TUGAS KRITISI JURNAL

Lifestyle And Psychological Factors Related To Irritable Bowel Syndrome In Nursing And Medical School Students (Hubungan Faktor Gaya Hidup dan Psikologi Terhadap Sindrom Iritasi Saluran Pencernaan pada Mahasiswa Keperawatan dan Mahasiswa Kedokteran)

Oleh Heri Iswanto Intan Dewi P. Mahanikmah Rosi Erna S. 105070201111009 105070203111001 105070207111006 0910723036

Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2013

Metode Study Populasi Sejumlah 2. usia dibawah 30 tahun. dan tidak ada kekurangan data.768 questioner dari mahasiswa berumur 18 – 29 tahun. 650 (37%) laki-laki.639 mahasiswa keperawatan dan kedokteran. dan 1. pola makan. 3. gaya hidup.768 mahasiswa (74.639 mahasiswa. tersedia 1.639 mahasiswa (89. kecemasan.8%) yang dianalisis. Questioner ini menanyakan tentang gejala-gejala IBS. Metode Penelitian Metode menggunakan questioner untuk mensurvei 2.365 mahasiswa yang menjawab questioner. Prevalensi IBS adalah 10 – 15 % pada populasi umum. Berdasarkan kriteria persyaratan penelitian jurnal. sebanyak 2. Questioner dikumpulkan dari 2. Tujuan Penulisan / Penelitian Penelitian ini menginvestigasi prevalensi IBS dan hubungan antara IBS dan stress. Topik Hubungan factor gaya hidup dan psikologi terhadap sindrom iritasi saluran pencernaan pada mahasiswa keperawatan dan kedokteran 2. .639 mahasiswa dari 20 sekolah keperawatan yang berada di Kyoto dan mahasiswa kedokteran teknologi radiologi berpartisipasi dalam penelitian ini. dan depresi. Latar Belakang Masalah Sindrom iritasi saluran pencernaan (Irritable Bowel Syndrome / IBS) adalah gangguan pada fungsi gastrointestinal yang terdiri dari sakit perut.Lifestyle And Psychological Factors Related To Irritable Bowel Syndrome In Nursing And Medical School Students (Hubungan Faktor Gaya Hidup dan Psikologi Terhadap Sindrom Iritasi Saluran Pencernaan pada Mahasiswa Keperawatan dan Mahasiswa Kedokteran) 1. gaya hidup. dan kebiasaan pola makan di kalangan mahasiswa keperawatan dan kedokteran. 4.118 (63%) perempuan yang dianalisa. Pada akhirnya. aktifitas. ketidaknyamanan pada perut. dan gangguan pada defekasi. tidak memiliki diagnosis penyakit radang usus.6%) dan respon dari 1. Dari 2. Sebanyak 597 mahasiswa tidak memenuhi persyaratan kriteria.

IBS dengan konstipasi (IBS-C). Questioner yang diberikan pada koresponden terdapat 69 item. . peneliti menggunakan modul questioner Rome II dengan modifikasi versi Jepang yang termasuk di dalamnya 15 item menurut Sinozaki dkk.Pasien yang didiognosa dengan IBS adalah menurut kriteria Rome II. dan IBS type perubahan (IBS-A). factor psikologis (14 item). IBS dengan diare (IBS-D). kejadian stress dalam hidup (1 item). dengan dibagi beberapa bagian : kebiasaan bowel (usus besar) sebanyak 15 item. Subyek diklasifikasi menjadi tiga subkelompok yang terdiri dari.

Subyek yang ditanyakan adalah apakah terdapat kejadian yang menyebabkan stress. Dalam questioner ditanyakan mengenai macam – macam latihan dan periode waktu pelaksanaan latihan tersebut. dan minum. Respon stress Terdapat skala HADS (The Hospital Anxiety and Depression Scale) yang terbukti dapat dipercaya dan valid untuk screening gangguan mood (suasana hati). Terdapat 6 pilihan pada bagian factor kondisi fisik. Test Krukal Wallis digunakan untuk mengukur perbedaan diantara ketiga kelompok. Stressor Stressor adalah kejadian dalam hidup yang menjadi stress dan kejadian ini bersifat subyektif. apakah terjadi dalam 3 bulan terakhir. Seluruh penghitungan . HADS terbagi menjadi dua subskala. ketepatan tergantung pada apakah pembagiannya normal. Analisa statistic untuk parameter perbedaan yang signifikan dilakukan menggunakan test nonparametric Mann Withney-U test diantara keduan kelompok. peneliti mengkaji antara respon stress dan stressor. Analisa Statistik Penilaian dinyatakan sebagai rata – rata ± SD (Standar Deviasi). yaitu subskala ansietas dan subskala depresi. kebiasaan makan dan frekuensi (23 item). waktu makan yang tidak teratur. pola tidur. Pengkajian Fisik Untuk menevaluasi stress. karakteristik fisik (4 item). Analisis perbandingan diantara kelompok diagnostic IBS dilakukan melalui test Pearson’s chi-square. memberikan definisi IBS dan HADS. pengobatan penyakit (1 item). gaya hidup (10 item). yaitu : stress. Pengkajian Latihan Petunjuk latihan badan untuk kesehatan tahun 2006 di Jepang menggunakan “METS” sebagai unit untuk intensitas latihan dan “Exercise” sebagai kuantitas latihan.kondisi factor fisik (1 item). merokok. makanan.

