PENDAHULUAN A.

PENGERTIAN Apendisitis adalah peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Pada masyarakat umum,sering juga disebut dengan istilah radang usus buntu. Akan tetapi, istilah usus buntu yang selama ini dikenal dan digunakan di masyarakat kurang tepat, karena yang merupakan usus buntu sebenarnya adalah sekum (caecum). Sedangkan apendiks atau yang sering disebut juga dengan umbai cacing adalah organ tambahan pada usus buntu. Umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau hanya appendix) adalah ujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum. B. ANATOMI Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Apendiks merupakan organ yang berbentuk tabung panjang dan sempit. Panjangnya kirakira 10cm (kisaran 3-15cm) dan pada orang dewasa umbai cacing berukuran sekitar 10 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap yaitu berpangkal di sekum, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda-beda, yaitu di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang pasti tetap terletak di peritoneum. Apendiks memiliki lumen sempit dibagian proximal dan melebar pada bagian distal. Saat lahir, apendiks pendek dan melebar dipersambungan dengan sekum. Selama anak-anak, pertumbuhannya biasanya berotasi ke dalam retrocaecal tapi masih dalam intraperitoneal. Pada apendiks terdapat 3 tanea coli yang menyatu dipersambungan caecum dan bisa berguna dalam menandakan tempat untuk mendeteksi apendiks. Posisi apendiks terbanyak adalah Retrocaecal (74%) lalu menyusul Pelvic (21%), Patileal(5%), Paracaecal (2%), subcaecal(1,5%) dan preleal (1%). Apendiks dialiri darah oleh arteri apendicular yang merupakan cabang dari bagian bawah arteri ileocolica. Arteri apendiks termasuk arteri akhir atau

1

adanya pengangkatan terhadap apendiks tidak mempengaruhi sistem imun tubuh. IgA merupakan salah satu immunoglobulin (antibodi) yang sangat efektif melindungi tubuh dari infeksi kuman penyakit. C. Loren G. Tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh). Apendiks memiliki lebih dari 6 saluran limfe melintangi mesoapendiks menuju ke nodus limfe ileocaecal. Selain itu. Martin. Pada dewasa. Telah ditemukan sel endokrinpada appendiks dari fetus umur 11 minggu yang berperanan dalam mekanisme kontrol biologis (homeostasis). Fungsi appendiks masih mengalami banyak perdebatan. 2 . Adanya hambatan dalam pengaliran tersebut merupakan salah satu penyebab timbulnya appendisitis. berpendapat bahwa appendiks memiliki fungsi pada fetus dan dewasa. Dan immunoglobulin yang banyak terdapat di dalam apendiks adalah Ig-A. Immunoglobulin sekretoal merupakan zat pelindung yang efektif terhadap infeksi (berperan dalam sistem imun). FUNGSI APENDIKS Organ apendiks pada awalnya dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi. professor fisiologi dari Oklahoma State University. Lendir itu secara normal dicurahkan ke dalam lumen dan selanjutnya dialirkan ke sekum. apendiks menghasilkan lendir 1 – 2 ml per hari.ujung. Martin berpendapat bahwa appendiks sebagai organ limfatik. Berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh Antara lain menghasilkan Immunoglobulin A (IgA) seperti halnya bagian lain dari usus. Namun demikian. namun para ahli meyakini antara lain sebagai berikut : 1. Ini dikarenakan jumlah jaringan limfe yang terdapat pada apendiks kecil sekali bila dibandingkan dengan yang ada pada saluran cerna lain.

Apendiks dianggap sebagai struktur vestigial (sisihan) yang tidak memiliki fungsi apapun bagi tubuh. apendiks telah terbukti berhasil ditransplantasikan kedalam saluran kencing yang menghubungkan buli (kandung kencing) dengan perut sehingga menghasilkan saluran yang kontinen dan dapat mengembalikan fungsional dari buli. 2. selama ratusan tahun. memungkinkan baginya untuk menjadi tempat bagi bakteria spesifik untuk pemecahan selulosa. organ ini menjadi semakin kecil untuk memberi ruang bagi perkembangan lambung. mereka semakin sedikit 3 . Sejalan dengan manusia yang semakin banyak memakan makanan yang mudah dicerna. This interpretation of it would stand even if it were found to have a certain use in the human body. Menurut Darwin. Sejalan dengan waktu. kita memakan lebih sedikit sayuran dan mulai mengalami evolusi. appendiks kemungkinan merupakan organ vestigial dari manusia prasejarahyang mengalami degradasi dan hampir menghilang dalam evolusinya. Dalam teori evolusi. Joseph McCabe mengatakan: The vermiform appendage—in which some recent medical writers have vainly endeavoured to find a utility—is the shrunken remainder of a large and normal intestine of a remote ancestor. pengangkatan appendiks hanya dilakukan dengan indikasi yang kuat. Appendiks dulunya berguna dalam mencerna dedaunan seperti halnya pada primata. namun sangat panjang. yang menunjukkan bahwa appendiks mungkin memainkan peranan pada sistem imun. Vestigial organs are sometimes pressed into a secondary use when their original function has been lost. Bukti dapat ditemukan pada hewan herbivora seperti halnya Koala.Dalam penelitiannya terbukti appendiks kaya akan sel limfoid. Pada dekade terakhir para ahli bedah berhenti mengangkat appendiks saat melakukan prosedur pembedahan lainnya sebagai suatu tindakan pencegahan rutin. oleh karena pada kelainan saluran kencing tertentu yang membutuhkan kemampuan menahan kencing yang baik (kontinen). Sekum dari koala melekat pada perbatasan antara usus besar dan halus seperti halnya manusia.

Infiltrat 2. Apendisitis akut fokalis atau segmentalis. Apendisitis Akut. Appendisitis purulenta difusi. Terdapat bukti bahwa appendiks sebagai alat yang berfungsi dalam memulihkan bakteri yang berguna setelah menderita diare. Teori ini berdasarkan pada pemahaman baru bagaimana sistem imun mendukung pertumbuhan dari bakteri usus yang berguna . dibagi atas : a. yaitu sudah bertumpuk nanah.memakan tanaman yang tinggi selulosa sebagai energi. Menjaga Flora Usus William Parker. Apendisitis Kronis. Sekum menjadi semakin tidak berguna bagi pencernaan hal ini menyebabkan sebagian dari sekum semakin mengecil dan terbentuklah appendiks. 3. yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. dibagi atas : a. b. Appendisitis akut dalam 48 jam dapat menjadi : a. Kronik c. Teori evolusi menjelaskan seleksi natural bagi appendiks yang lebih besar oleh karena appendiks yang lebih kecil dan tipis akan lebih baik bagi inflamasi dan penyakit. Kita harus menghargai setiap spesies dan organ yang ada padanya sebagai sesuatu yang memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Sembuh b. yaitu : 1. D. Apendisitis kronis fokalis atau parsial. and colleagues at Duke University mengajukan teori bahwa appendiks menjadi surga bagi bakteri yang berguna. KLASIFIKASI APENDISITIS Klasifikasi Apendisitis ada 2. saat penyakit menghilangkan semua bakteria tersebut dari seluruh usus. Perforasi d. Pada akhirnya semua makhluk yang diciptakan Allah adalah dengan maksud dan tujuan tertentu. yaitu setelah sembuh akan timbul striktur lokal. 4 . Randy Bollinger.

Yang menjadi penyebab tersering terjadinya sumbatan tersebut adalah fekalit. sehingga akan meningkatkan tekanan di dalam rongga usus yang pada akhirnya akan menyebabkan sumbatan pada saluran apendiks. striktur. Penyebab lain yang diduga menimbulkan apendisitis adalah ulserasi mukosa apendiks oleh parasit E. Jaringan mukosa pada apendiks 5 . Coli dan streptococcus. dan cacing askaris dapat pula menyebabkan terjadinya sumbatan. Berbagai hal berperan sebagai faktor penyebab terjadinya apendisitis. Infeksi kuman dari colon yang paling sering adalah E. PENYEBAB Kita sering mengasumsikan bahwa apendisitis berkaitan dengan makan biji cabai. yaitu appendiks miring dimana biasanya ditemukan pada usia tua. benda asing dalam tubuh. yang dapat menyebabkan terjadinya sumbatan adalah cacing atau benda asing yang tertelan. Fekalit terbentuk dari feses yang terperangkap di dalam saluran apendiks.b. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Kebiasaan makan makanan rendah serat dapat mengakibatkan kesulitan dalam buang air besar. Apendisitis kronis obliteritiva. Patologi apendisitis berawal di jaringan mukosa dan kemudian menyebar ke seluruh lapisan dinding apendiks. Histolytica. Namun yang mendasari terjadinya apendisitis adalah adanya sumbatan pada saluran apendiks. tumor apendiks. Obstruksi ini biasanya disebabkan karena adanya timbunan tinja yang keras (fekalit). Selain fekalit. Beberapa penelitian menunjukkan peran kebiasaan makan makanan rendah serat terhadap timbulnya apendisitis. hiperplasia jaringan limfoid. Apendisitis merupakan salah satu penyakit patologis. Diantaranya adalah obstruksi yang terjadi pada lumen apendiks. Selain penyebab di atas apendisitis ini pada umumnya karena infeksi bakteri atau kuman. PEMBAHASAN A.

Keadaan ini disebut dengan apendisitis supuratif akut. karena keterbatasan elastisitas dinding apendiks. sehingga menimbulkan nyeri di daerah perut kanan bawah. dan usus halus. Makin lama mukus makin bertambah banyak dan kemudian terbentuklah bendungan mukus di dalam lumen. GEJALA Gejala utama terjadinya apendisitis adalah adanya nyeri perut. jika tidak terbentuk abses.menghasilkan mukus (lendir) setiap harinya. Peradangan yang timbul pun semakin meluas dan mengenai peritoneum setempat. sehingga terbentuk massa periapendikuler yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrat apendiks. Pada saat inilah terjadi apendisitis akut fokal yang ditandai oleh nyeri di daerah epigastrium di sekitar umbilikus. dan ulserasi mukosa. B. Keadaan ini disebut dengan apendisitis ganggrenosa. Bila kemudian aliran arteri terganggu. maka akan terjadi infark dinding apendiks yang disusul dengan terjadinya gangren. Terjadinya obstruksi menyebabkan pengaliran mukus dari lumen apendiks ke sekum menjadi terhambat. Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami perforasi. Namun. edema bertambah. Caranya adalah dengan menutup apendiks dengan omentum. Jika sekresi mukus terus berlanjut. Sebenarnya tubuh juga melakukan usaha pertahanan untuk membatasi proses peradangan ini. Tekanan yang meningkat tersebut akan menyebabkan terhambatnya aliran limfe. Namun. Jika dinding apendiks yang telah mengalami ganggren ini pecah. diapedesis bakteri. apendisitis akan sembuh dan massa periapendikuler akan menjadi tenang dan selanjutnya akan mengurai diri secara lambat. tekanan intralumen akan terus meningkat. sehingga mengakibatkan timbulnya edema. lalu 6 . Nyeri perut yang klasik pada apendisitis adalah nyeri yang dimulai dari ulu hati. dan bakteri akan menembus dinding apendiks. Hal ini akan menyebabkan terjadinya obstruksi vena. sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intralumen. itu berarti apendisitis berada dalam keadaan perforasi.

Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok. 3. tetapi gejala ini tidak menonjol atau berlangsung cukup lama. Tungkai kanan tidak dapat atau terasa sakit jika diluruskan 7. Bila apendiks pecah. Jika terjadi peningkatan suhu yang melebihi 38. tetapi biasanya kenaikan suhu tubuh yang terjadi tidak lebih dari 1 0 C (37. Namun pada beberapa keadaan tertentu (bentuk apendiks yang lainnya). punggung. nyeri dapat dirasakan di daerah lain (sesuai posisi apendiks). Nyeri mula-mula di epigastrium (nyeri viseral) yang beberapa waktu kemudian menjalar ke perut kanan bawah. Pada orang tua dan wanita hamil. Nyeri berhubungan dengan anatomi ureter yang berdekatan dengan apendiks oleh inflamasi. 4. nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa. di semua bagian perut. Muntah dan mual oleh karena nyeri viseral. Demam juga dapat timbul. Diare atau konstipasi 6. Ujung apendiks yang panjang dapat berada pada daerah perut kiri bawah. Perut kembung 7 .8 0 C.8 – 38. Ada beberapa hal yang penting dalam gejala penyakit apendisitis yaitu: 1. Nutrisi kurang dan volume cairan yang kurang dari kebutuhan juga berpengaruh dengan terjadinya mual dan muntah. Dapat juga dirasakan keinginan untuk buang air besar atau buang angin. Suhu tubuh meningkat dan nadi cepat (karena kuman yang menetap di dinding usus).8 0 C). Anoreksia (penurunan nafsu makan) biasanya selalu menyertai apendisitis.setelah 4-6 jam akan dirasakan berpindah ke daerah perut kanan bawah (sesuai lokasi apendiks). 2. Rasa sakit hilang timbul 5. nyerinya bersifat menyeluruh. nyeri dan demam bisa menjadi berat. kebanyakan pasien hanya muntah satu atau dua kali. Maka kemungkinan besar sudah terjadi peradangan yang lebih luas di daerah perut (peritonitis). Mual dan muntah dapat terjadi. Pada bayi dan anak-anak. atau di bawah pusar.

menghindarkan pergerakan. sehingga biasanya baru diketahui setelah terjadi perforasi. Berikut beberapa keadaan dimana gejala apendisitis tidak jelas dan tidak khas. Tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. Hasil pemeriksaan leukosit meningkat 10. batuk.000/ui bila sudah terjadi perforasi 9. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m. 1. Bila apendiks terletak di dekat atau menempel pada kandung kemih. Berikut gejala yang timbul tersebut. Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya.000 .psoas mayor yang menegang dari dorsal. Gejala apendisitis terkadang tidak jelas dan tidak khas. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan. pengosongan rektum akan menjadi lebih cepat dan berulang-ulang (diare). bernapas dalam. dan mengedan. dan akibatnya apendisitis tidak ditangani tepat pada waktunya. Karena ketidakjelasan gejala ini. yaitu di belakang sekum (terlindung oleh sekum). 1. Begitupun pada bayi.12. Selain gejala tersebut masih ada beberapa gejala lain yang dapat timbul sebagai akibat dari apendisitis. Bila apendiks terletak di rongga pelvis a. Pada anak-anak Gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. dapat terjadi peningkatan frekuensi kemih. 2. 80-90 % apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi. akan timbul gejala dan rangsangan sigmoid atau rektum. Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal. sehingga peristalsis meningkat. Gejala lain adalah badan lemah dan kurang nafsu makan.000 /ui dan 13. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah-muntah dan anak menjadi lemah. Timbulnya gejala ini bergantung pada letak apendiks ketika meradang. 8 . penderita nampak sakit.8. b. sering apendisitis diketahui setelah perforasi. karena rangsangannya dindingnya. Bila apendiks terletak di dekat atau menempel pada rektum. sehingga sulit dilakukan diagnosis.

3. dan muntah. b. Ini disebut tanda Rovsing (Rovsing Sign).Ini disebut tanda Blumberg (Blumberg Sign). Pada wanita Gejala apendisitis sering dikacaukan dengan adanya gangguan yang gejalanya serupa dengan apendisitis. sekum dan apendiks terdorong ke kraniolateral. kemudian paha kanan ditahan. Sedangkan 9 . pada daerah perut kanan bawah apabila ditekan akan terasa nyeri.2. sehingga pada pemeriksaan jenis ini biasa ditemukan distensi perut. Pada penekanan perut kiri bawah akan dirasakan nyeri pada perut kanan bawah. Bila appendiks yang meradang menempel di m. Pemeriksaan Fisik a. Palpasi. Dan bila tekanan dilepas juga akan terasa nyeri. menstruasi). Inspeksi. Pemeriksaan uji psoas dan uji obturator. Pada orang tua berusia lanjut Gejala sering samar-samar saja dan tidak khas. Pada wanita hamil dengan usia kehamilan trimester. pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. yaitu mulai dari alat genital (proses ovulasi. Nyeri tekan perut kanan bawah merupakan kunci diagnosis dari apendisitis. psoas mayor. atau penyakit kandungan lainnya. pada apendisitis akut sering ditemukan adanya abdominal swelling. Uji psoas dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi sendi panggul kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan. gejala apendisitis berupa nyeri perut. sehingga keluhan tidak dirasakan di perut kanan bawah tetapi lebih ke regio lumbal kanan. dikacaukan dengan gejala serupa yang biasa timbul pada kehamilan usia ini. maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. c. C. radang panggul. Dan apabila tekanan di perut kiri bawah dilepaskan juga akan terasa nyeri pada perut kanan bawah. PEMERIKSAAN 1. mual. Sedangkan pada kehamilan lanjut. sehingga lebih dari separuh penderita baru dapat didiagnosis setelah terjadi perforasi.

Pada pemeriksaan darah lengkap ditemukan jumlah leukosit antara 10. D. maka kemungkinan apendiks yang meradang terletak didaerah pelvis. diagnosis klinis apendisitis masih mungkin salah pada sekitar 15-20% kasus. terdiri dari pemeriksaan ultrasonografi dan CT-scan. Pemeriksaan ini merupakan kunci diagnosis pada apendisitis pelvika. Pemeriksaan colok dubur. radang di pelvis. b.obturator internus yang merupakan dinding panggul kecil. maka tindakan ini akan menimbulkan nyeri. sebaiknya dilakukan observasi penderita di rumah sakit dengan pengamatan 10 . untuk menentukan letak apendiks. Sedangkan pada pemeriksaan CT-scan ditemukan bagian yang menyilang dengan apendikalit serta perluasan dari apendiks yang mengalami inflamasi serta adanya pelebaran sekum.Untuk menurunkan angka kesalahan diagnosis apendisitis meragukan. d. 2. Kesalahan diagnosis lebih sering terjadi ada perempuan dibanding laki-laki. Hal ini dapat disadari mengingat pada perempuan terutama yang masih muda sering mengalami gangguan yang mirip apendisitis. Laboratorium. Bila apendiks yang meradang kontak dengan m.000/ml (leukositosis) dan neutrofil diatas 75%. Pemeriksaan Penunjang a. menstruasi. Radiologi. Keluhan itu berasal dari genitalia interna karena ovulasi. apabila letaknya sulit diketahui. Pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika. Jika saat dilakukan pemeriksaan ini dan terasa nyeri. pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis. atau penyakit ginekologik lain.pada uji obturator dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada posisi terlentang. sedangkan pada CRP ditemukan jumlah serum yang meningkat. terdiri dari pemeriksaan darah lengkap dan test protein reaktif (CRP). DIAGNOSIS Meskipun pemeriksaan dilakukan dengan cermat dan teliti.000-20. Pada pemeriksaan ultrasonografi ditemukan bagian memanjang pada tempat yang terjadi inflamasi pada apendiks.

Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya. dapat berakibat fatal. Antibiotik ini merupakan antibiotik yang aktif terhadap kuman aerob dan anaerob. barulah apendektomi dapat dilakukan.setiap 1-2 jam. Setelah dilakukan pembedahan atau apendektomi. Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis. terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis). maka tindakan yang paling tepat adalah segera dilakukan apendektomi. E. Jika gejala berlanjut. Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna. walaupun sembuh namun tingkat kekambuhannya mencapai 35 %. yang ditandai dengan terbentuknya abses. Bila dari hasil diagnosis positif apendisitis akut. 11 . Ultrasonografi dan laparoskopi bisa meningkatkan akurasi diagnosis pada kasus yang meragukan. apabila ternyata tidak ada keluhan atau gejala apapun dan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan tanda radang atau abses setelah dilakukan terapi antibiotik. Apendektomi dapat dilakukan dalam dua cara. Pernah dicoba pengobatan dengan antibiotik. maka dianjurkan melakukan drainase dan sekitar 6-8 minggu kemudian dilakukan apendisektomi. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya. Namun. Apendiks yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Setelah gejala membaik. harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. apendiksnya ditemukan normal. PENATALAKSANAAN/PENGOBATAN Penatalaksanaan standar untuk apendisitis adalah operasi. untuk mencegah terjadinya ruptur (pecah). Pembedahan segera dilakukan. Apendiks yang pecah. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya. maka dapat dipertimbangkan untuk membatalkan tindakan bedah. apendiks tetap diangkat. Pada hampir 15% pembedahan apendiks. yaitu sekitar 6-8 minggu. Pembedahan dapat dilakukan secara terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi). yaitu cara terbuka dan cara laparoskopi. Apabila apendisitis baru diketahui setelah terbentuk massa periapendikuler. Foto barium kurang dapat dipercaya. maka tindakan yang pertama kali harus dilakukan adalah pemberian/terapi antibiotik kombinasi terhadap penderita.

G. Infeksi kuman dari colon yang paling sering adalah E. Yang mendasari terjadinya apendisitis adalah adanya sumbatan pada saluran apendiks. Apendiks yang pecah bisa menyebabkan : 1. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan. peradangan dan infeksi apendiks mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam apendiks. Perforasi dengan pembentukan abses. tapi jarang terjadi. Selain penyebab di atas apendisitis ini pada umumnya karena infeksi bakteri atau kuman. Pieloflebitis dan abses hati. apendiks bisa pecah. 4. angka kematian mendekati nol. Coli dan streptococcus. fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh). 5. 50 tahun yang lalu. Ada beberapa hal yang penting dalam gejala penyakit apendisitis. yaitu nyeri. Dengan pemberian antibiotik. 3. Masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia).prognosisnya lebih serius. KOMPLIKASI Pada kebanyakan kasus. KESIMPULAN Apendisitis adalah peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis. yaitu apendisitis akut dan apendisitis kronis. menyebabkan peritonitis. F. Pada wanita. indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran indung telur yang bisa menyebabkan kemandulan. sasa sakit hilang 12 . dan bukan peradangan usus buntu. yang bisa berakibat fatal. apendiks atau yang sering disebut juga dengan umbai cacing adalah organ tambahan pada usus buntu. masuknya kuman usus ke dalam perut. Penyebab lain yang diduga menimbulkan apendisitis adalah ulserasi mukosa apendiks oleh parasit E. muntah dan mual. Apendisitis ada 2 macam. suhu tubuh meningkat. Histolytica. nadi cepat. kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Peritonitis generalisata. 2. yang bisa berakibat fatal.

perut kembung. menghindarkan pergerakan. Bila dari hasil diagnosis positif apendisitis akut. penderita nampak sakit. . Gejala lain adalah badan lemah dan kurang nafsu makan. pada wanita terjadi penyumbatan pada saluran indung telur yang bisa menyebabkan kemandulan serta terjadi pieloflebitis dan abses hati. Pada komplikasi apendiks yang pecah bisa menyebabkan. Hal ini dapat disadari mengingat pada perempuan terutama yang masih muda sering mengalami gangguan yang mirip apendisitis. terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis). tungkai kanan tidak dapat atau terasa sakit jika diluruskan. diare atau konstipasi. peritonitis. Selain pemeriksaan fisik juga dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan laboratorium dan radiologi. harus diberikan antibiotika selama 7 – 10 hari. tapi jarang terjadi.timbul. palpasi. pemeriksaan colok dubur. Pembedahan segera dilakukan. Kesalahan diagnosis lebih sering terjadi ada perempuan dibanding lakilaki. perforasi. hasil leukosit meningkat. Pemeriksaan apendisitis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik yaitu inspeksi. septikemia. Setelah dilakukan pembedahan. maka tindakan yang paling tepat adalah segera dilakukan apendektomi. pemeriksaan uji psoas dan uji obturator . 13 . untuk mencegah terjadinya ruptur (pecah).

2008. Anonim.11). Prabowo.wordpress. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Anonim. Arthur C. http://www.com/apendisitis (diunduh tanggal 28 Maret 2010 pkl.info/bedah_digestif/usus_buntu_ _apendiks_tercipta_bagi_ahli_bedah/ (diunduh tangal 28 Maret 2010 pkl . 10. http://www.36).wordpress. 09.25).bedah.com/askep_apendisitis (diunduh tanggal 28 Maret 2010 pkl 09. 08. 1996.DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Anita. 09.20). Anonim. S. Tengku. http://www.medicastore.com/tanya_jawab_apendicitis (diunduh tanggal 28 Maret 2010 pkl.wikipedia_bahasa_Indonesia_ensiklopedia_bebas/apendisitis.http://www. Guyton. 14 2009. Erik. html (diunduh tanggal 28 Maret 2010 pkl. http://www.Ked. Jakarta:EGC (Penerbit Buku Kedokteran).05).

Jakarta:Erlangga. Sani Rachman. 2009. 2004.apendicitis_welcome_to_Sani_ Rachman's_house/Appendicitis_Akut_dan_Appendicitis_Infiltrat. LAMPIRAN 15 . http://www. Biologi Jilid 2A Untuk SMA kelas XI. Syamsuri. Istamar.html (diunduh tanggal 28 Maret 2010 pkl.48).Soleman. 08.

16 .

17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful