MAKALAH FUNGSI DAN KEDUDUKAN AS SUNNAH TERHADAP ALQURAN

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Kelompok Mata Kuliah Kemathla’ul Anwaran

Disusun Oleh :

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MATHALA’UL ANWAR
BANTEN 2013
1

serta dorongan dari berbagai pihak. disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Kemathla’ul Anwatan di FKIP UNMA Banten. Pandeglang. Juni 2013 Penyusun 2 . tetapi tidak luput dari kendala yang begitu banyak. Serta memberi ilmu pengetahuan yang banyak agar kita tidak merasa kesulitan. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis. yang telah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya yang setia sampai akhir zaman. Amin yarobbal ‘alamiin.KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahiim. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan sumbangan pemikiran. Salawat serta salam tidak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Makalah yang berjudul “Kedudukan dan Fungsi As sunnah Terhadap Al-Quran“. yang telah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi hamba-Nya. Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT.

............................................................................................................ Kedudukan Dan Kehujjahan Hadits (As Sunnah)............. DAFTAR PUSTAKA.................................................... Latar Belakang....................................................................................................................... DAFTAR ISI.................. 14 14 16 2 7 1 1 1 i ii iii 3 ......................................... C................................ Saran..... KATA PENGANTAR.....................DAFTAR ISI JUDUL..................................................... B....... Tujuan Penulisan....... Perumusan Masalah..................... BAB I PENDAHULUAN A......... BAB II PEMBAHASAN A................. B...................................... Kesimpulan.................. B.................................................................................................................................. Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an.... BAB III PENUTUP A.....

Mengingat penulisan hadits yang dilakukan ratusan tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Seperti apa Kedudukan Dan Kehujjahan Hadits (As Sunnah)? 2. Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an? C. hadits selalu menjadi rujukan kedua setelah Al-qur’an dan menempati posisi penting dalam kajian keislaman. Rumusan Masalah 1. Kedudukan hadits (As Sunnah) terhadap al-qur’an Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an 1 . serta pandangan antara ingkarussunnah dan para pro hadits mengenai keabsahannya. maupun larangan nya. Banyak al-qur’an dan hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits itu merupkan sumber hukum islam selain al-qur’an yang wajib di ikuti. sehingga hal tersebut memuncul kan sebagian kelompok meragukan dan mengingkari akan kebenaran hadits ebagai sumber hukum. 2. maka banyak terjadi silang pendapat terhadap keabsahan sebuah hadits. B. Latar Belakang Hadits bukanlah teks suci sebagaimana Al-qur’an. Tujuan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui : 1. Namun. Namun mengapa para pengingkar sunnah tetap meragukannya? Berikut makalah ini akan memaparkan sedikit tentang kedudukan hadits terhadap al-qur’an dengan melihat dalil aqli maupun naqli.BAB I PENDAHULUAN A. baik dalam bentuk perintah.

Kedudukan Dan Kehujjahan Hadits (As Sunnah) Seluruh umat islam sepakat bahwa hadits merupakan salah satu sumber ajaran agama islam. Hal ini terjadi karena hadits merupakan mubayyin ( penjelas ) terhadap Al-qur’an. hukum untuk pertama memahami yang dan didalamnyaberisi garis besar syariat. Dengan demikian allah akan memperkokoh dan memperbaiki keadaan mereka. dan dalil aqli yang menggunakan rasional. 1. Keharusan mengikuti hadits bagi umat islam (baik berupa perintah atau larangannya) sama halnya dengan kewajiban mengikuti Al-qur’an. yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah). Dalil Al-qur’an Banyak ayat Al-qur’an yang menerangkan tentang kewajiban seseorang untuk tetap teguh. Begitu pula halnya menggunakan hadits tanpa Al-qur’an. dan yang memohon ampun di waktu sahur. Iman kepda rasul merupakan satu keharusan dan sekaligus kebutuhan setiap individu. serta beriman kepada allah dan tasun-Nya. seperti dalil berikut ini. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan hadits sebagai sumber ajaran islam. qur’an karena Al-qur’an kaitan merupakan yang sangat dasar erat. Dengan demikian antara hadits dengan almempunyai mengamalkannya tidak dapat dipisahkan atau berjalan dengan sendiri-sendiri. yang tetap taat. dapat dilihat beberapa dalil naqli yaitu yang bersumber dari Al-qur’an dan hadits.BAB II PEMBAHASAN A. yang benar.” Dan dijelaskan dalam surat al-nisa’ ayat 136 yang berbunyi: 2 . karena itu siapapun tidak akan bisa memahami Al-qur’an tanpa dengan memahami dan menguasai hadits. hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Ali imran ayat 17 yang berbunyi: “(yaitu) orang-orang yang sabar.

juga menyerukan agar mentaati segala bentuk perundang-undangan dan peraturan yang dibawahnya. Seperti firman allah dalam surat Ali Imron ayat 32 sebagai berikut : Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya. maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya. malaikatmalaikat-Nya. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". baik berupa perintah ataupun larangan. Banyak al-qur’an yang menerangkan hal tersebut. Tuntutan taat dan patuh kepada Rasul saw ini sama halnya tuntutan taat dan patuh kepada allah swt. rasul-rasul-Nya dan hari kemudian.“Wahai orang-orang yang beriman. jika kamu berpaling. kitab-kitab-Nya. Barang siapa yang kafir kepada Allah.” Selain allah memerintahkan umat islam agar percaya kepada Rasul Saw. serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Dalam surat al-Hasyr ayat 7 Allah juga berfirman: 3 .

kedudukan Hadits juga dapat dilihat dari Hadits-hadits rasul sendiri.” Dari beberapa ayat Al-qur’an diatas dapat ditarik suatu pemahaman. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu). dan taqrir Rasul saw. bahwa ketaatan kepada Rasul Saw adalah mutlak. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. sebagaimana ketaatan kepada Allah. Dalam salah satu pesannya 4 . Begitu pula halnya dengan ancaman atau peringatan bagi yang durhaka. Pada surat Al-Nisa ayat 80 disebutkan bahwa manifestasi dari ketaatan kepada Allah adalah dengan mentaati Rasul-Nya. Karena pada dasarnya ketaatan kepada Rasulnya sama halnya taat kepada Allah swt. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Selain itu terdapat banyak ayat yang memerintahkan mentaati RasulNya secara khusus dan terpisah. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Ungkapan pada ayat diatas menunjukkan betapa pentingnya kedudukan hadits sebagai sumber ajaran islam yang dimanifestasikan dalam bentuk aqwal atau ucapan. sesungguhnya ia telah menaati Allah. anak-anak yatim. supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. kerabat Rasul. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. af’al atau prilaku. orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Banyak hadits yang menggambarkan hal ini dan menunjukkan perlunya ketaatan kepada perintahnya.“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah. Dalil hadits Rasul Saw Selain berdasarkan ayat-ayat diatas . Ancaman Allah Swt sering disejajarkan dengan ancaman karena durhaka kepada rasul-Nya. Rasul. seperti firman-Nya: Barang siapa yang menaati Rasul itu. 2. dan bertakwalah kepada Allah.

“ saya tahu bahwa anda adalah batu. Abu daud). Dalam Hadits lain Rasul Saw. Malik). 3. “ Allah telah mengutus nabi Muhammad saw kepada kita. ketika umar berada didepan hajar aswad. Banyak diantara mereka yang tidak hanya memahami dan mengamalkan isi kandungannya. Kesepakatan umat dalam mempercayai. bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan hukum dan kemasyarakatan.” Kedua. ia berkata. ia berkata. mentadwin. Ibn Umar menjawab. sesungguhnya saya takut tersesat apabila meninggalkan perintahnya. Ketiga. bersabda: “ Kalian Wajib berpegang teguh dengan sunah-ku dan sunnah khulafa’ rasyidin yang mendapat petunjuk. kedua sumber ajaran yakni al-Qur’an dan hadits merupakan sumber asasi. (HR. dan kita tidak mengetahui 5 . Rasul bersabda: “ Saya tinggalkan dua perkara yang kamu tidak akan tersesat apabila berpegang pada keduanya. Berpegang teguhlah kamu sekalian dengannya “ (HR. telah sepakat menjadikan hadits sebagai salah satu dasar hukum dalam beramal. menerima. Dalam salah satu Taqrir Rasul juga memberikan petunjuk kepada umat islam. Kesepakatan ulama ( ijma’) Umat islam kecuali mereka para peyimpang dan pembuat kebohongan. yakni Kitabullah (al-Qur’an) dan sunnah nabinya (Hadits). antara lain perhadikan beberapa kejadian dibawah ini. Pertama. Diantara para sahabat misalnya. pernah ditanyakan kepada Abdullah ibn Umar tentang ketentuan shalat safar dalam al-Qur’an . dan mengamalkan segala peraturan yang ada di hadits berlaku sepanjang masa. seandainya saya tidak melihat Rasulullah menciummu. saya tidak akan menciummu. dan meyebarluaskan dengan segala upaya kepada generasi selanjutnya. akan tetapi mereka menghafal. “Saya tidak meninggalkan sedikitpun sesuatu yang telah diamalkan oleh rasulullah. Penerimaan terhadap hadits sama halnya dengan Al-qur’an karena keduanya sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum islam. ketika Abu bakar dibaiat menjadi seorang khalifah. banyak peristiwa yang menggunakan hadits senagai hukum islam.berkenaan dengan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup disamping alqur’an.

Apa yang sudah kami kemukakan diatas hanyalah contoh sebagian kecil pandangan atau sikap ulama tentang hadits. yang menggambarkan betapa perhatian dan pandangannya sangat tinggi terhadap hadits sebagai sumber ajaran agama islam selain kitab suci al-Qur’an. Maka sesungguhnya kami berbuat sebagaimana Rasulullah saw berbuat. dinarasikan Said ibn al-Musayyab bahwa Utsman ibn Affan berkata. Pertama. baik yang beliau ciptakan atas bimbingan wahyu maupun hasil ijtihadnya sendiri. saya makan sebagaimana makannya rasulullah. tapi terkadang beliau juga menggunakan hasil 6 . Nabi dalam mengemban misinya itu terkadang hanya menyampaikan apa yang diterima dari Allah swt. Berkaitan dengan ini para tabi’in menyampaikan pesan dan saran-sarannya kepada umat dan murid yang dibinanya. akan tetapi tulislah hadits Rasulullah saw. barangsiapa menyimpang darinya niscaya dia tersesat. Abu Hanifah berkata. seperti berikut ini. karena mereka yang menulis apa yang dimilikinya dan apa yang seharusnya mereka kerjakan. Kedua. “ Kalian harus mengikuti para imam mujtahid dan ulama muhaddits. Keempat. Sikap para sahabat tersebut kemudian diwariskan ke generasi selanjutnya secara bersikenambungan. Keempat. Menurut petunjuk akal Nabi Muhammad adalah Rasul Tuhan yang telah diakui dan dibenarkan umat islam. 4. “ kalian jangan menuliskan kata-kataku. dan saya shalat sebagaimana shalatnya Rasulullah saw. mujtahid berkata terhadap muridnya. al-A’masy berkata. “ Saya duduk sebagaimana duduknya Rasulullah.” jauhilah pendapat tentang agama Allah swt. Dalam menyampaikan tugas agama Nabi menyampaikan peraturan yang isi dan redaksinya dari Allah swt. Sesuai dengan petunjuk akal Kerasulan nabi Muhammad Saw telah diakui dan dibenarkan oleh umat islam. Ketiga. berbeda halnya dengan ahli al-ahwa’ dan ahli ra’yi.sesuatu.Waki’ berkata. Kalian harus berpegang pada al-sunnah. Dengan demikian manifestasi dan pengakuan serta keimanan itu mengharuskan semua umatnya mentaati dan mengamalkan segala peraturan atau perundang-undangan serta inisiatif beliau. “Kalian harus mengikuti al sunnah dan mengajarkannya kepada anak-anak.

Madzhab yang kedua adalah dengan cara merujuk kepada Al-qur’an dan hadits secara bersamaan. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an. Al-qur’an sebagai sumber hukum memuat ajaran –ajaran yang bersifat umum dan global. dan fungsi hadist berikut nanti dapat mempertajam hujjiyah hadits sebagai sumber hukum islam. Malik ibn Anas menyebutkan lima macam fungsi. sehingga Al-qur’an dan hadits harus difahami secara komprehensif. yakni menjadikan kehujjahan hadits identik dengan kehujjahan Al-qur’an. bayan al tafshil. Sekiranya ulil amri mendapatkan legitimasi untuk diikuti. yaitu mencari argumentasi dari Al-qur’an terlebih dahulu kemudian. bayan al-tafsir. dan bayan al-tasyri. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. Disini hadits berfungsi sebagai penjelas isi kandungan Al-Qur’an tersebut. yang perlu dijelaskan lebih lanjut dan terperinci. dan bayan al-basth. Dapat disimpulkan bahwa hadits merupakan bagian wahyu. Itu sebabnya dalam kasus tertentu Allah memerintahkan kita untuk mengikuti ulilamri. Kalangan ulama berdebat tentang apakah cara merujuk kepada Al-qur’an dan hadits dilakukan secara berperingkat. oleh karena itu dapat dijadikan sumber hukum islam. Hasil ijtihad ini berlaku sampai ada nas yang menasakhnya. Oleh karena itu hasil ijtihad beliau bisa ditempatkan sebagai sumber hukum. Ini sesuai dengan firman Allah surat al-Nahl ayat 44 yang berbunyi: “keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. yaitu bayan al-taqrir. Al Syafi’i menyebutkan 7 . B. Fungsi hadits sebagai penjelas Al-Qur’an itu bermacam-macam. Fungsi Hadits (As Sunnah) Terhadap Al-Qur’an Al-qur’an dan hadits sebagai sumber ajaran islam tidak dapat dipisahkan.ijtihadnya sendiri. sehingga apabila dirasa sudah cukup maka tidak perlu lagi dicari dalam hadits.

bayan al-ta’yin. bayan altasyri’ dan bayan al-nasakh. bayan al-tafsir. 1. dan jika kamu junub maka mandilah. Ahmad ibn Hambal menyebutkan empat fungsi yaitu . lalu kamu tidak memperoleh air. bayan al-takhshish. Fungsi hadits dalam hal ini hanya untuk memperkokoh isi kandungan al-Qur’an. bayan al-tafshil. apabila kamu hendak mengerjakan shalat. maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Dalam al-Risalah Syafi’i menambahkan dengan bayan al-isyarah. 8 . bayan al-tasyri’ dan bayan al takhsis. Allah tidak hendak menyulitkan kamu. Bayan al-Taqrir Bayan al-taqrir disebut juga bayan al-ta’kid dan bayan al-itsbat. sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan. bayan al-ta’kid.lima fungsi yaitu. Seperti contoh keharusan berwudhu sebelum shalat seperti yang diterangkan oleh surat al-Maidah ayat 6 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman. dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Maksud bayan ini yaitu menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan didalam Al-qur’an.

“Tidak diterima shalat seseorang yang berhadats sampai ia berwudhlu”. 2. Mentaqyid 9 . sebagai perincian dari Allah dalam surat al-Baqarah ayat 43 yang berbunyi: “Dan dirikanlah shalat. nikah. Diantara contoh perincian tersebut dapat dilihat pada hadits yang berbunyi. qishash. Bukhari). memberikan taqyid ayat-ayat yang masih mutlaq. supaya kamu bersyukur”. tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orangorang yang rukuk”. maka fungsi hadits dalam hal ini memberikan perincian (tafshil) dan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-qur’an yang masih mujmal.tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu. Ayat diatas di taqrir oleh hadits yang dikeluarkan al-Bukhari dan Abu Hurairah yang berbunyi. Merinci ayat-ayat yang mujmal Ayat yang mujmal artinya ayat yang ringkas atau singkat dan mengandung banyak makna yang perlu dijelaskan. “Rasul saw bersabda. Dengan demikian hadits tersebut menjelaskan tentang bagaimana seharusnya shalat itu dilakukan. zakat. Seperti pada ayat-ayat yang mujmal. dan hudud. b. Sebagai contoh adalah ayat-ayat tentang perintah Allah untuk mengerjakan shalat. Bayan al-tafsir Maksud bayan al-tafsir adalah penjelasan hadits terhadap ayat-ayat yang memerlukan perincian atau penjelasan lebih lanjut. jual beli. a. dengan tanpa memandang kepada jumlah maupun sifatnya. Mentaqyid ayat-ayat yang muthlaq Kata muthlaq artinya kata yang menunjuk pada hakikat kata itu sendiri apa adanya. “Shalatlah sebagaimana kalian melihat saya shalat” Perintah mengikuti shalatnya sebagaimana dalam hadits tersebut. Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat mujmal yang memerlukan perincian. Rasul kemudian memberi contoh shalat yang sempurna.puasa. mutlaq dan am. dam memberikan takhshish ayat yang masih umum. bahkan nabi melengkapi dengan kegiatan lain yang harus dilakukan sebelum dan sesudah shalat. (HR.

yang muthlaq artinyamembatasi ayat-ayat yang mutlaq dengan sifat keadaan. diantaranya yaitu hukum tentang ukuran zakat dan hukum tentang hak waris bagi seorang anak. Maka yang dimaksud bayan al-tasyri’ adalah penjelasan hadits yang berupa mewujudkan. Bayan al-Tasyri’ Kata al-tasyri’ artinya pembuatan mewujudkan. atau syarat-syarat tertentu. Bayan ini oleh sebagian ulama disebut juga dengan bayan za’id ‘ala al-Kitab al. 3. misalnya mengenai hadits tentang ketentuan diyat. mengadakan atau menetapkan suatu hukum. Muslim). atau menetapkan aturan dan hukum. Banyak hadits Rasul yang termasuk kedalam kelompok ini. potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Hal ini dapat dilihat. 10 . Penjelasan Rasul yang berupa mentaqyid ayat-ayat alQur’an yang bersifat mutlaq antara lain dapat dilihat dari sabda rasul yang berbunyi. (HR. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Dalam al-Qur’an masalah ini sudah ditemukan ketentuan pokoknya. yaitu pada sura al-Nisa’ ayat 92 yang berbunyi. Hadits ini mentaqyid ayat al-Qur’an surat al-Maidah ayat 38 yang berbunyi: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri. aturan-aturan syara’ yang tidak didapati nashnya dalam al-Qur’an. sehingga datangnya haditshadits itu hanya sebagai tambahanterhadap ketentuan pokok tersebut. “ Tangan pencuri tidak boleh dipotong melainkan pada pencuri senilai seperempat dinar atau lebih”.Karim (tambahan terhadap nash al-Qur’an). Disebut tambahan karena sebenarnya didalam Al-Qur’an ketentuan-ketentuan pokok sudah ada.

kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Barang siapa yang tidak memperolehnya. kecuali karena tersalah (tidak sengaja). maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah.“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain). Untuk bayan al-naskh terjadi perbedaan pendapat. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin.” Hadits Rasul yang termasuk bayan tasyri’ ini wajib diamalkan seperti kewajiban mengamalkan bayan yang lainnya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu. Ada yang mengakui bayan ini dan 11 . padahal ia mukmin. dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu). Ketiga bayan telah disepakati oleh sebagian besar ulama meskipun untuk bayan ketiga masih dipersoalkan. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu.

baik Mu’tazilah. dan Ibn Hazm serta sebagian para pengikut zahiriah. mendefinisikan nasakh dari atau al-izalah (menghilangkan). (memindahkan). tanpa harus dengan mutawatir. Kelompok pertama. serta mayoritas ulama Dzahiriah’. Asy’ariah. Kewajiban melakukan wasiat kepada kaum kerabat dekat seperti yang dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 180 yang berbunyi. sedangkan yang menolak antara lain al_syafi’i dan mayoritas ulama pengikutnya. Perbedaan atau al-tahwil pendapat dalam atau tagyir (mengubah). Kelompok kedua memperbolehkan menasakh dengan syarat bahwa hadits tersebut harus mutawatir. Dalam hal ini terbagi dalam tiga kelompok. ulama memperbolehkan menasakh dengan hadits masyhur. malikiyah. Bayan al-Nasakh Kata al-nasakh secara bahasa yaitu bermacam-macam. Pendapat ini dikemukakan oleh Hanafiah. Diantara para ulama yang memperbolehkan adanya nasakh hadits terhadap al-Qur’an juga berbeda pendapat dalam macam hadits yang digunakan untuk menasakhnya. hanafiyah. Menurut ulama mutaqadimin.adapula yang menolaknya. bayan al-nasakh terjadi karena perbedaan memahami arti sudut kebahasaan. Yang menerima antara lain yaitu jumhur ulama mutakallim. Pendapat ini dikemukakan oleh para mutaqaddimin. 4. memperbolehkan menasakh Al-qur’an dengan segala hadits. Kelompok ketiga. Pendapat ini dikimukeken oleh mu’tazilah. meskipun dengan hadits Ahad. Ibn Hazm dan Dzahiriah. Bisa berarti alibthal (membatalkan). bayan al- nasakh adalah adanya dalil syara’ yang datangnya kemudian. Dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa ketentuan yang datang kemudian dapat menghapus ketentuan terdahulu. 12 .

Membuat atau menetapkan hukum yang tidak ditetapkan dalam al-Qur’an. maupun aqli telah cukup merepresentasikan keberadaan hadits sebagai sumber hukum ajaran agama islam. Secara garis besar. apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut. fungsi utama hadits Nabi saw terhadap al-Qur’an ada tiga yaitu: 1. Misalnya kewajiban shalat. Misalnya larangan memakan binatang buas yang bertaring atau yang berkuku. Ayat diatas dinasakh hukumnya oleh hadits yang menjelaskan bahwa kepada ahli waris tidak boleh dilakukan wasiat. 3.“Diwajibkan atas kamu. 2. dan emas bagi laki-laki dan lain sebagainya. Dengan memperhatikan dalil-dalil kehujjahan hadits serta fungsi hadits terhadap Al-qur’an. berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara makruf. 13 . yaitu Al-qur’an dan Hadits. Memperinci dan menjelaskan hukum-hukum dalam al-Qur. Beberapa dalil diatas baik yang bersifat naqli. maka hadits menjelaskan berapa bagian dari harta yang harus dikeluarkan atau dizakatkan.an yang masih global. puasa. dan zakat. Dengan demikian sebuah hukum dapat memiliki dua sumber hukum sekaligus. maka tidak ada alasan unutk menolak Islam. Menetapkan dan menguatkan hukum yang ada dalam al-Qur’an. jika ia meninggalkan harta yang banyak. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”. cincin. membatasi yang mutlaq dan mentakhsis keumuman ayat al-Qur’an. Sebagai contoh yaitu Al-qur’an memerintahkan untuk menunaikan zakat. larangan memakai pakaian sutra.

dan taqrir Rasul SAW. B. sudah selayaknyalah kita mematuhi apa yang perintahkan Alloh. termasuk untuk mematuhi dan mengamalkan apa yang Nabi 14 . Kesimpulan Betapa pentingnya kedudukan hadits sebagai sumber ajaran islam yang dimanifestasikan dalam bentuk aqwal atau ucapan. Penerimaan terhadap hadits sama halnya dengan Al-qur’an karena keduanya sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum islam. kedua sumber ajaran yakni al-Qur’an dan hadits merupakan sumber asasi. Maksud bayan ini yaitu menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan didalam Al-qur’an.BAB III PENUTUP A. Bayan al-taqrir disebut juga bayan al-ta’kid dan bayan al-itsbat. af’al atau prilaku. Menurut petunjuk akal Nabi Muhammad adalah Rasul Tuhan yang telah diakui dan dibenarkan umat islam. Al-qur’an dan hadits sebagai sumber ajaran islam tidak dapat dipisahkan. baik yang beliau ciptakan atas bimbingan wahyu maupun hasil ijtihadnya sendiri. Disini hadits berfungsi sebagai penjelas isi kandungan Al-Qur’an tersebut. Al-qur’an sebagai sumber hukum memuat ajaran –ajaran yang bersifat umum dan global. Kerasulan nabi Muhammad Saw telah diakui dan dibenarkan oleh umat islam. Dengan demikian manifestasi dan pengakuan serta keimanan itu mengharuskan semua umatnya mentaati dan mengamalkan segala peraturan atau perundang-undangan serta inisiatif beliau. Nabi dalam mengemban misinya itu terkadang hanya menyampaikan apa yang diterima dari Allah swt. Fungsi hadits dalam hal ini hanya untuk memperkokoh isi kandungan al-Qur’an. telah sepakat menjadikan hadits sebagai salah satu dasar hukum dalam beramal. bahwa dalam menghadapi berbagai persoalan hukum dan kemasyarakatan. Umat islam kecuali mereka para peyimpang dan pembuat kebohongan. Dalam salah satu Taqrir Rasul juga memberikan petunjuk kepada umat islam. yang perlu dijelaskan lebih lanjut dan terperinci. Saran Sebagai umat islam.

sampaikan kepada umatnya. 15 . melalui Al-Hadits . serta meletakkannya sebagai sumber hukum islam dengan memasangkannya pada sumber hukum yang pertama yakni Al-Qur’an karim. dan tidak mengingkari apa yang telah di ajarkan Rosul terhadap kita.

Munzier. PT Raja Gravindo Persada.2003 16 .DAFTAR PUSTAKA Suparta. Ilmu Hadits. Menguak fakta keabsahan As-sunnah. Erfan. Jakarta. Prenada Media. Jakarta.2008 Soebahar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful