapi belum aterm atau cukup bulan dengan berat janin antara 1000-2500 gram. Diagnosis kehamilan tunggal hidup di dukung dengan pemeriksaan fisik dimana denyut jantung janin positif denganfrekuensi DJJ 136x/menit. ketuban belum pecah. 15 menit sebelum masuk Puskesmas pasien mengeluhkan keluar bercak darah bercampur lendir. tidak ada keluhan buang air besar dan buang air kecil. Aminah usia 23 tahun hamil 38 minggu G1P0A0. Air ketuban belum keluar.Lendir ini berasal dari lendir kanalis servikalis . pembukaan 4 jari (5 cm).2 Pasien ini datang ke rumah sakit pada tanggal 23 Juli 2012 pukul 10. Partus immatur terjadi bila usia kehamilan kurang dari 28 minggu namun lebih dari 20 minggu dengan berat janin antara 500-1000 gram. serta ditemukan lendir darah.1. Hasil pemeriksaan Leopold didapatkan kesan presentasi kepala.

Pada fase akselerasi. dan bloody slow (lendir darah). dari 4 cm menjadi 9 cm. Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida. yaitu fase laten dan fase aktif. dalam waktu 2 jam terjadi pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm. maka berlanjut ke kala III (kala uri). pembukaan menjadi lambat kembali dan dalam 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. his teratur dan adekuat. dan fase deselerasi. Setelah 58 langkah tersebut dapat dilaksanakan dengan baik serta keadaan ibu sehat dan bayi lahir selamat. Hal ini sesuai dengan teori dari Goldberg bahwa pada Kala 1. . maka dapat dilakukan pemimpinan dalam persalinan. Fase laten berlangsung 8 jam. plasenta harus dipastikan keluar dalam kondisi utuh. Fase aktif dibagi dalam 3 fase lagi.Sedangkan darahnya berasal dari pembuluh-pembuluh kapiler yang berada di sekitar kanalis servikalis itu pecah karena pergeseran-pergeseran ketika serviks membuka. setelah bayi lahir atau kala II berakhir. Tindakan pertolongan persalinan menggunakan standar WHO yaitu 58 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Setelah itu. Kondisi ini menyebabkan menipis dan membukanya serviks uterus. yakni: fase akselerasi. proses membukanya serviks sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase. Saat kala III. Jika terdapat tanda-tanda inpartu yaitu pembukaan serviks lengkap. effacemment 100%. Dalam APN. ketuban pecah. Pada fase dilatasi maksimal. Hal ini sesuai dengan kepustakaan dimana kontraksi uterus pada saat akan melahirkan menyebabkan pembukaan dan penipisan dari servik uterus. dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat. memasuki kala IV dimana akan dilakukan monitoring perdarahan ibu di ruang bersalin selama 2 jam paska persalinan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kasus inidapat dilakukan persalinan/partus normal apabila saat pemantauan melalui partograf tidak ditemukan masalah dan penyulit.4 Berdasarkan seluruh pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pasien ini datang saat kala 1 fase aktif.karena serviks mulai membuka atau mendatar. Pada fase deselerasi. Pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm.4 Pengelolaan pada pasien ini adalah sesuai partograf WHO dimana observasi denyut jantung janin dan his dilakukan setiap 30 menit didapatkan his yang adekuat dengan denyut jantung yang stabil. fase dilatasi maksimal.

Piliang...B. Jakarta 2. K. Mc Graw Hill. Medan. G..DAFTAR PUSTAKA 1.. Adenia. Available at: http://emedicine. (2001)..com/article/263311-overview (25 april 2012) 5. (2008). B . Tala.medscape. 4. Williams Obstetrics. A..E. penerbit yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo.C. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK USU/RSUD dr. Wiknjosastro. 3. 7. IlmuKebidanan. L. J. T. Rachimhadhi. 2 0 0 2 .E. S a i f u d d i n A . Kehamilan dan Persalinan Normal.J.Jakarta . Gilstrap. N. ed. Gant.R.M.S.. Pirngadi RSUP dr.H. (1999). A. Cervical Ripening.Z.R. Leveno. ed. Goldberg... 2011. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Cunningham G.21. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal . New York.. Roeshadi.F..C. saifuddin.H. Hauth.I. Adam Malik.