You are on page 1of 25

BAB I PENDAHULUAN

Cacat kongenital dinding abdomen pada seluruh tebalnya memberi ancaman yang mematikan bagi neonatus sebagai akibat terpaparnya visera dan kemungkinan kontaminasi bakteri. Dua yang tersering dari cacat tersebut meliputi gastroskisis dan omfalokel.1 Omfalokel dan gastroskisis merupakan defek pada dinding abdomen yang paling sering ditemui. Kedua omfalokel terjadi bila terdapat kegagalan intestine kembali ke rongga abdomen dalam minggu ke-10 kehidupan janin dalam kandungan. Kegagalan ini mengakibatkan tingginya insiden malrotasi pada omfalokel. Sementara itu, gastroskisis terbentuk akibat kegagalan fusi somit dalam pembentukan dinding abdomen sehingga dinding abdomen sebagian tetap terbuka. Umumnya kedua kelainan ini dibahas dalam satu kesatuan, namun kedua hal ini merupakan bagian yang terpisah dan memilki banyak perbedaaan, terutama pada patologi dan kelainankelainan lain yang berhubungan yang seterusnya mempengaruhi tatalaksanan keduanya. Pemahaman tentang persamaan dan perbedaan kedua hal ini, penting untuk manageman pasein.2

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. ANATOMI

Gambar 1. Anatomi perut

1.1.

Lapisan Dinding Abdomen

Abdomen adalah regio yang terletak di antara diapragma (diaphragma thoracoabdominalis) dan pelvis. Cavitas abdominalis meluas ke atas dalam kerangka thorax sampai spatium intercostalis anterior ke-5, jika seseorang dalam keadaan telentang. Cavitas abdominalis dipisahkan dari cavitas thoracis oleh diapragma dan di inferior bergabung dengan cavitas pelvis pada bidang yang melalui apertura pelvis superior, sehingga abdomen tidak mempunyai dasar/lantai sendiri. Untuk memberi gambaran tentang lokasi sesuatu organ abdominal (dengan palpasi) atau penyebaran rasa nyeri, cavitas abdominalis biasanya dibagi menjadi sembilan regio atau empat kuadran. Sembilan regio abdomen dibentuk oleh dua garis/ bidang vertikal dan dua garis/bidang horisontal, yakni:   2 

menghubungkan tuberculum pada crista iliaca (setinggi corpus vertebra lumbalis V). • Pada abdomen bagian bawah: regio iliaca dextra. bidang transumbilical dan satu bidang vertikal. linea mediana. menghubungkan titik terbawah pinggir costa satu sama lainnya (pinggir inferior cartilago costa X. epigastrium dan hipocondrium sinistra. regio umbilcalis dan regio lumbalis sinistra. collum pancreas. serta kiri atas dan bawah. bila abdomen dibagi menjadi empat kuadran oleh satu bidang mendatar.   3  . • Garis horisontal: o Bidang subcostalis. porta hepatis dan v. o Bidang intertubercularis. terdapat bidang transpylorica setinggi vertebra lumbal I yang penting sebagai penanda pada saat pemeriksaan radiologi. mesenterica superior. yakni menjadi: kuadran kanan atas dan bawah. regio hypogastrium dan iliaca sinistra. Lebih sederhana lagi. fundus vesica felea.Kesembilan regio tersebut adalah: • Pada abdomen bagian atas: regio hypocondrium dextra.Garis vertikalnya: linea medioclaviculrais. Selain bidang di atas. lienalis. • Pada abdomen bagian tengah: regio lumbalis dextra. Pada bidang transpylorica terdapat pylorus. suatu garis yang melalui titik tengah clavicula ke titik medioinguinal (pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan symphisis pubis). a. duodenum pars superior. setinggi corpus vertebra lumbalis III).

Fascia Fascia Superficialis terususnd dari lapisan lemak superfisial: fascia Camper . a. beberapa lapisan fascia. inguinalis superficialis. a. epigastrica superficialis serta vv. epigastrica superior et inferior untuk daerah dekat garis tengah. linea   4  . areolar dan meliputi otot-totot. Aliran vena oleh v. Cabang-cabang a. Axillaris anterior. intercostalis. Muskular Dinding anterior dan lateral abdomen: M. Fascia profunda merupaka lapisan tipis. 3 otot dan peritoneum. Vascularisasi dinding ventral berasal dari arteri cabang-cabang a. Memiliki origo di 8costa terbawah. Dinding ini terdiri dari 8 lapisan jaringan mulai kulit. v. Inervasi kulit berasal dari nervus thoracalis 7-12 dan n. Para-umbilicales yang menghubungkan jalinan vena melalui umbilicus dan sepanjang lig. Obliquus externus abdominis: Merupakan lembaran otot yang tipis. sedangkan insisi yang menyilang garis pembelahan akan sembuh dengan jaringan parut yang luas dan menonjol.Dinding abdomen ventrolateral dibatasi ke arah cranial oleh cartilago costales VII-XII dan processus xiphoideus dan ke arah caudal oleh ligamentum inguinale dan tulang-tulang pelvis. Hal ini penting diperhatikan karena insisi sepanjang garis pembelahan akan sembuh dengan parut yang sedikit. bisa sangat tebal pada orang gemuk (mencapai 18cm). Fascia ini membentuk selubung penis (clitoris). lumbalis. Kulit Abdomen Garis-garis pembelahan alami pada kulit berjalan hampir horisontal sekitar tubuh. Insersi pada processus xyphoideus. circumflexa illium profundus untuk daerah daerah pinggang. di bawah umbilicus mengalir ke nll. porta dan membentuk anastomosis vena porta sebagai vena sistemik yang penting aliran limfe dinding abdomen di atas umbilicus mengalir ke nll. teres hepatis ke v. thoracalis lateralis. lapisan membranosa: fascia Scarpa. lumbalis 1.