p value kurang dari 0.037. depresi pada laki-laki p<0.001. Pada laki – laki tipe IBS-A sebanyak 13. skor ansietas dan depresi pada kelompok IBS lebih tinggi daripada kelompok non-IBS (ansietas pada laki-laki p<0.001.8% dan pada perempuan tipe IBS-C sebanyak 20. ansietas pada wanita p<0.05 secara statistic penting untuk dipertimbangkan.5 untuk windows). 25.5% pada wanita.2% pada pria dan 41.5%.statistic dilakukan dengan menggunakan SPSS (versi 11.4% Hubungan Antara Faktor Psikologi dan IBS Pada laki – laki dan perempuan. 5. depresi pada wanita p<0.001) . Hasil Penelitian Dalam Jurnal (Analisa Data) Hasil penelitian didapatkan prevalensi IBS secara keseluruhan sebesar 35.

Pada perempuan kelompok IBS menunjukkan lebih memiliki aktifitas dalam hidupnya daripada kelompok non-IBS (p=0.001). dibandingkan dengan kelompok nonIBS (p<0. p<0. Perempuan pada subkelopmpok IBS-D memiliki slkor depresi tertinggi dibandingkan kelompok lainnya (p<0.001) memiliki skor ansietas lebih tinggi daripada subkelompok lainnya.001. dan pada perempuannya menunjukkan depresi (p<0.002) Pada laki – laki.001) dan perempuan pada subkelompok IBS-D (p<0.001). Konsekuensinya.001). kelompok IBS menunjukkan bahwa mereka menggunakan waktunya untuk duduk dalam kesehariannya daripada kelompok non-IBS (p<0. antara laki – laki dan perempuannya lebih banyak menggunakan waktu kesehariannya . laki – laki dan perempuan pada kelompok IBS lebih menunjukkan ansietas.001) dan subkelompok IBS-C.Laki – laki pada subkelompok IBS-A (p<0.

001) 6. minum.002. buah. Tidak terdapat perbedaan yag berarti antara laki – laki dan perempuan dalam kelompok IBS dan non-IBS pada pengalaman diet. p=0. tipe diare 16 (31. Kebanyakan berusia 21 – 30 tahun. Kelebihan Dan Kekurangan Jurnal Kelebihan . dan sayuran hijau.001. 7. dengan tipe konstipasi sebanyak 32 (62. p=0. perempuan memiliki kebiasaanya makan kurang konsumsi ikan.004. dan lebih sering mengkonsumsi makanan yang sudah diproses (siap saji) daripada kelompok non-IBS (p=0. p=0.037. Aplikasi Hasil Penelitian Di Indonesiahadap sindrom iritasi Bowel (IBS) Prevalensi IBS di Indonesia Hasil penelitian A. selama periode 12 bulan (Juni 2003 – Mei 2004) di Bagian Penyakit Dalam RS. X.7%).4%).untuk duduk (p=0.9%). didapatkan hasil sebanyak 51 pasien menderita IBS. Kebiasaan Diet dan Frekuensi Makan Pada kelompok IBS.033). merokok. dengan perbandingan perempuan dan laki – laki 2 : 1. susu. dan olahraga. p<0.Nurman. dan tipe campuran 3 (5.032. p=0.

. - Penelitian ini berupa penelitian cross-sectional.- Pada jurnal ini penelitian menjabarkan secara jelas tentang lifestylenya dan setiap lifestyle selalu diberikan skor. - Peneliti menggunakan metode yang tidak semua pembaca mengerti. tetapi hubungan sebab-akibatnya tidak dijelaskan secara jelas. sehingga pembaca bisa membandingkan factor apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya IBS. beberapa mahasiswa memasukkan berjalan sebagai olahraga. Pada kuesionernya. - Jurnal ini memberikan untuk rekomendasi untuk dilakukan IBS studi dimasa intervensional mendatang Kekurangan - mengklafisikasi penyebab Penelitian ini memiliki keterbatasan dibeberapa respon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful