ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

M DENGAN POST TPM a/i TAV e/c HIPERTENSI HEART DISEASE DEGENERATIF CAD di RUANG HCCU RSHS BANDUNG

Disusun Oleh: Putri Nur An Nissa 220112120038

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIV FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2013

1. Identitas Klien Nama Usia Jenis Kelamin Alamat : Ny. M : 72 tahun : Perempuan : Kp. Elos RT 02/RW02 Paseh, Cijagra

Tanggal Masuk HCU : 18 Juni 2013 Tanggal Pengkajian Diagnosa POD No. RM Pendidikan Pekerjaan : 25 Juni 2013 : Post TPM a/i TAVB e/c HHD degeneratif CAD :: 13007594 : SMP : Ibu Rumah Tangga

2. Keluhan Utama klien mengeluh sesak bila beraktivitas sedang-berat.

3. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengeluh pegal di area pemasangan TPM, pegal seperti menjadi kaku, pegal hanya di area kaki kanan yang diimmobilisasi, rasa pegal berkurang bila digerakkan.

4. Riwayat Penyakit Dahulu 3 bulan SMRS klien mengalami sesak nafas saat aktivitas ringan, klien tidur dengan dua bantal, ada riwayat terbangun pada malam hari karena sesak. Riwayat hipertensi sejak 1 th SMRS rata-rata tekanan darah 160/..., klien tidak kontrol teratur, riwayat penyakit DM (-), kolesterol (-). Klien pernah dirawat di rumah sakit dengan penyakit jantung, klien juga memiliki riwayat meminum obat hipertensi atas indikasi dokter. 5. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu dan nenek klien menderita hipertensi.

6. Riwayat Psikospiritual Klien beragama islam, klien tinggal bersama anak dan cucunya, klien juga sudah menunaikan ibadah haji.

7. Kebutuhan Dasar No 1 Kebutuhan dasar Nutrisi Sebelum masuk RS Makan 2-3x/hari porsi habis. Setelah masuk RS Diit rendah garam 3x/hari hanya 4-5 sendok makan

2

Eliminasi

BAB 1x/hari BAK 4-5x/hari

BAB 2 hari sekali Via cateter dengan produksi urin ±30 cc/jam

3

Pola istirahat tidur

6 jam

6-8 jam, sering terbangun

4

Personal Hygene

Mandi 2x/hari, sikat gigi 2x/hari.

Diseka 1 kali/hari, oral hygiene 1x/hari

8. Pemeriksaan fisik a. Kesadaran TTV : compos mentis : T : 114/80-157/87 mmHg N : 68-70 x/menit R : 20-26x/menit S : 36,0-36,6 oC

b. Sistem respiratory RR : 20-26x/menit Gerak dada simetris, dada sebelah kanan lebih besar (menonjol)

c. Sistem kardiovaskuler Kardiomegali (+), bunyi jantung S3, S4 (-), mur-mur (-), TD 114/80-157/87 mmHg, HR 68-70 x/menit. Bunyi jantung murni reguler, CRT <2 detik, gambaran EKG irama reguler sinus ritmik dengan TPM, VES (-).

d. Sistem saraf Tidak ada kelainan

e. Sistem Gastrointestinal Abdomen datar lembut, bising usus (+), BAB (+), mual (-), muntah (-)

f. Sistem renal Klien menggunakan kateter, ouput urin perjam rata-rata 20-30 cc/jam, warna kuning.

g. Sistem integumen Kulit tidak kering, dekubitus (-).

h. Sistem musculoskeletal Edema ekstremitas (-), akral hangat, kekuatan otot 5 5 5 5

9. Pemeriksaan Diagnostik 27/6/2013 Hb Ht Leukosit Eritrosit Trombosit Kimia klinik AST (SGOT) 44 ALT (SGPT) 34 s/d 31 s/d 31 14,4 43 10.300 4,99 191.000 12-16 35-47 4400-11300 3,6-5,8 150.000-450.000

 -

Terapi Captopril 3 x 500 mg Amlodipin 1 x 10 mg Cordaron x 200mg Bisoprolol 1 x 1.25 mg Amidaron PO

ANALISA DATA

NO 1.

DATA FOKUS DO : klien bedrest DS : klien mengeluh lemah dan sesak jika terlalu banyak bergerak

ETIOLOGI Hipertensi, degeneratif, keturunan ↓ LVEDP ↑ ↓ Peningkatan tekanan afterload, dan beban kerja ventrikel kiri ↓ Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2 ↓ Intoleransi aktivitas

MASALAH Intoleransi aktivitas

2.

DO : perubahan EKG, klien terpasang TPM DS : -

Hipertensi, degeneratif, keturunan ↓ Peningkatan tekanan afterload, dan beban kerja ventrikel kiri ↓ Penurunan curah jantung

Penurunan curah jantung

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1) Risiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan tekanan afterload 2) Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2

IV. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

No 1.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Risiko penurunan curah jantung dengan berhubungan peningkatan

TUJUAN

PERENCANAAN KEPERAWATAN INTERVENSI RASIONAL 1. Tanda-tanda vital menunjukkan

Setelah dilakukan perawatan 1. Monitor tanda-tanda vital selama 3x24 jam curah 2. Catat tanda dan gejala

dapat adanya

jantung adekuat. Kriteria hasil: 1. Tekanan darah

penurunan curah jantung 3. Monitor intake dan output dalam 4. Instruksikan

ketidaknormalan dan dapat segera diberikan intervensi selanjutnya

tekanan afterload

klien 2. Penurunan curah jantung dapat menurunkan suplai O2 dalam

batas normal 120/80 2. HR dalam batas normal 3. Tidak ada edema perifer

menghindari aktivitas yang menyebabkan refleks vagal 5. Kolaborasi pemberian

darah, dengan memonitor tanda dan geja penurunan curah jantung intervensi dapat ditegakkan. 3. Oliguria menunjukan adanya

captopril 3x500mg PO dan Amlodipine 1x10mg

penurunan CO, dan kelebihan cairan dapat menimbulkam edema 4. Refleks vagal dapat merangsang pelepasan hormon asetikolin yang akan menurunkan irama nodus sinus dan menurunkan eksitabilitas serabut-serabut nodus

atrioventrikular, menghambat

sehingga impuls

akan jantung

menuju ventrikel 5. Captopril kaptopril akan

menghambat kerja ACE, akibatnya pembentukan terhambat, penurunan sehingga natrium angiotensin timbul sekresi ginjal dan ll

vasodilatasi, aldosteron mensekresi cairan serta

mensekresi kalium. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan

tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik 'afterload' maupun 'pre-load', sehingga terjadi peningkatan Amlodipine kerja bekerja jantung. langsung

sebagai vasodilator arteri perifer yang dapat menurunkan resistensi vaskular serta penurunan tekanan darah.

2.

Intoleransi berhubungan

aktivitas Setelah dilakukan perawatan 1. Catat dengan selama 3x24 jam toleransi aktivitas meningkat. dan Kriteria hasil 1. Frekuensi jantung normal 2. Tekanan darah dalam dan dalam

frekuensi

jantung, 1. Kecenderungan menentukan respon pasien terhadap aktivitas dan dapat penurunan O2

irama, tekanan darah.

ketidakseimbangan antara suplai

2. Bantu aktivitas perawatan mengindikasikan diri klien irama 3. Batasi aktivitas batas 4. Batasi pengunjung miokardia yang

memerlukan

kebutuhan O2

penurunan aktivitas 2. Memenuhi kebutuhan dasar klien

5. Motivasi klien melakukan akan kenyamanan aktivitas bertahap 3. Menurunkan kerja

batas normal 3. Klien berpartisipasi dalam beraktivitas kemampuan klien sesuai

miokardia/konsumsi O2, menurunkan resiko komplikasi 4. Pembicaraan yang panjang dapat mempengaruhi kunjungan terapeutik. 5. Meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap yang pasien, periodik namun dapat

V. IMPLEMENTASI

No

Tanggal/ Jam Implementasi Memonitor tanda-tanda vital Mencatat tanda dan gejala penurunan curah jantung Memonitor intake dan output Menginstruksikan menghindari aktivitas klien yang Klien mengeluh belum Evaluasi TD: 126/76, HR:70 via pace maker,RR:20, T:36,2 Intake:450cc, Output: Paraf

1

29/6/13 Dinas Sore

bab selama 2 hari

menyebabkan refleks vagal Memberikan 3x500mg PO Memonitor tanda-tanda vital Mencatat tanda dan gejala penurunan curah jantung Memonitor intake dan output Menginstruksikan menghindari aktivitas klien yang TD: 139/71, HR:70 via pacemaker, RR: 20, T: 36oC Intake: Output: captopril

30/6/13 Dinas Pagi

menyebabkan refleks vagal Memberikan captopril

3x500mg PO dan Amlodipine 1x10mg PO

1/7/13 Dinas Pagi

-

Memonitor tanda-tanda vital Mencatat tanda dan gejala penurunan curah jantung

-

klien yang

-

Memonitor intake dan output Menginstruksikan menghindari aktivitas

TD: 143/71, HR:70 via pacemaker, RR: 22, T: 36oC Intake: 560 Output:

menyebabkan refleks vagal

Memberikan captopril 3x500mg PO dan Amlodipine 1x10mg PO

2

29/6/13 Dinas Sore

-

Mencatat frekuensi jantung, irama, tekanan darah.

-

-

Membantu aktivitas perawatan diri klien

-

Membatasi aktivitas Membatasi pengunjung Memotivasi klien melakukan aktivitas bertahap

-

30/6/13 Dinas Pagi

-

Mencatat frekuensi jantung, irama, tekanan darah. -

-

Membantu aktivitas perawatan diri klien -

-

Membatasi aktivitas Membatasi pengunjung Memotivasi klien melakukan aktivitas bertahap -

Sinus rythm pacemaker, TD:126/76 Klien diimobilisasi, kaki kanan di restrain menghindari perubahan posisi pace maker Pengunjung maksimal 2 orang Motivasi klien melakukan gerakan seperti menginjak pedal gas untuk menghindari rasa pegal karena direstrain Sinus rythm pacemaker, TD:139/71 Menyeka klien, merapihkan tempat tidur, melakukan oral hygiene Klien diimobilisasi, kaki kanan di restrain menghindari perubahan posisi pace maker Pengunjung maksimal 2 orang Motivasi klien melakukan gerakan seperti menginjak pedal gas untuk menghindari rasa pegal karena direstrain

1/7/13 Dinas Pagi

-

Mencatat frekuensi jantung, irama, tekanan darah. -

-

Membantu aktivitas perawatan diri klien -

-

Membatasi aktivitas Membatasi pengunjung Memotivasi klien melakukan aktivitas bertahap -

Sinus rythm pacemaker, TD:139/71 Menyeka klien, merapihkan tempat tidur, melakukan oral hygiene Klien diimobilisasi, kaki kanan di restrain menghindari perubahan posisi pace maker Pengunjung maksimal 2 orang Motivasi klien melakukan gerakan seperti menginjak pedal gas untuk

menghindari rasa pegal karena direstrain

VI. CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal 2/7/13 Dinas Sore Catatan S: Klien mengeluh pegal di area pemasangan TPM, karena kaki kanan diimobilisasi dengan restrain O: paraf

A: Masalah belum teratasi

P: Lanjutkan intervensi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful