You are on page 1of 14

I.

Identitas Pasien Nama No Rekam medik Umur Jenis kelamin Agama Alamat Tanggal MRS : An.S : xxxx : 36 bulan : Perempuan : Islam : Jl.Gading Indah Raya blok C : Rabu, 3 juli 2013 pukul 10.30 WIB

II.

Alloanamnesis

KU KT

: Batuk berdahak sejak 2 minggu yang lalu : Dahak kuning kental, sesak, malam sulit bernafas, demam, kadang-kadang pilek, nafas cepat, sering muntah, mual.

RPS

: Pasien datang dengan batuk berdahak 2 minggu yang lalu, dahak berwarna

kuning kental, demam sejak 3 hari yang timbul, sesak , kadang-kadang pilek, kesulitan bernafas pada malam hari, dan pasien bernafas cepat tidak seperti biasanya, sering muntah, mual(-), tidak nafsu makan, BAK lancer, BAB lancar. RPD RPK RP : Usia 8 bulan, demam 10 hari, akibat campak ( sembuh ) : Kakak penderita susp. TB paru : Minum obat warung 2 kali sehari ( tidak sembuh ) : Lahir di bidan, Spontan , cukub bulan, BBL : 2,400 gr : Campak
1

R.Kelahiran Imunsasi

sekret (+/+). rambut bewarna hitam distribusi rata dan tidak mudah dicabut MATA : Konjungtiva anemis(-/-). : Bibir kering (-). nyeri tekan (-).psikososial     : Saat umur 1. refleks pupil (+/+). PEMERIKSAAN FISIK KU KESADARAN BERAT BADAN TINGGI BADAN NADI RR SUHU KEPALA : Tampak sakit sedang : Composmentis : 12 Kg : 91 cm : 156x/menit. pendengaran baik. nyeri (-/-). regular. darah (-/-).sklera ikterik(-/-). stomatitis (-).3ºCelcius : Normocephal simetris. darah (-/-).5 bulan mendapatkan susu formula Penurunan berat badan 3 kg Polusi udara di sekitar rumah disangkal Pendapatan orang tua 500.000 /bulan III. pernapasan cuping hidung (+). gigi geligi lengkap. serumen (-/-). hidung bagian luar tidak ada kelainan. kualitas cukup : 56x/menit : 37. edema palpebra (-/-) HIDUNG :Deviasi septum (-). gusi berdarah (-). irama nadi teratur.R. faring hiperemis (+) 2 . TELINGA MULUT : Normotia.

THORAX : Normochest. cukup bulan dengan berat 2400gr. Nyeri tekan (-). Tympani pada semua regio abdomen. Saudari pasien divonis suspect TB paru . Pernah minum obat warug 2 x sehari teti tidak sembuh. udem (-/-). murmur (-) ABDOMENT : Datar.pucat (-/-). Anak lahir normal.pucat (-/-). Terdapat bunyi ronkhi +/+.4  -2SD ( Gizi kurang ) IV. RCT < 2 detik Bawah : Akral hangat. peteki (-/-).9  -2SD BB/TB = 13.S diantarkan orang tuanya datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 2 minggu yang lalu. spontan. dahak berwarna kuning kental. RCT < 2 detik Status Antopmetri ( berdasarkan BB/U. ASI sampa 1. BB/TB) Normal ( umur 3 tahun ) BB/U = 13.wheezing +/+.5 bulan mendapatkan susu formula riwayat imunisasi 3 . bising usus dalam batas normal.LEHER : Terdapat pembesaran KGB di submandibular. gallop (-). Hepar dan lien tidak teraba. udem (-/-). BJ I-II murni reguler. tidak nafsu makan. menggunakan otot bantu nafas (+). demam dirasakan sejak 3 hari yang lalu . sesak (+). pergerakan dada simetris. penurunan berat badan hingga 3 kg selama 2 minggu. Genitalia Anus & rektum Extremitas Atas : Perempuan. kadang-kadang pilek. nyeri tekan (-) pada epigastrium. dalam batas normal : Dalam batas normal : Akral hangat. Ictus cordis teraba di LMCS ICS V. sering muntah. Resume An. sulit bernafas dimalam hari. mual disangkal. peteki (-/-). tidak ada pembesaran kelenjar Thyroid.

Hasil foto thorax kesan bronkopneumoni.1 o C : 146x/menit : 146x/menit – Suhu – Nadi – Heart rate Pemeriksaaan penunjang : foto thorax : Kesan Bronkopneumoni • • A : Bronkopneumoni P: – Edukasi – Gaya hidup sehat – Memenuhi kebutuhan gizi yang kurang • • • • Kebutuhan energi = 1000 + (100 x usia dalam tahun ) = 1300 kalori/hari Protein 10 % ( total kalori ) : 4 = 40 gram Lemak 20 % (total kalori) : 9 = 35 gram Karbohidrat 70% (total kalori) : 4 = 290 gram ( ditukarkan ke dalam pengganti makanan) 4 .N: 156x/menit.3ºCelcius. irama nadi teratur. muntah • O : TB : 91 cm. sesak nafas. V.S: 37. Pendapatan orang tua 500.tidak lengkap ( Hepatitis B & PCV ). demam sejak 3 hari yang lalu.000/bulan. BB : 12 Kg ( berat badan turun 3 kg ) Tanda vital : – Respiratory Rate : 56x /menit : 37. penurunan bera badan. • ASSESMENT S : Batuk berdahak sejak 2 minggu. RR: 56x/menit.

(A. Berdasarkan penyebab : a. menurut wikipedia. Pneumonia Lipid b. Pneumonia karena obat e. Penyakit ini timbul sebagai penyakit primer dan dapat juga akibat penyakit komplikasi. Corwin. Pneumonia Lobaris 5 . PENGERTIAN Pneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang terjadi pada masa anakanak dan sering terjadi pada masa bayi. Berdasarkan Anatomik : a. Pneumonia adalah infeksi saluran nafas bagian bawah. Aziz Alimul : 2006). 2006) 2. Pneumonia karena extrinsik allergic alveolitis d. pemberian multi vitamin LANDASAN TEORI A. Pneumonia Kimiawi c. JENIS-JENIS PNEUMONIA Pneumonia terbagi dalam berbagai jenis berdasarkan dengan penyebab. Selain itu. Seperti dijelaskan berikut ini : 1. Pneumonia karena radiasi f.com pneumonia adalah sebuah penyakit pada paru-paru di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan.– Nebulizer ( mukolitik & bronkodilator ). Sedangkan menurut Elizabeth J. Penyakit ini adalah infeksi akut jaringan paru oleh mikroorganisme. Pneumonia dengan penyebab tak jelas (Dasar-dasar ilmu penyakit paru. dan berdasarkan asal penyakit ini didapat. natomik. antibiotik yang tepat yang sesuai dengan biakan bakteri. B.

Karena itu perlu diketahui dengan baik pola kuman di suatu tempat. Berdasarkan asal penyakit : a. adalah pneumonia yang didapat dari masyarakat. maupun bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit ataupun dari lingkungan luar. antara suatu daerah dengan daerah yang lain pada suatu Negara. b. yang jenisnya berbeda antar Negara. Pneumonia nosokomial atau hospitality acquired pneumonia yang berarti penyakit itu didapat saat pasien berada di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan. Aziz Alimul Hidayat :2006) 3. Mikroorganisme penyebab yang tersering adalah bakteri. polusi lingkungan. Etiologi pneumonia berbeda-beda pada berbagai tipe dari pneumonia. Pneumonia yang disebabkan oleh infeksi antara lain : 1. c. C. Pneumonia Interstisial Merupakan pneumonia yang dapat terjadi di dalam dinding alveolar. Pneumonia komunitas atau community acquired pneumonia. dan hal ini berdampak kepada obat yang akan di berikan. Bronchopneumonia Merupakan pneumonia yang terjadi pada ujung akhir bronkhiolus yang dapat tersumbat oleh eksudat mukopuren untuk membentuk bercak konsolidasi dalam lobus (A. Bakteri 6 .Merupakan pneumonia yang terjadi pada seluruh atau satu bagian besar dari lobus paru dan bila kedua lobus terkena bisa dikatakan sebagai pneumonia lobaris b. ETIOLOGI Pada masa sekarang terjadi perubahan pola mikroorganisme penyebab ISNBA (Infeksi Saluran Napas Bawah Akut) akibat adanya perubahan keadaan pasien seperti gangguan kekebalan dan penyakit kronik. dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat hingga menimbulkan perubahan karakteristik pada kuman.

2007). pneumonia juga bisa di sebabkan oleh bahan-bahan lain/non infeksi : 1. Fungsi Aspergilus. Klebsiela pneumoniae.Agen penyebab pneumonia di bagi menjadi organisme gram-positif atau gram-negatif seperti : Steptococcus pneumoniae (pneumokokus). chicken-pox (cacar air). 2006) Pada bayi dan anak-anak penyebab yang paling sering adalah: 1. Pneumonia Kimiawi : Inhalasi bahan-bahan organik dan anorganik atau uap kimia seperti berillium 3. busulfan. Syncytial adenovirus. hantavirus. Extrinsik allergic alveolitis : Inhalasi bahan debu yang mengandung alergen seperti spora aktinomisetes termofilik yang terdapat pada ampas debu di pabrik gula 4. adenovirus 7 . Pneumonia karena obat : Nitofurantoin. virus sinsisial pernafasan 2. Virus herves simpleks. Legionella.com/med/subkategori_pyk. histoplasma kapsulatum. hemophilus influenzae. Selain disebabkan oleh infeksi. Virus Influenzae virus. 3. Rhinovirus. Blastomises dermatitidis.Php. Respiratory. metotreksat 5. Fikomisetes. (hhtp:/medicastore. Streptococcus piogenes. 2. Pneumonia Lipid : Disebabkan karena aspirasi minyak mineral 2. Sitomegalovirus. Pneumonia dengan penyebab tak jelas. Parainfluenzae virus. Staphylococcus aureus. (Dasar-dasar Ilmu Penyakit Paru. Virus sinial pernapasan. Pneumonia karena radiasi 6.

faktor-faktor di bawah ini juga mempengaruhi resiko dari pneumonia : 1. Gizi kurang. Umur dibawah 2 bulan.3. Polusi udara. Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru. kekurangan nutrisi. Aliran darah. Jenis kelamin lakilaki . Selain faktor-faktor resiko diatas. efisiensi vitamin A dan penyakit kronik menahun. rokok. FAKTOR RESIKO Faktor-faktor resiko terkena pneumonia. Kepadatan tempat tinggal. PATOFISIOLOGI 8 . Membedong bayi. Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar 2. Berat badan lahir rendah. Individu yang mengalami aspirasi isi lambung 4. antara lain: Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA). Tidak mendapat ASI memadai. Imunisasi yang tidak memadai. D. Individu yang terpajan ke aerosol dari air yang lama tergenang 3. virus influenza Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui : 1. Bahan yang teraspirasi E. virus parainfluenza 4. alkoholisme. Karena muntah air akibat tenggelam 5. usia lanjut. dari infeksi di organ tubuh yang lain 3. Individu yang mengidap HIV 2.

campak. rubella. seperti yang terjadi pada bronkiolitis. Virus tersebut dapat menyebar ke saluran napas bagian bawah dan menyebabkan pneumonia virus. Bayi pada bulanbulan pertama kehidupan juga memiliki antibodi maternal yang didapat secara pasif yang dapat melindunginya dari pneumokokus dan organisme-organisme infeksius lainnya. Hal ini menyebabkan lepasnya sel-sel epitel ke dalam saluran napas. virus Epstein-Barr. partikel tersebut akan berhadapan dengan makrofag alveoler. dan klamidia menyebabkan inflamasi dengan dominasi infiltrat mononuklear pada struktur submukosa dan interstisial. Partikel infeksius difiltrasi di hidung. dan infiltrasi leukosit polimorfonuklear di alveoli yang diikuti infitrasi makrofag. mikoplasma. virus herpes simpleks ) dapat terjadi melalui penyebaran hematogen baik dari sumber terlokalisir atau bakteremia/viremia generalisata. atau kelainan neurologis yang memudahkan anak mengalami aspirasi dan perubahan kualitas sekresi mukus atau epitel saluran napas. dan humoral. Virus. defisiensi imun didapat atau kongenital. kerusakan yang disebabkan virus terhadap mekanisme pertahan yang normal dapat menyebabkan bakteri patogen menginfeksi saluran napas bagian bawah. partikel infeksius dapat mencapai paru melalui perubahan pada pertahanan anatomis dan fisiologis yang normal. dan juga dengan mekanisme imun sistemik. atau terperangkap dan dibersihkan oleh mukus dan epitel bersilia di saluran napas. Cairan eksudatif di alveoli menyebabkan konsolidasi lobaris yang khas pada foto toraks. deposit fibrin. Pada anak tanpa faktor-faktor predisposisi tersebut. Kadang-kadang pneumonia bakterialis dan virus ( contoh: varisella. Kemungkinan lain. CMV. Ada beberapa mekanisme yang pada keadaan normal melindungi paru dari infeksi. Perubahan pada mekanisme protektif ini dapat menyebabkan anak mudah mengalami pneumonia misalnya pada kelainan anatomis kongenital.Sebagian besar pneumonia didapat melalui aspirasi partikel infektif. Bakteri ini dapat merupakan organisme yang pada keadaan normal berkolonisasi di saluran napas atas atau bakteri yang ditransmisikan dari satu orang ke orang lain melalui penyebaran droplet di udara. 9 . Bila suatu partikel dapat mencapai paru-paru. Ini paling sering terjadi akibat virus pada saluran napas bagian atas. bakteri menyebabkan respons inflamasi akut yang meliputi eksudasi cairan. Setelah mencapai parenkim paru.

Krekels 8. Suara napas lemah 4. atau kehijauan dengan bau khas (untuk pseudomonas aeruginosa). nyeri dada. Kekakuan dan nyeri otot 14. menggigil. Sakit kepala 13. sesak nafas. Penggunaan otot bantu nafas 6. Pada sebagian penderita juga ditemui gejala lain seperti nyeri perut. merah muda (untuk staphylococcus aureus).F. Sesak nafas 15. dan batuk dengan dahak kental. Ingus (nasal discharge) 3. terkadang dapat berwarna merah karat (untuk streptococcus pneumoniae). Cyanosis 9. Thorax photo menunjukkan infiltrasi melebar 11. dan sakit kepala. Selain didapatkan demam. kurang nafsu makan. Menggigil 10 . Retraksi intercosta 5. Tanda dan Gejala berupa : 1. MANIFESTASI KLINIK/ TANDA DAN GEJALA Gejala penyakit pneumonia biasanya didahului infeksi saluran nafas atas akut selama beberapa hari. Batuk 12. Leukositosis 10. Batuk nonproduktif 2. suhu tubuh meningkat dapat mencapai 40 derajat celsius. Demam 7.

kekakuan sendi. Lelah. Asidosis metabolik 8. PENATALAKSANAAN Non medikamentosa mencangkup : Pemberian gizi yang kurang dengan menggunakan rumus    Kebutuhan energ = 1000 + (100 x usia dalam tahun ) Protein 10 % ( total kalori ) : 4 Lemak 20 % (total kalori) : 9 11 . Perikarditis 4. Empisema 2. Gagal nafas 3. Hipotensi 7. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan : 1. Dehidrasi H. Meningitis 5. Berkeringat 17. KOMPLIKASI Komplikasi dari pneumonia adalah sebagai berikut : 1. mual dan muntah 3.16. G. kulit yang lembab 2.

 Karbohidrat 70% (total kalori) : 4 ( ditukarkan ke dalam pengganti makanan) Penatalaksanaan untuk pneumonia bergantung pada penyebab. IVFD dekstrose 10 % : NaCl 0. + KCl 10 mEq/500 ml cairan. Jika sekresi lendir berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk memperbaiki transport mukosilier. o Amikasin 10-15 mg/kg BB/hari dalam 2 kali pemberian. o Kloramfenikol 75 mg/kg BB/hari dalam 4 kali pemberian  Untuk kasus pneumonia hospital base: o Sefatoksim 100 mg/kg BB/hari dalam 2 kali pemberian. Antibiotik sesuai hasil biakan atau berikan :  Untuk kasus pneumonia community base o Ampisilin 100 mg/kg BB/hari dalam 4 kali pemberian. Jumlah cairan sesuai berat badan. sesuai yang ditentukan oleh pemeriksaan sputum mencakup : Oksigen 1-2 L/menit. dan status hidrasi. I. Jika sesak tidak terlalu berat. imunisasi. kenaikan suhu. 12 . Koreksi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. dan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. dapat dimulai makanan enteral bertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip.9% = 3 : 1. PENCEGAHAN Menurut profesor Cissy. kunci pencegahan pneumonia yang penting menurut dia adalah pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif.

Pemberian ini pada bayi usia 4 bulan dari 6 bulan serrta diulang lagi pada usia 12-15 bulan agar melindungi anak dari infeksi pneumokokus. Menggunakan penanganan antibiotik 13 . Mencegah komplikasi pneumonia dengan penyakit lain 4. anti oksidan. Dari berbagai pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pneumonia dapat dicegah dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Sekitar 600 ribu nyawa anak setiap tahunnya juga bisa diselamatkan melalui penanganan antibiotik yang biayanya sekitar 600 juta dolar AS. lebih lanjut ia menjelaskan kematian akibat pneumonia bisa dikurangi dengan menerapkan upaya pencegahan sekaligus pengobatan. Selain 2 cara diatas. berkembang dan membangun sistem kekebalan tubuh. Menurut Profesor Sri Rejeki.karena ASI mengandung nutrien. Memberikan ASI ekslusif 2. beliau juga mengatakan cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi pneumokokus melalui pemberian vaksin pneumokokus konjugasi (PCV-7) kepada bayi. hormon dan antibody yang dibutuhkan anak untuk tubuh. Menurut laporan unicef lebih dari 1 juta jiwa anak akan bisa diselamatkan bila intervensi pencegahan dan penanganan pneumonia diterapkan secara universal. mencegah kematian anak akibat pneumonia melalui 2 cara yakni mencegah perkembangan infeksi dan komplikasi pneumonia dengan penyakit lain seperti campak dan pertusis. Mencegah perkembangan infeksi 3.

Edisi ke-17. 1999 : 664-81. Pediatric Respiratory Medicine. Kleigman RM. Arguedas. Dalam : Taussig LM. 1990 : 394-402. Dalam : Kendig EL. Kendigs Disorders of the Respiratory Tract in Children. Sectish TC. Lichenstein R. Dalam : Behrman RE. Landau LI. penyunting. 1990 : 371-80.DAFTAR PUSTAKA Andriano G. Glezen WP. Marks MI. Pnemonia. Chernick V. Respiratory infections in Immunocompromized Hosts. Prober CG. St. Philadelphia : WB Saunders. Edisi ke-5. Philadelphia : WB Saunders. Edisi ke-5. 2003 : 1432-5. Kendigs Disorders of the Respiratory Tract in Children. 21 : 437-51. Chernick V. Philadelphia : WB Saunders. Emerg Med Clin N Am 2003. Stutman HR. Jenson HB. Pediatric pneumonia. penyunting. penyunting. Dalam : Kendig EL. Louis: Mosby Inc. NelsonTextbook of Pediatrics. 14 . Suggs AH. Campbell J. Viral pneumonia. Bacterial pneumonias. penyunting. Stokes DC.