serabutnya horisontal ke arah depan. Merupakan lembaran otot tipis di bawah m. linea albadan symphisis pubis. Inervasi pada 6 nervi thoracalis bagian bawah dan n. Ligamentum inguinale: dibentuk oleh pinggir bawah aponeurosis m. Origo: fascia lumbalis. Origo : permukaan dalam 6 cartilago costa terbawah. obliquus externus abdominis tepat di atas dan medial tuberculum pubicum. Anulus inguinalis superficialis: suatu defek berbentuk segitiga pada aponeurosis m. processus xyphoideus. Insersi: pinggir bawah 3 costa bawah dan cartilagonya. linea alba dan symphisis pubis. fascia lumbalis. pinggir lateral membentuk peninggian yang melengkung: linea semilunaris. Insersi: processus xyphoideus.alba. 2/3 anterior crista iliaca. ilioinguinalis. tuberculum pubicum dan separuh anterior crista iliaca melalui suatu aponeurosis yang lebar. crista pubica. ilioinguinalis. dilalui oleh funiculus spermaticus. cremaster dan bergabung dengan funiculus spermaticus. transversus abdominis membentuk conjoint tendon. XII dan processus xyphoideus. kuat. Berpasangan. Permukaan anteriornya disilangi oleh 3 intersectio tendinea. Rectus Abdominis (m. Obliquus internus Abdominis (m. M. OIA membentuk conjoint tendon yang melekat pada crista pubica dan linea pectinea.   5  . dan 2/3 ligamentum inguinale. Bagian bawahnya membentuk m. memancar ke atas depan. 2/3 anterior crista iliaca. Otot panjang. antara spina iliaca anterior superior dan tuberculum pubicum. TA). Bersama m. dan 1/3 ligamentum inguinale. serabutnya berjalan tegak lurus terhadap m. Insersi: cartilago costa V. OIA) merupaka lembaran otot yang tipis di bawah m. OEA. ilioinguinalis. Inervasi: 6 nervi thoracalis bagian bawah dan n. Transversus Abdominis (m. OEA yang melipat ke belakang. dipisahkan oleh linea alba. VI. M. Origo: depan symphisis pubis dan crista iliaca. RA terletak di antara aponeurosis m. M. Serabut tendinosanya bergabung dengan serabut tendinosa m. RA). OIA. terbentang sepanjang dinding anterior abdomen. Bila berkontraksi. OEA. Inervasi: 6 nervi thoracalis bagian bawah dan n. M.

Mensekresi cairan serosa untuk melumasi permukaan peritoneum dan mempermudah gerakan antar visera. lumbalis sesuai otototot dan kulit di atasnya. Peritoneum akan saling melekat bila terdapat infeksi intraperitoneal dan melokalisir fokus infeksi   6  . Inervasi: Peritoneum parietale peka terhadap rasa nyeri. membatasi dinding abdomen dan pelvis dari dalam (peritoneum parietale) dan meliputi visera abdomen dan pelvis (peritoneum viscerale). duodenum.Peritoneum viscerale peka terhadap regangan dan diinervasi oleh saraf aferen otonom. Peritoneum diafragma diinervasi oleh n. Ligamentum peritoneale: lipatan peritoneum yang melekatkan visera padat (misal: hepar) ke dinding abdomen. Inervasi: 6 nervi thoracalis bagian bawah. Peritoneum yang membatasi dinging anterior. colon descendens. RA. phrenicus dan n. Origo: permukaan anterior pubis. ren. colon ascendens. OIA dan m. m. Daerah-daerah khusus peritoneum: Mesenterium: lipatan peritoneum berlapis ganda yang melekatkan usus ke dinding posterior abdomen dan memungkinkan usus dapat bergerak dalam cavum abdomen. Cavitas peritonealis: ruangan antara lapisan parietale dan viscerale. Omentum: lipatan peritoneum yang melekatkan gaster ke organ lainnya. Terletak di bagian depan bawah m. intercostalis dan n. Pyramidalis Sering tidak ada. M. suhu.OEA. TA yang membentuk vagina m. Peregangan berlebihan akan menimbulkan rasa nyeri. Organ retroperitoneal: suatu organ yang terletak di belakang cavum peritoneal. Inervasi: n. yaitu pancreas. insersi: linea alba. ureter. raba dan tekan. Intercostalis. lateral dan posterior diinervasi secara segmental oleh n. Fungsi dari cairan yang disekresi peritoneum menjamin visera mudah bergerak satu sama lainnya. Rectus abdominis. Thoracalis XI Peritoneum Membrana serosa. vena cava inferior dan aorta.

3 Gastroskisis adalah defek pada dinding abdomen yang biasanya tepat di sebelah kanan dari masuknya korda umbilikus ke dalam tubuh. Sejumlah usus dan kadangkadang bagian dari organ abdomen lain ikut mengalami herniasi keluar dinding abdomen dengan tanpa adanya membran yang menutupi ataupun kantung. Sedangkan tali pusat terdapat pada puncak kantong ini. Ada juga yang terletak di sebelah kiri. Definisi Omfalokel (disebut juga Exomfalos) merupakan defek dinding abdomen pada garis tengah dengan berbagai derajat ukuran. Bayi dengan Omfalokel dan Gastrokisis   7  . tengah atau bawah abdomen dan ukuran serta lokasi memiliki implikasi yang penting dalam penanganannya. Pembuluh darah berada di dalam membran.2. Defek ini mungkin terletak di pusat atas. namun kasusnya jarang. disertai hernia visera yang ditutupi oleh membran yang di terdiri atas peritoneum di lapisan dalam dan amnion di lapisan luar serta Wharton’s Jelly di antara lapisan tersebut. OMFALOKEL & GASTROSKISIS 2. sering sebagian dari hati dan kadang-kadang organ lainnya. bukan pada dinding tubuh.2. Isi dari hernia antara lain berbagai jenis dan dan jumlah usus.1.2 Gambar 2.

dan tingkat kekambuhannya dapat mencapai 50%. omfalokel berhubungan dengan peningkatan usia maternal. kaudal dan dua lipatan embrionik lateral.3.2. Epidemiologi Ada perbedaan insidens defek dinding abdomen dan proporsi relatif gastroskisis dan omfalokel. Bagaimanapun. Insiden pada anak laki-laki sedikit lebih sering dibanding anak perempuan. Jika omfalokel tidak berhubungan dengan suatu sindrom.6 Sementara sekitar 75% kejadian gastroskisis terjadi pada kelahiran anak pertama. perkiraan kasar di seluruh dunia.7 2. Hubungan tersebut tampaknya konsisten dengan teori insufisiensi vaskular dinding abdomen pada gastroskisis. dan tidak berhubungan dengan adanya kelainan kromosomal. Sebagai tambahan lagi.5─3 per 10. sementara itu insidens omfalokel berkisar antara 1. sekitar 1% atau kurang. narkoba. Sejalan dengan pembentukan dinding abdomen. Gastroskisis memiliki asosiasi yang kuat dengan usia maternal muda. Etiologi defek dinding abdomen tidak diketahui dan kebanyakan sporadik. seperti Beckwith-Wiedermannan. obat-obatan vasoaktif (pseudoefedrine) dan toksin lingkungan. dengan kebanyakan ibu berada pada usia 20 tahun atau lebih muda. risiko untuk terjadinya omfalokel pada kelahiran selanjutnya sangat bergantung penyebab dari omfalokel tersebut. dengan kemungkinan yang lebih sedikit. dan sangat jarang berulang pada kelahiran berikutnya. meskipun demikian. tetapi terdapat kasus gastroskisis dan omfalokel familial yang jarang (mungkin ditentukan juga secara genetik).000 kelahiran dan tampaknya akan meningkat terus. gastroskisis dihubungkan dengan pajanan maternal terhadap asap rokok. Patologi Dinding abdomen dibentuk oleh pelipatan ke dalam dari kranial. Terdapat faktor resiko maternal khusus untuk defek dinding abdomen yang berlainan.2. pertumbuhan traktus intestinalis menyebabkan migrasi keluar kavum abdomen   8  .4─3 per 10. dapat muncul predisposisi genetik. Sebaliknya. tingkat rekurensinya sangat rendah. dengan kebanyakan berada pada usia 30 tahun atau lebih.000 kelahiran dan tampaknya stabil. insidens gastroskisis berkisar antara 0. 2 Setelah kejadian omfalokel pada kelahiran anak pertama.

melalui cincin umbilikus dan ke arah korda umbilikus selama minggu ke-6 gestasi. isi abdomen tidak kembali ke dalam rongga abdomen tetapi tetap berada di luar abdomen namun berada di dalam korda umbililukus. kemudian defek dinding tubuh akan menghasilkan iskemia dinding abdomen. Pada minggu ke-10 dan ke-12. Gambar 3.2 Pada omfalokel. Sonogram pada usia gestasi 10 minggu: menunjukan herniasi fisiologis (tanda panah). Hipotesis lain menyatakan bahwa gastroskisis terjadi karena defek dari ruptur awal hernia korda umbilikalis. Berbagai variasi dan jumlah dari midgust dan organ intra abdomen mengalami herniasi keluar pada defek tersebut tergantung dari ukuran dan lokasi relatif dinding abdomen. dinding abdomen dibentuk dan usus kembali ke kavum abdomen pada pola stereotipikal yang menghasilkan rotasi normal dan fiksasi lateral. Defisit pelipatan kranial terutama menghasilkan omfalokel epigastrik yang mungkin berhubungan dengan kelainan pelipatan kranial   9  . Jika perkembagan dan involusi ini terganggu pada derajat dan waktu tertentu. UC-korda umbilikalis Gastroskisis diperkirakan sebagai hasil dari iskemik terhadap perkembangan dinding abdomen. Daerah paraumbilikal kanan merupakan daerah dengan resiko tinggi karena disuplai oleh vena umbilikal kanan dan arteri omfalomesenterika kanan hingga mengalami involusi.

defek perikardial dan defek karidak. Ketika pelipatan ke dalam melibatkan pelipatan kaudal.4. 2 Gambar 4.1.tambahan seperti hernia diafragma anterior. Exstrophy Cloacal.5 2. Gambar 5. yang merupakan suatu skreening rutin ataupun kerena adanya indikasi obsetrik seperti evaluasi peningkatan serum alfa fetoprotein (AFP) maternal. disebut sebagai Pentalogy of Cantrell (gambar 4). omfalokel mungkin berhubungan dengan Extrophy cloacal atau bladder (gambar 5). celah sternal.2   10  .4. Diagnosis Prenatal Defek dinding abdomen sering terdiagnosis selama pemeriksaan prenatal dengan ultrasonografi (USG). Pentalogy of Cantrell. Ketika bagian-baian tersebut terjadi bersamaan. Diagnosis 2.

tetapi AFP juga biasanya meningkat pada defek dinding abdomen. Contohnya. Pola yang berbeda ini menyebabkan sensitivitas nilai serum AFP maternal yang rendah untuk omfalokel dibandingkan gastroskisis. nilai serum AFP maternal biasanya abnormal. Kebanyakan omfalokel sekarang dapat organ visera yang terdapat pada kantong hernia dapat berupa usus. Pada gastroskisis. Sebaliknya. AFP biasanya meningkat rata-rata 4X dari nilai normal. pada omfalokel. maka 96% gastroskisis akan terdeteksi tetapi hanya 65% pada omfalokel. Ukuran defek berkorelasi dengan tindakan reduksi dan perbaikan pada operasi. Seperti kebanyakan tes skrining.2 USG fetus sering dapat mengindikasikan adanya omfalokel pada trimester kedua atau awal trimester ketiga. Keparahan peningkatan nilai AFP bervariasi antara gastroskisis dan omfalokel. Pada kehamilan dengan omfalokel yang terdeteksi awal dengan USG. jika nilai abnormal didefinisikan sebagai lebih dari 3X nilai normal.8   11  . hati. diperlukan pemeriksaan lanjutan khususnya pada usia 2024 minggu dengan CT-Scan untuk mendeteksi anomalikongenital lain. dan lambung. sensitivitas tergantung pada nilai batas yang dipilih. Tes ini digunakan untuk mengevaluasi abnormalitas kromosomal fetus dan defek tabung neural.AFP analog dengan fetal albumin dan serum AFP maternal merefleksikan nilai AFP cairan amnion. Ukuran defek dinding abdomen dapat bervariasi dari sederhana yang hanya mengandung usus sampai defek besar (giant omphalocele) yang mengandung organ hati. dengan rata-rata peningkatan >9X dari nilai rata-rata.

Gambaran ekogenik mengarah kepada eviserasi hepar. hati. diperlukan pemeriksaan lanjutan khususnya pada usia 2024 minggu dengan CT-Scan untuk mendeteksi anomalikongenital lain.Gambar 6. Kelainan ini dapat didiagnosis pada awal minggu ke-12 kehamilan.8 Gambar 7.8 Bagaimanapun. dan terlihat sebagai gambaran hiperekogenik ‘cauliflower-shaped’ atau gambaran hiperekogenik dengan sudut pinggir kasar.9 Organ visera yang terdapat pada kantong hernia dapat berupa usus. Potongan tranversal pada usia gestasi 22 minggu: menunjukan omfalokel (OM). Ukuran defek berkorelasi dengan tindakan reduksi dan perbaikan pada operasi. Pada kehamilan dengan omfalokel yang terdeteksi awal dengan USG. Ukuran defek dinding abdomen dapat bervariasi dari sederhana yang hanya mengandung usus sampai defek besar (giant omphalocele) yang mengandung organ hati. namun juga terdapat laporan diagnosis pada awal trimester pertama yang mana hal ini lebih jarang. keakuratan pemeriksaan USG prenatal untuk mendiagnosis kelainan dinding abdomen   12  . Bagian usus yang berada di luar rongga abdomen mengakibatkan bagian usus menjadi tebal. edem. Diagnosis prenatal dengan USG pada gastroskisis menunjukan insersi korda umbilikalis yang normal dan adanya hernia yang ‘free-floating’ tanpa ada kantong yang membungkus. Gambaran omfalokel pada USG kehamilan 15 minggu. dan lambung.

posisi janin. Pada gastrosisis.2.2 Gambar 8. lebih dari 95% namun sensitivitasnya hanya 60─75% untuk mengidentifikasi omfalokel dan gastroskisis. tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah. usus berada diluar rongga perut tanpa kantong. tujuan awal dari pemeriksaan. serta pengalaman dan keahlian pemeriksa.4. pada bayi baru lahir.9 2. USG memiliki spesifitas yang tinggi. Defek dinding abdomen terbuka tanpa tertutup   13  .3 Pada omfalokel. Di bagian dalam dapat terlihat usus-usus. Gambaran gastroskisis pada USG abdomen.sangat dipengaruhi oleh waktu. sebagian hepar. Diagnosis Postnatal Diagnosis omfalokel cukup dengan melihat defek di daerah umbilikus dengan bagian yang tertutup selaput tipis transparan. Kesalahan diagnosis dapat terjadi karena:(a) Kekeliruan dengan adanya defek dinding abdomen lain yang jarang. mungkin lambung dan lien bergantung pada luas defek. (b) Ruptur kantong omfalokel sehingga mengakibatkan adanya diagnosis gastroskisis.

4. Satu pola yang penting yaitu. insidens anomali yang berhubungan berkisar anatara 10─20% dan kebanaykan anomali yang signifikan ditemukan berada pada traktus gastrointestinal. Multipel anomali sering terjadi dan mungkin terbagi dalam beberapa pola sindrom. anak-anak yang memiliki defek dinding abdomen akan memiliki peningkatan resiko untuk terjadinya anomali tambahan. hipoglikemia awal (dari hiperplasia pankreas dan insulin berlebihan) dan peningkatan resiko tumor Wilms. Abnormalitas kromosom. Perbedaan tersebut sangat penting dalam manajemen klinis dan prognosis jangka panjang. divertikulum Meckel’s dan duplikasi intestinal.2   14  . Usus-usus terlihat tebal dan pendek.10 2. 15. dari volvuls atau kompresi vaskular mesenterika oleh penyempitan cincin dinding abdomen. hepatoblastoma dan neuroblastoma. berkisar 30%-50% kasus. tetapi resiko relatif dan pola anomali yang berhubungan merupakan perbedaan mayor antara gastroskisis dan omfalokel. Anomali serius laninnya di luar abdomen atau traktus gastrointestinal seperti abnormalitas kromososm jarang ditemukan. Ukuran defek dinding abdomen pada omfalokel tidak secara langsung berhubungan dengan adanya anomali lain. Sekitar 105 bayi yang dengan gastroskisis memiliki stenosis atau atresia sebagai hasil dari insufisiensi vaskular di usus pada waktu perkembangan gastroskisis atau lebih umumnya.3. 14. organomegali. seperti yang didemontrasikan oleh temuan bahwa defek kecil yang terdapat pada USG prenatal memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terdapatnya abnormalitas kromosomal dan defek kardiak. di mana memiliki insidens yang lebih tinggi untuk terjadinya anomali yang berhubungan ( hingga 50─70%).peritoneum. yang berkembang belakangan pada usia anak-anak. Hal yang berbeda terlihat pada pasien omfalokel. Umbilikus tampak normal. Lesi lain yang sering berhubungan termasuk undescensus testes. 18 dan 21 terdapat pada hingga 30% kasus. Beckwith-Weidenmann syndrome yang ditandai makroglosia. Pada gastroskisis. Kelainan yang Berhubungan Seperti semua bayi yang memiliki defek lahir. Defek kardiak juga sering terjadi. seperti trisomi 13.

Masalah yang penting yaitu   15  . diagnosis IUGR dapat menjadi masalah karena sulitnya menilai torso. Menejemen Postnatal Manajemen awal bayi yang baru lahir dengan defek dinding abdomen diawali dengan resusitasi ABC dan setelah dinilai dan distabilisasi. 2 2.1. Menejemen Prenatal Janin dengan defek dinding abdomen merupakan kehamilan resiko tinggi pada banyak tingkatan. Derajat inflamasi sulit untuk dinilai pada USG dan setelah kelahiran.2. Infalamasi tersebut berkembang setelah minggu ke-30 kehamilan dan diperkirakan karena terpaparnya usus dengan cairan amnion atau oleh karena obstruksi limfatik intestinal.5.5. Penyebab kegagalan pertumbuhan janin pada gastroskisis belum diketahui tetapi diperkirakan oleh karena peningkatan kehilangan protein dari visera yang terpapar. maka pemahaman dan tes prediktif diperlukan untuk dapat melakukan intervensi. ada beberapa kontroversi mengenai waktu dan jenis kelahiran. sehingga pengkajian obstetrik dengan serial USG dan tes lainnya menjadi indikasi. Karena perlukaan usus merupakan prediktor utama morbiditas dan mortalitas postnatal. perhatian diarahkan ke defek dinding abdomennya. Untuk kasus gastroskisis dan omfalokel. Menejemen 2. distress janin dan asfiksia lahir. Pada gastroskisis. Oligohidramion juga sering ditemukan pada gastroskisis.5. Penyebabnya belum diketahui dan biasanya memiliki derajat sedang dan berhubungan dengan IUGR. Usus yang terpapar mudah untuk mengalami perlukaan. kematian janin dan kelahiran prematur. namun hal itu mungkin hanya mempengaruhi 30─70% janin. sehingga hal tersebut sulit untuk dikorelasikan dengan hasil klinis. sekitar hingga 25% kasus. terdapat peningkatan resiko retardasi pertumbuhan intrauterin/Intrauterine growth retardation (IUGR).2. walaupun tidak adekuatnya suplai nutrien janin merupakan hipotesis alternatif. Perlukaan bervariasi dalam derajatnya dari volvulus dan hilangnya keseluruhan midgut hingga ke atresia intestinal lokal dan stenosis serta inflamasi yang menyebar atau serositis yang dapat membuat lingkaran usus tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pada kedua kasus tersebut.

IUGR dan pada omfalokel serta kemungkinan terjadinya sindrom Beckwith-Wiedeman. Kateter urin berguna untuk memonitor keluaran urin secara ketat dan sebagai panduan resusitasi. namun pada omfalokel penempatan mungkin sulit karena insersi abnormal pembuluh darah. mungkin perlu dilepaskan selama pembetulan defek. Pada gastroskisis dilihat keadaan visera yang terpapar dan dihindari agar jangan sampai terjadi puntiran pedikulus vascular mesenterika. Bayi dengan gastroskisis memiliki kehilangan cairan yang cukup tinggi dari penguapan dan ruang ketiga dan mungkin membutuhkan pemberian cairan dua kali volume untuk menjaga volume intravascular tetap adekuat.2 Setelah resusitasi berhasil dilakukan. sehingga perawatan harus dilakukan seperti menjaga suhu lingkungan hangat selagi melakukan proteksi terhadap visera yang terpapar. defek dinding abdomen dapat dinilai dan diobati. tidak membutukan keterampilan khusus atau pengalaman khusus dan dapat memudahkan penilaian perfusi usus. namun membutuhkan teknik yang lebih sulit. Dekompresi lambung penting untuk mencegah distensi traktus gastrointestinal dan kemungkinan aspirasi. Metode paling mudah yaitu menempatkan visera yang terpapar dan setengah bagian bawah tubuh bayi pada kantong plastic usus transparan. Proses ini melibatkan pertimbangan yang berbeda pada gastroskisis dan omfalokel. Arteri dan vena umbilicus mungkin dilakukan kanulasi jika diperlukan selama resusitasi. Jika terjadi gangguan vascular karena pembukaan dinding abdomen terlalu kecil. bahan kain yang lembab ditutupi pada usus   16  . hanya usus yang ditutupi dengan plastic bening. defek sesegera mungkin dilakukan pembesaran melalui operasi. Cara lain. Cara terakhir. Kelahiran prematur umumnya berhubungan dengan kondisi tersebut di atas. Cara ini cepat. Usus yang terpapar harus diproteksi dan kehilangan panas dan cairan harus diminimalisasi. Prematuritas berhubungan dengan hipoplasia paru atau defek jantung signifikan yang terlihat pada omfalokel mungkin memerlukan intubasi awal dan ventilasi mekanik. Akses vaskular diperoleh untuk memberikan cairan intravena dan antibiotilk spektrum luas untuk profilaksis.kehilangan panas. Bahkan jika kanulasi berhasil. Menilai dan menjaga nilai glukosa serum merupakan bagian dari resusitasi tetapi khususnya penting pada bayi dengan defek dinding abdomen karena hubungannya dengan prematuritas.

defek dapat dbesarkan dengan anestesi lokal dan sedasi. Alat ini dapat ditempatkan dalam ruang bersalin atau disamping tempat tidur tanpa anestesi.2 2. akan meminimalisasikan kehilangan melalui penguapan. Bahan kain lembab sendiri seharusnya dihindari karena meningkatkan kehilangan panas melalui penguapan. tujuan utama adalah untuk mereduksi visera yang mengalami hernia masuk kembali ke dalam abdomen dan untuk menutup fasia dan kulit untuk menciptakan dinding abdomen yang solid dengan umbilicus yang relatif normal untuk meminimalkan resiko bayi. seluruh masa distabilisasi dengan menempatkan bayi dengan posisi miring kanan untuk mencegah bengkoknya pedikulus mesenterika. Setelah usus tadi ditutupi. terdapat variasi dalam pendekatan operasi. hilangnya panas dan cairan yang terus menerus dan perubahan metabolik membuat penutupan menjadi prioritas tinggi. Pengobatan sangat bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis defek. Jika kantong omfalokel ruptur.5.dengan dilapisi plastic bening tetapi membutuhkan penilaian tentang bagaimana ketat atau kuatnya untuk menutupi dan agar tampak dilihat. Menejemen Operasi Pada gastroskisis dan omfalokel. ukuran bayi dan masalah yang berhubungan. Selama resusitasi awal pada saat lahir atau sesegera mungkin setelahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut. banyak teknik yang dapat digunakan. Jika alat tidak dapat ditempatkan di samping tempat tidur. a prefabricated. Pada omfalokel penangannya berbeda. mencegah trauma tambahan dan juga dapat menilai perfusi usus secara terus menerus. Karena terdapat sedikit bukti untuk mengganggap suatu metode lebih bagus dari yang lain.2 Pada gastroskisis. bayi   17  . usus yang terpapar harus ditangani seperti halnya gastroskisis. spring-loaded Silastic silo ditempatkan pada defek untuk menutupi usus yang terpapar tadi. Defek diinspeksi agar menjamin membrane yang menutupi nya tetap intak dan kain basah yang tidak menempel diletakkan dan distabilisasi untuk mencegah trauma terhadap kantong. Jika defek dinding abdomen terlalu kecil untuk mengakomodasi alat. sesegera mungkin setelah resusitasi awal dan stabilisasi. Praktek ini.3.

Tekanan <20 mmHg dapat memprediksikan kesuksesan penutupan tanpa komplikasi tekanan intra-abdomen yang berlebihan. Metode lain dilaporkan untuk membantu dalam keputusan untuk menutup atau tidak adalah mengukur perubahan tekana vena sentral. Oleh karena itu. tetapi resiko salah pemasangan alat membuat rencana ini kurang menarik. Bayi dengan gastroskisis dan atresia intestinal memiliki tantangan yang cukup serius. umbilicus dapat direkontruksi pada tingkat krista iliaka posterior selama penutupan kulit. Reduksi serial alat pada tempat tidur pernah disarankan. jika usus dapat direduksi ke dalam abdomen dan defek menutup primer (atau melalui perbaikan primer tunda). Jika perbaikan tidak mungkin. maka operasi dilakukan. Dengan diuresis spontan. bayi dibawa ke kamar operasi untuk dilakukan percobaan penutupan primer tunda. Perbaikan primer segera tanpa anestesi pernah dilaporkan untuk kasus tertentu dan mungkin menjadi contoh dramatik operasi dengan trauma dan invasif minimal. Di kamar operasi. Penutupan di kamar bersalin merupakan konsep yang menarik yang meminimalisasi waktu dan trauma perioperatif tetapi hanya mungkin dengan kelahiran yang terencana dari defek yang diketahui sebelumnya dan membutuhkan komitmen berbagai pihak. Ketika bayi berada dalam kondisi stabil dan reduksi spontan usus ke dalam abdomen telah mencapai keadaan puncak. jika usus berada dalam kondidi bagus dan abdomen dapat ditutup dengan mudah. dekompresi traktus gastrointestinal dari atas dan bawah dan resolusi edema dinding usus. prioritas pertama adalah menutup abdomen dengan   18  .2 Setelah pemasangan spring-loaded silo. Jika bayi dalam keadaan stabil ketika fascia ditutup. jika atresia terjadi.dilakukan operasi untuk penutupan primer atau pemasangan silo. tekanan ventilator dan karbondioaksida. formal silastic silo dijahitkan ke fasia dan reduksi serial dilakukan post-operasi. bayi dievaluasi lebih lanjut dan dirawat di ICU. maka volume usus yang terpapar yang berada di dalam bag menjadi turun dalam periode waktu yang singkat. Keputusan apakah bayi dapat mentoleransi reduksi dan perbaikan dapat menjadi susah dan dapat ditambahkan dengan mengukur tekanan intragastik selama penutupan berlangsung. Pembuatan umbilicus dapat selalu ditunda untuk waktu berikutnya. perbaikan primer kombinasi dari kedua defek menjadi mungkin dilakukan.

Pertama. Ketika penutupan primer tidak mungkin dilakukan. keluarga dapat diajarkan untuk untuk melakukan perawatan luka dan bayi diijikan untuk rawat jalan. Bayi dijaga dengan dekompresi gaster dan nutrisi parenteral selama beberapa minggu hingga laparotomy dan perbaikan atresia intestinal.   19  . Ketika bayi stabil dan jika defek relative kecil.2 Pada omfalokel. ada banyak pilihan. Tahap perbaikan ini akan menyebabkan inflamasi menghilang dan isi hernia kembali ke abdomen sebelum pembukaan usus dan pembuatan anastomosis. Sepanjang visera tertutupi membrane. evaluasi yang lengkap untuk defek yang berhubungan dapat dilakukan dan masalah lain teratasi. Makanan enteral biasanya dapat ditolerasi setelah bayi sembuh dari berbagai masalah sistemtik.primer atau primer tunda atau perbaikan silo bertahap. Membrane yang melapisi liver mungkin terluka saat insisi. strategi yang digunakan berbeda. kemudian tidak perlu terburu-buru untuk melakukan operasi penutupan. Setelah masalah lain yang berhubungan sudah diatasi. namun yang dapat dilakukan adalah mengobati kantong omfalokel dengan sulfadiazine silver topical dan membiarkan agar terjadi epitelisasi (gambar 9) hingga beberapa minggu atau bulan. mengurangi hernia visera dan menutup fasia dan kulit. perbaikan primer dapat dilakukan dengan insisi membrane omfalokel. karena itu dapat dibiarkan saja. menutup kantong yang intak.

Gambar 9. Ketika isi abdomen tereduksi. Strategi ini awalnya diadopsi hanya untuk pasien yang memiliki omfalokel berukuran besar atau berhubungan dengan masalah yang serius tetapi berjalan dengan baik pada kasus sulit yang sebelumnya tidak dapat ditutup. Teknik ini juga dapat mencegah kompromis paru.11 Ketika epitelisasi kantong sudah terjadi atau sudah cukup kuat untuk mendapatlan tekanan luar. Hal ini membuat penutupan relative sedikit terlambat dari omfalokel yang berukuran besar. perbaikan hernia ventral dilakukan. pecahnya   20  . kompresi dilakukan dengan plester elastik dan secara serial dilakukan hingga isi abdomen mereduksi. namun terdapat sedikit resiko dalam menunggu dalam menunggu selama masa tadi. Proses ini dapat dicapai dalam waktu 6─12 bulan. Defek fasia menyisakan ukuran yang sama ketika bayi tumbuh. membran mengalami epitelisasi dan bayi berada dalam keadaan baik. Epitelisasi setelah pemberian silver sulfadiazin.

pasien dengan gastroskusis memiliki prognosis baik. Prognosis Prognosis pasien dengan gastrosksis tergantung pada kondisi usus. Banyak strategi alternative untuk penutupan omfalokel.luka. dengan kebanyakan pasien yang meninggal terjadi pada yang memiliki usus katastropik. Delapan bulan setelah implantasi : epitelisasi hampir komplit. termasuk hanya penutupan kulit.pemberian makanan sering berkomplikasi sebagai refluks gastroesofagus yang dapat memebrat. Hal ini juga berguna khususnya untuk memperoleh penutupan fasia pada regio epigastrium omfalokel besar. inverse amnion dan penambalan fasia. yang merupakan bentuk unik dari perlukaan intestinal yang terjadi selama periode post-operasi setelah perbaikan gastroskusis. Bahkan bayi dengan traktus intestinal intak mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu hingga bulan karena toleransi yang rendah pada pemberian makanan enterik. sementara pasien dengan omfalokel tergantung pada anomaly lain yang berhubungan dan kondisi medis. sepsis dan komplikasi jangka panjang sindrom usus pendek. Sebuah bentuk enterokolitis nekrosis dapat bermanifestasi sebagai pneumatosis intestinal pada pemeriksaan radiologi abdomen. reduksi di dalam membrane omfalokel. tetapi hernia ventral yang besar masih berkembang 2. infeksi dan tertundanya pemberian makanan enteral yang terganggu dengan sejumlah operasi besar pada bayi yang baru lahir.6. Harapan hidup sedikitnya 90─95%. Secara keseluruhan.2 Gambar 10. reduksi silastic silo dan perbaikan. Pasien dengan atresia dan sindrom usus pendek mungkin akhirnya membaik walaupun perawatan selama di rumah sakit cukup lama dan panjang. Fungsi gastrointestinal   21  .

6 1. 57%. tetapi kebanyakan mortalitas dan morbiditas berhubungan dengan anomaly daripada defek dinding abdomennya. Bayi ini memiliki survival rate 50%. walaupun terdapat resiko obstruksi adesif 5─10%. Ukuran omfalokel Pada omfalokel yang mengandung organ hati. Adanya anomali pada organ lain Neonatus dengan defek tambahan memiliki survival rate yang rendah.2 Survavie rate pada bayi omfalokel dipengaruhi oleh beberapa hal dibawah ini. Survival rate akan meningkat dengan peningkatan usia gestasi >36 minggu mencapai 87% 2.itu sendiri.2 Prognosis bayi dengan omfalokel lebih sulit untuk digeneralisasikan. umumnya merupakan suatu giant omphalocele. bayi ini akan mengalami kesulitan bernapas. 3. Kebanyakan akan mengalami gangguan pada perkembangan paru. Prematuritas Neonatus yang lahir pada usia gestasi <36 minggu memiliki survival rate yang rendah. Dapat dilihat pada tabel berikut: Defek Jantung Malformasi anus Anomali Insiden 34% 15% 30% Survival rate 63% 69% 1%   22  .jangka panjang biasanya bagus.

tetapi diduga usia hamil muda. fascia. obatobatan dan genetika menjadi penyebab munculnya kelainan ini. etiologi dari kelainan ini belum diketahui pasti. Lapisan dinding abdomen terdiri dari kulit abdomen. Penatalaksanaan yang segera memberikan hasil prognosa yang baik pada perkembangan bayi dengan omfalokel atau gastrokisis. muscular dan peritoneum. Omfalokel dan gastrokisi merupakan kelainan defek dinding abdomen congenital yang membuat isi abdomen berada diluar/ keluar dari dalam abdomen. asap rokok. Cavitas abdominalis meluas ke atas dalam kerangka thorax sampai spatium intercostalis anterior ke-5.   23  .BAB III KESIMPULAN Abdomen adalah regio yang terletak di antara diapragma (diaphragma thoracoabdominalis) dan pelvis.

Ledbetter DJ. Buku Ajar Bedah. Dikunjungi tanggal 1 juli 2013. dihttp://emedicine. Minnesota Departement of Health Fack Sheet.38:130-134. 3. Medscpape Reference. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Jong WD. Reksoprodjo S.medscape. Arch Dis Child. Binarupa Aksara. 2004. Jakarta. Gastroschisis http://www. Prenatal Diagnosis of Anterior Abdominal Wall Defect: Pictorial Essay.232:191-195. Gastroschisis and Omphalocele. M. Surg Clin N Am. http://www.dokterbedahherryyudha. 2. Blazer S. 7. David C. Edisi I. Boykin K. 12. Neonatal Fact Omphalocele. 2005.Tersedia 5.lsuhsc. Yudha juli 2013 13. EGC. 1963. 6.html. Staf Pengajar Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.DAFTAR PUSTAKA 1. Gover A. 1994 : 265 .D. 2005. Bronshtein M.86:249– 260.Ind J Radiol Imag. Zimmer EZ. Omphalocel .com/article/975583vs Omphalocele. Gastroschisis. 2000.html herry setya. Soave F.15:3:361-372 9. Glasser JG. 2012. Fetal Omphalocele Detected Early in Pregnancy: Associated Anomalies and outcomes. Sabiston. Sjamsuhidajat R.dokterbedahherryyudha. 2006. Buku Ajar Ilmu Bedah.2010. 1997. 8. Minnesota Departement of Health Fack Sheet. Tersedia di overview. http://www.267. Jakarta. 11.sh. Dikunjungi tanggal 1 juli 2013. Cetakan 1. Jakarta. Conservative Treatment of Giant Omphalocele..pdf. Buku ke-2. Akses 1   24  . 4. 2002. 10. RSNA. Jr.edu/Pediatrics/documents/Gastroschisis%20vs%20Omp halocele. Penerbit EGC. Pediatric Omphalocele and Gastroschisis. Ragarwal.com/2012/02/omphaekel.com/2011/11/kelainan-kongenitalgastrointestinal.

  25  .