TONSILOFARINGITIS Januari 11, 2009 at 11:32 am Tinggalkan Komentar TONSILOFARINGITIS Defenisi Tonsilofaringitis merupakan peradangan pada tonsil atau faring ataupun

keduanya yang disebabkan oleh bakteri (seperti str. Beta hemolyticus, str. Viridans, dan str. Pyogenes) dan juga oleh virus. Penyakit ini dapat menyerang semua umur.1,2,3 Etiologi Tonsilofaringitis biasanya disebabkan oleh virus, lebih sering disebabkan oleh virus common cold (adenovirus, rhinovirus, influenza, coronavirus, respiratory syncytial virus), tapi kadangkadang disebabkan oleh virus Epstein-Barr, herpes simplex, cytomegalovirus, atau HIV. Sekitar 30% kasus disebabkan oleh bakteri. Group A β-hemolytic streptococcus (GABHS) adalah yang paling sering, namun Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydia pneumoniae juga dapat menjadi penyebab.2 Prevalensi Tonsilofaringitis dapat mengenai semua umur, dengan insiden tertinggi pada anak-anak usia 5-15 tahun. Pada anak-anak, Group A streptococcus menyebabkan sekitar 30% kasus tonsilofaringitis akut, sedangkan pada orang dewasa hanya sekitar 5-10%. Tonsilofaringitis akut yang disebabkan oleh Group A streptococcus jarang terjadi pada anak berusia 2 tahun ke bawah.4 Patofisiologi Penularan terjadi melalui percikan ludah (droplet infection). Mula-mula kuman menginfiltrasi lapisan epitel, kemudian bila epitel terkikis maka jaringan limfoid superfisial bereaksi, terjadi pembendungan radang dengan infiltrasi leukosit polimorfonuklear.1,3 Gejala Klinis

Gejala yang sering ditemukan ialah suhu tubuh naik sampai mencapai 40 0C, rasa gatal/kering di tenggorokan, rasa lesu, rasa nyeri di sendi, odinofagia, tidak nafsu makan (anoreksia) , dan rasa nyeri di telinga (otalgia). Bila laring terkena, suara akan menjadi serak. Pada kasus yang berat, penderita dapat menolak untuk makan dan minum melalui mulut.1,3,5 Pada pemeriksaan tampak faring hiperemis, tonsil membengkak, hiperemis ; terdapat detritus (tonsilitis folikularis), kadang detritus berdekatan menjadi satu (tonsilitis lakunaris), atau

Boies. [online]. Pharyngitis. Buku Ajar Ilmu Kesehatan : Telinga Hidung Tenggorokan. Jakarta. Edisi Keempat. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Benoy J. dkk. terutama pada anak-anak.5 Tonsilektomi Tonsilektomi dilakukan hanya bila anak menderita serangan yang berat dan berulang-ulang yang mengganggu kehidupannya. bronkitis.com.1. Jakarta : Penerbit Buku . Edisis ketiga. 2001.com. et al. Tenggorok dalam KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. abses parafaring. Thomas. Tidak boleh dilakukan 3 minggu setelah serangn tonsilitis akut. demam rematik. atau pada waktu ada epidemi poliomielitis.3 golongan penisilin atau sulfonamida cairan adekuat. 2000. BOIES : Buku Ajar Penyakit THT. Tonsillopharyngitis. available from : URL: http://www. pemberian Sistemik Antibiotik Antipiretik. [online]. Tindakan ini harus dilakukan bila disertai abses peritonsilar. 2006 August 1 [cited 200 June 21]. DAFTAR PUSTAKA Mansjoer A.com. otitis media akut.emedicine.. pada palatoskisis. Kelenjar submandibula mambengkak dan nyeri tekan. terjadi Dapat timbul komplikasi seperti abses peritonsilar. berulang. Komplikasi tonsilitis akut. Soepardi.berupa membran semu. Efiaty A.medicastore.3 Prognosis6 Penderita Dapat biasanya sembuh dengan infeksi pengobatan antibiotik yang yang tepat. miokarditis serta artritis. 2005 November [cited 200 June 21].3 Penatalaksanaan Pada umumnya penyakit yang bersifat akut dan disertai demam sebaiknya tirah baring. septikemia.6 Komplikasi Pada anak sering menimbulkan komplikasi otitis media akut. Edisi 6. dan diet ringan. otitis media akut. Jilid I. dan nefritis akut. Pengobatan Obat kumur atau obat isap yang mengandung Oral desinfektan. toksemia. Bacterial. nefritis akut. available from : URL: http://www. Media Aescalapius FKUI. Lawrence R. dapat berupa abses peritonsil. ruam kulit akibat stroptokok.

Kedokteran EGC . David. 1997. Kapita Selekta Kedokteran. Ovedof. Jakarta : Binarupa Aksara .

Faring dibagi menjadi tiga bagian: 1. Anatomi Faring Faring merupakan bagian tubuh yang merupakan suatu trak tus aerodigestivus dengan struktur tubular iregular mulai dari dasar tengkorak sampai setinggi vertebra servikal VI.Penulis menyadari bahwa referat ini jauh dari sempurna oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan agar referat ini menjadi lebih baik lagi.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atasrahmat dan berkat-Nya kami dapat menyelesaikan referat yang berjudul “Tonsilitis”ini.Laringofaring (Hipofaring) Kavum nasi. Batas-batas faring :     Superior: Oksipital dan sinus sphenoid Inferior: Berhubungan dengan esophagus setinggi m. FARING 1.Referat ini disusun untuk menambah ilmu pengetahuan yang kami miliki sertasebagai salah satu tugas kepaniteraan klinik di bagian ilmu penyakit telinga hidung dantenggorokan RSPAD Gatot Subroto. berlanjut menjadi esophagus dan sebelah anteriornya laring berlanjut menjadi trakea. dan .Orofaring (Mesofaring) 3. Mei 2012Penulis TINJAUAN PUSTAKA I.Akhir kata penulis berharap referat ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Jakarta.Nasofaring (Epifaring) 2. kavum oris. Krikofaringeus Anterior: laring Posterior: kolumna vertebra servikal melalui jaringan a r e o l a r y a n g longgar.Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yangtelah memberikan bimbingan serta masukan dalam penyusunan referat ini.

yang terletak di garis tengah dindinganterior basis sphenoid.o t o t Prevertebra Istmus faucius dibatasi oleh arkus kanan dan kiri.Batasnya :     S u p e r i o r : P a l a t u m m o l l e Inferior: Bidang datar yang melalui tepi atas epiglotis Anterior: Berhubungan dengan kavum oris melalui istmu Posterior: ma dengan faringeus Vertebra servikalis 2 dan 3 bersa o t o t . dikenal sebagaifossa Rosenmuler.  Torus tubarius atau tuba faringotimpanik.1. Arkus . Nasofaring Batas-batas nasofaring :      S u p e r i o r : B a s i s C r a n i i Inferior: Bidang datar yang melalui palatum molle Anterior: Berhubungan dengan cavun nasi melalui ch oana P o s t e r i o r : V e r t e b r a S e r v i k a l i s Lateral : Otot-otot konstriktor faringMukosa nasofaring sama seperti mukosa hidung dan sinus paranasalis yaitu terdiri dari epitel pernafasan yang bersilia dan mengandung beberapa kelenjar mukus di bawah selaput (mem brana) mukosa terdapat jaringan fibrosa faringsebagai tempat melekatnya mukosa. merupakan tonjolan berbentuk seperti koma di dinding lateral nasofaring. yaitu :  Jaringan adenoid. terletak di dinding lat e r a l nasofaring. setinggi palatum molle Koana atau nares posterior 1.    Resesus faringeus terletak posterosuperior torus tubarius. tepat di atas perlekatan palatummolle dan satu sentimeter di belakang tepi posterior konka inferior.1. Orofaring (Mesofaring) Merupakan kelanjutan dari nasofaring pada tepi bebas dari palatum molle. suatu jaringan limfoid yang kadang disebut tonsilafaring ea atau tonsil nasofaringeal.2. dan inferior torus tubarius.1. merupakan tempat predileksi karsinoma faring Muara tuba eustachius atau orifisium tube.Ruang nasofaring yang relatif kecil mempunyai beberapa sturktur penting.1.

s a m p a i s e t i n g g i t e p i b a w a h k a r t i l a g o k r i k o i d . Diantara kedua pilar tersebut terdapat fossa/ruang tonsilaris. Valekula merupakan suatu cekungan yang dangkal dengan batas.3.Gambar. Palatofaringeus. berisi jaringan limfoid yang disebut tonsila palatina.batas : sendiri A d i t u s L a r i n g Anterior: basis lidah Posterior: fasies epiglotis anterior Lateral: plika faringoepiglotika M e d i a l : p l i k a g l o s s o e p i g l o t i k a Fossa piriformis mempunyai batas-batas : Medial: Plika ariepiglotika Lateral: kartilago tiroid dan membran tirohioid . Palatoglosus dan bagian posterior terdapat m. Penampang Faring 1. Batas-batas lainnya : • Superior: Bidang a t a u s e t i n g g i valekula datar melewati tepi atas epiglotis • Inferior: Tepi bawah kartilago krikoid • A n t e r i o r : • P o s e t r i o r : V e r t e b r a s e r v i k a l i s 3 s a m p a i 6 . Laringofaring (Hipofaring) Terletak di belakang dan sisi kiri dan kanan laring yang disebut sinus ataufossa piriformis.1.faringeuss e n d i r i d i b e n t u k o l e h p i l a r t o n s i l a r i s ya n g p a d a b a g i a n a n t e r i o r t e r d a p a t m . t e m p a t masuknya spingter krikofaringeus. Dimulai dari segitiga valekula yang merupakan batas orofaringd e n g a n l a r i n g o f a r i n g .

2. Nasofaringeal. cabang N IX serta N. Darah vena dialirkan sepanjang pleksus faringeus ke dalam Vena Jugularis Interna.1. Dilapisi epitel selapissemu bersilia yang merupakan kelanjutan epitel pernafasan dari dalam hidung danmukosa sekitar nasofaring. Penyakit Thornwaldt‟s merupakan infeksi dari bursa faringeal bertindak sebagai kelenjar limfe yang terletak di perifer.Tubal tonsil dibentuk terutama oleh perluasan nodulus limfatikus faringealtonsil ke arah anterior mukosa .2. Jaringan Limfoid pada Faring Jaringan limfoid yang berkembang pada faring dengan baik dikenal dengannama cincin Waldeyer yang terdiri dari : Tonsila Palatina (faucial) Tonsila Faringeal (adenoid) Tonsila Lingualis Lateral Faringeal Band Nodul-nodul soliter di belakang faring Gambar. Persarafan sensoris melalui N. Lobus atau segmen tersebut tersusun teratur seperti suatu segmen denganselah atau kantung diantaranya.Jaringan Limfoid Nasofaring Adenoid atau bursa faringeal/faringeal tonsil merupakan massa limfoid yang berlobus dan terdiri dari jaringan limfoid yang sama dengan yang terdapat padatonsil. Adenoid mendapat suplai darah dari A. Maksilaris.8 Gambar.Adenoid eferennya menuju kelenjar limfe leher yang terdekat.1. Karotis Internadan sebagian kecil cabang palatina A. yangduktus ini. Vagus. Cincin Waldeyer 1. AdenoidAliran limfe melalui kelenjar interfaringeal yang kemudian masuk ke dalamkelenjar Jugularis.

Aliran limfe menuju ke kelenjar servikalis profunda. Gambar. Nodulus-nodulus tersebutterutama ditemukan pada mukosa tuba eustachius dan fossa Rossenmuler.Pada masa perkembangan janin. Fossa tonsilaris ini akan terlihat jelas secara makroskopis padaminggu keenambelas.2.Tonsila lingualis mendapat perdarahan dari A. sebgai massa yang solidya n g t u m b u h k e a r a h d a l a m d a r i p e r m u k a a n e p i t e l d a n s e l a n j u t n ya t u m b u h bercabang-cabang dan berongga. Tonsila Lingualis Merupakan kumpulan jaringan limfoid yang tidak berkapsul dan terdapat pada basis lidah diantara sirkumvalata kedua ke tonsil palatina.dinding lateral nasofaring. dimana entoderm akan membentuk bagian epitel sedangkan mesodermakan tumbuh menjadi jaringan mesenkim tonsil.2.1.2. Embriologi A T o n s i l m e r u p a k a n d e r i v a t d a r i k e d u a l a p i s a n g e r m i n a l e n t o d e r m d a n meso derm. Lingualis keVena Jugularis Interna. Darah vena dialirkan sepanjang V. Nasofaring dan Orofaring 1. S e l s e l l i m f o i d i n i s e r i n g m e n g a l a m i degenerasi disertai deskuamasi sel-sel epitel dan bakteri. Pada permukaannya yangd a n g k a l d e n g a n j u m l a h ya n g s e d i k i t .2. Kripta- kripta tonsil akan tumbuhsecara progresif saat usia janin tiga sampai enam bulan.2. 1.2. Sedang limfosit- . faring akan tumbuh dan meluas ke arahlateral dimana kantung kedua akan tumbuh ke arah dalam dari dinding faring yangselanjutnya akan menjadi fossa tonsilar primitif yang terletak antara arkus brakialiskedua dan ketiga.2.Jaringan Limfoid Orofaring1.1. IX. Jaringanlimfoid ini disebut juga Gerlach’s Tonsil. Embriologi TonsilP i l a r t o n s i l d i b e n t u k o l e h a r k u s b r a k i a l i s k e d u a d a n k e t i g a m e l a l u i pertumbuhan ke arah dorsal atau palatum molle.Per sarafannya melalui cabang lingual N.2. yang akhirnya membentuk detritus .2. Lingualis yang merupakancabang dari A. Tonsila Palatina1.Gambar. dan meluas ke arah anteroposterior dari terdapat papila kripta epiglotis.2. Karotis Eksterna.

lebar 15-20 mm. berbentuk oval dengan ukuran dewasa panjang 20-25 mm. Palatina membentuk palatum molle. tebal 15 mm dan berat sekitar 1.limfosit muncul dekat susunanepitel kripta pada bulan ketiga. Pada plika ini terdapat massa kecil lunak. berbentuk celah kecil yang dilapisi oleh epitel berlapis gepeng.2. sering menjadi tempat pertumbuhan kuman karenakelemba ban dan suhunya sesuai untuk pertumbuhan kuman. di bagian depan dibatasi oleh pilar anterior (arkus palatina anterior). tonsila faringeal dan tonsila lingualis. Kripta tonsil berjumlah sekitar 10-20 buah. Tonsila PalatinaPermukaan tonsil merupakan permukaan bebas dan mempunyai lekukanyang merupakan muara kripta tonsil. sehingga dapat dikeliruka nsebagai sisa tonsil.2. disebutsebagai plika semilunaris . 1. Anatomi Tonsila Palatina Dalam bidang THT dikenal tiga buah tonsil. . yaitu tonsila palatina. Fossatonsilaris.2.Konstriktor Faringeus. Kripta yang paling besar terletak di pole atas.2.Plika ini penting karena sikatriks yang terbentuk setelah proses tonsilektomi dapatmenarik folikel tersebut ke dalam fossa tonsilaris. yang dikenal sebagaitonsil adalah tonsila palatina. sedangkan tonsila faringeal dikenal sebagai adenoid.Kutub bawah tonsil melekat pada lipatan mukosa yang disebut plikatriangularis dimana pada bagian bawahnya terdapat folikel yang kadang membesar. Dalam pengertian sehari-hari.Kapsul tonsil tersebut masuk ke dalam jaringan tonsil .s e d a n g k a n d i b a g i a n b e l a k a n g d i b a t a s i o l e h p i l a r p o s t e r i o r ( a r k u s p a l a t i n a posterior). yang kemudian bersatu di pole atas dan selanjutnya bersamasamadengan m. letaknya dekatdenganruang supratonsil dan disebut „glandula salivaris mukosa dari Weber. lalu tumbuh secara terorganisir sebagai nodul-nodulsetelah janin berusia enam bulan.P e r m u k a a n l a t e r a l t o n s i l d i l a p i s i o l e h k a p s u l a f i b r o s a ya n g k u a t d a n berhubungan dengan fascia faringobasilaris yang melapisi m.Pole atas tonsil terletak pad cekungan yang berbentuk bulan sabit.5 gram.Tonsil terletak dalam fossa tonsilaris. dan juga karena tersedianya substansi makanan di daerah tersebut. membentuk septa yangmengandung pembuluh darah dan saraf tonsil.Gambar.

Ruang parafaring (ruang faringomaksilar . jaringa n areolar yang lunak.Di sekitar tonsil terdapat tiga ruang potensial yang secara klinik seringmenjadi tempat penyebaran infeksi dari tonsil. ruang pterigomandibula)Merupakan ruang yang lebih besar dan luas serta banyak terdapat pembuluhdarah besar. sehingga sulit dibedakan dengan abses peritonsilar. bila terjadiabses hebat pada daerah ini akan menimbulkan gejala utama trismus disertaisakit yang amat sangat. Pada saat tonsilektomi. P a l a Dalam ruang ini terdapat kelenjar salivari Weber . Adapun batas-batas ruang ini adalah : o Superior: basis cranii dekat foramen jugulare o I n f e r i o r : o o s h y o i d . menjadi abses peritonial. PterigoideusInternus dan bagian atas terdapat fasikulus longus m. yaitu : Ruang peritonsil (ruang supratonsil)Berbentuk hampir segitiga dengan batas-batas : o A t o Lateral dan Posterior: M. merupakan sudutyang dibentuk oleh ramus dan korpus mandibula. yang bila terinfeksi dapatmenyebar ke ruang peritonsil.Buccinator. Ruang retromolar Terdapat tepat di belakang gigi molar tiga berbentuk oval. sehingga bila terjadi abses berbahaya sekali.temporalis. sementara pada bagian posteromedialnya terdapat m. antara tonsil dangan fossa tonsilaris mudah dipisahkan. Di sebelah medial terdapat m.yang penting peranannya dalam pembentukan abses peritonsil. Palatofaringeus o D a s o n s a r i l s e g i t i g a : P o l e a t a s t n o t g e l r o i s o s r u : s M .

3.Palatina Asendens. Vagus dan saraf-saraf simpatis.Maksilaris Interna memperdarahi daerah anteromedia o A.Fasialis memperdarahi daerah antero inferior o A.2.4. yang kemudian bermuara ke V. Tonsila Palatina dan struktur sekitarnya 1.o t o t p r e v e r t e b r a .s t yl o i d . karies gigi atau tindakan operatif.Pembuluh vena tonsil berjalan dari palatum. V. mastoiditis. Konstriktor faringeus superior o Lateral: ramus asendens mandibula. cabang A. Fasialis memperdarahi bagian postero inferior o A. Jugularis Interna.Medial: m.Darah vena dialirkan melalui pleksus venosus perikapsular ke V. cabang A. K a r o t i s Interna.2. N. menyilang bagian lateral kapsula danselanjutnya menembus dinding faring. abses dapat timbul oleh karena : radangtonsil. cabang A.Faringeal Asendens. Aliran limfe dari parenkimtonsil ditampung pada ujung pembuluh limfe eferen yang terletak pada . Vaskularisasi Tonsil 1.Karotis Eksterna memperdarahi daerah postero superior o A. Vaskularisasi Tonsil Tonsil diperdarahi oleh beberapa cabang pembuluh darah.Pterigoideus I n t e r n a dan bagian posterior kelenjar parotis o P o s t e r i o r : o t o t . yaitu : o A. cabang A. Lingualis dan pleksus venosus faringeal. Jugularis. d i d a l a m n ya t e r d a p a t : A .Tonsilaris.2.Gambar.Palatina Desendens dan cabangnya. Ruang parafaring ini terbagi 2 (tidak sama besar) oleh prosessus styloideus danotot-otot yang melekat pada prosessus styloideus tersebut. l e b i h k e c i l . tempat m. o Ruang pre-styloid. parotitis.Palatina Mayor dan Min o r memperdarahi daerah antero superior.2.2. o R u a n g p o s t . A.Gambar. Aliran Limfe Tonsil Tonsil tidak mempunyai sistem limfatik aferen.Lingualis Dorsalis. lebih besar.2.

yang kemudian membentuk pleksus pada permukaan luar tonsil dan berj alanmenembus m.15 . di belakang dan di bawah arkus mandibula. selanjutnya menembus fascia bucofaringeus dan akhirnya menuju kelenjar servikalis profunda yang terletak sepanjang pembuluh darah besar leher. Konstriktor Faringeus Superior.K e m u d i a n a l i r a n l i m f e d i l a n j u t k a n k e n o d u l u s l i m f a t i k u s d a e r a h d a d a u n t u k selanjutnya bermuara ke dalam duktus torasikus.trabekula.